GreatNusa
GreatSayaGreatBisnisGreatEdu
Design & CreativeBusiness & ManagementData & TechnologyDigital MarketingFinance & AccountingLeadershipLanguageSales & MarketingProject ManagementSoft SkillLihat Semua Kategori
Masuk / Daftar
  1. Beranda
  2. Artikel

Artikel

GreatNusa

PT. Gagas Edukasi Anantara
Jl. Jalur Sutera Barat Panunggangan Timur
Kota Tangerang 15143
Indonesia

Hubungi Kami

kontak@greatnusa.com

Kategori Populer

  • Design & Creative

  • Business & Management

  • Data & Technology

  • Digital Marketing

  • Finance & Accounting

  • Leadership

Lainnya

  • Produk

  • Artikel

  • Kategori Produk

  • Kategori Artikel

  • Kebijakan Privasi

  • Syarat dan Ketentuan

  • Tanya Jawab

Event

  • Microsoft Elevate 2026 bersama GreatNusa

© 2026 GreatNusa. Seluruh hak cipta dilindungi.
Made with ❤️ for Indonesia

    Menampilkan 61 - 66 dari 441 Artikel

    8 Digital Marketing Tools Yang Harus Kamu Miliki

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 29 Maret 2023

    8 Digital Marketing Tools Yang Harus Kamu Miliki

    Ada beberapa digital marketing tools yang harus kamu kuasai untuk bersaing di era digitalisasi. Simak informasi lengkapnya di artikel ini.

    Salah satu keuntungan pemasaran digital adalah modal yang tidak terlalu besar. Kamu hanya harus memiliki digital marketing tools yang tepat untuk meluncurkan bisnis. Mulai dari meluncurkan iklan, menciptakan konten bermutu dengan target khusus, hingga mencatat data kunjungan dan demografi, berbagai tools ini adalah kunci persaingan untuk pebisnis digital, bahkan bagi yang baru memulai.

    Kamu bisa menemukan banyak marketing tools, baik yang gratisan maupun berbayar. Akan tetapi, sebagai permulaan, kamu bisa mulai dari 10 produk ini.

    Apa Saja Digital Marketing Tools Yang Harus Dikuasai?

    1. Google Analytics

    Pengguna Google tidak perlu jauh-jauh mencari alat analisis dasar untuk melacak statistik dan kinerja situs. Google Analytics membantumu melacak data penting terkait hal-hal seperti jumlah kunjungan ke situs atau toko online, halaman yang paling banyak dikunjungi, durasi setiap kunjungan dan sebagainya. 

    Google Analytics memberimu informasi penting untuk memodifikasi situs atau toko online agar lebih mudah mencapai target pemasaran. Kamu bahkan bisa melihat informasi spesifik seperti bounce rate, yaitu jumlah pengunjung yang mengunjungi situs tetapi langsung pergi lagi. Hal ini menunjukkan adanya potensi masalah yang bisa segera kamu perbaiki.

    2. Google Ads

    Sering lihat tautan situs berlabel “Ads” di halaman hasil pencarian Google? Label tersebut bisa kamu peroleh jika menggunakan Google Ads. Program ini membantumu mengiklankan toko, produk, atau jasa secara lebih mendetail sesuai dengan anggaranmu. Sistem Google Ads juga menjamin kembalinya investasi (Return of Investment atau ROI) dengan lebih cepat karena kamu bisa langsung meraih target pemasaran yang tepat.

    Ingin Google Ads lebih efektif? Kamu bisa menggunakannya bersama Google Analytics. Gunakan Analytics untuk menemukan informasi demografi pengunjung, frekuensi kunjungan, dan waktu-waktu kunjungan terbaik, lalu gunakan Ads untuk membuat iklan yang sesuai dengan informasi tersebut.

    Baca Juga: 6 Manfaat Digital Marketing untuk Perkembangan Bisnismu

    3. Canva

    Ingin membuat produk marketing tetapi tidak bisa mendesain? Canva wajib jadi salah satu digital marketing tools pilihanmu. Canva cocok untuk melakukan marketing visual dengan materi seperti postingan media sosial, brosur, sampul e-book, poster digital, dan sebagainya. Kamu bisa memilih di antara berbagai format desain yang tersedia lalu memilih format teks, ilustrasi, foto, dan sebagainya.

    Canva memiliki versi gratisan maupun berbayar, jadi kamu bisa menyesuaikannya dengan anggaranmu. Siapa saja bisa membuat materi marketing visual walau tanpa kemampuan teknis dalam bidang desain grafis atau sejenisnya.

    4. Fitur Iklan Media Sosial

    Fitur iklan media sosial menawarkan beberapa pilihan tergantung medsos mana yang kamu gunakan. Berikut tiga pilihan terpopuler.

    Facebook Ads

    Facebook Ads adalah fitur untuk memasang iklan dengan target spesifik. Kamu bisa mengatur target iklan berdasarkan informasi spesifik seperti demografi calon konsumen, area pemasaran, format iklan, hingga durasi pemasangan. Ada juga pilihan batas anggaran agar kamu bisa menyesuaikan dengan bujet. Mengatur iklan membuatmu bisa membidik calon konsumen dengan identitas tertentu.

    Twitter Ads

    Twitter Ads adalah layanan dari Twitter for Business, akun khusus untukmu yang membutuhkan fitur ekstra untuk promosi. Dengan fitur ini, kamu bisa mempromosikan akun atau cuitan (termasuk video), memilih demografi, hingga menganalisis data seperti impresi, cuitan favorit, dan jumlah pengikut. Cocok untukmu yang memang lebih sering aktif di Twitter.

    Baca Juga: Digital Leadership: Pengertian, Karakteristik, dan Manfaatnya dalam Era Digital

    Instagram for Business 

    Pengguna Instagram bisa menggunakan Instagram for Business, akun khusus untuk digital marketing. Kamu bisa memilih beragam format iklan yang menarik seperti postingan foto biasa, reels, hingga video pendek dan Instagram TV. Kamu juga bisa menentukan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk satu kampanye iklan.

    5. Mailchimp 

    Ketika kamu mulai bisnis, bersiaplah untuk berurusan dengan banyak alamat email. Kamu harus bisa mengatur arus keluar-masuk email pribadi dan bisnis, email afiliasi, hingga email milik para koneksi pentingmu. Kamu juga harus bisa menjawab mereka dengan relatif mudah. Mailchimp adalah platform khusus untuk mengatur semua alamat email tersebut dengan mudah di satu tempat.

    Tidak hanya mengatur alamat email milikmu dan kontak pentingmu, Mailchimp sebagai tools email marketing juga membantu menciptakan dan mengirimkan email otomatis untuk berbagai keperluan pemasaran, misalnya email newsletter. Kamu bisa memanfaatkan fitur geotagging untuk mengirim email sesuai dengan demografi target serta memanfaatkan sistem analisis untuk melakukan evaluasi hasil pemasaran email. Intinya, selain membantu pemasaran, Mailchimp juga membuatmu lebih produktif.

    6. SEMrush

    Marketing digital memerlukan kemampuan membaca tren spesifik serta menciptakan kata kunci efektif untuk pemasaran online. SEMrush adalah salah satu alat populer untuk membantumu menemukan kata kunci efektif sekaligus melacak kata kunci yang digunakan pesaingmu. Kamu juga bisa melihat data urutan kinerja kata kunci tersebut, seperti mana yang paling banyak digunakan dan kapan mereka paling sering muncul.

    SEMrush juga tidak membiarkan penggunanya menebak-nebak. Kamu bisa mengakses laporan kinerja situs berdasarkan kata kunci yang dipilih sehingga kamu bisa melakukan evaluasi.

    Baca Juga: 6 Cara Memasuki Pasar Global yang Bisa Dilakukan

    7. Hootsuite

    Hootsuite adalah solusi untukmu yang kerepotan mengelola beberapa akun medsos bisnis sekaligus. Memiliki Hootsuite mirip seperti menyewa jasa manajer medsos untuk semua akunmu. Kamu bisa menggunakannya untuk mengepos cuitan atau postingan pada waktu-waktu tertentu, melacak interaksi dengan pengikut atau teman medsos, hingga memberikan data analisis kinerja medsos bisnismu untuk keperluan evaluasi.

    Hootsuite menawarkan layanan fleksibel sesuai ukuran bisnis dan timmu. Kamu bisa memilih paket untuk satu pengguna yang memiliki maksimal 10 akun medsos, paket bisnis kecil untuk lima pengguna dan maksimal 35 akun, atau Enterprise yang khusus untuk perusahaan besar.

    8. HubSpot

    HubSpot adalah pusat pengelolaan marketing yang menawarkan beberapa perangkat untuk melancarkan elemen penting dalam pemasaran digital. Kamu bisa melacak kata kunci yang tepat, mendapat data hasil analisis kinerja situs, menjalankan customer service secara lebih efektif, hingga melacak setiap penawaran khusus dan promosi yang pernah kamu tawarkan lewat bisnismu.

    Walau terlihat banyak, berbagai tools digital marketing ini sebenarnya sudah meliputi unsur-unsur penting: manajemen email, media sosial, perencanaan strategi, evaluasi, pelaporan, dan desain. HubSpot tidak hanya membantu mengelola promosi produk dan jasa, tetapi juga setiap aspek sejak pembuatan konten, pemilihan kata kunci, hingga mengetahui mana konten terbaik kamu.

    Bagaimana Cara Belajar Tentang Marketing Tools?

    Belajar tentang pemasaran digital dan beragam perangkat mereka adalah keharusan bagi calon pebisnis masa kini. Penasaran? Pilihlah satu atau beberapa kursus di GreatNusa, pusat pelatihan dan webinar yang menawarkan wawasan serta keterampilan gratis demi sukses di dunia kerja. 

    Ingin belajar mengelola pemasaran digital? GreatNusa menyediakan pilihan kelas-kelas dalam kategori Bisnis dan Manajemen, terutama Bisnis Digital. Kamu bisa memilih di antara materi seperti Technopreneur 101, E-Commerce Design, hingga Kewirausahaan Perangkat Lunak. Materi yang intensif dan berkualitas, lengkap dengan pelatih berpengalaman, membuat kursus GreatNusa cocok untukmu calon pebisnis di dunia digital.

    Menggunakan tools digital marketing adalah salah satu cara membuat bisnis lebih cepat berkembang, mudah dikelola, dan bahkan bisa bersaing dengan produk yang sudah mapan. Gunakan alat-alat ini dan lihat sendiri bagaimana hasilnya setelah kamu mencobanya secara rutin.

    4 Fungsi Manajemen Keuangan untuk Perusahaan

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 29 Maret 2023

    4 Fungsi Manajemen Keuangan untuk Perusahaan

    Salah satu fungsi manajemen keuangan yaitu menilai aset yang menguntungkan. Simak fungsi-fungsi manajemen keuangan lainnya di artikel ini.

    Mengelola bisnis tidak mungkin dipisahkan dari uang. Mempersiapkan modal, mengelola uang, menyusun anggaran, dan mencatat biaya baru sebagian kecil dari manajemen keuangan yang harus dimiliki perusahaan. Melakukannya tanpa laporan keuangan yang rapi bisa berakibat buruk pada keseluruhan kinerja perusahaan. Oleh karena itu, manajemen keuangan menjadi hal penting dan salah satu fungsi manajemen keuangan yaitu membuat perusahaan tetap dapat berjalan.

    Meningkatkan nilai perusahaan secara maksimal adalah salah satu fungsi dari penerapan manajemen keuangan, termasuk upaya pemberian nilai tambah pada aset para pemegang saham. Manajemen keuangan pun terfokus pada berbagai aktivitas perusahaan terkait cara mendapatkan pendanaan, pengalokasian dana, serta pengelolaan aset guna mencapai tujuan perusahaan.

    Lalu, mengapa manajemen keuangan begitu penting? Apa saja fungsi manajemen keuangan lainnya dan bagaimana cara menyusun strategi keuangan yang tepat? Mari simak pembahasan berikut ini.

    Apa Tujuan Manajemen Keuangan bagi Perusahaan?

    Secara simpel, keuangan atau modal adalah salah satu unsur manajemen yang membuat sebuah perusahaan berjalan. Hal itulah yang membuat sebuah perusahaan harus menerapkan atau memiliki prosedur manajemen keuangannya sendiri.

    Manajemen keuangan merupakan tanggung jawab terpenting pemilik dan jajaran manajemen perusahaan. Pasalnya, ini jadi alat utama untuk mengendalikan sebagian besar kegiatan manajemen. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, bukan cuma perusahaan menanggung kerugian finansial, tetapi juga kerugian lainnya yang berimbas pada operasional harian perusahaan.

    Setiap keputusan terkait manajemen keuangan ini harus diambil dengan mempertimbangkan konsekuensi yang dapat mempengaruhi laba, arus kas, dan kondisi finansial lain seperti tercantum pada laporan keuangan. Lebih lanjut, data manajemen keuangan merangkum statistik yang bisa jadi dasar penilaian efektivitas dan efisiensi perusahaan.

    Oleh karena itu, ada beberapa alasan mengapa manajemen keuangan penting untuk bisnis maupun perusahaan. Berikut ini adalah tujuan manajemen keuangan:

    1. Menilai mana aset yang bisa menguntungkan perusahaan

    Perusahaan harus membeli aset melalui berbagai pertimbangan. Manajemen keuangan yang maksimal akan membantu perusahaan menilai mana aset yang dapat mendatangkan keuntungan perusahaan dan mana yang tidak.

    Salah satu indikator yang dipakai apakah jumlah pendapatan yang akan dihasilkan pembelian aset dapat seimbang dengan jumlah dana yang akan dikeluarkan. Ketika pengeluaran dana diatur dengan efektif, perusahaan tidak perlu meminjam dana besar untuk mendatangkan aset yang berpotensi merugikan mereka.

    2. Mengetahui apakah pengelolaan arus kas berjalan baik

    Arus kas yang baik berarti perusahaan punya kas cukup untuk kegiatan operasionalnya, seperti membayar sewa, tagihan listrik, air, dan internet, asuransi, serta gaji karyawan. Cara termudah untuk mengetahuinya adalah dengan membandingkan tanggal jatuh tempo piutang bisnis dan tagihan terutang.

    3. Menjaga biaya operasional tetap rendah

    Dengan memiliki manajemen keuangan yang rapi, perusahaan dapat mengelola semua pengeluaran operasional secara cermat. Pengelolaan biaya ini penting supaya dana dan pendapatan yang diperoleh tidak hanya habis untuk membiayai keberlangsungan perusahaan. 

    Jika biaya operasional membengkak, perusahaan bisa saja mengambil jalan pintas dengan menaikkan harga penjualan. Namun, dalam jangka panjang konsumen bisa “lari” dan pindah ke tempat lain yang menawarkan harga lebih murah.

    4. Membantu perencanaan pajak

    Manajemen keuangan yang baik juga bisa membantu perencanaan pajak perusahaan. Penyusunan estimasi perpajakan dinilai efektif untuk mengetahui berapa besaran dana yang perlu dikeluarkan untuk membayar pajak sebelum jatuh tempo. Bagaimanapun membayar pajak tepat waktu penting agar terhindar dari pembayaran denda pajak akibat kelalaian perusahaan sendiri.

    Apa Saja Fungsi Manajemen Keuangan untuk Perusahaan?

    Fungsi manajemen keuangan yaitu menggambarkan siklus kehidupan perusahaan, mengelola keuangan dalam situasi aktivitas operasional normal, menyusun laporan kegiatan operasional bisnis, serta mengarsipkan, melaporkan, dan membayar pajak. Penjelasan masing-masing poin dijabarkan di bawah ini.

    1. Menggambarkan siklus kehidupan perusahaan

    Situasi arus kas negatif alias merugi pada periode berjalan lazim dialami sebagian besar perusahaan. Manajemen keuangan berfungsi mengatasi situasi tersebut. Pemilik harus menyusun proyeksi keuangan dari arus kas negatif agar dapat memperoleh modal guna memulihkan bisnisnya.

    Bahkan, saat perusahaan berkembang, butuh lebih banyak uang untuk membiayainya. Maka, perencanaan dan penganggaran kebutuhan keuangan tidak bisa ditunda. Manajemen keuangan harus mampu memperoleh sumber dana tepat berbiaya terendah dan mengontrol biaya perusahaan.

    2. Mengelola kondisi keuangan perusahaan dalam situasi aktivitas operasional normal

    Manajemen keuangan berfungsi menjaga arus kas secara efisien lewat siklus hidup perusahaan: produksi, penjualan, mengumpulkan piutang, dan mengulang siklus dari awal dengan beli bahan baku lebih banyak. Dalam proses tersebut perhitungkan juga berapa biaya dan tagihan yang harus dilunasi dengan uang kas.

    Di sisi lain manajemen keuangan juga dapat membantu perusahaan bersiap menghadapi faktor eksternal, seperti kondisi ekonomi fluktuatif. Pastikan perusahaan punya likuiditas cukup saat terjadi penurunan ekonomi.

    3. Melaporkan kegiatan operasional bisnis

    Fungsi manajemen keuangan yaitu melaporkan kegiatan operasional bisnis secara rutin kepada pemegang saham maupun investor. Hal ini terkait informasi keamanan dan pengembalian investasi yang mereka tanamkan. 

    Maka, manajer bisa meminta jenis laporan lain yang menunjukkan indikator kinerja dari berbagai aktivitas divisi-divisi dalam perusahaan. Penyusunan sistem pun harus komprehensif agar dapat mempersiapkan berbagai laporan yang diperlukan semua pihak, baik itu manajemen, investor, kreditur, maupun pemegang saham.

    4. Mengarsipkan, melaporkan, dan merencanakan pajak 

    Seperti telah disinggung di atas, manajemen keuangan juga berfungsi merencanakan, membayar pajak perusahaan sesuai jatuh tempo. Dengan memplot waktu pembayaran pajak, perusahaan dapat menyiapkan dana yang dimaksud jauh-jauh hari sesuai pos anggaran yang telah disusun.  

    Bagaimana Cara Membangun Strategi Keuangan Perusahaan yang Baik?

    Untuk memastikan manajemen keuangan berjalan lancar, butuh strategi cermat agar perusahaan yang tepat. Beberapa cara berikut dapat diterapkan dalam bisnis.

    1. Tentukan sumber pendanaan yang sesuai

    Sumber pendanaan berperan penting dalam membiayai aktivitas operasional perusahaan. Manajemen keuangan yang rapi akan membantu pemilik mengestimasi berapa biaya awal yang harus dipersiapkan saat membangun bisnis. Manajemen keuangan menawarkan perhitungan cermat guna memperoleh pembiayaan awal sehingga dapat diajukan kepada kreditur maupun bank sebagai alternatif sumber pendanaan.

    2. Susun laporan penganggaran

    Anggaran ibarat peta jalan yang akan menampilkan berbagai pos pembiayaan di masa mendatang. Perusahaan manufaktur misalnya, memakai laporan anggaran untuk menelusuri biaya variabel, tetap, atau overhead dari proses produksi yang dilakukan. Laporan anggaran ini dapat memproyeksikan berapa biaya yang akan dihabiskan. Pemilik dan manajer pun dapat menilai apakah biaya itu cukup menguntungkan atau merugikan.

    3. Kelola struktur modal

    Pada perusahaan yang lebih mapan, teknik manajemen keuangan digunakan untuk menciptakan dan mengelola struktur modal, yaitu besaran proporsi pemakaian utang dan pembiayaan ekuitas dari suatu perusahaan. Hasil keputusan manajemen keuangan dapat jadi dasar untuk membiayai ekspansi operasi maupun menangkap peluang baru mengembangkan perusahaan.

    4. Jaga kinerja perusahaan

    Salah satu komponen manajemen keuangan yang dapat diberdayakan untuk menjaga performa adalah analisis keuangan. Pemilik dan manajer dapat memakai metode kuantitatif untuk mengukur bagaimana kinerja perusahaan, seperti arus kas masuk, laba dari investasi, dan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh modal kembali.

    Analisis keuangan juga bisa menjadi tolak ukur dalam membandingkan kinerja perusahaan di masa lampau dan masa kini. Dengan begitu manajemen keuangan dapat menunjukkan secara jelas apakah perusahaan mengalami peningkatan kinerja. Dari sini, perusahaan dapat memantapkan strategi manajemen keuangan seperti apa yang akan diterapkan berikutnya.

    Fungsi manajemen keuangan yaitu membantu merencanakan keuangan perusahaan dengan baik. Pengelolaan keuangan yang cermat di segala lini akan membantu deteksi masalah apa pun lebih awal, sekaligus mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di kemudian hari.

    Berencana menambah keterampilan dalam manajemen keuangan? Kamu bisa mengikuti kursus Bisnis & Manajemen tentang manajemen keuangan di GreatNusa. Dengan pendampingan pengajar profesional, kamu bisa mendapat lebih banyak pengetahuan baru seputar pengelolaan keuangan perusahaan.

    Yuk, segera meluncur ke GreatNusa dan daftar sekarang juga!

    Pengertian Manajemen Produksi dan Fungsinya

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 28 Februari 2023

    Pengertian Manajemen Produksi dan Fungsinya

    Pengertian manajemen produksi perlu dipahami dengan baik karena akan membantu kamu menjalankan perusahaan lebih baik. Simak info lengkapnya di sini.

    Bagi pemula dalam berbisnis, apakah kamu sudah memahami pengertian manajemen produksi?

    Manajemen produksi berperan penting dalam memastikan bisnis berjalan baik di semua lini. Tanpa pengelolaan produksi yang dilakukan secara rapi, teratur, dan terencana, berisiko membuat bisnis terhambat. Khusus untuk kamu, berikut ulasan selengkapnya tentang manajemen produksi dalam kacamata bisnis.

    Pengertian Manajemen Produksi Menurut Para Ahli

    Apa pengertian manajemen produksi?

    Manajemen produksi merujuk pada suatu penataan proses pengubahan bahan mentah ke dalam sebuah produk sehingga produk tersebut mempunyai nilai jual. Sebagai bagian dari bidang manajemen, pengaturan produksi diperlukan agar perusahaan dapat mencapai tujuan bisnis, terutama untuk menghasilkan barang dan jasa sesuai perencanaan.

    Lewat manajemen produksi, perusahaan berupaya mengaplikasikan konsep manajemen pada proses produksi. Dengan begitu, proses produksi dapat menghasilkan barang dan jasa sesuai spesifikasi, waktu dan jumlah yang ditargetkan, tetapi berbiaya minimum. 

    Terdapat dua faktor yang berpengaruh pada manajemen produksi. Pertama, division of labour yang berarti bagaimana suatu tugas dibagikan dengan tepat. Ini penting diperhatikan supaya produk yang diproduksi berkualitas dan bisa memasuki pasar dengan baik. Selain itu, pembagian kerja juga membuat proses produksi cenderung efektif dan efisien.

    Lalu, ada faktor revolusi industri yang berdampak pada pengelolaan sumber daya manusia. Misalnya, penggantian tenaga manusia dengan mesin atau robot untuk memproduksi lebih banyak barang. Meskipun demikian, perusahaan tetap membutuhkan SDM berkualitas untuk mengontrol dan memastikan mesin tersebut berjalan baik. Maka, karyawan pun perlu mengasah keterampilan agar dapat bersaing dan mengikuti perubahan zaman.

    Pengertian manajemen produksi lainnya berfokus pada suatu proses yang terdiri atas perencanaan, organisasi, target atau arah, dan penyelenggaraan kegiatan produksi. Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah mengubah bahan baku menjadi produk jadi bernilai jual. Bisa dibilang, manajemen produksi menyatukan 6M, yaitu men, money, machines, materials, methods, dan markets. 

    Tujuan Manajemen Produksi

    Setiap prosedur harus memiliki tujuan. Tujuan dari manajemen produksi adalah sebagai berikut, yaitu meliputi:

    • Kontrol sumber daya semaksimal mungkin untuk tugas-tugas yang ada.
    • Mengatur tenaga kerja sesuai dengan keahlian masing-masing individu.
    • Menangani peralatan produksi dari akuisisi hingga pemeliharaan untuk mencegah kerusakan

    Metode Produksi yang Tepat

    Dalam melakukan produksi, seorang manajer produksi bertanggung jawab memilih mana metode yang tepat untuk bisnisnya. Ia harus memperhitungkan sifat produk dan jumlah produksi yang ditargetkan. Beberapa metode produksi yang dapat dipilih antara lain:

    1. Produksi pesanan

    Pembuatan produk berdasarkan pesanan pelanggan sehingga produk yang diproduksi cenderung beragam dan tidak terstandar. Ciri metode produksi ini adalah adanya pasokan besar komponen ke pabrik, tersedia satu area produksi tertentu dalam skala besar, atau pembuatan menggunakan bahan atau peralatan khusus. 

    2. Produksi batch

    Berkaitan dengan pembuatan produk secara berulang. Biasanya jumlah produksi barang sudah diketahui di muka. Sistem batch memungkinkan pekerjaan produksi dibagi dalam beberapa periode. Satu periode fokus pada satu operasi. Selesai pada satu tahap operasi, berlanjut ke operasi berikutnya sampai produk akhir selesai.

    3. Produksi massal

    Produksi massal fokus pada kegiatan produksi skala besar guna menyediakan pasokan barang tertentu secara berkelanjutan. Setiap proses harus dilalui dan segera berlanjut ke tahapan berikutnya sesegera mungkin. Produksi berkelanjutan cenderung berjalan progresif, artinya produk terus melalui beberapa tahap hingga didapat produk akhir.

    Aspek Manajemen Produksi

    Ada tiga hal yang termasuk ke dalam aspek manajemen produksi yaitu:

    1. Perencanaan Produksi

    Perencanaan ini dilakukan untuk memastikan proses produksi berjalan efisien. Pilihan awal harus dibuat sebelum perencanaan dapat dimulai. Misalnya memilih supplier, jumlah, bahan baku, dan kualitas produk.

    2. Pengendalian Produksi

    Fase kontrol sangat penting untuk kelancaran operasi proses produksi. Tiga konsep sangat penting untuk dipahami dalam pengendalian produksi: perencanaan, identifikasi tujuan pasar, dan pembuatan jadwal kerja. Kontrol hadir untuk memastikan bahwa proses produksi sesuai dengan tujuan perusahaan.

    3. Pengawasan Produksi

    Dalam hal manajemen produksi, pengawasan merupakan hal yang cukup krusial. Proses industri tidak dapat berjalan sesuai rencana tanpa pengawasan yang memadai. Tujuan dari pengawasan ini adalah untuk memastikan bahwa proses manufaktur mematuhi tujuan dasar perusahaan, dimulai dengan waktu yang dialokasikan untuk anggaran yang telah dibuat perusahaan.

    Apa Saja Fungsi Manajemen Produksi?

    Lalu, apa saja fungsi manajemen produksi?

    1. Penentuan produk dan desain

    Manajemen produksi diawali dengan penentuan produk dan desain seperti apa yang hendak diproduksi. Pemilihan produk bisa jadi perlu melalui evaluasi terperinci dari berbagai produk alternatif yang ada. 

    Demikian pula dengan desain yang sesuai dengan target pasar. Kuncinya adalah bagaimana produk dan desain ini bisa memberikan nilai maksimum pada pelanggan, tetapi dibuat dengan biaya minimum.

    2. Pemilihan proses dan kapasitas produksi

    Pada proses produksi, manajemen perlu mempertimbangkan dan memutuskan prosedur seperti apa yang ingin dilakukan. Ini berkaitan dengan mesin, sistem penanganan material, dan teknologi.  

    Sementara, kapasitas produksi juga perlu dipersiapkan secara tepat supaya sesuai permintaan produk. Penggunaan analisis break event point bisa membantu perencanaan kapasitas untuk produksi jangka pendek maupun jangka panjang.

    3. Perencanaan

    Routing dan scheduling jadi bagian tidak terpisahkan dalam fungsi perencanaan manajemen produksi. Tujuan utama routing untuk mencari tahu mana urutan operasi terbaik dan paling ekonomis sehingga alur kerja berjalan lancar. 

    Sementara, scheduling atau penjadwalan akan menetapkan kapan produksi dimulai dan diselesaikan. Dengan perencanaan yang rapi, diharapkan kegiatan produksi bisa berlangsung dengan biaya minimum. Perusahaan pun bisa menetapkan harga yang sehat dan meraup keuntungan lebih besar.

    4. Kontrol produksi

    Fungsi ini memosisikan manajer produksi sebagai pemantau dan pengendali proses produksi. Ia harus mengecek apakah produksi yang dilakukan sudah sesuai rencana atau tidak. Misalnya, membandingkan produksi aktual dan rencana produksi, serta mencari tahu dan mengevaluasi penyimpangan yang terjadi, berikut solusi mengatasinya.

    5. Kontrol kualitas dan biaya

    Situasi pasar yang semakin kompetitif membuat perusahaan harus berpikir keras untuk mengendalikan biaya produksi tanpa mengesampingkan kualitas produk. Itulah mengapa perlu manajemen produksi yang rapi agar pelanggan bisa memperoleh produk kualitas baik dengan harga terjangkau. 

    6. Pengendalian persediaan

    Manajemen produksi juga fokus pada pengendalian persediaan. Stok harus pas, tidak lebih maupun kurang. Kelebihan produksi bisa membuat modal kerja terbuang percuma, material rusak, atau produk yang terbuang dan disalahgunakan karena tidak bisa terjual. Kekurangan persediaan juga bisa menghambat proses produksi, sehingga berpengaruh pada jadwal produksi, penjualan, hingga pendistribusian.  

    7. Pemeliharaan mesin

    Manajemen produksi bukan melulu soal produksi barang, tetapi juga bagaimana membangun sistem yang efisien terkait pemeliharaan mesin produksi. Mulai dari inspeksi rutin, pembersihan, penggantian suku cadang dan mesin secara berkala. Dengan begitu kerusakan mesin dan penghentian produksi dapat dihindari. 

    Apa Saja Ruang Lingkup Manajemen Produksi?

    Setelah memahami pengertian manajemen produksi, mengetahui jenis dan fungsi produksi, apa saja ruang lingkup manajemen produksi? 

    1. Terkait desain

    Dalam manajemen produksi penetapan desain merupakan keputusan jangka panjang. Keputusan ini mencakup banyak hal terkait produk yang akan dibuat, antara lain pemilihan desain, pengadaan material, metode pembuatan, dan lokasi pembuatan.

    2. Terkait transformasi

    Bersifat jangka pendek, keputusan terkait transformasi berhubungan erat dengan kegiatan operasional di lapangan. Beberapa hal yang masuk dalam ruang lingkup transformasi adalah jadwal produksi, giliran kerja, anggaran, jadwal penyerahan masukan, serta keluaran pelanggan.

    3. Terkait perbaikan

    Kebijakan terkait perbaikan umumnya berlangsung terus menerus dan berkesinambungan. Maka, pengambilan keputusan perbaikan biasa dilakukan rutin. Beberapa kegiatan  yang termasuk dalam ruang lingkup ini adalah perbaikan berkelanjutan atas mutu keluaran atau output, efektivitas dan efisiensi sistem, pemeliharaan mesin dan sarana kerja, kapasitas dan kompetensi karyawan, serta perbaikan terus menerus pada pengerjaan produk atau metode lainnya.

    Pengertian manajemen produksi adalah suatu penataan proses yang fokus pada pengubahan bahan mentah menjadi produk, serta memberi nilai jual pada produk tadi. Melalui manajemen produksi yang rapi, perusahaan dapat menciptakan barang sesuai spesifikasi, jumlah dan waktu yang ditargetkan, serta berbiaya minimum.

    Dengan manajemen produksi yang tertata, perusahaan dapat menghasilkan produk sesuai permintaan dan kebutuhan pelanggan, berbiaya minimum, dan berkualitas baik. Perusahaan pun dapat memberikan harga kompetitif untuk memikat pelanggan dan meraih keuntungan maksimum. 

    Ingin mendalami manajemen produksi? Kamu bisa cek kursus Bisnis & Manajemen di GreatNusa. Dibimbing pengajar profesional dan praktisi berpengalaman, kamu dapat belajar dan berlatih mengaplikasikan manajemen produksi dalam berbisnis. Materi komprehensif dan cara belajar interaktif, menjadikan GreatNusa sebagai tempat kursus terbaik untuk mengasah keterampilan diri. 

    Ayo, kunjungi GreatNusa dan daftar sekarang juga!

    Pengertian Sistem Manajemen K3 dan Penerapannya

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 14 Desember 2021

    Pengertian Sistem Manajemen K3 dan Penerapannya

    Sistem manajemen K3 wajib dimiliki oleh tiap perusahaan. Mengapa demikian? Simak informasi lengkapnya di artikel berikut ini.

    Sistem manajemen K3 adalah bagian vital bagi beberapa jenis usaha. Hal ini karena sistem manajemen K3 yang tepat, para karyawan tidak akan bisa bekerja secara optimal yang berujung pada tidak efektifnya sebuah perusahaan dan berdampak pada sektor keuangan.

    Keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 jadi isu penting dalam perlindungan ketenagakerjaan sekaligus bagian dari pemenuhan hak dasar tenaga kerja. K3 merujuk pada konsep penjaminan serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja lewat tindakan pencegahan kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja yang berisiko terjadi di perusahaan.

    Pemilik usaha dan manajemen wajib menempatkan K3 pada posisi setara dengan unsur lain alias tidak boleh dianaktirikan. Artinya, pengelolaan K3 harus melalui prosedur dan standar serupa aspek lain, seperti produksi, operasi, keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia.

    Upaya terencana dalam pengelolaan berikut intervensi dari manajemen akan memastikan K3 berjalan efektif dan efisien. Maka, keberadaan sistem manajemen K3 atau SMK3 dipandang perlu untuk mengendalikan risiko yang dapat timbul dari kegiatan kerja. Semua dilakukan agar tercipta tempat kerja yang aman, produktif, dan efisien.

    Pengertian SMK3

    Sistem manajemen K3 merupakan bagian penting dari sistem manajemen perusahaan yang bertujuan mengendalikan risiko terkait kegiatan kerja. Dengan begitu dapat tercipta tempat kerja yang efisien, produktif, dan aman. Ditinjau dari aspek organisasi, sistem manajemen K3 jadi salah satu cara untuk mengontrol bahaya di tempat dan lingkungan kerja.

    Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 mengenai Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, masing-masing perusahaan harus menerapkan SMK3, terutama perusahaan yang memenuhi syarat berikut.

    • Mempekerjakan pekerja dengan jumlah minimal 100 orang, atau
    • Memiliki tingkat potensi bahaya tinggi dalam menjalankan aktivitas perusahaan, seperti perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan, gas, minyak bumi, pupuk, dan industri otomotif.

    Selain penerapan SMK3 yang berpedoman pada PP No. 50 Tahun 2012, perusahaan juga perlu memperhatikan standar internasional yang berlaku untuk SMK3, yaitu ISO 45001:2018. Selain itu, di Indonesia terdapat berbagai SMK3 sesuai sektor industri yang dijalani perusahaan, antara lain:

    • Pertambangan
    • Rumah sakit
    • Konstruksi
    • Perkeretaapian
    • Perusahaan angkutan umum
    • Keselamatan penerbangan.

    Apa Pentingnya Penerapan SMK3 di Perusahaan?

    Mengapa penerapan SMK3 dipandang sebagai suatu keharusan? Mari simak beberapa pertimbangan berikut.

    • Faktor manusia menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja di tempat kerja. Pengaruh faktor teknis justru cenderung kecil.
    • Penerapan SMK3 perlu agar menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja, orang lain yang berada di lokasi sama, berikut sumber dan proses produksi, serta keamanan lingkungan kerja.
    • Penerapan SMK3 merupakan tindakan preventif terhadap hambatan teknis yang kerap terjadi pada era globalisasi perdagangan.

    Lebih lanjut, perusahaan harus menyadari penerapan SMK3 bukan menjadi beban perusahaan. Sistem manajemen K3 perlu dipandang sebagai suatu investasi jangka panjang yang dapat menguntungkan banyak pihak di masa akan datang. Maka, manajemen K3 harus menjadi prioritas utama mengingat berkaitan erat dengan aspek vital perusahaan, yaitu tenaga kerja.

    Sebagai contoh, saat ada pekerja yang menderita penyakit akibat kerja atau mengalami kecelakaan kerja, bukan cuma pekerja saja yang merugi. Perusahaan juga berada dalam posisi tidak diuntungkan karena produktivitas kerja mereka berkurang. Sayangnya, kenyataan di lapangan berbicara lain.

    Masih banyak perusahaan yang tidak serius membenahi sistem manajemen K3 mereka karena berbagai alasan. Penyebab utama, pengusaha kurang memahami pentingnya K3. Hal ini diperkuat adanya anggapan penerapan SMK3 cenderung boros alias buang-buang uang karena butuh dana yang tidak sedikit. 

    Berikutnya, tidak sedikit perusahaan yang belum menempatkan isu K3 sebagai prioritas. Apalagi, jika sumber daya manusia di perusahaan itu terbatas. K3 pun dianggap tidak penting dan mendesak dilakukan. 

    Oleh karena itu, penerapan SMK3 harus didorong oleh komitmen kuat dari berbagai pihak dalam perusahaan, baik pengusaha/pemilik, pihak manajemen, dan pekerja. Masing-masing pihak harus punya persepsi sama bahwa SMK3 merupakan suatu investasi yang penting demi keberlangsungan hidup perusahaan di masa mendatang. Jadi, SMK3 bukan sekadar formalitas apalagi pemborosan biaya yang menguras kas perusahaan.

    Lebih lanjut, pengaplikasian SMK3 memiliki tujuan:

    • Meningkatkan perlindungan K3 yang telah terencana, terstruktur, terintegrasi, dan terukur sehingga pelaksanaannya dapat berlangsung secara efektif.
    • Mengantisipasi dan menekan risiko terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan partisipasi pekerja, manajemen, dan/atau serikat pekerja (jika ada).
    • Menciptakan tempat dan lingkungan kerja yang aman, nyaman, serta efisien sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja.    

    Apa Saja Manfaat Penerapan SMK3 di Perusahaan?

    Penerapan sistem manajemen K3 mendatangkan beberapa manfaat bagi perusahaan. Beberapa manfaat tersebut adalah:  

    1. Memberikan perlindungan pada karyawan

    Perusahaan mempunyai banyak aset, tetapi salah satu aset terpenting adalah pekerja atau sumber daya manusia. Penerapan SMK3 di perusahaan berfokus pada bagaimana memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja dengan melindungi bentuk kesalahan proses kerja yang bisa merugikan (fisik, materi, maupun psikis). Dengan begitu, tingkat kecelakaan kerja dapat ditekan, pekerja merasa aman, dan perusahaan juga diuntungkan.

    2. Mentaati aturan dan perundang-undangan yang berlaku

    Menjalankan bisnis tidak bisa sembarangan. Perusahaan harus menaati aturan dan perundang-undangan yang berlaku demi kelancaran bisnis. Sikap demikian turut membentuk citra positif perusahaan di mata publik. Sudah jadi rahasia umum jika perusahaan mengabaikan prosedur K3 kerap mendulang masalah dengan pekerja, masyarakat setempat, maupun pihak berwenang.

    3. Meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan

    Untuk melakukan kerja sama bisnis dengan pelanggan, mitra bisnis, maupun pemerintahan, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah perusahaan telah menerapkan SMK3 atau sertifikat sejenis. Hal tersebut menjadi jaminan bahwa seluruh proses yang berlangsung di dalam perusahaan berjalan tertib dan aman sehingga risiko produksi barang rusak atau cacat dapat ditekan.

    Angka kecelakaan kerja yang rendah juga membuktikan perusahaan mampu beroperasi penuh dan dalam kondisi normal. Ini menjamin bagaimana perusahaan mampu menyediakan stok sesuai permintaan pelanggan secara kontinu atau terus menerus. Dengan begitu kerja sama bisnis dapat berlangsung dalam waktu lama.

    4. Membangun sistem manajemen yang efektif

    Penerapan SMK3 secara cermat akan membangun sistem manajemen K3 yang efektif dan tertata. Contoh, adanya dokumentasi untuk menunjukkan semua kegiatan perusahaan terorganisir, terarah, dan sudah menempati jalur yang tepat. Dokumentasi yang rapi juga dapat menjadi bukti jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan.

    SMK3 pun dilakukan dengan mengikuti alur kerja atau flow chart. Semua tahapan proses sudah dijelaskan secara runtut, mulai dari perencanaan, pengendalian, peninjauan kembali, feedback, perbaikan, dan pencegahan. Dengan proses yang teratur dan sistematis, sistem manajemen yang efisien dan efektif akan terbentuk.

    Sistem manajemen K3 berperan penting dalam melindungi tenaga kerja, serta menjamin keselamatan, keamanan, dan kesehatan kerja. Maka, semua komponen yang berpartisipasi aktif dalam perusahaan harus memiliki persepsi serupa dan pemahaman mendalam terkait K3. Berbekal pengetahuan cukup, kesadaran akan pentingnya K3 dapat terbangun sehingga risiko kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja berkurang.

    Untuk memperoleh pengetahuan SMK3 yang komprehensif, mengikuti kursus di GreatNusa dapat jadi alternatif menarik untukmu. Sebagai mitra pelatihan resmi Kartu Prakerja, GreatNusa menawarkan berbagai program menarik yang dapat menambah dan mengasah keterampilan peserta. Didukung pengajar dan praktisi berpengalaman, ikut pelatihan Bisnis Dasar di GreatNusa adalah kesempatan emas untuk siapa saja yang tertarik mendalami aspek operasional dunia bisnis, seperti SMK3.

    Bagaimana dengan kamu? Yuk, kontak GreatNusa dan daftarkan dirimu sekarang!

    Pengawasan dalam Manajemen: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 14 Desember 2021

    Pengawasan dalam Manajemen: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

    Ketahui fungsi pengawasan kuantitas dan kualitas dalam manajemen agar dapat menjalankan perusahaan dengan baik. Simak info lengkapnya di sini.

    Fungsi pengawasan kuantitas dan kualitas dalam manajemen tidak dapat dipisahkan dari pemahaman mengenai pengawasan. Kamu perlu mengetahui dahulu apa pengertian pengawasan sebelum mengaplikasikannya dalam bisnis. 

    Secara umum, pengawasan dalam manajemen perlu dilakukan guna menilai, menganalisis, dan melaporkan serta merekomendasikan dari temuan di lapangan. Pengawasan juga menjadi bagian dari fungsi kepemimpinan dalam sebuah perusahaan atau organisasi. 

    Lebih lanjut, mari simak ulasan selengkapnya terkait fungsi pengawasan kuantitas dan kualitas dalam manajemen berikut ini.

    Pengertian Pengawasan (Controlling) - Secara Umum dan Menurut Para Ahli

    Ditinjau dari ilmu manajemen, pengawasan atau controlling merujuk pada suatu kegiatan yang bertujuan memastikan apakah kegiatan operasional (actuating) telah sesuai dengan rencana (planning) berdasarkan tujuan yang hendak dipakai organisasi. Perlu digaris bawahi bahwa pengawasan berpedoman pada perencanaan yang menjadi standar operasional seluruh proses kerja.

    Beberapa objek kegiatan fungsi pengawasan antara lain kelalaian, kesalahan, dan hal lain yang menyimpang dari rencana atau standar operasional. Penyimpangan tersebut bisa berupa pelanggaran, kecurangan, dan korupsi dalam menjalankan operasional organisasi. 

    Secara khusus, pengertian pengawasan menurut para ahli adalah:

    1. T. Hani Handoko

    Pengawasan dipandang sebagai suatu proses yang berperan “menjamin” pencapaian tujuan-tujuan manajemen dan organisasi.

    2. Admosudirdjo

    Pengawasan merupakan berbagai kegiatan yang membandingkan maupun mengukur sesuatu yang sedang atau sudah dilakukan sesuai standar kriteria dan rencana terdahulu.

    3. Manullang

    Pengawasan diartikan sebagai proses menentukan pemberian tugas dan tanggung jawab yang telah dilakukan, melakukan penilaian, dan memutuskan tindakan korektif saat diperlukan. Tujuannya supaya pelaksanaan organisasi benar telah dijalankan sesuai rencana.

    4. G.R. Terry

    Pengawasan adalah proses menentukan bagaimana standar yang harus dicapai saat pelaksanaan, melakukan penilaian atas pelaksanaan tersebut, dan mengoreksi perbaikan atas penyimpangan supaya pelaksanaan organisasi berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.

    5. McFarland

    Secara singkat, pengawasan merupakan proses ketika atasan hendak mengetahui apakah hasil pelaksanaan oleh bawahan sudah sesuai instruksi, aturan, dan perencanaan sebelumnya.

    Apa Fungsi Pengawasan Kuantitas dan Kualitas?

    Berikutnya, kamu perlu memahami bagaimana fungsi pengawasan kuantitas dan kualitas dalam manajemen. Keduanya termasuk dalam salah satu jenis pengawasan yang lazim dilakukan di sebuah organisasi.

    1. Pengawasan Kuantitas 

    Pengawasan kuantitas kerap dilakukan pada sesuatu yang dapat dihitung dan terukur, seperti bahan mentah, produk atau jasa yang dihasilkan, dan dokumen dari berbagai sumber. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh, mengolah, dan mendistribusikan barang yang dimaksud dengan cara tepat sesuai perencanaan.

    Fungsi pengawasan ini akan memastikan semua hasil produksi dan jasa selalu tersedia sesuai permintaan konsumen alias tidak habis. Pengawasan kuantitas juga membantu manajer dalam mengidentifikasi mana hasil produksi yang sudah sesuai rencana maupun tidak sesuai.

    Pengawasan kuantitas erat kaitannya dengan inventaris, yaitu inventaris bahan mentah, dalam proses, dan barang jadi. Dengan mengontrol ketersediaan barang tersebut, organisasi dapat menjalani proses produksi seefektif dan seefisien mungkin. Produk dihasilkan sesuai permintaan, tidak ada bahan mentah terbuang percuma, dan stok barang jadi tidak berlebihan. 

    Baca Juga: Pengertian Manajemen Produksi dan Fungsinya

    2. Pengawasan Kualitas

    Sementara itu, pengawasan kualitas berfungsi sebagai alat manajemen untuk memperbaiki dan mempertahankan kualitas, serta menekan jumlah produk yang tidak layak jual. Fungsi pengawasan ini cenderung bersifat korektif dan preventif supaya hasil produksi benar-benar memenuhi kebutuhan konsumen. 

    Berbeda dengan kuantitas yang terukur secara rinci, pengawasan kualitas cenderung relatif dan subyektif. Dalam perspektif quality control, kualitas perlu dimaknai sebagai upaya mempertahankan kualitas memuaskan sesuai tujuan yang hendak dicapai. Jadi, bukan bagaimana memastikan produk atau jasa memiliki kualitas setinggi mungkin.

    Dengan sudut pandang tersebut, pengawasan kualitas akan mengecek apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan harga yang ditetapkan, serta bagaimana produk atau jasa dapat memberikan hasil yang kredibel dan memuaskan.

    Apa Saja Jenis Pengawasan dalam Manajemen?

    Dalam praktik di lapangan, terdapat beberapa jenis pengawasan yang umum dilakukan di suatu organisasi. 

    1. Pengawasan Internal dan Eksternal

    Pengawasan yang dilakukan oleh orang atau badan dalam satu payung yang sama dengan unit organisasi terkait dikenal sebagai pengawasan internal. Pengawasan oleh atasan langsung atau pengawasan melekat (built in control) termasuk contoh jenis pengawasan ini. 

    Kemudian, ada pengawasan yang dilakukan oleh lembaga atau unit pengawasan tertentu di luar unit organisasi yang dimaksud. Contoh lembaga tersebut adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang bersifat independen dan bebas dari pengaruh kepentingan maupun kekuasaan pihak tertentu. 

    2. Pengawasan Preventif dan Represif

    Sesuai penamaannya, jenis pengawasan ini mengacu pada waktu penyelenggaraan kegiatan pengawasan tersebut. Pengawasan preventif dilakukan sebelum kegiatan dilakukan yang bertujuan menghindari munculnya penyimpangan dan kesalahan. 

    Pengawasan represif dilakukan setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Salah satunya lewat pelaporan kegiatan tahunan suatu organisasi, seperti laporan keuangan yang disampaikan manajemen perusahaan kepada para pemegang saham.

    Baca Juga: 4 Fungsi Manajemen Keuangan untuk Perusahaan

    3. Pengawasan Aktif dan Pasif

    Pengawasan aktif langsung dijalankan di lokasi operasional tempat organisasi tersebut berada. Sementara itu, pengawasan pasif disematkan pada tindakan pengawasan yang dilakukan dari jarak jauh. Misalnya, lewat pemeriksaan surat-surat, dokumen, maupun laporan kegiatan.

    4. Pengawasan Kebenaran Formil

    Pengawasan kebenaran formil berarti pengawasan yang dilakukan berlandaskan hak (hukum) dan pemeriksaan kebenaran materiil (berupa barang bukti) serta berkaitan dengan maksud dan tujuan kegiatan tersebut dilakukan.

    Apa Saja Fungsi Pengawasan dalam Manajemen?

    Komponen apa saja yang terlibat dalam kegiatan pengawasan?

    Pertama, ada objek yang dipantau atau diawasi. Kedua, keberadaan aturan sebagai landasan pengawasan juga harus diketahui bersama. Ketiga, terdapat pihak atau personil yang bertindak sebagai pengawas, baik dari internal maupun eksternal organisasi. Keempat, baru tindakan pengamatan dapat dilakukan. 

    Semua pihak dalam organisasi bisa mengisi peran tersebut. Secara berurutan sesuai tingkatan manajemen, staf biasa akan diawasi oleh kepala bagian, lalu kepala bagian oleh manajer. Kemudian, manajer akan diawasi oleh direktur, sedangkan direktur dapat dipantau komisaris maupun pihak eksternal yang independen.

    Dengan mengetahui siapa saja yang terlibat dalam menjalankan pengawasan, kamu akan lebih mudah memahami apa saja fungsi pengawasan dalam manajemen. Seperti telah disebutkan di atas, fungsi pengawasan berupa proses memastikan semua  yang dijalankan di organisasi sudah sesuai perencanaan yang ditetapkan sebelumnya.

    Secara rinci, fungsi pengawasan dalam manajemen adalah:

    1. Untuk menilai apakah setiap unit organisasi sudah menjalani tanggung jawab sesuai aturan atau standar yang telah ditetapkan.
    2. Untuk menilai apakah semua dokumen, surat, maupun laporan yang dibuat benar-benar mempresentasikan kegiatan yang dilakukan organisasi.
    3. Untuk menilai apakah pengawasan dari pihak manajemen sudah memadai dan berjalan secara efektif.
    4. Sebagai bahan atau data penelitian untuk menilai keberhasilan pelaksanaan semua kegiatan organisasi secara efektif dan efisien.

    Fungsi pengawasan kuantitas dan kualitas dalam manajemen bersama fungsi pengawasan lainnya berperan penting dalam memastikan kegiatan operasional organisasi berjalan sesuai rencana, aturan, dan standar yang berlaku. Maka, perlu partisipasi aktif dari semua pihak dalam organisasi untuk menjalankan peran pengawasan tersebut.

    Jika kamu merasa perlu mempelajari fungsi pengawasan atau ilmu manajemen lainnya, GreatNusa menawarkan berbagai kursus menarik di bidang ini. Sebagai mitra pelatihan resmi Kartu Prakerja, GreatNusa menyediakan pengajar dan praktisi berpengalaman yang siap mendampingi kamu mendalami kemampuan manajerial.

    Yuk, kunjungi GreatNusa dan daftarkan dirimu sekarang!

    5 Langkah Proses Pengendalian Manajemen Yang Efektif

    ARTICLE

    WORK CULTURE

    By greatnusa • 15 Desember 2021

    5 Langkah Proses Pengendalian Manajemen Yang Efektif

    Kenali proses pengendalian manajemen untuk memastikan semua operasional bisnis berjalan lancar. Simak informasi lengkapnya di artikel ini.

    Manajemen adalah kegiatan yang memastikan aktivitas perusahaan atau organisasi berjalan lancar. Karena manajemen melibatkan banyak kegiatan, proses pengendalian manajemen tentu penting untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Jika kamu ingin punya bisnis yang sukses atau karier lancar, pastikan mengetahui prinsip pengendalian manajemen dan kegiatan yang termasuk di dalamnya.

    Apa Itu Proses Pengendalian Manajemen?

    Mengapa proses manajemen membutuhkan pengendalian?

    Dalam manajemen, departemen atau komponen staf yang berbeda-beda berkolaborasi sesuai SOP untuk mencapai tujuan bersama. Karena proses ini melibatkan banyak orang dan kegiatan, pengendalian tentu diperlukan agar semuanya lancar.

    Proses pengendalian manajemen adalah sistem yang diterapkan untuk mengatur setiap elemen manajemen agar tetap terarah dalam kegiatan mereka. Sistem ini memiliki beragam fungsi, seperti mengurangi potensi konflik, mencapai target kegiatan tepat waktu, dan meningkatkan efisiensi dalam kegiatan rutin.

    Pengendalian manajemen harus diterapkan pada semua unsur manajemen, seperti personel atau staf, aktivitas, penggunaan sumber daya, hingga proses eksekusi dan evaluasi. Perusahaan besar maupun bisnis kecil rumahan harus menerapkan sistem ini jika ingin berkembang dan sukses.

    Apa Saja Langkah Pengendalian Manajemen?

    Ingin menerapkan pengendalian manajemen? Inilah beberapa tahap penting yang harus dilewati.

    1. Perencanaan Program

    Perencanaan yang rinci penting untuk mengontrol proses manajemen. Ada beberapa tahap perencanaan program yang harus dilalui, yaitu:

    Penentuan Tujuan

    Program yang bagus harus dibuat berdasarkan tujuan atau target yang jelas. Buat tujuan jangka pendek dan panjang, dan pastikan tujuan tersebut mendukung visi serta misi perusahaan atau organisasi. Hal ini menjadi pijakan untuk membuat perencanaan.

    Penentuan Durasi Program

    Ingin merencanakan program secara lebih detail? Pastikan menetapkan durasi untuk mencapai target program, baik jangka pendek maupun panjang. Adanya durasi membuat setiap anggota organisasi, karyawan, atau departemen berkomitmen untuk mencapai tujuan dalam periode yang ditentukan.

    Penentuan Para Penanggung Jawab

    Perusahaan, organisasi, dan bisnis ukuran sedang hingga besar memiliki departemen atau bagian berbeda. Setiap bagian harus memiliki penanggung jawab yang bertugas memastikan aktivitas berjalan lancar sesuai tugas masing-masing. Pastikan masing-masing bagian atau departemen memiliki penanggung jawab resmi yang diketahui semua orang.

    Perencanaan Manajemen Risiko

    Setiap rencana kegiatan pasti memiliki risiko. Hal tersebut adalah sesuatu yang umum dipertimbangkan walau ada komitmen untuk menciptakan proses manajemen yang lancar. Manajemen risiko diperlukan untuk menciptakan reaksi cepat dalam menangani hambatan yang muncul sehingga kegiatan manajemen bisa tetap berjalan lancar.

    Manajemen risiko harus dilakukan secara menyeluruh. Setiap departemen atau bagian organisasi harus menganalisis risiko spesifik dari tugas-tugas mereka dan apa dampaknya terhadap tujuan bersama. Hal ini kemudian dijadikan pertimbangan bersama ketika menyusun rencana manajemen risiko.

    Perencanaan merupakan bagian penting dari manajemen karena merupakan panduan dasarnya. Setelah perencanaan disusun secara matang, menjalankan tahap lainnya akan lebih mudah karena sudah ada panduannya.

    2. Perencanaan Pembiayaan

    Perencanaan pembiayaan tidak hanya membahas jumlah yang dibutuhkan, tetapi juga sumber pembiayaan serta rencana cadangan jika ada kebutuhan ekstra di luar perkiraan. Pembiayaan juga menyangkut pembahasan resources yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas-tugas dalam kegiatan manajemen, mulai dari utilitas hingga perlengkapan kantor dan material.

    3. Pelaksanaan dan Pengawasan

    Perencanaan pembiayaan harus dipresentasikan di depan jajaran pimpinan serta pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap perencanaan manajemen. Hal ini untuk memastikan adanya kesepakatan terkait pembiayaan sehingga tidak ada pemborosan atau kasus kekurangan dana. Perusahaan dan organisasi juga harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti pajak dan pembayaran rutin lainnya.

    Pengawasan secara terus-menerus sangat penting dalam proses pengendalian manajemen. Dalam pelaksanaan ini, perusahaan atau organisasi harus memastikan bahwa setiap karyawan, anggota, dan departemen mengikuti SOP serta aturan yang telah ditentukan untuk meraih tujuan bersama. Hal ini didukung dengan sistem pertanggungjawaban jika terjadi kesalahan atau pelanggaran.

    Pengawasan yang menyeluruh memberikan berbagai manfaat dalam proses manajemen. Perusahaan dan organisasi bisa mendeteksi risiko atau kesalahan sejak dini, lalu mencegah agar mereka tidak berkembang menjadi hambatan besar. Pengawasan juga memungkinkan adanya tindakan koreksi seketika sebelum seluruh kegiatan manajemen terpengaruh dan bahkan terhambat.

    Sebaliknya, perusahaan atau organisasi juga harus menerapkan sistem penghargaan (reward) sesuai dengan kapasitas setiap anggota dan peraturan terkait kompensasi yang berlaku. Hal ini berguna untuk menjaga tingkat kepuasan staf atau anggota organisasi agar memiliki motivasi untuk menerapkan aktivitas manajemen dengan baik. Selain kompensasi rutin, perusahaan bisa mempertimbangkan adanya kompensasi tambahan atau spesial untuk staf atau anggota yang melakukan tugas khusus.

    4. Pencatatan dan Akunting

    Pengendalian manajemen wajib melibatkan pencatatan dan akunting. Perusahaan atau organisasi memiliki staf khusus yang melakukan pencatatan terkait berbagai aspek manajemen, misalnya penggunaan sumber daya, pencapaian target harian dan mingguan, serta kendala yang dihadapi. Pencatatan ini dilakukan dengan menggunakan sistem khusus yang sifatnya konsisten dan dibuat berdasarkan patokan tertentu untuk memudahkan pelaporan.

    Penerapan pengendalian manajemen juga membutuhkan biaya. Proses akunting dibutuhkan untuk mencatat setiap transaksi yang mendukung kelancaran manajemen. Departemen atau bagian keuangan bertanggung jawab untuk mencatat, mengumpulkan bukti transaksi, dan mempersiapkan laporan untuk audit serta evaluasi.

    5. Laporan dan Evaluasi

    Akhirnya, setiap pencatatan kegiatan manajemen pasti berujung pada pelaporan. Hal ini mencakup catatan keuangan, hasil kinerja, perbandingan kinerja pada waktu-waktu tertentu, hingga hambatan dan masalah yang dihadapi saat pelaksanaan. Era digital memungkinkan perusahaan, organisasi, hingga pemilik bisnis kecil untuk melakukan pencatatan dan pelaporan secara otomatis menggunakan software dan aplikasi manajemen.

    Sistem pencatatan dan pelaporan penting karena adanya kebutuhan evaluasi. Dengan membandingkan antara standar manajemen dan laporan pelaksanaan, kamu bisa menemukan hal-hal yang sudah sesuai standar atau yang harus diperbaiki. Evaluasi juga menjadi dasar untuk menerapkan program pelatihan, meningkatkan kinerja perusahaan, melakukan survey, mempekerjakan pegawai baru, dan berbagai keputusan penting lainnya.

    Baca Juga: 4 Langkah Evaluasi Strategi Perusahaan yang Efektif

    Pengendalian manajemen sangat penting untuk menjamin kelancaran aktivitas bisnis atau organisasi. Ingin belajar lebih jauh tentang hal ini? Kamu bisa mengikuti program pelatihan di platform digital seperti GreatNusa.

    Solusi Belajar Proses Pengendalian Manajemen

    Kamu tidak perlu menjadi pemilik perusahaan besar untuk belajar tentang proses pengendalian manajemen dalam bisnis. GreatNusa menyediakan kursus intensif yang bisa langsung dipraktikkan bagi kaum profesional, wirausahawan, dan perusahaan yang sedang berkembang. Berbagai kelas tersedia lengkap dengan kurikulum, materi yang bisa diunduh, dan instruktur profesional.

    Ingin belajar lebih banyak tentang manajemen? Kamu bisa memilih di antara berbagai kelas kategori Bisnis dan Manajemen, misalnya Manajemen Proyek, Manajemen Sumber Daya Manusia, atau Manajemen Pemasaran dan Penjualan. Beberapa kelas bisa kamu ikuti secara gratis, sedangkan yang lainnya tersedia dengan biaya cukup terjangkau.

    Penutup

    Manajemen merupakan sistem yang terdiri dari berbagai kegiatan serta melibatkan departemen atau orang-orang dengan keahlian berbeda. Proses pengendalian diperlukan dalam pelaksanaannya agar hasilnya mencapai target serta sejalan dengan visi dan misi. Pastikan kamu menjalankan proses pengendalian manajemen dalam bisnis atau pekerjaan, dan dapatkan kursus berkualitas GreatNusa untuk mempelajari berbagai konsepnya.

    • 1
    • More pages
    • 10
    • 11
    • 12
    • More pages
    • 74
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya