Menampilkan 379-384 dari 449 Artikel
Proses produksi merupakan kegiatan operasional utama dari suatu industri atau perusahaan manufaktur. Perusahaan akan memperhitungkan adanya biaya produksi pada saat pengolahan dimulai dari bahan mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi. Menghitung biaya produksi ini akan menjadi vital karena umumnya akan memakan biaya yang besar. Oleh karena itu, kamu harus tahu rumus biaya produksi untuk dapat menghitung biaya dengan tepat.
Perhitungan biaya produksi dapat dibilang cukup kompleks karena banyaknya jenis komponen pengeluaran pada perusahaan manufaktur. Oleh karena itu, pemahaman lebih lanjut terkait hal tersebut cukup penting.
Berikut ini adalah ulasan mengenai rumus biaya produksi serta pengertian, mengapa manajer harus mengetahui biaya produksi, dan contoh perhitungannya..
Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan selama proses manufaktur atau pengolahan dengan tujuan menghasilkan produk yang siap dipasarkan. Perhitungan biaya produksi ini akan dilakukan mulai dari awal pengolahan, hingga barang tersebut jadi atau bahkan setengah jadi.
Biaya produksi terdiri dari berbagai jenis biaya. Biaya ini masing-masing memiliki sifat dan besaran yang dapat berubah drastis tergantung pada kebijakan perusahaan.
Akumulasi biaya yang diperlukan oleh perusahaan untuk dapat mengolah bahan baku menjadi produk jadi disebut sebagai biaya produksi. Ruang lingkup biaya produksi meliputi 3 elemen, yaitu: bahan baku, tenaga kerja langsung, dan pengeluaran tambahan.
Biaya produksi akan dibebankan kepada perusahaan sampai proses pengolahan dapat menghasilkan barang yang siap dijual di pasar. Nantinya, biaya-biaya tersebut akan dihitung per unit produk, sehingga memudahkan dalam menghitung dan mengambil angka profit.
Biaya-biaya ini nantinya akan mengarah pada pembentukan harga pokok barang jadi pada akhir periode akuntansi. Pengorbanan ekonomi secara keseluruhan yang digunakan dalam mengolah bahan mentah menjadi barang jadi dan siap dipasarkan tersebut juga termasuk ke dalam biaya produksi.
Mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan selama proses manufaktur merupakan langkah penting yang harus dilakukan oleh seorang manajer perusahaan.
Dengan mengetahui biaya-biaya yang timbul dari setiap aliran produksi perusahaan, manajer dapat mengambil keputusan penting untuk mengoptimalkan proses produksi, mengatur jadwal pengiriman barang, dan berbagai kegiatan produksi umum lainnya, sehingga proses produksi diharapkan dapat berjalan lebih efisien dari periode sebelumnya.
Aktivitas manajer dalam menganalisis proses dan biaya produksi juga berguna untuk menentukan harga jual produk agar sesuai dengan margin yang diharapkan. Misalnya, pengelola rumah makan harus selalu melacak dan meneliti harga bahan baku yang berkaitan dengan produk yang dijual.
Jika sewaktu-waktu harga bahan baku naik dan memengaruhi biaya produksi, maka manajer memiliki pilihan untuk menaikkan harga jual produk atau mengurangi unsur biaya produksi lainnya.
Baca Juga: 4 Urutan Tahap Perencanaan Proses Produksi
Biaya produksi diperhitungkan selama proses manufaktur produk. Salah satu contoh yang akan dibahas kali ini adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang Food & Beverages di mana produk yang akan dihasilkan adalah kopi botol.
Dalam hal ini, perusahaan tersebut memproduksi kopi botol dengan hasil produk sejumlah 4000 buah barang jadi selama satu bulan. Berikut ini adalah rincian biaya produksinya:
Total biaya produksi yang dikeluarkan untuk memproduksi 4000 buah kopi botol adalah 18,000,000. Dari total pengeluaran tersebut, biaya produksi per unit dapat ditentukan dengan membagi total biaya dengan jumlah produk. Perhitungannya adalah: Total Biaya Produksi / Jumlah Produk = 18,000,000 / 4000 = 4500.
Selanjutnya perusahaan dapat menentukan harga jual dengan menghitung biaya produksi per unit ditambah persentase keuntungan.
Pada produk ini, persentase keuntungan yang digunakan adalah 40% dari biaya produksi. Jadi, perhitungan harga jual per unit adalah: 4500 + (40% x 4500) = 6300
Perusahaan akan dapat menentukan harga jual secara lebih tepat dengan mengetahui total biaya produksi. Selain itu, informasi biaya ini juga berguna bagi perusahaan untuk meminimalkan potensi risiko selama proses produksi.
Jika kamu ingin mempelajari topik ini secara lebih lanjut, kamu bisa mengikuti kursus mata kuliah manajemen operasional di GreatNusa. Semoga penjelasaan mengenai rumus biaya produksi ini dapat membantumu.
Dalam menjalankan sebuah bisnis, ada macam macam strategi bisnis yang dapat dijalankan. Menyusun strategi bisnis sangatlah penting agar waktu, uang, tenaga, dan sumber daya lainnya yang digunakan dapat memberikan hasil yang efektif dan sesuai dengan tujuan yang ingin diraih.
Melalui artikel ini, GreatNusa akan memberikan informasi penting kepada kamu mengenai berbagai macam strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis. Strategi bisnis yang akan kami sampaikan dapat diterapkan di hampir segala jenis bidang bisnis.
Berikut ini, ada empat macam strategi bisnis yang sering dilakukan oleh para pelaku usaha saat ini, yaitu:
Strategi bisnis yang pertama dalam menjalankan sebuah usaha adalah menetapkan harga sesuai dengan standar pasar saat ini. Penetapan harga yang terlalu tinggi akan membuat pembeli enggan untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan oleh suatu perusahaan.
Sebaliknya, harga yang terlalu rendah memang dapat menarik minat pembeli dengan cepat namun tidak jarang banyak perusahaan yang akhirnya harus menurunkan kualitas produksi demi mencapai harga tersebut. Jadi, tentukanlah harga yang sesuai dengan standar, tidak terlalu tinggi ataupun di bawah rata-rata.
Setiap bisnis pasti memiliki USP yang berbeda-beda. Tahukah kamu apa itu USP?? USP atau Unique Selling Point adalah satu hal yang sangat menonjol dari bisnis yang sedang berjalan.
USP dari sebuah bisnis ini yang menjadi pembanding antara produk dari bisnis yang satu dengan yang lainnya. USP bisa dibilang sebagai nilai jual dari bisnis tersebut dan maka dari itu, penting untuk mencari tahu apa USP dari suatu bisnis.
Ketika perusahaan sudah memahami apa USP yang mereka miliki, maka penyusunan strategi penjualan akan menjadi lebih mudah. Selain itu, perusahaan juga dapat berfokus untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dengan menonjolkan USP yang mereka miliki.
Di dalam setiap bisnis, tentu harus dilakukan kegiatan pemasaran untuk mempromosikan produk atau jasa yang akan dijual kepada masyarakat luas. Saat ini, ada berbagai macam kegiatan pemasaran yang dapat dilakukan mulai dari penyebaran brosur, pemasangan iklan di TV, digital marketing, dan banyak lagi.
Dalam melakukan kegiatan pemasaran, setiap perusahaan harus memahami terlebih dahulu target pasar yang akan dituju. Dengan demikian, kegiatan pemasaran dapat berjalan dengan efektif dan tepat sasaran.
Baca Juga: 7 Strategi Digital Marketing Yang Efektif Tingkatkan Penjualan
Strategi terakhir yang harus diterapkan oleh perusahaan adalah fokus pada pertumbuhan bisnis. Lakukanlah hal-hal yang dapat membuat bisnis terus bertumbuh dan berkembang dalam jangka waktu tertentu.
Untuk membuat suatu bisnis terus bertumbuh, perusahaan dapat melakukan berbagai cara seperti menetapkan goal bersama untuk dicapai. Dengan adanya goal yang harus dicapai, perusahaan dapat terus tumbuh dan maju ke depan.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud Dengan Strategi Bisnis? Seperti Apa Hal Ini Bisa Membantu Bisnis Anda?
Sekian informasi yang perlu kamu ketahui. Sebagai informasi tambahan, bagi kamu yang ingin atau tertarik untuk menjalankan bisnis sendiri, silakan ikuti kursus bisnis online dari GreatNusa berikut ini. Di dalam kursus tersebut, kamu akan belajar bagaimana cara mengelola bisnis dan menyusun strategi pemasaran yang efektif serta tepat sasaran.
Apakah kamu tertarik untuk mengikuti kursus tersebut? Persiapkan diri kamu sekarang juga untuk terjun ke dunia profesional dan hubungi kami sekarang juga untuk informasi lebih lanjut. Semoga informasi mengenai macam macam strategi bisnis untuk meningkatkan penjualan di atas dapat bermanfaat.
Dalam sebuah bisnis, mengetahui cara membuat Balance Scorecard akan menjadi pembeda antara bisnis yang berhasil menjalankan strategi mereka atau tidak. Balance Scorecard sering digunakan selama proses perencanaan strategis untuk memastikan upaya yang dilakukan perusahaan bisa selaras dengan strategi dan visi secara keseluruhan. Hal ini dibuat untuk membantu bisnis mengevaluasi aktivitas mereka, bukan hanya menilai uang yang masuk dalam bentuk pendapatan, biaya, dan keuntungan. Diagram ini menyajikan pandangan yang seimbang yang juga memperhitungkan perspektif kesuksesan lainnya bagi sebuah perusahaan atau bisnis
Untuk bisa membuat Balance Scorecard yang baik, maka beberapa informasi berikut ini akan bisa membantu kamu.
Salah satu poin penting dari Balance Scorecard adalah memperluas penilaian kinerja prospek yang selama ini sangat terfokus murni pada aspek finansial. Oleh karena itu, hal ini dapat didefinisikan sebagai alat untuk memantau keputusan strategis yang diambil oleh perusahaan berdasarkan indikator yang telah ditetapkan sebelumnya dan harus menembus setidaknya empat aspek, financial, customer, internal processes, dan learning & growth.
Aspek ini mungkin salah satu yang sangat mudah untuk dipahami. Keuangan dalam perusahaan akan menjadi kunci untuk bisa menjalankan berbagai macam fungsi. Oleh karena itu, jika sebuah perusahaan atau bisnis dapat mencapai tujuan finansial mereka, maka akan sangat mudah bagi perusahaan untuk berkembang menjadi lebih baik lagi. Perusahaan dengan finansial yang sehat juga mendapatkan popularitas yang baik di antara stakeholder.
Kamu akan ingin memeriksa aktivitas perusahaan dari perspektif para pelanggan dan juga stakeholder kamu. Bagaimana pelanggan melihat setiap aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan? Bagaimana ulasan dari mereka? Apakah kamu memiliki ukuran objektif kepuasan pelanggan dari survei atau sumber lain? Persepsi negatif tentang bisnis atau produk dapat menyebabkan penurunan penjualan di masa depan.
Baca Juga: Berikut Manfaat Mempelajari Perilaku Konsumen yang Akan Berdampak Untuk Bisnis Kamu
Perusahaan dapat berfungsi karena adanya karyawan dan beragam proses yang dijalankan di dalamnya. Penting untuk memeriksa proses internal perusahaan agar bisa mencari area yang perlu dilakukan perbaikan dan mengidentifikasi bagian yang rawan kesalahan. Memperbaiki hal-hal ini akan bisa membuat bisnis berjalan dengan lebih efisien dan bisa memberikan beragam keuntungan.
Bagian ini akan menilai upaya dari perusahaan dalam hal melatih karyawan tentang teknologi dan pengetahuan yang berubah dengan cepat, membimbing karyawan baru dengan cara yang dapat membantu mereka tumbuh dan berkontribusi, serta mengajarkan karyawan cara menggunakan alat dan sistem terbaru untuk mendorong inovasi. Poin ini juga bisa membantu kamu dalam menilai seberapa cepat perusahaan dalam merespons perubahan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan tim untuk mengembangkan produk baru yang akan digunakan untuk menjawab kebutuhan pelanggan di pasar.
Balance scorecard paling mudah dibuat menggunakan sebuah template. Mulailah dengan ruang untuk keempat perspektif dan tambahkan beragam hal yang berkaitan dengan perusahaan kamu.
Visi utama perusahaan berada di tengah-tengah Balance Scorecard. Penting untuk mengingat hal ini apapun tujuan dari perusahaan kamu
Tempatkan empat perspektif dalam lingkaran di sekitar visi perusahaan yang berada di tengah.
Dalam setiap perspektif, tentukan tujuan, ukuran, target, dan inisiatif spesifik. Hal ini penting karena membuat tujuan yang terukur akan bisa membantu kamu dalam mendapatkan hasil yang diinginkan. Inilah indikator yang bisa menentukan apakah setiap upaya yang dilakukan bisa sejalan dengan strategi dan visi secara keseluruhan.
Jika sudah membuatnya, maka jangan disimpan untuk diri sendiri. Bagikan beragam hal yang akan dilakukan demi mencapai berbagai tujuan yang ada di Balance Scorecard tersebut kepada para stakeholder.Itulah informasi yang bisa kami berikan untuk hal yang satu ini.
Baca Juga: 4 Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi
Jika ingin memperdalam ilmu bisnis kamu, maka kamu bisa mengikuti kursus Essentials of Digital Business Strategy dari GreatNusa. Tunggu apalagi, perdalam ilmu kamu dan ikuti cara membuat Balance Scorecard ini untuk mengembangkan pengetahuanmu!
Ada banyak kemudahan yang kita rasakan dalam aktivitas sehari-hari karena manfaat kecerdasan buatan yang semakin berkembang. Sadar atau tidak, kita sedang hidup berdampingan dengan sistem-sistem yang membantu kita dalam menjalankan berbagai aktivitas, seperti kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) saat ini semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, dari kesehatan, otomotif, teknologi, pendidikan, dan lain-lain. Jika kecerdasan buatan ada di berbagai bidang, apakah kamu sudah merasakan manfaat dari keberadaannya?
Kecerdasan buatan yang kita bicarakan, tidak terbatas pada AI yang sering kita lihat di dalam robot. AI bisa kita temukan dalam bentuk software dan fitur-fitur lain yang ada di dalam perangkat elektronik. AI bisa berupa asisten virtual (virtual assistant) dalam HP, bisa berupa sistem keamanan atau sistem di dalam berbagai aplikasi. Jadi apa manfaat dari adanya AI yang baru saja disebutkan?
Baca Juga: Mengenal Beberapa Kelebihan Kecerdasan Buatan
Keberadaan AI sangat menghemat waktu dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan waktu lama bagi manusia. Dalam bidang kesehatan misalnya, para pekerja di rumah sakit dimudahkan dalam mencari data pasien dalam hitungan detik. Bayangkan jika manusia yang mencari data pasien tersebut, sehari penuh tentu tidak akan cukup bagi untuk menemukan satu data dari ribuan data pasien yang ada di rumah sakit tersebut.
Dalam suatu perusahaan, AI juga membantu pekerjaan dalam mengekstrak data yang perlu dianalisis. Kedua contoh ini memperlihatkan kepada kita betapa AI bermanfaat dalam menghemat waktu.
Penghematan waktu saat bekerja bisa digunakan untuk melakukan pekerjaan yang lain. Saat AI sedang bekerja dalam mengekstrak data yang perlu dianalisis, kita bisa menyelesaikan tugas lain yang harus selesai pada waktu yang bersamaan. Hasilnya, tugas yang diselesaikan akan lebih banyak dengan bantuan dari AI daripada hanya dilakukan oleh manusia.
Baca Juga: 9 Cara agar Produktif yang Simpel dan Efektif
Manfaat yang satu ini sangat membuat AI berjasa dalam setiap aktivitas yang kita lakukan. Kecerdasan buatan yang ada di berbagai program, aplikasi dan sistem dalam perangkat elektronik, membantu kita dalam memeriksa kesalahan yang tidak terlihat. Ini bisa kita lihat dari fitur Spelling and Grammar Check yang berada pada aplikasi pengolah kata. Jika ada kesalahan dalam penulisan kata atau arti, sistem AI akan langsung memberikan garis pada kata yang salah.
Apabila terjadi kesalahan input data, sistem AI juga bisa langsung mendeteksi dan memberikan pemberitahuan kepada kita lewat notifikasi yang akan muncul. Tidak bisa dipungkiri meskipun manusia memiliki kecerdasan otak yang luar biasa, kesalahan tetap bisa terjadi. Jadi keberadaan AI telah memberikan dampak yang signifikan dalam membantu seluruh aktivitas kita.
Sistem AI memungkinkan pengotomatisan setiap tugas yang harus dilakukan setiap hari. Kamu jadi tidak perlu lagi membuang waktu pada tugas yang sama setiap harinya. Serahkan semua tugas tersebut kepada AI, dan tugas akan selesai. Pembayaran bulanan seperti listrik dan air bisa jadi contoh yang pas. Saat ini sudah ada sistem pembayaran otomatis yang bisa diaktifkan supaya pembayaran dapat dilakukan tepat waktu dan kamu tidak akan terkena denda.
Harapan yang diberikan AI bisa kita lihat dari alat-alat medis dan alat bantu bagi penyandang disabilitas. Kita bisa melihat banyak orang tuli yang bisa kembali mendengar dengan bantuan alat dengar yang telah dikembangkan. Kita juga melihat bahwa sistem AI dalam alat-alat medis membantu menemukan penyakit dari pasien lebih cepat. Penemuan penyakit yang lebih cepat akan memperbesar potensi kesembuhan atau bahkan potensi kehidupan pasien.
Jika kita lihat kembali semua manfaat yang disebutkan, keberadaan AI tentu tidak bisa dipisahkan dalam seluruh aktivitas manusia. Semua perkembangan AI yang ada sampai hari ini telah berperan banyak dan kita bisa mengharapkan masa depan yang lebih cerah karena sistem AI yang akan terus berkembang. Apakah kamu salah satu penemu sistem AI yang baru?
Jika kamu tertarik dan memiliki mimpi besar untuk menemukan teknologi yang baru, mulai belajar dari dasar adalah jalan yang bisa diambil. GreatNusa menyediakan fasilitas belajar artificial intelligence pemula yang bisa kamu gunakan. Kamu hanya perlu mengunjungi website GreatNusa dan pilih topik yang ingin dipelajari. Mari memulai perjalanan yang luar biasa bersama dengan GreatNusa! Semoga penjelasan mengenai manfaat kecerdasan buatan di atas membuat kamu semakin termotivasi dalam bermimpi besar.
“Apa sih perbedaan e commerce dan marketplace?”, pertanyaan ini jadi sering terdengar dengan semakin banyaknya platform perbelanjaan online yang muncul. Tidak heran jika kamu merasa kebingungan. Perkembangan teknologi yang membuat kita bisa mengakses banyak informasi terkadang menghadirkan rasa kewalahan. Namun tidak perlu bingung lagi, kami akan dengan senang hati menjelaskan perbedaan keduanya dengan bahasa yang mudah dimengerti. Simak artikel ini hingga akhir, ya!
Banyak orang tidak tahu bahwa e-commerce dan marketplace adalah hal yang berbeda. E-commerce dan marketplace memang memiliki hubungan erat dalam dunia jual-beli secara online, tetapi sekali lagi keduanya tidaklah sama. Mari kita cari tahu dengan melihat pengertian keduanya. E-commerce adalah transaksi jual beli yang dilakukan secara online dengan menggunakan internet. Jadi apa pun platform dan media yang digunakan untuk melakukan transaksi jual beli barang, semua itu termasuk ke dalam e-commerce.
Berbicara soal marketplace, penjelasan paling cepat untuk menjelaskannya adalah aplikasi jual beli dengan logo warna oranye dan hijau. Apakah kamu berhasil menebaknya? Benar, marketplace adalah suatu platform yang menyediakan tempat bagi setiap orang untuk berjualan dan melakukan pembelian.
Baca Juga: Masih Ragu? Ini Manfaat E-Commerce Bagi Konsumen
Sederhananya, marketplace adalah pihak ketiga yang menghubungkan pihak penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi saat semua persyaratan terpenuhi. Dari definisi keduanya kini kita dapat menyimpulkan bahwa e-commerce berbeda dengan marketplace, namun masih berkaitan. Marketplace hanya salah satu bentuk e-commerce yang saat ini sedang populer di kalangan masyarakat.
Untuk menjelaskan, marketplace adalah contoh yang termasuk dalam jenis e-commerce C2C, di mana individu langsung menjual barang kepada individu. Umumnya jenis e-commerce terbagi menjadi enam, penjelasan masing-masing adalah sebagai berikut.
Transaksi jual beli online yang dilakukan antara perusahaan dengan perusahaan. Skala produk jual beli sangat besar. Membutuhkan proses transaksi dan diskusi yang lama karena banyaknya pihak yang perlu memberikan persetujuan.
Transaksi jual beli online yang dilakukan antara perusahaan dengan individu. Skala produk jual beli terbilang kecil. Proses transaksi berlangsung cepat karena tidak perlu persetujuan dari pihak mana pun.
Transaksi jual beli online yang dilakukan antara individu dengan individu. Proses transaksi berlangsung cepat. Skala produk jual beli kecil.
Transaksi jual beli online yang dilakukan antara individu dengan perusahaan. Produk yang dijual umumnya adalah jasa. Proses transaksi membutuhkan waktu dan pertimbangan yang cukup serius.
Transaksi jual beli online yang dilakukan antara perusahaan dengan pemerintah. Skala jual beli produk besar, hampir sama seperti B2B. Membutuhkan proses diskusi yang cukup panjang.
Transaksi jual beli online yang dilakukan antara individu dengan pemerintah. Proses transaksi berlangsung cepat. Contoh transaksi yang dilakukan berupa pembayaran pajak atau BPJS dari individu kepada pemerintah.
Transaksi jual beli secara online saat ini semakin merambah ke platform lain seperti media sosial. Bagi kamu yang membuka bisnis, media sosial adalah platform penting yang harus digunakan untuk meningkatkan penjualan produk dan memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas. Semua transaksi online bahkan menunjukkan peminat yang semakin banyak.
Baca Juga: 7 Manfaat E-commerce Bagi Perusahaan
Data pengguna internet di seluruh dunia pada tahun 2021 didapati telah mencapai 4,66 milyar. Adanya data ini pasti membuat para pebisnis semakin gencar menggunakan platform online untuk meningkatkan penjualan produk mereka. Informasi di artikel ini tidak akan cukup menampung semua informasi penting lainnya mengenai dunia bisnis.
Namun kamu bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap dengan kursus bisnis online di GreatNusa. Terdapat berbagai pilihan materi bisnis dan manajemen yang bisa kamu pelajari dari mana saja dan kapan saja. Belajar topik apa pun jadi lebih mudah bersama GreatNusa! Semoga kamu jadi semakin ahli dalam mengenal perbedaan e commerce dan marketplace setelah belajar bersama GreatNusa, ya!
Mengetahui dimensi brand image sebelum meluncurkan produk dan/atau jasa baru adalah hal yang harus diperhatikan oleh seorang pebisnis. Brand image akan memengaruhi strategis bisnis yang akan dijalankan.
Jika kamu belum memahami mengenai dimensi brand image, kamu dapat membaca penjelasannya di bawah ini:
Brand image adalah persepsi suatu merek di benak pelanggan atau menurut pelanggan. Yang juga dapat diartikan, citra merek adalah kumpulan keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki pelanggan tentang merek.
Menurut Kotler (2001), citra atau image adalah seperangkat keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki seseorang tentang suatu objek. Di sisi lain, Keller (1993) menganggap brand image sebagai seperangkat persepsi tentang merek dalam ingatan pengguna.
Freddy Rangkuti (2009) juga menjelaskan bahwa brand image merupakan persepsi merek yang terkait dengan asosiasi merek yang melekat dalam ingatan pengguna.
Sebuah merek dapat dirasakan secara berbeda oleh pengguna yang berbeda. Oleh karena itu, pembentukan citra merek yang konsisten merupakan tugas yang harus dilakukan oleh semua pemilik bisnis atau orang yang menjalankan bisnis.
Beberapa alat pemasaran yang dapat digunakan untuk menciptakan brand image adalah produk dan/atau jasa itu sendiri, kemasan/label, nama merek, logo, warna yang digunakan, promosi titik pembelian, pengecer, iklan dan semua jenis promosi lainnya, harga, pemilik merek, negara asal, bahkan target pasar dan pengguna produk.
Setiap perusahaan berusaha untuk membangun citra yang baik karena hal tersebut dapat membantu dalam memenuhi motif bisnis mereka. Dengan memiliki brand image yang kuat, sebuah perusahaan dapat memiliki keunggulan sebagai berikut:
Perusahaan dengan citra yang buruk mungkin merasa sulit untuk beroperasi dan mungkin tidak dapat meluncurkan produk baru dengan merek yang sama. Oleh karena itu, brand image yang baik sangat penting untuk dibangun.
Baca Juga: Indikator Brand Image, Pengertian dan Cara Membangunnya
Untuk membangun brand image yang baik di mata pengguna dan kuat untuk dipertahankan, ada tiga dimensi yang harus kamu perhatikan, yaitu:
Corporate image adalah serangkaian pandangan yang dirasakan oleh pengguna dan calon pengguna terhadap perusahaan yang membuat dan menyediakan produk dan/atau menyediakan jasa.
Hal ini dapat terpancar melalui pelayanan yang diberikan, interaksi yang dilakukan, media sosial, serta kualitas produk. Jika konsumen merasa sebuah perusahaan sudah memberikan keempat hal tersebut secara baik, maka corporate image yang terbentuk pun akan semakin baik.
User image adalah serangkaian pandangan yang dirasakan oleh calon pengguna terhadap pengguna yang sudah menggunakan produk atau jasa yang disediakan oleh sebuah perusahaan. Mulai dari gaya hidup, status sosial, pekerjaan, jenis kelamin, usia, dan lain sebagainya.
Sebagai contoh, tas dari sebuah luxury brand biasanya digunakan oleh orang-orang kaya dan/atau terkenal serta biasanya dapat diikutsertakan ke dalam sebuah pameran fashion terkenal. Dengan begitu, user image dari luxury brand tersebut dapat dikenal sebagai produk yang mahal dan eksklusif, bukan produk yang dapat dibeli oleh seorang karyawan biasa.
Product image adalah serangkaian pandangan yang dirasakan oleh pengguna terhadap suatu produk dan/atau jasa yang disediakan oleh sebuah perusahaan. Mulai dari atributnya, manfaat bagi pengguna, kegunaannya, jaminannya, dan hal lainnya yang berhubungan dengan produk dan/atau jasa yang disediakan tersebut.
Ketika seorang konsumen puas setelah menggunakan produk yang Anda jual, maka brand image dari produk tersebut juga akan semakin baik. Selanjutnya, pelanggan yang puas tersebut akan mulai merekomendasikan produk Anda ketika mereka menemui seseorang yang membutuhkan produk serupa.
Untuk meningkatkan brand image, pertama-tama kamu harus memahami perusahaan dan merek kamu sendiri terlebih dahulu. Setelah itu, identifikasi pasar dan pesaing, karena kedua hal tersebut akan memengaruhi brand image yang sudah ada.
Jangan lupa juga terhadap audiens, yaitu pengguna dan bahkan calon pengguna dari produk dan/atau jasa yang kamu sediakan. Pahami apa yang mereka butuhkan, cari solusi dari masalah mereka, dan cari celah di mana produk dan/atau jasa yang kamu sediakan bisa masuk ke dalam “hati” mereka.
Baca Juga: Berikut Manfaat Mempelajari Perilaku Konsumen yang Akan Berdampak Untuk Bisnis Kamu
Setelah membaca penjelasan di atas, apakah kamu sudah cukup memahaminya? Jika kamu tertarik untuk mempelajari topik ini lebih lanjut, kamu dapat mengikuti kursus manajemen pemasaran di GreatNusa. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website kami di sini. Semoga pembahasan tentang dimensi brand image ini dapat membantu.