Menampilkan 25 - 30 dari 441 Artikel
By greatnusa • 14 Maret 2022
Ketahui apa itu soft skill serta cara meningkatkannya, seperti dengan menemukan mentor dan mengikuti kelas online. Temukan infonya di artikel ini.
Soft skill atau keterampilan nonteknis merupakan bagian penting dalam diri individu. Istilah ini merujuk pada karakter maupun kemampuan interpersonal yang akan memengaruhi performa seseorang dalam bekerja dan berinteraksi dengan sesama. Keterampilan nonteknis mencakup banyak keahlian, seperti manajemen waktu, kerja sama tim, perundingan, dan empati. Untuk lebih jelasnya, kamu harus mengerti terlebih dahulu apa itu soft skill secara lebih mendalam.
Menurut laporan Future of Jobs oleh The World Economic Forum, pada 2025, penyelesaian masalah kompleks, cara berpikir kritis, kecerdasan emosional, manajemen manusia, serta kreativitas akan masuk ke jajaran kemampuan paling penting yang dibutuhkan di lingkungan kerja.
Sayangnya, keterampilan nonteknissering kali diremehkan dan jarang dilatih, tidak seperti hard skill atau keterampilan teknis. Banyak organisasi yang mengira bahwa karyawan mereka akan mengerti cara berpikir, bersikap, dan bertindak tanpa belajar dan praktik—padahal tidak mungkin.
Oleh karena itu, orang-orang yang hendak terjun ke dunia profesional, baik sebagai calon anggota ataupun calon pemimpin, harus memahami apa itu soft skill.
Apa itu soft skill? Istilah ini berarti kemampuan individu untuk bekerja sama dengan diri sendiri maupun orang lain. Sebagai contoh, komunikasi yang baik melalui penulisan dan ucapan merupakan keterampilan nonteknis.
Lalu, apa itu hard skill? Istilah ini merupakan keahlian yang dapat dipelajari dan dikembangkan lewat jalur-jalur seperti edukasi, pelatihan, dan pengalaman kerja. Hard skill biasanya condong pada profesi tertentu. Misalnya, jika kamu seorang akuntan, diperlukan keterampilan matematika dan model finansial. Lowongan pekerjaan umumnya akan menuliskan hard skill yang mereka butuhkan dalam deskripsi. Jadi, kalau tidak memiliki keahlian yang disebutkan, kemungkinan pelamar tidak akan diterima.
Perbedaan utama dari soft skill dan hard skill ialah cara memperoleh dan mengukurnya. Apabila hard skill lebih mudah dikembangkan melalui pembelajaran dan pelatihan, soft skill kerap kali dianggap sebagai sifat yang menurun dan lebih sulit mengembangkannya. Tak hanya itu, hard skill dapat diukur dan dinilai secara instan, sedangkan soft skill sebaliknya.
Baca Juga: Biar Karier Lancar Jaya, Yuk Pahami Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill
Dilansir oleh Forbes pada 2017, 94 persen perekrut percaya bahwa soft skill mengalahkan pengalaman—ketika berbicara tentang promosi internal menuju posisi kepemimpinan. Sederhananya, soft skill merupakan elemen fundamental yang diperlukan supaya kamu bisa memperoleh pekerjaan impian dan mengembangkan karier masa depan.
Selain itu, pada 2018, Susan Vitale, kepala pemasaran di iCIMS, mengatakan bahwa hard skill akan tercantum dalam resume, membantumu tampak menonjol, dan membuat perusahaan tertarik untuk merekrutmu. Namun, tanpa keterampilan nonteknis, kamu tidak akan bisa berkompetisi dengan orang lain.
Berikut beberapa alasan diperlukannya keterampilan nonteknis :
Apabila melamar suatu posisi sebagai bagian dari tim, perekrut akan menilai lamaran berdasarkan performamu saat berbaur dalam grup yang dinamis. Pemilik usaha menjadikan keterampilan nonteknis sebagai tolok ukur kemampuan komunikasi dan kerja sama.
Sebaik apa pun keahlian teknis yang dimiliki, kamu harus menjadi anggota tim untuk bisa menggunakannya secara efektif. Maka dari itu, jika ingin tampak menonjol di mata perusahaan, tuliskan soft skill seperti kemampuan mendengar aktif dan fleksibilitas dalam resume.
Baca Juga: 10 Alasan Pentingnya Team Work Dalam Bekerja
Soft skill tidak hanya mendukung hubunganmu di tempat kerja, tetapi juga menentukan kesuksesan saat bekerja dengan partner bisnis atau klien. Pemilik usaha mencari karyawan yang bisa dipercaya untuk merepresentasikan perusahaan secara profesional dan ramah.
Soft skill akan menciptakan perbedaan antara kandidat yang terkualifikasi untuk sebuah posisi dan kandidat yang akan melebihi ekspektasi dengan usahanya dalam menjaga hubungan profesional. Orang-orang yang mempunyai sikap baik ketika melayani pelanggan menjadi incaran bagi bisnis di industri mana pun, tanpa melihat tingkat pengalamannya.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Interpersonal Skill dalam Organisasi
Rata-rata soft skill bukan sekadar digunakan apa adanya, tetapi juga bisa dikembangkan secara konsisten dari waktu ke waktu. Salah satu soft skill yang belum banyak orang kuasai adalah kemampuan untuk menerima dan mengimplementasikan masukan.
Terlebih, perusahaan umumnya menginginkan kandidat yang bisa merespons kritik dengan baik sekaligus mencari cara untuk mengoreksi diri secara konsisten tanpa diperintah. Jadilah seorang pribadi yang mandiri dan tafakur dalam pekerjaan, maka kamu dapat menonjol dengan cepat di antara karyawan lainnya.
Pebisnis merekrut dan mempromosikan pegawai yang sering menunjukkan inisiatif dan motivasi. Sikap positif dan kreatif membuatmu dipercaya perusahaan untuk memikirkan proyek baru atau mencari cara penyelesaian masalah.
Soft skill juga membantumu mengembangkan ide dan menggunakan motivasi untuk mengubah sesi diskusi menjadi proyek yang dapat ditindaklanjuti. Jadi, tonjolkanlah soft skill agar perusahaan bisa melihat bahwa kamu mau berkembang dan menginspirasi sesama rekan.
Walaupun definisi soft skills sering dianggap kabur, contohnya sendiri sangatlah konkret dalam dunia kerja. Berikut adalah beberapa contoh soft skill yang dapat kamu pelajari untuk memiliki karier yang cemerlang.
Salah satu hal yang sering membuat seorang pegawai atau pekerja baru mengalami semacam therapy shock adalah etika kerja.
Simpelnya, etika kerja adalah sifat-sifat profesional yang harus dimiliki oleh seseorang untuk dapat beradaptasi dengan dunia atau lingkungan kerja.
Sifat-sifat profesional yang dimaksud bisa berupa integritas, manajemen waktu yang baik, memiliki rasa percaya diri yang baik, jujur, serta sabar.
Memiliki kemampuan berpikir kritis sepertinya sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang dalam dunia kerja. Di tengah lingkungan yang penuh dengan pilihan yang dapat berdampak besar pada sebuah perusahaan, kemampuan berpikir kritis dapat menyelamatkan karir kamu serta perusahaan.
Kemampuan berpikir kritis identik dengan kemampuan berpikir logis. Dalam lingkungan kerja, kemampuan untuk berpikir runut akan membantu kamu terlepas dari apapun bidang pekerjaanmu.
Dengan pola pikir yang runut, kamu dapat menghindari miskomunikasi serta titik-titik buta yang mungkin saja tidak disadari oleh rekan-rekan kerja kamu.
Seperti yang sudah dijelaskan, soft skill adalah kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi adalah contoh soft skill paling nyata yang dapat kamu temui dalam dunia profesional.
Dengan kemampuan komunikasi yang baik, kamu dapat menyampaikan gagasan, opini, serta ide dengan lancar. Hal ini tentunya akan sangat membantu kamu untuk mendapatkan perhatian yang dapat membuat karir kamu semakin lancar dan cemerlang.
Dunia profesional dapat tampak berbeda jauh dengan dunia sehari-hari. Tidak jarang seseorang yang baru merasakan dunia kerja untuk pertama kali akan merasa kaget dengan ritme kehidupan seorang pekerja.
Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi sangat penting bagi kamu. Kemampuan adaptasi di sini juga termasuk kemampuan komunikasi yang dapat membantu kamu menjalin hubungan dengan rekan-rekan kerja baru dengan cukup cepat.
Public speaking adalah salah satu contoh soft skill komunikasi yang sangat penting. Berbicara di depan orang banyak mungkin adalah hal yang langka dalam kehidupan sehari-hari.
Tetapi, dalam dunia kerja, kamu mungkin akan berbicara di depan orang banyak cukup sering. Untuk dapat menyampaikan apa yang ingin kamu sampaikan dengan baik, kamu harus menguasai kemampuan public speaking dengan baik.
Kepemimpinan dalam dunia kerja adalah hal yang sangat luas.
Pemimpin sendiri bukanlah sebuah jabatan seperti manajer atau kepala divisi melainkan sebuah peran atau sifat.
Hal-hal yang umumnya dikaitkan pada kepemimpinan dalam dunia kerja adalah kemampuan pengambilan keputusan. Kemampuan ini akan menjadi kunci bagi kamu yang ingin memiliki kesempatan untuk memimpin tim atau divisi sendiri.
Selain kemampuan mengambil keputusan, kamu juga akan membutuhkan kemampuan kecerdasan emosional. Kemampuan ini akan membantu kamu untuk menyelesaikan konflik antar anggota tim dengan baik.
Memecahkan masalah adalah bagian dari dunia kerja setiap hari. Maka dari itu, tidak mengherenkan kalau problem solving adalah salah satu contoh soft skill yang paling konkret serta banyak dicari oleh para perusahaan.
Kemampuan memecahkan masalah ini umumnya datang bersama kemampuan untuk berpikir secara kritis serta logis. Dengan pemikiran yang runut, kamu akan dapat memecahkan banyak masalah dengan mudah.
Tetapi, logis saja tidak cukup. Kamu juga harus mengasah sisi kreatif dari diri kamu untuk dapat menjadi seorang pemecah masalah yang baik. Hal ini karena tidak setiap solusi dari masalah akan tampak dengan jelas. Terkadang, kamu harus berpikir out of the box untuk dapat menemukan solusi yang dibutuhkan.
Banyak orang yang kuat dalam keterampilan nonteknis tertentu, sedangkan yang lainnya terbilang lemah. Sebagai contoh, seseorang bisa jadi pembicara publik yang andal dan dapat mengarahkan seisi ruangan di atas podium. Namun, dia bisa juga kurang pandai berinteraksi dengan orang-orang saat berada di acara networking yang ramai.
Lalu, bagaimana cara untuk memperkuat keahlian yang telah dimiliki dan mengatasi berbagai kekurangan yang ada? Inilah cara mengasah soft skill yang perlu kamu ketahui!
Ingin karyawan mempunyai keterampilan nonteknis yang spesifik? Perusahaan bisa menyewa jasa mentor dan memintanya untuk menyusun pelajaran yang tertarget. Proses pelatihan di tempat kerja biasanya membutuhkan kerja sama dengan pegawai untuk mengidentifikasi, merencanakan, dan menargetkan performa yang lebih baik.
Perusahaan dapat melatih seluruh karyawan seputar keterampilan nonteknis tertentu dengan mengadakan lokakarya interaktif. Carilah lokakarya yang punya tujuan konkret dan berorientasi pada aksi, serta bertujuan mencari jawaban dari persoalan yang sedang ada di lapangan. Sebagai contoh, untuk melatih staf pelayanan pelanggan, gunakan skenario bermain peran supaya masing-masing orang dapat memperagakan penyelesaian konflik dengan klien.
Cara mengasah keterampilan nonteknis yang simpel selanjutnya adalah dengan belajar bersama orang lain. Riset membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara bersenang-senang di tempat kerja dan pembelajaran informal. Ambil hal ini sebagai keuntungan untuk membuat proyek kecil-kecilan yang membutuhkan kolaborasi antarrekan. Selain itu, kamu juga bisa menerapkan pembelajaran secara daring melalui aplikasi jejaring sosial.
Pada iklim global saat ini, melatih diri menjadi karyawan yang baik lewat daring sangat masuk akal. Kamu dapat meningkatkan keterampilan nonteknis hanya dengan berlatih di rumah menggunakan perangkat. Tidak tahu harus kursus mana yang harus diikuti? Kamu bisa memilih portal pembelajaran terpercaya, yaitu GreatNusa.
Sudah paham tentang apa itu soft skill, mengapa sangat penting, dan bagaimana cara mengasahnya? Keterampilan nonteknis adalah karakteristik yang membuatmu layak dianggap sebagai seorang profesional yang berkualitas. Memang, butuh waktu yang tidak sedikit untuk mengasah soft skill. Namun, perjuanganmu tidak akan sia-sia setelah merasakan beragam keuntungannya.
Semoga informasi kali ini bermanfaat dan menambah wawasan. Jangan lupa ikuti kursus pengembangan diri di GreatNusa yang efektif untuk mengoptimalkan soft skill-mu. Selamat belajar dan berlatih!
By greatnusa • 14 Maret 2022
Macam macam soft skill yang dapat membantu karirmu meliputi berpikir kritis, kepemimpinan, hingga sikap positif. Temukan infonya di artikel berikut ini.
Kandidat dengan soft skill yang unggul sangat dicari-cari untuk mengisi berbagai jenis profesi. Soft skill (keterampilan lunak) merupakan ciri-ciri interpersonal yang dibutuhkan untuk sukses di lingkungan kerja. Kemampuan ini menunjukkan cara seseorang berpikir, bersikap, bertindak, dan berinteraksi dengan orang lain. Untuk dapat mulai menguasai soft skill yang dibutuhkan, kamu bisa mulai dengan mengetahui macam macam soft skill yang perlu kamu pelajari.
Soft skill berbeda dengan hard skill alias keahlian teknis—yang langsung relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Hard skill biasanya lebih mudah diukur dan dipelajari daripada keterampilan lunak. Sebagai contoh, seorang tukang kayu harus memiliki keahlian teknis dalam mengoperasikan gergaji mesin. Sementara itu, soft skill dari si tukang kayu adalah berkomunikasi secara efektif dengan rekan-rekan dan kliennya.
Lalu, apa saja macam macam soft skill yang perlu dikuasai? Berikut daftar beserta penjelasannya!
Soft skill sendiri memang identik dengan kemampuan komunikasi. Tetapi, soft skill lebih kompleks dari hal tersebut.
Berikut adalah beberapa contoh soft skill yang dapat kamu jadikan panduan untuk mulai mengasah kemampuan kamu untuk siap masuk ke dalam dunia kerja.
Apa pun profesinya, perusahaan menginginkan kandidat yang bisa menganalisis situasi dan membuat keputusan cermat. Baik bekerja dengan data, memperbaiki sistem pemanas rumah, atau mengajar murid, kamu harus memahami problem yang ada, berpikir kritis, dan mencari solusi. Berpikir kritis sendiri memiliki banyak bagian di antaranya:
Ketika hal-hal yang terjadi tidak sesuai dengan yang diperkirakan, kamu harus mampu beradaptasi dengan situasi. Lingkungan kerja itu selalu berubah—terus menerus berganti tren. Perusahaan akan lebih nyaman dengan pegawai yang bisa menerapkan adaptasi terhadap perubahan dan proaktif dalam belajar cara mengatasinya, seperti menghadiri sesi pelatihan dan melakukan riset sendiri.
Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Profesionalisme Yang Harus Kamu Miliki
Jadi, tetaplah positif ketika ada perubahan dan terimalah ketimbang menolaknya. Ajak pula rekan-rekan untuk mempelajari keahlian ini. Pegawai yang bisa bekerja dengan adaptasi yang baik sangat bernilai di mata perusahaan.
Berikut karakteristik dari kemampuan beradaptasi yang efektif:
Salah satu dari macam macam soft skill berikutnya adalah kepemimpinan. Tidak semua pekerjaan membuka lowongan untuk posisi pimpinan, tetapi setiap perusahaan ingin tahu kemampuan kandidat dalam membuat keputusan serta mengelola situasi dan manusia.
Jadi, kemampuan untuk lolos dari situasi sulit dan memecahkannya benar-benar menjanjikan di mata perusahaan. Tapi, apa yang membuat seseorang disebut memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin?
Seorang pemimpin setidaknya harus memiliki kemampuan komunikasi yang luar biasa serta dapat mengambil keputusan ketika dibutuhkan. Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah soft skills yang dibutuhkan untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang baik:
Perusahaan akan mengincar kandidat yang membawa sikap positif dalam lingkungan kerja. Mereka ingin pegawai yang ramah dengan sesama, bersemangat dalam pekerjaan, dan memberikan kesan yang menyenangkan. Kemampuan untuk tetap positif, terutama di lingkungan dengan tingkat stres tinggi dan serba cepat, sangatlah penting. Berikut beberapa sikap positif yang perlu ditanamkan dan diasah:
Siapa pun manajer perekrutnya, mereka pasti mencari kandidat yang memiliki kemampuan untuk bekerja sama dalam sebuah tim dengan baik. Baik rutin melakukan proyek tim atau hanya menghadiri beberapa pertemuan departemen, kamu harus bisa bekerja secara efektif dengan orang-orang di lingkungan kerja. Kerja sama wajib dijunjung, walaupun jarang bertemu orang lain secara langsung.
Beberapa kemampuan yang berhubungan dengan kerja sama, antara lain,
Baca Juga: 10 Alasan Pentingnya Team Work Dalam Bekerja
Seberapa baik kemampuanmu dalam berkomunikasi? Kemampuan berkomunikasi sangat penting untuk segala profesi. Itu karena kamu akan selalu butuh berkomunikasi dengan orang-orang di lingkungan kerja, baik klien, rekan, pelanggan, anggota tim, maupun vendor. Selain itu, kemampuan berbicara dengan sopan dan jelas secara tatap muka langsung, lewat telepon, atau melalui tulisan juga sangat diperlukan.
Orang yang pandai berkomunikasi juga harus bisa menjadi pendengar yang baik. Perusahaan tentu menginginkan pegawai yang tidak hanya mampu mengomunikasikan ide mereka, tetapi juga mendengarkan orang lain dengan empati yang tinggi. Ditambah lagi, keterampilan mendengar penting dalam pekerjaan yang berhubungan dengan layanan pelanggan.
Macam-macam keahlian komunikasi, antara lain,
Baca Juga: 4 Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi
Pemilik etos kerja yang baik sangat dicari-cari oleh banyak perusahaan. Orang-orang seperti ini menyelesaikan tugas sesuai tenggat, kerja tepat waktu, dan mampu menjaga fokus dan keteraturan. Artinya, mereka pandai menyeimbangkan waktu dan pekerjaan. Terlebih, ketika bekerja secara independen, seseorang dengan etos kerja unggul akan mematuhi instruksi. Berikut jenis-jenis keahlian yang terkait etos kerja, yakni
Penjaringan, atau membangun hubungan profesional dengan orang lain, sangat penting untuk setiap profesi. Walau pekerjaanmu tidak perlu berinteraksi langsung dengan pelanggan, tidak ada ruginya untuk bertemu dengan orang-orang dalam industri. Beberapa keuntungan dari penjaringan, antara lain, menerima atau membagikan ide, belajar peluang baru, meningkatkan bisnis, dan menemukan teman baru.
Keterampilan lunak yang satu ini bisa dipelajari dan dikembangkan di tempat kerja. Salah satu syarat untuk bisa menyelesaikan masalah dengan baik adalah menjadi pembicara sekaligus pendengar yang baik. Manfaat dari soft skill ini, antara lain, mendukung perkembangan diri, meningkatkan moral, memperbaiki komunikasi, dan membuahkan hasil proyek yang lebih baik.
Keterampilan yang satu ini membawa beragam manfaat. Mulai dari membangun koneksi, meningkatkan adaptasi, memastikan komunikasi yang efektif, mengoptimalkan kesadaran, dan meningkatkan kreativitas. Orang yang memahami perbedaan budaya pun biasanya lebih bisa berpikir dan bersikap terbuka.
Kemampuan satu ini merupakan kemampuan yang sangat penting kamu miliki ketika masuk ke dalam dunia kerja. Kecerdasan emosional dapat membantu kamu untuk mengendalikan emosi dengan lebih baik ketika tekanan atau tuntutan atas diri kamu atau kerja kamu menjadi semakin besar.
Kecerdasan emosional juga dapat membantu kamu ketika berkomunikasi dalam situasi yang sengit. Misalnya, kamu mendapat sebuah kritikan terkait pekerjaanmu. Dengan memiliki kecerdasan emosional yang matang, kamu secara alami akan memiliki sikap profesional dan dapat memisahkan kritikan tentang pekerjaanmu dan kritikan terhadap personal.
Dengan demikian, proses komunikasi tersebut dapat berjalan lebih lancar; pihak yang mengkritik dapat menyampaikan masukan yang dibutuhkan dan kamu dapat mendapatkan masukan atau pelajaran untuk menjadi lebih baik.
Itulah macam macam soft skill yang penting untuk dikuasai oleh semua orang. Pada dasarnya, hard skill memang penting untuk menyelesaikan tugas-tugas teknis. Namun, soft skill yang unggul akan membuat perusahaan tertarik untuk merekrut, mempertahankan, bahkan mempromosikanmu. Jadi, apa pun keterampilan lunak yang kamu miliki, tunjukkan selalu pada perusahaan, baik saat pencarian kerja maupun ketika sudah diterima di profesi yang diinginkan.
Ingin memperoleh dan meningkatkan soft skill? Yuk, ikuti kursus pengembangan diri di GreatNusa, portal pembelajaran daring terpercaya yang bisa kamu andalkan!
By greatnusa • 28 Februari 2023
Kenali apa itu hard skill serta contohnya, seperti teknologi komputer, menulis, pemasaran, hingga desain. Temukan penjelasannya di artikel berikut ini.
Bakat memberikan keuntungan bagi seseorang. Namun, hardskill dapat membawamu menuju tingkat yang lebih tinggi. Belum lagi, jika mencari karier yang bagus, kamu benar-benar membutuhkan keterampilan tersebut. Hardskill dapat menjadikan seorang kandidat tampak menjanjikan di segala profesi. Jadi, sangat penting untuk mengasah hardskill—secara langsung meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Untuk mulai perjalanan karirmu, kamu bisa mulai terlebih dahulu dengan memahami apa itu hard skill.
Nah, pembahasan yang akan kami sampaikan kali ini akan menjawab beberapa pertanyaan: apa pengertian hard skill? Apa saja contohnya dalam dunia profesional? Lalu, bagaimana cara mengasahnya?
Apa yang dimaksud hard skill? Hard skill, atau yang disebut juga sebagai keahlian teknis, merupakan keterampilan yang berhubungan dengan pekerjaan tertentu, didefinisikan dengan jelas, dan dapat diukur. Biasanya, keahlian ini dipelajari melalui pelatihan dan kurikulum edukasi—yang berarti para pegawai bisa mendalaminya dengan mudah melalui program pelatihan di tempat kerja atau kursus daring.
Para pebisnis sangat memperhatikan hard skill dari para kandidat ketika mencari talenta untuk perusahaan mereka. Mayoritas kandidat akan kesulitan memperoleh pekerjaan apabila tidak mempunyai keahlian teknis yang disyaratkan—walaupun terkadang ada pengecualian di kasus-kasus tertentu.
Baca Juga: Biar Karier Lancar Jaya, Yuk Pahami Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill
Adapun di bawah ini terdapat beberapa fungsi hard skill yang bisa terapkan dalam dunia kerja, antara lain sebagai berikut.
Misalnya kamu memiliki 100 data yang harus diolah di worksheet. Mulai dari membuat tabel, menghapus data yang duplikat, hingga menghitung hasilnya. Jadi, bisa dibayangkan berapa lama waktu yang akan dihabiskan bila kamu tidak menguasai skill mengolah data di Microsoft Excel, sehingga harus melakukannya secara manual. Oleh sebab itu, hard skill sangat penting dalam membantu kamu menyelesaikan pekerjaan secara lebih efektif dan efisien.
Standar pekerjaan atau SOP yang telah ada saja tidak cukup untuk dapat memastikan bahwa tugas yang kamu kamu kerjakan sudah baik. Perlu adanya hard skill khusus untuk bisa menjalankan SOP tersebut supaya dapat mencapai atau melampaui hasil yang diharapkan.
Bingung menentukan hard skill yang ingin dipelajari terlebih dahulu? Yuk, pilih dari daftar keahlian paling dibutuhkan dunia kerja berikut!
Di dunia yang sudah modern ini, kemampuan untuk mengoperasikan komputer atau teknologi komputer lainnya sudah menjadi kewajiban yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Namun, tingkatan keahlian akan diukur dari metode yang kamu kuasai. Bisakah kamu memprogram komputer atau menggarap pekerjaan teknis? Apakah kamu punya sertifikat untuk program yang berbeda-beda? Keahlian komputer meliputi, antara lain,
Keterampilan teknis bisa membawa pengetahuan komputermu ke tingkatan selanjutnya dan menjadikanmu seorang ahli di bidang teknik informatika. Kemampuan ini berhubungan dengan keinsinyuran dan sains. Profesi yang melibatkan teknik informatika memiliki dasar pengetahuan yang terspesialisasi. Kamu bisa mengembangkan keahlian di bidang berikut:
Pemasaran sudah sejak lama menjadi bidang yang populer. Internet bahkan telah mengubah seluruh industri secara signifikan, membuat kandidat untuk profesi pemasaran sangat dicari-cari. Setiap perusahaan butuh set keahlian yang beragam dari karyawan mereka. Lalu, penting untuk menyesuaikan keterampilan dengan posisi yang akan dilamar. Simak beberapa keahlian berikut!
Ingin menjalani karier di dunia desain? Punya keterampilan ini akan membantumu menemukan banyak pekerjaan menjanjikan. Isilah resume dengan berbagai keahlian desain—pastikan kamu benar-benar menguasainya. Pilih di antara jenis-jenis keterampilan berikut:
Suka memegang tanggung jawab besar dan ingin bisa melakukannya? Kalau begitu, kamu membutuhkan keterampilan hubungan manusia. Seorang manajer harus memiliki salah satu atau beberapa dari keahlian-keahlian berikut:
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Manajemen Itu Penting Bagi Sebuah Bisnis
Melamar pekerjaan dengan keahlian utama analisis data yang mumpuni? Kalau begitu, kamu harus belajar atau mencari pengalaman dalam hal mengumpulkan daya, menganalisisnya, dan membuahkan hipotesis. Saat ini, pengetahuan menganalisis daya secara tepat dan akurat sangat penting dan diincar oleh banyak perusahaan. Jadi, pastikan untuk menonjolkan keahlian-keahlian berikut—apabila kamu punya.
Pada 2011, Newcastle University menerbitkan riset yang menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki kemampuan berbicara banyak bahasa memiliki kapasitas besar dalam memahami orang lain dari beragam latar belakang maupun dirinya sendiri. Selain itu, University of Chicago juga menyatakan bahwa belajar bahasa asing mengurangi bias keputusan. Contoh pendidikan bahasa asing yang populer, yakni Inggris, Bahasa Jepang, Korea, Mandarin, Jerman, dan Arab.
Keterampilan menulis sangat diperlukan di berbagai sektor bisnis. Jadi, apabila memilikinya, kamu patut berbangga diri! Dalam pekerjaan yang paling teknis dan ilmiah sekalipun, karyawan harus bisa menulis surel, proposal, dan laporan. Keahlian ini tak akan lekang oleh waktu, apalagi dengan banyaknya perusahaan yang menginginkan pegawai dengan kemampuan menulis kohesif dan rapi. Beberapa keterampilan yang dapat diperdalam, antara lain:
Apabila mengincar profesi di sebuah industri yang membutuhkan keahlian berbeda dari milikmu, ada banyak cara untuk meningkatkan hard skill. Berikut rekomendasinya:
Menentukan target spesifik untuk mengembangkan karier akan membantumu tetap berada di jalur yang tepat. Pastikan bahwa target tersebut dapat diukur, diraih, dan relevan dengan profesi incaran. Lalu, pertimbangkan untuk mengatur lini masa pencapaian. Caranya? Atur tanggal mulai dan akhirnya sekaligus membuat target kecil yang bisa dicapai selama proses.
Cobalah ikuti kursus yang berkaitan dengan bidang karier. Sebagian profesi mengharuskan pegawai untuk menempuh kursus agar bisa bertahan di industri. Salah satu portal pemelajaran yang menyediakan kursus hard skill berkualitas adalah GreatNusa.
Kamu bisa bertanya kepada atasan, rekan, atau bahkan teman dan keluarga seputar keunggulan dan bidang yang membutuhkan peningkatan kemampuan. Penting untuk mencari masukan dari orang yang akan memberikan kritik dan saran jujur daripada pujian semu. Ketika sudah mengetahui tentang kekurangan, kamu bisa fokus mengembangkan hard skill.
Perusahaan sering mendorong pegawainya untuk memperdalam pengetahuan dengan menempuh pendidikan formal—bahkan ada perusahaan yang mau membiayainya. Jika tidak bisa menempuh edukasi di tempat, kamu bisa mencari pendidikan formal yang dapat diakses secara daring.
Hard skill sering disandingkan dengan soft skill. Baik soft skill dan hard skill wajib kamu miliki agar kamu dapat memiliki karir yang cemerlang.
Tapi, apa perbedaan dari keduanya?
Jika hard skill dapat didefinisikan sebagai kemampuan teknis, maka soft skill dapat disebut sebagia kemampuan non-teknis; kemampuan yang berkaitan dengan interaksi antara orang.
Soft skill memang identik dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang. Tetapi, soft skill sendiri sebenarnya lebih dari itu.
Lalu, hard skill sendiri memiliki tingkatan dan skala atau metode pengukuran yang jelas. Sejauh mana Anda menguasai hard skill umumnya dapat dinilai dengan mudah, misalnya dengan tes, ujian, atau sertifikasi.
Soft skill tidak memiliki sifat seperti itu. Jenis kemampuan ini memiliki sifat yang lebih abstrak; sulit untuk diukur serta memiliki metode pembelajaran yang cukup berbeda.
Tentu, ada beberapa soft skills yang dapat kamu pelajari seperti kamu mempelajari hard skill. Misalnya, melatih berpikir kritis terhadap suatu hal, kamu juga bisa menguasai kemampuan public speaking lewat buku atau dengan mengikuti kursus seperti kamu bisa mempelajari cara mengoperasikan komputer lewat kursus.
Baca Juga: Macam Macam Soft Skill Yang Dapat Dikuasai
Tetapi, secara kesuluruhan, soft skill dipelajari dengan berinteraksi langsung dengan orang serta hanya bisa didapatkan melalui pengalaman melakukannya dengan langsung. Misalnya, kamu bisa membaca banyak buku tentang metode pengambilan keputusan. Tetapi, kemampuan pengambilan keputusan kamu baru akan teruji ketika kamu mempraktekannya langsung.
Bagaimana? Sudah paham apa yang dimaksud dengan hard skill beserta contoh-contoh dan cara mengembangkannya? Keahlian ini merupakan bagian terpenting dari semua profesi. Seseorang yang tidak memiliki hard skill tak akan bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik. Ditambah lagi, perusahaan sudah pasti mencari kandidat dengan hard skill yang menjanjikan.
Namun, sebelum belajar lebih jauh, pastikan untuk memilih keahlian yang paling kamu butuhkan. Bingung menentukan bidang mana yang ingin didalami? Ikuti saja berbagai kursus hard skill yang ada di GreatNusa! Platform pemelajaran daring ini akan membantumu mengembangkan keahlian teknis secara efektif dan efisien. Yuk, cari tahu lebih lanjut di GreatNusa.com.
By greatnusa • 22 November 2021
Dalam dunia kerja, bekerja sama akan lebih membantumu daripada bekerja sendiri. Simak manfaat bekerja sama dalam dunia kerja di artikel ini.
Konsep kerja sama mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita orang Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal konsep gotong royong. Tidak hanya membawa banyak manfaat dalam kehidupan sosial, ada banyak manfaat bekerja sama yang dapat kamu rasakan di dunia kerja.
Masih banyak orang yang menganggap bahwa dunia kerja adalah dunia yang penuh dengan persaingan. Saling menyikut sesama karyawan bahkan tak jarang terjadi untuk menyelamatkan posisi diri sendiri.
Asumsi ini tidak sepenuhnya salah. Pasalnya begitu memasuki dunia kerja, kamu dituntut untuk mampu menyelesaikan berbagai tanggung jawab sesuai dengan jenis pekerjaan yang diambil. Semua aktivitas yang kamu lakukan pun akan dinilai untuk menjadi bahan evaluasi dari perusahaan—termasuk untuk promosi, kenaikan gaji, dan sebagainya.
Namun, hal tersebut tidak menjadi alasan bahwa kamu harus menjadi sosok yang individualis dalam bekerja. Faktanya, ada banyak hal yang membuatmu harus mampu bekerja sama dalam tim. KPI dalam perusahaan pun bahkan tidak hanya digunakan untuk menilai individu, tetapi juga tim.
Selain itu, tanpa disadari, manfaat bekerja sama dalam menyelesaikan pekerjaan juga sangatlah banyak. Baik untuk kepentingan pribadi maupun secara kelompok, berikut adalah beberapa manfaat yang dapat kamu peroleh dari bekerja sama dengan tim terutama saat menyelesaikan pekerjaan sulit.
Selain manfaat utama yaitu membuat kamu dan tim mencapai tujuan dengan lebih cepat serta efektif. Ada banyak manfaat kerja sama lainnya yang dapat kamu rasakan di dunia kerja.
Berikut adalah beberapa manfaat kerja sama di dunia profesional.
Tujuan utama bekerja sama adalah agar tugas cepat selesai. Jumlah sumber daya yang lebih bayak menjadi salah satu keuntungan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan dengan lebih cepat. Tiap-tiap orang yang terlibat mendapat peran atau subpekerjaan berbeda untuk diselesaikan sesuai dengan deadline yang ditentukan.
Baca Juga: Pengertian Manajemen Waktu Cara Menerapkannya
Dengan begitu, kamu tidak harus sampai menghabiskan lebih banyak waktu untuk lembur atau bahkan menyita waktu bekerja di hari lain untuk merampungkan pekerjaan tersebut. Hal ini akan membantu meminimalkan tanggungan pekerjaan yang menumpuk di kemudian hari karena waktu yang tersita. Kamu pun jadi lebih produktif dan bisa segera melakukan pekerjaan lainnya.
Apabila memang ingin cepat selesai, maka pastikan bahwa saat membagi subpekerjaan, tiap orang mendapat tugas yang sesuai dengan kemampuannya. Selain itu, buat kesepakatan bersama dengan tim sehingga lebih menumbuhkan rasa tanggung jawab pada masing-masing individu.
Seringkali, sebuah pekerjaan menjadi begitu lama diselesaikan lantaran minimnya pengetahuan terhadap topik tersebut. Kalau kamu juga mengalami ini, maka jangan sia-siakan kesempatan untuk melakukan kerja sama dengan rekan lainnya.
Bersikap dan berpikirlah lebih terbuka saat berdiskusi. Boleh jadi, orang lain di dalam tim mempunyai pengalaman atau pengetahuan terhadap permasalahan atau tugas yang sedang kamu kerjakan. Bukan tak mungkin, wawasan baru tersebut juga akan berguna untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan lainnya di masa mendatang.
Mirip dengan poin sebelumnya, terbatasnya sudut pandang yang kamu miliki bisa jadi alasan mengapa sebuah pekerjaan jadi begitu sulit untuk diselesaikan. Brainstorming dengan rekan kerja lainnya adalah salah satu cara mudah untuk memperluas perspektif yang kamu miliki terhadap sesuatu.
Contoh, kamu sedang mempersiapkan fitur baru sebuah aplikasi produk. Menurutmu, fitur A sangat cocok diterapkan karena akan menguntungkan bisnis secara cepat. Namun, seorang rekan memberi masukan bahwa di sisi lain, fitur A justru berpotensi mengganggu kenyamanan pengguna. Dampaknya, tentu saja, user experience akan menurun dan bahkan dapat membuat pengguna produk tersebut beralih ke produk dari kompetitor.
Perbedaan sudut pandang ini tidak sebaiknya kamu jadikan sebagai sebuah hal yang mengesalkan. Sebaliknya, variasi perspektif akan membuatmu jadi lebih jeli dalam bertindak dan memutuskan sesuatu. Makin banyak kamu memahami sudut pandang dalam sesuatu, kamu pun akan makin bijak dalam menghadapi sesuatu.
Manfaat bekerja sama lainnya adalah mendorong munculnya inovasi. Melalui brainstorming, kamu akan menemukan hal-hal yang bahkan selama ini tidak pernah terpikir olehmu, tetapi justru merupakan solusi yang tepat untuk situasi yang sedang dialami.
Hal ini biasanya akan lebih banyak terjadi saat mengatasi permasalahan yang sulit. Situasi yang tidak nyaman akan membuat orang cenderung berpikir out of the box untuk dapat segera keluar dari ketidaknyamanan tersebut. Oleh sebab itu, jangan buru-buru merasa kesal saat kamu mendapat tugas yang sulit. Sering kali, proses menemukan jawaban tersebut justru mengasyikkan dan dapat membantumu untuk bertumbuh lebih baik.
Ketika melakukan suatu pekerjaan yang kompleks sendiri, kamu menjadi satu-satunya orang yang harus melakukan segala detail terkait tugas tersebut. Hal ini tentu sangat melelahkan dan bahkan membutuhkan waktu yang panjang. Bisa-bisa, pekerjaan yang tidak cepat rampung akan membuat pekerjaan lainnya ikut menumpuk dan membuat stres lebih tinggi.
Baca Juga: 8 Cara Hilangkan Migraine Akibat Stres yang Efektif
Sementara itu, bekerja sama dengan pembagian tugas ke beberapa orang akan turut membantu mengurangi beban pekerjaan maupun pikiranmu. Kamu bahkan mungkin masih dapat melakukan pekerjaan lainnya sehingga kedua pekerjaan dapat selesai dalam waktu bersamaan.
Kerja sama ini tidak terbatas seperti pembagian tugas saja. Jika jenis pekerjaan tersebut memang hanya dapat dilakukan atau menjadi kewajibanmu pribadi, tak ada salahnya meminta masukan atau solusi dari rekan kerja lainnya. Seperti yang disebutkan sebelumnya, berdiskusi akan membuat wawasanmu lebih terbuka, menambah perspektif, bahkan membangkitkan semangat inovasi.
Salah satu momen terbaik untuk memahami karakter seseorang adalah saat orang tersebut berada di dalam situasi sulit. Ketika bekerja sama mengatasi pekerjaan yang sulit, kamu akan melihat bagaimana karakter anggota tim lainnya. Beberapa ada yang menjadi tidak peduli, beberapa lainnya ternyata kreatif, beberapa lainnya justru ternyata cukup dominan dan merasa paling benar saat berdiskusi, dan lain-lain.
Memahami karakter anggota tim pun akan menjadi informasi sendiri dalam upaya mempererat hubungan di dalam tim. Kamu jadi lebih memahami pendekatan seperti apa yang cocok untuk berkomunikasi dengan mereka.
Baca Juga: 7 Cara Membangun Tim Kerja yang Baik
Komunikasi adalah kebutuhan dasar setiap manusia. Sayangnya, masih banyak orang yang meremehkan keterampilan yang satu ini. Akibatnya, tidak sedikit orang lain yang tersinggung dengan caranya berkomunikasi atau justru tidak memahami apa yang disampaikan karena komunikasi yang kurang jelas. Keduanya, tentu saja, sama-sama tidak menguntungkan.
Baca Juga: 4 Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi
Bekerja sama menjadi media yang lebih luas dan intens untuk komunikasi dua arah—atau bahkan lebih. Kamu pun dapat melatih keterampilan berkomunikasi di forum seperti ini. Menghadapi rekan kerja dengan masing-masing karakternya dapat membuatmu jadi lebih memahami cara jitu untuk berkomunikasi yang tepat sehingga tujuannya tercapai.
Selain itu, semakin sering bekerja sama dengan banyak pihak akan membuatmu semakin luwes dalam membawa diri. Kamu pun akan lebih mudah untuk melakukan beradaptasi di berbagai lingkungan—misal saat pindah tim atau pindah tempat kerja sekalipun.
Ada kalanya kamu akan menemukan orang yang akan lebih produktif ketika mengerjakan kegiatan atau usaha bersama-sama. Kamu dapat mengoptimalkan produktivitas orang tersebut serta orang lain dengan mengajak mereka untuk bekerja sama mencapai sebuah tujuan.
Dengan bekerja sama juga, umumnya kamu dan anggota tim harus menyetujui sebuah langkah standar pengerjaan tugas. Hal ini kemudian tidak hanya meningkatkan produktivitas semata tetapi juga dapat meningkatkan mutu dari hasil kerja kalian semua.
Baca Juga: 9 Cara Agar Produktif yang Simpel dan Efektif
Itulah dia beberapa manfaat bekerja sama yang dapat dirasakan. Inti dari bekerja sama adalah komunikasi. Tentunya, kamu juga harus mampu membedakan cara berkomunikasi di kehidupan personal dan bisnis. Komunikasi bisnis memerlukan pendekatan yang cukup berbeda. Oleh karena itu, persiapkan diri dengan kemampuan berkomunikasi profesional yang tepat untuk membangun karier yang kamu inginkan.
Kamu bisa mengambil kelas Business Communication di GreatNusa untuk membantu meningkatkan softskill yang satu ini. Melalui kursus online ini, kamu akan mempelajari bagaimana cara berkomunikasi dalam lingkungan bisnis—termasuk bagaimana saat harus melakukan korespondensi yang profesional. Jika ingin lebih maksimal, kamu bisa pula mengambil kelas lainnya sesuai hardskill yang ingin dikuasai seperti di bidang desain dan seni, teknologi, ekonomi, dan lain-lain.
By greatnusa • 22 November 2021
Komunikasi yang buruk memiliki berbagai dampak negatif. Untuk menghindarinya, pahami apa itu miskomunikasi dan cara memperbaikinya!
Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup manusia, tak terkecuali dalam dunia bisnis. Komunikasi menjadi salah satu kunci dalam proses koordinasi yang melibatkan berbagai lapisan dalam struktural fungsional perusahaan, mulai dari atasan hingga bawahan. Namun, bisa saja dalam prosesnya terjadi sebuah ketidaklancaran informasi, sehingga komunikasi justru menjadi bumerang yang mengacaukan proses kerja. Inilah yang kemudian disebut dengan apa itu miskomunikasi.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, miskomunikasi atau juga disebut miskonsepsi memiliki arti salah penerimaan atau salah penangkapan dari suatu komunikasi. Sebut saja si A menyampaikan suatu pesan, ide, maupun gagasan kepada si B. Namun ternyata apa yang disampaikannya tadi tidak diterima dan dicerna secara sempurna sehingga terjadilah kesalahpahaman tentang informasi tersebut. Hal semacam ini adalah bentuk miskomunikasi yang jika dibiarkan bisa mengganggu proses bisnis suatu perusahaan.
Perlu diketahui bahwa istilah komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu “communicare” yang berarti “menyampaikan”. Jadi, komunikasi dapat diartikan sebagai sebuah proses interaksi menyampaikan makna dengan menggunakan beberapa media, seperti tanda, simbol dan aturan semiotika yang dapat dipahami antar kedua belah pihak. Jika demikian, maka dapat dipahami bahwa pengertian komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi, ide, atau gagasan yang dilakukan secara langsung (verbal) ataupun tidak langsung (nonverbal).
Baca Juga: 4 Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi
Ketika komunikasi digambarkan sebagai pertukaran informasi antara pengirim dan penerima, maka dalam prosesnya terdapat tahapan-tahapan berikut.
Langkah awal, pengirim informasi memiliki ide yang akan disampaikan. Umumnya, ide atau gagasan yang masih ada dalam benak atau pikiran ini dipengaruhi oleh faktor dan latar belakang yang kompleks pada sang pemilik ide. Termasuk, suasana hati serta keadaan atau situasi yang tengah dialami.
Yang dimaksud dengan pengkodean ide adalah proses perubahan sebuah ide menjadi simbol atau tanda agar lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh calon penerima pesan dengan jelas. Dalam prosesnya, seorang komunikator haruslah cermat dalam mengemas sebuah ide agar para penerima pesan tidak salah paham terkait maksud dan tujuan ide itu disampaikan. Jika penerima ide salah dalam menangkap makna suatu pesan atau simbol, maka terjadilah yang disebut dengan miskomunikasi yang akan merugikan kedua belah pihak.
Pada tahap ini, pemilihan media komunikasi menjadi penting untuk diperhatikan. Media komunikasi haruslah sesuai dengan sifat pesan dan efektivitas sebuah informasi dapat diterima dengan baik. Misal, untuk pesan pendek, kamu bisa menyampaikannya secara lisan atau dengan bahasa tubuh tertentu yang bisa dipahami. Sedangkan untuk pesan yang lebih panjang, akan lebih efektif jika dikomunikasikan secara tertulis.
Setelah pesan terkirim melalui media komunikasi yang tepat, maka secara otomatis akan diterima oleh si penerima.
Proses selanjutnya adalah menafsir atau menginterpretasi pesan yang telah diterima. Langkah ini bisa dibilang paling penting dalam suatu proses komunikasi terutama dari sisi penerima pesan. Tak lain, karena berkaitan dengan pemahaman atas apa yang telah diterima. Pada prosesnya, hal yang berpengaruh sekaligus sangat menentukan dalam memahami sebuah pesan adalah jenis jalur komunikasi yang digunakan. Karena di sanalah letak jembatan dua pikiran yang berusaha memahamkan dan memahami.
Sederhananya, umpan balik adalah tanggapan atau respons. Penerima pesan dapat memberi respons atas pesan yang diterimanya jika dia mampu menafsirkan hasil informasi menjadi sebuah pemahaman utuh. Sebaliknya, penerima pesan cenderung akan diam tanpa respons apabila pesan yang didapatinya sulit untuk ditafsir dan dipahami.
Nah, dari alur atau tahapan tersebut, dapat dilihat bahwa dalam proses komunikasi memang memungkinkan terjadinya kesalahpahaman informasi atau yang lazim disebut apa itu miskomunikasi. Terlepas dari media komunikasi apa pun yang digunakan, entah itu lisan, tulisan, bahasa tubuh, ataupun media elektronik dan sosial.
Setidaknya, ada beberapa faktor yang menjadi pemicu terjadinya miskomunikasi, yaitu;
Dalam interaksi sosial, pemahaman atas konteks menjadi sangat perlu dikarenakan menyangkut tentang keselarasan arah komunikasi yang dijalin.
Asumsi dapat diartikan sebagai sebuah landasan berpikir yang cenderung dianggap benar. Dalam komunikasi, asumsi menjadi bermasalah ketika suatu hal dianggap benar namun tidak pernah dikonfirmasi, dan itu terjadi pada setiap tahap siklus komunikasi.
Ketidakjelasan dan ambiguitas dapat terjadi ketika asumsi kurang tepat. Hal ini didasari oleh pesan yang tidak sepenuhnya tersampaikan oleh komunikator atau bisa jadi penerima pesan yang abai mengajukan pertanyaan klarifikasi.
Baca Juga: Ini Peran dan Hal-Hal yang Termasuk dalam Etika Komunikasi di Tempat Kerja
Faktanya, adanya informasi yang berlebihan juga bisa menyebabkan terjadinya miskomunikasi. Hal ini karena banyaknya informasi justru bisa membuat inti ide atau pesan terlewatkan.
Miskomunikasi tentu tak boleh dibiarkan begitu saja. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengatasi terjadinya miskomunikasi, yaitu:
Ketika terjadi miskomunikasi, itu artinya kamu sedang berada dalam masalah. Segera lakukan evaluasi, dan ambil tindakan untuk mengatasinya. Bicarakan hal tersebut dengan rekan kerja serta pihak-pihak yang terlibat, guna membangun kembali komunikasi tim yang baik.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Interpersonal Skill Dalam Organisasi
Ketika terjebak dalam sebuah masalah, usahakan kamu untuk tetap tenang. Tak perlu marah atau emosi berlebihan, karena hal tersebut justru akan menghambat proses penyelesaian masalah. Lebih baik, bicarakan baik-baik, cari titik penyebab miskomunikasi, dan segera lakukan langkah penyelesaian.
Di sini, kamu harus paham bahwa memberi arahan yang jelas dan ringkas itu penting guna menghindari terjadinya miskomunikasi. Hindari memberi informasi bertele-tele karena hal tersebut justru membuat bingung si penerima pesan, sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya salah paham. Ada baiknya gunakan bahasa yang jelas, ringkas, tegas, dan langsung tertuju pada pokok permasalahan.
Dalam beberapa kondisi, kamu juga perlu memperhatikan gaya komunikasi orang lain. Ada orang yang lebih mudah berkomunikasi dengan instruksi yang detail, namun juga ada yang bisa langsung pada pedoman/poin khusus. Sebagian, ada yang lebih suka berkomunikasi secara verbal, dan sebagiannya lagi lebih mudah secara tertulis. Untuk itulah, kamu perlu paham seperti apa gaya komunikasi yang mudah dipahami oleh si penerima pesan.
Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Profesionalisme Yang Harus Kamu Miliki
Jika memang ada yang belum kamu pahami, tak perlu canggung untuk mengajukan pertanyaan. Hal ini penting guna menghindari terjadinya salah persepsi atau interpretasi. Gunakan bahasa yang sopan, jelas, dan tidak berbelit-belit.
Mendiskusikan segala hal terkait tugas dan pekerjaan adalah salah satu cara menjaga komunikasi agar tetap baik. Begitu pun dengan koordinasi yang penting guna memantau dan memastikan bahwa semuanya berjalan sesuai rencana. Jika misal terdapat kesalahan, hambatan, atau lainnya, bisa segera diambil langkah penyelesaian yang tepat.
Cara selanjutnya untuk menghindari terjadinya miskomunikasi adalah dengan menjadi pendengar yang baik. Dengarkan dengan saksama apa yang diinstruksikan atau dibicarakan, dan jangan sela pembicaraan agar informasi tidak putus di tengah jalan. Tak hanya itu, dengan menjadi pendengar yang baik, kamu pun bisa sembari memperhatikan bahasa tubuh dan ekspresi wajah lawan bicara.
Terakhir, miskomunikasi bisa dihindari dengan cara melakukan komunikasi tepat sasaran dan waktu. Dalam artian, berikan informasi pada orang yang tepat, serta ketika orang tersebut dalam keadaan benar-benar siap menerima pesan. Hindari menyampaikan pesan secara beruntun, atau ketika lawan bicara tengah sibuk.
Itulah dia penjelasan tentang apa itu miskomunikasi. Miskomunikasi lahir dari bentuk komunikasi yang kurang efektif. Pastikan kamu sedang tenang dan jadilah pendengar yang baik untuk mencegah terjadinya miskomunikasi. Bersikaplah jujur saat ada hal yang belum kamu pahami dan diskusikan bersama hal tersebut agar kedua belah pihak dapat memiliki pandangan yang sama.
Untuk menghindari terjadinya masalah atau kesalahan, kamu bisa meningkatkan keterampilan seputar bisnis dan manajemen di GreatNusa. GreatNusa sendiri merupakan platform digital yang menyediakan berbagai pilihan kursus dengan mentor-mentor berpengalaman.
By greatnusa • 29 Maret 2023
Organisasi adalah tempat untuk mengembangkan diri menjadi seorang yang profesional dengan baik. Simak manfaat organisasi di artikel ini.
Organisasi adalah sebuah wadah yang tepat jika kamu ingin mengasah dirimu untuk menjadi profesional yang lebih baik. Dengan berorganisasi, kamu dapat mendapatkan banyak manfaat, mulai dari memperluas relasi hingga sudut pandang. Untuk menambah semangat berorganisasi, kamu bisa mencari tahu tentang apa saja manfaat organisasi yang bisa kamu dapatkan.
Sebagai makhluk sosial, wajar jika hampir seluruh tahap kehidupan manusia tidak lepas dari yang namanya organisasi. Mulai dari ketika masih berstatus pelajar, mahasiswa, hingga akhirnya terjun dan hidup di tengah masyarakat. Terlebih, organisasi tidak hanya dipandang sebagai sarana berkumpul dan bekerja sama, tetapi juga tempat mengasah berbagai pengalaman serta kemampuan.
Karenanya, tak sedikit yang menganggap bahwa organisasi dengan segudang manfaatnya adalah salah satu penentu keberhasilan hidup seseorang. Seseorang yang aktif di organisasi cenderung lebih memiliki softskill yang nantinya tak hanya berguna untuk menunjang karier, tetapi juga bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat.
Secara umum, pengertian organisasi dapat diartikan sebagai wadah tempat berkumpulnya sekelompok orang yang memiliki tujuan tertentu dan mereka bekerja sama mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Mereka bekerja sama secara sistematis, rasional, terkendali, dan dengan memanfaatkan berbagai sumber daya (dana, data, lingkungan, sarana, dan metode) yang ada dengan efektif dan efisien. Karena itulah, hampir semua organisasi pasti dilengkapi dengan struktur yang mengatur berbagai peran dan fungsi dari masing-masing anggota.
Definisi tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh Stephen P. Robbins yang mengatakan bahwa “organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasi secara sadar, dengan adanya batasan yang relatif dapat diidentifikasi dan bekerja atas kesadaran yang relatif terus menerus dalam mencapai tujuan bersama atau kelompok”.
Jadi, organisasi bukan hanya tentang pola hubungan berkelompok, tetapi juga berkenaan dengan aktivitas dan tujuan bersama. Secara umum, organisasi memiliki tujuan di antaranya sebagai berikut:
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Interpersonal Skill Dalam Organisasi
Setelah mengetahui pengertian organisasi, berikutnya adalah manfaat berotganisasi. Ada banyak manfaat berorganisasi yang bisa kamu dapatkan. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:
Salah satu manfaat organisasi yang paling umum ditemui adalah memperluas pergaulan. Setiap anggota organisasi dapat memperluas jaringannya dengan bergabung ke dalam organisasi. Oleh karena itu, dengan mengikuti organisasi maka sudah pasti kamu akan bertemu dengan banyak orang.
Organisasi akan membuat kamu menjalin interaksi dengan lebih dari satu tipe relasi spesifik. Entah itu dari sekolah atau kampus yang berbeda, latar belakang suku dan agama, usia, profesi, dan beragam perbedaan lainnya. Dengan begitu, secara tidak sadar, kamu telah memperluas jejaring atau jaringan sosial pertemanan.
Memiliki banyak relasi dan kenalan, tentu sangat menyenangkan. Kamu bisa mendapatkan banyak pengalaman, sharing pengetahuan dan informasi, serta kesempatan untuk mengembangkan diri. Bahkan, bukan tidak mungkin jika nantinya relasi inilah yang akan mendukung dan membantumu ketika tengah berada dalam kesulitan.
Dalam sebuah organisasi, kamu akan menemui berbagai aktivitas seperti; diskusi/forum ilmiah, acara sosial, kerja sama dengan pihak lain, dan aktivitas yang menuntut untuk bertemu dengan orang baru. Dari sinilah, kamu akan mendapatkan pengalaman, pengetahuan, dan wawasan baru.
Sebuah pengalaman berharga yang pastinya akan sedikit banyak membentuk pola pikir dan mental para anggotanya. Bukan tidak mungkin pula jika kamu bisa terinspirasi dari kehidupan, wawasan, pengetahuan, dan pengalaman orang-orang baru tersebut. Karenanya, tak ada salahnya jika manfaatkan waktu dan kesempatan sebaik-baiknya.
Sebagian besar orang menganggap bahwa jiwa kepemimpinan hanya dimiliki oleh segelintir individu. Padahal, sebenarnya, jiwa kepemimpinan itu ada dalam diri setiap manusia. Ini pun telah termaktub dalam sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa “setiap orang dari kamu adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya”. Jadi, jelas bahwa setiap insan adalah pemimpin, entah itu untuk dirinya sendiri ataupun bagi orang lain/kelompok. Yang membedakan hanyalah apakah jiwa leadership tersebut diasah atau tidak.
Nah, salah satu tempat terbaik untuk mengasah jiwa kepemimpinan adalah organisasi. Dalam organisasi, kamu akan belajar tentang bagaimana cara menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan yang bijak. Dari aktif berorganisasi, kamu juga dapat menemukan bahwa ada banyak strategi memimpin dan jenis-jenis kepemimpinan. Dari sini pulalah, kamu akan belajar mengedepankan kepentingan umum atau masyarakat dibanding kepentingan pribadi/golongan. Sebuah sikap dasar yang setidaknya harus dimiliki oleh setiap pemimpin, bukan?
Ketika memutuskan untuk bergabung dalam sebuah organisasi, artinya kamu sudah siap menanggalkan segala bentuk egoisme diri. Pasalnya, dalam organisasi, para anggota akan dituntut untuk aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang membutuhkan kerja sama tim. Semakin baik kerja sama yang terjalin, maka tujuan pun akan lebih mudah tercapai.
Berkat organisasi, kamu pun akan terbiasa menjalin kerja sama dengan orang lain. Kamu akan menemukan banyak manfaat bekerja sama nanti ketika terjun ke dalam dunia kerja ataupun masyarakat.
Tidak bisa dipungkiri bahwa orang-orang yang berdedikasi serta aktif mengikuti organisasi akan cenderung memiliki kemampuan berkomunikasi yang sangat efektif.
Hal ini karena untuk dapat melakukan kegiatan organisasi dengan lancar, kamu harus dapat berkomunikasi dengan baik. Kamu akan dengan sendirinya mengasah kemampuan komunikasi secara alami.
Kemampuan komunikasi yang umumnya didapatkan dari mengikuti organisasi adalah public speakingatau berbicara di depan umum. Kamu akan meningkatkan kemampuan berkomunikasi ini dari kegiatan seperti menyampaikan pendapat, diskusi, bertanya dalam forum, hingga pidato di depan sesama anggota organisasi.
Jadi, bagi kamu yang ingin mengembangkan kemampuan ini, organisasi adalah tempat yang tepat untuk mengasahnya. Untuk kemudian, bisa dikembangkan di lingkungan yang lebih luas, seperti masyarakat, dunia kerja, atau ranah profesi yang berhubungan dengan public speaking.
Baca Juga : 8 Cara Public Speaking Untuk Pemula
Percaya atau tidak, manajemen waktu adalah salah satu kunci kesuksesan. Seseorang yang bisa mengatur dan menggunakan waktunya dengan tepat, cenderung memiliki kualitas hidup lebih baik, sehingga bisa lebih fokus menata masa depan. Begitupun sebaliknya, orang yang seringkali menyia-nyiakan waktu, maka hidupnya cenderung terbengkalai dan tidak terarah.
Bagi kamu yang ingin belajar mengelola waktu secara efektif dan efisien, organisasi adalah tempat yang tepat. Dengan berorganisasi, kamu akan dilatih untuk bisa membagi waktu, serta mengatur jadwal dan prioritas dari setiap kegiatan/aktivitas yang ada. Dari sinilah, nantinya kamu akan secara perlahan belajar untuk menghargai waktu. Bahwa memang waktu sangat berharga dan sudah sepatutnya digunakan untuk hal-hal bermanfaat nan produktif.
Faktanya, manfaat organisasi juga berdampak positif terhadap kepribadian, khususnya perkembangan emosi. Lingkungan organisasi yang penuh tantangan, akan membuat para anggotanya lebih bisa mengendalikan emosi negatif. Kebiasaan untuk bertemu dan bergaul dengan orang baru, juga akan membuat pola pikir lebih terbuka sehingga lebih bisa menerima perbedaan. Dengan segala bentuk gemblengan dalam organisasi, tak heran jika organisatoris cenderung memiliki kecerdasan emosional lebih baik. Dengan membentuk kecerdasan emosional yang baik, kamu juga akan membangun resiliensi yang mana tahan dalam menghadapi tekanan.
Bagi para mahasiswa, manfaat mengikuti organisasi satu inilah yang paling banyak dicari. Para mahasiswa yang mengikuti organisasi umumnya melakukannya untuk mendapatkan softskill yang akan dibutuhkan ketika masuk ke dalam dunia kerja.
Sebuah penelitian dari Harvard University mengungkapkan bahwa penentu kesuksesan seseorang tidak hanya hardskill, tetapi juga softskill. Tak tanggung-tanggung, pengaruhnya bahkan bisa mencapai 80% dibanding hardskill yang hanya 20%.
Manfaat organisasi bagi mahasiswa dalam bidang softskill ini dapat berupa kecerdasan sosial, kemampuan beradaptasi, kemampuan komunikasi, kecerdasan emosi, serta kemampuan untuk membangun hubungan interpersonal yang baik. Softskill inilah yang akan mendukung berbagai hardskill yang kamu miliki, hingga nantinya bisa mencapai kesuksesan.
Baca Juga : Macam Macam Soft Skill yang Dapat Dikuasai
Sayangnya, softskill memang tidak diajarkan secara langsung di sekolah ataupun bangku kuliah. Namun, tak perlu bingung, karena kamu bisa mengasahnya di organisasi. Beragam kegiatan atau aktivitas khas organisasi akan secara perlahan membentuk dan meningkatkan softskill para anggotanya.
Itulah beberapa manfaat organisasi yang dapat kamu rasakan. Organisasi adalah tempat yang tempat untuk mengasah dirimu dalam berbagai bidang. Kamu dapat merasakan kehidupan sosial dalam berbagai skala melalui organisasi. Tentunya hal ini akan membawa banyak manfaat dalam kehidupanmu sebagai seorang profesional dan juga manusia.
Selain di organisasi, kamu pun bisa mengasah softskill dengan mengikuti kursus di GreatNusa. GreatNusa merupakan platform pembelajaran digital yang menyediakan berbagai jenis pembelajaran berkualitas. Termasuk pengembangan diri, seperti; kemampuan bahasa, kepemimpinan atau leadership, pendidikan, hingga ekonomi dan politik. Jadi, tunggu apa lagi?