GreatNusa
GreatSayaGreatBisnisGreatEdu
Design & CreativeBusiness & ManagementData & TechnologyDigital MarketingFinance & AccountingLeadershipLanguageSales & MarketingProject ManagementSoft SkillLihat Semua Kategori
Masuk / Daftar
  1. Beranda
  2. Artikel

Artikel

GreatNusa

PT. Gagas Edukasi Anantara
Jl. Jalur Sutera Barat Panunggangan Timur
Kota Tangerang 15143
Indonesia

Hubungi Kami

kontak@greatnusa.com

Kategori Populer

  • Design & Creative

  • Business & Management

  • Data & Technology

  • Digital Marketing

  • Finance & Accounting

  • Leadership

Lainnya

  • Produk

  • Artikel

  • Kategori Produk

  • Kategori Artikel

  • Kebijakan Privasi

  • Syarat dan Ketentuan

  • Tanya Jawab

Event

  • Microsoft Elevate 2026 bersama GreatNusa

© 2026 GreatNusa. Seluruh hak cipta dilindungi.
Made with ❤️ for Indonesia

    Menampilkan 109 - 114 dari 440 Artikel

    4 Cara Meningkatkan Brand Image yang Kuat di Mata Konsumen

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 14 Februari 2022

    4 Cara Meningkatkan Brand Image yang Kuat di Mata Konsumen

    Cara meningkatkan brand image bisa melalui mengenali target audiens, membangun identitas visual, dan menjaga citra yang ada. Temukan langkahnya di sini.

    Perusahaan harus mengutamakan cara meningkatkan brand image dalam proses pemasarannya. Brand image yang terbentuk dengan baik akan meningkatkan banyak kepercayaan (trust) dari target pasar. Rasa trust tersebut membuat target pasar akhirnya memutuskan untuk membeli dan menggunakan produk tersebut.

    Target pasar cenderung memilih produk yang berasal dari brand yang familier atau sering didengar. Alasannya sederhana, mereka mempercayai brand tersebut sehingga terus menggunakan produknya. Brand yang baru berdiri mampu memiliki banyak konsumen karena kuatnya image atau citra yang dibawakan.

    Apa Itu Brand Image?

    Brand image, disebut juga citra merek, merupakan representasi perusahaan di masyarakat. Apa yang konsumen atau target pasar pikir atau persepsikan saat mendengar suatu brand, itulah yang disebut brand image. Persepsi itu datang saat target pasar berinteraksi dengan brand lewat pesan yang disampaikan dan identitas yang dibawakan.

    Brand image dalam benak konsumen tidak selalu sama, bisa juga berubah-ubah. Peningkatan citra merek ini bisa dilakukan lewat langkah-langkah pemasaran, seperti iklan, promosi penjualan, word of mouth, dan lain-lain.

    Banyak yang salah kaprah bahwa brand image selalu berbicara soal logo atau aspek visual sebuah merek. Padahal, aspek visual seperti logo, pesan, kemasan produk, tipografi tulisan, dan lain-lain merupakan brand identity. Brand identity hadir untuk memperkuat brand image, itu pun harus dikembangkan secara konsisten agar konsumen merasa familier terhadap merek yang dibawakan.

    Brand image sendiri merupakan rangkaian fitur yang membuat suatu merek atau perusahaan terbilang ‘unik’ dari kompetitor. Konsumen atau target pasar akan menilai sebuah merek lebih unik atau berbeda dari kompetitor karena ada fitur spesial dalam produknya. Bentuk kemasan, pelayanan produk, bahkan proses pengemasan sendiri bisa menjadi pembangun brand image yang kuat di mata konsumen.

    Sayangnya, masih banyak bisnis yang fokus untuk memasarkan produknya tanpa membangun citra merek terlebih dulu. Kedua hal tersebut bisa dilakukan bersamaan, tapi tetap lakukan peningkatan brand image dalam proses pemasaran.

    Brand image yang kuat menandakan eksistensi bisnis tersebut sangat kuat di mata konsumen. Kekuatan citra merek yang direpresentasikan bisa mendatangkan konsumen potensial untuk menggunakan produknya. Banyak bisnis yang menawarkan produk yang sama, tapi konsumen akan memilih produk yang memiliki brand image kuat karena bisa dipercaya.

    Peningkatan citra merek juga berhubungan dengan proses targeting audiens. Misalnya, toko pakaian khusus remaja dan dewasa muda ingin membangun brand identity yang sesuai target pasarnya. Citra merek yang dibangun secara tepat membuat kaum remaja dan dewasa muda merasa cocok dan langsung membeli produk toko tersebut.

    Perusahaan yang berkembang sudah pasti ingin meningkatkan lini produk demi menambah keuntungannya. Brand image yang kuat akan memudahkan perusahaan dalam proses pemasaran produk baru. Saat diluncurkan, pelanggan pasti langsung membeli produk baru dari perusahaan yang sama. Kondisi ini sangat menguntungkan, karena perusahaan tidak perlu mengeluarkan effort yang besar untuk pemasaran produk baru.

    Bisnis harus mengutamakan brand image sebelum merancang strategi pemasaran. Brand image menjadi salah satu indikator yang ada dalam merancang business plan. Brand image menentukan identitas unik dari suatu bisnis, jadi pebisnis memikirkan aspek ini sebelum membuka bisnisnya. Strategi pemasaran bisa berubah, tapi brand bisnis harus sama dan tidak terpengaruh perubahan zaman.

    Baca Juga: Kenali Apa Itu Strategi Pemasaran Global dan Contohnya

    Bagaimana Cara Meningkatkan Brand Image Perusahaan yang Efektif?

    Brand image perusahaan yang kuat sebenarnya tidak sulit, hanya membutuhkan banyak proses yang harus dikerjakan di dalamnya. Poin utama brand image yakni cara audiens mempersepsikan sebuah merek. Jadi, proses membangun brand image juga melibatkan riset target audiens yang ingin dituju.

    Meski berfokus pada persepsi audiens, brand image sebaiknya dibuat selaras dengan tujuan perusahaan atau bisnis. Citra merek sendiri menjadi alat komunikasi kepada masyarakat mengenai visi yang ingin dicapai. Lewat pesan yang disampaikan, masyarakat bisa mengetahui tujuan bisnis tersebut hadir serta solusi yang bisa diberikan.

    1. Kenali Target Audiens Bisnis

    Satu hal yang penting dalam membangun brand image adalah bagaimana pesannya bisa diterima oleh target audiens. Mulailah melakukan riset pasar untuk mengenal target audiens bisnis lebih mendalam. Cari tahu apa pain point atau masalah target audiens, kemudian berikan pesan bahwa produk atau bisnis hadir sebagai solusinya.

    Sebagus apapun pesan yang disampaikan, semuanya akan sia-sia jika tidak berhasil mengekspos masalah dan solusi tersebut. Brand image harus menjadi sarana untuk mengomunikasikan pemecahan masalah yang dihadapi oleh target audiens. Jadi, lakukan riset pasar untuk mengetahui apa yang mereka cari dari sebuah produk.

    2. Kenali Bisnis Sendiri

    Bisnis yang memiliki brand image kuat sudah pasti mengenal value proposition-nya. Misi, visi, tujuan, SWOT bisnis, dan semacamnya menjadi alat bantu sebuah bisnis dalam membentuk brand image yang solid di mata konsumen.

    Value proposition merupakan hal unik yang membuat sebuah bisnis berbeda dari kompetitornya. Misi dan tujuan yang kuat juga akan membuat brand personality bisnis menjadi lebih mudah dikenali. Melakukan analisis SWOT terhadap bisnis yang dibangun juga menguntungkan karena menjadi alat bantu untuk mengenal bisnis lebih dalam.

    Baca Juga: Strategi Canvas dan Kunci Sukses Bisnis Kamu

    3. Bangun Identitas Visual

    Setelah mempelajari lebih dalam tentang target pasar dan bisnis yang dijalankan, mulailah membangun identitas visual yang ingin dibawakan. Ideologi bisnis yang sudah dipahami akan membantu membuat identitas visual yang ingin dibawakan, seperti logo, kemasan produk, desain website, hingga kemasan pengirimannya. Untuk iklannya, bangun pula pesan yang ingin dibawakan sesuai identitas bisnis dan hasil riset pasar yang telah dibuat.

    Jaga kekonsistenan dalam membuat identitas visual agar lebih mudah dikenal. Bisnis juga boleh bersifat fleksibel terhadap brand identity yang dibangun sesuai platform atau saluran promosinya. Kunci utamanya, jangan mengubah identitas awal sebuah brand yang ingin dibawakan.

    4. Jaga Brand Identity yang Dibangun

    Keuntungan menjalankan bisnis di era digital adalah banyaknya tools elektronik untuk membantu meningkatkan brand image. Tools digital seperti media sosial, forum komentar, hasil survey, dan lain-lain bisa menjadi alat untuk memonitor brand identity yang telah dibangun.

    Baca Juga: 8 Digital Marketing Tools Yang Harus Kamu Miliki

    Cari tahu bagaimana masyarakat menilai dan membicarakan brand kamu. Langkah ini bisa menjadi kesempatan besar untuk melakukan peningkatan atau perbaikan terhadap brand image yang telah dibangun. Intinya, jangan pernah melewatkan proses evaluasi, meskipun brand image sudah lebih luas dikenal oleh khalayak.

    Ingin mengetahui lebih lengkap tentang brand image? GreatNusa menyelenggarakan kursus manajemen pemasaran yang bisa kamu ikuti hanya dari rumah. Kursus ini bisa membuat kariermu semakin meningkat di bidang marketing. Daftarkan dirimu dan mulailah mendalami cara meningkatkan brand image lewat kursus ini agar semakin banyak masyarakat yang mengenal bisnismu.

    Indikator Brand Image, Pengertian dan Cara Membangunnya

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 29 Maret 2023

    Indikator Brand Image, Pengertian dan Cara Membangunnya

    Indikator brand image meliputi citra perusahaan, citra produk, dan citra pengguna. Temukan langkah membangun brand image di artikel berikut ini.

    Indikator brand image adalah hal yang perlu kamu pahami ketika menjalankan bisnis baru. Mengapa? Brand image adalah pandangan dari audiens (pelanggan dan calon pelanggan) dari bisnis yang kamu jalankan tentang brand yang sedang dibangun. Dengan memahami indikator keberhasilan brand image, kamu dapat mengetahui pandangan orang-orang terhadap bisnismu. Dengan demikian, kamu dapat menjalankan strategi bisnis yang sesuai dengan brand image dari bisnis tersebut.

    Jika kamu belum memahami brand image, tenang saja. Pada artikel ini, kami akan membahas tentang apa itu brand image, indikatornya, dan cara membangunnya.

    Apa Itu Brand Image?

    Brand image adalah persepsi dari sebuah brand di benak pelanggan atau menurut pelanggan. Yang bisa juga diartikan, brand image adalah kumpulan keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki pelanggan mengenai brand.

    Sejalan dengan yang dikatakan Kotler (2001), menurutnya sebuah image atau citra adalah seperangkat keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki seseorang mengenai suatu objek. Di sisi lain, Keller (1993) menganggap brand image sebagai seperangkat persepsi tentang suatu brand dalam ingatan konsumen.

    Definisi lainnya yang lebih sederhana dari brand image adalah persepsi pelanggan terhadap brand berdasarkan interaksi dan pengalaman pelanggan dengan brand atau keyakinan pelanggan tentang brand tersebut.

    Sebuah brand dapat dipersepsikan secara berbeda oleh pelanggan yang berbeda. Oleh karena itu, pembentukan brand image yang konsisten adalah tugas yang harus dilakukan oleh semua pemilik bisnis atau orang yang menjalankan bisnis tersebut.

    Mengapa Brand Image Penting?

    Setiap perusahaan berusaha untuk membangun citra yang kuat karena membantu dalam memenuhi motif bisnis mereka. Dengan memiliki brand image yang kuat, sebuah perusahaan dapat memiliki keuntungan sebagai berikut:

    • Lebih banyak keuntungan karena pelanggan baru tertarik pada brand.
    • Mudah untuk memperkenalkan produk baru dengan brand yang sama.
    • Meningkatkan kepercayaan pelanggan yang sudah ada atau meningkatkan jumlah pelanggan setia.
    • Hubungan dengan pelanggan yang lebih baik.

    Perusahaan dengan citra yang buruk mungkin kesulitan untuk beroperasi dan mungkin tidak dapat meluncurkan produk baru dengan brand yang sama. Maka dari itu, citra yang baik dari brand sangat penting untuk dibangun.

    Apa yang Menimbulkan Brand Image?

    Perusahaan menghabiskan sebagian besar waktu, tenaga, dan sumber daya dalam membangun identitas brand. Mereka memutuskan bagaimana brand akan terlihat, bagaimana perasaan pelanggan ketika membeli produk dari brand tersebut, di mana brand harus ditempatkan di benak konsumen, dan asosiasi lainnya. Semua ini, jika diringkas, memunculkan kepribadian brand yang pada akhirnya memunculkan brand image ketika pelanggan berinteraksi dengan brand tersebut atau sekadar mengetahuinya.

    Sekarang, citra dari brand tidak selalu terbentuk dari interaksi dan pengalaman pelanggan dengan brand tersebut. Ada kalanya calon pelanggan membentuk brand image di benak pelanggan setelah membaca berita tentang brand tersebut atau sekadar setelah melihat ulasan dari seorang influencer mengenai brand tersebut.

    Seperti halnya dengan interaksi manusia, ketika kita bertemu dengan seseorang, kita menilai kepribadiannya dan membentuk persepsi tentang dia dalam pikiran kita berdasarkan interaksi yang terjadi. Demikian pula, kita juga dapat membentuk persepsi ketika kita mendengar tentang orang itu dari beberapa teman kita.

    Apa Saja Indikator Brand Image?

    Untuk mengetahui seberapa besar persepsi khalayak umum atau audiens terhadap sebuah produk ketika memikirkan produk tersebut, ada yang disebut dengan indikator brand image. Menurut Biel (2004), ada 3 indikator yang dapat membentuk brand image, antara lain:

    1. Citra Perusahaan

    Citra perusahaan, atau citra korporat, merupakan citra yang terbentuk di dalam perusahaan atau kelompok asosiasi untuk membangun citra dan berperan besar dalam memengaruhi keputusan khalayak umum atau konsumen sebelum membeli produk.

    2. Citra Produk

    Citra produk merupakan citra yang terbentuk dalam suatu produk yang meliputi atribut produk, manfaat, kegunaan bagi konsumen, serta jaminan dari produk tersebut bagi konsumen. Tanpa adanya citra produk yang kuat dan positif, maka akan sangat sulit bagi sebuah perusahaan untuk menarik konsumen baru dan mempertahankan pasar yang sudah ada.

    Jika citra dari produkmu tidak sesuai dengan kebutuhan atau keinginan konsumen, maka kamu bukan hanya kehilangan konsumen saja namun akan membuat calon konsumen tidak ingin membeli produkmu juga.

    3. Citra Pengguna

    Citra pengguna merupakan citra yang terbentuk di dalam diri seseorang yang menggunakan produk atau jasamu berdasarkan kepribadian, status sosial, gaya hidup, dan lain sebagainya. Jika konsumen memiliki kepribadian dan gaya hidup yang mewah dan modern, maka ia cenderung akan membeli berbagai produk dengan desain yang modern dan elegan.

    Bagaimana Cara Membangun Brand Image yang Kuat?

    Untuk membangun brand image yang kuat, kamu harus mulai dengan memahami siapa brand milikmu dan apa artinya. Pekerjaan dasar ini membantu kamu memosisikan diri di pasar dan memenangkan hati target pelanggan.

    1. Tentukan Misi, Visi, dan Nilai Brand

    Penting untuk memulai dengan mendefinisikan misi, visi, dan nilai dari brand milikmu karena semua yang dilakukan perusahaanmu (dan setiap pengalaman yang kamu berikan) harus sejalan dengan misi dan nilai milikmu. Inkonsistensi dalam nilai akan merusak brand image, jadi kamu harus menentukan tujuan sebelum mempromosikan brand milikmu.

    Selain itu, nilai-nilai dari brand tidak hanya akan menarik pelanggan tetapi juga akan mendorong keterlibatan karyawan. Karyawan yang didorong oleh misi akan bertahan di perusahaan lebih lama dan lebih cenderung menjadi karyawan yang berkinerja lebih tinggi. Memahami misi, visi, dan nilai dari brand (dan mempraktikkan apa yang kamu ceritakan) dapat sangat membantu dalam mempertahankan karyawan dan pelanggan yang bahagia dan produktif.

    2. Buat Pernyataan Tentang Posisi dari Brand

    Pernyataan tentang posisi dari brand milikmu dapat membedakan kamu dari pesaing dan memberi tahu konsumen dengan tepat bagaimana kamu memecahkan kebutuhan audiens target.

    Untuk melakukan hal ini, kamu perlu meneliti pesaing dan memahami apa yang membuat brand milikmu unik. Mungkin kamu memiliki kekuatan di area yang menjadi kelemahan salah satu pesaing. Setelah kamu memahami apa yang membuat kamu berbeda, buatlah satu atau dua kalimat pernyataan yang mengomunikasikan nilai unik dari brand milikmu kepada pelanggan.

    3. Buat Brand Identity

    Sama seperti seseorang, setiap brand membutuhkan kepribadian, suara, dan karakteristik yang unik dan menarik. Mulailah dengan memilih nada dan tulis setidaknya 10 keunggulan dari brand milikmu. Mendefinisikan kepribadian brand akan membawa konsistensi pada pemasaran dan brand image.

    4. Identifikasi Audiens Target

    Jika kamu tidak tahu siapa calon pelanggan yang ingin diraih, kamu tidak dapat membuat strategi pemasaran yang khusus untuk brand milikmu.

    Pertama, kamu harus meneliti pasar dan mengumpulkan data demografis dan psikografis tentang pelangganmu. Kemudian, kamu dapat mengelompokkannya untuk membuat tiga hingga lima representasi fiktif dari pelanggan targetmu. Memahami persona pembeli dan audiens adalah kunci untuk menggambarkan citra yang tepat untuk brand milikmu.

    Itu tadi adalah penjelasan singkat mengenai brand image, indikatornya, dan sebagainya. Jika kamu tertarik untuk mempelajari topik ini lebih lanjut, kamu dapat mengikuti kursus manajemen di GreatNusa. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website kami di sini. Semoga pembahasan tentang indikator brand image ini dapat membantumu.

    Ini Dia Contoh Brand Image yang Diperlukan Dalam Bisnis

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 29 Maret 2023

    Ini Dia Contoh Brand Image yang Diperlukan Dalam Bisnis

    Kenali contoh brand image, baik brand image yang berhasil dan gagal, serta fungsinya bagi perusahaan dalam jangka panjang di artikel berikut ini.

    Saat ini, sudah banyak contoh yang berhasil dibangun berbagai perusahaan di mata pelanggan mereka. Kita bisa mempelajari bagaimana cara mereka menciptakan dan meningkatkan pandangan positif terhadap perusahaanmereka di mata pelanggan. Terkesan mudah hanya dengan mengucapkannya. 

    Meskipun bukan hal yang mudah untuk dikerjakan, bukan berarti kita tidak mampu melakukannya, bukan? Oleh karena itu untuk dapat memahami seperti apa yang dibutuhkan untuk bisa berhasil, maka kita perlu mempelajarinya dari dasar terlebih dahulu. Mari simak penjelasannya berikut ini. 

    Seperti Apa Contoh Dari Brand Image yang Berhasil?

    Brand image adalah persepsi masyarakat atau pelanggan terhadap suatu brand atau perusahaan. Memang benar bahwa kamu yang memilih bagaimana brand ingin dipandang. Misalnya dari value-value yang kamu tunjukkan dan dari tone bahasa yang digunakan. Akan tetapi semuanya akan kembali pada bagaimana pelanggan melihat dan mempercayai brand kamu. Brand image sendiri sering disalah artikan dengan brand identity

    Meskipun sekilas terlihat sama, sebenarnya keduanya sangat berbeda. Untuk memudahkan, kamu bisa mendefinisikannya dari dua pandangan berbeda. Kamu bisa memahaminya berdasarkan pandangan pelanggan dan pandangan perusahaan. Seperti yang sudah disebutkan di atas, adalah apa yang pelanggan percayai mengenai brand kamu. Sebaliknya, brand identity adalah identitas yang ditentukan oleh perusahaan. 

    Identitas perusahaan tercermin dari nilai, budaya, lalu visi dan misi yang dikemukakan oleh perusahaan. Brand image dan brand identity memang berbeda, tetapi keduanya harus berjalan berdampingan dan tidak boleh bertolak belakang. Kalau kamu menentukan nilai integritas, maka kamu harus benar-benar melakukannya agar pelanggan dapat melihat bahwa apa yang disampaikan sesuai dengan apa yang kamu lakukan. 

    Contoh Brand Image yang sudah berhasil sampai saat ini adalah sebagai berikut,

    1. Brand Image Coca - Cola

    Coca-Cola adalah salah merek yang paling terkenal di dunia yang mana mereka dapat mempertahankan konsistensinya selama bertahun-tahun. Citra merek mereka dibentuk dari promosi hubungan baik dengan konsumen. Coca-Cola juga meningkatkan brand image dengan cara menggambarkan minuman mereka sebagai kendaraan yang memberikan kebahagiaan. Mereka juga tidak hanya menjual produk, mereka juga menjual gaya hidup

    2. Brand Image Apple

    Apple adalah perusahaan teknologi yang sangat terkenal di dunia. Apple membangun brand image melalui desain dan sistem operasi yang berbeda dengan merek lainnya. Secara konsisten, Apple telah membangun brand image yang dikenal sebagai produk yang elegan dan modern.

    3. Brand Image Aqua

    Salah satu contoh brand image yang berhasil juga adalah Aqua. Brand ini dikenal oleh banyak orang sebagai produk air mineral. Aqua telah membangun brand image yang mana orang-orang pada saat ingin membeli air mineral, mereka secara langsung akan menyebut merek Aqua. Sehingga Aqua berhasil menjadi top of mind konsumen.

    Baca Juga : Indikator Brand Image, Pengertian dan Cara Membangunnya

    Apa Saja Contoh Brand Image?

    Terdapat dua contoh brand image yang dapat kita lihat dan pelajari. Brand image yang sejalan dengan brand Identity dan yang tidak sejalan. 

    1. Brand Image yang Sejalan Dengan Brand Identity

    Brand image yang sejalan dengan brand identity menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memberikan pelayanan mereka yang terbaik. Tidak hanya sekedar slogan keren atau yang menunjukkan kebaikan, tetapi tindakan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Perusahaan seperti ini lebih banyak dicari oleh masyarakat. 

    Meskipun produk yang ditawarkan memiliki kualitas yang baik, pelanggan bisa kesal dengan pelayanan buruk yang diberikan. Pada akhirnya penjualan tidak dapat dicapai dan akan memberikan efek domino pada kredibilitas brand tersebut di mata masyarakat. Contoh dari brand identity yang sejalan adalah perusahaan yang mengeluarkan barang luxury asal Italia dengan logo dua huruf G.

    Brand identity nya menampilkan barang-barang mewah yang unik. Begitu juga di mata masyarakat, perusahaan ini dipandang sangat mewah dan barang-barangnya memiliki keunikannya tersendiri. 

    2. Brand Image yang Tidak Sejalan Dengan Brand Identity

    Brand image yang tidak sejalan dengan brand identity menunjukkan bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki kualitas yang bagus. Perusahaan seperti ini dipandang tidak berintegritas oleh pelanggan. Selain itu testimoni yang diberikan oleh pelanggan menjadi jelek. Jika hal ini dibiarkan saja tanpa adanya perbaikan, kredibilitas pelanggan terhadap brand dan perusahaan akan semakin menurun. 

    Hal ini juga mengakibatkan jumlah penjualan dan pendapatan yang menurun. Contoh dari kasus seperti ini adalah perusahaan penerbangan asal Amerika yang memiliki keterbelakangan antara dan brand identity nya. Slogan “Fly The Friendly Skies” yang berusaha ditunjukkan justru menjadi bahan ejekan di mata pelanggan. 

    Hal ini diakibatkan pelayanan yang diberikan tidak mencerminkan slogan tersebut. Terdapat banyak kasus barang yang pecah, binatang yang mati, bahkan pelayanan dari pramugari dan pramugara yang sangat tidak sopan. Hal ini mengakibatkan banyak testimoni dan pemberitaan media-media yang buruk, hingga stok saham yang jatuh pada tahun tersebut. 

    Baca Juga : 4 Cara Meningkatkan Brand Image yang Kuat di Mata Konsumen

    Apa Pentingnya Brand Image Bagi Perusahaan?

    Melihat dua contoh di atas, kini kita jadi lebih mengerti mengenai brand image yang memiliki peran penting dalam menjalankan bisnis. Pada penjelasan sebelumnya juga sudah sedikit disinggung mengenai betapa pentingnya brand image. Untuk memperjelas hal tersebut, berikut ini beberapa alasan mengapa merupakan elemen yang penting untuk dijaga. 

    1. Meningkatkan Kredibilitas

    Saat brand image kamu semakin bagus, kredibilitas brand kamu juga akan semakin meningkat. Para pelanggan menjadi lebih sering datang berkunjung ke akun social media yang brand kamu punya. Mereka juga lebih percaya produk dan brand kamu daripada yang lain. 

    2. Meningkatkan Brand Awareness dan Recognition

    Brand image kamu yang semakin menguat, akan membawa banyak pelanggan yang baru. Jika sebelumnya tidak banyak orang yang mengenali brand kamu, kini orang justru sangat aware terhadap brand dan perusahaan serta produk yang kamu tawarkan kepada mereka. Testimoni yang baik akibat yang menguat juga akan membuat brand kamu semakin diakui oleh pelanggan. Mereka akan dengan sukarela menceritakan pengalaman baik yang mereka rasakan saat berinteraksi dengan brand kamu. 

    3. Meningkatkan Pendapatan

    Semakin banyak pelanggan dan semakin banyak orang yang mengetahui keberadaan brand kamu, maka pendapatan juga pasti akan meningkat. Word of mouth mengenai kualitas kamu juga akan membuat pelanggan banyak berdatangan membeli produk yang kamu tawarkan. 

    Word of mouth atau testimoni yang diberikan oleh orang-orang disekitar mereka tentunya akan membuat mereka lebih lagi ingin mencoba produk kamu. Faktanya testimoni lebih mempengaruhi keputusan seseorang untuk membeli suatu produk daripada iklan-iklan dan teknik pemasaran lainnya. 

    4. Meningkatkan Hubungan Brand Dengan Pelanggan

    Brand image yang menguat akan meningkatkan kredibilitas. Akibat dari hal tersebut adalah peningkatan hubungan yang terbangun antara perusahaan kamu dengan pelanggan. Pengalaman baik yang mereka alami akan membuat mereka terus bertahan dengan brand yang kamu punya. Hal ini tentu sangat menguntungkan kamu sebagai pebisnis. 

    Menguntungkan karena pelanggan yang memilih untuk menjadi setia dengan brand kamu, berpotensi lebih besar untuk melakukan pembelian ulang. Apalagi kalau kamu terus memperbaiki kualitas layanan dan produk yang kamu punya. Tentu saja pelanggan akan semakin menyukainya dan bertahan dengan brand kamu. 

    5. Memudahkan Pemasaran Produk yang Baru

    Saat semua pelanggan aware terhadap produk kamu, maka tidak sulit bagi kamu memperkenalkan produk-produk yang baru saja dikeluarkan. Justru pelanggan sangat menanti-nantikan produk baru yang baru kamu rilis. Mereka tidak sabar untuk menggunakan produk dengan kualitas bagus yang pernah mereka rasakan sebelumnya dari brand kamu. Usaha kamu untuk membuat iklan dan memasarkan produk yang baru, jadi tidak terlalu sulit seperti pertama kali kamu memasarkan produk. 

    Baca Juga: Berikut Manfaat Mempelajari Perilaku Konsumen yang Akan Berdampak Untuk Bisnis Kamu

    Sebagai penutup, merupakan kepercayaan pelanggan terhadap brand atau perusahaan kamu. Menjaganya agar tetap sejalan dengan identitas perusahaan kamu, akan sangat mempengaruhi pandangan pelanggan terhadap perusahaan. Jika pandangan pelanggan buruk, tidak hanya kamu yang menurun, tetapi pendapatan dalam penjualan produk kamu juga terkena imbasnya. Tentunya hanyalah salah satu elemen penting di dalam bisnis. 

    Masih banyak elemen penting lainnya yang juga mempengaruhi bisnis kamu. Kalau kamu tertarik mempelajarinya lebih lanjut, kamu bisa mempelajarinya di GreatNusa. GreatNusa telah mempersiapkan berbagai kursus bisnis onlineyang siap membekali kamu dalam dunia bisnis. Jika kamu ingin membaca artikel berguna lainnya seperti artikel ini yang membahas arti, pentingnya dan contoh , kamu dapat mengunjungi website GreatNusa. 

    Mengenal Beberapa Kelebihan Kecerdasan Buatan

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 17 Maret 2022

    Mengenal Beberapa Kelebihan Kecerdasan Buatan

    Kenali kelebihan kecerdasan buatan, mulai dari mengurangi human error, memudahkan penggunaan gadget, hingga memecahkan masalah. Simak infonya di sini.

    Di zaman teknologi yang serba canggih seperti saat ini, pastinya kamu sudah merasakan beberapa kelebihan kecerdasan buatan atau yang biasa disebut dengan Artificial Intelligence. Tanpa disadari, kamu sudah memanfaatkan teknologi AI di dalam kehidupan sehari-hari melalui gadget yang digunakan saat ini.

    Melalui artikel ini, GreatNusa akan memberikan informasi lengkap kepada kamu mengenai beberapa kelebihan kecerdasan buatan yang penting untuk dipahami. Namun, sebelum masuk ke dalam pembahasan utama, mari kita sama-sama pahami terlebih dahulu mengenai pengertian dari Artificial Intelligence.

    Apa Itu Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan)?

    Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan merupakan sebuah teknologi yang diciptakan untuk mempelajari data-data yang kemudian akan dihasilkan menjadi sebuah aktivitas yang biasanya dikerjakan oleh manusia. Kehadiran AI ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1951 yang diaplikasikan pada mesin Ferranti Mark I dan terus berkembang hingga sekarang.

    Baca Juga: Pengertian Supervised Learning dalam Machine Learning

    Apakah kamu bisa menebak contoh dari teknologi AI yang paling populer atau yang sering digunakan oleh masyarakat saat ini? Contoh penggunaan AI dapat dilihat dari chatbot, robot pengantar makanan, asisten virtual, dan banyak lagi.

    Apa Kelebihan Kecerdasan Buatan dalam Kehidupan Saat Ini?

    Setelah memahami apa itu AI, maka sekarang mari kita simak apa saja kelebihan dari teknologi dalam kehidupan manusia masa kini. Berikut ini, ada tiga kelebihan dari kecerdasan buatan yang perlu kamu pahami, yaitu:

    1. Mengurangi Potensi Terjadinya Human Error

    Kelebihan pertama dari kecerdasan buatan adalah mengurangi potensi terjadinya human error. Arti dari human error ini sendiri adalah segala jenis kesalahan yang dilakukan oleh manusia dalam mengerjakan suatu aktivitas.

    Sebagai manusia, kadang kala kita lalai dalam melakukan pekerjaan yang telah diberikan. Kelalaian tersebut bisa dilakukan baik secara sadar maupun tidak sadar. Maka dari itu, kehadiran AI membantu untuk meminimalisir terjadinya human error.

    Kecerdasan buatan dapat membantu mengurangi potensi terjadinya human error dalam berbagai bentuk. Misalnya, ada kecerdasan buatan yang dikembangkan untuk melakukan analisa menyeluruh terhadap sebuah data untuk menilai apakah pekerjaan yang telah dilakukan sudah tepat atau belum.

    Baca Juga: Apa Itu Data Science dan Fungsinya dalam Dunia Kerja

    2. Memudahkan Penggunaan Gadget

    Kehidupan manusia saat ini tidak dapat lepas dari gadget canggih yang sudah dilengkapi dengan berbagai fitur. Salah satu fitur yang menggunakan teknologi AI dalam gadget adalah asisten virtual.

    Kamu tentu pernah menggunakan “Hi Google” atau “Hi Siri” untuk mengakses asisten virtual, bukan? Asisten virtual merupakan teknologi kecerdasan buatan yang dikembangkan untuk memudahkan kamu dalam menggunakan gadget.

    Dengan adanya asisten virtual, kamu dapat menghubungi seseorang melalui gadget hanya dengan menyebutkan sebuah perintah saja. Bahkan, kamu juga dapat mengirim pesan tanpa harus membuka papan ketik dan hanya perlu menyebutkan isi pesan yang akan dikirim.

    3. Membantu dalam Pemecahan Masalah

    Kelebihan terakhir dari kecerdasan buatan adalah teknologi ini dapat membantu memecahkan masalah dengan mempelajari data-data yang dimasukkan ke dalamnya. Khususnya bagi para ilmuwan, hadirnya teknologi AI ini dapat membantu mereka dalam menemukan hasil terakurat sebelum diaplikasikan ke dalam bentuk nyata.

    Sebagai contoh dapat kamu lihat bagaimana kehadiran AI dapat mempermudah para pelaku bisnis dari segi layanan pelanggan dengan menggunakan chatbot. Teknologi chatbot ini sangat bermanfaat bagi para pebisnis untuk melayani pelanggan secara cepat dan efektif.

    Jadi, itulah informasi yang dapat kami berikan dan apabila kamu tertarik untuk mempelajari kecerdasan buatan, GreatNusa memiliki kursus artificial intelligence. Di dalam kursus ini, kamu akan mendapatkan pelajaran penting mengenai AI bagi para pemula. Silakan hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut dan sekian informasi mengenai beberapa kelebihan kecerdasan buatan yang perlu kamu ketahui.

    Apa Itu Lean Manufacturing? Dan Apa Manfaatnya Dalam Bisnis?

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 30 Maret 2023

    Apa Itu Lean Manufacturing? Dan Apa Manfaatnya Dalam Bisnis?

    Apa itu lean manufacturing? Metode yang dilakukan untuk meminimalisir pemborosan dalam bisnis. Berikut pengertian dan manfaatnya!

    Tahukah kamu, apa itu lean manufacturing? Pernahkah kamu mendengar kata lean manufacturing di dalam dunia profesional?

    Melalui artikel ini, GreatNusa akan memberikan informasi lengkap seputar lean manufacturing dan apa saja manfaatnya di dalam dunia bisnis. Selain itu, ada juga informasi lainnya yang penting untuk kamu pahami yaitu tentang posisi pekerjaan yang berhubungan dengan lean manufacturing.

    Apa Itu Lean Manufacturing?

    Di dalam berjalannya sebuah bisnis, ada berbagai sumber daya yang harus terbuang karena satu dan lain hal. Sumber daya yang terbuang tersebut termasuk ke dalam kategori pemborosan.

    Apabila pemborosan yang dilakukan tergolong besar, maka tentu saja bisnis tersebut akan mengalami kerugian atau seharusnya bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi jika ada strategi yang tepat untuk menangani masalah ini. Strategi tersebut yang dinamakan dengan lean manufacturing atau produksi ramping. Metode ini juga diadaptasikan dari Toyota Production System (TPS).

    Singkatnya, produksi ramping ini adalah sebuah praktik atau metode yang dilakukan untuk meminimalisir terjadinya pemborosan di dalam sebuah bisnis. Menghilangkan pemborosan atau waste manufacturing ini menjadi fokus utama yang harus diatasi oleh sebuah perusahaan.

    Munculnya pemborosan ini biasanya dikarenakan sebuah perusahaan ingin memberikan produk dengan kualitas terbaik kepada pelanggan. Hal ini tidak salah, namun tentu ada solusi yang perlu dicari bersama-sama untuk mempertahankan kualitas produk yang dihasilkan dengan pemanfaatan sumber daya secara maksimal.

    Baca Juga: Apa yang Dimaksud Dengan Proses Produksi dalam Sebuah Perusahaan?

    Apa Manfaat Lean Manufacturing dalam Bisnis?

    Setelah memahami pengertiannya, apakah kamu tahu apa saja manfaat produksi ramping di dalam dunia bisnis? Ya, produksi ramping secara umum memiliki manfaat untuk mengatasi pemborosan yang dikeluarkan oleh perusahaan.

    Selain mengatasi pemborosan, produksi ramping juga dapat membantu perusahaan dalam membangun tim yang lebih kompeten dan berkomitmen. Di samping itu, lean manufacturing dapat membantu perusahaan untuk menggunakan sumber daya yang ada seefektif mungkin dengan tetap mempertahankan atau bahkan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Metode ini juga dapat meningkatkan value stream di dalam proses produksi suatu perusahaan.

    Dibantu dengan perencanaan dalam resource planning, lean manufacturing dapat digunakan secara efisien, sehingga bahan baku dalam proses produksi dapat digunakan secara efektif.

    Baca Juga : Apa yang Dimaksud Dengan Proses Produksi dalam Sebuah Perusahaan?

    Hal Apa Saja yang Termasuk Ke Dalam Pemborosan (Waste Manufacturing)?

    Berikut ini, ada lima hal yang termasuk ke dalam waste manufacturing atau pemborosan yang perlu diperhatikan oleh setiap pelaku bisnis, yaitu:

    1. Waste of defects

    Proses produksi barang rentang mengalami pemborosan dari segi hasil produksi yang mengalami defects atau cacat. Hasil produksi barang yang mengalami cacat harus diperbaiki kembali atau dijual dengan harga miring dan tentu saja hal ini termasuk ke dalam pemborosan.

    2. Waste of overproduction

    Produksi barang yang berlebihan juga termasuk ke dalam pemborosan. Terutama jika sebuah bisnis dihadapkan dengan penurunan minat pasar.

    3. Waste of overprocessing

    Selain produksi barang yang berlebihan, tahapan proses yang berlebihan juga termasuk ke dalam waste manufacturing. Sebagai contoh, proses quality check yang harus melalui terlalu banyak tahapan demi menyajikan kualitas produk terbaik kepada pelanggan.

    4. Waste of waiting

    Status idle atau waiting (menunggu) menjadi salah satu pemborosan dari segi waktu. Kondisi yang kosong tersebut dapat dimanfaatkan untuk hal-hal produktif yang lebih bermanfaat.

    5. Waste of inventory

    Pembelian bahan mentah atau produksi barang yang berlebihan membutuhkan ruang penyimpanan yang besar. Hal ini termasuk ke dalam pemborosan inventori.

    Siapa yang Bertugas dalam Mengatur Lean Manufacturing?

    Pemilik bisnis tentu harus dapat mengetahui apa saja pemborosan yang terjadi di dalam bisnisnya dan mulai menyusun metode produksi ramping untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun, pemilik bisnis dapat mendelegasikan tugas ini kepada karyawannya yang memegang posisi jabatan manajer operasional.

    Baca Juga: Fungsi Manajemen Operasional Untuk Bisnis Yang Efektif

    Tugas dari manajer operasional adalah memahami masalah yang terjadi di dalam sebuah bisnis dan merancang sebuah strategi yang berfungsi sebagai solusi efektif dalam memecahkan sebuah masalah. Tentu saja, untuk menjadi seorang manajer operasional, kamu harus membekali diri dengan berbagai program untuk mengembangkan kemampuan diri.

    Di GreatNusa, kami memiliki kursus bersertifikasi untuk Operations and Quality Management. Hubungi GreatNusa sekarang juga untuk mengetahui informasi lebih lanjut terkait program kursus ini dan sekian informasi yang dapat kami berikan mengenai apa itu lean manufacturing dan manfaatnya dalam bisnis.

    Mengenal Manfaat Pasar Global Bagi Bisnis atau Perusahaan

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 17 Maret 2022

    Mengenal Manfaat Pasar Global Bagi Bisnis atau Perusahaan

    Kenali manfaat pasar global, seperti sebagai pasar yang baru, diversifikasi, hingga meningkatkan keunggulan kompetitif. Simak infonya di artikel ini.

    Seperti apa manfaat pasar global? Perkembangan dalam dunia bisnis membuat banyak orang harus bisa memutar otak agar bisa mendapatkan hasil yang terbaik untuk bisnis mereka. Apalagi saat ini, tren untuk masuk ke pasar global menjadi salah satu hal yang dibutuhkan tiap bisnis agar bisa berdiri dengan lebih baik. Apa saja manfaat pasar global bagi perusahaan yang ingin masuk ke dalamnya? Akankah hal ini benar-benar menjadi sebuah keharusan bagi bisnis-bisnis modern? Temukan jawaban dari pertanyaan ini melalui informasi-informasi yang ada di bawah ini.

    Apa Saja Manfaat Pasar Global yang Harus Kamu Ketahui?

    Salah satu aspek yang sangat terpengaruhi oleh hadirnya ekspansi pasar global adalah semakin mudahnya pergerakan barang-barang konsumsi untuk bisa mencapai berbagai macam negara. Selain itu, bagaimana bisnis berfungsi & kemampuannya dalam menjangkau kolaborator dan karyawan juga sangat berubah sejak kehadiran pasar global. Pemasaran global ini menjadi salah satu hal penting untuk bisnis modern.

    Di era di mana bisnis besar maupun kecil bisa menjual dan mengirimkan produk dan layanan mereka kepada konsumen di seluruh dunia dalam hitungan hari, maka akan sangat mudah bagi kita melupakan bagaimana pasar berfungsi sebelum era digital yang juga hadir dengan inovasi dalam transportasi.

    Jika berbicara mengenai pengertian pasar global, maka kita menggapnya sebagai sebuah pasar dalam skala global, di mana barang dan jasa dari satu negara diperdagangkan (dibeli atau dijual) kepada orang-orang dari negara lain. Jika dahulu kita akan sangat kesulitan dalam melihat barang-barang yang di luar negara sendiri, maka kini semuanya bisa dicari dan dikirimkan dengan mudah.

    Lantas apa saja manfaat dari kehadiran pasar global ini?

    1. Pasar yang Baru

    Pasar global ini menghadirkan lahan baru yang bisa digunakan oleh bisnis dan perusahaan untuk menjual barang dan jasa mereka. Kamu juga akan menemui pembeli baru yang sangat berbeda daripada sebelumnya. Secara otomatis juga akan bisa meningkatkan penjualan.

    Baca Juga: 7 Strategi Harga untuk Meningkatkan Penjualan

    2. Diversifikasi

    Kehadiran pasar global juga bisa menjadi ajang bagi perusahaan untuk mendiversifikasi usaha mereka. Perusahaan dapat memanfaatkan pasar internasional untuk memperkenalkan produk dan layanan unik, yang dapat membantu mempertahankan aliran pendapatan yang positif, jika di salah satu negara perusahaan beroperasi mengalami masalah.

    Baca Juga: 6 Cara Memasuki Pasar Global yang Bisa Dilakukan

    3. Mengundang Tenaga Kerja

    Tenaga kerja internasional dapat menawarkan keuntungan unik bagi perusahaan dalam hal peningkatan produktivitas, keterampilan bahasa, latar belakang pendidikan yang beragam, dan banyak lagi. Tentu saja berbagai hal ini menjadi sesuatu yang tidak akan dilewatkan oleh sebuah perusahaan. Selain itu, talenta internasional juga dapat membantu dalam hal inovasi dalam suatu perusahaan dengan ide-ide baru yang sebelumnya tidak pernah dijumpai.

    4. Keunggulan Kompetitif

    Jika melakukan ekspansi menuju pasar global, maka perusahaan akan bisa mendapatkan keunggulan kompetitif atas pesaing atau kompetitor. Misalnya, bisnis yang berkembang di pasar di mana kompetitor mereka tidak beroperasi seringkali memiliki keunggulan sebagai pionir, yang memungkinkan mereka membangun kesadaran akan brand (merek) yang kuat dengan konsumen sebelum pesaing masuk dalam pasar tersebut. Ekspansi internasional juga dapat membantu perusahaan memperoleh akses ke teknologi baru dan ekosistem industri, yang dapat meningkatkan operasi secara signifikan.I

    tulah beragam hal yang akan bisa didapatkan perusahaan dan bisnis jika masuk dalam pasar global. Kamu bisa mulai kok dengan membuat bisnis yang bisa mencapai pasar global, ikuti kursus strategi pemasaran global dari GreatNusa. Dapatkan materi-materi berguna yang akan bisa memperdalam pengetahuan kamu. Jadi tunggu apalagi, yuk kunjungi website kami sekarang juga! Semoga informasi mengenai manfaat pasar global ini bisa membantumu!

    • 1
    • More pages
    • 18
    • 19
    • 20
    • More pages
    • 74
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya