GreatNusa
GreatSayaGreatBisnisGreatEdu
Design & CreativeBusiness & ManagementData & TechnologyDigital MarketingFinance & AccountingLeadershipLanguageSales & MarketingProject ManagementSoft SkillLihat Semua Kategori
Masuk / Daftar
  1. Beranda
  2. Artikel

Artikel

GreatNusa

PT. Gagas Edukasi Anantara
Jl. Jalur Sutera Barat Panunggangan Timur
Kota Tangerang 15143
Indonesia

Hubungi Kami

kontak@greatnusa.com

Kategori Populer

  • Design & Creative

  • Business & Management

  • Data & Technology

  • Digital Marketing

  • Finance & Accounting

  • Leadership

Lainnya

  • Produk

  • Artikel

  • Kategori Produk

  • Kategori Artikel

  • Kebijakan Privasi

  • Syarat dan Ketentuan

  • Tanya Jawab

Event

  • Microsoft Elevate 2026 bersama GreatNusa

© 2026 GreatNusa. Seluruh hak cipta dilindungi.
Made with ❤️ for Indonesia

    Menampilkan 403 - 408 dari 441 Artikel

    10 Cara Membuka Usaha Sendiri di Rumah

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 5 Mei 2023

    10 Cara Membuka Usaha Sendiri di Rumah

    Pelajari cara membuka usaha sendiri di rumah, dari menemukan ide yang menarik, membuat rencana bisnis, hingga pemasaran, di artikel ini!

    Pandemi yang berlangsung membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Di sisi lain, kesempatan yang berbeda juga terbuka lebar bagi mereka yang gemar berinovasi. Salah satunya dengan membuka bisnis sendiri di rumah. Pada dasarnya, bisnis yang dibangun di rumah membutuhkan persiapan yang sama dengan bisnis konvensional. Hanya saja, kamu tidak perlu repot-repot mencari kantor atau ruko. Lantas, bagaimana cara membuka usaha sendiri di rumah?

    Membuka usaha dari rumah memang memiliki sejumlah kemudahan. Tapi bukan berarti persiapannya menjadi lebih sedikit. Kamu perlu melakukan berbagai langkah agar bisa meraih kesuksesan. Simak cara membuka usaha sendiri di rumah berikut ini!

    Bagaimana cara membuka usaha sendiri di rumah agar sukses?

    1. Temukan Ide yang Menarik dan Potensial

    Langkah pertama yang harus dilakukan dalam memulai bisis dari rumah adalah menentukan dengan tepat bisnis apa yang ingin kamu mulai. Ada banyak sekali contoh bisnis rumahan yang mungkin bisa kamu lihat langsung contohnya. Mulai dari bisnis kuliner berupa makanan rumahan, pakaian hingga jasa. Jadi bagaimana caranya kamu menentukan ide apa yang cocok untukmu? Coba jawab beberapa pertanyaan berikut ini:

    • Keterampilan atau bakat apa yang kamu miliki?
    • Bagaimana kamu bisa menerjemahkan bakat yang kamu punya menjadi ide bisnis?
    • Bisakah ide itu dijalankan dari rumah?

    Setelah kamu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, kamu pasti akan menemukan satu jawaban yang bisa menjadi ide awal bisnis rumahan kamu. Tapi, langkah tentu tidak berhenti di sana. Kamu perlu membuat serangkaian evaluasi yang terdiri dari:

    • Lakukan riset pasar. Pastikan ada permintaan untuk produk atau layanan yang ingin kamu jual
    • Pertimbangkan biaya awal. Dari sini kamu bisa tahu dari mana kamu mendapatkan modal
    • Uji coba idemu. Ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui apakah idemu memang layak dijalankan atau tidak.

    2. Tuliskan Rencana Bisnismu

    Cara membuka usaha sendiri di rumah yang selanjutnya harus kamu lakukan adalah menulis rencana bisnis. Menulis rencana bisnis seringkali menjadi salah satu bagian yang paling memakan waktu. Ada berbagai metode untuk menulis rencana bisnis. Tapi secara umum, ada beberapa hal pokok yang harus kamu tentukan:

    • Ringkasan eksekutif
    • Ikhtisar terkait bisnismu
    • Hasil analisis pasar
    • Deskripsi layanan atau produk yang akan kamu jual
    • Rencana pemasaran dan penjualan
    • Rencana dan proyeksi keuangan.

    Dari poin-poin di atas, kamu bisa membuat rincian setiap langkah dengan detail. Adanya rencana bisnis juga akan memudahkan jika kamu akan mengajukan permohonan pendanaan atau mencari investor untuk memulai dan mengembangkan bisnismu.

    Baca Juga: Pengertian Manajemen Bisnis, Komponen, Contoh dan Tugasnya

    3. Pilih Nama dan Buat Entitas Bisnis

    Setelah rencana bisnis selesai ditulis, kamu bisa memutuskan nama bisnis. Pastikan nama yang kamu pilih mudah diingat, jelas dan sesuai dengan jenis bisnis yang kamu lakukan. Setelah memikirkan nama, pastikan juga bahwa nama itu memang belum punya pemilik. Cek lewat pencarian Google, jika perlu cek hak cipta untuk menghindari masalah hukum di kemudian hari.

    Setelah membuat nama, kamu membutuhkan entitas bisnis. Ada beberapa jenis entitas bisnis yang dikenal di Indonesia:

    • Perusahaan perorangan
    • Perusahaan persekutuan atau firma (CV)
    • Perseroan
    • Koperasi.

    Untuk jenis usaha rumahan, biasanya termasuk ke dalam entitas perusahaan perorangan. Ini karena modal yang dimiliki masih kecil, jumlah karyawan masih sedikit dan perlengkapan atau peralatan produksi masih sederhana.

    4. Daftarkan Bisnis

    Setelah kamu menentukan jenis entitas apa yang akan kamu gunakan untuk bisnismu, saatnya untuk mendaftarkan usahamu pada dinas terkait. Pendaftaran usaha sangat penting untuk legalitas dan memastikan bisnis yang kamu jalankan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

    5. Dapatkan Izin Operasional Bisnis

    Di Indonesia, izin operasional untuk usaha disebut dengan NIB atau Nomor Induk Berusaha. NIB adalah identitas bagi pelaku usaha yang diterbitkan lembaga OSS. Kamu baru bisa mengajukan izin operasional dan izin komersial atau izin operasional untuk jenis usaha yang kamu jalankan setelah memiliki NIB.

    Perlu diketahui juga bahwa jenis izin untuk setiap jenis usaha juga berbeda-beda. Jika bisnis yang kamu jalankan adalah bisnis kuliner, kamu perlu mengurus izin PIRT. Tanyakan kepada dinas terkait mengenai izin apa yang kamu perlukan dan dokumen apa yang perlu disiapkan untuk kebutuhan jalannya usahamu.

    Baca Juga: Apa Itu Manajemen Operasional, Ciri, Fungsi dan Tujuannya?

    6. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Perusahaan

    Jika kamu sudah sampai di titik ini, kamu sudah melangkah ke bagian yang paling penting. Setelah mengambil langkah legal, saatnya untuk mempelajari cara mengelola keuangan.

    Meskipun kamu mungkin menjalankan bisnis sendirian, penting untuk memisahkan uang usaha dengan uang pribadi. Apalagi jika kamu baru memulai. Salah satu tantangan terberat pemilik usaha rumahan adalah bertanggung jawab secara pribadi atas utang dan kewajiban bisnismu. Karena itu, lindungi aset pribadimu dengan memisahkan keuangan bisnis. Ini akan membantumu dalam proses pembukuan, pengarsipan pajak dan organisasi secara umum.

    Baca Juga: 4 Fungsi Manajemen Keuangan untuk Perusahaan

    7. Dapatkan Modal

    Bagi sebuah bisnis rumahan yang baru, kamu tidak perlu menyewa tempat. Artinya, modal yang kamu butuhkan pada dasarnya lebih sedikit daripada saat membuka bisnis konvensional. Beberapa bisnis bahkan bisa dimulai dari rumah tanpa modal sama sekali.

    Namun, semua tetap bergantung pada jenis bisnis yang kamu jalankan. Kamu bisa memperoleh modal dari tabungan, investasi pribadi, investasi dari rekan atau saudara. Bisa juga dengan mengajukan KTA ke bank atau ke lembaga keuangan lainnya.

    8. Buat Kantor

    Meski kegiatan bisnis dan kegiatan pribadi dilakukan pada satu tempat yang sama, kamu tetap membutuhkan tempat khusus di dalam rumah. Ada beberapa tips untuk membuat kantor atau lokasi kerja di rumah:

    • Pilih tempat yang strategis di dalam rumah
    • Beli perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan kerja termasuk furnitur dan perlengkapan berbasis teknologi
    • Dekorasi kantor sesuai yang kamu inginkan
    • Minimalisasi gangguan dari luar.

    9. Pahami Aturan Perpajakan yang Berlaku

    Memahami aturan perpajakan bisa jadi hal yang paling rumit saat menjalankan bisnis dari rumah. Selain memiliki NPWP pribadi, kamu mungkin membutuhkan kelengkapan pajak yang lain. Cari informasi selengkap mungkin terkait pajak yang harus kamu bayar di internet. Jika perlu, datang dan berkonsultasi langsung ke kantor dinas perpajakan akan membantumu memahami lebih jauh mengenai pajak usaha yang harus kamu bayar.

    10. Maksimalkan Online Presence

    Tidak hanya memiliki kantor fisik, kamu juga harus memiliki kehadiran secara online atau online presence. Ketika sebuah bisnis punya online presence, ini akan memudahkan pelanggan menemukanmu. Apalagi saat ini, kebanyakan orang memulai pencarian akan produk dan jasa dari internet. Bagaimana caranya?

    Baca Juga: 5 Strategi Digital Marketing yang Efektif di Tahun 2023

    Miliki sosial media khusus bisnismu, buat website dan landing page. Manfaatkan teknik SEO untuk membuat website-mu berada di peringkat atas pencarian. Jika perlu, gunakan iklan berbayar untuk menjangkau konsumen yang lebih luas dan tertarget.Itulah beberapa cara membuka usaha sendiri di rumah yang bisa kamu lakukan. Perkaya juga dirimu dengan berbagai pengetahuan seputar bisnis dan manajemen dengan mengambil kursus online di GreatNusa. Ayo daftarkan dirimu sekarang juga!

    6 Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan

    ARTICLE

    CAREER HACK

    By greatnusa • 5 Mei 2023

    6 Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan

    Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan memberikan pengaruh yang besar. Simak pengertian, jenis, dan pengaruhnya di sini.

    Bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan? Banyak dari kita sudah mengetahui macam-macam gaya kepemimpinan. Namun, tidak banyak sumber yang mengulik pengaruh gaya kepemimpinan tersebut. Tentunya, gaya kepemimpinan yang diterapkan para pemimpin dapat memberikan pengaruh bagi kinerja karyawannya. Artikel ini akan membahas mengenai pengaruh jenis kepemimpinan yang diterapkan oleh pemimpin pada kinerja anggota tim/karyawan dapa suatu organisasi/institusi.

    Apa yang Dimaksud dengan Gaya Kepemimpinan?

    Sebelum mengenal pengaruh gaya kepemimpinan, kamu perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan gaya kepemimpinan itu sendiri. 

    Gaya kepemimpinan dapat dideskripsikan sebagai kumpulan karakteristik yang dimiliki dan digunakan seorang pemimpin dalam memimpin, memberikan arahan, atau bahkan memengaruhi bawahan, tentunya agar tujuan kerja tim tersebut dapat tercapai.

    Definisi lain menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan merupakan perilaku dari seorang pemimpin dalam melakukan tanggung jawab manajerialnya. Tindakan-tindakan ini lantas membentuk sebuah pola yang bisia terlihat oleh bawahannya atau pengamat lain.

    Baca Juga : Gaya Kepemimpinan: Pengertian, Contoh dan Peranannya

    Jenis-jenis Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi

    Untuk memberi gambaran sebelum mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, berikut ini akan dijelaskan beberapa tipe kepemimpinan.

    1. Gaya Kepemimpinan Demokratis

    Gaya kepemimpinan demokratis merupakan gaya kepemimpinan yang cukup banyak digunakan di dunia kerja. Sebab, gaya kepemimpinan ini memiliki karakteristik yang khas—yaitu adanya kerja sama antara pemimpin dan bawahannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

    2. Gaya Kepemimpinan Otokratis

    Gaya kepemimpinan yang satu ini memang dikenal sebagai kebalikan dari gaya kepemimpinan demokratis. Mengapa demikian?

    Pada gaya kepemimpinan otokratis, pemimpin akan memegang kendali penuh untuk memutuskan segala macam kebijakan, tujuan, serta prosedur-prosedur yang akan diambil dalam rangka mencapai tujuan bersama.

    3. Gaya Kepemimpinan Transaksional

    Pada gaya kepemimpinan transaksional, pemimpin akan mengarahkan anggota timnya untuk mematuhi aturan atau menjalankan prosedur yang sudah disepakati dengan menggunakan imbalan dan hukuman. Dengan gaya kepemimpinan ini, anggota tim yang bekerja sesuai dengan tuntutan yang diminta akan memperoleh imbalan, begitu pula sebaliknya.

    4. Gaya Kepemimpinan Laissez-Faire

    Gaya kepemimpinan ini disebut juga sebagai gaya kepemimpinan delegatif. Pemimpin dengan gaya kepemimpinan laissez-faire akan menyerahkan tanggung jawab yang tidak bisa ia tangani pada pihak/anggota tim yang dinilai kapabel untuk melaksanakannya.

    5. Gaya Kepemimpinan Afiliatif 

    Pada gaya kepemimpinan afiliatif, pemimpin akan melakukan pendekatan kepada anggota timnya. Hal ini dilakukan agar anggota tim merasakan support emosional dari pemimpin kepada anggota timnya. Dengan memberikan support, diharapkan anggota tim akan mampu bekerja sama untuk memenuhi tanggung jawab yang mereka emban.

    6. Gaya Kepemimpinan Coaching

    Gaya kepemimpinan coaching ini bisa dikatakan merupakan gabungan dari beberapa jenis gaya kepemimpinan—yaitu gaya kepemimpinan delegatif, gaya kepemimpinan afiliatif, dan gaya kepemimpinan demokratis. 

    Pemimpin dengan gaya kepemimpinan ini mendengarkan anggota timnya, lalu mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan timnya, memberi support, dan mendelegasikan pekerjaan pada orang yang tepat.

    Baca Juga : Kenali Karakteristik Kepemimpinan yang Perlu Dipelajari untuk Kesuksesan Kamu

    6 Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan

    Setelah mengetahui beragam gaya kepemimpinan, mungkin kamu akan berpikir, apa pengaruh yang akan timbul jika seorang pemimpin menerapkan gaya kepemimpinan tertentu? Ini dia penjelasannya.

    1. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Demokratis

    Jika seorang pemimpin menggunakan gaya kepemimpinan demokratis, maka ada beberapa pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja anggota tim/karyawan yang bisa disoroti:

    • Anggota tim akan dituntut untuk selalu aktif menggunakan kemampuan kognitifnya dalam menyelesaikan suatu masalah pekerjaan.
    • Anggota tim juga akan dituntut untuk aktif berbicara dalam rangka memberikan kontribusi yang dapat membantu tim tersebut dalam menyelesaikan tanggung jawab.
    • Anggota tim akan memiliki hubungan yang baik dengan pemimpin, karena adanya komunikasi dua arah yang terjalin dengan baik dan penghargaan atas kontribusi yang diberikan.

    Menurut Susanti (2015) dalam Djunaedi dan Gunawan (2018), pengaruh gaya kepemimpinan demokratis terhadap kinerja karyawan bisa dibilang signifikan ke arah yang positif. Selain itu, gaya kepemimpinan demokratis memiliki dampak positif berupa adanya peningkatan produktivitas pada anggota tim, meski terkadang gaya kepemimpinan ini menempatkan tanggung jawab pada orang yang tidak terlalu kompeten.

    2. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Otokratis

    Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hamzah (2020) dan Pratama (2012), gaya kepemimpinan otokratis memiliki pengaruh gaya kepemimpinan yang kurang baik bagi kinerja karyawan. Hal ini ditandai dengan adanya penurunan tingkat produktivitas dari karyawan. Bahkan, penelitian tersebut tidak terlalu menyarankan penggunaan gaya kepemimpinan ini karena bisa berpengaruh negatif terhadap tingkat kepuasan kerja karyawan.

    Meski demikian, gaya kepemimpinan otokratis tidak selalu buruk, kok. Sebab, ada saat-saat tertentu yang mengharuskan pemimpin mengambil keputusan sendiri—tanpa perlu mendiskisikannya terlebih dahulu dengan anggota tim yang lain. Misalnya, pada situasi-situasi darurat yang membutuhkan keputusan segera.

    3. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transaksional

    Apa pengaruh gaya kepemimpinan transaksional terhadap kinerja karyawan? Rupanya, gaya kepemimpinan yang satu ini membawa dampak positif bagi kinerja karyawan. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hartanto (2014). Pada penelitian tersebut, disebutkan juga bahwa gaya kepemimpinan ini juga memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan.

    Baca Juga : Jenis Kepemimpinan dalam Manajemen Perusahaan

    4. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Laissez-faire

    Gaya kepemimpinan laissez-faire atau yang bisa disebut juga dengan gaya kepemimpinan delegatif ini tentu juga memiliki pengaruhnya sendiri terhadap kinerja karyawan. Kira-kira, apa pengaruh gaya kepemimpinan ini terhadap kinerja anggota tim/karyawan?

    Gaya kepemimpinan ini rupanya dapat memberikan pengaruh positif bagi kinerja karyawan. Hal ini diungkapkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Rahmawi (2016), dan dijelaskan pula bahwa peningkatan kinerja karyawan ini disebabkan karena adanya keleluasaan dalam pengambilan keputusan yang diberikan pemimpin kepada bawahannya—asalkan keputusan tersebut tidak melanggar aturan yang berlaku di dalam perusahaan.

    5. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Afiliatif 

    Sama dengan gaya kepemimpinan lainnya, pengaruh yang ditimbulkan oleh gaya kepemimpinan afiliatif terhadap kinerja karyawan bersifat positif. Maknanya, kinerja karyawan akan meningkat jika organisasi/institusi tersebut memiliki pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan ini.

    Meski tidak secara eksplisit disebutkan dalam sumber (Hadiwijaya, 2015), penelitian tersebut menyebutkan bahwa pemberian motivasi terhadap karyawan memberikan efek positif terhadap produktivitas karyawan. Memberikan motivasi merupakan sebuah ciri khas yang dimiliki oleh gaya kepemimpinan afiliatif.

    6. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Coaching

    Menurut Munthe (2015), gaya kepemimpinan coaching disebut-sebut sebagai gaya kepemimpinan yang paling ideal dibandingkan dengan gaya kepemimpinan lainnya. Gaya kepemimpinan ini dinilai lebih mampu untuk memotivasi anggota tim/karyawan untuk bertindak pro-aktif dalam melakukan tugas-tugas dan tanggung jawab yang diembannya.

    Dengan adanya motivasi yang besar untuk bekerja sama dalam tim, maka kinerja karyawan pun bisa meningkat dengan penerapan gaya kepemimpinan yang satu ini.

    Nah, itulah penjelasan mengenai efek gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan. Meski bisa dikatakan bahwa hampir semua gaya kepemimpinan yang disebutkan memiliki kaitan positif dengan kinerja karyawan, perlu kamu ingat bahwa ada banyak faktor yang bisa memengaruhi baik tidaknya kinerja anggota tim.

    Jika kamu ingin memiliki anggota tim yang loyal dan memiliki semangat kerja yang tinggi, sebagai pemimpin kamu perlu membekali diri dengan ilmu leadership yang baik juga. Mengenal ragamnya saja tidak cukup—kamu juga perlu tahu pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja anggota tim/karyawan sebagaimana sudah disebutkan di atas.

    Apa Itu Komunikasi Bisnis, Unsur, Jenis dan Manfaatnya

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 5 Mei 2023

    Apa Itu Komunikasi Bisnis, Unsur, Jenis dan Manfaatnya

    Komunikasi bisnis adalah proses pertukaran informasi sebagai cara yang efektif di sebuah perusahaan. Simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!

    Cara kita berkomunikasi dengan orang lain merupakan sebuah kebiasaan yang tidak mungkin bisa kita tinggalkan. Sebagai makhluk sosial, komunikasi dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan. Tidak hanya kebutuhan sehari-hari semata, komunikasi juga diterjemahkan dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah komunikasi bisnis.

    Organisasi atau perusahaan bukanlah sebuah entitas tanpa wajah. Ada sekelompok orang yang nyata dan saling bekerja sama di dalamnya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Komunikasi yang efektif bisa berpengaruh pada proses, efisiensi dan setiap lapisan perusahaan atau organisasi. Untuk lebih memahami apa itu komunikasi bisnis, mari kita simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

    Pengertian Komunikasi Bisnis

    Apa itu komunikasi bisnis? Secara sederhana, komunikasi bisnis adalah proses pertukaran informasi yang terjadi di antara orang-orang yang berada dalam perusahaan maupun di luar perusahaan. Komunikasi bisnis bisa berjalan antara komponen internal (seperti antara karyawan dengan karyawan atau karyawan dengan atasan), bisa juga terjadi antara komponen internal dengan eksternal (misalnya antara staf perusahaan dengan klien atau pelanggan).

    Baca Juga: 4 Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi

    Komunikasi dalam bisnis bisa mencakup topik-topik termasuk pemasaran, manajemen merek, perilaku konsumen, kampanye, hubungan pelanggan, komunikasi perusahaan, manajemen reputasi dan lain sebagainya. Hal ini berhubungan erat dengan bidang komunikasi profesional dan komunikasi teknis.

    Komunikasi bisnis yang efektif adalah bagaimana karyawan dan manajemen berinteraksi untuk mencapai tujuan perusahaan. Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas dan mengurangi kesalahan.

    Unsur-unsur dalam Komunikasi Bisnis

    Proses komunikasi dalam bisnis dimulai dengan transmisi informasi yang berkaitan dengan bisnis dan diakhiri umpan balik dari penerima. Penngirim mengirimkan pesan dengan maksud untuk bertukar pemahaman dengan penerima. Pemahaman ini tergantung pada sisi positif dari peerima.

    Dalam bisnis, komunikasi dua arah selalu dibutuhkan karena bisa memastikan umpan balik dari penerima. Namun, keberhasilan komunikasi bisnis tetap tergantung pada beberapa unsur atau elemen. Elemen-elemen tersebut antara lain adalah:

    1. Dua Pihak atau Lebih yang Saling Berhubungan

    Komunikasi bisnis harus melibatkan setidaknya dua pihak. Satu pihak bertindak sebagai pengirim pesan, dan pihak yang lain adalah penerima.

    2. Pesan yang Bermakna

    Unsur kedua dalam komunikasi bisnis adalah pesan atau informasi yang dingin dikomunikasikan oleh pengirim. Pesan bisa berupa perasaan, keinginan, sikap, ide, fakta informasi dan hal lain yang bisa dipahami. Pesan yang ingin disampaikan oleh pengirim harus bermakna bagi penerimanya.

    3. Informasi Terkait dengan Bisnis

    Informasi yang dikirimkan dalam proses komunikasi bisnis tentu harus berkaitan dengan bisnis itu sendiri. Begitu juga dengan umpan balik yang diberikan oleh penerima. Harus dibuat berdasarkan bisnis pula.

    4. Media atau Saluran

    Saluran atau media merupakan prasyarat dalam komunikasi. Media adalah sarana penyampaian pesan dari pengirim ke penerima. Media komunikasi bisa berupa media verbal maupun nonverbal. Media verbal berupa lisan dan tulisan meliputi telepon, faks, koran, email dan lain sebagainya.

    Di sisi lain, ada pula komunikasi nonverbal seperti bahasa tubuh, gerak tubuh, ekspresi wajah dan lain sebagainya. Agar komunikasi bisa berjalan sesuai yang diharapkan, pengirim harus memilih media komunikasi yang sesuai

    Jenis-jenis Komunikasi dalam Bisnis

    Secara umum, ada 4 jenis komunikasi dalam bisnis yakni komunikasi ke atas, ke bawah, lateral dan eksternal. Tidak ada satu cara yang paling benar dalam berkomunikasi bisnis. Kamu harus menentukan jenis mana yang sesuai dengan situasi di perusahaanmu. 

    1. Komunikasi ke Atas (Upward Communication)

    Komunikasi bisnis ke atas berasal dari laporan langsung manajer dan dari manajer ke eksekutif atau pemilik tingkat atas. Komunikasi ini memungkinkan mereka yang bertanggung jawab untuk mengetahui apa yang terjadi pada tingkatan di bawahnya.

    2. Komunikasi ke Bawah (Downward Communication)

    Komunikasi bisnis ke bawah mengalur dari manajemen ke laporan langsung. Pesan mengalir dari hierarki yang sudah ditentukan yakni dari staf yang posisinya lebih tinggi ke staf yang posisinya di bawah. Contohnya saja ketika supervisor memberikan informasi terkait SOP baru perusahaan dan lain sebagainya.

    3. Komunikasi Lateral

    Komunikasi lateral adalah komunikasi yang bergerak antar departemen atau divisi. Komunikasi ini dilakukan antar karyawan atau manajer dengan status yang sama dalam organisasi atau perusahaan.

    4. Komunikasi Eksternal

    Komunikasi eksternal adalah proses memindahkan informasi dari dalam organisasi atau perusahaan ke pihak luar. Misalnya saja ketika ada staf yang bertemu dengan prospek, pelanggan, vendor, mitra, sponsor investor, media dan masyarakat umum. Komunikasi eksternal penting dilakukan dengan baik untuk menjaga reputasi perusahaan.

    Baca Juga: 8 Langkah Strategi Komunikasi Persuasif dalam Dunia Kerja

    Manfaat Komunikasi Bisnis

    Komunikasi bisnis memiliki banyak manfaat bagi sebuah organisasi atau perusahaan. Beberapa manfaat tersebut antara lain adalah:

    1. Meningkatkan Keterlibatan Karyawan

    Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Ragan.com tentang keterlibatan karyawan menunjukkan bahwa komunikasi kepemimpinan adalah faktor komunikasi internal teratas yang secara statistik berkorelasi dengan tingkat keterlibatan perusahaan. Tim komunikasi internal memiliki peran penting dalam mendukung, melatih dan mengingatkan para pemimpin perusahaan tentang pentingnya komunikasi.

    Baca Juga: 8 Cara Meningkatkan Produktivitas Karyawan Secara Efektif

    2. Membantu Menentukan Ekspektasi dan Tujuan yang Jelas

    Kalau kamu sudah punya visi yang jelas terkait perusahaanmu, ini adalah sebuah awal yang baik. Tapi agar semua pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama untuk melaksanakan prosesnya, kamu harus mengkomunikasikan tujuan itu dengan cara terbaik. Di sinilah pentingnya komunikasi bisnis. Dengan komunikasi bisnis yang baik, semua komponen dalam perusahan tahu apa yang akan mereka tuju dan apa yang perlu mereka lakukan untuk mencapai tujuan tersebut secara efisien.

    3. Membantu Membangun Tim yang Solid

    Komunikasi terbuka di tempat kerja bisa membantu menciptakan tim yang lebih kohesif dan bisa menyelesaikan satu proyek atau tantangan ke proyek berikutnya. Ketika semua karyawan merasa dihargai dan pendapat mereka dianggap penting, mereka cenderung akan berkontribusi lebih banyak. Dari sini akan terjadi peningkatan efisiensi dan produktivitas.

    Ketika sebuah tim loyal satu sama lain, mereka tidak hanya memiliki performa baik dalam tim itu sendiri tapi juga mendatangkan manfaat bagi perusahaan. Hal ini bisa membantu lebih lancarnya pekerjaan dan meminimalisasi risiko kesalahpahaman dalam proses kerja.

    4. Membantu Mendapatkan Kepercayaan dan Loyalitas Klien

    Cara berkomunikasi dalam bisnis tidak hanya penting secara internal, tapi juga eksternal. Jika kamu menggunakan strategi komunikasi yang baik dan efektif, akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan dan loyalitas klien dari waktu ke waktu.

    Itu artinya kamu harus bisa mengantisipasi kebutuhan mereka dan terus menjangkau mereka sejak pertama kali mereka bekerja sama atau membeli produk darimu. Lakukan tindak lanjut dan pastikan mereka masih tetap puas dengan kerja sama yang kamu lakukan dengan mereka. Jika ada yang tidak memuaskan, temukan apa masalahnya dan perbaiki segera.

    Dengan memahami apa itu komunikasi bisnis dan manfaatnya, kamu bisa lebih siap menghadapi dunia bisnis baik sebagai pemilik atau sebagai karyawan. Perkaya lagi insight-mu soal bisnis dan manajemen dengan bergabung di GreatNusa. Ada banyak pilihan kelas online yang bisa kamu ikuti, loh!

    Apa Itu Karir: Manfaat dan Cara Merencanakannya

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 5 Mei 2023

    Apa Itu Karir: Manfaat dan Cara Merencanakannya

    Karir adalah bagian penting dari kehidupan profesional. Kenali manfaat serta cara merencanakannya dengan baik dan matang di artikel ini.

    Apa yang pertama kali kamu pikirkan ketika mendengar kata karir? Kebanyakan orang berpikir bahwa karir adalah sesuatu yang baru bisa dipikirkan saat mereka sudah lulus dari perguruan tinggi. Padahal, perencanaan karier itu sangat penting dilakukan sejak dini.

    Memilih karir sejak kamu masih di usia sekolah akan membantu kamu menentukan jenis pendidikan dan keterampilan yang tepat untuk mendukung karier itu. Membuat keputusan yang hati-hati dan dipikirkan matang-matang akan membuka kesempatan yang lebih luas untuk sukses.

    Memilih karir yang tepat dan sesuai dengan dirimu mungkin akan membutuhkan waktu yang panjang. Dalam artikel ini, kita akan mengulas secara dalam apa itu karier, perbedaan karier dengan pekerjaan dan bagaimana caramu merencanakan karier. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

    Apa Itu Karir, Definisi dan Contohnya?

    Karir sebenarnya memiliki dua definisi. Kata karier sering digunakan untuk merujuk pada profesi, pekerjaan atau panggilan seseorang. Karier bisa menentukan apa yang kamu lakukan untuk mencari nafkah dan bentuknya juga beragam. 

    Ada yang membutuhan pelatihan, pendidikan ekstensif hingga yang bisa kamu peroleh dengan berbekal ijazah sekolah menengah dan kemauan untuk belajar saja. Karier juga bisa berarti kamu bekerja sebagai seorang dokter, pengacara, guru, tukang kayu, asisten dokter hewan, guru, tukang listrik, penata rambut hingga kasir.

    Karier juga memiliki definisi lain. Ini juga mengacu pada tindakan yang diambil oleh seseorang selama bertahun-tahun bekerja. Karier bisa terdiri dari berbagai pekerjaan yang telah kamu peroleh dan pekerjaan yang telah kamu selesaikan dalam waktu yang lama. Jika dilihat dalam konteks ini, karier mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan pengembangan profesimu, termasuk pilihan dan kemajuan yang kamu raih selama menjalaninya.

    Apa Perbedaan Karier dengan Pekerjaan?

    Banyak orang yang menganggap bahwa karier itu sama dengan pekerjaan. Padahal keduanya sebenarnya memiliki perbedaan yang mendasar. Perbedaan utama antara karier dengan pekerjaan adalah bahwa pekerjaan adalah sesuatu yang kamu lakukan hanya untuk mendapatkan uang. Sedangkan karir adalah sebuah upaya jangka panjang, sesuatu yang kamu bangun, kerjakan dan kembangkan setiap harinya. Pekerjaan hanyalah peran. Tetapi karier terdiri dari kombinasi peran, pengalaman, pendidikan dan jalur yang kamu tempuh untuk mencapai tujuanmu.

    Baca Juga: 5 Perbedaan Karir dan Pekerjaan yang Harus Diketahui

    Tentu saja tidak masalah jika seseorang hanya ingin bekerja –bukan berkarier demi membiayai hidupnya. Tapi para profesional selalu menyarankanmu untuk memiliki tujuan karier yang jelas yang ingin kamu capai dan kamu upayakan dalam hidup.

    Manfaat Memiliki Karier

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, karir adalah sebuah proses jangka panjang. Karir adalah gabungan dari sesuatu yang dibangun dan dikembangkan setiap hari. Ini akan menjadikan karier sebagai sesuatu yang lekat dengan keseharian dan tentu harus kamu cintai. Ada beberapa manfaat memiliki karier yang disuka dan sesuai dengan dirimu antara lain:

    1. Membuatmu Lebih Bersemangat

    Banyak orang yang merasa bosan dengan pekerjaannya. Bahkan hari-hari berangkat kerja adalah hal yang paling mereka benci. Hal ini tidak akan terjadi ketika kamu memulai pekerjaanmu dari sesuatu yang kamu sukai. Setiap hari akan menjadi sebuah kesempatan menemukan hal yang baru. Kamu juga akan bersemangat berkontribusi pada perusahaan atau tempatmu bekerja. Baik dirimu maupun perusahaan, akan sama-sama berkembang karena kamu bersemangat mengerjakannya.

    2. Kamu akan Selalu Menemukan Cara untuk Belajar dan Tumbuh

    Kalau kamu tidak berniat dan tidak berkeinginan mengembangkan skill serta pengetahuan di tempatmu bekerja sekarang, itu adalah pertanda kalau kamu harus segera move on. Mengapa?

    Sebagai seorang profesional, sangat penting memilih peran atau tugas yang membuatmu bergairah mengerjakannya. Sebuah pekerjaan yang akan menantangmu dan membantumu tumbuh.

    Seseorang yang secara alami menyukai pekerjaan yang digelutinya, pasti ingin berusaha lebih baik lagi pada apa yang dia kerjakan. Kamu cenderung mengejar peluang yang akan mengasah keterampilan dan membantu kamu tumbuh secara profesional. Lain halnya ketika kamu membenci pekerjaanmu. Kamu hanya akan melakukannya demi mendapatkan uang semata.

    Baca Juga: 5 Langkah untuk Membuat Rencana Pengembangan Diri

    3. Meningkatkan Kepuasan pada Pekerjaan

    Memperoleh gaji yang baik tentu adalah hal yang membahagiakan bagi sebagian orang. Tapi punya karier yang menyenangkan akan menghadirkan kepuasan kerja tersendiri. Apalagi saat ini ada banyak perusahaan yang memberikan tunjangan berupa program kesehatan dan pengembangan profesional untuk membantu mempertahankan loyalitas karyawan. Beberapa faktor lain yang juga bisa membuat tingkat kepuasan dan loyalitas meningkat adalah:

    • Pengembangan profesionalitas
    • Peluang untuk maju
    • Kepemimpinan dan manajemen yang baik
    • Pekerjaan yang menarik.

    Kalau kamu ingin merasakan kepuasan dan kebahagiaan kerja yang luar biasa, temukan karier yang kamu sukai sekarang juga.

    Cara Merencanakan Karier

    Apa itu perencanaan karier? Perencanaan karier melibatkan pemetaan langkah-langkah kunci masa depanmu secara profesional. Mulai dari mengidentifikasi bidang yang ingin kamu kejar hingga mengembangkan tujuan jangka panjang. Metode ini bisa membantu kamu dalam menyusun strategi untuk kesuksesan karier.

    Baca Juga: Perencanaan Karir Masa Depan: Mengarahkan Tujuan Karier untuk Sukses

    Menyusun atau merencanakan karier bisa kamu mulai lewat 7 langkah mudah. Apa saja?

    1. Pelajari tentang Pilihan Karier Potensial

    Carilah informasi seputar pilihan karier kepada teman, keluarga atau kolega dimulai dari pekerjaan yang mereka lakukan. 

    2. Temukan Pasar Kerja yang Berkembang

    Pasar kerja yang berkembang dengan kesempatan peningkatan peluang karier cenderung menawarkan potensi yang paling profesional. Cobalah bicara dengan ahli di bidangmu dan pelajari tentang peluang apa yang menarik di masa depan.

    3. Identifikasi Karier yang Sesuai dengan Keahlianmu

    Untuk memilih bidang yang membuatmu percaya diri dan sukses, pertimbangkan keterampilan teknis yang kamu miliki di sekolah atau di tempat kerja sebelumnya. Ini akan membantumu memulai karier dengan sukses.

    4. Pahami Kualifikasi Karier yang Kamu Pilih

    Mulailah dengan meninjau gelar yang kamu perlukan untuk bekerja pada bidang pilihanmu. Identifikasi apakah kamu membutuhkan gelar atau sertifikasi tertentu. Tentukan juga apakah kamu memerlukan gelar tambahan jika ingin mengejar posisi lanjutan yang lebih tinggi.

    5. Lakukan Penilaian dan Tunjangan Lainnya

    Untuk menilai potensi penghasilan di bidang yang kamu pilih, kamu bisa menjelajahi situs-situs penyedia lapangan pekerjaan. Di sana kamu bisa menemukan rata-rata gaji tahunan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang bisa meningkatkan potensi penghasilanmu (misalnya saja dengan memperoleh gelar yang lebih tinggi).

    6. Bandingkan Kemungkinan Jalur Karier Lainnya

    Setelah mempertimbangkan beberapa jalur karier, bandingkan dengan pilihanmu. Beberapa posisi mungkin membutuhkan lebih banyak keterampilan dan gelar tambahan. Yang lain mungkin memiliki potensi penghasilan yang jauh lebih tinggi.

    7. Tetapkan Tujuan dengan SMART

    Karena mengejar jalur karier bisa memakan waktu yang lama, kamu harus menetapkan tujuan dengan SMART yakni:

    • S = Specific. Buat tujuanmu setepat mungkin
    • M = Measurable. Ukur kemajuan dengan menggunakan tolok ukur
    • A = Attainable. Tetapkan tujuan yang bisa dicapai
    • R = Relevant. Setiap tujuan terkait karier yang kamu tetapkan harus benar-benar penting dan bisa membantu mencapai tujuan jangka panjang
    • T = Time Based. Berikan tenggat waktu atau deadline untuk tujuanmu.

    Karir adalah sesuatu yang perlu dibentuk dengan kemauan dan tekad yang kuat. Selain dengan menempuh pendidikan yang sesuai, mengikuti pelatihan sesuai dengan kariermu juga bisa membantumu untuk sukses. Temukan berbagai kursus pengembangan karier secara online hanya di GreatNusa!

    10 Pertanyaan Interview Kerja dan Tips Efektif Menjawabnya

    ARTICLE

    CAREER HACK

    By greatnusa • 5 Mei 2023

    10 Pertanyaan Interview Kerja dan Tips Efektif Menjawabnya

    Ketahui 10 pertanyaan interview kerja, seperti rencana karier dan gambaran diri, dan cara menjawabnya. Simak infonya di artikel berikut ini.

    Apa yang kamu rasakan ketika mendapatkan undangan interview? Pasti kamu merasa senang dan antusias. Namun, di sisi lain kamu juga merasa gugup memikirkan pertanyaan saat interview kerja. Interview kerja merupakan salah satu metode penting untuk menyeleksi calon karyawan. Melalui metode ini, perusahaan dapat menjaring dan menemukan calon karyawan sesuai karakteristik posisi yang ditawarkan. 

    10 Pertanyaan Saat Interview Kerja yang Sering Muncul dan Cara Menjawabnya! 

    Kendati sebagian perusahaan hanya menjadikan interview sebagai formalitas, bukan berarti kamu bisa menyepelekan hal tersebut. Pasalnya, jawaban yang kamu berikan akan memengaruhi penilaian perusahaan. Supaya proses interview berjalan lancar, ada baiknya kamu mempersiapkan diri dengan mempelajari pertanyaan umum saat interview kerja berikut ini.  

    1. Bagaimana Gambaran Diri Kamu? 

    Pertanyaan ini kerap ditanyakan untuk mengetahui bagaimana cara kamu memandang dan memberikan penilaian terhadap diri sendiri. Mengingat, tujuan dari pertanyaan ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai karakter dasar, kamu harus menjawabnya sebaik mungkin. 

    Pilih tiga kata yang menggambarkan kamu secara keseluruhan. Misalnya, disiplin, jujur, antusias, mudah beradaptasi, atau pekerja keras. Karakter positif yang kamu miliki akan menarik perhatian pewawancara, terutama jika sesuai dengan nilai perusahaan.

    2. Apa Kelebihan dan Kekurangan Kamu? 

    Sekilas, pertanyaan ini terdengar mudah. Namun, tak banyak yang menyadari bahwa pertanyaan ini adalah jebakan. Melalui pertanyaan ini, recruiter akan melakukan evaluasi karakter, pola pikir, dan cara pandangmu. Jawablah sejujurnya dengan menyebutkan kekurangan lebih dulu, baru kemudian kelebihanmu secara spesifik. 

    Pastikan kekurangan yang kamu miliki tidak menghambat kinerja kerja. Akan lebih baik apabila kekurangan tersebut dapat tertutupi oleh kelebihanmu. Misalnya, kamu pelupa, tetapi kamu pekerja keras. Selain itu, kamu juga menyiasati kekurangan tersebut dengan selalu membawa catatan. Tentunya, hal ini akan menjadi pertimbangan recruiter. 

    3. Apa yang Kamu Ketahui Tentang Perusahaan Ini? 

    Pertanyaan ini biasanya diajukan oleh recruiter untuk mengetahui sejauh mana kamu mendalami informasi tentang perusahaan. Alangkah baiknya apabila kamu melakukan riset tentang profil perusahaan. Mulai dari kapan perusahaan berdiri, bergerak di bidang apa, memiliki berapa cabang, menjalin kerja sama dengan perusahaan apa, hingga prestasi yang pernah diraih. Berbekal informasi tersebut, kamu bisa membangun kesan positif di depan recruiter. 

    Baca Juga : Ketahui 7 Contoh Profesionalisme dalam Lingkungan Kerja

    4. Apa yang Membuat Kamu Tertarik Melamar ke Perusahaan Ini?

    Mayoritas orang akan menjawab gaji tinggi atau suasana kerja nyaman sebagai hal yang membuatnya tertarik mengirim lamaran ke suatu perusahaan. Namun, alangkah bijaknya apabila kamu menjawab pertanyaan tersebut dengan alasan positif. Misalnya karena posisi yang dilamar sesuai latar belakang pendidikan, perusahaan memiliki jenjang karier yang bagus, mencari tantangan, atau ingin mengembangkan potensi diri. Jawaban ini akan membuat recruiter tertarik untuk mengetahui profilmu lebih lanjut. 

    5. Mengapa Kamu Memilih Posisi Ini? 

    Ketika kamu ditanya mengenai alasan memilih posisi yang dilamar, jawablah pertanyaan interview kerja tersebut dengan bijaksana. Untuk meyakinkan pewawancara, kamu bisa menambahkan keterampilan yang dimiliki. Namun, pastikan bahwa keterampilan tersebut menunjang posisi yang dilamar. 

    Misalnya, kamu melamar posisi marketing. Kamu bisa mengatakan bahwa marketing adalah pekerjaan yang menantang. Dan elaborasikan dengan ketertarikan Kamu mencari strategi terbaik agar bisa mencapai target yang telah ditetapkan. Kamu juga memiliki kemampuan yang mendukung posisi tersebut, seperti komunikasi, mudah beradaptasi, berjiwa pemimpin, pantang menyerah, dan cermat. 

    6. Kontribusi Apa yang Bisa Kamu Berikan? 

    Pertanyaan ini biasanya diajukan pewawancara untuk mengetahui apa yang ingin kamu berikan ke perusahaan. Komitmen tinggi bisa kamu jadikan sebagai jawaban efektif. Pasalnya, berpegang teguh pada komitmen merupakan langkah awal untuk menciptakan etos kerja menuju kesuksesan. 

    Jika kamu sudah pernah bekerja, maka tambahkan sedikit mengenai bentuk komitmenmu. Contohnya, turut berkontribusi menaikkan persentase penjualan selama bekerja atau membantu perusahaan memenangkan tender. Ceritakan juga sedikit cara kamu mencapai hal tersebut. Misalnya, perusahaan mampu mendapatkan keuntungan besar berkat kerja keras dan bidikan target yang tepat sasaran serta kerja sama tim yang baik. Jawaban ini akan memberikan ruang bagi recruiter untuk mempelajari profilmu lebih lanjut.

    Baca Juga : 7 Manfaat Pengembangan Karir Dalam Dunia Kerja

    7. Kenapa Kamu Harus Diterima? 

    Pertanyaan ini fokus terhadap alasan mengapa kamu merupakan kandidat yang sesuai untuk perusahaan. Untuk menjawabnya, kamu bisa menghubungkan kemampuan dengan kebutuhan perusahaan. Ada baiknya menonjolkan kemampuan lain yang belum kamu cantumkan di CV atau disampaikan secara langsung selama interview.

    Beberapa posisi penting, seperti level senior biasanya mengutamakan pelamar yang telah memiliki pengalaman. Pengalaman di bidang yang sama bisa dijadikan sebagai salah satu alasan mengapa kamu harus diterima. Hal ini akan membuat recruiter menilai bahwa kamu memiliki kualifikasi lebih. Alhasil, peluang lolos akan lebih tinggi. Sementara bagi pelamar yang belum memiliki pengalaman kerja, kamu bisa menjawab bahwa ilmu yang dipelajari selama kuliah dapat membantu perusahaan lebih maju. 

    8. Bagaimana Rencana Kamu Ke Depannya? 

    Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui rencana kamu ketika diterima, termasuk apa yang akan kamu persiapkan untuk mencapainya. Melalui jawaban yang kamu sampaikan, recruiter akan menilai apakah minatmu sesuai posisi yang dilamar atau tidak. Misalnya, kamu melamar posisi admin media sosial. Kamu bisa menjawab bahwa mempelajari media sosial lebih dalam dan menjadi seorang analis digital marketing yang mampu memajukan perusahaan adalah rencana yang ingin kamu wujudkan.

    9. Mengapa Kamu Berhenti? 

    Memberikan alasan mengapa kamu berhenti harus dijawab sebijaksana mungkin. Pasalnya, tak sedikit calon pelamar yang gagal karena jawabannya dianggap kurang menghargai perusahaan sebelumnya atau terkesan berlebihan. Untuk menghindari hal tersebut, kamu bisa menjawabnya dengan mencari lingkungan kerja kolaboratif, penawaran yang lebih stabil, atau tantangan baru. Alasan tersebut dinilai logis dan memandang masa depan. 

    Baca Juga : Technical Skill Adalah: Pengertian dan Cara Meningkatkannya

    10. Berapa Gaji yang Kamu Inginkan? 

    Besaran gaji merupakan salah satu pertanyaan interview paling sering ditanyakan oleh recruiter. Hindari menjawab sesuai UMR atau kebijakan perusahaan, sebab jawaban ini kurang tepat dan terkesan pasrah. Memang standar gaji telah ditetapkan pemerintah dan disesuaikan oleh perusahaan. Namun, alangkah baiknya memberikan ajakan diskusi mengenai gaji kepada recruiter. Apabila kamu sudah pernah bekerja, kamu bisa menyebutkan gaji dari perusahaan sebelumnya.

    Demikianlah informasi mengenai sejumlah pertanyaan yang kerap diajukan selama interview berlangsung. Berbekal informasi tersebut, kamu akan lebih mudah menghadapi recruiter. Untuk mengurangi rasa gugup, perbanyak latihan berbicara di depan kaca atau melakukan simulasi wawancara dengan bantuan keluarga. Bisa juga dengan mengikuti pelatihan yang ditawarkan GreatNusa.

    GreatNusa merupakan portal pembelajaran daring yang menyediakan berbagai pelatihan dan kompetensi untuk meningkatkan softskill. Selain mendapat dukungan dari tenaga pengajar profesional di bidangnya, kamu juga bisa mengakses materi yang tersedia di mana saja dan kapan saja. Melalui materi pembelajaran praktis, kamu akan lebih mudah menyerap materi dan memahami skill-skill yang bisa membantumu menjawab pertanyaan interview kerja secara efektif. Apa lagi yang kamu tunggu? Yuk, daftar GreatNusa dan raih masa depan lebih cerah!

    Kenali Perbedaan Pengembangan Karir Secara Tradisional Dengan Modern

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 5 Mei 2023

    Kenali Perbedaan Pengembangan Karir Secara Tradisional Dengan Modern

    Pahami perbedaan pengembangan karir secara tradisional dengan modern dari berbagai aspek dengan baik di artikel berikut ini.

    Secara teknis, karir merupakan rangkaian pekerjaan yang dilakukan seseorang selama mereka masih aktif. Dalam prosesnya, seseorang pasti ingin memperoleh karir yang yang baik di sebuah organisasi dan untuk memperolehnya, diperlukan manajemen karir yang baik.

    Manajemen karir sendiri merupakan sebuah proses ketika sebuah organisasi yakin telah memiliki orang dengan skill tepat, pada waktu yang tepat pula. Inilah mengapa, pada sebuah manajemen karir, terdapat keterlibatan peran manajer sebagai orang yang dapat mengaplikasikan penerapannya secara tepat.

    Dalam penerapan manajemen karir ada beberapa hal yang dilibatkan, salah satu di antaranya adalah pengembangan karir. Pada pelaksanaannya, pengembangan karir terbagi menjadi dua yaitu tradisional dan modern. Lalu, apa perbedaan pengembangan karir secara tradisional dengan modern? 

    Teori Pengembangan Karir

    Sebelum membahas tentang perbedaan pengembangan karir modern dan tradisional, mari kita ulas dulu teorinya. Secara teknis, pengembangan karir adalah upaya peningkatan, perbaikan, pertumbuhan, kepuasan kerja, pengetahuan, dan kemampuan karyawan.

    Baca Juga: Apa Itu Karir: Manfaat dan Cara Merencanakannya

    Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa orang berkualifikasi dan memiliki pengalaman tepat lah yang tersedia saat perusahaan membutuhkannya. Inilah mengapa, pengembangan karir sering dikaitkan dengan kesuksesan karyawan dan perusahaan.

    Untuk memastikan pengembangan karir berjalan dengan baik, organisasi harus menyiapkan karyawan dengan kualifikasi dan pengalaman tertentu. Apabila dalam jajaran karyawan belum ditemukan kualifikasi tertentu, manajemen bertanggung jawab dalam menyediakan kegiatan-kegiatan untuk mengembangkan potensi tersebut.

    Fakta ini sejalan dengan teori pengembangan karir menurut Siagian (2007), yaitu perubahan-perubahan pribadi yang dilakukan seseorang untuk mencapai jenjang karir tertentu. Hal serupa juga diungkapkan oleh Stone dalam Gomez (2003). Menurut Stone, pengembangan karir terkait dengan kegiatan untuk mempersiapkan seorang karyawan agar siap menempati suatu jabatan dalam sebuah organisasi.

    Baca Juga: Perencanaan Karir Masa Depan: Mengarahkan Tujuan Karier untuk Sukses

    Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, pengembangan karir memiliki dua jenis pendekatan yaitu tradisional dan modern. Perbedaan pengembangan karir secara tradisional dan modern bisa dilihat dari pendekatannya. Untuk lebih memahami tentang ini, mari kita bahas terlebih dahulu tujuan pengembangan karir dalam suatu organisasi.

    Tujuan Pengembangan Karir

    Secara umum, tujuan pengembangan karir adalah untuk memastikan keunggulan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sebuah organisasi. Diakui atau tidak, SDM memegang peranan penting dalam keberlangsungan suatu perusahaan. Inilah mengapa, pengembangan karir termasuk dalam tugas utama manajemen organisasi.

    Menurut Dubrin (1982), ada beberapa tujuan pengembangan karir yang perlu diketahui:

    1. Membantu pencapaian tujuan individu dan perusahaan yaitu, memiliki pegawai yang sukses dan memiliki prestasi kerja baik.
    2. Meningkatkan hubungan kesejahteraan pegawai dengan perusahaan agar tingkat loyalitas SDM semakin tinggi.
    3. Membantu pegawai mengenal dan memiliki keinginan untuk meningkatkan potensi mereka sehingga terjadi upaya menduduki jabatan tertentu yang membutuhkan keahliannya.
    4. Meningkatkan hubungan tanggung jawab antara individu dan perusahaan. Artinya, perusahaan peduli pada pengembangan karir pegawai dan pegawai akan meningkatkan loyalitasnya.
    5. Membantu memperkuat pelaksanaan program-program perusahaan yang ingin diwujudkan.
    6. Meminimalisasi angka pengunduran diri karyawan karena ketidakpuasan pada lingkungan kerja dan kurangnya potensi untuk meningkatkan jenjang karir.
    7. Meminimalisasi keberadaan pegawai kurang kompeten atau mudah merasa bosan dengan posisinya di sebuah perusahaan.
    8. Mengintegrasikan visi misi perusahaan dan pegawai sehingga lingkungan kerja bisa lebih kondusif.
    9. Memastikan bahwa setiap posisi memiliki pegawai dengan kualifikasi dan kompetensi yang tepat agar kinerja meningkat.
    10. Membuktikan bahwa dalam sebuah perusahaan terdapat tanggung jawab sosial dalam hal pengembangan karir dan menciptakan iklim kerja yang sehat serta pegawai dengan mental kondusif.

    Pengembangan Karir Secara Tradisional

    Dalam penerapan teori pengembangan karir, sebuah perusahaan pasti menerapkan pendekatan tertentu yang menurut mereka sesuai dengan lingkungan dan iklim perusahaan. Di antara pendekatan tersebut adalah pendekatan pengembangan karir tradisional dan modern.

    Untuk mengetahui perbedaan pengembangan karir secara tradisional dan modern dan  plus minusnya, mari kita ulas karakteristik masing-masing. Secara teknis, pendekatan pengembangan karir secara tradisional cenderung berorientasi pada kepentingan organisasi. 

    Hal ini jelas bertolak belakang dengan pendekatan modern. Sebagai referensi, Robert (1999) mengungkapkan bahwa beberapa hal di bawah ini termasuk karakteristik pengembangan karir secara tradisional, yaitu:

    1. Pendekatan tradisional menganggap bahwa perubahan lingkungan bersifat gradual dan dapat diprediksi. Inilah mengapa dalam pendekatan tradisional, pengembangan karir kerap dikaitkan dengan jalur karir yang tetap.
    2. Pendekatan tradisional percaya bahwa pengembangan dan keberhasilan karir suatu individu identik dengan jumlah penghargaan, piala, atau trophy yang didapatkan selama bekerja.
    3. Fokus utama pendekatan pengembangan karir secara tradisional adalah tujuan jangka panjang yang tetap.
    4. Pendekatan tradisional membidik kenaikan jabatan sesuai jenjang dalam sebuah struktur organisasi atau perusahaan.
    5. Pendekatan tradisional yakin, tujuan pengembangan karir tergantung usia pegawai.
    6. Pengembangan karir dengan pendekatan tradisional cenderung kaku dengan pengembangan yang tidak pernah melalui pengujian ulang.
    7. Pegawai dalam pengembangan karir secara tradisional cenderung menggantungkan nasib pekerjaannya pada perusahaan. Dengan kata lain, mereka berasumsi bahwa organisasi akan merencanakan dan mengarahkan karir setiap pegawai.

    Baca Juga: Kenali Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Karir

    Pengembangan Karir Secara Modern

    Sementara itu, dalam pendekatan pengembangan karir secara modern karyawan atau pegawai tidak bertindak sebagai perencana atau objek saja, tetapi juga sebagai career strategist. Inilah mengapa, karakteristik pendekatan modern sangat berbeda dengan pendekatan tradisional.

    Berdasar uraian yang dikemukakan oleh Robert (1999), karakteristik pengembangan karir secara modern adalah:

    1. Menurut pendekatan modern, jalur karir itu bisa berubah seiring perubahan lingkungan dan tidak dapat diprediksi.
    2. Bagi pendekatan modern, pengembangan karir terkait dengan pandangan masyarakan terhadap perusahaan. Perusahaan dengan karyawan berkualifikasi dan kompetensi tepat, pasti dianggap lebih profesional oleh konsumen atau klien.
    3. Fokus utama pengembangan karir dengan pendekatan modern bertujuan ganda, yaitu jangka panjang dan pendek.
    4. Pada pendekatan modern, rencana yang digunakan adalah multidimensional, artinya beberapa tujuan dikelompokkan untuk memenuhi kebutuhan karir dalam kehidupan suatu individu,
    5. Pendekatan modern percaya bahwa tujuan pengembangan karir tidak tergantung pada usia sehingga mereka bebas menjalankan cara-cara baru di setiap langkahnya.
    6. Menciptakan rencana fleksibel dengan tujuan yang terus dikaji ulang sehingga ada kemungkinan timbulnya perencanaan yang fleksibel dan kondisional.
    7. Pada pendekatan modern arah kemajuan disesuaikan dengan keputusan karir dan fokus pada kebutuhan klien atau konsumen,
    8. Pegawai yang menerapkan pendekatan modern percaya bahwa nasib dan rencana karir ada pada tangan mereka sendiri dan tidak bergantung pada organisasi tempat mereka bernaung.

    Baca Juga: Perencanaan Karir: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya

    Kesimpulan

    Membaca ulasan di atas, kita sampai pada sebuah kesimpulan bahwa perbedaan pengembangan karir secara tradisional dengan modern terletak pada cara pandang dan value karyawan serta perusahaan terhadap proses pengembangan karir. Bagaimanapun, pengembangan karir itu penting.

    Dibanding nilai negatif, ada banyak manfaat positif dalam upaya pengembangan karir yang dilakukan. Inilah mengapa tidak ada salahnya untuk mengikuti kursus atau sekolah lagi untuk memperkaya pengetahuan serta pengalaman sesuai dengan bidang pekerjaan kamu.

    Sebagai referensi, kamu bisa mengikuti kursus manajerial atau ilmu lainnya di GreatNusa. Semoga bermanfaat.

    • 1
    • More pages
    • 67
    • 68
    • 69
    • More pages
    • 74
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya