Menampilkan 79 - 84 dari 441 Artikel
By greatnusa • 30 April 2023
Manajemen sarana dan prasarana berperan penting dalam aktivitas perusahaan sehari-hari. Kenali peran serta proses kerjanya di artikel ini.
Faktanya, motivasi kerja dan kinerja karyawan juga dipengaruhi oleh ketersediaan sarana dan prasarana. Dengan adanya fasilitas yang memadai, motivasi mereka untuk menyelesaikan suatu pekerjaan akan cenderung lebih tinggi. Aktivitas kerja pun akan lebih lancar jika didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana kantor yang cukup serta dikelola dengan baik. Hal inilah yang kemudian membuat manajemen sarana dan prasarana menjadi vital dalam sebuah perusahaan.
Merujuk pada arti kata, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan bahwa sarana adalah segala sesuatu yang bisa digunakan sebagai alat untuk mencapai maksud dan tujuan. Sedangkan prasarana merujuk pada segala sesuatu yang bisa dijadikan penunjang utama dalam terselenggaranya sebuah proses. Sederhananya, sarana dapat digambarkan sebagai alat atau benda bergerak, seperti komputer, mesin, alat tulis, dan lainnya. Sementara prasarana lebih mengarah pada hal-hal atau benda yang sifatnya tidak bergerak, misalnya gedung, ruangan, tanah, dan masih banyak lagi.
Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan terkait manajemen sarana dan prasarana di bawah ini!
Agar lebih spesifik, sarana dan prasarana kantor dibagi ke dalam beberapa jenis, yaitu:
Peralatan kantor mencakup semua alat dan bahan yang digunakan untuk membantu pekerjaan para karyawan. Dengan harapan, hasil pekerjaan bisa selesai secara lebih cepat dan tepat. Perlengkapan kantor ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu;
Dilihat dari bentuknya, peralatan ini terdiri dari tiga jenis, yaitu; berbentuk lembaran, non-lembaran, dan buku. Peralatan yang berbentuk lembaran, misalnya berupa beragam jenis kertas, plastik transparan, map, dan amplop. Sedangkan peralatan yang berbentuk non-lembaran atau tak berlembar, seperti; pensil, pulpen, penggaris, dan beragam ATK lainnya. Selain itu, terdapat pula perlengkapan kantor berupa buku, katakanlah seperti; buku catatan (notebook), buku tamu, buku agenda, dan buku pedoman organisasi yang di dalamnya berisi sejarah, struktur, hingga prosedur kerja.
Berdasarkan cara penggunaan, peralatan kantor terbagi menjadi dua macam, yaitu; barang habis pakai dan tidak habis pakai. Barang habis pakai merujuk pada perlengkapan/peralatan yang hanya bisa digunakan sekali dan tidak dapat bertahan lama, seperti; beragam jenis kertas, tinta, pulpen, karbon, dan masih banyak lagi. Hal ini tentu berbeda dengan barang tidak habis pakai, yang notabenenya cenderung lebih tahan lama. Misalnya, gunting, stapler, cutter, dan jenis ATK lain yang bisa digunakan secara berulang.
Mesin kantor mencakup semua alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan, utamanya dalam kegiatan pengelolaan data. Mulai dari proses menghimpun, pencatatan, hingga pengolahan data/informasi. Tentunya, mesin kantor ini bekerja secara elektrik, mekanik, dan magnetik. Sebut saja seperti; komputer, laptop, LCD/Proyektor, mesin fotokopi, printer, dan mesin lainnya.
Selain mesin kantor yang telah disebutkan sebelumnya, sebuah perusahaan juga membutuhkan peralatan komunikasi. Dengan tujuan untuk memudahkan koordinasi, kerja sama, dan komunikasi di lingkungan internal perusahaan, maupun eksternal dengan pihak lain. Yang termasuk mesin komunikasi adalah telepon, faksimile, interkom, dan jaringan internet (WiFi).
Baca Juga: 4 Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi
Faktanya, dalam sebuah kantor juga harus ada beragam jenis perabotan yang kehadirannya dapat membantu proses pelaksanaan tugas atau kegiatan. Sebut saja seperti; meja, kursi, rak buku, lemari, papan tulis, dan sofa untuk para tamu.
Selain perabotan utama, juga dibutuhkan barang-barang yang dapat menambah kesan estetik, nyaman, menyenangkan, dan memberi semangat bagi para karyawan untuk bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Yang termasuk kategori ini, misalnya; lambang negara, gambar presiden dan wakil presiden, lukisan, bendera merah putih, patung, vas bunga, jam dinding, hingga tanaman hidup maupun hias.
Semua sarana dan prasarana tersebut harus ditata sedemikian rupa sesuai dengan luas lantai dan ruangan kantor. Penataan atau tata ruang yang baik, tentu akan memberikan kenyamanan dan kemudahan tersendiri bagi karyawan ataupun para tamu.
Dalam proses pengadaan sarana dan prasarana kantor, setidaknya ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar tidak terjadi penyesalan. Yang pertama, tim pengadaan harus mengumpulkan data terlebih dulu terkait sarana dan prasarana apa yang dibutuhkan, beserta jumlah dan kualitas mutu yang diharapkan. Dalam hal ini, penting pula untuk dilakukan analisis berbagai faktor, yang meliputi faktor ongkos, fungsional, prestise, dan standarisasi. Kedua, jangan pernah tergiur dengan harga murah, melainkan harus terlebih dulu dipastikan kualitas produk/barang tersebut.
Untuk itulah, dalam proses pengadaan sarana dan prasarana, kamu tidak boleh asal. Perlu dipahami bahwa tersedianya perlengkapan kantor yang baik dan berkualitas akan semakin menjamin kelancaran aktivitas kerja para karyawan. Nah, berikut karakteristik atau ciri sarana dan prasarana kantor yang baik.
Demi memenuhi kebutuhan akan sarana dan prasarana, perusahaan memang seharusnya melakukan pengelolaan (manajemen) yang efektif dan efisien. Mulai dari tahap perencanaan, pengadaan, pelaksanaan, hingga pengawasan.
Berikut beberapa rangkaian kegiatan dalam upaya pengelolaan atau manajemen sarana dan prasarana.
Sederhananya, pengadaan adalah kegiatan menyediakan sarana dan prasarana kantor guna menunjang aktivitas kerja. Pengadaan ini tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing divisi, dan karenanya harus dilakukan proses perencanaan terlebih dulu. Perencanaan ini penting guna mengetahui dan memastikan nilai guna (manfaat) dari perlengkapan tersebut, beserta berapa kisaran biaya yang harus dikeluarkan.
Jika perencanaan tersebut telah disetujui, barulah proses pengadaan barang akan dilakukan. Tentunya, proses ini harus sesuai dengan prosedur yang berlaku pada organisasi atau perusahaan tersebut.
Kegiatan selanjutnya adalah proses penyimpanan. Proses ini dapat dimaknai sebagai upaya menampung barang atau perlengkapan hasil pengadaan, baik itu yang berasal dari pembelian perusahaan ataupun bantuan dari pihak lain. Adapun tujuan dari penyimpanan adalah supaya;
Tak cukup sampai pada tahap penyimpanan, barang-barang tersebut juga harus dilakukan pemeliharaan atau perawatan agar tetap dalam kondisi baik dan siap digunakan. Dalam hal ini, pemeliharaan merupakan kegiatan yang sifatnya terus-menerus, dengan tujuan agar;
Inventarisasi dapat diartikan sebagai upaya pencatatan terkait data sarana dan prasarana yang dimiliki oleh perusahaan. Proses pendataan ini penting dengan tujuan agar;
Itulah sekilas informasi terkait manajemen sarana dan prasarana. Dalam praktiknya, pengelolaan ini tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab General Affairs (GA), melainkan juga membutuhkan peran aktif dari semua pihak. Tak lain, agar sarana dan prasarana bisa digunakan secara efektif, efisien, dan sesuai prosedur penggunaan.
Bagi kamu yang tertarik untuk belajar lebih dalam terkait manajemen perusahaan, bisa segera bergabung dengan GreatNusa; sebuah platform digital yang menyediakan beragam jenis kursus online. Di sini, kamu dapat menemukan berbagai jenis kursus, khususnya dalam kursus bidang bisnis dan manajemen, serta akan dibimbing oleh mentor-mentor yang ahli di bidangnya, sehingga dijamin mampu mengasah keterampilan, ilmu, dan pengetahuan.
By greatnusa • 26 Januari 2022
Ketahui cara agar produktif mulai dari mengerjakan tugas di pagi hari, membuat catatan, serta menghindari multitugas. Simak infonya di sini.
Setiap orang disibukkan dengan kegiatan yang berbeda, tetapi ada satu hal yang sama, yakni "waktu". Ada orang yang bisa membagi dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, ada pula yang sebaliknya. Agar dapat memanfaatkan waktu dengan baik, kamu harus tahu berbagai cara agar produktif yang dapat kamu terapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Pernahkah kamu baru berurusan dengan klien selama beberapa jam, lalu terjebak dalam "rabbit hole" internet? Pernahkah sedang meriset sesuatu, tetapi malah mengeklik media sosial yang akhirnya membuatmu lupa dengan tujuan awal? Itu artinya, kamu sedang tidak produktif.
Pastinya, kebiasaan seperti ini tidak boleh dibiarkan, kan? Kalau begitu, kamu harus memperbaikinya sekarang juga! Cari tahu cara agar produktif dengan menyimak pembahasan berikut!
Apa yang kamu lakukan di pagi hari? Apakah ketika terbangun, tanganmu langsung menggapai ponsel pintar dan mengakses media sosial? Ternyata, kebiasaan ini dapat "membunuh" produktivitas, bahkan kreativitas. Belum lagi, saat berhenti bermain gadget, tanpa disadari hari sudah siang, mata mulai mengantuk, dan rasa ingin tidur siang mengalahkan keinginan untuk menyelesaikan tugas.
Solusinya? Cobalah untuk membiasakan diri mengecek media sosial atau email setelah jam makan siang. Lalu, saat bangun tidur, mulailah kerjakan hal-hal yang seharusnya diprioritaskan. Cara ini mampu mendorongmu menyelesaikan lebih banyak tugas hingga menjelang siang secara efektif. Selain itu, saat istirahat, kamu boleh relaks sejenak sambil memeriksa email atau media sosial.
Cobalah matikan semua notifikasi media sosialmu. Kalau memang dibutuhkan—dan tidak berhubungan dengan tugas—sangat disarankan untuk menghapus aplikasi media sosial dalam gadget. Memang, ada berbagai info yang bisa didapatkan melalui platform tersebut. Namun, terlalu banyak mencerna informasi justru membuat otak terbebani, apalagi tidak banyak yang akan kamu ingat nantinya.
Nah, daripada langsung mengecek notifikasi media sosial di ponsel ketika baru berbunyi, bukalah platform sosial melalui peramban web. Langkah ini akan mengurangi waktu yang kamu habiskan untuk mengakses jejaring sosial.
Kenal dengan daftar tugas—daftar yang berisi banyak item tanpa tenggat ataupun tingkat kepentingan? Sebenarnya, catatan tersebut memang bagus untuk mendukung produktivitas. Namun, langkah ini kurang optimal, bahkan tidak bisa mendorongmu menyelesaikan banyak hal dalam sehari.
Sebaiknya, buatlah daftar prioritas. Gunakan aplikasi yang tersedia di gadget atau tulis daftar dalam notes secara manual. Masukkan semua item ke dalam daftar secara terpisah dan terorganisasi, lalu urutkan satu per satu berdasarkan urgensi dan tingkat kepentingan.
Sebagai contoh, tugas "mencuci baju" tidak diposisikan setinggi tugas "menginstal situs web klien". Apabila memakai aplikasi, atur pengingat dan selalu tulis tenggat di setiap item. Tips ini akan sangat membantumu!
Baca Juga: Pengertian Manajemen Waktu Cara Menerapkannya
Ruang kerja sangat memengaruhi produktivitas dan efisiensi seseorang. Oleh karena itu, jangan biarkan tempat ini menghambatkan segala kegiatanmu! Sebelum menciptakan ruang kerja yang nyaman, tentukan hal-hal yang kamu perlukan. Itu karena setiap orang pasti punya kebutuhan esensial yang berbeda untuk mendukung kinerja mereka.
Nah, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan dalam ruang kerja:
Tahukah kamu bahwa temperatur bisa memainkan trik pada produktivitas? Suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas dapat membebani performa seseorang. Pada sebuah survei CareerBuilder yang melibatkan 4.285 pekerja purnawaktu di Amerika Serikat, 22 persen setuju bahwa ruangan kerja yang terlalu panas membuat sulit untuk berkonsentrasi. Selain itu, 11 persen di antaranya mengaku bahwa tempat kerja yang dingin menurunkan atensi mereka.
Intinya sangat sederhana. Naikkan suhu ruangan ketika cuaca dingin. Sementara itu, pastikan kamu tidak kegerahan selama iklim panas. Ingat! Temperatur yang optimal untuk bekerja berkisar antara 20–25 derajat Celsius.
Pada 2012, dua peneliti, Daniel Swingley dan Gary Lupyan, mengadakan studi untuk mempelajari pengaruh berbicara dengan diri sendiri dalam meningkatkan fokus. Dua kelompok sukarelawan ikut serta untuk mencari sebuah gambar pisang di antara tumpukan gambar acak. Satu kelompok ditugaskan bertindak tanpa bersuara, sedangkan kelompok lainnya harus mencari sambil mengucapkan "pisang" dengan lantang.
Tebak kelompok mana yang menemukan gambar terlebih dahulu? Jawabannya adalah kelompok yang terus-menerus mengatakan "pisang". Alasannya? Berbicara lantang mampu meningkatkan fokus dan menghalangi gangguan di sekitar.
Kita tahu bahwa fokus dan tidak adanya gangguan berbanding lurus dengan produktivitas yang lebih baik. Bicara dengan diri sendiri pada dasarnya memberikan instruksi yang membuat otak dengan mudah mengikutinya.
Namun, ada dua aturan yang perlu diikuti. Pertama, ucapkan hal-hal positif agar tidak membuat dirimu stres. Kedua, bicaralah dengan kata ganti orang kedua untuk mengontrol emosi negatif. Bukan menggunakan "aku", melainkan "kamu".
Salah satu cara agar produktif adalah dengan tidak bersikap keras pada diri sendiri. Pernahkah kamu menghabiskan banyak waktu tanpa melakukan apa-apa ketika seharusnya bisa menyelesaikan banyak hal? Apakah ada perasaan marah dan kesal terhadap diri sendiri?
Marah terhadap diri sendiri ternyata malah membuat keinginan seseorang untuk mengerjakan lebih banyak kegiatan menurun. Jadi, ketika kamu sadar sedang bermalas-malasan terlalu lama, segera maafkan diri sendiri dan move on.
Multitugas kelihatannya memang keren. Sayangnya, otak kita tidak bisa sejalan dengan teknik tersebut. Kurang lebih, manusia hanya bisa mengerjakan satu kegiatan dengan baik dalam satu waktu. Ketika melakukan lebih dari satu pekerjaan, kamu justru akan memaksa otak untuk berpindah tugas. Pindah tugas berarti kehilangan fokus dan butuh waktu untuk kembali lagi dalam alur konsentrasi.
Sebagai contoh, saat kamu hendak pergi berbelanja atau berkutat dengan beberapa urusan. Rencanakan satu perjalanan yang membantu dalam menyelesaikan semuanya hanya dengan sekali jalan. Buat daftar tentang semua hal yang dibutuhkan supaya kamu tidak lupa dan harus bolak-balik ke tempat yang sama.
Jadi, mengelompokkan tugas membantu mempertahankan fokus, menjaga kondisi mental untuk satu jenis pekerjaan, dan mendorong produktivitas.
Baca Juga: Butuh Motivasi Dalam Bekerja? Ini 6 Jenis Motivasi yang Perlu Diketahui
Sudah paham bagaimana cara agar produktif? Sebenarnya, cara untuk menyelesaikan tugas dengan efektif tidaklah sulit. Cukup ikuti tips-tips sederhana di atas dan jangan berhenti untuk berusaha menjadikannya sebagai kebiasaan. Produktivitas yang bermutu akan membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih baik.
Apakah kamu ingin mencari tips lebih lanjut untuk meningkatkan produktivitas? Yuk, daftar ke GreatNusa dan ikuti ragam kursus pengembangan diri GRATIS yang bisa membantu tingkatin skillmu pastinya!
By greatnusa • 26 Januari 2022
Temukan kata kata motivasi kerja karyawan dari tokoh-tokoh ternama agar kamu bisa semangat kerja lagi. Simak informasinya di artikel ini.
Kita tahu bahwa pekerjaan terkadang rumit. Faktanya, setiap hari dalam seminggu menghadirkan tantangan berbeda untuk untuk mempertahankan fokus dan produktivitas. Untuk dapat melalui hari demi hari, kamu dapat mencari inspirasi dari kata kata motivasi kerja karyawan,
Senin, kamu mencari sedikit "hentakan" untuk memulai hari. Selasa, inspirasi tidak selalu datang begitu saja setiap dibutuhkan. Rabu, kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi rintangan. Kamis dan Jumat, tidak semua motivasi bisa membuat semangat bangkit. Lalu, di akhir pekan, kamu tidak langsung bersantai dan harus mempersiapkan diri untuk minggu selanjutnya.
Sangat padat, kan? Tak heran jika banyak orang yang merasa kurang bersemangat ketika menjalankan pekerjaannya. Namun, tak perlu khawatir! Kami menghadirkan kumpulan kata kata motivasi kerja karyawan yang akan menginspirasimu. Yuk, simak baik-baik!
Kapak itu bagaikan pengganda kekuatan. Seseorang bisa menjadi penebang pohon terkuat di dunia. Namun, dengan kapak tumpul, si penebang tidak akan bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.
Dalam pekerjaan, kapak bisa diartikan sebagai keahlian. Apakah "kapak" yang kamu miliki tumpul? Yuk, asah keahlian mulai sekarang, baik di dalam maupun di luar tempat kerja! Belajarlah memahami pokok permasalahan dan teori, serta memperbaiki kemampuan praktik. Kerja keras memang penting, tetapi keahlian yang terasah dengan baik akan memaksimalkan performa kerjamu!
Baca Juga: Macam Macam Soft Skill yang Dapat Dikuasai
Kutipan ini memang benar adanya. Apakah kamu banyak melakukan kesalahan di masa lampau saat bekerja? Itu hal yang lumrah. Hal yang tidak wajar adalah ketika seseorang tidak ingin berjuang menjadi lebih baik
Kenyataannya, perjuangan itu berbanding lurus dengan perubahan. Lingkungan kerja tidak akan berubah jika kamu tidak bertindak apa-apa dan terus terjebak dalam kesalahan yang sudah berlalu. Jadi, jangan minder, move on, dan terus lakukan perbuatan positif!
Siapa pun ingin bekerja sama dengan orang yang tepercaya. Mau sebaik apa pun kualitas pekerjaan seseorang, dia akan diragukan apabila memiliki perilaku yang tak bertanggung jawab. Jadi, selain bekerja keras dan cerdas, junjunglah tanggung jawab yang tinggi di setiap tindakanmu. Sikap ini tidak hanya bermanfaat meningkatkan kepercayaan diri maupun hubunganmu dengan rekan kerja, tetapi juga mampu membuka peluang—seperti kenaikan jabatan atau dipercaya menangani tugas-tugas besar.
Kalau kamu ingin berada di lingkungan kerja yang positif dan terbuka, tanamkanlah integritas yang tinggi dalam dirimu. Bagaimana caranya? Sebagai contoh, kamu harus bisa menghargai pendapat orang lain, menyelesaikan masalah secara jujur dan penuh respek, menjadi teladan yang baik, dan selalu mempersiapkan diri dengan matang sebelum bekerja.
Kata kata motivasi kerja karyawan selanjutnya datang dari Thomas Jefferson, presiden Amerika Serikat ketiga. Kutipan ini akan memberikan semangat untuk berkembang sekaligus menguatkan prinsipmu. Mengapa?
Bekerja tentunya tidak bisa stagnan. Seorang karyawan harus bisa berubah sekaligus mengikuti perkembangan yang ada di lingkungannya. Namun, jangan sampai perubahan memengaruhi prinsipmu. Kerjakan profesi dengan tetap memegang asas-asas positif yang berpengaruh bagi diri sendiri maupun orang lain.
Apa pun yang kita lakukan di kehidupan sehari-hari tidak akan terlepas dari kritik, tak terkecuali pekerjaan. Takut dengan kritik sama dengan takut untuk melangkah maju. Memang, kritik yang tidak berbobot dan mengandung hinaan perlu diabaikan. Namun, kamu harus mendengarkan kritik membangun—yang akan membantu perkembangan diri menjadi lebih baik.
Siapa pun pernah melakukan kesalahan dalam pekerjaannya, bahkan seorang pemimpin sekalipun. Terkadang, hal ini bisa membuat seseorang tidak bersemangat menjalankan pekerjaannya. Namun, kamu tidak perlu khawatir hingga menjadikannya sebagai beban pikiran.
Selagi berniat baik, anggaplah kesalahan sebagai suatu pelajaran berharga. Dengan memahami kekeliruan yang pernah dilakukan, kamu bisa mengoreksi diri dan berusaha mencegah kesalahan yang sama terulang kembali.
Tidak ada pekerjaan yang selalu berjalan mulus. Tak jarang, seorang karyawan harus berhadapan dengan rintangan yang rumit di tengah-tengah proses penyelesaian tugas. Namun, jangan sampai kamu mengeluh, ya!
Keluhan tidak akan memberi manfaat apa pun dan malah merugikanmu. Ketika rekan-rekan melihatmu mengeluh, akan terbangun kesan tentangmu di benak mereka secara otomatis. Pastinya, sering mengeluh akan menciptakan kesan negatif.
Selain itu, memprotes banyak hal, sekalipun hanya sepele, akan membahayakan pola pikir seseorang. Semakin sering dibahas, semakin kamu tenggelam dan terbebani oleh pemikiran tersebut. Inilah yang akan menghambat perkembanganmu di tempat kerja.
Seperti apa pun proses yang sedang kamu jalani, ingatlah bahwa semuanya adalah bagian dari kesuksesanmu. Sebaliknya, mengeluh bukanlah sifat dari orang sukses!
Pernah mengalami masa-masa sulit dalam pekerjaan? Misalnya, diturunkan jabatan, dipotong gaji, atau ditugaskan untuk pekerjaan yang sangat menguras waktu, tenaga, dan pikiran? Ketika hal-hal tersebut terjadi, tak mengherankan jika rasa ingin menyerah mulai mengintai.
Namun, ingatlah. Orang yang menyerah terlebih dahulu tidak akan tahu bahwa masa sulit tak akan berlangsung selamanya. Kamu yang tangguh dan berhasil melaluinya justru yang bakal menjadi pemenang! Setelah semuanya selesai, barulah tersadar kalau semua yang sudah dijalani tidak seburuk seperti yang ada dalam benakmu selama ini.
Sebagai seorang karyawan, kamu harus menanamkan tiga prinsip: bekerja keras, cerdas, dan ikhlas. Alasannya? Masing-masing dari poin tersebut saling berhubungan. Tidak melakukan salah satunya saja bisa mengganggu pekerjaanmu sehari-hari.
Misalnya, kamu sudah bekerja dengan keras dan cerdas, tetapi tidak ikhlas. Hatimu tidak tenang dan pikiranmu dipenuhi hal-hal negatif. Alhasil, kesehatan mental akan terpengaruh dan memperburuk keadaan—tidak hanya di tempat kerja, bahkan di lingkungan personalmu.
Jadi, jangan lupa untuk memegang teguh tiga prinsip di atas, ya!
Beban pekerjaan membuatmu ingin menyerah? Cobalah tenangkan diri sejenak dan merenung. Apa yang membuatmu bertahan selama ini? Apakah tujuanmu di masa depan? Apakah "putus asa" adalah jawaban yang tepat dari masalahmu?
Pikirkanlah alasan-alasan yang logis dan positif sehingga bisa menyemangatimu selama bekerja. Selain itu, berhenti mengasihani diri sendiri! Kamu boleh bersedih, tetapi jangan berlarut-larut sampai membuatmu terlalu fokus dengan diri sendiri dan melupakan hal-hal yang ada di sekitarmu.
Sekian kumpulan kata kata motivasi kerja karyawan yang inspiratif. Semoga bisa membangkitkan semangatmu dalam melewati kesibukan harian, ya! Nah, berdasarkan daftar di atas, manakah kutipan yang paling kamu sukai? Tulis jawabannya di kolom komentar, yuk!
Ingin lebih termotivasi? Kamu bisa mengambil kursus pengembangan diri yang disediakan oleh GreatNusa. Di GreatNusa, kamu akan bertemu dengan banyak mentor yang tidak hanya akan membagikan ilmu tetapi juga pengalaman mereka
By greatnusa • 27 Januari 2022
Kenali beberapa alasan gak betah di tempat kerja mulai dari minim apresiasi hingga konflik panjang serta cara mengatasinya di artikel ini.
Sebagai seorang karyawan, sudah sewajarnya kamu mendapatkan hak di tempat kerja. Namun, tidak semua perusahaan memperhatikan hal ini. Alhasil, timbul rasa tidak nyaman dan gak betah di tempat kerja. Ketika kamu berada di posisi ini, hanya ada dua opsi yang tersedia, yakni tetap bertahan atau resign.
Kamu bisa memilih bertahan apabila masih sanggup untuk memperbaiki keadaan. Namun, apabila rasa tidak nyaman tersebut justru menurunkan kinerja dan semangat, akan lebih baik kamu mengundurkan diri. Tentunya, keputusan ini diambil dengan berbagai pertimbangan matang.
Pada dasarnya, ketidaknyamanan di tempat kerja dapat terjadi karena sejumlah faktor. Mulai dari faktor lingkungan kerja hingga urusan pribadi. Supaya lebih mudah memahaminya, simak sederet alasan mengapa karyawan merasa tidak betah di tempat kerja berikut ini.
Merasa jenuh akibat pekerjaan yang sama sering dirasakan oleh karyawan. Terlebih, bagi kamu yang sudah menekuni pekerjaan tersebut selama bertahun-tahun. Keterbatasan ruang kreasi juga bisa menyebabkan munculnya rasa jenuh. Pasalnya, kamu tak bisa mengemukakan pendapat secara bebas atau mengasah kemampuan lain yang menunjang pekerjaan. Alhasil, kamu merasa tidak berkembang selama bekerja dan makin jauh dari tujuan awal berkarier.
Menjalani pekerjaan yang monoton, statis, dan peluang yang begitu kecil untuk berkembang tentu tidak mudah yang kemudian membuat kamu tidak memiliki motivasi bekerja. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan pilihan. Jika kamu telah mencoba berbagai cara untuk berkembang dan menghilangkan kejenuhan tersebut lalu berakhir gagal, maka mungkin sudah saatnya mencari pekerjaan baru.
Sebagian orang mungkin beruntung mendapatkan lingkungan kerja positif dan mengutamakan budaya kolaboratif. Sementara sisanya harus merasakan lingkungan kerja yang tidak nyaman. Sekalipun kamu mendapatkan pekerjaan impian atau jabatan penting, ketidaknyamanan dapat membuat semangat menurun. Bahkan, pekerjaan yang tadinya menyenangkan berubah menjadi menyebalkan.
Baca Juga: 8 Indikator Lingkungan Kerja Toxic yang Harus Kamu Ketahui
Ketika kamu mengalami hal ini, cobalah untuk berdamai dengan keadaan. Namun, apabila tak kunjung membaik dan kamu kehilangan minat untuk bekerja serta mengasah kemampuan, solusi terbaik adalah mencari pekerjaan baru. Disarankan untuk mencari perusahaan dengan budaya kerja yang sehat dan kolaboratif. Selain mendorong kinerja kerja, lingkungan positif akan membuat kamu nyaman dan tentunya baik untuk kesehatan mental.
Adanya konflik dengan rekan atau atasan menjadi salah satu alasan karyawan merasa gak betah di tempat kerja. Umumnya, konflik di lingkungan kerja dipicu oleh tingginya persaingan, beban kerja, perbedaan karakter, dan masalah pribadi. Meskipun hal ini tampak wajar, konflik dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang memengaruhi kinerja kerja seseorang.
Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Konflik dalam Organisasi
Kamu memang bisa menyikapi hal tersebut dengan fokus untuk mengembangkan potensi diri dan mengurangi interaksi untuk meminimalisasi gesekan. Namun, tak semua orang mau menerima perbedaan. Kurangnya toleransi dan rasa saling menghargai sering kali menyulitkan. Alhasil, konflik pun tak kunjung usai dan berakhir dengan surat pengunduran diri.
Tak dapat dimungkiri bahwa kurangnya apresiasi terhadap kinerja karyawan kerap menimbulkan masalah serius di kemudian hari. Sebenarnya, apresiasi atas prestasi atau pencapaian orang lain tidak harus dilakukan secara berlebihan. Cukup dengan memberi ucapan selamat secara tulus atau kalimat penyemangat untuk terus bekerja keras. Mirisnya, tidak semua orang memahami hal tersebut. Siapa pun akan merasa kecewa ketika tidak mendapat apresiasi setelah memberikan yang terbaik untuk kemajuan perusahaan.
Tak jarang hal tersebut diperparah dengan sikap rekan kerja yang kurang bersahabat. Alhasil, kamu akan merasa kurang dihargai. Rasa kecewa inilah yang kerap menimbulkan perasaan gelisah sehingga membuat kinerja dan semangat bekerja menurun. Lingkungan kerja yang tidak mendukung dan kurangnya penghargaan menjadi salah satu penyebab utama karyawan mengundurkan diri.
Dalam hidup terkadang seseorang membutuhkan tantangan untuk memotivasi diri. Meskipun tantangan tak selalu berakhir dengan hasil baik, setidaknya kamu sudah berusaha. Tantangan bukan hanya membuat kamu merasa lebih hidup, melainkan juga efektif membunuh rasa bosan dan jenuh akibat menjalani pekerjaan yang sama terus-menerus. Secara tidak langsung, tantangan akan mendorong kamu untuk mengusahakan hasil terbaik.
Ketika kamu berada di titik jenuh dan merasa pekerjaan saat ini tak lagi menantang, cobalah untuk mengambil waktu sejenak untuk menemukan kembali tujuan atau mencari motivasi. Pikirkan apa yang selama ini membuatmu bertahan. Namun, jika hal tersebut tidak bisa membangkitkan semangatmu, maka cara terbaik adalah mencari pekerjaan lain yang lebih menantang. Makin menantang suatu pekerjaan, makin besar semangatmu untuk menaklukkan tantangan tersebut.
Ada banyak hal yang membuat orang merasa kurang nyaman di tempat kerja. Salah satunya adalah jenjang karier yang tidak jelas. Pada praktiknya, jenjang karier disusun oleh perusahaan berdasarkan kriteria tertentu beserta konsekuensinya. Makin tinggi jabatan, makin tinggi pula kewajiban yang harus dilaksanakan.
Umumnya, jenjang karier di perusahaan besar relatif lebih rapi dengan sistem yang beragam. Semua karyawan memiliki peluang yang sama untuk meningkatkan karier. Kamu hanya perlu kerja keras untuk mencapainya. Kamu bisa memperluas jaringan, menambah wawasan dengan membaca banyak buku, atau bertanya langsung pada senior. Namun, apabila kerja keras tak kunjung membuahkan hasil hingga batas waktu yang telah kamu tetapkan, mungkin inilah waktunya untuk mencari pekerjaan lain yang lebih menjanjikan.
Setiap karyawan akan digaji berdasarkan jabatannya. Namun, tak semua perusahaan memberikan kompensasi yang layak. Hal inilah yang memicu kekecewaan karyawan. Terlebih, apabila karyawan juga melakukan pekerjaan di luar jam kerja. Mungkin wajar apabila hanya terjadi satu kali. Namun, apabila berkali-kali tentu membuat kamu merasa tidak dihargai, padahal kamu telah mengerahkan waktu dan tenaga untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Merasa kecewa lantaran gaji tidak sesuai dengan beban kerja dapat menyebabkan semangat kerja turun. Bahkan, tak sedikit orang yang akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri. Jika merasa dirugikan, maka kamu bisa meminta kenaikan gaji kepada perusahaan. Namun, apabila permintaan kamu ditolak dengan alasan yang tak masuk akal, carilah tempat kerja baru yang lebih menghargai dan mau menunaikan hak karyawannya.
Demikianlah informasi mengenai sejumlah alasan yang menyebabkan seseorang berhenti bekerja. Apabila kamu tengah merasakan salah satu hal tersebut, cobalah untuk mencari jalan keluar terbaik. Sekalipun kamu harus mengundurkan diri, pastikan bahwa kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Untuk meningkatkan nilai jual, kamu bisa mengikuti pelatihan yang ditawarkan GreatNusa.
GreatNusa merupakan portal pembelajaran daring yang memberikan kamu kesempatan untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan softskill dengan mengikuti berbagai kursus pengembangan diri. GreatNusa memungkinkan kamu belajar di mana saja dengan mengakses file tanpa batasan waktu. Berbekal materi pembelajaran yang dikemas praktis dan didukung tim pengajar, kamu bisa mengoptimalkan potensi diri. Cara ini ampuh menurunkan risiko gak betah di tempat kerja. Yuk, segera gabung GreatNusa dan raih karier yang menjanjikan di masa depan!
By greatnusa • 27 Januari 2022
Simak tips bekerja dari rumah seperti membuat agenda dan membuat prioritas yang dapat membuat pengalaman WFH kamu lebih baik di artikel ini.
Setelah hampir dua tahun bekerja dari rumah (WFH) karena pandemi, ternyata masih saja ada hal yang membuat kita menjadi tidak produktif. Bagaimana tidak, di rumah ada banyak sekali faktor “pengganggu” seperti tangisan anak, aktivitas anggota keluarga lain, hingga godaan untuk terus bermalas-malasan. Sebagai solusinya, Anda bisa mencari dan menerapkan beberapa tips bekerja dari rumah.
Inilah mengapa ada orang yang lebih senang bekerja di kantor dibanding di rumah. Padahal, WFH tidak selamanya negatif. Apalagi jika kita tahu trik dan tips bekerja dari rumah. Selain itu bekerja dari rumah memiliki beberapa kelebihan dibandingkan bekerja di kantor.
Ada beberapa manfaat WFH yang mungkin tidak banyak diketahui orang. Manfaat ini tidak hanya menguntungkan kita, tetapi juga keluarga terutama di masa pandemi ini. Tanpa keluar rumah, kemungkinan untuk terserang virus dari orang-orang di luar pun semakin kecil.
Baca Juga: Apa Itu Kerja Remote Selama WFH?
Lalu, apa saja manfaat bekerja dari rumah?
Semua manfaat di atas akan bertambah apabila kita bisa tetap produktif walaupun hanya bekerja dari rumah. Lalu, bagaimana caranya agar bisa tetap produktif saat WFH?
Meskipun bekerja di rumah, gunakan pakaian rapi dan nyaman sebagaimana biasanya kamu berpakaian ke kantor. Selain nyaman, pakaian tersebut akan membuat kita merasa sedang berada di tempat kerja. Hindari pakaian khas rumahan seperti daster, kaus, atau piyama.
Meskipun nyaman, pakaian tersebut akan membuat kita terlalu santai dan tidak produktif. Karena di rumah saja, kamu tidak perlu menggunakan sepatu dan kaus kaki. Pakai sandal rumahan yang biasa digunakan atau tidak memakai apapun jika ruang kerja dilengkapi dengan karpet.
Meskipun bekerja dari rumah, kamu masih membutuhkan rutinitas. Hal ini dilakukan agar setiap pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai target. Inilah mengapa kita perlu membuat agenda rutin yang memuat jadwal harian dan apa saja job yang akan diselesaikan hari itu. Membuat agenda rutin ini juga bisa kamu jadikan latihan bagi kamu untuk dapat mengelola waktu dengan lebih baik.
Sesuaikan agenda rutin dengan kebiasaanmu di rumah agar waktu bekerja dan beristirahat tetap seimbang. Bagaimanapun, kamu harus menjaga kesehatan agar bisa produktif meskipun bekerja dari rumah.
Saat menyusun agenda harian, kamu perlu menentukan prioritas. Hal ini dilakukan agar kita bisa memperkirakan mana job yang perlu diselesaikan dahulu dan mana yang bisa dikerjakan nanti. Tanpa prioritas, ada kemungkinan pekerjaan penting justru terbengkalai.
Selain itu saat bekerja di rumah, pastikan untuk fokus pada pekerjaan tersebut selama beberapa saat. Jika memungkinkan, abaikan dulu masalah yang ada di rumah. Bagaimanapun prioritas kamu adalah menyelesaikan pekerjaan.
Tips bekerja dari rumah berikutnya adalah menjaga tempat kerja tetap bersih dan nyaman. Jadi sebelum memulai pekerjaan, pastikan ruangan dan meja untuk bekerja di rumah dalam kondisi rapi. Berdasarkan sebuah penelitian, kebersihan termasuk salah satu faktor yang dapat membuat orang bersemangat saat bekerja. Inilah mengapa tempat kerja bersih dan nyaman sangat diperlukan apabila kamu ingin selalu produktif saat bekerja di rumah.
Suasana ramai di rumah seringkali membuat kita terdistraksi. Sebaliknya, jika tinggal sendiri, suasana sunyi akan membuat kamu mudah mengantuk. Inilah mengapa beberapa orang lebih nyaman ketika bekerja dengan iringan musik. Jika kamu termasuk orang-orang tersebut, jangan ragu untuk menyalakan musik dan pasang lagu favoritmu agar bisa menyelesaikan semua pekerjaan tepat waktu.
Ketika bekerja, kamu mungkin akan mudah merasa haus dan lapar. Daripada bolak-balik ke dapur, siapkan camilan dan minuman di ruang kerja secukupnya. Waktu untuk bolak-balik dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga pekerjaanmu bisa selesai tepat waktu dan tetap produktif.
Aktivitas orang rumah kerap jadi alasan kita untuk tidak bisa produktif san menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Hal ini bisa dihindari dengan membuat batasan tertentu terhadap orang-orang di rumah. Seperti menentukan kapan mereka bisa masuk kamar atau ruang kerja, hingga dari jam berapa sampai berapa kamu tidak ingin diganggu.
Bekerja di rumah membuat interaksi dengan rekan kerja semakin terbatas. Demi menghindari kesalahpahaman atau miskomunikasi, jangan pernah ragu untuk selalu menghubungi teman sejawat apabila ada pekerjaan yang sulit dipahami. Kamu juga bisa membuka room untuk meeting dadakan atau sekadar menyapa teman-teman. Interaksi semacam ini tidak hanya membantu kita dalam menyelesaikan pekerjaan tetapi juga memicu untuk selalu produktif.
Banyak orang yang menganggap waktu untuk bekerja dari rumah harus dimaksimalkan agar setiap proyek bisa diselesaikan dengan baik. Hal ini kerap kali membuat mereka begadang dan tidak mempedulikan kondisi tubuh. Padahal justru saat bekerja di rumah, manfaatkan sedikit waktu untuk beristirahat sebaik mungkin.
Baca Juga: 8 Cara Hilangkan Migraine Akibat Stres yang Efektif
Istirahat tidak hanya akan membuat tubuh relaks tetapi juga membuat kamu bisa selalu produktif. Jadi daripada memburu target yang ujung-ujungnya membuat jatuh sakit, ambil sedikit waktu WFH untuk beristirahat dan memberi kesempatan tubuh mengembalikan energi.
Hal negatif lain yang kerap dilakukan karyawan saat WFH adalah, tidak mampu membedakan urusan pribadi dengan pekerjaan. Diakui atau tidak, WFH berarti kita bekerja dari rumah bukan sedang berlibur atau cuti. Jadi sudah seharusnya pekerjaan bisa menjadi prioritas paling tidak selama beberapa jam.
Jangan mentang-mentang sedang WFH kita justru sibuk dengan aktivitas pribadi dan mengabaikan kewajiban pada perusahaan. Perilaku semacam ini bukan hanya tidak produktif tetapi juga tidak bertanggung jawab. Jadi saat WFH, pastikan kamu tahu mana saatnya melakukan kegiatan pribadi mana saatnya bekerja.
Seperti halnya ketika bekerja di kantor, kita juga akan memiliki waktu luang yang bisa dimanfaatkan saat sedang bekerja dari rumah. Daripada berjalan-jalan di tengah pandemi, waktu luang ini dapat dimanfaatkan untuk mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri agar kamu selalu produktif.
Kamu bisa mengikuti webinar, kelas, atau bahkan kursus online yang bisa dilakukan di rumah. Tidak hanya mengembangkan skill, kegiatan semacam ini tentu mampu melatih mental pekerja keras sehingga kita terhindar dari sifat bermalas-malasan. Sebagai referensi kamu bisa mengikuti kursus online di GreatNusa.
Sebagai salah satu portal kursus daring recommended, GreatNusa menawarkan berbagai kelas yang bisa diikuti dan disesuaikan dengan kebutuhan. GreatNusa menawarkan ilmu praktis dan teori-teori aplikatif, seperti kursus pengembangan diri, sehingga pastinya tidak berbeda jauh dengan kasus nyata yang dihadapi di dunia kerja.
Jadi, sudah siap untuk tetap produktif saat WFH? Semoga tips bekerja dari rumah di atas bermanfaat, selamat mencoba!
By greatnusa • 29 Maret 2023
Pahami etika mengirim email lamaran kerja seperti menggunakan alamat yang profesional dan subjek yang tepat. Temukan infonya di artikel ini.
Tahukah kamu bahwa kemajuan teknologi membawa kemudahan untuk melamar pekerjaan? Jika dulu kamu harus mendatangi perusahaan untuk mencari informasi lowongan kerja, maka kini kamu bisa mendapatkannya melalui bantuan internet. Bahkan, berbekal aplikasi pencari kerja, kamu bisa mendapatkan informasi sekaligus melamar posisi yang tersedia. Meskipun demikian, ada baiknya mempelajari etika mengirim email lamaran kerja lebih dulu untuk memperbesar peluang mendapat panggilan interview.
Bagi kamu yang hendak mengirim lamaran, pastikan untuk memperhatikan sejumlah hal penting berikut ini.
Sebelum mengirim lamaran kerja, periksa alamat email yang akan kamu gunakan. Hindari menggunakan alamat email yang mengandung kata kurang pantas, seperti ak03hn4dya@gmail.com. Selain terkesan kurang profesional, mengirim lamaran menggunakan alamat email tersebut hanya akan membuat HRD menganggap kamu tidak serius. Untuk menghindari hal tersebut, buatlah akun email baru yang lebih profesional menggunakan nama kamu, seperti nadyaputriharuna@gmail.com.
Umumnya, sebagian besar perusahaan sudah menyertakan informasi mengenai penulisan subjek email pada lowongan pekerjaan. Namun, masih banyak pelamar yang kurang teliti sehingga melewatkan hal tersebut. Alhasil, subjek email hanya diisi seadanya. Sekalipun perusahaan tidak menentukan penulisan subjek email, bukan berarti kamu menyepelekan hal ini. Pasalnya, subjek email adalah bagian yang pertama kali dicek oleh HRD. Tanpa subjek jelas, email kamu akan dianggap tak memenuhi syarat.
Untuk memperbesar peluang lolos seleksi, tulis subjek email sesuai ketentuan perusahaan. Jika tidak ada ketentuan, maka kamu bisa menuliskan nama lengkap dan posisi yang hendak kamu lamar sebagai subjek email. Cara ini akan memudahkan HRD menyortir email yang memenuhi persyaratan awal atau tidak.
Mengosongkan badan email merupakan salah satu kesalahan yang kerap dilakukan pelamar kerja. Selain dianggap kurang sopan, mengirimkan file attachment tanpa badan email akan membuat HRD menilai kamu tidak profesional. Untuk menghindari hal ini, cantumkan cover letter di badan email.
Cover letter dapat berupa perkenalan singkat mengenai siapa kamu kepada pihak HRD. Usahakan cover letter ditulis semenarik mungkin untuk memperbesar peluang lolos interview. Agar lebih jelas, simak format penulisan cover letter yang disukai oleh HRD berikut ini.
Menggunakan bahasa formal merupakan salah satu etika dalam mengirim email lamaran kerja. Pasalnya, surat lamaran kerja termasuk surat pribadi yang ditujukan ke lembaga resmi. Baik perusahaan, instansi, atau organisasi. Penggunaan bahasa santai akan dianggap sebagai perilaku yang kurang sopan dan tidak profesional.
Signature email mungkin terdengar asing sehingga jarang digunakan oleh pelamar kerja. Signature email umumnya berisi informasi kontak pengirim secara singkat, seperti nama, nomor telepon, alamat email, dan link profil LinkedIn. Kamu juga bisa menambahkan tanda tangan digital di akhir email sebagai footer. Meskipun tampak sepele, penggunaan signature email memberikan kesan positif dan profesional di mata HRD.
Dokumen pendukung merupakan bagian penting yang harus kamu persiapkan. Kelengkapan berkas lamaran akan memudahkan HRD melakukan seleksi calon karyawan baru. Jika kriteria sesuai, maka kamu akan dipanggil untuk melanjutkan tahap selanjutnya, yakni wawancara.
Umumnya, perusahaan memberi syarat pada calon karyawan untuk melampirkan Curriculum Vitae (CV) dan scan ijazah terakhir. CV berisi informasi mendasar mengenai diri kamu. Mulai dari tanggal lahir, riwayat pendidikan, pengalaman organisasi, kemampuan yang dimiliki, hingga prestasi. CV ditulis formal layaknya surat lamaran yang harus ditulis sesuai kaidah tata bahasa. Tulislah CV secara sistematis dan efektif. Gunakan huruf standar, yakni Times New Roman atau Arial ukuran 12. Kamu bisa membuat CV dalam format dokumen atau PDF.
Apabila kamu melamar posisi yang berhubungan dengan hal kreatif, seperti desain grafis, content writer, videografer, atau fotografer, lampiran portofolio biasanya dibutuhkan untuk memudahkan HRD melakukan penilaian minat, bakat, dan kemampuan penunjang pekerjaan. Berbeda dengan CV, portofolio lebih menunjukkan potensi yang kamu miliki melalui hasil karya berupa tulisan, gambar, atau video.
Dokumen pendukung lain yang biasanya diminta perusahaan adalah foto terbaru. Perhatikan syarat foto, apakah diharuskan menggunakan warna latar belakang tertentu, ukuran tertentu, atau justru dibebaskan asalkan sopan dan rapi. Umumnya, warna latar belakang foto lamaran kerja menyesuaikan KTP atau netral. Ukuran yang digunakan biasanya 3x4 atau 4x6. Meskipun foto lamaran kerja lebih sering diletakkan pada CV, sejumlah perusahaan mensyaratkan foto dikirim sebagai lampiran.
Agar kamu tampak lebih profesional, beri nama dokumen dengan format nama dan jenis dokumen. Contohnya, Nadya-CV.doc atau Nadya-Portofolio.pdf. Hindari melampirkan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), KK (Kartu Keluarga), dan KTP (Kartu Tanda Penduduk) apabila tidak diminta oleh perusahaan.
Saat kamu mengirim lamaran kerja melalui email, pastikan bahwa ukuran CV dan lampiran tidak terlalu besar. Meskipun tidak ada batasan pasti, ukuran idealnya tidak melebihi 1MB. Hindari mengirim CV dan lampiran dalam format RAR atau ZIP. Lampiran RAR atau ZIP dinilai tidak efisien dan menambah pekerjaan HRD untuk mengekstrak file lebih dulu.
Tak dapat dimungkiri bahwa waktu pengiriman email lamaran kerja juga memengaruhi besar kecilnya peluang kamu diterima atau tidak. Disarankan untuk mengirim lamaran di jam kerja, sekitar pukul 09.00 sampai 16.00 WIB. Meskipun demikian, waktu pengiriman terbaik adalah pukul 06.00 sampai 10.00 WIB.
Di waktu tersebut, HRD memiliki tingkat semangat tinggi untuk mengecek lamaran yang masuk. Lain halnya dengan lamaran yang dikirim setelah pukul 16.00. HRD biasanya sudah lelah dengan pekerjaan sehingga akan dibaca di hari berikutnya. Bahkan, tak menutup kemungkinan email yang kamu kirim terselip di antaranya banyaknya email kandidat lain.
Demikianlah informasi mengenai etika mengirim email lamaran kerja yang perlu kamu pahami untuk memperbesar peluang lolos seleksi. Bagi kamu yang ingin mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi, tingkatkan kemampuanmu melalui portal pembelajaran daring GreatNusa. Kamu akan dibantu oleh tenaga pengajar berkualitas. Berbekal teknologi online yang dapat diakses kapan saja, kamu bisa mempelajari berbagai materi, seperti materi tentang pengembangan diri yang akan membuatmu siap secara karakter di dunia kerja, di mana saja. Nah, apa lagi yang kamu tunggu? Yuk, daftar kursus GreatNusa untuk masa depan gemilang!