Menampilkan 427-432 dari 449 Artikel
By greatnusa • 24 Januari 2022
Setiap harinya, kamu harus membuat keputusan, baik kecil maupun besar. Misalnya, kapan harus pergi makan malam dengan teman? Apa menu sarapan Anda? Manakah kampus yang sesuai dengan minat? Berapakah anak yang ingin dilahirkan? Hal yang sama juga berlaku dalam bisnis dan tentunya dalam skala yang lebih besar. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu harus menguasai berbagai strategi pengambilan keputusan.
Ketika dihadapkan pada masalah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Dalam kasus minor, bisa jadi kamu hanya mengandalkan firasat untuk memilih keputusan yang paling tepat. Sebaliknya, pada kasus besar, menggunakan satu atau beberapa strategi untuk memperoleh kesimpulan bisa dijadikan pedoman. Terlebih, kasus mayor biasanya membutuhkan lebih banyak waktu, riset, energi mental, dan usaha untuk diselesaikan.
Jadi, bagaimana strategi pengambilan keputusan yang efektif untukmu? Ketahui lewat pembahasan berikut ini!
Menurut Mark Divine, mantan komandan United States Navy SEAL, dirinya harus bisa "menyederhanakan medan pertempuran" dan membuat keputusan kilat yang berkaitan dengan hidup dan mati. Dia mengembangkan suatu metode yang dapat mendukung pembuatan keputusan secara cepat, yakni PROP.
Dengan metode PROP yang simpel, siapa pun bisa membuat keputusan yang fokus kepada target!
Dalam sebuah buku berjudul "Wharton on Making Decisions", ada salah satu hasil riset menarik, yaitu semakin penting sebuah keputusan, seseorang akan semakin emosional. Namun, seharusnya kita melakukan sebaliknya. Makin penting keputusan, berpikirlah lebih logis dan rasional.
Sebagai contoh, gunakan emosi ketika menentukan restoran yang akan dikunjungi atau film yang akan ditonton di bioskop pada akhir pekan. Dengan hal-hal sederhana seperti itu, tidak akan muncul akibat jangka panjang yang membuat keputusan emosional berubah menjadi masalah serius.
Namun, saat berhadapan dengan keputusan krusial, misalnya, merilis produk baru untuk bisnismu, jadilah seperti robot—logis dan realistis. Terkadang, menjadi siborg pun tidak masalah—setengah manusia (emosional) dan setengah mesin (nonemosional).
Strategi pengambilan keputusan ini diterapkan oleh Com Mirza, CEO Mirza Holdings. Menurutnya, setiap keputusan bukan cuma harus bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga semua hal yang menjadi tanggung jawabnya. Jadi, dia mencari kesimpulan berdasarkan tiga filter:
Jika terdapat keputusan yang sesuai dengan tiga filter di atas, Mirza akan memprosesnya secara cepat. Apabila tidak, dia akan menganalisis lebih lanjut dan biasanya tidak mengeksekusinya.
Tanpa sistem filter, kamu hanya akan menganalisis keputusan dari satu sisi. Sementara dengan menggunakan sistem penyaring, langkah yang diambil menjadi lebih jitu—meskipun butuh waktu lama dan melelahkan. Jadi, buatlah versi sistem filtermu sendiri yang sesuai dengan kebutuhan!
Penguasaan bisnis dimulai dengan membangun prinsip yang dapat diandalkan ketika kamu menghadapi masa sulit maupun masa yang penuh peluang. Walau begitu, sebagian besar kesuksesan bisa jadi disebabkan oleh orang-orang yang ada di sekitarmu dan wawasan yang mereka miliki.
Bagi Moshe Malamud, pendiri dan CEO M2Jets, memiliki kedekatan hubungan dengan para wirausahawan top dari semua industri sangat diperlukan. Itu karena tidak ada seorang pun yang bisa menciptakan produk untuk semua jenis bisnis. Jadi, butuh banyak pengalaman dan koneksi yang benar-benar mampu membentuk wawasanmu dalam proses pembuatan keputusan.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Interpersonal Skill dalam Organisasi
Amir Orad, CEO Sisense dan ahli keamanan siber, mengandalkan kebijaksanaan dalam membuat keputusan. Baginya, kesimpulan yang baik akan membuahkan beragam penghargaan, sedangkan keputusan buruk akan memberikan "pengalaman".
Nah, pengalaman yang kamu dapatkan bisa diubah menjadi kebijaksanaan. Caranya? Galilah opsi-opsi buruk yang pernah dipilih dan pahamilah cara untuk memperbaikinya menjadi lebih baik.
Kebijaksanaan membantumu mengerti perbedaan antara keputusan yang penting dan tidak penting. Selain itu, jangan ragu untuk mengambil risiko dan membuat kesalahan.
Baca Juga: Macam Macam Soft Skill yang Dapat Dikuasai
Kesuksesan bisnis berasal dari seseorang yang mengetahui secara pasti hasil yang dia inginkan. Ibarat sinar laser, kamu harus fokus terhadap hal yang akan diciptakan dan tidak pernah melepaskan pandanganmu dari target.
Saat membuat keputusan, tanyakan pada diri sendiri, "apakah hal ini membawa saya lebih dekat dengan tujuan atau sebaliknya?" Jauhi sesuatu yang menghalangi jalanmu menuju garis final.
Tak hanya itu, membangun kepercayaan dan pola pikir juga diperlukan untuk menyelesaikan tugas tanpa keraguan. Ragu-ragu membuat banyak orang lebih mudah gagal di tengah jalan. Pastinya, kamu tidak ingin seperti itu, kan?
Maka dari itu, imbangi pemahaman tentang diri sendiri dengan pola pikir yang kuat! Pemikiran yang lemah hanya akan membuahkan hasil yang lemah pula. Jangan biarkan orang-orang membatasi dirimu!
Jangan membuat kesimpulan hanya berdasarkan firasat dan emosi. Sebisa mungkin, pertimbangkan banyak hal terlebih dahulu, barulah sisanya mengandalkan intuisi. Orang lain juga dapat memberikan perspektif baru padamu. Jadi, ketika menghadapi masalah rumit, carilah saran dari 2–4 orang tepercaya yang jauh lebih berpengalaman.
Baca Juga: 7 Manfaat Bekerja Sama dalam Menyelesaikan Pekerjaan Sulit
Pernahkah kamu terlalu memikirkan sisi positif dan sisi negatif dari sebuah keputusan? Pernah melibatkan hal-hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan permasalahan? Pernah memperoleh berbagai macam ide, tetapi kamu malah menghabiskan waktu untuk mengeksplorasinya satu per satu?
Jangan lakukan! Dalam membuat keputusan, kamu harus bisa menenangkan diri agar mampu berpikir jernih. Overthinking hanya akan membebani dan membuatmu kesulitan membuat kesimpulan.
Satu lagi strategi yang tidak boleh kamu lewatkan. Cobalah untuk melakukan pendekatan holistik selama proses pembuatan keputusan. Holistic Decision Making (HDM) mencakup beberapa poin, yakni
Terakhir, ada strategi yang diandalkan oleh Tom Shieh, CEO dati Crimcheck. Baginya, sangat dangkal jika berpikir bahwa kesuksesan perusahaan hanya diraih berkat keputusan bijak seorang pemimpin. Keberhasilan Crimcheck sebagian besar didapatkan karena keberadaan timnya yang luar biasa—semuanya berhak memperoleh pengakuan.
Ketika membuat keputusan, sebaiknya kumpulkan semua orang yang dibutuhkan dalam satu ruangan. Lalu, carilah masukan, perspektif, dan wawasan yang bernilai dari mereka. Tidak ada salahnya bagi seorang pemimpin strategi untuk bekerja sama dengan orang-orang yang jauh lebih cerdas darinya dan menguasai keahlian mumpuni di masing-masing bidang. Semua kekuatan dan penghargaan yang diperoleh merupakan milik bersama.
Strategi pengambilan keputusan terkadang sederhana ataupun kompleks. Kamu bisa menggunakan strategi berdasarkan berbagai faktor, termasuk kerumitan, waktu pembuatan, dan jumlah kemungkinan yang ada. Semoga informasi kali ini bisa membantumu dalam menarik kesimpulan, ya!
Untuk memperdalam pemahaman kamu tentang strategi pengambilan keputusan, kamu dapat mengikuti berbagai kursus yang ditawarkan oleh GreatNusa. Kamu bisa mengambil kursus tentang Pengenalan Enterprise Architecture untuk Pemula yang dapat membantu kamu membuat kerangka kerja agar kamu dapat mengambil berbagai keputusan dengan tepat dan cepat.
Sumber:
By greatnusa • 15 Desember 2021
Setiap organisasi dan kelompok pasti tidak lepas dari konflik. Hal ini timbul dari interaksi antar manusia yang sifatnya berbeda-beda sehingga memungkinkan adanya gesekan atau benturan. Walau konflik merupakan sesuatu yang wajar, mengetahui strategi manajemen konflik penting untuk menjaga agar harmoni dan aktivitas organisasi tidak terganggu.
Inilah hal-hal yang harus kamu ketahui tentang manajemen konflik agar kamu bisa menerapkannya dalam berbagai situasi.
Memiliki konflik memang wajar di dalam dunia kerja atau organisasi, tetapi kamu harus tahu cara mengelola konflik dan mencegahnya berkembang menjadi masalah besar.
Dalam dunia kerja atau organisasi, strategi manajemen konflik merujuk pada langkah-langkah menyelesaikan konflik dengan solusi yang memuaskan semua pihak sehingga konflik tidak membesar. Ada beberapa hal penting yang harus kamu pertimbangkan ketika mencari solusi terbaik, misalnya:
Konflik bisa berakar dari gesekan atau benturan spesifik, misalnya terkait pekerjaan, relasi personal, atau cara pandang dan ideologi. Langkah yang diambil pertama adalah kamu wajib mengidentifikasi akarnya untuk menemukan solusi yang tepat. Menemukan akar masalah adalah kunci dari solusi jangka panjang untuk penyelesaian konflik.
Ketika mendiskusikan konflik, pihak-pihak yang terlibat biasanya emosional. Hal ini bisa merembet ke pembicaraan yang tidak ada hubungannya dengan masalah sehingga membuat konflik membesar. Manajemen konflik yang baik memastikan agar semua pihak tetap menjaga diskusi agar berfokus pada masalah.
Manajemen konflik yang baik juga memusatkan perhatian pada masalah, bukan karakteristik pribadi yang tidak berhubungan. Hal ini menjaga agar diskusi tetap netral, bebas dari prasangka dan hal lain yang dapat mempengaruhi strategi.
Ingin solusi yang memuaskan bagi semua pihak? Pastikan semuanya berpartisipasi dalam penyelesaian konflik. Komunikasi menyeluruh juga penting agar semua pihak merasa terlibat dan diperhatikan. Hal ini bisa dijalankan lewat sesi khusus untuk rapat atau diskusi demi membicarakan konflik. Partisipasi melibatkan keahlian mendengar aktif (active listening), yaitu mendengarkan secara seksama tanpa interupsi. Strategi ini dilakukan untuk mencapai tujuan bersama dalam menyelesaikan konflik.
Ketika konflik sudah selesai, kamu harus berpikir lebih jauh. Strategi manajemen konflik yang ideal harus mencakup solusi jika menemui masalah serupa di masa depan. Walau rinciannya mungkin berbeda, memiliki “buku petunjuk” untuk resolusi konflik di masa mendatang akan memudahkan semua pihak dan menjaga agar kegiatan organisasi atau perusahaan tetap lancar.
Baca Juga: 10 Strategi Penyelesaian Konflik dalam Dunia Kerja
Manajemen konflik lebih dari sekadar menyelesaikan masalah secara cepat dan memuaskan. Ada beberapa keuntungan yang bisa kamu raih jika bisa menyelesaikan konflik secara baik. Berikut beberapa contohnya:
Konflik bisa mempengaruhi relasi antar pegawai atau anggota organisasi. Jika dibiarkan berlarut-larut, produktivitas bisa menurun karena adanya penurunan kualitas dalam hal kerja sama dan kolaborasi. Strategi manajemen konflik yang baik memungkinkan pegawai dan anggota organisasi menyelesaikan masalah dengan baik, menggunakan solusi yang memuaskan semua pihak.
Konflik juga bisa mempengaruhi produktivitas jika langsung berkaitan dengan kinerja. Konflik terkait solusi pemecahan masalah atau strategi bisnis, misalnya, bisa menghambat kelancaran kinerja. Dengan menyelesaikan konflik secara benar, kamu bisa meningkatkan produktivitas dan memastikan semua orang nyaman di lingkungan kerjanya.
Di dunia bisnis, relasi yang baik antara pegawai dan atasan bisa meningkatkan produktivitas dan memudahkan kolaborasi. Relasi positif juga memudahkan berbagai proses penting dalam pekerjaan, misalnya menyampaikan pendapat, memberi kritik membangun, atau bekerja dalam tim untuk waktu lama. Untuk menyelesaikan konflik, perlu adanya pengambilan keputusan bersama dari semua pihak. Sehingga hal ini menuntut kemampuan untuk menengahi konflik dengan cara yang memuaskan semua pihak.
Hubungan yang harmonis menuntut aktivitas manajemen konflik seperti mediasi berimbang. Dalam mediasi, setiap orang menyampaikan keluhan atau kritiknya secara jujur, kemudian masing-masing mendiskusikan akar permasalahan berdasarkan informasi tersebut. Mediator adalah pihak yang harus berlaku adil agar setiap orang mendapat kesempatan yang sama untuk berbicara. Jika masalah sudah dibicarakan secara terbuka, konflik akan lebih mudah teratasi dan hubungan kembali membaik.
Tahukah kamu kalau stres kerja telah menjadi perhatian serius di kalangan peneliti? Hal ini karena stres membawa berbagai dampak negatif, mulai dari penurunan daya tahan tubuh hingga ketidakmampuan untuk menyelesaikan pekerjaan secara optimal.
Laporan Dynamic Signal bertajuk Dynamic Signal Study Finds U.S. Workforce Stressed And Ready To Quit (2019) menyatakan 63% pekerja di Amerika Serikat lebih memilih keluar ketimbang terus mengalami stres di tempat kerja. Jadi, penting bagi pekerja dan perusahaan untuk bersama-sama menemukan solusinya agar dapat menghasilkan ketenangan.
Dalam strategi manajemen konflik, setiap pihak yang terlibat berusaha menemukan solusi jangka panjang untuk penyelesaian masalah. Solusi jangka panjang akan membuat suasana kerja lebih positif. Hal ini berdampak baik dalam menurunkan tingkat stres pekerja.
Ingin ide cemerlang terkait pekerjaan bisa diterapkan dengan baik? Lingkungan kerja dengan konflik minimal adalah kuncinya. Penerapan ide menerapkan kerja sama dan kolaborasi antar semua pihak. Menyelesaikan konflik secara menyeluruh akan memudahkan semua orang untuk saling menerima ide yang dilontarkan.
Level turnover adalah angka yang menunjukkan jumlah keluarnya karyawan dari perusahaan dengan berbagai alasan. Menurut Biro Statistik Amerika Serikat, level turnover rata-rata pekerja di A. S adalah 12-15%/tahun. Survey LinkedIn (2017) menunjukkan bahwa angka rata-rata seluruh dunia adalah 10,9%/tahun. Level turnover karyawan yang tinggi tentu berdampak pada kinerja.
Manajemen konflik bisa menjadi solusi mengurangi level turnover karyawan. Ketika konflik diselesaikan dengan cara mediasi yang memuaskan semua pihak, lingkungan kerja akan menjadi lebih positif. Tingkat kepuasan karyawan pun menjadi lebih tinggi sehingga mereka cenderung bertahan lebih lama di perusahaan.
Melihat dampak penting manajemen konflik, tidak heran jika konsep ini menjadi hal penting untuk dipelajari. Kamu bisa mempelajarinya lewat ragam portal pembelajaran seperti GreatNusa dan langsung menerapkannya.
Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Konflik dalam Organisasi
Kamu tidak perlu kuliah lagi untuk belajar lebih lanjut tentang manajemen konflik. GreatNusa menawarkan berbagai kursus digital lengkap dengan materi dan instruktur bermutu. Materi yang ditawarkan bisa kamu terapkan di berbagai bidang usaha atau organisasi, terutama di era digital.
Apa saja yang bisa kamu pelajari terkait manajemen konflik? Macam-macam, tergantung fokus pelajaran yang ingin kamu kuasai. Misalnya, kamu bisa mengambil kursus Kepemimpinan atau Komunikasi untuk melancarkan strategi manajemen konflik, terutama jika berurusan dengan banyak orang.
Bagaimana jika kamu harus berhadapan dengan orang-orang berlatar belakang berbeda? Kamu bisa mengambil kursus Cross Cultural Management. Di sini, kamu akan belajar konsep lintas budaya, pengaruhnya pada berbagai aspek bisnis terutama di ranah internasional, serta metode komunikasi yang baik untuk mengurangi potensi konflik akibat perbedaan ini.
Manajemen konflik yang baik memiliki berbagai manfaat seperti meningkatkan produktivitas dan kerja sama, menjaga tingkat kepuasan karyawan, serta melancarkan komunikasi di dalam perusahaan atau organisasi. Pastikan mempelajari strategi manajemen konflik bersama GreatNusa untuk menciptakan lingkungan kerja atau organisasi yang lebih sehat.
By greatnusa • 15 Desember 2021
Manajemen adalah kegiatan yang memastikan aktivitas perusahaan atau organisasi berjalan lancar. Karena manajemen melibatkan banyak kegiatan, proses pengendalian manajemen tentu penting untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Jika kamu ingin punya bisnis yang sukses atau karier lancar, pastikan mengetahui prinsip pengendalian manajemen dan kegiatan yang termasuk di dalamnya.
Mengapa proses manajemen membutuhkan pengendalian?
Dalam manajemen, departemen atau komponen staf yang berbeda-beda berkolaborasi sesuai SOP untuk mencapai tujuan bersama. Karena proses ini melibatkan banyak orang dan kegiatan, pengendalian tentu diperlukan agar semuanya lancar.
Proses pengendalian manajemen adalah sistem yang diterapkan untuk mengatur setiap elemen manajemen agar tetap terarah dalam kegiatan mereka. Sistem ini memiliki beragam fungsi, seperti mengurangi potensi konflik, mencapai target kegiatan tepat waktu, dan meningkatkan efisiensi dalam kegiatan rutin.
Pengendalian manajemen harus diterapkan pada semua unsur manajemen, seperti personel atau staf, aktivitas, penggunaan sumber daya, hingga proses eksekusi dan evaluasi. Perusahaan besar maupun bisnis kecil rumahan harus menerapkan sistem ini jika ingin berkembang dan sukses.
Ingin menerapkan pengendalian manajemen? Inilah beberapa tahap penting yang harus dilewati.
Perencanaan yang rinci penting untuk mengontrol proses manajemen. Ada beberapa tahap perencanaan program yang harus dilalui, yaitu:
Program yang bagus harus dibuat berdasarkan tujuan atau target yang jelas. Buat tujuan jangka pendek dan panjang, dan pastikan tujuan tersebut mendukung visi serta misi perusahaan atau organisasi. Hal ini menjadi pijakan untuk membuat perencanaan.
Ingin merencanakan program secara lebih detail? Pastikan menetapkan durasi untuk mencapai target program, baik jangka pendek maupun panjang. Adanya durasi membuat setiap anggota organisasi, karyawan, atau departemen berkomitmen untuk mencapai tujuan dalam periode yang ditentukan.
Perusahaan, organisasi, dan bisnis ukuran sedang hingga besar memiliki departemen atau bagian berbeda. Setiap bagian harus memiliki penanggung jawab yang bertugas memastikan aktivitas berjalan lancar sesuai tugas masing-masing. Pastikan masing-masing bagian atau departemen memiliki penanggung jawab resmi yang diketahui semua orang.
Setiap rencana kegiatan pasti memiliki risiko. Hal tersebut adalah sesuatu yang umum dipertimbangkan walau ada komitmen untuk menciptakan proses manajemen yang lancar. Manajemen risiko diperlukan untuk menciptakan reaksi cepat dalam menangani hambatan yang muncul sehingga kegiatan manajemen bisa tetap berjalan lancar.
Manajemen risiko harus dilakukan secara menyeluruh. Setiap departemen atau bagian organisasi harus menganalisis risiko spesifik dari tugas-tugas mereka dan apa dampaknya terhadap tujuan bersama. Hal ini kemudian dijadikan pertimbangan bersama ketika menyusun rencana manajemen risiko.
Perencanaan merupakan bagian penting dari manajemen karena merupakan panduan dasarnya. Setelah perencanaan disusun secara matang, menjalankan tahap lainnya akan lebih mudah karena sudah ada panduannya.
Perencanaan pembiayaan tidak hanya membahas jumlah yang dibutuhkan, tetapi juga sumber pembiayaan serta rencana cadangan jika ada kebutuhan ekstra di luar perkiraan. Pembiayaan juga menyangkut pembahasan resources yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas-tugas dalam kegiatan manajemen, mulai dari utilitas hingga perlengkapan kantor dan material.
Perencanaan pembiayaan harus dipresentasikan di depan jajaran pimpinan serta pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap perencanaan manajemen. Hal ini untuk memastikan adanya kesepakatan terkait pembiayaan sehingga tidak ada pemborosan atau kasus kekurangan dana. Perusahaan dan organisasi juga harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti pajak dan pembayaran rutin lainnya.
Pengawasan secara terus-menerus sangat penting dalam proses pengendalian manajemen. Dalam pelaksanaan ini, perusahaan atau organisasi harus memastikan bahwa setiap karyawan, anggota, dan departemen mengikuti SOP serta aturan yang telah ditentukan untuk meraih tujuan bersama. Hal ini didukung dengan sistem pertanggungjawaban jika terjadi kesalahan atau pelanggaran.
Pengawasan yang menyeluruh memberikan berbagai manfaat dalam proses manajemen. Perusahaan dan organisasi bisa mendeteksi risiko atau kesalahan sejak dini, lalu mencegah agar mereka tidak berkembang menjadi hambatan besar. Pengawasan juga memungkinkan adanya tindakan koreksi seketika sebelum seluruh kegiatan manajemen terpengaruh dan bahkan terhambat.
Sebaliknya, perusahaan atau organisasi juga harus menerapkan sistem penghargaan (reward) sesuai dengan kapasitas setiap anggota dan peraturan terkait kompensasi yang berlaku. Hal ini berguna untuk menjaga tingkat kepuasan staf atau anggota organisasi agar memiliki motivasi untuk menerapkan aktivitas manajemen dengan baik. Selain kompensasi rutin, perusahaan bisa mempertimbangkan adanya kompensasi tambahan atau spesial untuk staf atau anggota yang melakukan tugas khusus.
Pengendalian manajemen wajib melibatkan pencatatan dan akunting. Perusahaan atau organisasi memiliki staf khusus yang melakukan pencatatan terkait berbagai aspek manajemen, misalnya penggunaan sumber daya, pencapaian target harian dan mingguan, serta kendala yang dihadapi. Pencatatan ini dilakukan dengan menggunakan sistem khusus yang sifatnya konsisten dan dibuat berdasarkan patokan tertentu untuk memudahkan pelaporan.
Penerapan pengendalian manajemen juga membutuhkan biaya. Proses akunting dibutuhkan untuk mencatat setiap transaksi yang mendukung kelancaran manajemen. Departemen atau bagian keuangan bertanggung jawab untuk mencatat, mengumpulkan bukti transaksi, dan mempersiapkan laporan untuk audit serta evaluasi.
Akhirnya, setiap pencatatan kegiatan manajemen pasti berujung pada pelaporan. Hal ini mencakup catatan keuangan, hasil kinerja, perbandingan kinerja pada waktu-waktu tertentu, hingga hambatan dan masalah yang dihadapi saat pelaksanaan. Era digital memungkinkan perusahaan, organisasi, hingga pemilik bisnis kecil untuk melakukan pencatatan dan pelaporan secara otomatis menggunakan software dan aplikasi manajemen.
Sistem pencatatan dan pelaporan penting karena adanya kebutuhan evaluasi. Dengan membandingkan antara standar manajemen dan laporan pelaksanaan, kamu bisa menemukan hal-hal yang sudah sesuai standar atau yang harus diperbaiki. Evaluasi juga menjadi dasar untuk menerapkan program pelatihan, meningkatkan kinerja perusahaan, melakukan survey, mempekerjakan pegawai baru, dan berbagai keputusan penting lainnya.
Baca Juga: 4 Langkah Evaluasi Strategi Perusahaan yang Efektif
Pengendalian manajemen sangat penting untuk menjamin kelancaran aktivitas bisnis atau organisasi. Ingin belajar lebih jauh tentang hal ini? Kamu bisa mengikuti program pelatihan di platform digital seperti GreatNusa.
Kamu tidak perlu menjadi pemilik perusahaan besar untuk belajar tentang proses pengendalian manajemen dalam bisnis. GreatNusa menyediakan kursus intensif yang bisa langsung dipraktikkan bagi kaum profesional, wirausahawan, dan perusahaan yang sedang berkembang. Berbagai kelas tersedia lengkap dengan kurikulum, materi yang bisa diunduh, dan instruktur profesional.
Ingin belajar lebih banyak tentang manajemen? Kamu bisa memilih di antara berbagai kelas kategori Bisnis dan Manajemen, misalnya Manajemen Proyek, Manajemen Sumber Daya Manusia, atau Manajemen Pemasaran dan Penjualan. Beberapa kelas bisa kamu ikuti secara gratis, sedangkan yang lainnya tersedia dengan biaya cukup terjangkau.
Manajemen merupakan sistem yang terdiri dari berbagai kegiatan serta melibatkan departemen atau orang-orang dengan keahlian berbeda. Proses pengendalian diperlukan dalam pelaksanaannya agar hasilnya mencapai target serta sejalan dengan visi dan misi. Pastikan kamu menjalankan proses pengendalian manajemen dalam bisnis atau pekerjaan, dan dapatkan kursus berkualitas GreatNusa untuk mempelajari berbagai konsepnya.
Fungsi pengawasan kuantitas dan kualitas dalam manajemen tidak dapat dipisahkan dari pemahaman mengenai pengawasan. Kamu perlu mengetahui dahulu apa pengertian pengawasan sebelum mengaplikasikannya dalam bisnis.
Secara umum, pengawasan dalam manajemen perlu dilakukan guna menilai, menganalisis, dan melaporkan serta merekomendasikan dari temuan di lapangan. Pengawasan juga menjadi bagian dari fungsi kepemimpinan dalam sebuah perusahaan atau organisasi.
Lebih lanjut, mari simak ulasan selengkapnya terkait fungsi pengawasan kuantitas dan kualitas dalam manajemen berikut ini.
Ditinjau dari ilmu manajemen, pengawasan atau controlling merujuk pada suatu kegiatan yang bertujuan memastikan apakah kegiatan operasional (actuating) telah sesuai dengan rencana (planning) berdasarkan tujuan yang hendak dipakai organisasi. Perlu digaris bawahi bahwa pengawasan berpedoman pada perencanaan yang menjadi standar operasional seluruh proses kerja.
Beberapa objek kegiatan fungsi pengawasan antara lain kelalaian, kesalahan, dan hal lain yang menyimpang dari rencana atau standar operasional. Penyimpangan tersebut bisa berupa pelanggaran, kecurangan, dan korupsi dalam menjalankan operasional organisasi.
Secara khusus, pengertian pengawasan menurut para ahli adalah:
Pengawasan dipandang sebagai suatu proses yang berperan “menjamin” pencapaian tujuan-tujuan manajemen dan organisasi.
Pengawasan merupakan berbagai kegiatan yang membandingkan maupun mengukur sesuatu yang sedang atau sudah dilakukan sesuai standar kriteria dan rencana terdahulu.
Pengawasan diartikan sebagai proses menentukan pemberian tugas dan tanggung jawab yang telah dilakukan, melakukan penilaian, dan memutuskan tindakan korektif saat diperlukan. Tujuannya supaya pelaksanaan organisasi benar telah dijalankan sesuai rencana.
Pengawasan adalah proses menentukan bagaimana standar yang harus dicapai saat pelaksanaan, melakukan penilaian atas pelaksanaan tersebut, dan mengoreksi perbaikan atas penyimpangan supaya pelaksanaan organisasi berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Secara singkat, pengawasan merupakan proses ketika atasan hendak mengetahui apakah hasil pelaksanaan oleh bawahan sudah sesuai instruksi, aturan, dan perencanaan sebelumnya.
Berikutnya, kamu perlu memahami bagaimana fungsi pengawasan kuantitas dan kualitas dalam manajemen. Keduanya termasuk dalam salah satu jenis pengawasan yang lazim dilakukan di sebuah organisasi.
Pengawasan kuantitas kerap dilakukan pada sesuatu yang dapat dihitung dan terukur, seperti bahan mentah, produk atau jasa yang dihasilkan, dan dokumen dari berbagai sumber. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh, mengolah, dan mendistribusikan barang yang dimaksud dengan cara tepat sesuai perencanaan.
Fungsi pengawasan ini akan memastikan semua hasil produksi dan jasa selalu tersedia sesuai permintaan konsumen alias tidak habis. Pengawasan kuantitas juga membantu manajer dalam mengidentifikasi mana hasil produksi yang sudah sesuai rencana maupun tidak sesuai.
Pengawasan kuantitas erat kaitannya dengan inventaris, yaitu inventaris bahan mentah, dalam proses, dan barang jadi. Dengan mengontrol ketersediaan barang tersebut, organisasi dapat menjalani proses produksi seefektif dan seefisien mungkin. Produk dihasilkan sesuai permintaan, tidak ada bahan mentah terbuang percuma, dan stok barang jadi tidak berlebihan.
Baca Juga: Pengertian Manajemen Produksi dan Fungsinya
Sementara itu, pengawasan kualitas berfungsi sebagai alat manajemen untuk memperbaiki dan mempertahankan kualitas, serta menekan jumlah produk yang tidak layak jual. Fungsi pengawasan ini cenderung bersifat korektif dan preventif supaya hasil produksi benar-benar memenuhi kebutuhan konsumen.
Berbeda dengan kuantitas yang terukur secara rinci, pengawasan kualitas cenderung relatif dan subyektif. Dalam perspektif quality control, kualitas perlu dimaknai sebagai upaya mempertahankan kualitas memuaskan sesuai tujuan yang hendak dicapai. Jadi, bukan bagaimana memastikan produk atau jasa memiliki kualitas setinggi mungkin.
Dengan sudut pandang tersebut, pengawasan kualitas akan mengecek apakah produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan harga yang ditetapkan, serta bagaimana produk atau jasa dapat memberikan hasil yang kredibel dan memuaskan.
Dalam praktik di lapangan, terdapat beberapa jenis pengawasan yang umum dilakukan di suatu organisasi.
Pengawasan yang dilakukan oleh orang atau badan dalam satu payung yang sama dengan unit organisasi terkait dikenal sebagai pengawasan internal. Pengawasan oleh atasan langsung atau pengawasan melekat (built in control) termasuk contoh jenis pengawasan ini.
Kemudian, ada pengawasan yang dilakukan oleh lembaga atau unit pengawasan tertentu di luar unit organisasi yang dimaksud. Contoh lembaga tersebut adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang bersifat independen dan bebas dari pengaruh kepentingan maupun kekuasaan pihak tertentu.
Sesuai penamaannya, jenis pengawasan ini mengacu pada waktu penyelenggaraan kegiatan pengawasan tersebut. Pengawasan preventif dilakukan sebelum kegiatan dilakukan yang bertujuan menghindari munculnya penyimpangan dan kesalahan.
Pengawasan represif dilakukan setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Salah satunya lewat pelaporan kegiatan tahunan suatu organisasi, seperti laporan keuangan yang disampaikan manajemen perusahaan kepada para pemegang saham.
Baca Juga: 4 Fungsi Manajemen Keuangan untuk Perusahaan
Pengawasan aktif langsung dijalankan di lokasi operasional tempat organisasi tersebut berada. Sementara itu, pengawasan pasif disematkan pada tindakan pengawasan yang dilakukan dari jarak jauh. Misalnya, lewat pemeriksaan surat-surat, dokumen, maupun laporan kegiatan.
Pengawasan kebenaran formil berarti pengawasan yang dilakukan berlandaskan hak (hukum) dan pemeriksaan kebenaran materiil (berupa barang bukti) serta berkaitan dengan maksud dan tujuan kegiatan tersebut dilakukan.
Komponen apa saja yang terlibat dalam kegiatan pengawasan?
Pertama, ada objek yang dipantau atau diawasi. Kedua, keberadaan aturan sebagai landasan pengawasan juga harus diketahui bersama. Ketiga, terdapat pihak atau personil yang bertindak sebagai pengawas, baik dari internal maupun eksternal organisasi. Keempat, baru tindakan pengamatan dapat dilakukan.
Semua pihak dalam organisasi bisa mengisi peran tersebut. Secara berurutan sesuai tingkatan manajemen, staf biasa akan diawasi oleh kepala bagian, lalu kepala bagian oleh manajer. Kemudian, manajer akan diawasi oleh direktur, sedangkan direktur dapat dipantau komisaris maupun pihak eksternal yang independen.
Dengan mengetahui siapa saja yang terlibat dalam menjalankan pengawasan, kamu akan lebih mudah memahami apa saja fungsi pengawasan dalam manajemen. Seperti telah disebutkan di atas, fungsi pengawasan berupa proses memastikan semua yang dijalankan di organisasi sudah sesuai perencanaan yang ditetapkan sebelumnya.
Secara rinci, fungsi pengawasan dalam manajemen adalah:
Fungsi pengawasan kuantitas dan kualitas dalam manajemen bersama fungsi pengawasan lainnya berperan penting dalam memastikan kegiatan operasional organisasi berjalan sesuai rencana, aturan, dan standar yang berlaku. Maka, perlu partisipasi aktif dari semua pihak dalam organisasi untuk menjalankan peran pengawasan tersebut.
Jika kamu merasa perlu mempelajari fungsi pengawasan atau ilmu manajemen lainnya, GreatNusa menawarkan berbagai kursus menarik di bidang ini. Sebagai mitra pelatihan resmi Kartu Prakerja, GreatNusa menyediakan pengajar dan praktisi berpengalaman yang siap mendampingi kamu mendalami kemampuan manajerial.
Yuk, kunjungi GreatNusa dan daftarkan dirimu sekarang!
Sistem manajemen K3 adalah bagian vital bagi beberapa jenis usaha. Hal ini karena sistem manajemen K3 yang tepat, para karyawan tidak akan bisa bekerja secara optimal yang berujung pada tidak efektifnya sebuah perusahaan dan berdampak pada sektor keuangan.
Keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 jadi isu penting dalam perlindungan ketenagakerjaan sekaligus bagian dari pemenuhan hak dasar tenaga kerja. K3 merujuk pada konsep penjaminan serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja lewat tindakan pencegahan kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja yang berisiko terjadi di perusahaan.
Pemilik usaha dan manajemen wajib menempatkan K3 pada posisi setara dengan unsur lain alias tidak boleh dianaktirikan. Artinya, pengelolaan K3 harus melalui prosedur dan standar serupa aspek lain, seperti produksi, operasi, keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia.
Upaya terencana dalam pengelolaan berikut intervensi dari manajemen akan memastikan K3 berjalan efektif dan efisien. Maka, keberadaan sistem manajemen K3 atau SMK3 dipandang perlu untuk mengendalikan risiko yang dapat timbul dari kegiatan kerja. Semua dilakukan agar tercipta tempat kerja yang aman, produktif, dan efisien.
Sistem manajemen K3 merupakan bagian penting dari sistem manajemen perusahaan yang bertujuan mengendalikan risiko terkait kegiatan kerja. Dengan begitu dapat tercipta tempat kerja yang efisien, produktif, dan aman. Ditinjau dari aspek organisasi, sistem manajemen K3 jadi salah satu cara untuk mengontrol bahaya di tempat dan lingkungan kerja.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 mengenai Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, masing-masing perusahaan harus menerapkan SMK3, terutama perusahaan yang memenuhi syarat berikut.
Selain penerapan SMK3 yang berpedoman pada PP No. 50 Tahun 2012, perusahaan juga perlu memperhatikan standar internasional yang berlaku untuk SMK3, yaitu ISO 45001:2018. Selain itu, di Indonesia terdapat berbagai SMK3 sesuai sektor industri yang dijalani perusahaan, antara lain:
Mengapa penerapan SMK3 dipandang sebagai suatu keharusan? Mari simak beberapa pertimbangan berikut.
Lebih lanjut, perusahaan harus menyadari penerapan SMK3 bukan menjadi beban perusahaan. Sistem manajemen K3 perlu dipandang sebagai suatu investasi jangka panjang yang dapat menguntungkan banyak pihak di masa akan datang. Maka, manajemen K3 harus menjadi prioritas utama mengingat berkaitan erat dengan aspek vital perusahaan, yaitu tenaga kerja.
Sebagai contoh, saat ada pekerja yang menderita penyakit akibat kerja atau mengalami kecelakaan kerja, bukan cuma pekerja saja yang merugi. Perusahaan juga berada dalam posisi tidak diuntungkan karena produktivitas kerja mereka berkurang. Sayangnya, kenyataan di lapangan berbicara lain.
Masih banyak perusahaan yang tidak serius membenahi sistem manajemen K3 mereka karena berbagai alasan. Penyebab utama, pengusaha kurang memahami pentingnya K3. Hal ini diperkuat adanya anggapan penerapan SMK3 cenderung boros alias buang-buang uang karena butuh dana yang tidak sedikit.
Berikutnya, tidak sedikit perusahaan yang belum menempatkan isu K3 sebagai prioritas. Apalagi, jika sumber daya manusia di perusahaan itu terbatas. K3 pun dianggap tidak penting dan mendesak dilakukan.
Oleh karena itu, penerapan SMK3 harus didorong oleh komitmen kuat dari berbagai pihak dalam perusahaan, baik pengusaha/pemilik, pihak manajemen, dan pekerja. Masing-masing pihak harus punya persepsi sama bahwa SMK3 merupakan suatu investasi yang penting demi keberlangsungan hidup perusahaan di masa mendatang. Jadi, SMK3 bukan sekadar formalitas apalagi pemborosan biaya yang menguras kas perusahaan.
Lebih lanjut, pengaplikasian SMK3 memiliki tujuan:
Penerapan sistem manajemen K3 mendatangkan beberapa manfaat bagi perusahaan. Beberapa manfaat tersebut adalah:
Perusahaan mempunyai banyak aset, tetapi salah satu aset terpenting adalah pekerja atau sumber daya manusia. Penerapan SMK3 di perusahaan berfokus pada bagaimana memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja dengan melindungi bentuk kesalahan proses kerja yang bisa merugikan (fisik, materi, maupun psikis). Dengan begitu, tingkat kecelakaan kerja dapat ditekan, pekerja merasa aman, dan perusahaan juga diuntungkan.
Menjalankan bisnis tidak bisa sembarangan. Perusahaan harus menaati aturan dan perundang-undangan yang berlaku demi kelancaran bisnis. Sikap demikian turut membentuk citra positif perusahaan di mata publik. Sudah jadi rahasia umum jika perusahaan mengabaikan prosedur K3 kerap mendulang masalah dengan pekerja, masyarakat setempat, maupun pihak berwenang.
Untuk melakukan kerja sama bisnis dengan pelanggan, mitra bisnis, maupun pemerintahan, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah perusahaan telah menerapkan SMK3 atau sertifikat sejenis. Hal tersebut menjadi jaminan bahwa seluruh proses yang berlangsung di dalam perusahaan berjalan tertib dan aman sehingga risiko produksi barang rusak atau cacat dapat ditekan.
Angka kecelakaan kerja yang rendah juga membuktikan perusahaan mampu beroperasi penuh dan dalam kondisi normal. Ini menjamin bagaimana perusahaan mampu menyediakan stok sesuai permintaan pelanggan secara kontinu atau terus menerus. Dengan begitu kerja sama bisnis dapat berlangsung dalam waktu lama.
Penerapan SMK3 secara cermat akan membangun sistem manajemen K3 yang efektif dan tertata. Contoh, adanya dokumentasi untuk menunjukkan semua kegiatan perusahaan terorganisir, terarah, dan sudah menempati jalur yang tepat. Dokumentasi yang rapi juga dapat menjadi bukti jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan.
SMK3 pun dilakukan dengan mengikuti alur kerja atau flow chart. Semua tahapan proses sudah dijelaskan secara runtut, mulai dari perencanaan, pengendalian, peninjauan kembali, feedback, perbaikan, dan pencegahan. Dengan proses yang teratur dan sistematis, sistem manajemen yang efisien dan efektif akan terbentuk.
Sistem manajemen K3 berperan penting dalam melindungi tenaga kerja, serta menjamin keselamatan, keamanan, dan kesehatan kerja. Maka, semua komponen yang berpartisipasi aktif dalam perusahaan harus memiliki persepsi serupa dan pemahaman mendalam terkait K3. Berbekal pengetahuan cukup, kesadaran akan pentingnya K3 dapat terbangun sehingga risiko kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja berkurang.
Untuk memperoleh pengetahuan SMK3 yang komprehensif, mengikuti kursus di GreatNusa dapat jadi alternatif menarik untukmu. Sebagai mitra pelatihan resmi Kartu Prakerja, GreatNusa menawarkan berbagai program menarik yang dapat menambah dan mengasah keterampilan peserta. Didukung pengajar dan praktisi berpengalaman, ikut pelatihan Bisnis Dasar di GreatNusa adalah kesempatan emas untuk siapa saja yang tertarik mendalami aspek operasional dunia bisnis, seperti SMK3.
Bagaimana dengan kamu? Yuk, kontak GreatNusa dan daftarkan dirimu sekarang!
By greatnusa • 13 Desember 2021
Pernahkah kamu merasa gugup ketika berbicara di depan umum? Sebenarnya hal ini wajar dan dialami oleh banyak orang. Berbicara di depan umum bisa sedikit menakutkan bagi yang belum terbiasa. Namun, kamu bisa menjadi pembicara yang hebat asalkan mau mempelajari cara public speaking dasar untuk seorang pemula. Imbangi hal tersebut dengan latihan rutin dan menambah pengetahuan mengenai banyak hal sehingga kamu menguasai banyak topik yang lebih berbobot.
Kamu pasti tahu bahwa tak mudah menjadi pembicara yang baik. Namun, bukan berarti tak dapat dipelajari. Kamu bisa memulainya dengan menerapkan beberapa cara sederhana. Berikut sejumlah cara mudah untuk melakukan public speaking bagi pemula.
Berbicara di depan umum dimulai dari keyakinan dan keberanian. Kedua hal ini merupakan kunci utama untuk meningkatkan rasa percaya diri sekaligus mengasah kemampuan public speaking. Kamu harus yakin bahwa kamu mampu mengeluarkan ide atau pendapat dengan kata yang mudah dimengerti orang lain. Meskipun merasa gugup, cobalah untuk bersikap lebih berani. Lambat laun, kamu akan terbiasa menghadapi banyak orang.
Rutinlah berlatih minimal selama 30 menit setiap hari. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan membantu kamu menguasai topik bahasan. Saat kamu berlatih, cobalah untuk menyampaikan presentasi sebagaimana yang akan kamu lakukan di hari H. Pastikan mengecek berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan presentasi. Jika waktu terlalu lama, maka kurangi isi pembicaraan tanpa menghilangkan bagian penting.
Pastikan kamu telah menguasai materi dengan baik hingga paham dan hafal di luar kepala. Penguasaan topik akan mendorong kamu berbicara dengan lebih percaya diri kepada audiens. Kamu juga akan menunjukkan bahwa kamu mampu menyampaikan dan menjawab setiap pertanyaan yang mungkin akan diajukan oleh audiens.
Bukan hal mudah untuk melakukan kontak mata dengan orang lain, terutama yang belum kamu kenal. Namun, hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan kedekatan antara kamu dengan audiens. Cara ini juga sekaligus meyakinkan audiens mengenai materi pembicaraan. Bisa dibilang, kontak mata merupakan salah satu kunci keberhasilan public speaking.
Jika kamu merasa gugup memandang mata audiens secara langsung, maka alihkan tatapan kamu ke bagian dahi atau batang hidung. Usahakan arah pandangan kamu tidak hanya terfokus pada satu titik, melainkan menyebar ke sisi lain. Menahan pandangan dalam waktu lebih lama juga efektif menghilangkan kegugupan dan membuat kamu lebih fokus menyampaikan materi.
Rasa gugup terkadang membuat kamu kesulitan untuk menyampaikan informasi dengan lancar. Lantaran merasa cemas, kamu bisa kehilangan kata-kata atau berbicara terlalu cepat sehingga melewatkan poin penting yang seharusnya disampaikan. Alhasil, informasi tersebut sulit dipahami oleh audiens.
Untuk mencegah hal tersebut, pastikan kamu mempelajari teknik relaksasi lebih dulu. Bisa dengan menarik napas selama beberapa saat atau memikirkan hal menyenangkan yang bisa membuat ketegangan hilang. Cobalah untuk berbicara secara perlahan dengan artikulasi jelas agar audiens mudah memahami informasi tersebut. Ketika gugup kembali menyerang, tarik napas dan lanjutkan berbicara.
Tak berbeda dengan kontak mata, intonasi suara juga menjadi salah satu faktor kesuksesan public speaking. Meskipun tampak sepele, intonasi suara dapat mendorong rasa ketertarikan dan keyakinan yang dimiliki audiens. Melalui intonasi, kamu bisa menunjukkan emosi dan perasaan kepada audiens.
Semangat, rasa bahagia, dan bangga yang berasal dari intonasi suara kamu akan menyalurkan perasaan yang sama terhadap audiens. Hindari berbicara dengan intonasi suara datar karena hanya akan membuat audiens merasa bosan dan tidak memperhatikan materi yang kamu sampaikan. Atur intonasi suara supaya audiens tetap fokus hingga akhir presentasi.
Cara public speaking selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah menghindari suara jeda. Sebenarnya, suara jeda, seperti “hm”, “aa”, “err”, “mm”, “uuh”, atau “engg” merupakan hal yang normal dilakukan ketika kamu merasa bingung melanjutkan pembicaraan. Namun, alangkah lebih baik apabila suara jeda diganti dengan hening. Berbicara dengan lebih perlahan juga dapat membuat kamu lebih rileks saat menyampaikan informasi sekaligus efektif menghabiskan jatah waktu yang diberikan.
Presentasi yang baik dan berkualitas tidak dilihat dari lamanya durasi penyampaian, melainkan isi yang disampaikan. Ketika kamu menyusun materi, fokuslah ke poin penting. Selain menghemat waktu, hal ini tidak akan membuat audiens merasa bosan dengan pembahasan yang terlalu lama dan berbelit. Audiens lebih menyukai pembahasan yang ringkas dan padat. Untuk mendapatkan atensi audiens, pastikan kamu meringkas materi dan memasukkan seluruh poin penting. Dijamin, audiens akan terfokus pada pembahasan yang kamu sampaikan.
Bahasa tubuh menggambarkan kesiapan dan kepercayaan diri kamu. Postur tubuh yang kaku dengan bahu tertunduk bisa diartikan sebagai tanda gugup. Sementara postur tubuh tegak dengan kepala terangkat menggambarkan bahwa kamu siap dan percaya diri. Melakukannya hal ini juga akan membuat tubuh lebih rileks sehingga kamu makin nyaman berbicara di depan audiens.
Agar perhatian audiens tetap fokus terhadap apa yang kamu sampaikan, kamu bisa menambahkan sedikit gerakan tangan. Jangan ragu menggunakan ekspresi wajah dengan intonasi suara yang tepat. Pasalnya, kombinasi ini memudahkan audiens mendapatkan informasi dari dua sumber, yakni suara dan bahasa tubuh. Alhasil, pemahaman terhadap materi yang disampaikan lebih cepat.
Ketika kamu berbicara dan melakukan kesalahan, tak perlu merasa panik. Ingatlah bahwa setiap manusia melakukan kesalahan, sekecil apa pun itu. Kunci untuk mengurangi kepanikan dan menghindari situasi canggung adalah dengan menutupi kesalahan itu. Jangan terpaku pada kesalahan apalagi menunjukkan rasa bersalah kamu melalui ekspresi wajah. Selain dapat membuyarkan fokus, kepanikan hanya akan membuat semua audiens menyadari kesalahan yang kamu lakukan. Cobalah untuk tarik napas dan lanjutkan penyampaian materi.
Baca Juga: 7 Tips Cara Melatih Public Speaking Untuk Mahir Berbicara
Dengan menerapkan sejumlah cara di atas, kamu bisa mempelajari public speaking secara otodidak. Asalkan kamu rutin berlatih, keterampilan berbicara di depan umum akan meningkat. Kamu tidak akan merasa gugup atau canggung lagi ketika berhadapan dengan banyak orang. Kamu juga akan lebih berani untuk menyuarakan pendapat. Untuk memperbanyak topik bahasan, rajinlah membaca banyak buku atau mendengar audio. Makin luas pengetahuan yang kamu miliki, kamu akan makin mudah menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh audiens.
Jika kamu tertarik untuk mempelajari public speaking lebih mendalam, maka kamu bisa mengikuti pelatihan yang disediakan oleh GreatNusa. Melalui portal pembelajaran daring ini, kamu bisa mengakses materi tanpa batasan waktu dan tempat. GreatNusa menawarkan berbagai jenis course dan webinar untuk mendorong kemampuan public speaking. Berbekal cara public speaking yang dikemas secara ringkas dan berkualitas, kamu bisa tumbuh sebagai seorang pembicara yang baik. Tunggu apa lagi? Yuk, gabung GreatNusa sekarang juga!