GreatNusa
GreatSayaGreatBisnisGreatEdu
Design & CreativeBusiness & ManagementData & TechnologyDigital MarketingFinance & AccountingLeadershipLanguageSales & MarketingProject ManagementSoft SkillLihat Semua Kategori
Masuk / Daftar
  1. Beranda
  2. Artikel

Artikel

GreatNusa

PT. Gagas Edukasi Anantara
Jl. Jalur Sutera Barat Panunggangan Timur
Kota Tangerang 15143
Indonesia

Hubungi Kami

kontak@greatnusa.com

Kategori Populer

  • Design & Creative

  • Business & Management

  • Data & Technology

  • Digital Marketing

  • Finance & Accounting

  • Leadership

Lainnya

  • Produk

  • Artikel

  • Kategori Produk

  • Kategori Artikel

  • Kebijakan Privasi

  • Syarat dan Ketentuan

  • Tanya Jawab

Event

  • Microsoft Elevate 2026 bersama GreatNusa

© 2026 GreatNusa. Seluruh hak cipta dilindungi.
Made with ❤️ for Indonesia

    Menampilkan 169 - 174 dari 441 Artikel

    Mengenal Lebih Jauh Profesi UX Researcher

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 24 Februari 2023

    Mengenal Lebih Jauh Profesi UX Researcher

    UX researcher adalah profesi yang banyak dicari saat ini. Simak skill, tanggung jawab dan cara menjadi UX researcher selengkapnya melalu artikel berikut ini!

    Untuk mengembangkan produk yang sesuai dan bisa memuaskan kebutuhan pelanggan (dan membuat mereka merasa senang selama prosesnya), hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengetahui siapa target pasarmu. Selanjutnya, cari tahu apa yang menjadi kebutuhan mereka. UX researcher adalah orang yang bertugas untuk melakukan semua itu.

    Seorang UX researcher secara sistematis mempelajari pengguna yang menjadi target untuk mengumpulkan informasi dan menganalisis data yang akan membantu menginformasikan proses desain produk. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dekat tentang apa yang dilakukan oleh UX researcher, bagaimana mereka melakukan pekerjaannya dan langkah apa yang bisa kamu ambil untuk berkarier di bidang UX research.

    Apa Itu UX Researcher?

    Salah satu langkah awal dalam mendesain produk baru atau untuk meningkatkan user experience (pengalaman pengguna) adalah dengan memikirkan: siapa pengguna yang kamu targetkan. Siapa mereka? Dari mana asal mereka? Layanan atau produk seperti apa yang mereka inginkan? Mengapa mereka menginginkannya? Bagaimana produk yang kamu hasilkan bisa memuaskan keinginan mereka?

    Sebagai seorang UX researcher, tugasmu adalah menjawab semua pertanyaan-pertanyaan di atas. Alih-alih membuat tebakan berdasarkan pengalaman subjektifmu sendiri, kamu akan merancang strategi penelitian dengan menggunakan data. Dari data-data itulah kamu bisa merancang pengalaman pengguna sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. 

    Baca Juga: Unified Modelling Language (UML) using Visual Paradigm

    Jenis Penelitian yang Dilakukan oleh UX Researcher

    Seorang UX researcher biasanya bekerja dengan menggunakan 2 jenis penelitian yakni penelitian kualitatif dan kuantitatif. 

    • Penelitian kuantitatif berfokus pada angka dan statistik. Kegunaannya antara lain untuk mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas, berapa persentase pengguna yang bisa menyelesaikannya serta berapa banyak kesalahan atau bug yang mereka temui di sepanjang pengalaman mereka menggunakan produkmu. Angka-angka ini akan berguna ketika kamu ingin membandingkan produkmu dengan produk pesaing atau dengan versi sebelumnya
    • Penelitian kuantitatif meneliti wawasan non-numerik seperti mencari tahu alasan kenapa pengguna mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas atau bagaimana perasaan mereka saat menggunakan produkmu. Jika penelitian kuantitatif bisa menjawab pertanyaan “apa” maka penelitian kualitatif akan memberi jawaban atas pertanyaan “mengapa”.

    Selain itu, UX researcher juga melakukan penelitian behavior dan attitude.

    • Metode penelitian perilaku atau behavioral dilakukan untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh pengguna. Di mana mereka meng-klik halaman? Jalur navigasi apa yang mereka gunakan dalam aplikasi? Dan lain sebagainya
    • Penelitian attitude atau sikap dilakukan untuk melihat perasaan dan sikap pengguna terhadap sebuah pengalaman penggunaan produk.

    Baca Juga: Japanese Business Culture Series: Konsep dan Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia

    Tugas dan Tanggung Jawab UX Researcher

    Jika kamu berkarier sebagai seorang UX researcher, tugas yang kamu lakukan setiap harinya mungkin akan bervariasi, tergantung proyek yang diselesaikan atau perusahaan tempat kamu bekerja. Beberapa tugas yang mungkin akan diberikan kepadamu adalah:

    • Berkolaborasi dengan desainer dan stakeholders untuk memahami kebutuhan riset
    • Mendefinisikan pertanyaan penelitian dan memilih metode pengumpulan data yang tepat
    • Mengembangkan anggaran dan jadwal untuk proyek penelitian
    • Merekrut peserta untuk studi penelitian
    • Melakukan studi penelitian desain dan menganalisis data yang dibutuhkan
    • Mempresentasikan temuan data kepada desainer, pengembang dan stakeholder lainnya

    Skill yang Harus Dimiliki oleh UX Researcher

    Untuk menjadi seorang UX researcher yang sukses, kamu harus memiliki serangkaian keterampilan yang akan membantumu secara efektif mendapatkan wawasan tentang pengguna saat ini dan calon pengguna. Kalau kamu sedang mempertimbangkan karier di bidang UX research, beberapa keterampilan yang sebaiknya mulai kamu fokuskan saat ini adalah:

    • Keterampilan komunikasi. Sebagian besar pekerjaanmu dalam melaksanakan riset melibatkan hubungan kerja dengan tim desain serta berkomunikasi dengan peserta penelitian untuk menjawab pertanyaan penelitian. Tanpa skill komunikasi yang baik, kamu akan kesulitan menyampaikan tujuan penelitianmu kepada peserta dan tidak akan bisa mempresentasikannya dengan jelas kepada desainer dan stakeholders
    • Empati. Seorang UX researcher harus mampu memahami harapan, tujuan dan proses penalaran pengguna untuk bisa mengembangkan solusi yang nyata
    • Pemikiran desain. Setiap proses pemikiran yang dilakukan oleh seorang UX researcher harus bisa diaplikasikan dalam desain yang nyata dan sesuai dengan kebutuhan pengguna
    • Kemampuan memecahkan masalah. Berpikir kritis tentang pertanyaan yang ingin dijawab lewat penelitian akan membantumu memilih metodologi yang sesuai
    • Memiliki rasa ingin tahu yang besar. Rasa ingin tahu dapat mendorongmu untuk mengajukan pertanyaan bendalam dan menemukan wawasan yang bermakna dan benar-benar berguna bagi pengguna
    • Kolaborasi. Sebagai UX researcher, kamu akan sering bekerja sama dengan pengembang, desainer, manajer produk dan stakeholder lainnya untuk menghadirkan produk terbaik ke pasar.

    Baca Juga: Desain Produk Interaktif untuk Keunggulan Daya Saing Bisnis

    Cara Menjadi UX Researcher

    Seperti banyak bidang desain UI/UX, peran UX researcher sebenarnya masih tergolong baru. Kamu mungkin akan sulit menemukan pendidikan khusus yang akan mengarah ke karier UX research. Kebanyakan UX researcher yang ada saat ini belajar secara otodidak dan mereka bertransisi dari karier yang lain. Jika kamu tertarik dengan profesi ini, ada beberapa tips yang bisa dipertimbangkan antara lain:

    Dapatkan Gelar Pendidikan di Bidang Teknologi atau Ilmu Perilaku

    Sebagian besar posisi UX researcher membutuhkan kandidat dengan setidaknya gelar sarjana. Meskipun tidak harus terkait bidang UX, memiliki gelar di bidang yang berhubungan dengan teknologi atau ilmu perilaku dan sosial akan membantumu dalam karier. Beberapa jurusan itu antara lain:

    • Interaksi manusia-komputer
    • Psikologi
    • Statistik atau statistik terapan
    • Ilmu komputer
    • Sistem informasi
    • Desain
    • Antropologi.

    Lalu bagaimana jika latar belakang pendidikanmu bukan salah satu dari opsi di atas? Kamu tetap bisa belajar UX research dengan cara lain.

    Mengembangkan Keterampilan dalam Riset Pengguna

    Selain gelar, kamu bisa menemukan banyak cara untuk belajar tentang alat dan teknik riset pengguna. Beberapa cara yang bisa kamu lakukan adalah:

    • Ikuti pelatihan atau kursus online yang berhubungan dengan UX research
    • Lakukan praktik langsung dengan membuat pengujian A/B untuk halaman web, menganalisis data survei UX atau mengkomunikasikan hasil penelitian
    • Manfaatkan sumber daya gratis seperti blog dan podcast untuk mempelajari kosakata dalam industri UX dan mengikuti tren terbaru.

    Temukan Pengalaman Langsung dalam Penelitian UX

    Ketika melihat postingan lowongan pekerjaan sebagai UX researcher, kamu mungkin akan melihat pengalaman sebagai salah satu syaratnya. Kamu tidak perlu langsung bekerja untuk bisa dapat pengalaman. Menjadi relawan UX researcher untuk bisnis kecil atau perusahaan non-profit bisa membantumu mengembangkan kemampuan. Ini juga bisa jadi pengalaman yang berguna saat kamu akan melamar pekerjaan.

    Perkaya Portofoliomu

    Portofolio adalah salah satu bukti yang bisa menunjukkan keahlian dan pengalaman yang kamu miliki di bidang UX. Selain lewat pengalaman kerja, mengerjakan proyek hingga mengikuti kursus yang berkaitan dengan UX research juga bisa kamu masukkan ke dalam portofolio.

    Belum pernah ikut kursus UX sama sekali? Kamu bisa memilih kursus online terkait di GreatNusa. Daftarkan dirimu sekarang juga dan raihlah profesi impianmu!

    UI UX Designer : Pengertian, Workflow, dan Keterampilan yang Harus Dimiliki

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 25 Februari 2023

    UI UX Designer : Pengertian, Workflow, dan Keterampilan yang Harus Dimiliki

    Yang harus dikuasai UI UX designer adalah merancang sebuah produk digital. Hal tersebut memerlukan alur yang panjang dan tak mudah. Baca selengkapnya di sini.

    Menciptakan sebuah desain produk memerlukan berbagai keterampilan yang saling mengisi satu sama lain. Maka dari itu, ada banyak hal yang harus dikuasai UI UX designer untuk menghasilkan desain produk yang sesuai ekspektasi user. 

    Siapa yang disebut UI UX Designer? 

    UI UX designer adalah mereka yang bertanggung jawab melakukan desain user interface (UI) dan user experience (UX) sebuah produk digital. User interface adalah antarmuka yang memungkinkan user berinteraksi dengan sebuah produk dan berfokus pada tampilan visual sebuah produk (berkaitan dengan tema, warna, grafis, dan sebagainya). Sementara itu, user experience adalah desain membuat produk yang nyaman dan memudahkan user saat menggunakan produk tersebut (seperti tentang keberadaan dan fungsi tombol, pilihan kata untuk tombol tertentu, dan sebagainya).

    UI UX designer umumnya bergabung bersama tim produk (tepatnya desain produk). Hal ini berbeda dengan graphic designer yang bergabung bersama tim marketing atau creative. Adapun peran graphic designer sendiri berbeda dengan UI UX designer, yakni membuat desain grafis dengan tujuan iklan alias menarik perhatian user, bukan kenyamanan atau kepuasan user.

    Baca Juga: Design dan Prototype untuk Digital Supply Chain Management

    Workflow UI UX Designer

    UI UX designer bekerja saling mengisi sehingga menghasilkan desain produk yang utuh. Keduanya harus mampu mengombinasikan antara keindahan visual dengan fungsionalitas dari produk yang ditawarkan Oleh karena itu, alur kerja dalam sebuah pembuatan desain produk pun saling terkait dan berkesinambungan antara UI designer dan UX designer.

    Riset UX

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, produk yang dihasilkan harus mampu memenuhi ekspektasi user.  Jika tidak, maka user tidak akan merasa nyaman saat menggunakan produk tersebut dan angka kepuasan user akan menurun. Apabila hal tersebut terjadi, maka user akan perlahan-lahan meninggalkan produk dan tak enggan untuk beralih ke kompetitor.

    Oleh sebab itu, tim akan melakukan UX research yang dilakukan oleh seorang UX researcher. Riset dapat dilakukan dalam berbagai metode seperti penyebaran survei, wawancara user, dan lain sebagainya.

    Substansi yang diriset pun bermacam-macam, seperti misal apakah solusi yang akan ditawarkan sesuai dengan kebutuhan user, fitur apa yang sebaiknya perlu ditambahkan atau bahkan dinilai tidak penting, bagaimana kesan terhadap ilustrasi atau gaya tulisan yang digunakan, apakah letak tombol-tombol sudah sesuai dan mudah untuk membantu navigasi user, dan masih banyak lainnya.

    UX researcher akan mengolah data dari riset tersebut. Informasi hasil riset lantas didiskusikan sebelum akhirnya disepakati dan dijadikan pedoman oleh UI UX designer.

    Pembuatan IA 

    Information architecture (IA) adalah informasi yang disajikan dalam bentuk bagan, kolom, atau desain terstruktur lainnya yang saling berkaitan. Penyusunan IA ini tak lain bertujuan untuk memudahkan tim dalam memahami konsep produk.

    Sebuah information architecture yang baik juga harus memenuhi beberapa komponen tertentu agar mencapai tujuannya dengan optimal. Adapun beberapa komponen yang dimaksud adalah sistem navigasi, organisasi informasi, pelabelan informasi, dan sistem pencarian.

    Pembuatan Wireframe 

    Wireframe adalah kerangka gambar sebagai rancangan produk digital pada level struktural. Proses ini memberikan sketsa visual yang menunjukkan alur informasi user dalam mengoperasikan sebuah produk.

    Di tahap inilah peran UX sangat besar. UX designer akan merancang halaman yang baik hingga fungsionalitas yang paling tepat sesuai yang diinginkan oleh user. Adapun dalam pembuatan wireframe, UX designer dapat menggunakan gambar tangan maupun software pendukung seperti Figma dan Adobe XD.

    Pengaturan UX Flow 

    Langkah berikutnya adalah mengatur alur bagaimana sebuah produk digunakan oleh user. UX flow ini tentu dirancang dengan pendekatan user experience sehingga user merasa nyaman dalam menggunakan produk.

    Pembuatan alur ini juga dapat berangkat dari hasil UX research yang telah dilakukan sebelumnya. 

    Baca Juga: Belajar Bagaimana Mengolah Data Secara Terstruktur

    Pembuatan Prototype 

    Jika alur UX sudah ditetapkan, saatnya membuat prototype. Prototype merupakan bentuk, model asli, atau contoh yang menjadi dasar untuk proses selanjutnya (dapat diturunkan atau dikembangkan kemudian). Beberapa aplikasi untuk membuat prototype adalah Adobe XD, MockPlus, Invision, dan lain-lain.

    Prototype bertujuan mempermudah proses penjelasan rencana produk melalui demonstrasi produk secara fungsional. Selain itu, prototype juga bertujuan memberi spesifikasi sistem kerja yang lebih nyata.

    Perancangan Design System 

    Pembuatan design system bermaksud untuk menyimpan berbagai komponen desain seperti ikon, font, color palette, dan lain-lain ke dalam suatu library. Pada tahap inilah, UI designer mulai berperan.

    Namun, UI designer tidak sendirian saat melakukan perancangan design system. UI designer berkolaborasi dengan developer. Selagi UI designer menyiapkan elemen desain, developer menyiapkan komponen library yang akan digunakan.

    Desain UI

    Nah, kini saatnya UI designer memaksimalkan keterampilannya dalam menyajikan visual yang menarik. DI tahap ini, UI designer mulai merancang tampilan visual yang menarik dengan perpaduan warna, tipografi, hingga ilustrasi yang menarik dan representatif.

    Ada banyak tools yang tersedia untuk membantu UI designer menyiapkan desain user interface. Beberapa yang umum digunakan antara lain Adobe Illustrator, Sketch App, dan Adobe Photoshop.

    Development dan Testing

    Desain user interface yang telah lolos uji kemudian mulai dikembangkan oleh tim developer. Untuk memastikan implementasi desain sesuai dengan apa yang dirancang, developer dan UI designer harus tetap berkomunikasi.

    Apabila seluruh bagian produk sudah dikembangkan, maka tim harus melakukan uji coba dulu sebelum meluncurkannya ke pasar yang lebih luas. Desain tersebut akan dinilai dan diperbaiki jika diperlukan sebelum akhirnya benar-benar siap untuk dirilis ke user.

    Baca Juga: Pengertian Supervised Learning dalam Machine Learning

    Keterampilan yang Harus Dimiliki 

    Kompleks dan vitalnya desain UI UX membuat design terkait harus memiliki beberapa keterampilan khusus. Secara umum, berikut adalah tiga hal penting yang harus dikuasai UI UX designer untuk menjalankan perannya secara maksimal.

    Komunikasi Visual

    UI UX berkomunikasi dengan user melalui media sosial sehingga wajar jika UI UX designer haruslah memiliki kemampuan komunikasi visual yang baik dan kuat. Mereka harus mempunyai pemahaman baik terhadap teori desain, gambar, tata letak, warna, ikon, dan sebagainya.

    Riset 

    Tak cuma mengandalkan UX researcher, UI UX designer juga perlu membekali diri dengan kemampuan riset yang baik. Beberapa skill terkait yang dimaksud adalah merencanakan, mengeksekusi, menganalisis, dan menarik sebuah kesimpulan.

    Wireframing dan Prototyping 

    Wireframe adalah alat komunikasi utama designer untuk menjelaskan kepada stakeholder terkait lainnya terkait ide yang akan diwujudkan. Tanpa adanya wireframe, sulit bagi designer untuk dapat meyakinkan stakeholder untuk mewujudkan gagasan yang dimiliki. Sementara itu, prototype akan membantu designer untuk memperlihatkan secara jelas produk yang akan dilempar ke user.
    Hal-hal yang harus dikuasai UI UX designer tidak hanya sebatas hard skill, tetapi juga soft skill seperti kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi, analytical thinking, dan masih banyak lainnya. Kemampuan ini pun harus senantiasa dilatih.

    Jika kamu tertarik menjadi UI UX designer, GreatNusa adalah pilihan tepat untuk membantumu menyiapkan diri. Kamu bisa mengakses kurus online terkait UI UX design yang tersedia secara online. Tentunya, topik yang tersedia pun beragam dan up to date dengan kebutuhan industri terkini, baik hard skill maupun soft skill untuk mendukung kariermu.

    5 Teknik Belajar Efektif Yang Terbukti Ampuh

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 3 Februari 2023

    5 Teknik Belajar Efektif Yang Terbukti Ampuh

    Teknik belajar yang efektif, seperti teknik podomoro, feynman, sistem leitner, mind mapping, hingga belajar sebelum tidur. Cari tahu selengkapnya di sini!

    Belajar tidak hanya menjadi tugas dari mahasiswa dan pelajar. Namun, belajar merupakan salah satu bentuk proses upgrade kemampuan yang perlu dilakukan oleh siapa saja. Dalam prosesnya, penerapan teknik belajar efektif dapat membantu penguasaan kemampuan baru. Dengan begitu, kamu pun bisa mendapatkan kesuksesan di dunia kerja. 

    5 Teknik Belajar Efektif dan Cara Menerapkannya

    Lalu, teknik belajar seperti apa yang dapat membantu kamu mempelajari pengetahuan atau keahlian baru dengan efektif? Ada 5 pilihan metode yang dapat kamu praktikkan, yaitu: 

    1. Teknik Podomoro

    Kalau kamu adalah tipe orang yang sering mengalami kesulitan dalam memfokuskan pikiran saat belajar, metode podomoro adalah pilihan teknik belajar yang tepat. Teknik ini bisa kamu terapkan dengan mengatur waktu belajar dalam interval tertentu. Selanjutnya, kamu dapat menyisihkan waktu istirahat di sela-sela aktivitas belajar. 

    Ada 4 langkah yang perlu kamu lakukan dalam menerapkan teknik belajar podomoro, yaitu: 

    • Siapkan materi belajar dan hindari distraksi. Alokasikan waktu belajar secara khusus. Selain itu, pilih tempat belajar yang memungkinkan kamu terhindar dari berbagai distraksi. Kalau perlu, kamu dapat mematikan atau mengaktifkan mode pesawat pada smartphone.
    • Atur waktu belajar dan istirahat. Teknik belajar efektif dengan metode podomoro dapat kamu terapkan dengan bantuan timer. Kamu bisa menggunakan jam alarm, fitur alarm di smartphone, dan lain sebagainya. Selanjutnya, kamu perlu mengatur interval waktu belajar. 

    Kamu dapat secara bebas mengatur interval waktu belajar tersebut. Kreator metode podomoro, Fransisco Cirillo, menetapkan interval selama 25 menit. Kamu dapat melakukan trial and error untuk bisa menemukan interval waktu belajar yang sesuai. 

    • Gunakan waktu istirahat sebaik-baiknya. Waktu istirahat memiliki peran penting dalam praktik metode belajar podomoro. Kamu perlu mengalokasikan waktu istirahat sekitar 5-10 menit setelah interval waktu belajar. 

    Kesempatan tersebut bisa kamu manfaatkan untuk berbagai aktivitas, seperti membuka smartphone, minum, makan camilan, berjalan-jalan di depan rumah, dan sebagainya. 

    • Lakukan perulangan. Terakhir, kamu perlu mengulangi siklus belajar dan istirahat selama 4 kali. Setelah itu, kamu bisa menggunakan waktu istirahat dengan durasi yang lebih lama. 

    Baca Juga: 7 Tips Belajar Bahasa Jepang Pemula yang Efektif

    2. Teknik Feynman

    Kamu dapat pula memilih untuk mempraktikkan teknik belajar efektif dari pemenang Nobel Fisika tahun 1965, Richard Philip Feynman. Penerapan teknik Feynman dapat membantu kamu dalam memahami berbagai materi pembelajaran, baik yang sederhana maupun rumit. 

    Teknik ini bisa kamu terapkan dengan menyusun catatan. Bukan sekadar catatan biasa. Namun, kamu perlu menuliskan catatan tersebut dengan cara penyampaian sederhana dan mudah dipahami. Sebagai tambahan, anggaplah bahwa catatan itu kamu buat dengan tujuan untuk dibaca orang lain. 

    Ada 4 langkah yang dapat kamu lakukan untuk menerapkan teknik belajar efektif ala Feynman, yaitu: 

    • Pilih topik yang akan dipelajari. Sebagai langkah awal, kamu dapat memilih topik yang sederhana. Selain itu, pastikan bahwa topik yang dipelajari memiliki materi pembahasan tak terlalu banyak. 

    Setelah itu, kamu dapat mempelajari materi dari topik yang sudah dipilih. Lakukan pencatatan. Jangan catat materi secara keseluruhan. Sebagai gantinya, tuliskan poin-point pentingnya saja.

    • Jabarkan topik pembahasan dengan bahasa yang sederhana. Dari poin-poin penting yang sudah kamu ketahui, jabarkan dalam kalimat sederhana. Posisikan diri kamu tengah mengajarkan materi tersebut kepada anak kecil. Dengan begitu, kamu perlu memilih kata-kata yang bisa dipahami dengan mudah. 
    • Identifikasi materi yang belum kamu kuasai. Tak menutup kemungkinan, kamu bakal mengalami kesulitan dalam menguasai materi tertentu. Kalau berada pada situasi ini, kamu dapat mengulangi langkah dari awal. Pelajari materi tersebut sampai tuntas dan catatkan penjelasannya dengan bahasa yang mudah dipahami.
    • Sederhanakan catatan dan ulangi terus-menerus. Untuk dapat memahami materi secara menyeluruh, lakukan aktivitas belajar dengan metode Feynman secara rutin. Apalagi, ketika kamu berhadapan dengan materi yang rumit. Tidak ada salahnya kalau kamu mengalokasikan waktu belajar khusus untuk melakukan pembahasan materi. 

    Baca Juga: 7 Cara Mengembangkan Potensi Diri Agar Karier Cemerlang

    3. Sistem Leitner

    Ada pula teknik belajar efektif yang diciptakan oleh ilmuwan asal Jerman bernama Sebastian Leitner, dikenal sebagai Sistem Leitner. Metode belajar ini dapat kamu terapkan untuk memahami materi dengan tingkat kesulitan tinggi. Penerapannya dapat kamu lakukan dengan memanfaatkan flash card atau kartu sebagai berikut: 

    • Sediakan kotak kosong sesuai kebutuhan. Kamu bisa menggunakan sebanyak 3 atau 5 kotak. 
    • Buat kartu yang di dalamnya berisi pertanyaan. Setiap kartu hanya memuat satu pertanyaan. Kalau semua kartu sudah terisi dengan pertanyaan, kamu dapat menempatkannya pada kotak pertama. 
    • Ambil kartu satu per satu. Jawab pertanyaan yang ada di dalamnya. Untuk pertanyaan dengan jawaban yang benar, kamu dapat memindahkan kartu ke kotak nomor 2. Kalau salah, tempatkan kembali kartu tersebut ke kotak pertama. 
    • Ambil kartu yang sudah ada di kotak kedua. Jawab kembali pertanyaan di masing-masing kartu tersebut. Kalau jawabannya benar, pindahkan kartu ke kotak nomor 3. 
    • Ulangi langkah-langkah tersebut sesuai dengan jumlah kotak. Selain itu, pastikan bahwa kamu berhasil menjawab dengan benar semua pertanyaan yang ada di dalam kartu. 

    4. Mind Mapping

    Solusi metode belajar yang efektif selanjutnya adalah dengan teknik mind mapping. Teknik ini dapat kamu lakukan dengan memetakan pikiran secara visual. Praktik penerapan mind mapping dalam proses belajar tidak sulit. Kamu bisa melakukannya dengan tahapan sebagai berikut: 

    • Siapkan alat tulis. Biar proses belajar jadi lebih menarik, gunakan spidol atau pensil warna-warni. 
    • Tuliskan materi pembelajaran mulai dari topik utama ke subtopik turunan. Sebagai contoh, kamu tengah belajar Biologi dengan topik utama cara berkembang biak makhluk hidup. 

    Untuk tema ini, kamu dapat membagi subtopik menjadi generatif dan vegetatif. Selanjutnya, bagi kembali subtopik vegetatif menjadi hewan, tumbuhan, dan seterusnya. 

    • Gunakan kata-kata yang singkat untuk setiap topik atau subtopik. Kalau perlu, kamu dapat menggunakan satu kata atau satu frase. 
    • Manfaatkan ilustrasi. Selain menggunakan alat tulis warna-warni, kamu bisa pula memanfaatkan ilustrasi agar proses belajar dengan teknik mind mapping jadi kian menarik. 

    Baca Juga: 8 Cara Public Speaking Untuk Pemula

    5. Belajar sebelum Tidur

    Terakhir, kamu dapat menerapkan teknik belajar apa saja yang sesuai. Namun, pastikan kalau kamu mempraktikkan metode belajar tersebut sebelum waktu tidur. Fakta menarik, tidur dapat membantu kamu memproses materi yang sebelumnya telah dipelajari. 

    Hal tersebut bisa kamu rasakan karena tidur membantu proses penstabilan memori dan sekaligus menggabungkannya ke dalam jaringan memori jangka panjang. Dengan begitu, tidak mengherankan kalau kamu bisa mengingat materi dengan lebih mudah ketika mempelajarinya sebelum tidur.

    Nah, itulah tips dan teknik belajar efektif yang menarik untuk kamu coba. Kalau ingin tahu lebih banyak tentang metode belajar yang efektif, kamu bisa mempelajarinya di GreatNusa. Banyak metode serta materi belajar asyik dan menyenangkan bisa kamu dapatkan di GreatNusa, lho!

    Kenali Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Karir

    ARTICLE

    CAREER HACK

    By greatnusa • 4 Februari 2023

    Kenali Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Karir

    Faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan karir, mulai dari pengetahuan, skil, teknologi, hingga lingkungan keluarga. Ketahui faktor selengkapnya di sini!

    Career planning atau perencanaan karir adalah langkah awal yang perlu kamu lakukan saat memasuki dunia kerja. Penyusunan rencana tersebut membantu kamu dalam mencapai target karir yang diinginkan. Hanya saja, kamu juga perlu secara cermat dalam menyusunnya. Pastikan bahwa kamu mempertimbangkan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan karir. 

    Berkaitan dengan penyusunan perencanaan karir, kamu perlu tahu bahwa ada 2 kategori faktor yang memiliki pengaruh. Dua kategori faktor tersebut adalah faktor internal dan eksternal. Untuk mengetahui secara lebih lanjut pembahasan faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan karir tersebut, simak ulasannya berikut ini, yuk!

    Faktor Internal yang Mempengaruhi Perencanaan Karir

    Ada beberapa faktor internal yang memiliki kaitan erat dengan perencanaan karir. Faktor internal tersebut di antaranya adalah: 

    1. Pengetahuan

    Faktor internal pertama yang memiliki pengaruh pada perencanaan karir adalah pengetahuan. Pengetahuan mencakup banyak aspek, termasuk di antaranya adalah latar belakang pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, pengetahuan yang dimilikinya pun kian berkembang. 

    Ada berbagai metode yang dilakukan perusahaan dalam menetapkan standar pengetahuan saat proses perekrutan karyawan. Sebagai contoh, dengan menetapkan batasan level pendidikan tertentu, IPK, dan lain sebagainya. Kalau memiliki standar pengetahuan yang tinggi, kamu punya banyak pilihan saat menentukan karir. 

    2. Soft Skill

    Terlepas dari apa saja karir yang bakal kamu pilih, soft skill merupakan faktor penting yang tak boleh dilewatkan. Alasan utamanya adalah karena soft skill bakal kamu butuhkan dalam berbagai jenis pekerjaan. Bahkan, kepemilikan soft skill yang kuat dapat mendorong kamu untuk meniti karir secara lebih lancar di masa depan. 

    Laporan iCIMS Hiring Insight tahun 2017 mengungkapkan, bahwa 94% perekrut profesional punya kepercayaan tinggi kalau karyawan yang memiliki bekal soft skill kuat bakal mendapat promosi jabatan lebih cepat dibandingkan karyawan lain. Secara khusus, ada 5 soft skill penting yang perlu kamu kuasai, yaitu komunikasi, problem solving, manajemen waktu, kemampuan beradaptasi, serta kepemimpinan.

    Baca Juga: Perencanaan Karir: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya

    3. Keterampilan

    Seperti halnya pengetahuan, keterampilan merupakan faktor internal yang tidak kalah penting dalam upaya perencanaan karir. Dalam proses pencarian karyawan, perusahaan tidak sekadar merekrut tenaga kerja yang punya pengetahuan atau teori. Namun, pengetahuan tersebut juga harus dibarengi dengan bekal keterampilan yang memadai. 

    Bekal keterampilan dapat membantu seorang karyawan untuk dapat menjalankan pekerjaannya dengan lancar. Kamu pun tidak akan mengalami kesulitan tinggi saat proses adaptasi. Situasi itu bisa kamu dapatkan ketika keahlian yang dimiliki sesuai dengan tingkat kebutuhan perusahaan. 

    4. Perubahan Karir

    Faktor internal terakhir yang memiliki pengaruh pada perencanaan karir adalah perubahan karir. Perubahan tersebut berpotensi membuat kamu perlu melakukan revisi terhadap rencana yang telah disusun. Dalam kenyataannya, ada banyak faktor yang dapat menimbulkan keputusan seseorang untuk melakukan perubahan karir, di antaranya adalah: 

    • Nilai yang dimiliki tidak sesuai dengan pekerjaan
    • Bidang pekerjaan berada pada situasi yang buruk
    • Munculnya ketertarikan baru

    Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Perencanaan Karir

    Selain faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan karir secara internal, ada pula elemen eksternal yang tidak kalah pentingnya. Elemen eksternal tersebut meliputi:

    1. Perkembangan Dunia Kerja

    Dunia kerja bersifat dinamis. Oleh karenanya, kamu akan mendapati adanya perubahan yang dapat terjadi kapan saja. Perubahan tersebut selanjutnya memberi pengaruh pada tingkat kebutuhan tenaga kerja sebuah perusahaan. 

    Contoh nyata dari fenomena perkembangan dunia kerja bisa kamu ketahui ketika terjadi pandemi COVID-19. Sebelum COVID-19, banyak orang yang menganggap remeh pola kerja jarak jauh. Bahkan, banyak orang yang beranggapan bahwa pekerja remote itu tidak ubahnya seorang pengangguran. 

    Namun, situasinya berubah 180 derajat ketika berlangsung pandemi COVID-19.  Para karyawan yang awalnya dapat bekerja secara nyaman di kantor, dipaksa untuk kerja secara remote. Situasi tersebut pun menimbulkan peluang karir baru di dunia kerja. Di sisi lain, ada pula pekerjaan yang tersisihkan karena adanya perubahan tersebut. 

    Baca Juga: Mengenal Apa Itu Interpersonal Skill dalam Organisasi

    2. Perkembangan Teknologi

    Faktor eksternal selanjutnya yang berpengaruh penting pada perencanaan karir adalah perkembangan teknologi. Kecanggihan teknologi membuka banyak peluang baru dalam dunia kerja. Hasilnya, saat ini kamu akan menemukan banyak pilihan karir yang relatif baru. Pilihan karir baru tersebut mengindikasikan adanya perubahan kebutuhan dari sektor industri. 

    Kecanggihan teknologi tidak hanya memunculkan prospek karir baru. Di waktu yang sama, banyak perusahaan yang memahami pentingnya keberadaan karyawan dengan latar belakang pendidikan di bidang teknologi informasi. Oleh karena itu, tingkat kebutuhan karyawan di bidang terus meningkat dan berpotensi memperoleh bayaran tinggi. 

    Fenomena tersebut mendorong banyak orang untuk memilih berkarir di sektor teknologi informasi. Peluang gaji yang tinggi menjadi alasan utamanya. Ditambah lagi, peluang kerja di bidang ini tidak hanya bisa kamu dapatkan dari perusahaan dalam negeri. Namun, banyak pula prospek karir di perusahaan di luar negeri. 

    3. Kriteria Promosi

    Perencanaan karir yang kamu susun juga bakal dipengaruhi oleh kriteria promosi. Saat melakukan penyusun rencana karir, kamu perlu melakukan riset secara mendalam terkait karir yang diinginkan. Saat itu, kamu tentunya lebih mempertimbangkan karir yang menjanjikan promosi jabatan lebih tinggi, kan? 

    4. Keluarga

    Hal yang tak boleh kamu lewatkan terkait faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan karir adalah keluarga. Faktor ini berlaku tidak hanya bagi karyawan yang telah menikah, tetapi juga bagi mereka yang masih berstatus belum menikah. 

    Ketika sudah berkeluarga, kamu perlu mempertimbangkan pendapat pasangan terkait target karir di masa depan. Sementara itu, bagi mereka yang masih berstatus lajang, pertimbangan dari orang tua kerap menjadi landasan utama dalam proses pengambilan keputusan. 

    Selain itu, interaksi di dalam keluarga juga memiliki pengaruh yang tidak kalah besar dalam proses pemilihan karir. Interaksi tersebut akan membentuk cara pandang seseorang terhadap karir. Oleh karena itu, tidak heran kalau ada keluarga yang mayoritas anggotanya berprofesi di bidang yang sama. 

    5. Pergaulan

    Terakhir, kamu juga akan merasakan adanya faktor yang mempengaruhi perencanaan karir berupa lingkungan pergaulan. Fakta penting yang perlu kamu ketahui, pergaulan memiliki pengaruh sangat kuat terkait perencanaan karir. 

    Kamu dapat memunculkan ketertarikan pada bidang tertentu lewat interaksi dengan teman sebaya. Selain itu, pergaulan juga dapat menimbulkan harapan serta pandangan berkaitan dengan pilihan karir di masa depan.  

    Baca Juga: Kuasai 5 Public Speaking Skills Berikut untuk Siap Dunia Kerja

    Nah, itulah pembahasan terkait faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan karir. Pengetahuan ini memiliki peran penting bagi kamu dalam memperluas pilihan karir di masa depan. Opsi karir yang luas memberi peluang bagi kamu dalam menentukan pilihan sesuai keinginan. 

    Untuk memperoleh karir cerah di masa depan, manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Jangan pernah berhenti untuk belajar hal-hal baru yang berdampak positif pada karir. Kamu pun bisa melakukannya dengan dukungan berbagai pilihan kursus pengembangan diri dan keterampilan lewat GreatNusa. 

    GreatNusa menawarkan banyak pilihan kursus online yang dilengkapi dengan materi serta tenaga pengajar berkualitas. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan opsi karir yang luas di masa depan. 

    Semoga bermanfaat.

    5 Perbedaan Karir dan Pekerjaan yang Harus Diketahui

    ARTICLE

    CAREER HACK

    By greatnusa • 5 Februari 2023

    5 Perbedaan Karir dan Pekerjaan yang Harus Diketahui

    Perbedaan karir dan pekerjaan, mulai dari benefit yang didapatkan, objektif, persyaratan risiko, hingga durasinya. Ketahui pembahasan selengkapnya di sini!

    Saat merencanakan kehidupan profesionalmu, penting untuk mengetahui perbedaan karir dan pekerjaan. Meskipun sama-sama untuk mendapatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan hidup, keduanya sebenarnya tidak sepenuhnya sama. Untuk lebih memahami perbedaan antara karir dan pekerjaan, simaklah penjelasan lengkapnya di bawah ini.

    Apa itu Karir?

    Karir didefinisikan sebagai sebuah pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang bahkan selama seumur hidup. Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, karir (karier) dijelaskan sebagai kemajuan dan perkembangan seseorang dalam pekerjaan, kehidupan, jabatan, dan lain sebagainya.

    Karir merupakan tujuan jangka panjang dari kehidupan seseorang. Di samping itu, karir juga tidak terbatas pada pekerjaan saja. Karir mencakup perjalanan kehidupan profesional seseorang ketika orang tersebut menggunakan pengetahuan, keterampilan, latar belakang pendidikan, dan kompetensinya.

    Karir juga tidak hanya dijalankan untuk mencari pemasukan demi memenuhi kebutuhan hidup, tetapi lebih dari itu. Karir berkaitan dengan ketertarikan seseorang terhadap suatu jenis kegiatan profesional.

    Karir adalah apa yang membuat seseorang bersemangat, membuatnya bisa menyelesaikan tugas tanpa merasa terbebani, dan apa yang membuat orang tersebut rela mengambil risiko. Itu termasuk jika risiko yang diambil bisa memengaruhi kehidupannya sendiri dan hajat hidup orang yang terlibat di dalamnya.

    Berbicara soal perjalanan karir, orang umumnya lebih mementingkan kepuasan kerja alih-alih uang. Mereka akan mempelajari banyak hal baru, mencari tahu mengenai hal-hal terbaru yang berkaitan dengan karir mereka, dan menjalin banyak hubungan profesional demi mengembangkan karir.

    Baca Juga: Kenali Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Karir

    Apa itu Pekerjaan?

    Pekerjaan didefinisikan secara sederhana sebagai kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dengan imbalan nilai uang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pekerjaan dijelaskan sebagai pencaharian atau kegiatan yang digunakan sebagai penghidupan. 

    Umumnya, pekerjaan bersifat jangka pendek dan dilakukan karena seseorang membutuhkan pemasukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mengingat jangka waktunya yang relatif pendek, pekerjaan tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap kehidupan seseorang.

    Apabila seseorang tidak bahagia menjalani pekerjaannya saat itu, mereka cenderung beralih ke jenis pekerjaan lain yang lebih baik. Selain itu, tidak semua jenis pekerjaan memerlukan keterampilan maupun studi khusus.  

    Sebagian besar jenis pekerjaan umumnya melibatkan kemampuan fisik, mental, atau keduanya. Hak, tugas, fungsi, tanggung jawab, dan wewenang terkait dengan setiap pekerjaan juga sudah ditentukan oleh pihak pemberi pekerjaan.

    Karir dan pekerjaan pada dasarnya saling berkaitan karena hampir semua karir berawal dari pekerjaan. Kamu mungkin menikmati pekerjaanmu dan memiliki kemauan untuk mengubahnya menjadi karir penuh waktu. 

    Misalnya, pekerjaan pertamamu adalah penerima tamu di restoran. Semua pengalaman yang kamu dapatkan saat menjadi penerima tamu bisa kamu manfaatkan untuk menjadi pelayan. Kemudian, kamu bisa bekerja menjadi manajer restoran karena kamu tahu bagaimana caranya menangani keluhan pelanggan dan lain sebagainya saat menjadi pelayan.

    Contoh paling mudah untuk membedakan karir dan pekerjaan adalah dokter. Menjadi dokter merupakan karir individu. Seorang dokter mungkin sudah melayani lebih dari 20 rumah sakit. Setiap kali ia berganti rumah sakit, otomatis ia akan berganti pekerjaan. Meski demikian, ia akan selalu menjadi dokter. 

    Baca Juga: 15 Pekerjaan Dengan Gaji Tertinggi dan Kualifikasinya

    5 Perbedaan Utama Karir dan Pekerjaan

    Nah, itu tadi perbedaan karir dan pekerjaan secara garis besar. Untuk lebih memahami pembahasan kali ini, simaklah beberapa perbedaan utama antara karir dan pekerjaan di bawah ini:

    Benefits yang Didapatkan

    Benefits bukan lagi istilah asing di kalangan para pekerja profesional. Dalam istilah ketenagakerjaan, benefits merupakan serangkaian hak yang diterima oleh para pekerja dari pihak pemberi kerja. Benefits tidak termasuk gaji, melainkan kompensasi, asuransi kesehatan, pensiun, cuti berbayar, dan lain sebagainya.

    Dengan karir, seseorang bisa mendapatkan semua benefits di atas. Pekerjaan pun bisa memberikan banyak benefits, tergantung pada kebijakan yang ditetapkan oleh pihak perusahaan. Sayangnya, tak semua jenis pekerjaan bisa memberikan benefits.

    Objektif

    Jika dilihat dari segi objektif atau tujuan, jelas karir dan pekerjaan memiliki tujuan yang berbeda. Pada umumnya, karir didasari oleh keinginan atau cita-cita. Maka, sudah jelas apabila tujuan dari berkarir adalah untuk menggapai impian dan mendapatkan kepuasan selama proses mencapai cita-cita.

    Sementara itu, tujuan pekerjaan adalah untuk mencari penghidupan dalam jangka waktu tertentu. Karir sebenarnya juga untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, saat memilih karir, orang cenderung mendasarkan keputusannya pada kemampuan dan keinginan (passion) mereka. 

    Beberapa orang bahkan menentukan karir mereka tanpa mementingkan manfaat moneter. Misal, seseorang berkeinginan menjadi pekerja sosial atau sukarelawan. Ia mungkin tidak selalu mendapatkan upah atas apa yang sudah ia berikan. Meski begitu, ia tetap menemukan kebahagiaan dari apa yang ia lakukan.

    Persyaratan yang Dibutuhkan

    Karir dan pekerjaan memiliki perbedaan di hampir semua aspek, termasuk persyaratan yang dibutuhkan. Pekerjaan tidak selalu membutuhkan kemampuan, latar belakang pendidikan, maupun keterampilan khusus. Sebagian besar pekerjaan bahkan lebih banyak melibatkan kekuatan fisik.

    Hal itu tentu berbeda dengan karir yang sifatnya dilakukan sampai orang tersebut memutuskan untuk pensiun. Karir membutuhkan persyaratan khusus, seperti pendidikan formal, pelatihan, studi khusus, dan sebagainya. Tak jarang pula karir mengharuskan seseorang untuk mengambil studi lanjut, seperti para pekerja di bidang kesehatan misalnya.

    Risiko

    Perbedaan antara pekerjaan dan karir juga bisa dilihat dari aspek risiko. Pekerjaan dianggap cenderung lebih aman. Pasalnya, seseorang tidak perlu mengambil risiko yang bisa menimbulkan dampak signifikan pada pekerjaannya. Orang hanya perlu menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk mendapatkan imbalan berupa uang.

    Sementara itu, karir merupakan sesuatu yang membuat seseorang memiliki kemauan untuk mengambil risiko. Hal itu termasuk jika risiko tersebut bisa menimbulkan dampak pada dirinya sendiri dan orang lain yang bekerja bersamanya.

    Durasi

    Seperti yang sudah disinggung di atas, pekerjaan umumnya dilakukan dalam jangka pendek. Sementara itu, karir dilakukan dalam jangka panjang dan tak jarang pula menghabiskan separuh dari hidup seseorang.

    Namun, jika dilihat dari jam kerja, mereka yang berkarir cenderung bekerja dengan jam yang teratur. Alih-alih dibayar sesuai dengan kapan mereka datang dan pulang, mereka dibayar dengan gaji yang sudah ditetapkan. 

    Di sisi lain, pekerjaan mengharuskan seseorang untuk cenderung lebih berorientasi pada waktu. Bahkan, tak sedikit pihak pemberi pekerjaan membayar pekerjanya per jam. Selain itu, pekerjaan juga tidak memiliki jadwal yang bisa diprediksi. Jam kerja yang tidak teratur ini justru bisa memberikan peluang untuk melakukan jenis pekerjaan lain yang sifatnya paruh waktu. 

    Baca Juga: 7 Manfaat Bekerja Sama dalam Menyelesaikan Pekerjaan Sulit

    Kesimpulan

    Nah, sekarang sudah jelas bahwa pekerjaan berbeda dengan karir. Satu perbedaan mendasar antara pekerjaan dan karir adalah pekerjaan merupakan apa yang kamu lakukan saat ini. Sementara itu, karir adalah apa yang sudah kamu lakukan sejauh ini dan apa yang ingin kamu lakukan selanjutnya. 

    Itulah perbedaan karir dan pekerjaan. Perlu diketahui bahwa kamu bisa mengubah pekerjaanmu menjadi sebuah karir. Caranya adalah dengan menjadikan setiap pekerjaan sebagai sebuah pengalaman. Bergabung dengan kursus daring GreatNusa juga bisa membantumu mengubah pekerjaanmu menjadi karir yang cemerlang. 

    10 Cara Mengetahui Karakter Seseorang Tidak Pakai Ribet

    ARTICLE

    CAREER HACK

    By greatnusa • 6 Februari 2023

    10 Cara Mengetahui Karakter Seseorang Tidak Pakai Ribet

    Temukan cara mengetahui karakter seseorang, mulai dari cara makan hingga selera musiknya, untuk menjalin hubungan lebih baik di artikel berikut ini.

    Pada dasarnya, cara mengetahui karakter seseorang tidak sesulit yang dibayangkan. Asalkan sering berinteraksi dengan orang tersebut, kamu bisa mengetahui bagaimana karakternya. Mengingat setiap orang adalah unik, kamu akan merasa tertantang untuk mengetahui lebih banyak karakter yang ada di dunia. Manfaatnya bukan hanya memudahkan kamu memahami orang lain, melainkan juga mengasah kecerdasan emosional dan memperluas cara pandangmu. Selain itu, kamu juga akan lebih mudah beradaptasi dan berkomunikasi dengan orang lain.

    Begini Cara Mengetahui Karakter Seseorang Dengan Mudah 

    Apabila kamu merasa kesulitan dalam menebak karakter orang lain, berikut sejumlah cara yang dapat dicoba berdasarkan tips dari berbagai sumber: 

    1. Tulisan Tangan 

    Grafologi merupakan ilmu analisis tangan. Berbekal ilmu dasar grafologi kamu bisa mengungkap kepribadian seseorang dari bentuk tulisan tangannya. Huruf besar mencerminkan bahwa orang tersebut mempunyai orientasi, sedangkan huruf kecil menunjukkan orang tersebut tertutup. Huruf tegak mencerminkan pribadi yang pragmatis, ekstrovert, ekspresif, dan tidak pemalu. Tulisan miring ke arah kanan atau kiri menunjukkan kepribadian yang sentimental dan ramah, sedangkan huruf yang hanya miring ke arah kiri menunjukkan orang tersebut senang introspeksi diri. 

    2. Kebiasaan Dengan Ponsel 

    Karakter seseorang juga bisa dibaca dari kebiasaannya bermain ponsel. Orang yang sering mengecek ponsel sekadar menulis status di media sosial atau melihat email merupakan  pribadi yang cenderung kurang stabil dalam hal emosional. Orang yang memegang ponsel atau mengetik dengan satu tangan merupakan pribadi yang memiliki kepercayaan diri tinggi dan berani mengambil risiko. Memegang ponsel dengan kedua tangan mencerminkan bahwa orang tersebut mudah beradaptasi, cepat tanggap, dan efisien.

    3. Cara Berkomunikasi 

    Saat terlibat pembicaraan dengan orang lain, cobalah untuk memperhatikan bagaimana caranya berkomunikasi. Orang yang cenderung membicarakan diri sendiri biasanya memiliki sifat keras kepala, sulit berbagi, dan egois. Berbeda dengan orang yang lebih senang mendengarkan, ia memiliki kepribadian yang rendah hati, ramah, dan mau berbagi. Selain itu, apabila lawan bicara kerap mengecek ponsel di tengan perbincangan, orang tersebut kemungkinan besar bukan pendengar yang baik, sulit berinteraksi langsung, dan kurang menghargai keberadaan orang lain. 

    Baca Juga: 8 Langkah Strategi Komunikasi Persuasif dalam Dunia Kerja

    4. Cara Berjabat Tangan 

    Berjabat tangan menjadi cara mengetahui karakter seseorang paling mudah. Jabatan tangan kuat mencerminkan bahwa orang tersebut mempunyai kepercayaan diri tinggi, ekpresif, dan terbuka. Sebaliknya, jabatan tangan lemah menunjukkan bahwa orang tersebut kurang percaya diri dan cenderung memilih hal mudah dalam segala hal.  

    5. Cara Kontak Mata 

    Melakukan kontak mata dengan lawan bicara merupakan hal yang sering dilakukan oleh orang dengan tingkat kepercayaan diri tinggi. Lawan bicara yang mempertahankan kontak mata dalam jangka panjang cenderung memiliki kepribadian yang dominan, agresif, dan sedikit menyeramkan. Apabila lawan bicara melakukan kontak mata sekitar 60%, ia merupakan pribadi yang ramah, menyenangkan, menarik, dan mudah dipercaya. Orang yang menghindari kontak mata ketika perbincangan cenderung memiliki kepribadian tertutup, sedikit penakut, kemauan rendah, dan kurang kontrol diri. 

    6. Cara Berjalan 

    Mengamati cara berjalan seseorang bisa memudahkan kamu menebak kepribadiannya. Orang yang suka berjalan cepat dan menumpukan berat badan ke arah depan menggambarkan orang tersebut produktif, suka bersaing, agak dingin, serta berpikir logis. Cara berjalan agak berjinjit dengan pandangan arah ke bawah mencerminkan orang tersebut memiliki kepribadian tertutup dan sopan.

    Orang yang cenderung berjalan dengan menumpukan berat pada kaki, ia merupakan orang yang fokus pada kehidupan pribadi, kurang begitu tertarik dengan karier, dan fokusnya lebih mudah teralihkan. Berjalan dengan kepala tegak, dada membusung, dan bahu ke belakang menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki karisma tinggi, tegas, supel, dan menyenangkan. Orang yang suka berjalan santai digambarkan sebagai sosok yang dingin, agak pemalas, tenang, mudah terpengaruh, dan intuitif. Berjalan dengan menyilangkan tangan menggambarkan pribadi yang lebih senang menyendiri.

    Baca Juga: 7 Manfaat Personal Branding yang Wajib Diketahui

    7. Cara Makan 

    Orang yang makan secara perlahan cenderung menikmati hidup, memiliki kepercayaan diri yang baik, tenang menghadapi berbagai situasi, dan menyukai berada di bawah kendali. Apabila kamu menemukan orang yang makan dengan cepat, orang tersebut merupakan pribadi yang berorientasi pada tujuan, pekerja keras, dan agak ambisius. Orang yang suka mencoba beragam jenis makanan merupakan pribadi yang berani mengambil risiko dan menyukai tantangan. 

    Orang yang pemilih makanan cenderung memiliki masalah dengan emosi, mudah cemas, dan rasa keingintahuannya besar. Kepribadian orang yang suka memisahkan makanan sesuai jenisnya menyukai keteraturan, detail oriented, disiplin, dan berhati-hati. Sebaliknya, orang yang suka mencampur makanan cenderung ramah, menikmati hidup, dan pandai mengatur waktu. 

    8. Selera Musik 

    Selera musik juga dapat menunjukkan karakter seseorang. Penyuka musik klasik, blues, jazz, dan folk menggambarkan kepribadian yang stabil secara emosional, mempunyai tingkat kecerdasaan di atas rata-rata, dan terbuka. Orang yang menyukai musik alternatif, heavy metal, dan rock cenderung berpikiran lebih terbuka, cerdas, atletis, dan aktif. 

    Penyuka musik IDM, EDM, trip hop, dan dubstep menggambarkan kepribadian yang senang berinteraksi dengan orang lain, lugas, dan memiliki daya kreativitas tinggi. Apabila kamu mengenal orang yang menyukai musik pop, country, dan religi, karakter orang tersebut cenderung konservatif, kurang terbuka, dan atletis. Pemberani, liberal, suka berkompromi, dan terbuka merupakan karakter orang yang menyukai musik hip hop, soul, funk, dan elektronik.

    9. Ekspresi Wajah

    Membaca ekspresi wajah dapat memudahkan kamu membaca karakter orang lain. Garis kerutan samar di dahi menandakan orang tersebut sering mencemaskan atau memikirkan sesuatu secara berlebihan. Kerutan samar di sudut mata menunjukkan bahwa orang tersebut sering tersenyum, pribadi yang ramah. Orang yang sering menekuk bibir menandakan pribadi yang mudah kesal atau marah. Dagu dan rahang yang rapat menandakan orang tersebut dalam kondisi tegang. 

    10. Cara Memperlakukan Orang Lain 

    Selain kesembilan cara di atas, kamu bisa mengetahui kepribadian seseorang dari caranya memperlakukan orang lain yang posisinya lebih rendah. Jika orang tersebut memperlakukan pegawai toko, pelayan restoran, petugas keamanan, ataupun tukang parkir dengan baik, maka orang tersebut memiliki kepribadian yang mau menghargai orang lain, tidak membedakan orang lain berdasarkan posisi, dan bersifat terbuka. Namun, apabila perlakuannya buruk, artinya karakter orang tersebut kurang baik, tidak menghargai orang lain, dan cenderung kasar.

    Baca Juga: Mengenal Apa Itu Interpersonal Skill dalam Organisasi

    Demikianlah informasi mengenai cara mengetahui karakter seseorang yang dapat kamu coba. Kalau kamu ingin mengetahui lebih banyak tentang karakter manusia dan pengetahuan umum lainnya, jangan ragu mengikuti pelatihan atau webinar yang ditawarkan oleh GreatNusa. Melalui pembelajaran daring GreatNusa, kamu akan dibantu oleh tenaga pengajar profesional yang andal di bidangnya. Berbekal materi yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja era global saat ini, kamu dapat memperluas wawasan, mampu bersaing dengan kandidat lain, dan meraih karier cemerlang. Tunggu apa lagi? Yuk, raih masa depan lebih cerah bersama GreatNusa!

    Sumber:

    • https://dosenpsikologi.com/cara-membaca-karakter-seseorang
    • https://www.popbela.com/career/inspiration/titaflorita/simak-8-hal-kecil-yang-dapat-menjadi-cerminan-karakteristik-orang/full
    • 1
    • More pages
    • 28
    • 29
    • 30
    • More pages
    • 74
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya