GreatNusa
GreatSayaGreatBisnisGreatEdu
Design & CreativeBusiness & ManagementData & TechnologyDigital MarketingFinance & AccountingLeadershipLanguageSales & MarketingProject ManagementSoft SkillLihat Semua Kategori
Masuk / Daftar
  1. Beranda
  2. Artikel

Artikel

GreatNusa

PT. Gagas Edukasi Anantara
Jl. Jalur Sutera Barat Panunggangan Timur
Kota Tangerang 15143
Indonesia

Hubungi Kami

kontak@greatnusa.com

Kategori Populer

  • Design & Creative

  • Business & Management

  • Data & Technology

  • Digital Marketing

  • Finance & Accounting

  • Leadership

Lainnya

  • Produk

  • Artikel

  • Kategori Produk

  • Kategori Artikel

  • Kebijakan Privasi

  • Syarat dan Ketentuan

  • Tanya Jawab

Event

  • Microsoft Elevate 2026 bersama GreatNusa

© 2026 GreatNusa. Seluruh hak cipta dilindungi.
Made with ❤️ for Indonesia

    Menampilkan 85 - 90 dari 441 Artikel

    5 Cara Bekerja Sama Dalam Keberagaman Yang Efektif

    ARTICLE

    WORK CULTURE

    By greatnusa • 27 Januari 2022

    5 Cara Bekerja Sama Dalam Keberagaman Yang Efektif

    Temukan bagaimana cara kita supaya bisa bekerja sama dalam keberagaman mulai menghormati orang lain hingga menjaga komunikasi di artikel ini.

    Mencari pekerjaan setelah lulus kuliah adalah hal lumrah. Membayangkan terjun langsung ke masyarakat dan mengaplikasikan ilmu yang dimiliki terasa menyenangkan. Namun, tak jarang orang merasa cemas ketika memikirkan tantangan yang akan dihadapi di dunia kerja. Salah satunya mengenai bagaimana cara kita supaya bisa bekerja sama dalam keberagaman. 

    Sebenarnya, tantangan apa pun dapat dilewati dengan baik asalkan kamu mampu beradaptasi dan memahami keberagaman di lingkungan kerja. Keberagaman di lingkungan kerja termasuk poin penting untuk membangun perusahaan yang inklusif. Mempekerjakan beragam orang dengan kepribadian dan kreativitas berbeda akan membantu perusahaan mendapatkan lebih banyak perspektif dan ide baru. Latar belakang yang beragam juga mendorong terciptanya lingkungan kerja kondusif dan nyaman. 

    Bagaimana Cara Kita Supaya Bisa Bekerja Sama Dalam Keberagaman? 

    Keberagaman di lingkungan kerja mencakup perbedaan jenis kelamin, agama, ras, etika, nilai-nilai, latar belakang budaya, kemampuan, dan pendidikan. Termasuk bagaimana seseorang mengidentifikasi diri sendiri, cara pandang orang lain terhadap rekannya, dan cara pandang perusahaan terhadap para karyawan. Keberagaman akan memberikan pandangan baru mengenai peluang potensial dan tantangan dalam memajukan perusahaan. 

    Keberagaman akan mendorong karyawan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja yang cepat berubah. Karyawan juga tidak akan kesulitan menjalin komunikasi dengan rekan kerja, atasan, maupun kolega. Mengingat pentingnya keberagaman, kamu harus bisa menyesuaikan diri dan berbaur dengan karyawan lainnya. Adapun cara agar kamu bisa bekerja sama dalam keberagaman, antara lain sebagai berikut.

    1. Menghargai Perbedaan 

    Di dunia kerja, kamu akan bertemu dengan banyak orang dari berbagai daerah dan latar belakang. Bukan hal mudah untuk menghargai perbedaan. Bahkan, perbedaan dapat menjadi salah satu alasan terbesar terjadinya konflik di tempat kerja. Namun, hal ini harus dilakukan agar kamu bisa berinteraksi dan menjalin hubungan baik dengan orang lain.

    Sikap saling menghargai di lingkungan kerja akan menghindarkan kamu dari konflik ketika memiliki perbedaan pendapat dengan rekan lain. Tak hanya itu saja, menghargai perbedaan juga membantu kamu melancarkan komunikasi untuk mengoptimalkan kinerja tim. 

    Baca Juga: Pengertian Manajemen Konflik dan Fungsinya dalam Bisnis

    Berbekal rasa saling menghargai, kamu bisa merasakan suasana yang aman dan nyaman di lingkungan kerja. Meskipun tampak sepele, hal ini efektif menurunkan tingkat stres. Selain itu, kamu juga tidak akan takut menyampaikan ide kepada orang lain. Lancarnya penyampaian ide secara tidak langsung turut mendorong peningkatan kinerja dan produktivitas.  

    2. Menghormati Orang Lain 

    Menghormati orang lain sama dengan menghormati diri sendiri. Kamu bisa menunjukkan rasa hormat dengan menjaga sikap dan bertutur kata sopan. Ketika rekan kerja mengalami kesulitan, jangan ragu untuk memberikan dukungan dan bantuan sesuai kemampuan. Hal kecil ini akan membuat orang lain menilai kamu sebagai sosok yang menyenangkan. 

    Berikan pujian tulus apabila rekan kerja mendapatkan apresiasi dari atasan berkat kinerja yang bagus. Pujian ini tidak hanya sebagai simbol pengakuan atas keberhasilan orang lain, melainkan juga memotivasi kamu untuk terus berusaha dan bekerja lebih baik lagi. Menanamkan rasa hormat kepada orang lain di lingkungan kerja akan menumbuhkan profesionalitas. Kamu juga akan dikenal sebagai pribadi yang baik, beretika, dan bersimpati terhadap orang lain.

    Baca Juga: Butuh Motivasi Dalam Bekerja? Ini 6 Jenis Motivasi yang Perlu Diketahui

    3. Menumbuhkan Toleransi 

    Menumbuhkan toleransi adalah bagaimana cara kita supaya bisa bekerja sama dalam keberagaman. Tak jarang, perbedaan jabatan, sikap, cara pandang, dan pola pikir kerap memicu pertengkaran kecil. Meskipun tampak sepele, hal ini menyebabkan ketidaknyamanan yang berdampak buruk pada produktivitas. Namun, hal ini dapat dihindari apabila kamu memiliki rasa toleransi. Toleransi yang tinggi dapat menurunkan risiko terjadinya permusuhan sesama rekan kerja.

    Pada dasarnya, toleransi merupakan gambaran mengenai cara kamu memperlakukan orang lain, menjaga pikiran tetap terbuka ketika berinteraksi, menerima perbedaan, dan bagaimana sikap kamu terhadap kebiasaan orang lain. Toleransi tidak hanya mendorong rasa hormat, melainkan juga menciptakan komunikasi terbuka, sikap jujur, kepercayaan, dan loyalitas. Seluruh hal tersebut merupakan poin penting untuk menciptakan ikatan kekeluargaan yang erat. 

    Rasa toleransi yang tinggi akan membuat kamu lebih menghargai keberadaan rekan kerja dan atasan. Ketika orang lain menyukai sesuatu yang tidak kamu sukai, kamu akan bersikap biasa dan menghargai perbedaan tersebut. Kamu juga akan menghormati pemeluk agama lain untuk melakukan ibadah atau merayakan hari besar keagamaan. Bahkan, kamu tak segan memberikan ucapan dan turut bersukacita. 

    4. Berkomitmen Untuk Satu Tujuan 

    Untuk bertahan di lingkungan kerja dibutuhkan lebih dari sekadar kemampuan beradaptasi. Kamu harus memiliki tekad kuat dan belajar mencintai pekerjaan. Kamu juga harus bisa bekerja sama dengan rekan lain. Namun, hal ini bukan perkara mudah. Pasalnya, setiap orang memiliki gaya kerja dan cara pandang yang berbeda. Tak jarang, perbedaan ini menyebabkan sedikit gesekan yang membuat hubungan merenggang. 

    Supaya hal tersebut dapat dihindari, mulailah menjalin hubungan baik dengan rekan kerja. Pegang teguh komitmen untuk mengerahkan seluruh kemampuan demi kemajuan perusahaan. Berfokus pada komitmen yang sama mampu meleburkan segala perbedaan. Hal ini akan memudahkan kamu berbaur dan bekerja dengan rekan lainnya. Suasana di lingkungan kerja pun akan makin nyaman. 

    5. Berkomunikasi Dengan Baik 

    Komunikasi di lingkungan kerja bertujuan untuk membangun solidaritas dan kerja sama tim. Komunikasi yang baik akan memudahkan kamu melakukan koordinasi dengan anggota tim lainnya. Ketika terjadi masalah mendesak, kamu dan tim mampu menyelesaikannya dengan tepat dan cepat.

    Baca Juga: 4 Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi

    Mengingat menjalin hubungan baik sangat diperlukan di lingkungan kerja, mulailah mencari teman sebanyak-banyaknya. Kamu bisa mengasah kemampuan berkomunikasi dengan membuka obrolan ringan. Bicaralah dengan santai menggunakan bahasa yang sopan dan berikan senyum tulus. Ketika kamu melakukan kesalahan, jangan takut untuk berkata jujur. Mengakui kesalahan memang sulit, tetapi hal ini akan membuat orang lain lebih menghargai kamu. 

    Komunikasi yang lancar tidak hanya mempererat pertemanan, tetapi juga efektif membuat kamu terhindar dari miskomunikasi yang dapat berujung kesalahpahaman. Tanpa komunikasi yang baik, kamu akan kesulitan mengemukakan pendapat atau ide. Tak hanya itu saja, buruknya komunikasi juga berimbas pada rasa percaya yang rendah dan menyebabkan stres serta pergolakan batin. Ketika rasa curiga mendominasi, kerja sama dalam keberagaman sangat sulit untuk diwujudkan.

    Demikianlah informasi mengenai cara yang dapat kamu coba agar bisa bekerja sama dalam keberagaman. Meskipun pada awalnya sulit untuk dilakukan, tips di atas efektif membantu kamu menjalin relasi yang baik di lingkungan kerja. Berbekal potensi diri dan sikap toleransi serta komunikasi yang apik, kamu akan mendapatkan banyak teman, kepercayaan, dan pengakuan dari rekan kerja maupun atasan.

    Bagi kamu yang tertarik mempelajari bagaimana cara kita supaya bisa bekerja sama dalam keberagaman, kamu bisa bergabung dengan portal pembelajaran GreatNusa. Melalui portal pembelajaran daring ini, kamu akan mendapatkan banyak pengetahuan baru, khususnya pengetahuan tentang manajemen lintas budaya. Asyiknya, seluruh materi bisa kamu akses kapan saja. 

    Dikemas dengan praktis dan didukung pengajar yang profesional di bidangnya, kamu tidak akan kesulitan menyerap ilmu baru. Berkat GreatNusa, kamu bisa meraih masa depan yang lebih baik. Tunggu apa lagi? Ayo, daftar GreatNusa sekarang juga!

    7 Kata-Kata Semangat Kerja Untuk Bangkitkan Motivasi Kerja

    ARTICLE

    WORK CULTURE

    By greatnusa • 29 Maret 2023

    7 Kata-Kata Semangat Kerja Untuk Bangkitkan Motivasi Kerja

    Temukan kata kata semangat kerja dari berbagai tokoh ternama yang dapat mengembalikan semangat kerjamu. Simak informasinya di artikel ini.

    Manusia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan dan bertahan hidup. Namun, kadang kala tuntutan pekerjaan yang terlalu tinggi atau adanya masalah menjadi beban tersendiri. Bahkan, hal ini bisa menyebabkan suasana hati memburuk dan menurunkan semangat untuk bekerja. Jika kamu tengah merasakan hal ini, maka cobalah untuk membaca kata-kata semangat kerja. 

    Kendati sederhana, kata-kata tersebut bisa memperbaiki suasana hati dan memberikan dorongan sebelum kamu memulai aktivitas. Berbekal kata-kata penyemangat, kamu akan lebih termotivasi untuk menjalani hari. Selain efektif membuat harimu terasa lebih menyenangkan, kata-kata motivasi juga baik untuk membakar semangatmu meraih masa depan yang lebih baik. 

    Mau Sukses? Motivasi Diri Kamu Dengan Kata-Kata Semangat Kerja Ini! 

    Kalau kamu ingin menjadi orang sukses, cobalah untuk memahami dan menerapkan sederet kata motivasi kerja berikut ini.

    1. Berani Bermimpi – Richard Branson 

    “Apabila mimpimu tidak membuat kamu merasa takut. Artinya mimpimu terlalu kecil.” – Richard Branson

    Setiap orang pasti memiliki mimpi yang ingin diwujudkan. Namun, faktanya proses merealisasikan mimpi tidaklah semudah membalik telapak tangan. Tak sedikit orang yang akhirnya menyerah dan membiarkan mimpi tetap menjadi mimpi. Apabila kamu tengah berada di fase ini, cobalah untuk memotivasi diri dengan kata penyemangat dari Richard Branson. 

    Sebelum dikenal sebagai industrialis, Richard Branson hanyalah seorang anak yang memiliki banyak impian. Baginya memiliki mimpi setinggi langit menjadi motivasi untuk terus belajar. Makin besar mimpi, makin keras usaha yang dilakukan oleh Richard Branson. Pada akhirnya, mimpi yang didukung dengan usaha dan keyakinan membuat Richard Branson menjadi salah satu orang tersukses di dunia.   

    2. Berhenti Merasa Takut – Tony Robbins 

    “Berhenti untuk merasa takut tentang hal yang mungkin menjadi salah. Mulailah merasa senang tentang hal yang mungkin bisa menjadi benar.” – Tony Robbins.

    Umumnya, orang yang akan mencoba sesuatu yang baru cenderung memikirkan sisi buruknya saja. Jika kamu juga begitu, maka kamu hanya akan merasa ragu dan takut untuk melangkah. Kamu hanya akan berada di tempat yang sama dan makin jauh dari impian yang ingin direalisasikan. Untuk membangkitkan semangat juangmu, bacalah kata motivasi dari Tony Robbins. 

    Tony Robbins merupakan seorang penulis, pelatih, dan filantropis asal Amerika yang selalu berusaha berpikir positif. Tony Robbins menganggap bahwa kegagalan yang sebenarnya adalah ketika kamu tidak mau berusaha untuk mencoba. Fokuslah pada hal positif. Percayalah pada kemampuan diri dan terus kembangkan potensi diri dengan mempelajari berbagai kemampuan lainnya. Berbekal keyakinan ini, kamu bisa memanfaatkan peluang yang ada untuk meraih kesuksesan. 

    Baca Juga: Apa Itu Hard Skill dalam Dunia Pekerjaan?

    3. Jangan Takut Dengan Kegagalan – Bong Chandra 

    “Ketika kamu mengalami kegagalan, tak ada istilah memulai kembali dari nol. Kegagalan justru membuat kamu lebih berpengalaman." – Bong Chandra.

    Sebagian orang berpikir bahwa kegagalan adalah akhir, padahal kegagalan justru memberikan kamu pengalaman berharga. Ketika orang lain merasa takut melangkah, kamu justru sudah mencoba. Meskipun gagal, kamu tak boleh menyerah. Lanjutkan langkah yang sempat terhenti dan jangan takut dengan kegagalan sebagaimana kata motivasi dari Bong Chandra.

    Baca Juga: 11 Kata Kata Motivasi Kerja Karyawan yang Inspiratif

    Bagi Bong Chandra, kegagalan adalah hal yang wajar dalam proses menuju sukses. Justru, tanpa kegagalan seorang manusia tidak akan pernah belajar dan mendapatkan pengalaman untuk mengubahnya menjadi lebih baik. Kegagalan adalah awal dari kesuksesan kamu meraih kebahagiaan dan karier cemerlang. 

    4. Terus Bekerja Keras – Anna Pavlova 

    “Tidak ada seseorang di dunia ini yang berhasil hanya karena bakat, sebab kerja keraslah yang mampu mengubah bakat menjadi hal yang menakjubkan.” – Anna Pavlova.

    Banyak orang cenderung merasa iri ketika orang lain mendapatkan sesuatu yang diimpikannya. Entah itu pendamping hidup, gaji, atau jabatan pekerjaan. Hal ini kerap membuat kamu berandai-andai dan menginginkan hidup seperti orang lain. Namun, ada hal yang kamu lupakan, yakni kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil.

    Anna Pavlova, seorang balerina asal Rusia percaya bahwa setiap manusia memiliki bakatnya masing-masing. Melalui bakat tersebut, kamu bisa mencari jalan menuju kesuksesan. Apabila kamu hanya berfokus pada rasa iri dan berandai-andai tanpa mau berusaha, kamu hanya akan terjatuh di lubang kegagalan. Mulailah dengan menyemangati diri dan menjalani hari dengan penuh rasa syukur. Teruslah bekerja keras agar semesta memudahkanmu meraih apa yang kamu inginkan.

    5. Cintai Apa yang Kamu Kerjakan – Steve Jobs 

    “Cara untuk melakukan pekerjaan hebat ialah dengan mencintai apa yang kamu kerjakan.” – Steve Jobs.

    Sebagian besar orang bekerja untuk mendapatkan uang. Sebenarnya, hal ini tidaklah salah. Hanya saja, apabila kamu menjadikan uang sebagai satu-satunya motivasi dalam bekerja, kamu akan merasa berat menyelesaikan pekerjaan ketika dilanda rasa jenuh. Cara terbaik untuk mengembalikan semangat bekerja adalah dengan memahami kata-kata semangat kerja dari Steve Jobs.

    Menurut Steve Jobs, kamu tak perlu menekuni banyak bidang pekerjaan supaya dipandang hebat. Cukup cintai apa yang kamu kerjakan, kamu akan merasakan kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri. Menjadi hebat hanya perlu mensyukuri apa yang kamu miliki dan terus berusaha untuk mengasah kemampuan. Berbekal kata penyemangat tersebut, bukan mustahil kamu bisa meraih kesuksesan layaknya Steve Jobs. 

    6. Jangan Pernah Menyerah – Brian Dyson 

    “Selagi masih ada yang bisa diberikan, kamu tak boleh menyerah. Ketika kamu berhenti berusaha, barulah ini dikatakan berakhir– Brian Dyson.

    Untuk mencapai kesuksesan diperlukan kerja keras. Meskipun berkali-kali mengalami kegagalan, jangan pantang menyerah. Selama kamu masih yakin bahwa kamu mampu, jalan meraih kesuksesan akan terbuka lebar. Saat kamu merasa lelah, berhenti sejenak untuk mengisi kembali energi. Bacalah kata penyemangat dari Brian Dyson berulang kali agar kamu termotivasi untuk bekerja lebih keras lagi. 

    Baca Juga: 9 Cara agar Produktif yang Simpel dan Efektif

    7. Tetapkan Tujuan Untuk Sukses – John F. Kennedy 

    “Usaha serta keberanian tidak akan cukup tanpa tujuan dan arah yang jelas.” – John F. Kennedy. 

    Supaya kamu bisa menggapai kesuksesan dalam hidup dan karir, memang dibutuhkan usaha dan keberanian untuk mencoba. Namun, keduanya masih dianggap kurang optimal apabila kamu belum memiliki tujuan. Pasalnya, tujuan akan memudahkan kamu merancang langkah untuk mewujudkan cita-cita. Berbekal arah yang jelas, pikiran kamu akan lebih fokus terhadap kesempatan yang menanti di depan mata.

    Demikianlah informasi mengenai kata kata semangat kerja yang dapat kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut mengandung petuah yang akan memotivasi kamu untuk terus bersemangat dan berusaha tanpa lelah. Selain usaha, kamu juga harus memiliki keyakinan bahwa siapa pun berhak untuk memiliki hidup sukses sesuai harapan. Supaya langkahmu makin mudah, jangan ragu mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh GreatNusa.

    Melalui portal pembelajaran GreatNusa secara daring, kamu bisa mempelajari beragam kompetensi dengan mengikuti ratusan kursus yang ada, seperti kursus pengembangan diri, untuk mengasah bakat dan kemampuan. GreatNusa menyediakan tenaga pengajar berpengalaman dan kemudahan akses file tanpa batasan waktu. Jadikan kata-kata semangat kerja dari tokoh terkenal ini menjadi motivasi kamu dalam menggali skill-skill baru bersama GreatNusa. Yuk, ikuti kursus-kursus GreatNusa supaya masa depan kamu lebih cerah!

    10 Pertanyaan Interview Kerja dan Tips Efektif Menjawabnya

    ARTICLE

    WORK CULTURE

    By greatnusa • 28 Januari 2022

    10 Pertanyaan Interview Kerja dan Tips Efektif Menjawabnya

    Ketahui 10 pertanyaan interview kerja, seperti rencana karier dan gambaran diri, dan cara menjawabnya. Simak infonya di artikel berikut ini.

    Apa yang kamu rasakan ketika mendapatkan undangan interview? Pasti kamu merasa senang dan antusias. Namun, di sisi lain kamu juga merasa gugup memikirkan pertanyaan interview kerja dari posisi yang kamu lamar. Interview kerja merupakan salah satu metode penting untuk menyeleksi calon karyawan. Melalui metode ini, perusahaan dapat menjaring dan menemukan calon karyawan sesuai karakteristik posisi yang ditawarkan. 

    Ini Pertanyaan Interview Kerja yang Sering Muncul dan Cara Menjawabnya! 

    Kendati sebagian perusahaan hanya menjadikan interview atau wawancara kerja sebagai formalitas, bukan berarti kamu bisa menyepelekan hal tersebut. Pasalnya, jawaban yang kamu berikan akan memengaruhi penilaian perusahaan. Supaya proses interview berjalan lancar, ada baiknya kamu mempersiapkan diri dengan mempelajari pertanyaan umum saat interview kerja di perusahaan yang kamu lamar berikut ini.  

    1. Bagaimana Gambaran Diri Kamu? 

    Salah satu contoh pertanyaan interview kerja adalah "Bagaimana gambaran diri kamu?" Pertanyaan ini kerap ditanyakan untuk mengetahui bagaimana cara kamu memandang dan memberikan penilaian terhadap diri sendiri. Mengingat, tujuan dari pertanyaan ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai karakter dasar, kamu harus menjawabnya sebaik mungkin untuk menampilkan sisi profesionalmu. 

    Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Profesionalisme yang Harus kamu Miliki

    Pilih tiga kata yang menggambarkan kamu secara keseluruhan. Misalnya, disiplin, jujur, antusias, mudah beradaptasi, atau pekerja keras. Karakter positif yang kamu miliki akan menarik perhatian pewawancara, terutama jika sesuai dengan nilai perusahaan.

    2. Apa Kelebihan dan Kekurangan Kamu? 

    Sekilas, pertanyaan ini terdengar mudah. Namun, tak banyak yang menyadari bahwa pertanyaan ini adalah jebakan. Melalui pertanyaan ini, recruiter akan melakukan evaluasi karakter, pola pikir, dan cara pandangmu. Jawablah sejujurnya dengan menyebutkan kekurangan lebih dulu, baru kemudian kelebihanmu secara spesifik. 

    Kerja dan cara menjawabnya, pastikan kekurangan yang kamu miliki tidak menghambat kinerja kerja. Akan lebih baik apabila kekurangan tersebut dapat tertutupi oleh kelebihanmu. Misalnya, kamu pelupa, tetapi kamu pekerja keras. Selain itu, kamu juga menyiasati kekurangan tersebut dengan selalu membawa catatan. Tentunya, hal ini akan menjadi pertimbangan recruiter. 

    3. Apa yang Kamu Ketahui Tentang Perusahaan Ini? 

    Pertanyaan ini biasanya diajukan oleh recruiter untuk mengetahui sejauh mana kamu mendalami informasi tentang perusahaan. Alangkah baiknya apabila kamu melakukan riset tentang profil perusahaan. Contoh jawabannya bisa dimulai dari kapan perusahaan berdiri, bergerak di bidang apa, memiliki berapa cabang, menjalin kerja sama dengan perusahaan apa, hingga prestasi yang pernah diraih. Berbekal informasi tersebut, kamu bisa membangun kesan positif di depan recruiter. 

    4. Apa yang Membuat Kamu Tertarik Melamar di Perusahaan Ini?

    Mayoritas orang akan menjawab gaji tinggi atau suasana kerja nyaman sebagai hal yang membuatnya tertarik mengirim lamaran ke suatu perusahaan. Namun, alangkah bijaknya apabila kamu menjawab pertanyaan tersebut dengan alasan positif. Misalnya karena posisi yang dilamar sesuai latar belakang pendidikan, perusahaan memiliki jenjang karier yang bagus, lingkungan kerja yang cepat, mencari tantangan, atau ingin mengembangkan potensi diri. Jawaban ini akan membuat recruiter tertarik untuk mengetahui profilmu lebih lanjut. 

    5. Mengapa Kamu Melamar di Posisi Ini? 

    Ketika kamu ditanya mengenai alasan memilih posisi yang dilamar, jawablah pertanyaan interview kerja tersebut dengan bijaksana. Untuk meyakinkan pewawancara, kamu bisa menambahkan keterampilan atau pengalaman kerja yang kamu miliki. Namun, pastikan bahwa keterampilan tersebut menunjang posisi yang kamu lamar. 

    Misalnya, kamu tertarik dengan posisi marketing. Kamu bisa mengatakan bahwa marketing adalah pekerjaan yang menantang. Kamu tertarik mencari strategi terbaik agar bisa mencapai target yang telah ditetapkan. Kamu juga memiliki kemampuan yang mendukung posisi tersebut, seperti komunikasi, mudah beradaptasi, berjiwa pemimpin, pantang menyerah, dan cermat sehingga sesuai dengan posisi yang dilamar. 

    6. Kontribusi Apa yang Bisa Kamu Berikan? 

    Pertanyaan ini biasanya diajukan pewawancara untuk mengetahui apa yang ingin kamu berikan ke perusahaan. Komitmen tinggi bisa kamu jadikan sebagai jawaban efektif. Menojolkan soft skill yang kamu miliki besertakan bukti juga dapat memberikan kesan yang baik. Pasalnya, berpegang teguh pada komitmen merupakan langkah awal untuk menciptakan etos kerja menuju kesuksesan. 

    Jika kamu sudah pernah bekerja, maka tambahkan sedikit mengenai bentuk komitmenmu. Contohnya, turut berkontribusi menaikkan persentase penjualan selama bekerja atau membantu perusahaan memenangkan tender. Bahkan apabila kamu seorang fresh graduate, dapat juga kamu ceritakan beberapa kegiatanmu pada saat kuliah baik dari organisasi ataupun prestasi yang berhasil didapatkan.

    Ceritakan juga sedikit cara kamu mencapai hal tersebut. Misalnya, perusahaan mampu mendapatkan keuntungan besar berkat kerja keras dan bidikan target yang tepat sasaran serta kerja sama tim yang baik. Jawaban ini akan memberikan ruang bagi recruiter untuk mempelajari profilmu lebih lanjut.

    7. Kenapa Kamu Harus Diterima? 

    Pertanyaan ini fokus terhadap alasan mengapa kamu merupakan kandidat yang sesuai untuk perusahaan. Untuk menjawabnya, kamu bisa menghubungkan kemampuan yang kamu miliki, baik soft skill atau hard skill, dengan kebutuhan perusahaan. Ada baiknya menonjolkan kemampuan lain yang belum kamu cantumkan di CV atau disampaikan secara langsung selama interview.

    Baca Juga: Apa Itu Hard Skill dalam Dunia Pekerjaan?

    Beberapa posisi penting, seperti level senior biasanya mengutamakan pelamar yang telah memiliki pengalaman. Pengalaman di bidang yang sama bisa dijadikan sebagai salah satu alasan mengapa kamu harus diterima. Hal ini akan membuat recruiter menilai bahwa kamu memiliki kualifikasi lebih. Alhasil, peluang lolos akan lebih tinggi. Sementara bagi pelamar yang belum memiliki pengalaman kerja, kamu bisa menjawab bahwa ilmu yang dipelajari selama kuliah dapat membantu perusahaan lebih maju. 

    8. Bagaimana Rencana Kamu Ke Depannya? 

    Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui rencana kamu ketika diterima, termasuk apa yang akan kamu persiapkan untuk mencapainya. Melalui jawaban yang kamu sampaikan, recruiter akan menilai apakah minatmu sesuai posisi yang dilamar atau tidak. Misalnya, kamu melamar posisi admin media sosial. Kamu bisa menjawab bahwa mempelajari media sosial lebih dalam dan menjadi seorang analis digital marketing yang mampu memajukan perusahaan adalah rencana yang ingin kamu wujudkan.

    9. Mengapa Kamu Berhenti? 

    Memberikan alasan mengapa kamu berhenti harus dijawab sebijaksana mungkin. Pasalnya, tak sedikit calon pelamar yang gagal karena jawabannya dianggap kurang menghargai perusahaan sebelumnya atau terkesan berlebihan. Untuk menghindari hal tersebut, kamu bisa menjawabnya dengan mencari lingkungan kerja kolaboratif, penawaran yang lebih stabil, atau tantangan baru. Alasan tersebut dinilai logis dan memandang masa depan. 

    10. Berapa Gaji yang Kamu Inginkan? 

    Besaran gaji merupakan salah satu pertanyaan interview paling sering ditanyakan oleh recruiter. Hindari menjawab sesuai UMR atau kebijakan perusahaan, sebab jawaban ini kurang tepat dan terkesan pasrah. Memang standar gaji telah ditetapkan pemerintah dan disesuaikan oleh perusahaan. Namun, alangkah baiknya memberikan ajakan diskusi mengenai gaji kepada recruiter. Apabila kamu sudah pernah bekerja, kamu bisa menyebutkan gaji dari perusahaan sebelumnya.

    Demikianlah informasi mengenai sejumlah pertanyaan yang kerap diajukan selama interview berlangsung. Berbekal informasi tersebut, kamu akan lebih mudah menghadapi recruiter. Untuk mengurangi rasa gugup, perbanyak latihan berbicara di depan kaca atau melakukan simulasi wawancara dengan bantuan keluarga. Bisa juga dengan mengikuti pelatihan yang ditawarkan GreatNusa.

    GreatNusa merupakan portal pembelajaran daring yang menyediakan berbagai pelatihan dan kompetensi untuk meningkatkan softskill. Selain mendapat dukungan dari tenaga pengajar profesional di bidangnya, kamu juga bisa mengakses materi yang tersedia di mana saja dan kapan saja. Melalui materi pembelajaran praktis, kamu akan lebih mudah menyerap materi dan memahami skill-skill, seperti kemampuan berkomunikasi, yang bisa membantumu menjawab pertanyaan interview kerja secara efektif. Apa lagi yang kamu tunggu? Yuk, daftar GreatNusa dan raih masa depan lebih cerah!

    Contoh Perencanaan Agregat pada Perusahaan yang Bisa Diterapkan

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 13 Februari 2022

    Contoh Perencanaan Agregat pada Perusahaan yang Bisa Diterapkan

    Contoh perencanaan agregat pada perusahaan meliputi pengurangan biaya produksi dan peningkatan fasilitas. Temukan penjelasannya di artikel berikut ini.

    Banyak contoh perencanaan agregat pada perusahaan yang bisa diterapkan dalam kondisi tertentu. Perencanaan agregat merupakan salah satu solusi perusahaan agar terdapat keseimbangan antara sumber daya dan produksi output yang dihasilkan. Jenis perencanaan ini juga memiliki strategi dan metodenya sendiri selama melakukan prosesnya.

    Mayoritas perusahaan memilih perencanaan agregat untuk diterapkan dalam manajemennya. Perencanaan ini dianggap relevan dengan tujuan bisnis yang ingin dicapai pada umumnya. Kamu bisa lihat berbagai contoh perencanaan agregat untuk kemudian diterapkan dalam pekerjaan.

    Apa Itu Rencana Agregat?

    Perencanaan agregat adalah langkah perusahaan dalam merencanakan proses produksi dalam jangka waktu menengah (biasanya tiga sampai 18 bulan). Rencana tersebut dibuat dengan pertimbangan sumber daya yang dimiliki serta biaya produksi yang dianggarkan. Perencanaan agregat menjadi solusi untuk memaksimalkan proses produksi suatu perusahaan agar terus bekerja tanpa ada interupsi.

    Meski dirancang dalam jangka waktu menengah, perencanaan agregat ini bisa menjadi alat bantu untuk mencapai tujuan jangka panjang yang ingin dicapai. Perencanaan agregat juga dianggap sebagai penghubung antara rencana harian dan jangka panjang yang telah dibuat.

    Fungsi rencana agregat adalah mencari titik temu antara permintaan dan penawaran produk suatu perusahaan lewat tantangan dan halangan yang sering terjadi. Dari sini, kamu bisa paham bahwa perencanaan agregat juga berguna untuk memberikan evaluasi selama proses kerja.

    Karena berkaitan dengan output produksinya, perusahaan harus paham dengan metode pengukuran output sebelum membuat rencana agregat. Penghitungan output akan lebih mudah jika produknya hanya satu jenis. Lain halnya jika produk tersebut bervariasi, perusahaan harus memiliki pengukuran output-nya sendiri untuk menentukan kesuksesan dalam mencapai tujuannya.

    Rencana agregat suatu perusahaan membutuhkan data yang akurat dan relevan tentang sumber daya yang dimilikinya, seperti bahan baku produk, peralatan produksi dan karyawan yang bekerja di dalamnya. Analisis permintaan dan penawaran perusahaan juga dibutuhkan untuk menciptakan rencana agregat.

    Perusahaan juga terbantu jika manajemennya menerapkan perencanaan agregat meski hanya jangka menengah. Tujuan jangka panjang bisa dicapai secara bertahap dengan berbagai cara untuk mencapainya. Penggunaan sumber daya yang efisien merupakan satu-satunya implementasi rencana agregat yang telah dibuat perusahaan.

    Membuat perencanaan agregat memang didasarkan pada asumsi dan perkiraan akan output produk yang dihasilkan. Namun, perencanaan agregat akan berhasil apabila didasarkan pada hasil yang relevan oleh suatu perusahaan.

    Apa Saja Strategi Perencanaan Agregat?

    Perencanaan agregat juga memiliki strategi dalam implementasinya. Ada tiga strategi yang umumnya diterapkan oleh perusahaan, yaitu:

    1. Pure Chase Strategy

    Strategi ini bertujuan untuk mengejar permintaan pasar dengan meminimalisir penggunaan sumber daya. Strategi ini terbilang sukses karena permintaan pun berhasil dipenuhi. Perusahaan bisa menjaga alur dan tingkat produksi agar permintaan produknya tercapai.

    2. Pure Level Strategy

    Strategi ini lebih menekankan pada proses mempertahankan tenaga kerja atau tingkat produksi setiap waktunya. Hasilnya, produksi output pun menjadi lebih konsisten. Pure level strategy berguna untuk membantu perusahaan dalam mengatur fluktuasi permintaan dan perubahan tren pasar agar menerapkan cara yang berbeda dalam operasionalnya. 

    3. Hybrid Strategy

    Sesuai namanya, hybrid strategy merupakan kombinasi antara dua strategi di atas. Contohnya, meningkatkan sumber daya produksi tambahan secara berkala untuk memenuhi permintaan.

    Apapun strategi yang diterapkan, rencana agregat memiliki banyak keuntungan bagi perusahaan saat dipenuhi. Keuntungan utamanya: adanya keseimbangan permintaan produksi jangka pendek dan panjang sekaligus mengoptimalkan produktivitasnya demi mencapai profit.

    Keuntungan lain dari perencanaan agregat sebagai berikut:

    • Proses produksi berjalan stabil
    • Merampingkan proses produksi agar efektif
    • Meningkatkan penggunaan sumber daya
    • Mengurangi biaya operasional
    • Meningkatkan kepuasan pelanggan
    • Mempermudah proses distribusi produk
    • Proses pengiriman produk ke tangan konsumen lebih mudah

    Apa Contoh Perencanaan Agregat pada Perusahaan?

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, perencanaan agregat sudah banyak diterapkan dalam perusahaan demi mencapai tujuan jangka panjang. Penerapan perencanaan agregat tidak hanya berpatok pada sumber daya produk, tapi juga manajemen karyawannya. Tujuannya sama, yakni meningkatkan output produksi perusahaan hingga permintaan pasar dipenuhi sekaligus menjaga pengelolaan sumber daya yang tersedia.

    Contoh aplikasi perencanaan agregat dalam perusahaan selalu disesuaikan tujuan yang ingin dicapai. Mulai dari pengurangan biaya produksi hingga peningkatan fasilitas, inilah contoh perencanaan agregat yang bisa diterapkan dalam perusahaan.

    1. Meminimalisir Biaya Produksi

    Bahan baku untuk menciptakan produksi dalam pabrik sebenarnya berlimpah, tapi sering terbuang sia-sia karena produksinya sudah terpenuhi. Biaya bahan baku juga bisa dikurangi, salah satunya memilih bahan dengan harga yang lebih murah tapi berkualitas bagus.

    Contohnya, perusahaan otomotif memproduksi mobil sebanyak 500 buah dalam satu bulan, padahal bahan baku yang tersedia masih cukup untuk memproduksi 1.000 mobil lagi. Perencanaan agregat mengatur pemakaian bahan baku tersebut dan mengurangi suplainya agar biaya produksi tetap terjaga. Perusahaan otomotif tersebut bisa memenuhi permintaan pasar terhadap produknya karena sudah ada riset yang dilakukan.

    2. Meminimalisir Permintaan Tenaga Kerja

    Apakah kamu pernah mendengar istilah karyawan kontrak atau paruh waktu (part-time) yang bekerja di suatu pabrik? Ini contoh perencanaan agregat perusahaan terkait manajemen sumber daya manusia.

    Perusahaan juga memiliki karyawan yang dianggap tidak mampu lagi mengerjakan pekerjaannya. Mau tidak mau, mereka harus melakukan PHK dan mencari penggantinya yang lebih baik. Contohnya, laborat yang sudah bekerja selama 10 tahun lebih sudah tidak mumpuni lagi karena faktor usia harus digantikan oleh karyawan baru demi meningkatkan produktivitas perusahaan.

    3. Meningkatkan Jumlah Produksi

    Tujuan perencanaan agregat ini dicapai saat perusahaan atau bisnis mendapati angka permintaan yang tinggi dibandingkan sebelumnya. Perusahaan mana yang tidak ingin mendapat keuntungan sembari melihat kepuasan pelanggan? Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan harus meningkatkan jumlah produksi sebelum waktu yang ditentukan.

    Misalnya, restoran fast food yang memberikan bonus merchandise artis populer otomatis mendapatkan angka permintaan yang tinggi. Untuk mencapai profitnya, restoran tersebut harus meningkatkan jumlah produksi selama beberapa waktu agar permintaan pun dipenuhi.

    4. Meningkatkan Fasilitas dan Sarana Produksi

    Tujuan terakhir perencanaan agregat yakni peningkatan fasilitas dan sarana untuk memproduksi output-nya. Bisa juga memaksimalkan penggunaan fasilitas tersebut agar kualitas produknya semakin baik.

    Contohnya, perusahaan tekstil yang memproduksi baju menggunakan mesin jahit. Ternyata, ada mesin jahit yang berguna untuk membuat dekorasi payet di bajunya. Alhasil, perusahaan tekstil tersebut beralih ke mesin jahit berteknologi lebih canggih untuk menjahit baju sekaligus menambahkan dekorasi payet.

    Kamu bisa belajar lebih banyak tentang perencanaan mata kuliah manajemen operasional yang diadakan di GreatNusa. Siapa bilang kuliah manajemen harus dihadiri secara terstruktur di sebuah universitas? Justru kamu bisa belajar manajemen secara online yang sangat berguna untuk perkembangan karier pada masa depan. Penerapan contoh perencanaan agregat pada perusahaan di atas pun lebih mudah setelah kamu ikut kursus dari GreatNusa ini.

    Kenali Apa Itu Strategi Pemasaran Global dan Contohnya

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 13 Februari 2022

    Kenali Apa Itu Strategi Pemasaran Global dan Contohnya

    Kenali strategi pemasaran global dan contohnya serta keuntungannya, mulai dari meningkatkan profit hingga kesempatan branding di artikel berikut ini.

    Strategi pemasaran global dan contohnya sudah banyak diterapkan oleh berbagai perusahaan di Indonesia. Tipe pemasaran ini membutuhkan upaya yang lebih besar dari pemasaran lainnya, termasuk digital marketing yang sedang naik daun saat ini. Perusahaan harus membuat strategi dan perencanaan yang matang agar pemasaran global tidak menemui jalan buntu.

    Gelombang globalisasi membuat pemasaran bisnis lintas negara menjadi hal yang tidak mustahil untuk dilakukan. Perusahaan multinasional yang berada di Indonesia menjadi bukti keberhasilan pemasaran global, terlepas dari risiko yang dihadapi selama prosesnya. Batas dunia seolah-olah hilang dengan hadirnya internet, tapi pemasaran global bukan hal yang mudah untuk dilakukan.

    Manajemen pemasaran perusahaan harus paham dengan teori pemasaran global jika ingin membawa perusahaannya di kancah dunia. Tujuan bisnis agar maju di dunia global memang dirancang oleh CEO atau founder, tapi seluruh orang di dalamnya harus turut andil mencapainya. Salah satunya adalah memahami pemasaran global dan belajar dari perusahaan yang telah sukses dalam implementasinya.

    Apa Itu Pemasaran Global?

    Pemasaran global adalah salah satu strategi marketing untuk mengekspansi bisnis ke pasar dunia secara global. Tujuannya adalah menjangkau area pasar baru yang bervariasi dengan produk-produk atau eksistensi bisnis tersebut. Harus diingat bahwa setiap negara atau daerah memiliki kebudayaan yang berbeda, jadi global marketing menuntut perusahaan untuk bisa beradaptasi dengan mudah.

    Strategi ini tidak melulu berbicara tentang menjual atau mempromosikan produk bisnis di negara lain. Pilar 4P dalam marketing, yakni product (produk), pricing (harga), promotions (promosi) dan place (tempat) juga harus dioptimalkan dalam melakukan pemasaran global. Belum lagi, perusahaan harus memperhatikan proses dalam pemasaran, mulai dari analisa, perencanaan, pencatatan hasil dan evaluasi keberhasilannya.

    Proses pemasaran dalam perusahaan termasuk pekerjaan manajemen yang sangat membutuhkan perencanaan (planning) di dalamnya. Begitu pula dalam pemasaran global, perusahaan tidak bisa langsung mempromosikan produk atau bisnisnya di negara lain. Langkah tersebut malah membawa kegagalan besar yang berujung pada kerugian perusahaan.

    Pentingnya perencanaan, termasuk menilai pilar 4P tersebut, membuat proses pemasaran global jadi sedikit terarah. Perlahan, produk yang dipasarkan dengan perencanaan pun berhasil populer dan digemari oleh masyarakat setempat.

    Sekilas dijelaskan bahwa setiap negara dan daerah memiliki budaya dan kondisi yang berbeda. Perusahaan yang menerapkan pemasaran global harus memiliki tingkat adaptasi (adaptability) yang tinggi. Mereka mampu menyesuaikan produknya sesuai dengan kebutuhan atau selera target pasar mereka. 

    Tujuan strategi pemasaran global yang ingin dicapai juga harus bertahap. Mulailah dengan membangun brand awareness di negara tujuan, baru perusahaan bisa menargetkan laba yang kompetitif untuk diraih. Perusahaan juga harus menjadi jawaban atau solusi atas masalah yang dihadapi oleh target pasar barunya, dengan cara aktif melakukan riset pasar.

    Baca Juga: 7 Strategi Digital Marketing Yang Efektif Tingkatkan Penjualan

    Apa Keuntungan Melakukan Pemasaran Global?

    Pemasaran global membawa keuntungan yang cukup banyak bagi perusahaan, terlepas dari tantangan yang dihadapi selama prosesnya. Pimpinan perusahaan mendambakan bisnis atau produknya dikenal lebih luas lagi, bahkan melantai di pasar internasional.

    Berikut ini adalah manfaat yang bisa dirasakan oleh perusahaan saat berhasil melakukan pemasaran global:

    1. Kesempatan Profit yang Lebih Banyak

    Pemasaran global memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tapi akan mendatangkan kesempatan baru dalam meraih profit. Perusahaan yang berani menempuh pemasaran global akan melihat peluang pasar baru yang lebih besar di negara lain.

    Keberhasilan pemasaran global ini akan meningkatkan angka penjualan produk perusahaan. Kondisi ini pun berujung pada angka keuntungan yang semakin meningkat dan bisa dirasakan oleh perusahaan.

    2. Brand Awareness yang Semakin Meningkat

    Promosi secara global sudah jelas membawa nama brand atau perusahaan semakin dikenal luas. Brand awareness dan reputasi pun meningkat selama strateginya dilakukan dengan tepat.

    Ekspansi bisnis ke pasar global ini membangun brand awareness di warga lokal, sehingga timbul kepercayaan untuk menggunakan produknya. Lihat saja brand fashion asal luar negeri yang sering didengar, mereka memiliki nilai kepercayaan (trust) yang lebih tinggi di mata target pasarnya.

    3. Peningkatan Produk

    Perusahaan yang memasarkan produknya secara global tentu berharap bahwa produknya diterima dengan baik oleh target pasarnya. Mereka berusaha meningkatkan produknya agar bisa digunakan oleh warga lokal. Tidak hanya produk, perusahaan juga berupaya untuk memahami perilaku target pasar saat berbelanja, termasuk menyesuaikan sistem pembayaran yang berbeda di negara asalnya.

    Apa Contoh Strategi Pemasaran Global Yang Bisa Ditiru?

    Perusahaan mana yang tidak ingin melakukan ekspansi global setelah membaca keuntungan di atas? Masalahnya, menjalankan strategi pemasaran global tidak semudah yang dibayangkan. Meski digital marketing bisa menjadi alat bantu utama untuk melakukan pemasaran global, masih banyak tantangan yang harus dilalui demi menjemput tujuan tersebut.

    Faktanya, sudah banyak perusahaan Indonesia yang berhasil memasarkan produknya secara global. Terlepas dari fakta bahwa mayoritas perusahaan tersebut didirikan sejak pertengahan abad 20, mereka tetap berhasil menembus pasar global dengan produk yang dihasilkan. Banyak sekali upaya yang dilakukan oleh beberapa perusahaan ini agar produk mereka tetap laris dan digemari secara global.

    Contohnya, perusahaan nata de coco asal Indonesia yang berhasil menembus pasar Jepang. Rahasia keberhasilan perusahaan ini adalah mereka terus meningkatkan kualitas produknya agar sesuai dengan standar makanan negeri tersebut. Peningkatan kualitas dan inovasi produk yang terus dilakukan membuat perusahaan lain berhasil mendulang keuntungan dari negeri Matahari Terbit tersebut.

    Minuman jamu yang identik dengan Indonesia berhasil menembus pasar global, mulai dari Asia Tenggara hingga Eropa berkat kinerja perusahaannya. Saat itu, masih banyak negara barat seperti Eropa yang memandang rendah obat herbal ini. Kendati demikian, perusahaan mau menjawab tantangan tersebut dengan membangun pabrik berstandar internasional untuk memproduksi jamu. Peningkatan mutu produk menjadi solusi perusahaan jamu dalam memenangkan pasar global.

    Satu lagi contoh yang bisa ditiru adalah perusahaan sepeda asal Sidoarjo yang kini dikenal di 62 negara, mulai dari negara Asia hingga Amerika. Agar bisa memenangkan pasar global, perusahaan ini harus meningkatkan kualitas sepedanya agar aman dikendarai. Perusahaan ini juga tidak menjadi ‘kacang lupa kulitnya’, dibuktikan dengan banyaknya toko yang masih eksis di negara ini.

    Baca Juga: Pengertian Manajemen Produksi dan Fungsinya

    Masih banyak contoh sukses perusahaan Indonesia lainnya dalam menjangkau pasar global yang bisa kamu temukan sendiri. E-commerce dan aplikasi ojek online asal Indonesia yang berhasil membuka cabang di beberapa negara juga membuktikan bahwa pemasaran global bukan hal yang mustahil dilakukan. Meskipun baru seumur jagung, dua start-up tersebut berhasil menjadi inspirasi perusahaan Indonesia lewat inovasi produk yang dilakukan.

    Kursus manajemen pemasaran di GreatNusa bisa menjadi bekal awal untuk membawa perusahaanmu ke pasar global. Kamu akan mendapatkan pengetahuan menarik seputar pemasaran dan dibimbing oleh instruktur yang berpengalaman di bidangnya. Daftar dirimu untuk mengikuti kursus ini sekarang dan mulailah mendapatkan sedikit insight tentang strategi pemasaran global dan contohnya untuk masa depan kariermu.

    Mengenal User Journey yang Penting dalam Proses Produksi

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 14 Februari 2022

    Mengenal User Journey yang Penting dalam Proses Produksi

    User journey adalah bagian penting dalam sebuah produk digital. Kenali apa itu user journey, manfaatnya, serta cara membuatnya di artikel berikut ini.

    User journey adalah salah satu aspek penting yang harus dipahami oleh bisnis saat mempromosikan produknya. Bisnis atau perusahaan harus bisa memperkirakan alasan serta skenario user saat menggunakan produknya. Semua skenario dan alasan tersebut dipetakan dalam rencana yang disebut user journey atau alur pengguna.

    Perusahaan memproduksi barang atau jasa yang dibutuhkan demi menjawab kebutuhan pasar. Motivasi utama perusahaan memang mengejar keuntungan atau profit, tapi jangan lupa membawa solusi yang benar-benar dibutuhkan oleh target pasarnya. Saat pengguna (user) puas menggunakan produknya, profit akan berdatangan. Goals yang ingin dicapai perusahaan pun semakin terpenuhi.

    Kunci keberhasilan produk agar bisa diterima masyarakat adalah perencanaan dalam desainnya. Salah satu perencanaan yang bisa dilakukan dalam manajemen produksi yaitu membuat user journey map. 

    Sebenarnya, apa itu user journey dan mengapa perusahaan harus membuat perkiraannya? GreatNusa akan mengupas lebih dalam tentang alur pengguna di artikel ini.

    Apa Itu User Journey?

    User journey adalah gambaran atau visualisasi pengguna saat memakai produk atau layanan yang dihasilkan perusahaan. Visualisasi tersebut dirancang dalam sebuah peta atau alur yang disebut user journey map. Visualiasi ini dibuat berformat alur karena menggambarkan skenario user saat menggunakan produknya. 

    Alur pengguna lebih populer di kalangan perusahaan yang hendak menciptakan produk digital, seperti software atau aplikasi. Meskipun begitu, perusahaan lain juga bisa membuat peta atau alur pengguna ketika hendak memproduksi yang rumit. Barang elektronik atau otomotif adalah dua contoh produk yang membutuhkan alur pengguna dalam proses desain produknya.

    Tujuan pembuatan user journey map atau peta alur pengguna adalah memperkirakan beberapa skenario berbeda saat pelanggan menggunakan produknya. Peta alur pengguna juga membuat asumsi kesalahan dalam penggunaan produk sehingga bisa diminimalisir. Pelanggan belum tentu memahami produk sesuai fungsinya, jadi peta alur pengguna sangat membantu perusahaan dalam mendesain sebuah produk.

    Peta alur pengguna sebaiknya dibuat berformat timeline karena berisi tentang langkah-langkah dalam menggunakan produknya. Timeline ini mencakup semua informasi mengenai saluran atau cara yang digunakan oleh user saat menggunakan produk tersebut.

    Contoh penerapan peta alur pengguna bisa dilihat saat pembuatan aplikasi perbankan. Dalam kasus ini, pengguna (user) hendak mengakses aplikasi tersebut untuk transfer uang. Peta alur pengguna yang dirancang pada umumnya adalah:

    • User melakukan log in pada aplikasi tersebut, contoh: memasukkan username dan password.
    • User mengklik menu ‘Transfer Uang’.
    • User memilih bank tujuan dan memasukkan nomor rekening penerima.
    • User memasukkan jumlah uang yang akan ditransfer, kemudian memasukkan PIN sebagai proses verifikasi.
    • Transaksi berhasil dilakukan.

    Peta alur pengguna juga harus memperkirakan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi selama prosesnya. Misalnya, aplikasi perbankan yang sedang error, pengguna salah memasukkan tujuan transfer, nominal uang yang lebih besar dari seharusnya, dan lain-lain. Semuanya harus dijawab menggunakan gambaran user journey tersebut.

    Apa Saja Manfaat User Journey Map dalam Proses Produksi?

    Banyak sekali manfaat dari menciptakan peta alur pengguna yang bisa dirasakan dalam proses perencanaan produksi. Manfaat utamanya, user journey membantu memvisualisasikan skenario pengguna saat memakai produk tersebut. Di sini, desainer produk akan melihat produk tersebut dari sudut pandang pengguna, sehingga tahu improvisasi apa yang harus dilakukan.

    Kejadian atau skenario buruk dalam penggunaan produk bisa saja terjadi. Namun, semua itu bisa diminimalisir berkat kehadiran peta alur pengguna. Desainer produk bisa menemukan solusi dari skenario buruk tersebut saat mengembangkan produknya.

    Produk digital harus mengutamakan fitur user experience (UX) dalam proses produksinya. User journey map akan memberikan gambaran mengenai produk tersebut sehingga mampu menghasilkan UX yang lebih baik. Intinya, user journey map adalah fondasi awal saat mencari rekomendasi atau saran strategis dalam mengembangkan produk.

    Pemanfaatan peta alur pengguna yang tepat akan membuat perusahaan mencapai performa tertinggi dalam proses produksinya. Kepuasan user meningkat karena mereka menggunakan produk yang benar-benar dibutuhkan. Pada akhirnya, perusahaan juga mendapatkan profit yang cukup besar, sepadan dengan waktu yang diinvestasikan untuk merancang user journey map.

    Apa Saja Langkah Pembuatan User Journey Map?

    Singkatnya, peta atau alur pengguna memiliki tujuan untuk menyelaraskan tujuan yang ingin dicapai oleh pengguna dan perusahaan melalui satu produk. Sebelum membuat petanya, kamu harus paham tujuan tersebut. Barulah melakukan langkah-langkah di bawah ini untuk membuat user journey map.

    1. Pilih Jangkauan Peta Alur Pengguna

    Tahap pertama yang harus dilakukan adalah membuat cakupan atau jangkauan alur pengguna. Di sini, kamu harus memutuskan untuk membuat timeline pengguna dalam mengakses produk tersebut secara general atau ingin melakukan tujuan yang spesifik. Misalnya, di aplikasi perbankan tadi, kamu bisa memilih untuk membuat alur pengguna dalam menggunakan m-banking secara keseluruhan atau khusus untuk transfer uang.

    2. Ciptakan Persona Pengguna

    Persona pengguna juga bisa menggunakan persona pelanggan yang dibuat untuk strategi pemasaran. Apapun jenis personanya, buatlah berdasarkan informasi target pengguna yang ingin dituju. Kamu bisa bekerja sama dengan tim pemasaran untuk mendapatkan informasi target pengguna. Jangan membuat persona berdasarkan informasi khayalan karena akan memicu asumsi yang menggagalkan alur pengguna tersebut.

    3. Buat Perkiraan Skenario dan Harapan Pengguna

    Skenario menggambarkan situasi yang dialami pengguna sehingga harus menggunakan produknya. Kamu bisa membuat skenario berdasarkan fakta atau antisipasi skenario buruk yang mungkin terjadi. Selain itu, deskripsikan juga harapan yang ingin dipenuhi oleh pengguna dalam menggunakan produk tersebut.

    4. Buat Interaksi yang Terjadi

    Catat interaksi utama yang bisa dilakukan oleh persona saat menggunakan produk tersebut. Jika interaksi tersebut memiliki pilihan lainnya, masukkan juga ke dalam map tersebut. Misalnya, ‘Transfer Uang’ yang akan memberikan pilihan untuk transfer uang ke bank yang sama, antar bank, atau lewat virtual account.

    5. Pahami Maksud Pengguna Menggunakan Produk

    Pada tahap ini, kamu harus memperkirakan motivasi pengguna atau user dalam menggunakan produk. Tidak semua pengguna memiliki tujuan yang sama dalam menggunakan produk, apalagi produk tersebut mempunyai banyak fitur di dalamnya. Lakukan analisis terhadap motivasi, saluran yang digunakan, langkah yang diambil serta tantangan saat menggunakan produk tersebut.

    6. Buat Sketsa Rancangannya

    Informasi di atas sudah cukup untuk menciptakan rancangan user journey. Buat sketsa interaksi pengguna dalam format timeline. Setiap langkahnya menggambarkan pengalaman pengguna dalam menggunakan produk tersebut.

    7. Buat Perkiraan Kesan Pengguna

    Perkiraan kesan pengguna sangat bermanfaat untuk mengembangkan produk agar lebih mudah digunakan. Di sini, kamu akan memperkirakan emosi yang mungkin dirasakan oleh pengguna saat mengakses produk. Hasil akhirnya, tim desainer produk bisa membuat produk yang sesuai keinginan pengguna.

    8. Finalisasi Alur Pengguna yang Telah Dibuat

    Satu hal yang perlu diingat, buatlah peta alur pengguna berdasarkan riset yang telah dilakukan terhadap target pengguna dan produk. Lakukan validasi terhadap al yang telah dirancang, barulah diserahkan kepada tim desainer produk untuk memulai proses produksinya.

    Itulah dia penjelasan tentang user journey. User journey adalah bagian vital dalam sebuah proses pembuatan produk. Dengan memperhatikan aspek satu ini, kamu dapat membuat produk kamu semakin detil yang kemudian akan membuat pengguna produkmu semakin nyaman.

    Menarik sekali, ya, mempelajari tentang user journey yang ternyata penting dalam pembuatan produk. Kursus bisnis online dari GreatNusa akan memberikan kamu pengetahuan yang lebih dalam saat menjalankan bisnis secara daring. Daftarkan dirimu untuk mengikuti kursus ini dan rasakan pengalaman belajar di rumah bersama mentor yang berpengalaman di bidangnya.

    • 1
    • More pages
    • 14
    • 15
    • 16
    • More pages
    • 74
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya