Menampilkan 367-372 dari 441 Artikel
By greatnusa • 23 Maret 2022
Selain kualitas produk dan jasa, peningkatan kerja karyawan juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Perusahaan setidaknya harus melakukan tinjauan kinerja guna menjaga dan meningkatkan produktivitas karyawannya. Dengan adanya evaluasi kinerja karyawan, perusahaan bisa melihat mana yang harus diperbaiki, ditingkatkan, dan diapresiasi.
Secara tidak langsung, evaluasi ini akan berdampak pada peningkatan minat dan produktivitas kerja, yang akhirnya juga akan berdampak positif bagi perkembangan bisnis. Bagaimanapun, karyawan adalah salah satu ujung tombak penentu kesuksesan dan karenanya harus ada serangkaian standar yang mengatur kinerjanya.
Evaluasi kinerja atau penilaian kinerja karyawan dapat diartikan sebagai sebuah proses penilaian sistematis yang dilakukan oleh pihak perusahaan terhadap kualitas kinerja karyawannya. Seperti yang dikemukakan oleh Leon C. Menggison bahwa evaluasi kinerja atau “penilaian prestasi kerja (Performance Appraisal) adalah suatu proses yang digunakan pimpinan untuk menentukan apakah seorang karyawan melakukan pekerjaannya sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya”.
Cara mengukur kinerja karyawan yang akan kamu temukan akan sangat bervariasi, tergantung dari bidang dan industri jenis usaha. Namun umumnya, evaluasi ini dilakukan oleh pihak manajemen atau pegawai berwenang yang secara hierarkis merupakan atasan langsung. Atau, bisa juga dilakukan oleh pihak lain yang sebelumnya telah ditunjuk untuk memberikan penilaian secara objektif, bisa rekan kerja atau review dari pelanggan.
Hasil penilaian tersebut nantinya akan dikaji kembali oleh pihak manajemen, untuk kemudian dijadikan dasar pengambilan kebijakan selanjutnya, seperti kenaikan gaji bagi karyawan yang memiliki kinerja yang baik atau teguran dan pelatihan bagi karyawan yang performanya butuh ditingkatkan.
Yang jelas, dengan adanya evaluasi ini, diharapkan perusahaan bisa memperbaiki sekaligus meningkatkan kualitas kinerja karyawannya. Perusahaan bisa mengambil langkah lanjutan berupa promosi jabatan, pemberian imbalan, pemilihan pelatihan kerja, atau bahkan pemutusan kontrak bagi pegawai yang hasil kinerjanya tak kunjung memuaskan.
Untuk lebih jelasnya, berikut tujuan evaluasi kinerja karyawan:
1. Membuat catatan hasil kerja karyawan, sehingga kamu bisa mengetahui progres kinerja. Harapannya, karyawan bisa termotivasi untuk bekerja lebih baik atau minimal sama dengan kinerja atau prestasi sebelumnya.
2. Merumuskan kembali sasaran dan standar kinerja masa depan. Dengan tujuan, pegawai bisa termotivasi untuk berprestasi sesuai dengan potensi.
3. Menumbuhkan sikap saling pengertian antar karyawan terkait standar atau persyaratan kinerja sesuai posisi masing-masing.
4. Memberi peluang dan kesempatan bagi karyawan untuk menyampaikan keinginan atau aspirasi terkait pekerjaan yang diembannya saat ini.
5. Hasil evaluasi bisa dijadikan acuan untuk memeriksa kembali rencana pelaksanaan pengembangan kemampuan karyawan. Karena bisa jadi rencana diklat pengembangan karyawan perlu diubah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi terbaru.
Bisa dibilang, evaluasi kinerja merupakan feedback atau umpan balik dari perusahaan terhadap kinerja karyawannya. Umumnya, perusahaan akan menjadikannya dasar dari pemberian kompensasi atau apresiasi yang layak bagi pekerja berkualitas baik. Sebaliknya, dari hasil penilaian tersebut, karyawan juga bisa menilai diri sekaligus mengambil tindakan korektif dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas kinerja.
Penyebab buruknya kinerja juga bisa segera diketahui, sehingga bisa mengambil langkah lanjutan berupa program pelatihan yang lebih efektif. Jadi, pada dasarnya, evaluasi ini erat kaitannya dengan fungsi manajemen sumber daya manusia, untuk melihat kekuatan dan kekurangan secara akurat. Secara lebih spesifik, berikut manfaat dari penerapan evaluasi kinerja, baik bagi perusahaan maupun karyawan.
Baca Juga: Manajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Perusahaan
Sebelum melakukan evaluasi, perusahaan tentu sudah harus menetapkan standar kinerja dan rentang waktu pelaksanaan. Ini harus dijelaskan secara detail agar karyawan bisa lebih memahami dan mengatur cara kerjanya. Adapun cara efektif untuk evaluasi, bisa menggunakan beberapa teknik berikut:
Demi membangun sistem kerja yang transparan, tak ada salahnya jika kamu memberi kesempatan bagi karyawan untuk menilai atau meninjau kembali kinerjanya selama ini. Kamu bisa menggunakan pertanyaan terstruktur atau prosedur formal seperti 16 Personalities dan DISC Personality, agar bisa mendapatkan hasil yang objektif dan akurat. Dengan cara ini, karyawan bisa introspeksi diri serta lebih mengetahui kelebihan dan kelemahannya.
Dalam lingkup manajemen perusahaan, yang berhak untuk melakukan evaluasi terhadap karyawan adalah HRD, manajer, atau atasan langsung dari pekerja tersebut. Pihak-pihak ini dianggap mampu untuk memberi ulasan terkait kinerja para karyawan, entah itu yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab, waktu pengerjaan, ataupun sikap secara personal.
Baca Juga: Bidang Bidang Manajemen Dalam Perusahaan Dan Fungsinya
Demi penilaian yang objektif dan rasional, penilaian ini tentu harus didukung oleh data, seperti presensi atau kehadiran, data KPI, dan lainnya. Nantinya, hasil evaluasi akan dibahas dalam rapat yang dilakukan oleh tim manajemen internal perusahaan, untuk kemudian dirumuskan langkah lanjutan.
Penilaian dari rekan kerja juga penting untuk dilakukan. Tanyakan pada sesama karyawan yang berada di satu divisi, terkait kinerja dan sikapnya secara personal. Apakah si A bisa bekerja dengan baik dalam tim, seperti apa inisiatif dan kontribusinya, serta sikap kesehariannya.
Bagi karyawan yang porsi kerjanya sering berhubungan dengan pelanggan, tak ada salahnya jika kamu juga meminta review atau penilaian dari mereka. Bagaimanapun, puas atau tidaknya customer terhadap perusahaan, akan sangat ditentukan oleh seberapa baik pelayanan yang diberikan. Karenanya, perusahaan juga perlu melakukan survei kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan.
Survei ini bisa dilakukan secara daring (online) dengan membagikan link survei digital di akun media sosial atau website perusahaan. Atau, secara luring (offline) dengan cara membagikan lembaran survei secara langsung. Jika perusahaan bergerak di bidang jasa, kamu juga bisa melihat secara langsung seperti apa interaksi dan komunikasi karyawan dalam melayani pelanggan.
Walaupun bertujuan baik, kamu harus memperhatikan kapan kamu melakukan evaluasi kinerja. Jika terlalu sering, pekerjaan karyawan dapat terhambat karena banyaknya masukan yang diterima. Jika terlalu jarang, perkembangan karyawan yang akan jadi korbannya.
Berikut adalah beberapa rekomendasi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi kinerja karyawan.
Evaluasi tahunan merupakan salah satu bentuk evaluasi yang cukup sering ditemui. Karena memiliki jangka setahun, bentuk evaluasi kinerja ini bisa cukup efektif untuk memberikan masukan yang lebih komprehensif.
Jangka waktu ini juga akan sangat ideal jika sebuah perusahaan memiliki jumlah karyawan yang cukup banyak dan kesulitan memberikan masukan secara konsisten.
Evaluasi dua tahun sekali umumnya dilaksanakan pada awal tahun serta pertengahan tahun. Dengan sistem ini, perusahaan dapat memastikan bahwa karyawannya dapat berkembang lebih baik menuju akhir tahun yang umumnya menjadi momen penting.
Selain itu, karyawan juga mendapatkan manfaat melalui sistem ini. Evaluasi yang diadakan di pertengahan tahun bisa jadi saat di mana karyawan yang memiliki performa yang baik mendapatkan kompensasi dalam jumlah yang layak.
Sesuai dengan namanya, evaluasi kuartal adalah evaluasi yang diadakan 4 kali dalam setahun. Sistem evaluasi ini sangat ideal bagi perusahaan rintisan yang umumnya memiliki pola kerja serta melakukan perubahan yang cepat.
Itulah hal-hal penting terkait evaluasi kinerja karyawan yang perlu kamu ketahui. Tak perlu ragu untuk melakukannya, karena ini akan berdampak positif terhadap kesuksesan perusahaan.
Kemudian, untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian karyawan, tak ada salahnya jika perusahaan mengakomodasi kursus online bagi mereka, baik dalam bidang bisnis dan manajemen hingga teknik. Perusahaan bisa memilih portal pembelajaran daring seperti GreatNusa yang menyediakan beragam materi berkualitas, serta didukung oleh praktisi profesional dan berpengalaman.
Implementasi proses manajemen strategis yang tepat akan menghasilkan sistem kerja yang efektif. Perusahaan lebih siap menghadapi persaingan bisnis jika menerapkan tipe manajemen ini. Akhirnya, bisnis mampu mencapai kekuatan tertinggi dan meraih keuntungan besar dari penerapan manajemen strategis.
Apakah manajemen strategis itu serta seperti apa prosesnya? Cari tahu selengkapnya lewat artikel berikut ini.
Manajemen strategis merupakan langkah dan cara perusahaan dalam mencapai tujuan atau targetnya. Pemimpin perusahaan melakukan perumusan, implementasi, dan terakhir, melakukan evaluasi terhadap berbagai keputusan yang dibuat. Keputusan tersebut dikenal sebagai strategi, yang mencakup nilai dan tanggung jawab perusahaan, kapabilitas material, hingga sistem administrasi atau kerja.
Ada tiga fokus fungsi manajemen strategis: pencapaian tujuan perusahaan, pengembangan kebijakan dan rencana mencapai sasaran, dan alokasi sumber daya untuk kegiatan bisnis perusahaan tersebut. Kesimpulannya, semua keputusan yang dihasilkan pimpinan perusahaan langsung diaplikasikan oleh setiap anggotanya agar tercapai tujuan yang diharapkan.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud Dengan Strategi Bisnis? Seperti Apa Hal Ini Bisa Membantu Bisnis Anda?
Manajemen strategis hadir dan diaplikasikan di perusahaan karena ada tujuannya, yakni:
Manajemen strategis mengharuskan seorang pimpinan menentukan arah atau tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan ini disampaikan kepada anggotanya agar diimplementasikan. Perusahaan dengan arah yang jelas memiliki landasan kuat dalam mencapai keberhasilan lewat kegiatan bisnisnya.
Pimpinan atau eksekutif perusahaan dapat mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi, mengingat perkembangan bisnis bersifat dinamis. Manajemen strategis membantu mereka dalam menyiapkan pedoman dan pengendalian perubahan. Kerangka berpikir pimpinan lebih luas dan mereka bisa memberikan kontribusi yang baik untuk masa depan.
Baca Juga: Mengenal Strategi Kepemimpinan dalam Dunia Kerja
Pimpinan perusahaan hendaknya memastikan agar setiap kegiatan bisnisnya berjalan efisien. Manajemen strategis menjadi alat bagi mereka untuk mampu melakukan pekerjaan jadi lebih baik. Fokus dan konsentrasi pekerja jadi lebih serius supaya menghasilkan pekerjaan yang efektif.
Baca Juga: Definisi dan Cara Evaluasi Kinerja Karyawan
Proses manajemen strategis terbagi menjadi tiga tahap, sesuai pengertiannya yang disebutkan sebelumnya. Prosesnya terdiri dari perumusan (formulation), implementasi (implementation) dan evaluasi (evaluation). Berikut adalah uraian proses manajemen strategis perusahaan.
Tahap awal manajemen strategi berpusat pada penetapan fondasi dan arah bisnis. Pimpinan merumuskan strategi seperti: pengembangan visi dan misi, analisis SWOT (kelebihan, kekurangan, peluang, dan ancaman), merumuskan tujuan jangka panjang, menciptakan alternatif strategi, dan memilih strategi yang akan digunakan oleh perusahaan.
Strategi yang dirumuskan tidak berputar pada fondasi, tetapi juga rencana yang dilakukan saat menjalankan bisnis. Jenis usaha yang ingin dijalankan, alokasi sumber daya, rencana merger, ekspansi, dan sebagainya pun dibahas dalam tahap perumusan.
Berikutnya, pimpinan dan anggota perusahaan melakukan penerapan strategi yang telah dirumuskan. Tahap ini membutuhkan keputusan untuk menetapkan tujuan tahunan, menciptakan kebijakan, motivasi karyawan, serta mengalokasikan sumber daya. Semua keputusan tersebut membantu implementasi strategi agar berjalan lancar.
Ada pula pengembangan strategi dalam tahap implementasi ini. Langkah yang dilakukan berputar pada mempersiapkan anggaran, pengembangan sumber daya, peningkatan strategi, dan sebagainya. Keberhasilan atau kegagalan implementasi dipengaruhi oleh kompetensi pemimpin dalam memotivasi karyawannya.
Baca Juga: Implementasi Strategi: Pengertian dan Contoh
Semua penerapan strategi akan dinilai di tahap akhir ini. Evaluasi menjadi alat bantu pimpinan mengenai keberhasilan atau kegagalan implementasi yang telah dilakukan. Ada tiga aktivitas utama dalam tahap ini, yakni: melakukan review faktor internal dan eksternal sebagai dasar strategi, mengukur prestasi atau capaian, serta mengambil tindakan untuk perbaikan pada masa datang.
Baca Juga: 4 Langkah Evaluasi Strategi Perusahaan yang Efektif
Evaluasi bertujuan untuk melihat kesesuaian antara implementasi dan formulasi strategi. Metode analisis yang digunakan bersifat komparasi, yakni perbandingan dua tahap awal manajemen strategis tadi. Hasil evaluasi dipresentasikan dalam laporan agar dipahami oleh anggota sebagai refleksi atas pekerjaannya.
Kamu ingin menerapkan manajemen strategis di perusahaan? Kuasai materi ini lebih dalam di kursus Essentials of Digital Business Strategy dari GreatNusa. Pemahaman yang lengkap tentang proses manajemen strategis akan membantu perusahaanmu mencapai tujuannya.
Bisnis wajib memahami model perilaku konsumen jika ingin mencapai keuntungan dari produknya. Perilaku konsumen melibatkan keputusan seseorang dalam mengeluarkan uang, tenaga, dan waktu untuk membeli barang tersebut. Keputusan ini menjadi salah satu penentu keberhasilan bisnis atau produk di masyarakat.
Produk akan berhasil di pasar kalau kamu mengetahui analisis perilaku konsumen yang tepat. Mari belajar tentang perilaku konsumen serta modelnya di artikel ini.
Perilaku konsumen merupakan salah satu jenis riset perusahaan dalam memahami target pasarnya. Perusahaan mempelajari kegiatan, tindakan, dan proses psikologis yang mendorong seseorang membeli produk tersebut. Pengamatan mereka dimulai sebelum orang tersebut membeli barang, kemudian membelinya, menggunakan, hingga mengevaluasi tersebut.
Banyak sekali faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Perusahaan harus memahami semua faktor tersebut, baik internal maupun eksternal, agar mampu memasarkan produk yang tepat. Mereka pun tahu kapan harus berinovasi terhadap produknya sesuai kebutuhan masyarakat kala itu.
Penjelasan perilaku konsumen bisa dipahami dengan model yang tersedia. Ada tiga model yang bisa kamu gunakan untuk menganalisis perilaku konsumen. Apa saja?
Model ini digagas oleh Ivan Pavlov untuk mengetahui proses belajar seseorang. Model Pavlovian berguna pula untuk memahami perilaku konsumen dari caranya mempelajari suatu produk, kemudian membelinya. Analisis perilaku konsumen model ini didasarkan pada kondisi psikologi manusia.
Ada tiga indikator perilaku konsumen menurut Pavlov, yaitu drive, drives, dan reinforcement. Drive merupakan indikator pertama, di mana ada rangsangan (stimuli) yang memancing sebuah aktivitas. Dalam hal ini, perilaku konsumen saat berbelanja dipengaruhi rangsangannya untuk memenuhi kebutuhan.
Kedua, drives atau kebutuhan psikologis manusia saat memilih produk, seperti lapar, haus, lelah, suka, dan lain-lain. Drives ini berperan sebagai penguat drive atau stimuli, sehingga terjadi penguatan atau reinforcement. Indikator terakhir ini yang menjadi pendorong pembelian produk.
Model ini lebih sederhana dan melihat perilaku konsumen dalam membuat keputusan pembelian. Sesuai namanya, ada tiga tahap yang dilalui konsumen saat berinteraksi dengan sebuah produk.
Pertama, konsumen melalui tahap input saat terpapar strategi marketing produk tersebut, seperti melihat iklannya. Input-nya bisa pula berupa marketing mix yang terdiri dari 4P, yakni product (produk), price (harga), place (tempat), dan promotion (promosi).
Baca Juga: 10 Jenis Strategi Penetapan Harga dalam Dunia Bisnis
Konsumen masuk ke tahap process yakni menciptakan keputusan pembelian (buying decision). Keputusan tersebut lahir dari berbagai faktor, salah satunya lingkungan sekitar. Setelah keputusan dibuat, lahirlah output berupa respons konsumen terhadap produk atau perusahaan, apakah mereka jadi membeli atau tidak.
Model terakhir melihat keputusan pembelian konsumen berdasarkan pengaruh lingkungan sekitarnya. Konsumen merupakan bagian dari masyarakat, jadi keputusan pembeliannya pun dipengaruhi oleh kondisi sosiologis di sekitarnya.
Lingkungan sekitar konsumen terbagi menjadi dua: primary society dan secondary society. Lingkungan primer terdiri dari keluarga dan orang terdekat konsumen. Mereka memberikan pertimbangan dan ulasan tentang produk yang ingin dibeli konsumen secara mendalam, sehingga memengaruhi keputusan pembeliannya.
Secondary society merupakan orang lain dalam lingkungan yang memiliki minat sama seperti konsumen. Influencer atau tokoh masyarakat yang melakukan endorse atau mengulas suatu produk termasuk dalam secondary society konsumen.
Pengetahuan mendalam tentang pemasaran sangat dibutuhkan agar analisis perilaku konsumen tidak gagal. Riset perilaku konsumen bukan pekerjaan mudah karena harus menganalisis kondisi masyarakat yang rumit. Tenang saja, kamu bisa mengikuti kursus manajemen pemasaran di GreatNusa untuk memperdalam pengetahuanmu. Setelah selesai kursus, kamu pasti bisa mengaplikasikan model perilaku konsumen di atas dalam proses analisisnya.
Tahukah kamu apa saja jenis jenis perilaku konsumen? Mempelajari dan memahami dengan benar perilaku konsumen akan sangat membantu kamu dalam menjalankan bisnis. Memahami perilaku mereka bisa menjadi informasi tambahan bagaimana konsumen ingin diperlakukan. Informasi inilah yang nantinya membuat kamu bisa memberikan kualitas produk dan layanan yang lebih baik untuk konsumen. Jika dalam menjalankan bisnis kamu belum mengerti mengenai perilaku konsumen, coba untuk berhenti sejenak dan mempelajari perilakunya di artikel ini.
Perilaku konsumen adalah tindakan yang dilakukan konsumen saat melakukan pembelian suatu barang atau jasa, yang dalam pengambilan keputusannya dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini.
Dari ketiga faktor yang bisa memengaruhi perilaku konsumen, terdapat empat jenis perilaku konsumen yang bisa diidentifikasi. Berikut adalah penjelasannya masing-masing.
Perilaku pembelian yang kompleks adalah perilaku yang dimiliki oleh konsumen saat ingin membeli barang yang mahal. Harga yang mahal membuat konsumen perlu berpikir berkali-kali sebelum akhirnya melakukan pembelian atau “investasi” terhadap suatu barang. Tidak jarang bahkan konsumen melakukan perbandingan dan penelitian suatu produk sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli produk tersebut. Pembelian saham atau investasi bisa dijadikan contoh perilaku pembelian yang kompleks.
Baca Juga: 10 Jenis Strategi Penetapan Harga dalam Dunia Bisnis
Perilaku pembelian jenis ini membutuhkan konfirmasi dari satu atau lebih pihak untuk meyakinkannya bahwa pembelian yang telah dilakukan adalah keputusan yang tepat. Konsumen dengan perilaku ini cenderung menyesali keputusan yang telah dibuat, karena tidak dapat membedakan produk dengan merek yang berbeda.
Ini terjadi karena konsumen tidak memiliki pengetahuan yang cukup baik terhadap produk yang ingin dibeli. Mereka membutuhkan seseorang yang bisa menjelaskan perbedaan dari merek yang satu dengan merek yang lain atau dari produk yang satu dengan produk yang lain.
Perilaku pembelian yang sudah menjadi kebiasaan dicirikan oleh pembelian suatu barang yang tidak lagi membutuhkan pertimbangan. Konsumen dengan perilaku ini biasanya tidak lagi melirik produk lain karena sudah terbiasa dengan satu produk tersebut.
Jika ada barang lain yang sedang diskon, mereka tidak akan tertarik membelinya dan tetap bertahan dengan produk yang sudah biasa dibeli. Ini membuktikan bahwa sebenarnya konsumen tidak memiliki loyalitas kepada merek, namun lebih kepada kebiasaan yang sudah terbentuk di dalam dirinya.
Perilaku terakhir adalah konsumen yang memiliki keinginan untuk membeli produk berbeda dari yang biasanya dibeli. Alasannya bukan karena produk tersebut tidak lagi memberikan manfaat atau kualitasnya buruk, melainkan konsumen hanya ingin mencoba variasi baru.
Konsumen yang mencari berbagai variasi produk umumnya akan lebih mudah untuk dikenalkan pada produk-produk terbaru. Jika konsumen bisnis kamu memiliki perilaku pembelian seperti ini, pemberian diskon, promo atau bundle bisa dijadikan cara jitu untuk menarik hati mereka.
Baca Juga: Berikut Manfaat Mempelajari Perilaku Konsumen yang Akan Berdampak Untuk Bisnis Kamu
Jadi jenis perilaku mana yang menggambarkan konsumen kamu? Saat kamu sudah mengenali perilaku mereka, menentukan strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan bisnis akan jadi jauh lebih mudah. Jika kamu tertarik mempelajari aspek-aspek penting lainnya dalam membangun bisnis, kursus bisnis online di GreatNusa bisa jadi pilihan tepat.
Terdapat banyak topik bisnis yang bisa kamu pelajari dari mana pun dan kapan pun. Penjelasan di atas hanyalah sekilas dari keseluruhan informasi mengenai konsumen. Jika kamu ingin mempelajari konsumen lebih dari sekedar jenis-jenis perilaku konsumen, kamu bisa langsung mengunjungi website GreatNusa.
Proses produksi merupakan kegiatan operasional utama dari suatu industri atau perusahaan manufaktur. Perusahaan akan memperhitungkan adanya biaya produksi pada saat pengolahan dimulai dari bahan mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi. Menghitung biaya produksi ini akan menjadi vital karena umumnya akan memakan biaya yang besar. Oleh karena itu, kamu harus tahu rumus biaya produksi untuk dapat menghitung biaya dengan tepat.
Perhitungan biaya produksi dapat dibilang cukup kompleks karena banyaknya jenis komponen pengeluaran pada perusahaan manufaktur. Oleh karena itu, pemahaman lebih lanjut terkait hal tersebut cukup penting.
Berikut ini adalah ulasan mengenai rumus biaya produksi serta pengertian, mengapa manajer harus mengetahui biaya produksi, dan contoh perhitungannya..
Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan selama proses manufaktur atau pengolahan dengan tujuan menghasilkan produk yang siap dipasarkan. Perhitungan biaya produksi ini akan dilakukan mulai dari awal pengolahan, hingga barang tersebut jadi atau bahkan setengah jadi.
Biaya produksi terdiri dari berbagai jenis biaya. Biaya ini masing-masing memiliki sifat dan besaran yang dapat berubah drastis tergantung pada kebijakan perusahaan.
Akumulasi biaya yang diperlukan oleh perusahaan untuk dapat mengolah bahan baku menjadi produk jadi disebut sebagai biaya produksi. Ruang lingkup biaya produksi meliputi 3 elemen, yaitu: bahan baku, tenaga kerja langsung, dan pengeluaran tambahan.
Biaya produksi akan dibebankan kepada perusahaan sampai proses pengolahan dapat menghasilkan barang yang siap dijual di pasar. Nantinya, biaya-biaya tersebut akan dihitung per unit produk, sehingga memudahkan dalam menghitung dan mengambil angka profit.
Biaya-biaya ini nantinya akan mengarah pada pembentukan harga pokok barang jadi pada akhir periode akuntansi. Pengorbanan ekonomi secara keseluruhan yang digunakan dalam mengolah bahan mentah menjadi barang jadi dan siap dipasarkan tersebut juga termasuk ke dalam biaya produksi.
Mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan selama proses manufaktur merupakan langkah penting yang harus dilakukan oleh seorang manajer perusahaan.
Dengan mengetahui biaya-biaya yang timbul dari setiap aliran produksi perusahaan, manajer dapat mengambil keputusan penting untuk mengoptimalkan proses produksi, mengatur jadwal pengiriman barang, dan berbagai kegiatan produksi umum lainnya, sehingga proses produksi diharapkan dapat berjalan lebih efisien dari periode sebelumnya.
Aktivitas manajer dalam menganalisis proses dan biaya produksi juga berguna untuk menentukan harga jual produk agar sesuai dengan margin yang diharapkan. Misalnya, pengelola rumah makan harus selalu melacak dan meneliti harga bahan baku yang berkaitan dengan produk yang dijual.
Jika sewaktu-waktu harga bahan baku naik dan memengaruhi biaya produksi, maka manajer memiliki pilihan untuk menaikkan harga jual produk atau mengurangi unsur biaya produksi lainnya.
Baca Juga: 4 Urutan Tahap Perencanaan Proses Produksi
Biaya produksi diperhitungkan selama proses manufaktur produk. Salah satu contoh yang akan dibahas kali ini adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang Food & Beverages di mana produk yang akan dihasilkan adalah kopi botol.
Dalam hal ini, perusahaan tersebut memproduksi kopi botol dengan hasil produk sejumlah 4000 buah barang jadi selama satu bulan. Berikut ini adalah rincian biaya produksinya:
Total biaya produksi yang dikeluarkan untuk memproduksi 4000 buah kopi botol adalah 18,000,000. Dari total pengeluaran tersebut, biaya produksi per unit dapat ditentukan dengan membagi total biaya dengan jumlah produk. Perhitungannya adalah: Total Biaya Produksi / Jumlah Produk = 18,000,000 / 4000 = 4500.
Selanjutnya perusahaan dapat menentukan harga jual dengan menghitung biaya produksi per unit ditambah persentase keuntungan.
Pada produk ini, persentase keuntungan yang digunakan adalah 40% dari biaya produksi. Jadi, perhitungan harga jual per unit adalah: 4500 + (40% x 4500) = 6300
Perusahaan akan dapat menentukan harga jual secara lebih tepat dengan mengetahui total biaya produksi. Selain itu, informasi biaya ini juga berguna bagi perusahaan untuk meminimalkan potensi risiko selama proses produksi.
Jika kamu ingin mempelajari topik ini secara lebih lanjut, kamu bisa mengikuti kursus mata kuliah manajemen operasional di GreatNusa. Semoga penjelasaan mengenai rumus biaya produksi ini dapat membantumu.
Dalam menjalankan sebuah bisnis, ada macam macam strategi bisnis yang dapat dijalankan. Menyusun strategi bisnis sangatlah penting agar waktu, uang, tenaga, dan sumber daya lainnya yang digunakan dapat memberikan hasil yang efektif dan sesuai dengan tujuan yang ingin diraih.
Melalui artikel ini, GreatNusa akan memberikan informasi penting kepada kamu mengenai berbagai macam strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis. Strategi bisnis yang akan kami sampaikan dapat diterapkan di hampir segala jenis bidang bisnis.
Berikut ini, ada empat macam strategi bisnis yang sering dilakukan oleh para pelaku usaha saat ini, yaitu:
Strategi bisnis yang pertama dalam menjalankan sebuah usaha adalah menetapkan harga sesuai dengan standar pasar saat ini. Penetapan harga yang terlalu tinggi akan membuat pembeli enggan untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan oleh suatu perusahaan.
Sebaliknya, harga yang terlalu rendah memang dapat menarik minat pembeli dengan cepat namun tidak jarang banyak perusahaan yang akhirnya harus menurunkan kualitas produksi demi mencapai harga tersebut. Jadi, tentukanlah harga yang sesuai dengan standar, tidak terlalu tinggi ataupun di bawah rata-rata.
Setiap bisnis pasti memiliki USP yang berbeda-beda. Tahukah kamu apa itu USP?? USP atau Unique Selling Point adalah satu hal yang sangat menonjol dari bisnis yang sedang berjalan.
USP dari sebuah bisnis ini yang menjadi pembanding antara produk dari bisnis yang satu dengan yang lainnya. USP bisa dibilang sebagai nilai jual dari bisnis tersebut dan maka dari itu, penting untuk mencari tahu apa USP dari suatu bisnis.
Ketika perusahaan sudah memahami apa USP yang mereka miliki, maka penyusunan strategi penjualan akan menjadi lebih mudah. Selain itu, perusahaan juga dapat berfokus untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dengan menonjolkan USP yang mereka miliki.
Di dalam setiap bisnis, tentu harus dilakukan kegiatan pemasaran untuk mempromosikan produk atau jasa yang akan dijual kepada masyarakat luas. Saat ini, ada berbagai macam kegiatan pemasaran yang dapat dilakukan mulai dari penyebaran brosur, pemasangan iklan di TV, digital marketing, dan banyak lagi.
Dalam melakukan kegiatan pemasaran, setiap perusahaan harus memahami terlebih dahulu target pasar yang akan dituju. Dengan demikian, kegiatan pemasaran dapat berjalan dengan efektif dan tepat sasaran.
Baca Juga: 7 Strategi Digital Marketing Yang Efektif Tingkatkan Penjualan
Strategi terakhir yang harus diterapkan oleh perusahaan adalah fokus pada pertumbuhan bisnis. Lakukanlah hal-hal yang dapat membuat bisnis terus bertumbuh dan berkembang dalam jangka waktu tertentu.
Untuk membuat suatu bisnis terus bertumbuh, perusahaan dapat melakukan berbagai cara seperti menetapkan goal bersama untuk dicapai. Dengan adanya goal yang harus dicapai, perusahaan dapat terus tumbuh dan maju ke depan.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud Dengan Strategi Bisnis? Seperti Apa Hal Ini Bisa Membantu Bisnis Anda?
Sekian informasi yang perlu kamu ketahui. Sebagai informasi tambahan, bagi kamu yang ingin atau tertarik untuk menjalankan bisnis sendiri, silakan ikuti kursus bisnis online dari GreatNusa berikut ini. Di dalam kursus tersebut, kamu akan belajar bagaimana cara mengelola bisnis dan menyusun strategi pemasaran yang efektif serta tepat sasaran.
Apakah kamu tertarik untuk mengikuti kursus tersebut? Persiapkan diri kamu sekarang juga untuk terjun ke dunia profesional dan hubungi kami sekarang juga untuk informasi lebih lanjut. Semoga informasi mengenai macam macam strategi bisnis untuk meningkatkan penjualan di atas dapat bermanfaat.