Menampilkan 133 - 138 dari 441 Artikel
Kenali model perilaku konsumen, mulai dari model Pavlovian, Input, Process, dan Output, hingga sosiologis. Temukan penjelasannya di artikel ini.
Bisnis wajib memahami model perilaku konsumen jika ingin mencapai keuntungan dari produknya. Perilaku konsumen melibatkan keputusan seseorang dalam mengeluarkan uang, tenaga, dan waktu untuk membeli barang tersebut. Keputusan ini menjadi salah satu penentu keberhasilan bisnis atau produk di masyarakat.
Produk akan berhasil di pasar kalau kamu mengetahui analisis perilaku konsumen yang tepat. Mari belajar tentang perilaku konsumen serta modelnya di artikel ini.
Perilaku konsumen merupakan salah satu jenis riset perusahaan dalam memahami target pasarnya. Perusahaan mempelajari kegiatan, tindakan, dan proses psikologis yang mendorong seseorang membeli produk tersebut. Pengamatan mereka dimulai sebelum orang tersebut membeli barang, kemudian membelinya, menggunakan, hingga mengevaluasi tersebut.
Banyak sekali faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Perusahaan harus memahami semua faktor tersebut, baik internal maupun eksternal, agar mampu memasarkan produk yang tepat. Mereka pun tahu kapan harus berinovasi terhadap produknya sesuai kebutuhan masyarakat kala itu.
Penjelasan perilaku konsumen bisa dipahami dengan model yang tersedia. Ada tiga model yang bisa kamu gunakan untuk menganalisis perilaku konsumen. Apa saja?
Model ini digagas oleh Ivan Pavlov untuk mengetahui proses belajar seseorang. Model Pavlovian berguna pula untuk memahami perilaku konsumen dari caranya mempelajari suatu produk, kemudian membelinya. Analisis perilaku konsumen model ini didasarkan pada kondisi psikologi manusia.
Ada tiga indikator perilaku konsumen menurut Pavlov, yaitu drive, drives, dan reinforcement. Drive merupakan indikator pertama, di mana ada rangsangan (stimuli) yang memancing sebuah aktivitas. Dalam hal ini, perilaku konsumen saat berbelanja dipengaruhi rangsangannya untuk memenuhi kebutuhan.
Kedua, drives atau kebutuhan psikologis manusia saat memilih produk, seperti lapar, haus, lelah, suka, dan lain-lain. Drives ini berperan sebagai penguat drive atau stimuli, sehingga terjadi penguatan atau reinforcement. Indikator terakhir ini yang menjadi pendorong pembelian produk.
Model ini lebih sederhana dan melihat perilaku konsumen dalam membuat keputusan pembelian. Sesuai namanya, ada tiga tahap yang dilalui konsumen saat berinteraksi dengan sebuah produk.
Pertama, konsumen melalui tahap input saat terpapar strategi marketing produk tersebut, seperti melihat iklannya. Input-nya bisa pula berupa marketing mix yang terdiri dari 4P, yakni product (produk), price (harga), place (tempat), dan promotion (promosi).
Baca Juga: 10 Jenis Strategi Penetapan Harga dalam Dunia Bisnis
Konsumen masuk ke tahap process yakni menciptakan keputusan pembelian (buying decision). Keputusan tersebut lahir dari berbagai faktor, salah satunya lingkungan sekitar. Setelah keputusan dibuat, lahirlah output berupa respons konsumen terhadap produk atau perusahaan, apakah mereka jadi membeli atau tidak.
Model terakhir melihat keputusan pembelian konsumen berdasarkan pengaruh lingkungan sekitarnya. Konsumen merupakan bagian dari masyarakat, jadi keputusan pembeliannya pun dipengaruhi oleh kondisi sosiologis di sekitarnya.
Lingkungan sekitar konsumen terbagi menjadi dua: primary society dan secondary society. Lingkungan primer terdiri dari keluarga dan orang terdekat konsumen. Mereka memberikan pertimbangan dan ulasan tentang produk yang ingin dibeli konsumen secara mendalam, sehingga memengaruhi keputusan pembeliannya.
Secondary society merupakan orang lain dalam lingkungan yang memiliki minat sama seperti konsumen. Influencer atau tokoh masyarakat yang melakukan endorse atau mengulas suatu produk termasuk dalam secondary society konsumen.
Pengetahuan mendalam tentang pemasaran sangat dibutuhkan agar analisis perilaku konsumen tidak gagal. Riset perilaku konsumen bukan pekerjaan mudah karena harus menganalisis kondisi masyarakat yang rumit. Tenang saja, kamu bisa mengikuti kursus manajemen pemasaran di GreatNusa untuk memperdalam pengetahuanmu. Setelah selesai kursus, kamu pasti bisa mengaplikasikan model perilaku konsumen di atas dalam proses analisisnya.
Kenali proses manajemen strategis dan langkahnya, mulai dari perumusan strategi, implementasi, hingga evaluasi strategi. Temukan penjelasannya di sini.
Implementasi proses manajemen strategis yang tepat akan menghasilkan sistem kerja yang efektif. Perusahaan lebih siap menghadapi persaingan bisnis jika menerapkan tipe manajemen ini. Akhirnya, bisnis mampu mencapai kekuatan tertinggi dan meraih keuntungan besar dari penerapan manajemen strategis.
Apakah manajemen strategis itu serta seperti apa prosesnya? Cari tahu selengkapnya lewat artikel berikut ini.
Manajemen strategis merupakan langkah dan cara perusahaan dalam mencapai tujuan atau targetnya. Pemimpin perusahaan melakukan perumusan, implementasi, dan terakhir, melakukan evaluasi terhadap berbagai keputusan yang dibuat. Keputusan tersebut dikenal sebagai strategi, yang mencakup nilai dan tanggung jawab perusahaan, kapabilitas material, hingga sistem administrasi atau kerja.
Ada tiga fokus fungsi manajemen strategis: pencapaian tujuan perusahaan, pengembangan kebijakan dan rencana mencapai sasaran, dan alokasi sumber daya untuk kegiatan bisnis perusahaan tersebut. Kesimpulannya, semua keputusan yang dihasilkan pimpinan perusahaan langsung diaplikasikan oleh setiap anggotanya agar tercapai tujuan yang diharapkan.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud Dengan Strategi Bisnis? Seperti Apa Hal Ini Bisa Membantu Bisnis Anda?
Manajemen strategis hadir dan diaplikasikan di perusahaan karena ada tujuannya, yakni:
Manajemen strategis mengharuskan seorang pimpinan menentukan arah atau tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan ini disampaikan kepada anggotanya agar diimplementasikan. Perusahaan dengan arah yang jelas memiliki landasan kuat dalam mencapai keberhasilan lewat kegiatan bisnisnya.
Pimpinan atau eksekutif perusahaan dapat mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi, mengingat perkembangan bisnis bersifat dinamis. Manajemen strategis membantu mereka dalam menyiapkan pedoman dan pengendalian perubahan. Kerangka berpikir pimpinan lebih luas dan mereka bisa memberikan kontribusi yang baik untuk masa depan.
Baca Juga: Mengenal Strategi Kepemimpinan dalam Dunia Kerja
Pimpinan perusahaan hendaknya memastikan agar setiap kegiatan bisnisnya berjalan efisien. Manajemen strategis menjadi alat bagi mereka untuk mampu melakukan pekerjaan jadi lebih baik. Fokus dan konsentrasi pekerja jadi lebih serius supaya menghasilkan pekerjaan yang efektif.
Baca Juga: Definisi dan Cara Evaluasi Kinerja Karyawan
Proses manajemen strategis terbagi menjadi tiga tahap, sesuai pengertiannya yang disebutkan sebelumnya. Prosesnya terdiri dari perumusan (formulation), implementasi (implementation) dan evaluasi (evaluation). Berikut adalah uraian proses manajemen strategis perusahaan.
Tahap awal manajemen strategi berpusat pada penetapan fondasi dan arah bisnis. Pimpinan merumuskan strategi seperti: pengembangan visi dan misi, analisis SWOT (kelebihan, kekurangan, peluang, dan ancaman), merumuskan tujuan jangka panjang, menciptakan alternatif strategi, dan memilih strategi yang akan digunakan oleh perusahaan.
Strategi yang dirumuskan tidak berputar pada fondasi, tetapi juga rencana yang dilakukan saat menjalankan bisnis. Jenis usaha yang ingin dijalankan, alokasi sumber daya, rencana merger, ekspansi, dan sebagainya pun dibahas dalam tahap perumusan.
Berikutnya, pimpinan dan anggota perusahaan melakukan penerapan strategi yang telah dirumuskan. Tahap ini membutuhkan keputusan untuk menetapkan tujuan tahunan, menciptakan kebijakan, motivasi karyawan, serta mengalokasikan sumber daya. Semua keputusan tersebut membantu implementasi strategi agar berjalan lancar.
Ada pula pengembangan strategi dalam tahap implementasi ini. Langkah yang dilakukan berputar pada mempersiapkan anggaran, pengembangan sumber daya, peningkatan strategi, dan sebagainya. Keberhasilan atau kegagalan implementasi dipengaruhi oleh kompetensi pemimpin dalam memotivasi karyawannya.
Baca Juga: Implementasi Strategi: Pengertian dan Contoh
Semua penerapan strategi akan dinilai di tahap akhir ini. Evaluasi menjadi alat bantu pimpinan mengenai keberhasilan atau kegagalan implementasi yang telah dilakukan. Ada tiga aktivitas utama dalam tahap ini, yakni: melakukan review faktor internal dan eksternal sebagai dasar strategi, mengukur prestasi atau capaian, serta mengambil tindakan untuk perbaikan pada masa datang.
Baca Juga: 4 Langkah Evaluasi Strategi Perusahaan yang Efektif
Evaluasi bertujuan untuk melihat kesesuaian antara implementasi dan formulasi strategi. Metode analisis yang digunakan bersifat komparasi, yakni perbandingan dua tahap awal manajemen strategis tadi. Hasil evaluasi dipresentasikan dalam laporan agar dipahami oleh anggota sebagai refleksi atas pekerjaannya.
Kamu ingin menerapkan manajemen strategis di perusahaan? Kuasai materi ini lebih dalam di kursus Essentials of Digital Business Strategy dari GreatNusa. Pemahaman yang lengkap tentang proses manajemen strategis akan membantu perusahaanmu mencapai tujuannya.
Kenali contoh kecerdasan buatan, seperti robot vacuum cleaner, perbankan online, hingga digital marketing. Temukan penjelasannya di artikel ini.
Contoh kecerdasan buatan sudah jamak ditemukan dewasa ini dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa disadari, orang menggantungkan hidupnya pada kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam keseharian mereka. Bidang pekerjaan apapun jadi lebih praktis dan cepat selesai karena pemanfaatan perangkat berteknologi AI.
Kecerdasan buatan merupakan sistem komputer yang dirancang memiliki kecerdasan layaknya manusia. Sistem komputer ini ditanamkan pada perangkat atau situs web agar menjalankan aktivitas sesuai pikiran (kognisi) manusia. Kecerdasan buatan malah bekerja lebih baik, terlihat dari minimnya kesalahan perangkat saat beraktivitas.
Apa saja contoh kecerdasan buatan yang sering digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari? Mari kita simak berbagai contoh aplikasinya di bawah ini.
Robot vacuum cleaner menjadi bukti kecerdasan buatan turut membantu pekerjaan rumah manusia. Alat penghisap debu otomatis ini memiliki rangkaian sensor navigasi. Sensor ini membantu robot menyesuaikan diri dengan situasi rumah saat bergerak. Ada pula sensor waktu yang aktif sehingga robot vacuum cleaner hanya bergerak sesuai waktu yang telah diatur.
Selain penghisap debu, penerapan kecerdasan buatan juga ditemukan pada peralatan rumah lainnya. Pembersih kaca otomatis adalah contoh lain dari penerapan kecerdasan buatan ini.
Kamu pernah berlangganan koran atau majalah dari media massa yang sama dan menikmati kontennya? Algoritma media sosial pun bekerja seperti itu. Saat melihat beranda media sosial, kamu pasti disuguhi konten yang sering berinteraksi denganmu.
Kecerdasan buatan bermain dalam algoritma media sosial dan menampilkan konten yang sering kamu baca. Algoritma ini semakin terlihat saat melihat halaman explore, kamu akan mendapatkan konten serupa yang biasa dikonsumsi.
Baca Juga: Unsupervised Learning: Pengertian, Jenis, dan Contoh
AI diterapkan pula dalam sistem perbankan, khususnya yang sudah mendukung m-banking. Fitur kode QR dalam aplikasi perbankan langsung memindai barcode rekening tujuan secara tepat saat transfer uang. Pop-up message yang muncul untuk konfirmasi transaksi pun merupakan contoh kecerdasan buatan.
Dunia perbankan offline juga dipenuhi kecerdasan buatan. Misalnya, peralatan perbankan yang berfungsi untuk mendeteksi penipuan atau pemalsuan tanda tangan.
Kecerdasan buatan dalam website marketplace terlihat saat hasil pencarian produknya sesuai kebutuhan. Visual search atau fitur pencarian gambar basisnya pun menggunakan AI.
Perilakumu saat berbelanja atau mengakses situsnya dipantau oleh sistem AI ini. Alhasil, website ini memberikan rekomendasi produk atau toko sesuai aktivitas atau kebutuhanmu. Sistem AI juga bekerja saat melacak pengiriman paket hingga sampai tujuan.
Baca Juga: Memecah Rasa Bingung, Mari Mengenal Perbedaan E-commerce dan Marketplace
Fungsi utama Global Positioning System (GPS) sebagai navigator didukung oleh kecerdasan buatan. Agar hasilnya akurat, GPS menggunakan big data dalam proses pembuatannya. Alasannya, GPS harus merekam perjalanan di dunia secara detail hanya untuk memudahkan kita saat mengemudi.
Keberhasilan GPS dalam mendeteksi jalanan yang macet pun merupakan buah kecerdasan buatan. GPS juga memberikan estimasi waktu tiba di lokasi tujuan berkat teknologi ini.
Digital marketing yang menjadi pilihan pemasaran unggulan sejatinya berbasis kecerdasan buatan. Teknologi AI mendeteksi selera dan aktivitas pengguna saat berselancar di internet lewat fitur cookies. Alhasil, pengguna internet mendapatkan iklan dan informasi yang relevan dengan kebutuhannya.
Di sisi lain, hal ini menguntungkan bisnis atau pelaku digital marketing. Teknologi AI yang dimiliki mesin pencari atau media sosial mampu menyasar iklan mereka ke pengguna yang tepat.
Kecerdasan buatan juga hadir di bidang rumah sakit, khususnya di bidang data rekam medis pasien. Lewat fitur ini, tim administrasi rumah sakit tidak perlu repot mencari berkas yang diperlukan. Keuntungannya, data digital ini bisa menjadi backup kalau data asli yang dimiliki dokumen tidak ditemukan.
Keunggulan ini dirasakan oleh dokter pula saat memeriksa pasien. Mereka bisa melihat riwayat medis pasien yang diperiksanya tanpa harus berpindah ruangan.
Tidak ada yang mustahil kalau kamu memanfaatkan kecerdasan buatan untuk pekerjaanmu. Kamu pun bisa menciptakan perangkat berbasis AI untuk efisiensi pekerjaan perusahaan atau kenyamanan konsumen. Namun, kamu harus memiliki pemahaman yang dalam soal kecerdasan buatan dan machine learning.
Daftarkan dirimu di kursus Artificial Intelligence dari GreatNusa. Kamu bisa belajar tentang AI secara komprehensif dan waktunya cukup fleksibel. Siapa tahu, aplikasi atau perangkat buatanmu nanti masuk contoh kecerdasan buatan yang diterapkan pada masa depan.
By greatnusa • 23 Maret 2022
Kenali apa itu balance scorecard dan area penggunaannya dalam bisnis, seperti pertumbuhan bisnis dan informasi finansial. Simak infonya di artikel ini.
Pemilik atau pimpinan perusahaan pasti sudah hafal apa itu balance scorecard. Alat ini penting dan harus dikuasai oleh pimpinan perusahaan karena berguna untuk monitoring kemajuan perusahaan. Kalau kamu ingin mendirikan bisnis atau punya goals jadi manajer perusahaan, pelajari dahulu artikel ini untuk memahami balance scorecard secara lengkap.
Balance scorecard alias BSC merupakan metrik yang menggambarkan performa manajemen strategis dalam perusahaan. Kehadiran BSC berguna untuk mengidentifikasi serta meningkatkan fungsi bisnis secara internal sekaligus evaluasi hasil eksternalnya. Hasil penggunaan BSC berupa ukuran serta feedback mengenai kinerja perusahaan selama jangka waktu tertentu.
Baca Juga: 4 Langkah Evaluasi Strategi Perusahaan yang Efektif
Kunci penting dalam BSC adalah informasi akurat dan objektif mengenai sistem kerja yang telah dilakukan. Pengumpulan data merupakan komponen penting dalam menyediakan hasil kuantitatif yang tepat tersebut. Jajaran pimpinan perusahaan harus mengumpulkan serta menginterpretasikan informasi yang dibutuhkan. Penilaian dan informasi dalam BSC menjadi panduan anggota perusahaan saat bekerja di masa mendatang.
BSC awalnya digunakan untuk mengukur kapasitas intelektual sebuah perusahaan, seperti hasil training, skill atau kompetensi, serta pengetahuan anggotanya. Kapasitas intelektual ini dianggap penting karena mampu membuat perusahaan tetap kompetitif di pasar. Balance scorecard juga menilai tiga area bisnis lainnya di samping learning and growth, yaitu proses bisnis, keuangan, dan penanganan konsumen.
Tujuan bisnis, pengukuran, inisiatif rencana, dan target, semuanya dirangkum dalam BSC. Adanya empat poin tersebut membantu perusahaan menilai faktor yang menghalangi performa bisnis. Perusahaan juga menghasilkan strategi perubahan untuk hasil scorecard yang lebih baik pada masa depan.
Area bisnis dalam balance scorecard sempat disinggung di uraian sebelumnya. Pada bagian ini, kita akan menggali lebih dalam mengenai keempat area tersebut.
Area bisnis pertama ini dinilai berdasarkan aspek intelektual perusahaan. Kegiatan pelatihan dan sharing ilmu pengetahuan dianalisis secara detail dalam business scorecard. Nilai keberhasilannya terlihat pada bagaimana anggota perusahaan menerima informasi tersebut serta menerapkannya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan atau efektivitas dalam bekerja. Ilmu, skill, training, dan kegiatan lainnya tidak sia-sia, tapi digunakan saat berkontribusi untuk perusahaan.
Seluruh proses bisnis dinilai dalam business scorecard, mulai dari produksi, distribusi, hingga konsumsi. Faktor utama yang diperhatikan yakni kualitas barang atau jasa yang diproduksi. Kemudian, dilakukan penilaian kegiatan operasional bisnisnya untuk mengetahui hambatannya. Contohnya, keterlambatan produksi, kekurangan material, produk yang terbuang sia-sia, produksi yang macet, dan sebagainya.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud Dengan Proses Produksi dalam Sebuah Perusahaan?
Bisnis mana pun pasti mengejar kepuasan konsumen saat menggunakan produknya. Balance scorecard juga mencakup penilaian konsumen terhadap produk yang digunakan. Adapun komponen yang dinilai adalah kualitas, harga, dan ketersediaan produk di daerah mereka. Penilaian konsumen sangat membantu meningkatkan kapasitas bisnis agar berjalan lebih baik nantinya.
Baca Juga: Berikut Manfaat Mempelajari Perilaku Konsumen yang Akan Berdampak Untuk Bisnis Kamu
Bagian vital perusahaan mencakup kesehatan finansial atau keuangan. Balance scorecard mencatat hasil penjualan, pendapatan bersih, dan pengeluaran dalam periode tertentu. BSC juga menyediakan informasi tambahan terkait keuangan, seperti target pendapatan, rasio keuangan, anggaran, dan lain-lain. Perusahaan yang tidak memerhatikan kondisi finansialnya tidak akan bertahan sewaktu-waktu.
Kesimpulannya, balance scorecard merupakan metrik penting yang harus dimiliki perusahaan. Pimpinan perusahaan wajib mengisi balance scorecard secara berkala sebagai bentuk monitoring perkembangan bisnisnya. Selain memahami apa itu balance scorecard, perkaya juga pengetahuan bisnismu dengan mengikuti kursus Redefine Your Strategy, Transform Your Business dari GreatNusa agar kamu siap menjadi pimpinan perusahaan masa depan.
Kenali manfaat balance scorecard, seperti perencanaan strategi yang lebih baik dan keselarasan struktur organisasi. Simak penjelasannya di sini.
Salah satu manfaat balance scorecard yang umum dirasakan perusahaan adalah perkembangan bisnis ke arah lebih baik. Balance scorecard atau BSC merupakan gambaran performa perusahaan dalam periode tertentu. Informasi dalam BSC disajikan secara akurat dan objektif agar perusahaan mampu mengambil keputusan yang tepat.
Perusahaan yang menerapkan balance scorecard sebagai indikator evaluasi bisnisnya merasakan manfaat yang lebih besar. Inefisiensi pekerjaan pun dikurangi berkat adanya BSC. Singkatnya, BSC menjadi penerapan manajemen strategis dalam perusahaan agar tujuan dicapai secara efektif.
Apa saja rincian manfaat BSC saat diterapkan dalam manajemen perusahaan? Baca penjelasan lengkapnya di bawah ini.
BSC menjadi alat bantu perencanaan yang baik dalam manajemen perusahaan. Pimpinan atau manajer membutuhkan BSC untuk merencanakan strategi dan membahasnya kepada anggota mereka. Tanpa adanya BSC, rencana bisnis yang dibuat tidak sesuai tujuan bisnis yang akan dicapai. Rencana pun dirancang sembarangan tanpa memerhatikan faktor pendukung atau penghalangnya.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud Dengan Strategi Bisnis? Seperti Apa Hal Ini Bisa Membantu Bisnis Anda?
Alur komunikasi perusahaan berjalan lancar karena ada BSC. Metrik ini tidak hanya mengevaluasi strategi komunikasi antar karyawan, tapi juga secara eksternal, seperti konsumen atau stakeholder. Pesan disampaikan lebih baik apabila komunikasi berjalan lancar tanpa ada miss. Strategi yang dirancang sebelumnya akan lebih mudah dieksekusi.
Baca Juga: 4 Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi
Balance scorecard memetakan seluruh proyek dan rencana bisnis yang telah dibuat, kemudian menyesuaikannya dengan tujuan perusahaan secara keseluruhan. Bisnis hadir karena ada tujuan atau visi yang dibawanya. Karena itu, setiap pekerjaan yang digagas atau dilaksanakan harus fokus pada tujuan bisnis tersebut. Ketiadaan BSC akan menghasilkan proyek dan rencana yang tidak sepadan tujuannya, sehingga alokasi sumber daya perusahaan tidak berjalan efektif.
Kinerja perusahaan lebih efektif apabila memiliki informasi yang jelas dan benar-benar dibutuhkan. BSC berisi informasi relevan tentang Key Performance Indicator (KPI) perusahaan dan jajaran anggotanya. Adanya KPI dalam BSC 6. perusahaan benar-benar menilai aspek penting dalam bisnis. Alhasil, informasi yang dibutuhkan perusahaan jadi lebih lengkap sehingga tercapai pengambilan keputusan yang lebih baik.
BSC memuat rancangan laporan performa perusahaan dan anggota di dalamnya. Informasi ini membantu perusahaan dalam eksekusi rencana atau strategi bisnis yang telah dibuat. Pemantauan atau monitoring performa perusahaan semakin meningkat dan kesalahan pun bisa diminimalisir selama prosesnya berlangsung. Manfaat ini membuahkan hasil manis dalam jangka panjang, yakni proses bisnis yang kian berkembang hari lepas hari.
Perusahaan harus memiliki struktur organisasi yang jelas agar pembagian tugasnya berjalan efektif. BSC menjamin struktur organisasi yang dibuat sesuai untuk mencapai tujuan strategis perencanaan. Seluruh pimpinan dan anggota di dalam struktur tersebut harus memiliki pandangan yang sama terhadap tujuan bisnis. Manfaat ini bisa dirasakan apabila informasi dalam BSC dialirkan kepada setiap orang yang bekerja di dalamnya.
Proses bisnis terdiri dari kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi barang atau jasa hingga di tangan konsumen. BSC mengarahkan proses bisnis tersebut agar sesuai strategi dan tujuan yang telah dibuat. Kegiatan bisnis lainnya, seperti pencatatan finansial, kegiatan pemasaran, dan lain-lain pun dipastikan selaras dengan tujuan bisnis yang lebih besar.
Secara keseluruhan, balance scorecard menjaga semua aspek agar tetap pada tujuan perusahaan secara keseluruhan. Semua rencana dan pekerjaan pun dilakukan sesuai strategi yang telah ditetapkan. Itulah alasan BSC menjadi indikator penting dalam perusahaan.
Ingin mengetahui lebih lengkap tentang BSC untuk kemajuan bisnismu? Ikuti saja kursus Essentials of Digital Business Strategy agar pengetahuanmu seputar dunia bisnis semakin bertambah. Kamu akan belajar cara mengimplementasikan BSC agar bisnismu mendapatkan manfaat balance scorecard yang telah disebutkan tadi.
Sistem pengendalian manajemen adalah sistem yang mengelola aktivitas operasional perusahaan untuk memastikan tujuan tercapai secara efisien dan efektif. Sistem ini mencakup kebijakan dan peraturan yang diterapkan di seluruh divisi perusahaan, seperti pemasaran, keuangan, dan produksi. Fungsi utamanya adalah untuk memastikan kegiatan operasional berjalan sesuai tujuan dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Faktor-faktor yang mempengaruhi sistem ini meliputi ukuran perusahaan, struktur organisasi, sifat operasional, dan pusat tanggung jawab di setiap bagian perusahaan.
Apa itu sistem pengendalian manajemen? Sistem pengendalian manajemen merupakan suatu sistem yang memiliki peranan penting dalam perusahaan. Sederhananya, sistem pengendalian manajemen berfungsi untuk memastikan perusahaan berjalan sebagaimana semestinya. Perusahaan yang tidak memiliki sistem pengendalian manajemen yang baik, akan berpengaruh pada seluruh kegiatan operasional perusahaan. Tertarik mengetahui lebih lanjut? Simak artikel ini sampai selesai, ya!
Sistem pengendalian manajemen merupakan suatu sistem yang berfungsi mengendalikan semua aktivitas operasional yang terjadi dalam suatu perusahaan, supaya berjalan menuju tujuan atau goal yang sudah ditetapkan. Seluruh kegiatan operasional yang dimaksud adalah seluruh divisi, baik itu pemasaran, keuangan, produksi, dan lain-lain.
Baca Juga: Fungsi Manajemen Operasional Untuk Bisnis Yang Efektif
Sistem pengendalian manajemen dalam perusahaan biasanya berupa kebijakan atau peraturan yang perlu ditaati oleh seluruh karyawan. Kebijakan dan peraturan yang dibuat membentuk suatu tolak ukur perusahaan untuk berjalan dengan efisien dan efektif. Adanya sistem pengendalian manajemen sebenarnya juga membantu perusahaan tersebut memastikan bahwa sumber daya yang mereka punya digunakan dengan maksimal tanpa ada satu sumber daya yang terbuang sia-sia.
Sempat disinggung bahwa keberadaan sistem pengendalian manajemen dalam suatu perusahaan akan membuat seluruh kegiatan perusahaan bisa berjalan dengan efektif. Apabila ada yang tidak berjalan dengan baik atau melenceng dari tujuan yang sudah ditetapkan, sistem pengendalian manajemen ini akan berusaha untuk mengembalikannya ke arah yang sesuai dengan tujuan perusahaan.
Untuk dapat melakukan hal ini, laporan prestasi kerja perlu dibuat setiap tahunnya sebagai alat evaluasi untuk membuat perusahaan berkembang ke arah yang lebih baik. Laporan prestasi kerja berisi semua pencapaian yang berhasil dicapai oleh para karyawan dan divisi yang ada.
Adapun faktor-faktor yang memengaruhi sistem pengendalian manajemen sebagai berikut:
Besarnya ukuran dan penyebaran suatu perusahaan akan memengaruhi sistem pengendalian manajemen. Semakin besar perusahaan, isi dan sifat dari sistem manajemen pengendalian akan semakin banyak dan kompleks. Sebaliknya perusahaan yang kecil, sistem pengendalian manajemen yang ada tidak terlalu banyak atau tidak terlalu rumit.
Sistem pengendalian manajemen akan berubah bersamaan dengan struktur perusahaan yang berubah. Saat struktur berubah, delegasi dan desentralisasi dalam perusahaan juga berubah. Sudah otomatis sistem pengendalian manajemen yang digunakan juga menyesuaikan dengan keadaan tersebut.
Sifat dan pembagian operasional juga memengaruhi sistem pengendalian manajemen. Hal yang dimaksudkan yaitu setiap produk yang dibuat oleh perusahaan besar, memiliki karakteristiknya masing-masing. Karakteristik inilah yang menentukan sistem mana yang perlu dan cocok digunakan, supaya seluruh kegiatan perusahaan bisa berjalan dengan baik.
Berbagai pusat tanggung jawab dalam suatu perusahaan memiliki sistem pengendalian yang berbeda-beda. Sebagai standar untuk menentukan mana yang cocok, kamu bisa melihat atau mengukurnya dari biaya, laba atau pendapatan, serta investasi yang ada pada setiap pusat tanggung jawab.
Kini kamu telah mengetahui sistem pengendalian manajemen, mulai dari pengertian, fungsi hingga faktor yang memengaruhinya. Sudah sempat disinggung juga bahwa sistem pengendalian manajemen ini adalah sistem yang harus ada, supaya kegiatan operasional bisa berjalan dengan baik dan sesuai tujuan. Apakah kamu tertarik belajar lebih lanjut mengenai hal ini? Kamu bisa banget belajar soal manajemen bisnis di GreatNusa!
Terdapat banyak kursus menarik dengan segala topik yang ingin kamu pelajari, termasuk kursus manajemen bisnis. Jadi apakah siap untuk belajar dan menambah wawasan baru dalam dunia bisnis? Langsung saja mengunjungi website GreatNusa! Semoga penjelasan mengenai apa itu sistem pengendalian manajemen beserta fungsi dan faktor yang memengaruhinya berguna bagi kamu, ya!