Menampilkan 319-324 dari 449 Artikel
Secara harfiah, waterfall berarti air terjun. Istilah ini juga digunakan di dalam dunia teknologi digital. Pendekatan waterfall merupakan salah satu pendekatan klasik, tetapi masih digunakan karena sifatnya yang sederhana. Apa yang dimaksud dengan pendekatan waterfall dalam manajemen proyek?
The Economic Times (2022) mendefinisikan pendekatan waterfall sebagai model klasik yang digunakan dalam software development life cycle untuk membangun sistem dengan pendekatan yang linear dan sekuensial. Pendekatan ini dipertama kali dikenalkan oleh Herbert D. Bennington dalam Symposium on Advance Programming Method for Digital Computers pada 29 Juni 1956.
Pendekatan ini dibagi menjadi beberapa fase dan setiap fase merupakan input untuk fase berikutnya. Setiap fase harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum masuk ke fase berikutnya. Dengan demikian tidak terjadi overlapping. Karena setiap fase berurutan dari atas sampai sampai bawah, analogi yang tepat ialah air terjun.
Baca Juga: Bagaimana Proses Manajemen Strategis Berjalan di Perusahaan?
Selain sifatnya yang sederhana, ada beberapa kelebihan pendekatan waterfall yang membuat pendekatan tertua ini tetap digunakan.
Dengan pendekatan yang memungkinkan ketiadaaan overlapping, alur kerja pun menjadi lebih jelas dan terukur. Masing-masing tim dapat bekerja dan bertanggung jawab sesuai bidang keahliannya masing-masing. Alokasi waktu yang telah terencana pun membuat mereka dapat menggunakan waktu bekerja secara efektif dan efisien.
Setiap informasi yang tercatat dengan baik dan terstruktur dapat tersalurkan kepada semua anggota tim secara cepat dan akurat. Hal ini merupakan salah satu kelebihan pendekatan waterfall yang dilakukan secara metodis. Dokumen tersebut menjadi arahan bagi setiap anggota tim dalam melaksanakan tugasnya. Dengan demikian, pekerjaannya dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat.
Dalam pendekatan waterfall, klien tidak bisa mencampuri urusan tim pengembang aplikasi. Lain halnya dengan pendekatan agile yang memungkinkan klien memberikan saran kepada pengembang terkait perubahan atau fitur-fitur yang perlu ditambahkan ke dalam aplikasi. Dengan meminimalkan intervensi klien terhadap pengembang, biaya yang dikeluarkan bisa lebih ditekan.
Pendekatan waterfall dapat digunakan untuk membuat aplikasi berskala besar yang melibatkan banyak orang dan prosedurnya lebih kompleks. Meskipun demikian, pendekatan ini juga dapat digunakan untuk membuat aplikasi berskala menengah maupun kecil. Tentunya penggunaan pendekatan ini perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Manajemen Strategis: Pengertian, Manfaat, Tujuan, dan Prosesnya
Untuk menjalankan tugas sebagaimana mestinya, dibutuhkan tim yang solid. Anggota tim harus mampu bekerja sama dan menjalin koordinasi dengan baik agar mampu menjalankan tugas dengan baik. Jika satu tim tidak solid, kerja satu tim akan berantakan sehingga akan berpengaruh terhadap tim lain.
Pendekatan ini tidak memungkinkan klien memberikan masukan kepada tim developer ketika pengerjaan aplikasi atau software sudah berjalan. Akibatnya, semua anggota tim harus bekejera sesuai dengan arahan atau petunjuk yang telah ditetapkan di awal.
Lain halnya dengan pendekatan agile yang memungkinkan klien untuk melihat gambaran sistem secara jelas meskipun masih dalam tahap pengembangan, pendekatan waterfall tidak memberikan kesempatan ini.
Proses pengerjaan tiap fase yang berurutan dapat membuat pekerjaan lebih mudah. Akan tetapi, hal tersebut juga menghadirkan sisi negatif, yakni tiap fase tidak bisa dilaksanakan jika fase sebelumnya belum selesai.
Akibatnya, jika terjadi “kemacetan” di satu fase, efeknya besar terhadap fase selanjutnya. Misalnya, tim designer belum menyelesaikan desain tampilan sehingga tim developer belum bisa melakukan coding. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan aplikasi atau software pun akhirnya bertambah.
Baca Juga: Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Perusahaan
Setidaknya ada tujuh tahapan dalam pendekatan waterfall.
Tahap pertama yang dilakukan dalam pendekatan waterfall ialah requirement gathering. Pada tahapan ini, dilakukan pengumpulan data ke dalam sebuah dokumen. Developer harus mengetahui kegunaan, kebutuhan klien atau user, dan batasan software.
Contoh dokumen yang digunakan ialah product requirement document (PRD). Dokumen ini berisi ceklist seputar pembuatan software atau aplikasi, mulai pain point hingga aspek fungsionalitas. Informasi dalam ceklist diperoleh dengan berbagai cara, seperti survei, wawancara, dan diskusi.
Pada tahap ini, semua informasi yang telah dikumpulkan dalam tahap sebelumnya dianalisis untuk menentukan skema, model, dan aturan dalam bisnis.
Pada tahap ini, dimulailah pembangunan “arsitektur” software berdasarkan analisis informasi. Tahap ini bertujuan untuk memberikan gambaran lengkap tentang tampilan sistem yang akan dikembangkan dan apa saja hal yang harus dikerjakan. Dengan demikian, lebih mudah untuk menentukan hardware dan software apa saja yang dibutuhkan serta berbagai hal teknis lainnya.
Setelah semua hal yang dibutuhkan siap, dimulailah tahap implementasi. Coding yang merupakan inti dalam pembuatan software ada dalam fase ini. Dalam tahap ini, pembuatan software akan dipecah menjadi unit-unit kecil dengan functional testing.
Pada tahap kelima, modul-modul yang telah dibuat sebelumnya akan digabungkan. Selanjutnya, dilakukan uji coba atas software yang telah diinput code dan berbagai hal teknis lain secara internal. Tugas ini dilakukan oleh tim quality assurance, beta tester, atau penguji lainnya.
Tahap ini memakan banyak waktu karena tim penguji harus memastikan bahwa segala kebutuhan klien sudah terakomodasi dalam software. Mereka juga harus memastikan bahwa tidak ada kesalahan atau hal yang terlewat dalam software tersebut. Apabila terdapat kesalahan dalam tahap ini, akibatnya akan fatal.
Setelah sistem diuji secara fungsional dan nonfungsional oleh tim internal, kemudian dinyatakan tidak ada masalah, produk siap diluncurkan atau diserahkan kepada klien.
Setelah software dirilis, akan terus dilakukan pengembangan dan penyempurnaan. Sangat mungkin ke depan ditemukan kekurangan atau fitur baru yang perlu ditambahkan untuk mengakomodasi kebutuhan. Oleh karena itu, selalu ada versi baru dalam software atau aplikasi yang kita gunakan. Tahapan ini disebut maintenance.
Baca Juga: Kenali Peran Manajemen Personalia di Perusahaan serta Kualifikasinya
Dengan mempertimbangkan berbagai kelebihan dan kekurangannya, pendekatan waterfall ideal digunakan untuk mengerjakan proyek yang tidak terlalu besar dan tidak membutuhkan pembaharuan terus-menerus. Pasalnya, jika terjadi kesalahan pada tahap sebelumnya, pengerjaan proyek akan lebih sulit. Sisi positifnya ialah membuat proyek lebih terencana karena sudah dianalisis dan didesain di awal.
Di antara berbagai tahapan dalam proyek pembuatan software, yang paling populer barangkali coding. Sering kali kita jumpai lowongan pekerjaan untuk job description ini. Jika kamu tertarik untuk ikut ambil bagian, salah satu skill yang perlu kamu miliki ialah bahasa pemrograman.
Tak harus lewat lembaga formal, kamu bisa mempelajari bahasa pemrograman secara mandiri dengan kursus online GreatNusa. GreatNusa menawarkan beberapa program, di antaranya Algorithm and Programming in Java dan Algoritma, Algoritma sampai OOP dalam Java, dan Programming Menggunakan Bahasa C. Biaya kursus di GreatNusa pun terjangkau dan waktunya bisa kamu atur sendiri. Segera cek info lengkapnya di website GreatNusa, ya.
By greatnusa • 4 Februari 2023
Sebagai seorang pebisnis, kamu harus mengetahui apa saja kelebihan iklan online agar dapat memanfaatkannya dengan baik. Iklan online sendiri memang merupakan salah satu cara terbaik untuk menawarkan produk atau layanan agar lebih banyak orang mengenalnya dan tertarik untuk membelinya. Pada era yang sudah serba digital seperti sekarang, sudah pasti kalau ikan online akan memiliki pengaruh yang besar, bukan?
Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari mengenai apa saja kelebihan iklan online secara lebih mendalam serta beberapa tip untuk memasang iklan online yang bisa digunakan. Namun sebelum itu, kamu harus memahami apa yang dimaksud dengan iklan online terlebih dahulu. Yuk pelajari selengkapnya di bawah ini!
Iklan online, yang juga dikenal sebagai iklan internet, iklan digital, atau iklan web, adalah bentuk pemasaran dan periklanan yang menggunakan internet untuk mempromosikan produk dan layanan kepada audiens dan pengguna platform. Iklan online mencakup pemasaran email (email marketing), Search Engine Marketing (SEM), pemasaran media sosial, berbagai jenis iklan bergambar (termasuk banner pada web), iklan seluler, dan masih banyak lagi.
Tujuan dari iklan online kurang lebih sama seperti iklan konvensional, seperti iklan TV, iklan radio, spanduk di jalanan, dan lain sebagainya, yaitu untuk memasarkan dan mengenalkan produk ke khalayak umum. Namun, media yang digunakan untuk memasang iklan tersebut berbeda, di mana iklan online dilakukan secara digital melalui berbagai platform yang tersedia di internet dan iklan konvensional menggunakan media tradisional, seperti TV, radio, dan jalanan.
Iklan online memiliki fungsi yang sama dengan iklan konvensional, yaitu untuk mempromosikan produk atau layanan. Namun, iklan online memiliki berbagai macam kelebihan yang membuatnya lebih banyak digunakan daripada iklan konvensional saat ini, antara lain:
Salah satu kelebihan utama dari iklan online adalah kemampuannya untuk menargetkan audiens yang lebih tepat. Iklan online akan menggunakan data dan teknologi untuk mengenali audiens yang tepat untuk dituju oleh iklan yang kamu pasang.
Sebagai contoh, jika kamu menjual produk kecantikan, algoritma dari platform yang digunakan untuk memasang iklan online hanya akan menampilkan iklan tersebut kepada audiens yang tertarik dengan produk kecantikan. Kamu pun bisa lebih efektif dalam menjangkau calon pengguna yang potensial dan meningkatkan konversi dengan kemampuan tersebut.
Iklan online juga jauh lebih efisien dibandingkan dengan iklan konvensional. Kamu bisa menjangkau audiens yang lebih luas dengan biaya yang lebih rendah karena media yang digunakan oleh iklan online kebanyakan berbasis internet, dan internet adalah lingkungan yang aktif selama 24 jam serta dapat dijangkau oleh orang dari seluruh dunia.
Sebagai contoh, kamu bisa membuat iklan Facebook dengan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan membuat iklan di TV. Selain itu, kamu juga bisa menghemat biaya produksi karena iklan online bisa dibuat dengan biaya yang lebih rendah, seperti hanya perlu desain grafis untuk membuat banner. Bahkan, kamu juga bisa menghindari biaya yang tidak perlu seperti biaya distribusi atau biaya cetak.
Dibandingkan dengan teknik periklanan lainnya, iklan online adalah yang paling fleksibel. Ada banyak sekali jenis iklan yang dapat dipasang melalui iklan online, mulai dari tulisan, gambar, video, dan masih banyak lagi. Jadi, kamu bisa mengubah iklan secara cepat dan mudah jika dirasa iklan sebelumnya kurang efektif.
Sebagai contoh, jika iklan online berbentuk tulisan yang sudah dipasang kurang efektif, kamu bisa mengubahnya atau menghapusnya dengan cepat dan menggantinya dengan jenis iklan yang baru. Kamu juga bisa mengubah strategi iklan jika melihat hasil yang kurang memuaskan. Jadi, kamu bisa mengoptimalkan iklan dengan lebih cepat dan mudah dengan fleksibilitas ini.
Iklan online memiliki kemampuan pengukuran kinerja yang lebih akurat dibandingkan dengan iklan konvensional. Kamu bisa melihat berapa banyak orang yang melihat iklan, berapa banyak yang melakukan klik, berapa banyak yang melakukan pembelian setelah melihat iklan, dan lain sebagainya. Kamu pun dapat mengevaluasi kinerja iklan dan membuat perbaikan yang dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas iklan dengan informasi yang akurat ini. Selain itu, pengukuran kinerja yang akurat juga memungkinkan kamu untuk menghitung ROI (Return on Investment) dengan lebih tepat.
Brand awareness atau kesadaran merek adalah hal yang sangat perlu dikejar di era digital, dan iklan online adalah salah satu cara terbaik untuk melakukannya. Kamu bisa meningkatkan visibilitas merek di kalangan audiens target dan bahkan audiens lainnya dengan menampilkan iklan di berbagai platform online. Oleh karena itu, dengan meningkatkan kesadaran merek, kamu diharapkan untuk dapat memperkuat citra merek dan meningkatkan kepercayaan calon pengguna terhadap produk atau layanan yang ditawarkan secara signifikan.
Iklan online dapat dengan mudah dibagikan dan disebarluaskan melalui media sosial dan platform online lainnya. Kamu dapat meminta pengguna atau pengikut untuk membagikan iklan yang sudah dipasang, memperluas jangkauan iklan secara organik. Jadi, kampanye iklan yang dilakukan bisa mencapai lebih banyak orang secara efisien.
Baca Juga: 16 Kerja Online Tanpa Modal Yang Terbukti Bikin Untung
Kamu dapat menjangkau audiens target yang berada di berbagai daerah, atau bahkan di negara yang berbeda dengan adanya iklan online. Hal ini dapat memberi kamu kesempatan untuk memperluas pasar ke luar kota atau bahkan ke luar negeri, yang mungkin hampir mustahil untuk dapat dicapai dengan iklan konvensional.
Iklan online dapat membantu sebuah bisnis atau merek memperkuat hubungan dengan penggunanya. Kamu bisa membuat iklan dengan konten yang menarik dan informatif, seperti tutorial atau tip yang berguna bagi pengguna. Jadi, kamu dapat membantu pengguna memecahkan masalah mereka dan meningkatkan kepuasan pengguna, yang mana pada akhirnya dapat membantu mereka memutuskan untuk menggunakan produk atau layanan yang kamu tawarkan.
Berikut ini adalah beberapa tip yang bisa kamu gunakan untuk memaksimalkan hasil dari kampanye iklan online yang dilakukan.
Sebelum memulai kampanye iklan online, pastikan kamu telah memahami audiens yang ditargetkan dengan baik. Pelajari karakteristik dan preferensi mereka, seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, dan bahkan hingga ke minat dan aktivitas yang biasa mereka lakukan. Kamu jadi lebih bisa menyesuaikan pesan iklan yang dipasang agar lebih efektif dalam menarik perhatian mereka.
Setelah kamu memahami audiens target, pastikan pesan iklan yang kamu tulis menarik dan relevan bagi mereka. Coba buat iklan dengan pesan yang jelas, mudah dimengerti, dan relate dengan audiens target. Selain itu, pastikan iklan kamu memiliki tampilan visual yang menarik dan tidak terlalu rumit. Hal ini akan membantu iklan kamu untuk lebih menonjol di antara iklan-iklan lainnya dan lebih efektif dalam menarik perhatian audiens target.
Ada banyak sekali platform yang bisa kamu gunakan untuk memasang iklan online, mulai dari Google, Facebook, Instagram, TikTok, YouTube, LinkedIn, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, kamu harus memilih platform yang tepat untuk audiens target; platform yang paling banyak digunakan oleh mereka. Sebagai contoh, jika kamu ingin menjangkau audiens yang lebih muda, Instagram atau TikTok mungkin lebih tepat daripada Facebook atau LinkedIn.
Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Penjualan Online dengan Pasti
Kamu harus menetapkan anggaran dengan bijak untuk kampanye iklan online yang dilakukan. Pastikan anggaran kamu sudah sesuai dengan audiens target dan tujuan kampanye iklan online yang dilakukan. Jangan lupa untuk memantau anggaran tersebut dan melakukan penyesuaian jika diperlukan untuk memaksimalkan hasil kampanye iklan online.
Setelah memulai kampanye iklan online, pastikan kamu memeriksa kembali hasil kampanye tersebut secara berkala. Tinjau data seperti jumlah tampilan, klik, hingga konversi yang didapatkan untuk mengetahui seberapa efektif kampanye iklan online yang sudah berjalan. Jika diperlukan, lakukan penyesuaian pada kampanye iklan online agar lebih efektif dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.
Sudah mengerti mengenai apa saja kelebihan iklan online? Nah, jika kamu tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana melakukan iklan online yang efektif, kamu bisa bergabung dengan kursus iklan online di GreatNusa. Dalam kursus ini, kamu akan belajar dari para ahli di bidang iklan online serta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk membuat kampanye iklan online yang sukses. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan bisnismu dan daftar sekarang juga hanya di GreatNusa!
Visualisasi data adalah suatu teknik dalam bidang ilmu komputer dan statistik yang berfungsi untuk mengubah data yang rumit menjadi bentuk yang lebih mudah dipahami oleh manusia melalui representasi visual seperti grafik, diagram, tabel, atau peta. Pada era digital seperti sekarang ini, visualisasi data adalah salah satu hal yang wajib dipahami karena dapat mempermudah banyak sekali pekerjaan.
Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari secara lebih mendalam mengenai apa yang dimaksud dengan visualisasi data, mulai dari pengertiannya hingga fungsi dan tipe-tipenya. Selain itu, akan ada juga beberapa rekomendasi alat yang dapat digunakan untuk memvisualisasikan data. Yuk, pelajari selengkapnya di bawah ini!
Visualisasi data adalah teknik yang digunakan untuk memvisualisasikan data, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih jelas dan mudah dipahami. Pada dasarnya, visualisasi data adalah suatu cara untuk mengubah data yang rumit menjadi bentuk yang lebih sederhana dan mudah dipahami, sehingga dapat membantu kita untuk mengidentifikasi pola, tren, atau hubungan antara data yang tersembunyi.
Visualisasi data bukan hanya sekadar tentang membuat data terlihat menarik secara visual. Lebih dari itu, visualisasi data membantu kita untuk mengomunikasikan informasi dengan lebih efektif dan membuat data lebih mudah dipahami. Dalam banyak kasus, visualisasi data juga dapat membantu dalam pengambilan keputusan, karena dapat memberikan gambaran yang lebih jelas dan mudah dipahami tentang data yang dianalisis. Oleh karena itu, visualisasi data menjadi makin penting dalam era digital di mana kita menghasilkan dan mengumpulkan data dalam jumlah yang makin besar dan kompleks.
Visualisasi data memiliki banyak sekali fungsi penting yang membuatnya menjadi teknik yang sangat berguna dalam berbagai bidang. Berikut ini adalah beberapa fungsi visualisasi data yang perlu kamu ketahui.
Visualisasi data sangat bermanfaat untuk membantu mempermudah pemahaman terhadap data bisnis kompleks dan beragam, seperti data bisnis. Keuntungan dari visualisasi data adalah kemampuannya dalam menyaring informasi penting dari banyaknya data yang ada, sehingga memudahkan pengguna untuk menemukan wawasan (insight) secara cepat dan mudah diingat.
Faktanya, manusia cenderung lebih mudah memproses informasi secara visual. Bahkan, sekitar 90% informasi yang diterima oleh otak manusia berupa visual. Hal ini makin relevan dalam era internet, di mana rentang perhatian manusia cenderung lebih pendek. Oleh karena itu, visualisasi data menjadi makin penting untuk memudahkan pemahaman terhadap data bisnis yang kompleks dan beragam.
Visualisasi data dapat membantu kita mengidentifikasi pola dan tren yang ada dalam kumpulan data. Dalam beberapa kasus, pola dan tren ini mungkin akan sangat sulit untuk diidentifikasi pada data yang masih mentah. Visualisasi data dapat membantu dengan mengubah data mentah menjadi grafik atau diagram yang lebih mudah dipahami.
Dalam analisis data bisnis, misalnya, visualisasi data dapat membantu dalam mengidentifikasi tren penjualan, kenaikan atau penurunan permintaan, hingga perilaku konsumen yang berbeda-beda. Visualisasi data dapat memberikan informasi yang sangat berharga dalam mengambil keputusan yang tepat apabila kamu melakukan identifikasi pola dan tren tersebut.
Fungsi visualisasi data yang lain adalah meningkatkan efektivitas komunikasi data. Penggunaan representasi visual seperti grafik, diagram, tabel, atau peta, visualisasi data dapat membantu kamu dalam mengomunikasikan informasi dengan lebih jelas dan mudah dipahami. Hal ini sangat penting dalam situasi di mana informasi harus disampaikan dengan cepat dan efektif, seperti dalam presentasi bisnis atau laporan keuangan.
Baca Juga: Strategic Leadership: Pengertian, Ciri, dan Cara Menerapkannya
Visualisasi data dapat sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi dalam analisis data. Melalui visualisasi data, kita dapat menemukan informasi yang penting dengan lebih cepat dan lebih mudah dari ribuan atau bahkan jutaan data yang sangat kompleks dan beragam. Hal tersebut jelas dapat memungkinkan kita untuk menghemat waktu dan meningkatkan efisiensi dalam analisis data.
Fungsi visualisasi data yang tidak kalah penting adalah kemampuannya untuk membantu kita melakukan pengambilan keputusan yang lebih baik. Visualisasi data dapat membantu kita untuk melihat gambaran yang lebih jelas dan menyeluruh tentang data yang dianalisis dengan mengubah data mentah menjadi representasi visual yang mudah dipahami. Hal ini dapat membantu dalam mengambil keputusan yang lebih baik dan informasi yang lebih akurat.
Terdapat berbagai tipe visualisasi data yang dapat digunakan tergantung pada tujuan dan jenis data yang akan ditampilkan. Berikut ini adalah beberapa tipe visualisasi data yang paling umum digunakan.
Grafik garis adalah tipe visualisasi data yang digunakan untuk menunjukkan perubahan data dari waktu ke waktu. Data tersebut dapat berupa data penjualan bulanan, jumlah pengunjung situs web per bulan, dan lain sebagainya. Dalam grafik garis, sumbu horizontal (x-axis) menunjukkan waktu dan sumbu vertikal (y-axis) menunjukkan skala nilai yang ingin ditampilkan. Garis yang terhubung antara titik data menunjukkan tren atau pola data dari waktu ke waktu.
Diagram batang adalah tipe visualisasi data yang paling umum digunakan untuk menunjukkan perbandingan antara beberapa kategori. Data tersebut dapat berupa data penjualan antar toko, jumlah karyawan per departemen, dan lain sebagainya. Dalam diagram batang, sumbu horizontal (x-axis) menunjukkan kategori dan sumbu vertikal (y-axis) menunjukkan skala nilai yang ingin ditampilkan. Batang yang terhubung antara kategori menunjukkan perbandingan antara nilai yang diukur.
Baca Juga: Data Mining: Pengertian, Fungsi, Contoh, serta Metode-Metodenya
Diagram pie adalah tipe visualisasi data yang digunakan untuk menunjukkan proporsi nilai dalam satu kategori. Data tersebut dapat berupa proporsi penduduk dari suatu wilayah, proporsi penjualan dari suatu produk, dan lain sebagainya. Dalam diagram pie, akan ada sebuah lingkaran (seperti pie) yang kemudian dipecah menjadi beberapa bagian yang masing-masing merepresentasikan persentase nilai dari suatu kategori. Besarnya bagian yang dipecahkan tergantung pada persentase nilai yang diukur.
Peta adalah tipe visualisasi data yang digunakan untuk menunjukkan distribusi geografis dari suatu data. Data tersebut dapat berupa penyebaran tingkat kejahatan di suatu wilayah, hasil pemilihan umum, dan lain sebagainya. Dalam peta, daerah-daerah yang ditampilkan merepresentasikan wilayah geografis, dan nilai atau jumlah yang diukur dapat ditunjukkan dengan berbagai cara, seperti warna atau ukuran daerah.
Heatmap adalah tipe visualisasi data yang digunakan untuk menunjukkan perbandingan antara dua variabel dalam bentuk warna. Data tersebut dapat berupa pola penggunaan website pada setiap jam dalam sehari, pola aktivitas penjualan pada setiap hari dalam seminggu, dan lain sebagainya. Dalam heatmap, sumbu horizontal (x-axis) menunjukkan satu variabel, sumbu vertikal (y-axis) menunjukkan variabel lainnya, dan setiap kotak merepresentasikan kombinasi nilai dari dua variabel tersebut dengan warna yang berbeda-beda.
Dalam era digital seperti sekarang, terdapat banyak sekali alat atau software yang dapat digunakan untuk melakukan visualisasi data dengan mudah dan efisien. Berikut ini adalah beberapa alat atau perangkat lunak (software) yang umum digunakan untuk melakukan visualisasi data.
Tableau adalah salah satu perangkat lunak terpopuler untuk visualisasi data yang dapat digunakan oleh siapa saja, dari pemula hingga profesional. Tableau menyediakan fitur-fitur yang canggih dan mudah digunakan, seperti drag-and-drop, yang memungkinkan pengguna untuk membuat visualisasi data yang menarik dan interaktif. Selain itu, Tableau juga memiliki komunitas pengguna yang aktif dan banyak sumber daya pelatihan online yang tersedia.
Microsoft Excel, atau biasa disebut Excel saja, merupakan salah satu software pengolah angka terpopuler di dunia yang juga dapat digunakan untuk visualisasi data. Meskipun fiturnya tidak sekompleks perangkat lunak visualisasi data lainnya, Excel tetap dapat digunakan untuk membuat grafik dan tabel yang informatif dan mudah dipahami. Selain itu, Excel juga mudah diakses karena hampir setiap komputer dan laptop dilengkapi dengan perangkat lunak ini sebagai salah satu bawaannya.
Google Charts adalah salah satu alat visualisasi data online yang disediakan oleh Google. Alat ini dapat digunakan secara gratis dan mudah digunakan oleh pengguna dari berbagai level keahlian. Google Charts memiliki berbagai macam tipe visualisasi data yang dapat dipilih, seperti grafik garis, diagram batang, dan diagram pie. Selain itu, Google Charts juga dapat diintegrasikan dengan Google Sheets atau platform lainnya untuk memperoleh data secara real-time.
Power BI adalah perangkat lunak visualisasi data yang dikembangkan oleh Microsoft. Perangkat lunak ini menyediakan fitur-fitur yang lengkap dan canggih untuk membuat visualisasi data, seperti kemampuan untuk menggabungkan data dari berbagai sumber, mengolah data secara otomatis, dan membuat laporan interaktif. Power BI juga dapat diintegrasikan dengan platform lainnya seperti Excel dan SharePoint.
D3.js adalah salah satu library JavaScript terpopuler untuk visualisasi data yang menawarkan fleksibilitas dan kustomisasi yang tinggi. D3.js memungkinkan penggunanya untuk membuat visualisasi data yang unik dan menarik dengan menggunakan bahasa pemrograman JavaScript. Namun, karena membutuhkan kemampuan pemrograman yang tinggi, D3.js lebih cocok digunakan oleh pengguna yang sudah memiliki pengalaman dalam pengembangan web.
Apakah sekarang kamu sudah mengerti mengapa visualisasi data adalah salah satu hal yang perlu dipahami pada era digital seperti sekarang? Jika iya, yuk langsung saja pelajari bagaimana cara melakukan visualisasi data bersama GreatNusa. Kami menyediakan berbagai macam kursus visualisasi data menggunakan Tableau dan alat lainnya dengan mudah, terutama untuk pemula. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, klik di sini!
By greatnusa • 4 Februari 2023
Facebook Ads telah menjadi salah satu platform periklanan populer di kalangan perusahaan Indonesia. Banyaknya penduduk Indonesia yang menggunakan Facebook serta kemudahan mengoperasikan Facebook Ads membuat platform ini makin diminati. Facebook Ads juga memberikan banyak keuntungan bagi bisnis dalam mempromosikan produknya. Namun, sudahkah kamu memahami apa itu Facebook Ads?
Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari lebih dalam tentang Facebook Ads dan cara beriklan di platform ini. Yuk, simak agar kamu makin terampil memanfaatkan Facebook Ads!
Facebook Ads merupakan layanan iklan berbayar yang disediakan oleh Facebook untuk membantu bisnis dalam mempromosikan produk, jasa, atau konten mereka. Iklan yang telah dibuat kemudian muncul pada pengguna Facebook, Instagram, Messenger, atau media sosial lainnya yang berada dalam naungan Meta.
Iklan yang dipublikasikan tidak menyasar seluruh pengunjung Facebook dan sebangsanya. Kamu dapat menargetkan pengguna Facebook berdasarkan berbagai kriteria yang mencakup demografi, minat, perilaku, dan lokasi geografis. Metode targeting yang tepat membantu kamu dalam menjangkau audiensi yang relevan serta meningkatkan peluang untuk meningkatkan penjualan, lalu lintas website, atau membangun kesadaran merek.
Mungkin kamu menanyakan alasan pentingnya penggunaan Facebook ads padahal bisa mempromosikan produk atau bisnis secara organik. Berikut manfaat yang bisa kamu rasakan melalui Facebook Ads.
Facebook Ads mampu menjangkau audiensi yang lebih luas, sementara pemasaran secara organik menyasar pengikut akun media sosial kamu saja. Malahan kamu bisa mendapatkan pelanggan dari Facebook padahal media sosial utama yang digunakan berupa Instagram. Manfaat ini berdampak pada peningkatan lalu lintas website serta angka penjualan bisnismu.
Kamu bisa melakukan kustomisasi iklan yang dibuat menggunakan Facebook Ads. Kustomisasi ini bisa berupa statistik iklan (contohnya tujuan iklan, anggaran, serta strategi optimasi). Kamu juga dapat mengatur target audiensi berdasarkan demografis (usia dan jenis kelamin), lokasi, atau minat serta penempatan dan format iklan. Kemudahan ini memungkinkan kamu menyasar target audiensi yang potensial menjadi pembeli.
Baca Juga: 5 Tipe User Interface dan Kelebihan Kekurangannya
Facebook Ads lebih efektif dari segi biaya dibandingkan media pemasaran tradisional yang menggunakan surat kabar atau televisi. Kamu bisa membuat strategi iklan sesuai anggaran yang ditentukan dan mendapatkan keuntungan lebih maksimal. Tentu manfaat ini tidak lepas dari pengaturan target audiensi yang lebih spesifik.
Fitur menarik dari Facebook Ads yakni tombol call-to-action (CTA) yang bisa disesuaikan kebutuhan bisnismu. CTA sangat penting karena bisa mengajak audiensi untuk melakukan konversi berupa pembelian produk, berlangganan newsletter, atau sekadar berkonsultasi lebih lanjut. Facebook Ads juga menyediakan variasi CTA yang bisa kamu pilih, contohnya ‘Shop Now’, ‘Sign Up’, ‘Learn More’, ‘Subscribe’, dan ‘Send WhatsApp Message’.
Kamu akan lebih mudah melacak dan mengukur performa dan hasil iklan. Untuk merasakan keuntungan ini, kamu harus meng-install Facebook Pixel untuk mengukur dan mengoptimalkan iklan. Ada pun komponen iklan yang bisa dilacak atau diukur terdiri dari jumlah pengunjung website, aktivitas mereka di halaman website, serta angka konversi. Pengukuran ini tentunya bergantung pada pada tujuan pemasaran dan metrik yang hendak diukur.
Baca Juga: Kursus Gratis: Membuat Laporan Keuangan untuk UMKM
Facebook Ads juga bermanfaat dalam menargetkan ulang (re-targeting) target audiensi potensial. Mereka merupakan orang yang pernah mengunjungi website atau aplikasi kamu, tetapi belum melakukan transaksi. Re-targeting bisa pula dilakukan pada pelanggan yang sudah pernah membeli produk untuk bertransaksi kembali demi meningkatkan loyalitas mereka. Kamu membutuhkan Facebook Pixel untuk merasakan manfaat ini.
Facebook Ads terdiri dari beberapa jenis yang bisa kamu coba. Apa saja?
Setelah mengetahui manfaat dan jenisnya, kamu pasti tertarik untuk menggunakan Facebook Ads. Lantas, bagaimana cara beriklan di platform ini? Ikuti langkah lengkapnya di bawah ini.
Buatlah halaman bisnis sebagai profil usaha kamu di Facebook atau Instagram. Setelah profilnya jadi, barulah kamu bisa masuk ke akun Facebook Ads Manager untuk membuat iklan.
Berikutnya, kamu bisa mengeklik tab ‘Campaign’, kemudian klik ‘Create’ pada halaman utama Facebook Ads Manager. Pilihlah tujuan iklan sesuai target pemasaran, contohnya brand awareness, traffic, engagement, leads generation, dan sebagainya.
Jangan lupa untuk memberi nama kampanye iklan kamu. Pada tahap ini, kamu juga bisa mengaktifkan mode A/B split test sebagai langkah percobaan. Ada pula opsi mengoptimalkan anggaran jika kamu pernah mempublikasikan iklan di Facebook Ads sebelumnya.
Langkah ini dilakukan kalau kamu baru pertama kali beriklan di Facebook Ads. Dalam tahap ini, kamu harus memasukkan rincian data negara, zona waktu, dan mata uang. Isilah setiap kolom secara benar karena penting untuk pembayaran iklanmu.
Setelahnya, kamu bisa mengatur target audiensi yang ingin disasar. Mulailah dari pemilihan lokasi, usia, jenis kelamin, dan bahasa. Sesuaikan dengan target audiensi yang telah ditetapkan dalam bisnismu. Kamu juga bisa menentukan target yang lebih detail menggunakan ‘Detailed targeting’ atau ‘Connections’.
Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Profesionalisme yang Harus kamu Miliki
Penempatan iklan berguna agar kamu bisa menentukan posisi strategis untuk mempromosikan produkmu. Kamu bisa mencoba ‘Automatic Placements’ apabila masih pemula dalam beriklan. Opsi ini memungkinkan Facebook untuk menempatkan iklanmu secara otomatis di seluruh media dalam jaringan Meta.
Berikutnya, kamu dapat mengatur jumlah anggaran yang ingin dibayarkan untuk meluncurkan iklan. Tidak ada patokan harga dari Facebook, jadi kamu bisa membayar sesuai kemampuan bisnismu. Atur pula jadwal penayangan iklan dan durasinya.
Terakhir, kamu bisa mengunggah materi iklan berupa foto, video, atau carousel. Jangan lupa untuk melengkapi teks dan komponen lainnya untuk iklan. Lakukan pengaturan jika dibutuhkan agar iklan tampil sesuai ekspektasimu.
Selamat! Kamu telah mempelajari apa itu Facebook Ads dan cara meluncurkan iklannya. Agar strategimu lebih optimal, lebih baik kamu belajar lebih lanjut tentang menjalankan iklan Facebook. Ikutilah kursus Membuat Iklan di Facebook yang Efektif dan Efisien (Media Buying)-Part 1 untuk mendapatkan tip dan trik beriklan yang menarik. Tingkatkan peluang keberhasilanmu dalam beriklan di media sosial dengan mengikuti kursus dari GreatNusa!
Perusahaan perlu melakukan analisis bisnis secara berkala untuk mendapatkan keputusan berdasarkan hasil data faktual. Analisis bisnis adalah aktivitas evaluasi yang perlu dijalankan secara berkelanjutan, dalam beberapa periode tertentu. Salah satu contoh analisis bisnis yang perlu diterapkan yaitu analisis resiko bisnis.
Analisis risiko bisnis memiliki peranan penting dalam menjaga kestabilan perusahaan di tengah pasar. Agar bisa mencapai tujuannya, kamu perlu melakukan langkah analisis risiko bisnis secara sistematis. Bagaimana caranya? Simak penjelasan lengkapnya dalam pembahasan berikut ini.
Mari kita pahami dahulu pengertian analisis bisnis sebagai konsep dasarnya. Analisis bisnis adalah aktivitas evaluasi dan memahami proses operasi suatu bisnis atau perusahaan. Analisis bisnis mencakup sejumlah faktor dan dampaknya terhadap keberhasilan bisnis.
Ada banyak jenis analisis bisnis, mulai dari analisis industri, pasar, kompetitor, pelanggan, produk, proses, dan sumber daya bisnis. Tujuannya yaitu menentukan potensi bisnis, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan bisnis, serta membuat rekomendasi peningkatan kinerja dan pengembangan bisnis.
Lantas, apa yang disebut analisis risiko bisnis? Analisis risiko bisnis merupakan proses identifikasi, evaluasi, dan pengukuran potensi risiko yang dihadapi oleh suatu bisnis dan dapat memengaruhi keberhasilan proyek atau perusahaan.
Analisis risiko bisnis dapat membantu perusahaan dalam membuat keputusan yang akurat melalui pertimbangan ancaman atau dampak negatif dari setiap risiko yang ditemukan. Analisis risiko bisnis melibatkan penilaian potensi kerugian yang mungkin terjadi dan penentuan tingkat keparahan dari kerugian tersebut.
Baca Juga: 4 Perbedaan Kepemimpinan dan Manajemen dalam Bisnis
Tujuan utama analisis risiko bisnis yaitu menentukan tindakan pencegahan atau mitigasi yang tepat terhadap setiap risiko yang identifikasi. Tindakan pencegahan ini dapat membantu perusahaan dalam menyusun skala prioritas sumber daya, mengurangi risiko yang signifikan, sekaligus memastikan agar perusahaan tetap fokus pada tujuannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan harus melakukan analisis risiko bisnis secara teratur.
Bukan hanya perusahaan besar yang membutuhkan analisis risiko bisnis. Apa pun skala usahanya, analisis risiko memiliki fungsi yang cukup signifikan bagi keberlangsungan bisnis. Berikut penjelasan lengkapnya!
Fungsi ini berguna untuk mewujudkan analisis risiko bisnis yang telah dibahas sebelumnya. Analisis risiko bisnis bisa menjadi sarana untuk mengambil keputusan atau menentukan tindakan pencegahan dan solusi terbaik terhadap risiko yang terbaik. Analisis bisnis didasarkan pada kondisi aktual dan faktual bisnis sehingga bisa menghasilkan keputusan yang relevan pula.
Biaya yang dibutuhkan untuk menanggulangi kejadian pasca mengalami risiko tidaklah sedikit. Analisis risiko bisnis dapat membantu perusahaan agar tetap efisien dalam pengelolaan keuangannya. Perusahaan bisa mengatur biaya yang dikeluarkan selama proses mitigasi secara efisien dan menghindari pembengkakan biaya akibat kejadian buruk dari risiko yang dikenali.
Bisnis perlu memahami risiko yang mungkin terjadi sedetail mungkin untuk menentukan strategi pencegahan yang tepat. Analisis risiko bisnis bisa menjadi sarana mempelajari semua risiko yang terjadi dalam setiap bidang bisnis, mulai dari pemasaran, produksi, operasional bisnis, industri, hingga birokrasi pemerintahan yang memengaruhi kelancaran usaha.
Perusahaan mungkin telah menerapkan beberapa solusi sebagai langkah mitigasi dari hasil analisis risiko bisnis sebelumnya. Namun, proses ini perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mengukur pencapaian dari solusi yang telah dicoba. Perusahaan bisa meningkatkan strateginya apabila solusi sebelumnya masih kurang efektif untuk mengatasi masalah bisnis.
Baca Juga: Akuntansi: Pengertian, Fungsi, dan Manfaatnya Bagi Bisnis
Analisis risiko bisnis sebaiknya dicatat dalam tabel berisi sejumlah risiko serta setiap langkah pencegahannya. Kamu bisa menggunakan contoh analisis bisnis dalam tabel di bawah ini.
Analisis Risiko Bisnis Perusahaan ABC
| Risiko yang Mungkin Terjadi | Langkah Pencegahan |
| Strategi digital marketing yang diterapkan tidak membuahkan hasil yang bagus | Menggunakan analytics tools untuk mencari tahu minat dan kebutuhan target pasar. |
| Karyawan yang potensial mengajukan resign sewaktu-waktu. | Memberikan jenjang karier untuk mempertahankan karyawan. |
| Terdapat masalah dalam sistem keamanan data. | Melakukan backup dan recovery data secara berkala di cloud computing. |
Baca Juga: 6 Prospek Kerja Bisnis Digital dan Kualifikasinya
Kamu perlu melakukan empat langkah secara sistematis untuk menganalisis risiko bisnis. Berikut urutan yang perlu diterapkan dalam melakukan analisis risiko bisnis.
Identifikasi risiko dimulai dengan melakukan penilaian risiko (risk assessment). Risk assessment berguna untuk mengurutkan tingkat risiko atau ancaman tertentu yang dihadapi oleh setiap bidang perusahaan. Setelahnya, kamu bisa mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi bersama setiap kepala departemen atau divisi yang terlibat di dalamnya.
Pada tahap inilah proses analisis risiko bisnis dimulai. Kamu bisa menganalisis kemungkinan terjadinya risiko tersebut serta dampak dan konsekuensi dari setiap risiko yang terjadi. Catat setiap risiko tersebut menggunakan tabel yang telah dijabarkan pada poin sebelumnya.
Analisis risiko bisnis menghasilkan beberapa kemungkinan terburuk atau ancaman yang bisa memengaruhi kelangsungan usaha. Namun, kamu perlu merencanakan manajemen risiko melalui langkah mitigasi atau pencegahan yang bermanfaat untuk mengurangi, menghindari, atau menerima risiko tersebut.
Terakhir, kamu perlu menerapkan rencana manajemen risiko yang telah ditentukan pada poin sebelumnya. Terapkan mulai dari risiko berprioritas tinggi hingga rendah. Setiap risiko sebaiknya diselesaikan menggunakan rencana mitigasi yang dibuat agar tidak lagi menjadi ancaman. Selain itu, kamu juga perlu memantau perkembangan mitigasi risiko tersebut.
Kesimpulannya, analisis resiko bisnis merupakan salah satu hal penting yang perlu dilakukan secara berkelanjutan dalam menjalankan usaha. Agar manajemen risiko bisnis dapat berjalan dengan efektif, kamu perlu mengikuti kursus Menyusun Manajemen Strategi Bisnis secara daring dari GreatNusa. Kamu akan mempelajari setiap aspek penting dalam bisnis, seperti operasi dan manajemen, keuangan, penelitian dan pengembangan, dan sebagainya. Yuk, perluas pemahamanmu tentang manajemen bisnis bersama GreatNusa!
By greatnusa • 4 Februari 2023
Career planning atau perencanaan karir adalah langkah awal yang perlu kamu lakukan saat memasuki dunia kerja. Penyusunan rencana tersebut membantu kamu dalam mencapai target karir yang diinginkan. Hanya saja, kamu juga perlu secara cermat dalam menyusunnya. Pastikan bahwa kamu mempertimbangkan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan karir.
Berkaitan dengan penyusunan perencanaan karir, kamu perlu tahu bahwa ada 2 kategori faktor yang memiliki pengaruh. Dua kategori faktor tersebut adalah faktor internal dan eksternal. Untuk mengetahui secara lebih lanjut pembahasan faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan karir tersebut, simak ulasannya berikut ini, yuk!
Ada beberapa faktor internal yang memiliki kaitan erat dengan perencanaan karir. Faktor internal tersebut di antaranya adalah:
Faktor internal pertama yang memiliki pengaruh pada perencanaan karir adalah pengetahuan. Pengetahuan mencakup banyak aspek, termasuk di antaranya adalah latar belakang pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, pengetahuan yang dimilikinya pun kian berkembang.
Ada berbagai metode yang dilakukan perusahaan dalam menetapkan standar pengetahuan saat proses perekrutan karyawan. Sebagai contoh, dengan menetapkan batasan level pendidikan tertentu, IPK, dan lain sebagainya. Kalau memiliki standar pengetahuan yang tinggi, kamu punya banyak pilihan saat menentukan karir.
Terlepas dari apa saja karir yang bakal kamu pilih, soft skill merupakan faktor penting yang tak boleh dilewatkan. Alasan utamanya adalah karena soft skill bakal kamu butuhkan dalam berbagai jenis pekerjaan. Bahkan, kepemilikan soft skill yang kuat dapat mendorong kamu untuk meniti karir secara lebih lancar di masa depan.
Laporan iCIMS Hiring Insight tahun 2017 mengungkapkan, bahwa 94% perekrut profesional punya kepercayaan tinggi kalau karyawan yang memiliki bekal soft skill kuat bakal mendapat promosi jabatan lebih cepat dibandingkan karyawan lain. Secara khusus, ada 5 soft skill penting yang perlu kamu kuasai, yaitu komunikasi, problem solving, manajemen waktu, kemampuan beradaptasi, serta kepemimpinan.
Baca Juga: Perencanaan Karir: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya
Seperti halnya pengetahuan, keterampilan merupakan faktor internal yang tidak kalah penting dalam upaya perencanaan karir. Dalam proses pencarian karyawan, perusahaan tidak sekadar merekrut tenaga kerja yang punya pengetahuan atau teori. Namun, pengetahuan tersebut juga harus dibarengi dengan bekal keterampilan yang memadai.
Bekal keterampilan dapat membantu seorang karyawan untuk dapat menjalankan pekerjaannya dengan lancar. Kamu pun tidak akan mengalami kesulitan tinggi saat proses adaptasi. Situasi itu bisa kamu dapatkan ketika keahlian yang dimiliki sesuai dengan tingkat kebutuhan perusahaan.
Faktor internal terakhir yang memiliki pengaruh pada perencanaan karir adalah perubahan karir. Perubahan tersebut berpotensi membuat kamu perlu melakukan revisi terhadap rencana yang telah disusun. Dalam kenyataannya, ada banyak faktor yang dapat menimbulkan keputusan seseorang untuk melakukan perubahan karir, di antaranya adalah:
Selain faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan karir secara internal, ada pula elemen eksternal yang tidak kalah pentingnya. Elemen eksternal tersebut meliputi:
Dunia kerja bersifat dinamis. Oleh karenanya, kamu akan mendapati adanya perubahan yang dapat terjadi kapan saja. Perubahan tersebut selanjutnya memberi pengaruh pada tingkat kebutuhan tenaga kerja sebuah perusahaan.
Contoh nyata dari fenomena perkembangan dunia kerja bisa kamu ketahui ketika terjadi pandemi COVID-19. Sebelum COVID-19, banyak orang yang menganggap remeh pola kerja jarak jauh. Bahkan, banyak orang yang beranggapan bahwa pekerja remote itu tidak ubahnya seorang pengangguran.
Namun, situasinya berubah 180 derajat ketika berlangsung pandemi COVID-19. Para karyawan yang awalnya dapat bekerja secara nyaman di kantor, dipaksa untuk kerja secara remote. Situasi tersebut pun menimbulkan peluang karir baru di dunia kerja. Di sisi lain, ada pula pekerjaan yang tersisihkan karena adanya perubahan tersebut.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Interpersonal Skill dalam Organisasi
Faktor eksternal selanjutnya yang berpengaruh penting pada perencanaan karir adalah perkembangan teknologi. Kecanggihan teknologi membuka banyak peluang baru dalam dunia kerja. Hasilnya, saat ini kamu akan menemukan banyak pilihan karir yang relatif baru. Pilihan karir baru tersebut mengindikasikan adanya perubahan kebutuhan dari sektor industri.
Kecanggihan teknologi tidak hanya memunculkan prospek karir baru. Di waktu yang sama, banyak perusahaan yang memahami pentingnya keberadaan karyawan dengan latar belakang pendidikan di bidang teknologi informasi. Oleh karena itu, tingkat kebutuhan karyawan di bidang terus meningkat dan berpotensi memperoleh bayaran tinggi.
Fenomena tersebut mendorong banyak orang untuk memilih berkarir di sektor teknologi informasi. Peluang gaji yang tinggi menjadi alasan utamanya. Ditambah lagi, peluang kerja di bidang ini tidak hanya bisa kamu dapatkan dari perusahaan dalam negeri. Namun, banyak pula prospek karir di perusahaan di luar negeri.
Perencanaan karir yang kamu susun juga bakal dipengaruhi oleh kriteria promosi. Saat melakukan penyusun rencana karir, kamu perlu melakukan riset secara mendalam terkait karir yang diinginkan. Saat itu, kamu tentunya lebih mempertimbangkan karir yang menjanjikan promosi jabatan lebih tinggi, kan?
Hal yang tak boleh kamu lewatkan terkait faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan karir adalah keluarga. Faktor ini berlaku tidak hanya bagi karyawan yang telah menikah, tetapi juga bagi mereka yang masih berstatus belum menikah.
Ketika sudah berkeluarga, kamu perlu mempertimbangkan pendapat pasangan terkait target karir di masa depan. Sementara itu, bagi mereka yang masih berstatus lajang, pertimbangan dari orang tua kerap menjadi landasan utama dalam proses pengambilan keputusan.
Selain itu, interaksi di dalam keluarga juga memiliki pengaruh yang tidak kalah besar dalam proses pemilihan karir. Interaksi tersebut akan membentuk cara pandang seseorang terhadap karir. Oleh karena itu, tidak heran kalau ada keluarga yang mayoritas anggotanya berprofesi di bidang yang sama.
Terakhir, kamu juga akan merasakan adanya faktor yang mempengaruhi perencanaan karir berupa lingkungan pergaulan. Fakta penting yang perlu kamu ketahui, pergaulan memiliki pengaruh sangat kuat terkait perencanaan karir.
Kamu dapat memunculkan ketertarikan pada bidang tertentu lewat interaksi dengan teman sebaya. Selain itu, pergaulan juga dapat menimbulkan harapan serta pandangan berkaitan dengan pilihan karir di masa depan.
Baca Juga: Kuasai 5 Public Speaking Skills Berikut untuk Siap Dunia Kerja
Nah, itulah pembahasan terkait faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan karir. Pengetahuan ini memiliki peran penting bagi kamu dalam memperluas pilihan karir di masa depan. Opsi karir yang luas memberi peluang bagi kamu dalam menentukan pilihan sesuai keinginan.
Untuk memperoleh karir cerah di masa depan, manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Jangan pernah berhenti untuk belajar hal-hal baru yang berdampak positif pada karir. Kamu pun bisa melakukannya dengan dukungan berbagai pilihan kursus pengembangan diri dan keterampilan lewat GreatNusa.
GreatNusa menawarkan banyak pilihan kursus online yang dilengkapi dengan materi serta tenaga pengajar berkualitas. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan opsi karir yang luas di masa depan.
Semoga bermanfaat.