Menampilkan 223-228 dari 449 Artikel
Penggunaan prinsip manajemen proyek pada dasarnya bukan hanya berlaku dalam hubungan antara perusahaan sebagai tim pelaksana atau klien dengan pihak ketiga. Manajemen proyek juga dapat diterapkan oleh pihak internal dalam suatu organisasi dalam menyelesaikan penugasan tertentu.
Nah, implementasi manajemen proyek pada internal organisasi bergantung pada orientasi dan tingkatan manajemen. Namun, pada pembahasan kali ini kita tidak membicarakan hal itu melainkan lebih kepada bagaimana sih fungsi manajemen proyek dalam sebuah perusahaan?
Kita langsung masuk ke pembahasan poin pertama mengenai fungsi manajemen proyek dalam sebuah perusahaan, yakni untuk memastikan agar proyek berjalan secara terfokus.
Sebagaimana kita ketahui bahwa masing-masing proyek memiliki tujuan dan spesifikasi yang mungkin berbeda dari proyek lainnya. Pencapaian tujuan merupakan parameter penting yang menentukan sejauh mana tingkat keberhasilan penyelesaian suatu proyek.
Oleh sebab itu, tim pelaksana proyek biasanya akan secara spesifik melakukan penugasan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dan ketentuan lain yang harus dipenuhi agar dapat meningkatkan keberhasilan penyelesaian proyek.
Dalam melakukan hal tersebut, terdapat dua fungsi manajemen proyek yang harus dijalankan oleh tim pelaksana, antara lain:
Dikutip dari beberapa sumber, fungsi scoping dalam manajemen proyek diartikan sebagai suatu kegiatan membuat batasan-batasan ranah pekerjaan agar suatu proyek dapat terselesaikan. Sederhananya, kegiatan ini meliputi penyusunan kegiatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama penugasan.
Fungsi scoping perlu dilakukan agar kita dapat lebih fokus menyelesaikan penugasan tanpa perlu mengkhawatirkan tentang hal-hal yang sebenarnya bukan menjadi bagian yang harus kita kerjakan. Selain itu, adanya fungsi scoping dapat membantu kita dalam menggunakan waktu, serta mengerahkan pikiran dan tenaga secara efektif dan efisien.
Salah satu tahap penting dalam manajemen proyek adalah membuat perencanaan (planning). Fungsi planning dalam manajemen proyek diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan identifikasi tujuan penugasan, mengurangi peluang munculnya risiko, serta mengantisipasi munculnya hal-hal tak terduga yang dapat menghalangi pemenuhan penugasan.
Aktivitas perencanaan perlu dilakukan dengan didasari oleh beberapa pertimbangan berikut ini:
Baca Juga: Perencanaan Karir: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya
Kedua, fungsi manajemen proyek dalam perusahaan adalah untuk memastikan bahwa suatu pekerjaan atau penugasan dapat diselesaikan sesuai dengan deadline dan target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Agar dapat menjalankan fungsi tersebut, maka terdapat tiga hal yang harus dilakukan oleh tim pelaksana, antara lain:
Pertama, hal yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa suatu pekerjaan sesuai dengan deadline dan target adalah membuat perkiraan yang mencakup nominal biaya proyek secara terperinci, sumber daya yang dibutuhkan, serta durasi penyelesaian proyek.
Perkiraan ini nantinya akan menjadi pedoman yang harus dipegang oleh pihak pelaksana proyek sepanjang menjalankan penugasan agar bagaimanapun caranya mereka harus dapat memanfaatkan waktu dan sumber daya seefisien mungkin.
Apabila terdapat hal-hal tak terduga yang membuat tim pelaksana gagal memenuhi ekspektasi penugasan dari segi waktu dan sumber daya, maka perkiraan ini perlu dievaluasi - apakah sudah benar-benar dibuat sesuai dengan pertimbangan perencanaan atau tidak.
Kegiatan ini meliputi penyusunan daftar kegiatan mulai dari awal hingga akhir secara detail, durasi ideal masing-masing kegiatan, serta siapa yang bertindak sebagai penanggungjawab.
Dengan adanya susunan daftar kegiatan yang jelas, maka diharapkan penugasan menjadi semakin jelas bagi masing-masing anggota tim pelaksana serta ada alur pertanggungjawaban yang jelas apabila ada pekerjaan yang belum terselesaikan maupun kendala yang harus dihadapi oleh anggota pelaksana.
Tak hanya itu, susunan daftar kegiatan ini juga dapat membantu tim pelaksana dalam menyusun strategi agar dapat melakukan manajemen waktu dengan baik. Bagaimanapun, manajemen waktu merupakan kunci penting yang memegang keberhasilan manajemen proyek.
Setelah pembagian daftar kegiatan dan siapa saja anggota tim yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut, maka hal terakhir yang perlu dilakukan agar penugasan dapat diselesaikan dengan tepat sesuai deadline dan target ialah memastikan bahwa masing-masing anggota tim memahami tanggung jawab mereka.
Pemahaman anggota tim terhadap bagian masing-masing dalam suatu proyek sangat penting untuk mencapai koordinasi anggota yang baik, membantu leader tim dalam menggerakkan fungsi manajemen proyek, serta menyamakan pemikiran dan visi dari masing-masing anggota tim. Dengan demikian maka tujuan proyek akan menjadi lebih mudah tercapai.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Perencanaan Agregat yang Dibutuhkan Dalam Bisnis
Terakhir, manajemen proyek juga berfungsi untuk memprediksi dan mengantisipasi masalah yang mungkin muncul selama masa pengerjaan suatu proyek. Sebagaimana kita ketahui, masalah dalam proyek bisa muncul kapan saja apa pun penyebabnya.
Namun tugas kita adalah memastikan agar masalah tersebut tidak sampai menghalangi pengerjaan tugas, dan apabila sampai menghalangi, maka kita perlu mengambil keputusan untuk menyelesaikan persoalan tersebut supaya proyek tetap dapat terealisasi.
Agar dapat mencapai fungsi tersebut maka terdapat tiga hal yang perlu dilakukan, antara lain:
Apabila terdapat suatu masalah yang muncul selama penugasan, tentunya sebagai pemimpin, leader tim pelaksana harus dapat mengambil tindakan agar penugasan tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Tiga hal yang harus dilakukan sebagai seorang leader saat menghadapi benturan masalah adalah memberi instruksi pada anggota tim, memberikan bimbingan agar anggota tim dapat menyelesaikan masalah mereka sendiri, serta membentuk komunikasi tim yang efektif agar ia mengetahui sejauh mana permasalahan tersebut akan berdampak terhadap penugasan.
Kepemimpinan merupakan aspek yang memegang peranan penting dalam mengarahkan tim. Seorang pemimpin tim harus dapat mengambil keputusan yang tepat dari segi waktu dan tindakan dengan mempertimbangkan kapasitas anggota tim.
Apabila suatu permasalahan sudah tidak lagi dapat ditangani oleh anggota tim, maka mau tidak mau leader tim harus turun tangan untuk melakukan pengendalian seluruh pekerjaan dan memastikan semuanya berjalan sesuai rencana, baik dari segi waktu maupun sumber daya yang dibutuhkan selama proses pengerjaan.
Tak hanya saat ada masalah, manajer proyek juga perlu menjalankan peran mereka dalam memantau setiap aktivitas terkait penugasan dengan menggunakan alat ukur berupa matriks untuk memastikan proyek berjalan sesuai dengan deadline dan spesifikasi yang telah ditentukan dengan klien.
Baca Juga: Menentukan Fokus dan Prioritas dalam Task Management
Terakhir, seorang leader tim atau manajer proyek harus melakukan kegiatan evaluasi yang meliputi penilaian kinerja anggota tim berdasarkan hasil akhir proyek yang telah berhasil dijalankan.
Berdasarkan hasil evaluasi ini, mungkin ada masukan yang akan sangat berarti untuk penyelesaian proyek lain yang serupa di masa mendatang atau pembelajaran lain yang dapat disampaikan untuk menambah wawasan anggota tim.
Fungsi manajemen proyek yang tepat memegang peran krusial dalam keberhasilan setiap pekerjaan. Oleh karena itu diperlukan kerja sama semua anggota tim untuk memastikan kelancaran fungsi-fungsi yang sudah ditentukan.
Ingin tahu lebih banyak tentang manajemen proyek? GreatNusa menyediakan kelas menarik yang membahas tentang Information System Project Management. Melalui kursus online ini, kamu akan mempelajari proses, tools, teknik, serta areas of knowledge dalam mengelola proyek IT.
By greatnusa • 21 Februari 2023
Apakah kamu berencana mendirikan perusahaan start-up dan mempekerjakan sejumlah karyawan di dalamnya? Apabila jawabannya ‘ya’, berarti kamu harus merancang aturan perusahaan sebagai pedoman untuk dipatuhi oleh karyawan. Manfaat mematuhi aturan ternyata berdampak besar pada perkembangan perusahaanmu.
GreatNusa tidak hanya akan mengulas manfaat yang dirasakan dari mematuhi perusahaan, tetapi juga memberikan tips menyusun peraturan perusahaan yang baik. Yuk, simak ulasannya sampai selesai!
Definisi peraturan perusahaan secara resmi tercatat dalam Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 20 tentang Ketenagakerjaan. Peraturan perusahaan merupakan serangkaian regulasi tertulis yang dibuat oleh pengusaha dan memuat tata tertib perusahaan.
Bagian VI menjelaskan lebih lanjut tentang pembuatan peraturan perusahaan. Pasal 108 Ayat 1 menyatakan bahwa perusahaan yang telah mempekerjakan minimal 10 karyawan wajib membuat aturan perusahaan. Aturan ini mulai berlaku setelah mendapat pengesahan dari Menteri Tenaga Kerja (Menaker) atau pejabat yang ditunjuk. Namun, kewajiban tersebut bisa diabaikan kalau perusahaan telah memiliki perjanjian kerja bersama perusahaan lainnya.
Ada pun konten yang harus ada dalam peraturan perusahaan tercantum dalam pasal 111, yaitu:
Baca Juga: Ketahui 5 Perbedaan Machine Learning dan Deep Learning
Perusahaan dapat merasakan manfaat yang signifikan apabila karyawan mematuhi peraturan yang berlaku. Apa saja manfaatnya?
Kedisiplinan karyawan meningkat apabila mereka mematuhi regulasi perusahaan yang berlaku. Karyawan memiliki sikap tanggung jawab yang tinggi dan berusaha mewujudkannya ketika berada di tempat kerja. Perusahaan memiliki karyawan yang berkualitas tidak hanya saat mengerjakan pekerjaan, tetapi terlihat dari karakter dan kedisiplinannya pula.
Peraturan berfungsi untuk menjamin keadilan dan keseragaman di tempat kerja. Artinya, tidak ada seorang karyawan pun yang luput dari konsekuensi peraturan. Setiap karyawan harus mematuhi SOP dan kode etik yang ditetapkan dalam perusahaan. Keadilan di tempat kerja pun tercipta sehingga tidak ada karyawan yang merasa lebih superior daripada rekan kerjanya.
Peraturan perusahaan juga harus menjamin keamanan dan keselamatan pekerja. Karyawan harus aman dari bahaya fisik maupun mental yang bisa mengganggu kelancaran kerja, seperti luka fisik, kecelakaan, pelecehan, perundungan, dan sebagainya. Mematuhi aturan perusahaan dapat meningkatkan keamanan yang berdampak pada kenyamanan karyawan di tempat kerja.
Tindakan penyelewengan dan pelanggaran aturan sering terjadi secara tersembunyi. Karyawan yang mematuhi aturan akan menciptakan budaya keterbukaan di tempat kerja. Mereka berani mengakui pelanggaran dan siap menerima konsekuensi dari tindakannya tersebut. Segala masalah kecil yang terjadi di perusahaan bisa diatasi lebih awal sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih serius.
Kredibilitas perusahaan meningkat apabila karyawannya mematuhi regulasi yang berlaku. Perusahaan memiliki citra yang baik di mata pihak eksternal, mulai dari klien atau konsumen, mitra, masyarakat, bahkan pemerintah. Manfaat ini tentunya bisa berdampak pada kemampuan perusahaan dalam memasarkan produk atau layanannya kepada masyarakat luas.
Baca Juga: Kanban: Pengertian, Manfaat, Fungsi, Serta Cara Menggunakannya
Proses penyusunan peraturan perusahaan bukan merupakan perkara mudah. Namun, kamu bisa mengikuti panduan di bawah ini untuk merancang peraturan di tempat kerjamu.
Pasal 111 Undang-Undang Ketenagakerjaan menyatakan bahwa setiap ketentuan dalam peraturan perusahaan harus selaras regulasi perundang-undangan yang sedang berlaku. Regulasi perundang-undangan terkini terkait ketenagakerjaan yaitu UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Kajilah regulasi tersebut serta peraturan pemerintah lainnya supaya kamu memiliki pedoman yang benar untuk membuat peraturan perusahaan.
Setiap butir tata tertib perusahaan yang dibuat tentu memiliki konsekuensi ketika diterapkan. Kamu perlu mempertimbangkan konsekuensi positif maupun negatif dari penerapan aturan tersebut. Apabila lebih banyak konsekuensi positif, kamu bisa menerapkannya dalam peraturan perusahaan. Sebaliknya, kamu bisa mengeliminasi poin peraturan yang memunculkan banyak konsekuensi negatif dalam penerapannya.
Karyawan maupun perusahaan harus memahami hak dan kewajibannya masing-masing agar bisa meminimalisir konflik selama peraturan perusahaan sedang diterapkan. Adapun konten hak dan kewajiban masing-masing kedua belah pihak harus disusun dalam poin secara sistematis.
Pasal 111 Ayat 3 menyatakan bahwa masa berlaku peraturan perusahaan hanya maksimal dua tahun. Setelah masa tersebut, perusahaan wajib memperbaharui peraturannya. Pembaruan peraturan bermanfaat agar perusahaan bisa mengikuti regulasi terbaru terkait ketenagakerjaan.
Tata bahasa atau kalimat yang digunakan haruslah mudah dipahami oleh seluruh karyawan dalam perusahaan. Hindari gaya bahasa yang ambigu supaya peraturan yang dibuat tidak menimbulkan salah tafsir yang mungkin terjadi. Gunakan bahasa baku sesuai kaidah bahasa Indonesia dan hindari penggunaan bahasa non-formal meskipun kamu hendak membuat aturan untuk perusahaan start-up.
Baca Juga: 5 Etika Profesi Akuntansi yang Harus Dimiliki Seorang Akuntan
Setelah memperkirakan hak dan kewajiban, tata tertib, syarat kerja, dan masa berlaku, barulah kamu bisa membuat draf berisi seluruh peraturan yang telah dibuat. Draf tersebut bisa dikirimkan kepada perwakilan karyawan perusahaan untuk dipelajari. Mereka berhak memberikan saran atau perubahan maksimal 14 hari setelah draf diberikan.
Apabila semua karyawan setuju mengenai draf yang sudah dibuat, barulah kamu bisa melakukan finalisasi. Kamu bisa mengirimkan draf tersebut ke Dinas Ketenagakerjaan untuk pengesahan. Namun, mereka perlu melakukan peninjauan terlebih dahulu terhadap peraturan yang telah dibuat. Segera lakukan revisi jika peraturan yang dibuat belum memenuhi kriteria pengesahan.
Tentunya kamu ingin merasakan manfaat mematuhi aturan perusahaan yang telah dijelaskan dalam artikel ini, bukan? Oleh karena itu, kamu perlu memahami lebih lanjut tentang etika perusahaan agar bisa merancang peraturan yang lebih solid dan tentunya menguntungkan karyawanmu pula.
Maka dari itu, ikutilah kursus Belajar Etika dan Tata Kelola Perusahaan dari GreatNusa supaya kamu bisa memahami konsep corporate governance dalam bisnis dan masyarakat. Kembangkan bisnismu sekarang juga agar lebih sukses mencapai tujuan melalui kursus bersama GreatNusa!
By greatnusa • 21 Februari 2023
Business Development adalah salah satu aspek penting dalam dunia bisnis yang berfokus pada proses pengembangan bisnis dengan cara meningkatkan pendapatan, efisiensi, dan daya saing perusahaan. Melalui proses ini, perusahaan dapat meningkatkan jumlah pelanggan, mengejar pasar baru, dan meningkatkan efisiensi dalam operasionalnya.
Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari mengenai Business Development secara lebih mendalam, mulai dari pengertiannya, tujuan, hingga fungsinya. Selain itu, kamu juga akan dapat mengetahui kemampuan apa saja yang harus dimiliki oleh Business Development. Mari simak penjelasannya di bawah ini!
Dalam istilah yang paling sederhana, Business Development dapat diartikan sebagai ide, inisiatif, dan aktivitas yang membantu membuat bisnis menjadi lebih baik. Ini termasuk peningkatan pendapatan, pertumbuhan ekspansi bisnis, dan profitabilitas dengan membangun kemitraan strategis dan membuat keputusan bisnis strategis.
Kegiatan Business Development dapat meluas ke berbagai departemen, termasuk penjualan, pemasaran, manajemen proyek, manajemen produk, dan manajemen vendor. Jaringan, negosiasi, kemitraan, dan upaya penghematan biaya juga terlibat. Berbagai departemen dan aktivitas ini didorong oleh dan diselaraskan dengan tujuan pengembangan bisnis.
Sebagai contoh, sebuah bisnis memiliki produk atau layanan yang sukses di satu wilayah, seperti Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Tim Business Development kemudian menilai potensi ekspansi lebih lanjut. Setelah semua uji tuntas, penelitian, dan studi, ditemukan bahwa produk atau layanan yang ditawarkan dapat diperluas ke wilayah baru, seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang.
Tujuan Business Development sangat penting dalam menentukan arah perkembangan bisnis dan mencapai kesuksesan dalam jangka panjang. Beberapa tujuan utama Business Development antara lain:
Salah satu tujuan utama dari Business Development adalah meningkatkan pendapatan perusahaan. Ini dapat dilakukan dengan mengejar pasar baru atau meningkatkan jumlah pelanggan yang ada. Selain itu, perusahaan juga dapat meningkatkan pendapatan dengan meningkatkan kualitas produk atau layanan, mengejar pasar global, atau meningkatkan jaringan kerja.
Tujuan lain dari Business Development adalah menambah jumlah pelanggan. Ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas produk atau layanan, mengejar pasar baru, atau meningkatkan jaringan kerja. Selain itu, perusahaan dapat menambah jumlah pelanggan dengan menjual produk atau layanan ke segmen pasar yang belum terjangkau sebelumnya, atau meningkatkan jaringan kerja dengan bekerja sama dengan perusahaan lain.
Meningkatkan efisiensi dalam operasional perusahaan juga merupakan tujuan dari Business Development. Salah satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah dengan mengejar pasar baru yang dapat memberikan peluang untuk meningkatkan efisiensi produksi atau distribusi. Selain itu, perusahaan juga dapat meningkatkan efisiensi dengan meningkatkan jumlah pelanggan yang ada, sehingga dapat mengurangi biaya promosi atau distribusi per produk atau jasa.
Salah satu tujuan penting dari Business Development adalah meningkatkan daya saing perusahaan. Dengan meningkatkan daya saing, perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain dalam industri yang sama dan meningkatkan peluang untuk mencapai kesuksesan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Apa Peran Inovasi dalam Kewirausahaan? Apakah Menguntungkan?
Fungsi Business Development adalah untuk mengembangkan bisnis perusahaan, baik secara ekspansi pasar maupun diversifikasi produk. Beberapa fungsi utama yang harus dilakukan oleh Business Development adalah:
Salah satu fungsi utama dari Business Development adalah melakukan penelitian pasar. Dalam fungsi ini, perusahaan dapat mengumpulkan data tentang pasar yang dituju, seperti informasi tentang konsumen, pesaing, dan tren pasar. Dengan data yang diperoleh, perusahaan dapat mengevaluasi peluang pasar dan mengembangkan strategi yang tepat untuk mengejar pasar tersebut.
Fungsi penting lainnya dari Business Development adalah mencari pasar baru untuk dijadikan target pasar perusahaan. Business Development harus mampu menganalisis data pasar dan mengevaluasi peluang bisnis yang ada untuk dijadikan target pasar. Kemampuan negosiasi yang baik juga diperlukan dalam menyelesaikan permasalahan yang mungkin terjadi dalam proses bisnis.
Fungsi lain dari Business Development adalah pengembangan produk. Dalam fungsi ini, tim Business Development akan menciptakan produk baru atau meningkatkan produk yang sudah ada. Produk baru tersebut harus dapat memenuhi kebutuhan pelanggan serta keunikannya tersendiri yang membuatnya lebih menonjol daripada produk milik kompetitor.
Pengembangan jaringan merupakan salah satu fungsi penting dari Business Development. Dalam fungsi ini, tim Business Development harus dapat membangun jaringan kerja baru untuk memperluas jangkauan perusahaan. Jaringan kerja dapat dibangun dengan berbagai cara, seperti mengikuti konferensi, seminar, dan acara-acara lainnya yang serupa.
Baca Juga: 6 Prospek Kerja Bisnis Digital dan Kualifikasinya
Ada beberapa kemampuan khusus yang dibutuhkan oleh seorang Business Development agar dapat sukses ketika bekerja, antara lain:
Salah satu skill yang harus dimiliki oleh seorang Business Development adalah keahlian komunikasi. Dalam mengejar pasar baru, seorang Business Development harus mampu menjelaskan dengan baik produk atau jasa yang ditawarkan dan meyakinkan calon konsumen untuk membeli produk atau menggunakan jasa yang ditawarkan. Kemampuan komunikasi yang baik juga diperlukan dalam menjalin hubungan dengan rekan kerja, mitra usaha, atau pihak lain yang berhubungan dengan perusahaan.
Skill lain yang harus dimiliki oleh seorang Business Development adalah keahlian negosiasi. Dalam mengejar pasar baru, seorang Business Development harus mampu membuat kesepakatan yang menguntungkan bagi perusahaan dengan pihak lain, seperti klien atau mitra usaha. Kemampuan negosiasi yang baik juga diperlukan dalam menyelesaikan permasalahan yang mungkin terjadi dalam proses bisnis.
Analisis merupakan salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh seorang Business Development. Kemampuan analisis ini diperlukan dalam menganalisis data pasar dan mengevaluasi peluang bisnis yang ada. Dengan kemampuan analisis yang baik, seorang Business Development dapat mengambil keputusan yang tepat dan mengambil tindakan yang efektif dalam mengembangkan bisnis perusahaan.
Beradaptasi adalah kemampuan lain yang wajib dimiliki oleh seorang Business Development. Dalam dunia bisnis yang selalu berubah, kemampuan beradaptasi menjadi sangat penting bagi Business Development untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Dengan kemampuan beradaptasi yang baik, Business Development dapat mengejar peluang bisnis yang ada dan mengatasi masalah yang mungkin terjadi.
Business Development adalah salah satu bidang yang perlu dipelajari secara khusus, dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Jika kamu tertarik untuk mempelajarinya secara lebih lanjut, langsung saja ikuti kursus-kursus di GreatNusa, seperti Business Development in e-Business Era. Melalui kursus tersebut, kamu dapat mempelajari bagaimana cara berbisnis di era digital, seperti di e-commerce atau marketplace. Klik di sini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut!
Sebuah desain produk digital seperti mobile app tidak akan pernah lepas dari peran UI alias user interface. Sebagai aspek yang menjadi “pintu utama” sebuah produk, tujuan user interface yang utama adalah untuk menciptakan kenyamanan bagi user terutama dari segi aspek visual. Oleh sebab itu, seorang desainer UI harus memiliki pemahaman dan keterampilan yang kuat dalam bidang komunikasi visual.
Sebenarnya, apa itu user interface?
User interface adalah antarmuka grafis yang menjadi jembatan antara user dengan sistem sebuah aplikasi sehingga user dapat mengoperasikan aplikasi tersebut. Dalam konteks yang lebih utuh, user interface merupakan bagian yang tak terpisahkan dari user experience (UX) secara keseluruhan. Mengapa demikian?
User experience merujuk pada pengalaman user saat menggunakan sebuah aplikasi. Tentunya, perusahaan mengharapkan tiap penggunanya memiliki user experience yang apik. Adapun pengalaman user dimulai dari kepuasannya dengan komposisi layout, warna, tipografi, dan elemen visual lain yang disajikan dalam sebuah produk.
UI yang mendapat penilaian baik dan dikombinasikan dengan kemudahan dan kepraktisan user dalam mengoperasikan aplikasi memungkinkan tercapainya user experience secara maksimum. Dengan demikian, user pun diharapkan merasa nyaman dan puas dalam menggunakan aplikasi sehingga mampu menjadi loyal user yang berdampak krusial bagi keberlangsungan bisnis.
Baca Juga: Merancang UI yang Efektif dengan Qt 5
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, tujuan user interface pada dasarnya adalah menciptakan kenyamanan visual bagi user sehingga dapat mewujudkan user experience yang lebih enjoyable.
Namun, sebuah user interface dalam mencapai tujuan besar tersebut memerlukan berbagai upaya dan berbagai “tujuan kecil” lainnya. Adapun beberapa tujuan sebuah desain user interface selengkapnya adalah sebagai berikut.
Seorang desainer user interface harus mampu membuat grafis yang relevan dan konsisten. Kedua aspek ini sangat berperan penting dalam memberi kemudahan navigasi pada user saat mengoperasikan aplikasi.
Seperti contoh adalah saat pembuatan ikon untuk menu. Ikon yang digunakan (termasuk jika dibuat berdasarkan ilustrasi sendiri) sebaiknya merepresentasikan fitur atau produk yang dimaksud dan mudah dipahami.
Pada aplikasi Gojek misalnya, ikon yang digunakan untuk menu GoFood adalah sendok dan garpu. Ilustrasi ini sudah cukup merepresentasikan makanan—yang tak lain merupakan fungsi dari menu GoFood sendiri untuk layanan pesan antar makanan. Pun demikian dengan ikon untuk menu lainnya seperti GoRide, GoCar, GoSend, dan lain sebagainya.
Di samping itu, konsistensi juga penting. Sebuah aplikasi sangat mungkin mengalami perubahan desain. Kendati begitu, menerapkan grafis yang konsisten akan sangat membantu user untuk mengetahui pola. Dengan begitu, ketika terjadi perubahan sekalipun, user tetap dapat memahami maksud dari simbol grafis yang digunakan.
Baca Juga: Pengenalan Komponen Dasar di Unity
Tujuan user interface yang satu ini sudah tentu mutlak. Bagaimanapun, manusia merupakan makhluk visual yang menyukai keindahan. Terlepas dari preferensi visual tiap orang berbeda-beda, ada beberapa patokan mendasar yang bisa dijadikan acuan oleh seorang desainer UI dalam memenuhi tanggung jawabnya.
Salah satunya adalah layout atau tata letak. Seorang desainer UI harus dapat membuat layout yang proporsional sehingga tidak membuat sebuah bagian “menutupi” bagian lainnya yang tak kalah penting. Sebisa mungkin, layout pun dibuat dengan desain yang sederhana sehingga tidak menimbulkan kesan “kacau” yang justru mengganggu kenyamanan user.
Di samping itu, pemilihan warna perlu diperhatikan. Selain warna utama (biasanya disesuaikan dengan karakter dari brand atau produk itu sendiri), pemilihan dan implementasi warna turunan perlu diperhatikan dengan detail. Komposisinya pun perlu dibuat konsisten sehingga tidak mengganggu visual identity yang ingin ditampilkan.
Setiap tindakan yang dilakukan user dalam sebuah aplikasi akan membuat sistem melakukan pekerjaan tertentu. Seringnya, user pun perlu mengetahui secara jelas apa yang sedang terjadi—terutama jika loading aplikasi atas sebuah perintah cukup lama.
User interface dapat menjadi solusi untuk kondisi ini. Selagi sistem memproses perintah yang diberikan oleh user, aplikasi dapat memunculkan halaman atau notifikasi status yang sedang terjadi. Seperti contoh adalah aplikasi pengiriman uang seperti Flip. Setelah user melakukan transfer, aplikasi akan memunculkan halaman yang menampilkan info bahwa aplikasi sedang memproses transaksi.
Di sisi lain, user interface juga akan memudahkan pembacaan data suatu program. Tanpa adanya user interface yang rapi dan bagus, sistem dapat melakukan tugas seperti mencari, mengurutkan, bahkan filter data dengan lebih mudah. Pasalnya, perintah tersebut telah dilakukan oleh user sehingga sistem cukup memprosesnya.
User interface yang baik akan mengurangi kesalahan user saat melakukan input data. Hal ini dapat dilakukan dengan pemilihan ilustrasi ikon yang tepat, tipografi yang pas (ukuran font yang tidak terlalu kecil dan jenis font yang simpel), perbedaan warna untuk masing-masing perintah atau menu, dan sebagainya.
Tujuan ini juga sangat didukung oleh UX writing yang diterapkan dalam desain produk. Secara sederhana, UX writing adalah tulisan-tulisan singkat (microcopy) yang terdapat di suatu produk. Seperti contoh adalah perintah “Submit”, “Order”, “Transfer”, “Click Here”, dan lain sebagainya yang berada di tombol-tombol sebuah aplikasi.
Membuat UX writing sendiri memerlukan keterampilan khusus, riset, dan pengetesan yang tidak sebentar. UX writing haruslah singkat, padat, jelas, dan memiliki empati pada user. Oleh karena kompleksnya ranah UX writing, sebuah perusahaan biasanya memerlukan satu peran khusus yang disebut UX copywriter (beberapa perusahaan juga kerap menggunakan istilah Product Copywriter).
Baca Juga: Belajar Pemrograman Java Menggunakan GUI
Pada akhirnya, tujuan user interface adalah membantu desain UX secara umum untuk meningkatkan kenyamanan user dalam menggunakan sebuah aplikasi. User interface memudahkan user untuk memahami informasi yang disajikan dan perintah apa yang harus dilakukan dengan lebih mudah.
Seperti desain UX saat membuat sebuah flow sistem aplikasi, desain UI juga memerlukan riset. Tujuannya adalah agar desain antarmuka yang diciptakan menjembatani secara tepat baik dari yang diharapkan oleh perusahaan maupun user. Semakin “klop” desain interface sebuah aplikasi dengan user, semakin besar tingkat kepuasan yang akan dirasakan oleh user tersebut.
Maka dari itu, seorang desainer UI juga perlu memiliki kemampuan untuk melakukan riset dan memahami user—sama seperti UX researcher maupun UX designer. Tentunya, beberapa keterampilan pendukung—baik hard skill maupun soft skill—dibutuhkan pula untuk memenuhi tugas sebagai seorang desainer UI yang andal.
Di GreatNusa, kamu dapat memilih dan mengikuti berbagai kursus online untuk menunjang pengalaman dan kariermu di bidang desain UI. Ada banyak topik yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini guna mempersiapkan skillset menjadi desainer UI profesional yang bersaing. Masing-masing kursus online memiliki durasi pembelajaran berbeda sesuai kedalaman topik yang akan dibahas. Asyiknya lagi, sebagian besar kelas yang ditawarkan pun bisa kamu akses secara gratis selama satu tahun. Dengan begitu, kamu jadi makin bebas untuk belajar bersama GreatNusa dari mana saja dan kapan saja.
By greatnusa • 20 Februari 2023
Bagaimana cara meningkatkan daya ingat dan konsentrasi? Pertanyaan tersebut pasti pernah terlintas di benakmu ketika ingin mempelajari hal baru pada waktu luang. Wajar saja kamu menanyakan hal ini karena otakmu belum tentu mengingat setiap materi yang diajarkan.
Tidak perlu khawatir karena GreatNusa akan mengulas lengkap tips meningkatkan daya ingat. Cari tahu selengkapnya dalam artikel ini.
Daya ingat berarti kemampuan menyimpan, mengontrol, menyajikan, dan mengingat kembali informasi atau pengalaman masa lalu dalam otak manusia. Frasa daya ingat merupakan alih bahasa dari memori yang berasal dari bahasa Latin, yaitu memoria, bermakna sadar atau mengingat. Namun, makna memori sedikit berbeda dari daya ingat, yaitu segala sesuatu yang diingat dan menjadi bahan pembelajaran serta adaptasi dari pengalaman masa lalu.
Solso (2007) berpendapat bahwa daya ingat merupakan proses mental yang melibatkan penyandian (encoding), penyimpanan (storage), dan pemanggilan kembali (retrieval) informasi dan pengetahuan. Intinya, memori tidak hanya tersimpan dalam otak manusia, tetapi diingat kembali pada momen tertentu.
Lantas, mengapa manusia sering mengalami lupa? Alasannya terletak pada kegagalan otak dalam menyimpan memori, gagal mengingat kembali memori yang disimpan, atau mereka memang memutuskan untuk melupakan memori. Hasil riset mengungkapkan bahwa faktor krusial yang menyebabkan kelupaan yaitu waktu. Informasi akan mudah hilang kalau kamu tidak meninjau kembali setelah menerimanya.
Baca Juga: Apa Itu Multitasking? Seberapa Besar Peranannya dalam Dunia Kerja?
Sebelum mengetahui cara meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, kamu perlu memahami beberapa faktor pemengaruhnya. Kamu bisa mengetahui tips yang perlu dilakukan jika sudah memahami penyebab daya ingat sering menurun. Berikut penjelasan lengkapnya.
Wajar saja jika kamu merasa sering lupa seiring bertambahnya usia. Fungsi daya ingat manusia mulai berkurang secara perlahan pada usia 20 tahun, tetapi mulai menurun drastis pada usia 50-70 tahun. Proses penuaan berpengaruh pada penurunan kemampuan kognitif dalam sistem neural yang berdampak pada cara kerja otak.
Nutrisi bisa pula menjadi faktor terbesar yang memengaruhi daya ingat. Ada beberapa kandungan gizi yang berguna untuk menjaga kesehatan otak seperti vitamin B6, B12, asam folat, dan sebagainya. Sebaliknya, konsumsi kafein yang berlebihan menurunkan daya ingat. Manusia tidak memiliki jam tidur yang cukup (sleep deprivation) akibat kafein sehingga otak tidak bisa beristirahat.
Gaya hidup yang kurang aktif (sedentary lifestyle) dapat menurunkan daya ingat. Berolahraga dan aktif bergerak dapat meningkatkan pasokan oksigen seluruh organ tubuh, salah satunya otak. Otak yang dipenuhi oksigen akan bekerja lebih optimal dan mampu mengingat memori jangka pendek. Kebiasaan buruk seperti merokok dan mengonsumsi obat-obatan juga bisa menurunkan kemampuan daya ingat.
Penyakit yang menyerang bagian otak sudah pasti dapat memengaruhi kemampuan daya ingat. Alzheimer, amnesia, autisme, demensia, strok, skizofrenia, dan Parkinson merupakan contoh penyakit neurologis yang sering kita temui. Penyakit tersebut membuat fungsi otak tidak bekerja optimal sehingga kemampuan daya ingat pun menurun.
Baca Juga: Apa Itu UI dan UX dan Komponen Serta Perannya Dalam Bisnis
Apakah kamu sudah mengerti beberapa faktor pemengaruh daya ingat? Perlu diketahui bahwa daya ingat yang baik berpengaruh pula pada peningkatan konsentrasi karena otak berada dalam kondisi prima. Cobalah menerapkan tips di bawah ini untuk meningkatkan daya ingat dan konsentrasi.
Langkah ini mungkin terdengar merepotkan, apalagi jika kamu tidak membawa buku catatan pada momen tertentu. Namun, kamu bisa mencatat di HP dahulu, kemudian memindahkannya di buku catatan apabila informasinya penting. Mencatat dapat menanamkan memori yang diterima di otak. Luangkan pula waktu untuk mengulas kembali catatan tersebut untuk melatih daya ingatmu.
Orang yang terorganisir akan lebih mudah dalam proses retrieval. Cobalah membuat jadwal atau daftar secara rapi dan detail sehingga pikiran kamu tetap jernih ketika mencoba mengingat kembali.
Cobalah mulai berolahraga secara rutin supaya otakmu bisa menerima pasokan oksigen. Kamu bisa mulai dari aktivitas ringan, seperti berjalan kaki sepulang bekerja atau naik-turun tangga daripada menggunakan lift.
Tubuhmu akan mengeluarkan hormon kortisol ketika mengalami stres. Kortisol dapat mengganggu proses otak dalam menyimpan memori jangka panjang. Hindari hal-hal yang memicu stres menjadi lebih parah dan ambillah waktu untuk beristirahat.
Support system yang kuat sangat penting bagi kesehatan otak kamu. Penelitian tahun 2007 menunjukkan bahwa orang yang aktif bersosialisasi memiliki penurunan daya ingat yang rendah. Luangkan waktu 10 menit untuk berbincang bersama keluarga, teman, atau rekan kerja agar daya ingat meningkat.
Air dapat membantu otak dalam menyerap nutrisi yang kamu konsumsi. Dehidrasi sedikit justru dapat mengakibatkan gangguan daya ingat. Konsumsi air putih sebanyak 2 liter atau 8 gelas per harinya sesuai kebutuhan tubuhmu.
Meditasi dapat meningkatkan fokus, konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan belajar. Aktivitas ini berguna pula untuk meningkatkan jaringan sel pada otak. Ada banyak cara meditasi, jadi pilihlah metode yang tepat untukmu.
Baca Juga: Manajemen Karir: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menerapkannya
Sekilas dijelaskan bahwa nutrisi merupakan faktor yang bisa memengaruhi kemampuan daya ingat. Masukkan empat pilihan makanan di bawah ini ke dalam daftarmu.
Salmon mengandung asam lemak omega-3 yang berguna untuk membangun sel-sel saraf otak sehingga bisa meningkatkan memori. Alternatif ikan lain yang bisa kamu coba yaitu ikan sarden, tuna, dan ikan kembung.
Brokoli mengandung vitamin K yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan otak. Selain itu, ada pula kandungan senyawa anti-inflamasi dan antioksidan yang bisa mencegah kerusakan otak.
Telur memiliki kandungan asam folat, vitamin B6, B12, dan kolin yang berperan penting terhadap kesehatan otak. Kolin dapat meningkatkan daya ingat karena asupan ini menghasilkan asetilkolin yang membantu mengatur memori.
Pilihlah cokelat hitam jika kamu ingin mencamil ketika belajar. Kandungan flavonoid dan senyawa antioksidan dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi otak akibat penuaan.
Kesimpulannya, cara meningkatkan daya ingat dan konsentrasi tidak lepas dari kebiasaan makan dan gaya hidup kamu. Selain itu, kamu pun harus memulai kebiasaan yang baik dalam bekerja, seperti melakukan manajemen tugas.
Lantas, bagaimana manajemen tugas yang tidak mengganggu daya ingat agar bisa berpikir jernih? Temukan jawabannya melalui kursus Menentukan Fokus dan Prioritas dalam Task Management dari GreatNusa. Kamu akan belajar menjadi seseorang yang lebih profesional karena mengetahui prioritas tugas yang harus dikerjakan. Tingkatkan kualitas hidupmu dengan mengikuti kursus bersama GreatNusa!
Manajemen risiko adalah sebuah proses yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi risiko yang dihadapi oleh sebuah perusahaan. Unsur-unsur manajemen risiko sangat penting untuk diperhatikan agar perusahaan dapat mengelola risiko yang dihadapinya dengan baik.
Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari mengenai apa itu manajemen risiko secara lebih mendalam, mulai dari pengertian hingga unsur-unsur manajemen risiko. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan penjelasan mengenai proses manajemen risiko. Mari simak selengkapnya di bawah ini!
Manajemen risiko adalah proses mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi risiko keuangan, strategis, hukum, dan keamanan terhadap modal dan pendapatan sebuah organisasi. Tujuan utama dari manajemen risiko adalah untuk mengurangi potensi kerugian yang diakibatkan oleh risiko tersebut dan memastikan bahwa organisasi tetap dapat beroperasi dengan efisien.
Program manajemen risiko yang sukses dapat membantu organisasi mempertimbangkan berbagai risiko yang dihadapinya. Manajemen risiko yang baik juga dapat membantu memeriksa hubungan antara risiko dan dampak berjenjang yang dapat ditimbulkannya pada tujuan strategis organisasi.
Di dalam manajemen risiko, sebuah peristiwa dapat dikategorikan ke dalam dua tipe: peristiwa buruk dapat dikategorikan sebagai risiko, sedangkan peristiwa baik dikategorikan sebagai peluang. Peristiwa positif memang merupakan peluang yang dapat meningkatkan nilai bisnis, tetapi juga dapat merusak organisasi jika tidak diambil dan dikelola dengan baik.
Memang, setiap program manajemen risiko tidak bertujuan untuk menghilangkan semua risiko, melainkan untuk mempertahankan dan menambah nilai organisasi dengan membuat keputusan risiko yang cerdas. Oleh karena itu, makin baik manajemen risiko yang dimiliki, maka makin baik pula peluang sebuah organisasi untuk lebih sukses.
Baca Juga: 4 Perbedaan Kepemimpinan dan Manajemen dalam Bisnis
Manajemen risiko merupakan proses penting yang dilakukan oleh organisasi untuk mengelola dan mengatasi risiko yang dihadapi. Berikut ini adalah beberapa tujuan dari manajemen risiko.
Tujuan utama dari manajemen risiko adalah untuk mengurangi potensi kerugian yang mungkin terjadi dari suatu risiko. Dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko secara efektif, organisasi dapat meminimalkan dampak dari risiko yang dihadapi dan, jika risiko sampai terjadi, mengambil langkah yang bijak untuk mengatasinya.
Manajemen risiko memungkinkan organisasi untuk mengambil keputusan yang tepat dan bijak dalam mengatasi sebuah risiko yang terjadi. Dengan mengetahui sumber dan dampak potensial dari risiko, organisasi dapat membuat keputusan yang didasarkan pada fakta dan analisis sehingga dapat meminimalisir dampak yang terjadi sebaik mungkin.
Manajemen risiko memungkinkan organisasi untuk mengelola risiko dengan efisien dan efektif. Hal ini dapat dicapai dengan mengimplementasikan strategi pengendalian risiko yang sesuai dan mengawasi risiko secara teratur. Ketika organisasi sadar bahwa risiko yang akan dihadapi dapat diatasi dan diminimalisir dampaknya, maka mereka dapat lebih fokus bekerja sehingga efisiensi dan efektivitasnya meningkat.
Manajemen risiko memungkinkan organisasi untuk mencapai tujuan dan sasaran dengan meminimalkan dampak dari risiko yang dihadapi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa organisasi dapat terus beroperasi serta berkembang dengan lebih aman dan stabil.
Baca Juga: Manajemen Stress: Pengertian, Manfaat, Dan Cara Melakukannya
Manajemen risiko harus sistematis, terstruktur, kolaboratif, dan lintas departemen agar efektif. Berikut ini adalah unsur-unsur manajemen risiko yang harus diperhatikan ketika melakukan prosesnya.
Identifikasi risiko adalah proses mendokumentasikan potensi risiko dan kemudian mengkategorikan risiko aktual yang dihadapi organisasi. Total dari risiko potensial dan aktual terkadang disebut sebagai risk universe. Penting untuk secara sistematis mengidentifikasi semua risiko yang mungkin terjadi karena ini dapat mengurangi kemungkinan sumber risiko potensial yang terlewatkan.
Saat mengidentifikasi risiko, penting juga untuk memikirkan tidak hanya risiko yang dihadapi organisasi saat ini, tetapi juga risiko yang kemungkinan akan muncul di masa depan. Seiring dengan perkembangan teknologi dan konfigurasi ulang bisnis, risk universe juga akan mengalami perubahan.
Setelah risiko diidentifikasi, selanjutnya risiko-risiko tersebut perlu dianalisis. Penting untuk memahami ruang lingkup risiko dan hubungan antara risiko dengan berbagai faktor dalam organisasi. Untuk menentukan tingkat keparahan dan keseriusan risiko, perlu dilihat berapa banyak fungsi bisnis yang dipengaruhi oleh risiko tersebut. Ada risiko yang dapat membuat seluruh bisnis terhenti jika sampai terjadi dan ada risiko yang hanya akan menimbulkan gangguan kecil dalam analisis.
Dalam lingkungan manajemen risiko, analisis ini harus dilakukan secara manual. Saat solusi manajemen risiko diterapkan, salah satu langkah dasar terpenting adalah memetakan risiko ke berbagai dokumen, kebijakan, prosedur, dan proses bisnis. Ini berarti bahwa sistem sudah memiliki kerangka kerja manajemen risiko yang dipetakan yang akan mengevaluasi risiko dan memberitahu dampak luas dari setiap risiko.
Setiap risiko perlu dihilangkan atau dikendalikan sebanyak mungkin. Kembangkan rencana pengendalian risiko untuk menghilangkan atau menahan setiap risiko sebanyak mungkin. Dimulai dengan risiko dengan prioritas tertinggi, manajemen harus bekerja untuk mengatasi ancaman (atau setidaknya menguranginya) sehingga risiko tidak lagi mengancam keberlangsungan organisasi.
Strategi mitigasi risiko yang dilakukan setidaknya harus mencakup hal-hal berikut:
Menggunakan sumber daya yang tersedia secara efisien sangat penting pada proses ini dan harus dilakukan tanpa mengganggu operasi harian.
Secara teratur pantau, lacak, dan tinjau hasil mitigasi risiko yang dilakukan untuk menentukan apakah yang dilakukan sudah baik atau perlu adanya perubahan. Tim manajemen risiko harus memulai kembali dengan proses baru jika strategi manajemen risiko yang diterapkan tidak dapat diterapkan.
Baca Juga: Manajemen Rantai Pasokan: Definisi, Elemen, Cara Kerja dan Contohnya
Hindari memberikan reaksi impulsif dan panik ketika hendak memperbaiki masalah. Sebaliknya, perspektif yang jelas dan tenang akan membuat kamu lebih siap untuk meminimalkan bahaya dari ancaman risiko dan untuk memanfaatkan peluang yang muncul.
Apakah penjelasan unsur-unsur manajemen di atas dapat dimengerti? Jika kamu ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai topik ini, langsung saja ikuti kursus-kursus yang ada di GreatNusa. Melalui kursus GreatNusa, kamu akan diajarkan oleh para profesional dan ahli di setiap bidangnya. Klik di sini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut!