Menampilkan 103 - 108 dari 232 Artikel
UI UX designer sepintas terlihat sama dengan graphic designer. Kenali perbedaan keduanya lebih lanjut dan prospek karier UI UX designer di masa mendatang.
UI UX designer adalah profesi yang makin banyak dicari. Tingginya demand terhadap profesi ini tak lain disebabkan oleh makin meningkatnya pula produk digital yang dikembangkan, baik web based maupun mobile based.
Namun, apa itu profesi UI UX designer sebenarnya? Adakah perbedaan antara dua peran ini dengan graphic designer? Seberapa besar peluang berkarier sebagai UI UX designer? Simak ulasan berikut untuk menemukan jawabannya.
Perlu diketahui, UI dan UX sebenarnya merupakan dua istilah yang berbeda. Lantas, apa perbedaan UI dengan UX?
UI alias user interface adalah desain antarmuka antara sebuah sistem website, aplikasi, maupun software dengan user. Secara umum, sebuah user interface mencakup tentang visual atau tampilan dari produk digital seperti terkait warna, font, dan lain sebagainya.
Sementara itu, UX alias user experience adalah ranah yang lebih luas. UX bertugas membuat produk yang mampu memberi kemudahan dan kenyamanan bagi user sehingga mereka memiliki pengalaman yang memuaskan saat menggunakan produk digital tersebut.
Contoh perbedaan UI dan UX secara sederhana adalah seperti berikut.
UI : Warna apa yang bagus untuk tombol ini?
UX : Masalah apa yang dapat diselesaikan dengan adanya tombol ini?
Kendati berbeda, keduanya saling melengkapi. Kolaborasi antara user interface dan user experience akan menghasilkan kepuasan user. User yang puas pun akan senang dan menggunakan produk digital tersebut lebih lama.
Selain menjadi pengguna yang loyal, bukan tak mungkin mereka akan merekomendasikan kepada orang lain untuk ikut menggunakan produk itu. Pada akhirnya, hal ini akan berdampak pada bisnis.
Oleh karena setiap hari selalu bermunculan produk digital baru (belum lagi adanya perubahan atau maintenance dari produk digital yang sudah ada), maka keberadaan UI UX designer pun menjadi sangat penting. Mereka bertugas untuk menghasilkan desain produk yang apik dan mampu lebih memikat dibandingkan kompetitor yang terus bermunculan.
Baca Juga: Desain Produk Interaktif untuk Keunggulan Daya Saing Bisnis
UI UX designer adalah peran yang sama sekali berbeda dengan graphic designer. Secara umum, graphic designer lebih berorientasi pada marketing, sedangkan UI UX designer lebih berorientasi pada produk.
Perbedaan ranah (dan divisi kerja) keduanya pun memiliki sasaran yang berbeda. Graphic designer memiliki objective untuk meningkatkan brand awareness, melakukan promosi produk atau brand, dan sebagainya. Sementara itu, UI UX designer mempunyai objective untuk menghasilkan desain yang meningkatkan kemudahan dan kenyamanan user dalam menggunakan produk brand tersebut.
Untuk menghasilkan produk yang memuaskan user, UI UX designer harus melalui berbagai tahap yang panjang dan bahkan menjadi siklus berkesinambungan. UI UX designer harus melakukan identifikasi terhadap user needs, pain points, goals, dan behavior. Setelah itu, barulah mereka membuat solusi melalui desain produk yang dihasilkan.
Sementara itu, tugas dan ruang lingkup seorang graphic designer tidaklah berkaitan dengan produk. Produk kreatif atau marketing yang dihasilkan pun sangat beragam—tidak terbatas hanya dalam bentuk digital. Selengkapnya, berikut adalah beberapa ranah kerja graphic designer.
Baca Juga: Usability Heuristics for UI Design
UI UX designer biasanya berkolaborasi dengan UX researcher untuk memulai pekerjaannya. Mereka menggunakan metode design thinking, yakni sebuah framework desain dengan pendekatan berbasis user. Adapun lima langkah dalam design thinking adalah sebagai berikut.
Sementara itu, alur kerja graphic designer relatif tidak seteknis UI UX designer. Berikut adalah gambaran umum workflow dari graphic designer.
Baca Juga: Young Entrepreneurs Talk: How to Prioritize Product Features
Industri kreatif dan teknologi di Indonesia maupun dunia terus berkembang. Oleh sebab itu, prospek karier sebagai UI UX designer sangatlah besar. Tak cuma di situ, kamu yang ingin berkarier di perusahaan global pun sangat mungkin untuk bersaing di bidang ini.
Rerata gaji UI UX designer adalah sekitar hingga Rp8 juta untuk yang belum terlalu banyak pengalaman (disesuaikan dengan kondisi perusahaan masing-masing). Namun, peluang untuk menempati posisi yang lebih senior (dan berpengaruh terhadap gaji) relatif cukup besar, terutama di perusahaan berbasis teknologi. Tentunya, kamu harus mampu membuktikan kinerja yang baik melalui portofolio yang dihasilkan.
Jurusan kuliah yang paling relevan untuk menjadi UI UX designer adalah desain komunikasi visual. Walau demikian, tak perlu khawatir jika kamu tidak menempuh pendidikan formal di bidang tersebut. Nyatanya, ada sangat banyak UI UX designer yang memiliki latar pendidikan jauh berbeda.
Tentu saja, kuncinya adalah dengan menyiapkan diri. Kamu dapat mengikuti bootcamp atau mengambil berbagai kursus untuk menunjang skill di bidang UI UX design. Di GreatNusa misalnya, ada beberapa kursus untuk membantumu menyiapkan diri dengan berbagai skill menjadi UI UX designer.
Selain itu, masih ada pula berbagai kursus online gratis untuk menunjang soft skill yang kamu perlukan sebagai UI UX designer maupun memasuki dunia profesional secara umum, seperti cara berkomunikasi, manajemen diri, dan lain-lain. Semua topik yang tersedia pun dilakukan secara online sehingga kamu dapat lebih bebas dan nyaman untuk mengikutinya.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, siapkan dirimu menjadi UI UX designer andal bersama GreatNusa sekarang juga!
UX researcher adalah profesi yang banyak dicari saat ini. Simak skill, tanggung jawab dan cara menjadi UX researcher selengkapnya melalu artikel berikut ini!
Untuk mengembangkan produk yang sesuai dan bisa memuaskan kebutuhan pelanggan (dan membuat mereka merasa senang selama prosesnya), hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengetahui siapa target pasarmu. Selanjutnya, cari tahu apa yang menjadi kebutuhan mereka. UX researcher adalah orang yang bertugas untuk melakukan semua itu.
Seorang UX researcher secara sistematis mempelajari pengguna yang menjadi target untuk mengumpulkan informasi dan menganalisis data yang akan membantu menginformasikan proses desain produk. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dekat tentang apa yang dilakukan oleh UX researcher, bagaimana mereka melakukan pekerjaannya dan langkah apa yang bisa kamu ambil untuk berkarier di bidang UX research.
Salah satu langkah awal dalam mendesain produk baru atau untuk meningkatkan user experience (pengalaman pengguna) adalah dengan memikirkan: siapa pengguna yang kamu targetkan. Siapa mereka? Dari mana asal mereka? Layanan atau produk seperti apa yang mereka inginkan? Mengapa mereka menginginkannya? Bagaimana produk yang kamu hasilkan bisa memuaskan keinginan mereka?
Sebagai seorang UX researcher, tugasmu adalah menjawab semua pertanyaan-pertanyaan di atas. Alih-alih membuat tebakan berdasarkan pengalaman subjektifmu sendiri, kamu akan merancang strategi penelitian dengan menggunakan data. Dari data-data itulah kamu bisa merancang pengalaman pengguna sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
Baca Juga: Unified Modelling Language (UML) using Visual Paradigm
Seorang UX researcher biasanya bekerja dengan menggunakan 2 jenis penelitian yakni penelitian kualitatif dan kuantitatif.
Selain itu, UX researcher juga melakukan penelitian behavior dan attitude.
Baca Juga: Japanese Business Culture Series: Konsep dan Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia
Jika kamu berkarier sebagai seorang UX researcher, tugas yang kamu lakukan setiap harinya mungkin akan bervariasi, tergantung proyek yang diselesaikan atau perusahaan tempat kamu bekerja. Beberapa tugas yang mungkin akan diberikan kepadamu adalah:
Untuk menjadi seorang UX researcher yang sukses, kamu harus memiliki serangkaian keterampilan yang akan membantumu secara efektif mendapatkan wawasan tentang pengguna saat ini dan calon pengguna. Kalau kamu sedang mempertimbangkan karier di bidang UX research, beberapa keterampilan yang sebaiknya mulai kamu fokuskan saat ini adalah:
Baca Juga: Desain Produk Interaktif untuk Keunggulan Daya Saing Bisnis
Seperti banyak bidang desain UI/UX, peran UX researcher sebenarnya masih tergolong baru. Kamu mungkin akan sulit menemukan pendidikan khusus yang akan mengarah ke karier UX research. Kebanyakan UX researcher yang ada saat ini belajar secara otodidak dan mereka bertransisi dari karier yang lain. Jika kamu tertarik dengan profesi ini, ada beberapa tips yang bisa dipertimbangkan antara lain:
Sebagian besar posisi UX researcher membutuhkan kandidat dengan setidaknya gelar sarjana. Meskipun tidak harus terkait bidang UX, memiliki gelar di bidang yang berhubungan dengan teknologi atau ilmu perilaku dan sosial akan membantumu dalam karier. Beberapa jurusan itu antara lain:
Lalu bagaimana jika latar belakang pendidikanmu bukan salah satu dari opsi di atas? Kamu tetap bisa belajar UX research dengan cara lain.
Selain gelar, kamu bisa menemukan banyak cara untuk belajar tentang alat dan teknik riset pengguna. Beberapa cara yang bisa kamu lakukan adalah:
Ketika melihat postingan lowongan pekerjaan sebagai UX researcher, kamu mungkin akan melihat pengalaman sebagai salah satu syaratnya. Kamu tidak perlu langsung bekerja untuk bisa dapat pengalaman. Menjadi relawan UX researcher untuk bisnis kecil atau perusahaan non-profit bisa membantumu mengembangkan kemampuan. Ini juga bisa jadi pengalaman yang berguna saat kamu akan melamar pekerjaan.
Portofolio adalah salah satu bukti yang bisa menunjukkan keahlian dan pengalaman yang kamu miliki di bidang UX. Selain lewat pengalaman kerja, mengerjakan proyek hingga mengikuti kursus yang berkaitan dengan UX research juga bisa kamu masukkan ke dalam portofolio.
Belum pernah ikut kursus UX sama sekali? Kamu bisa memilih kursus online terkait di GreatNusa. Daftarkan dirimu sekarang juga dan raihlah profesi impianmu!
Yang harus dikuasai UI UX designer adalah merancang sebuah produk digital. Hal tersebut memerlukan alur yang panjang dan tak mudah. Baca selengkapnya di sini.
Menciptakan sebuah desain produk memerlukan berbagai keterampilan yang saling mengisi satu sama lain. Maka dari itu, ada banyak hal yang harus dikuasai UI UX designer untuk menghasilkan desain produk yang sesuai ekspektasi user.
UI UX designer adalah mereka yang bertanggung jawab melakukan desain user interface (UI) dan user experience (UX) sebuah produk digital. User interface adalah antarmuka yang memungkinkan user berinteraksi dengan sebuah produk dan berfokus pada tampilan visual sebuah produk (berkaitan dengan tema, warna, grafis, dan sebagainya). Sementara itu, user experience adalah desain membuat produk yang nyaman dan memudahkan user saat menggunakan produk tersebut (seperti tentang keberadaan dan fungsi tombol, pilihan kata untuk tombol tertentu, dan sebagainya).
UI UX designer umumnya bergabung bersama tim produk (tepatnya desain produk). Hal ini berbeda dengan graphic designer yang bergabung bersama tim marketing atau creative. Adapun peran graphic designer sendiri berbeda dengan UI UX designer, yakni membuat desain grafis dengan tujuan iklan alias menarik perhatian user, bukan kenyamanan atau kepuasan user.
Baca Juga: Design dan Prototype untuk Digital Supply Chain Management
UI UX designer bekerja saling mengisi sehingga menghasilkan desain produk yang utuh. Keduanya harus mampu mengombinasikan antara keindahan visual dengan fungsionalitas dari produk yang ditawarkan Oleh karena itu, alur kerja dalam sebuah pembuatan desain produk pun saling terkait dan berkesinambungan antara UI designer dan UX designer.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, produk yang dihasilkan harus mampu memenuhi ekspektasi user. Jika tidak, maka user tidak akan merasa nyaman saat menggunakan produk tersebut dan angka kepuasan user akan menurun. Apabila hal tersebut terjadi, maka user akan perlahan-lahan meninggalkan produk dan tak enggan untuk beralih ke kompetitor.
Oleh sebab itu, tim akan melakukan UX research yang dilakukan oleh seorang UX researcher. Riset dapat dilakukan dalam berbagai metode seperti penyebaran survei, wawancara user, dan lain sebagainya.
Substansi yang diriset pun bermacam-macam, seperti misal apakah solusi yang akan ditawarkan sesuai dengan kebutuhan user, fitur apa yang sebaiknya perlu ditambahkan atau bahkan dinilai tidak penting, bagaimana kesan terhadap ilustrasi atau gaya tulisan yang digunakan, apakah letak tombol-tombol sudah sesuai dan mudah untuk membantu navigasi user, dan masih banyak lainnya.
UX researcher akan mengolah data dari riset tersebut. Informasi hasil riset lantas didiskusikan sebelum akhirnya disepakati dan dijadikan pedoman oleh UI UX designer.
Information architecture (IA) adalah informasi yang disajikan dalam bentuk bagan, kolom, atau desain terstruktur lainnya yang saling berkaitan. Penyusunan IA ini tak lain bertujuan untuk memudahkan tim dalam memahami konsep produk.
Sebuah information architecture yang baik juga harus memenuhi beberapa komponen tertentu agar mencapai tujuannya dengan optimal. Adapun beberapa komponen yang dimaksud adalah sistem navigasi, organisasi informasi, pelabelan informasi, dan sistem pencarian.
Wireframe adalah kerangka gambar sebagai rancangan produk digital pada level struktural. Proses ini memberikan sketsa visual yang menunjukkan alur informasi user dalam mengoperasikan sebuah produk.
Di tahap inilah peran UX sangat besar. UX designer akan merancang halaman yang baik hingga fungsionalitas yang paling tepat sesuai yang diinginkan oleh user. Adapun dalam pembuatan wireframe, UX designer dapat menggunakan gambar tangan maupun software pendukung seperti Figma dan Adobe XD.
Langkah berikutnya adalah mengatur alur bagaimana sebuah produk digunakan oleh user. UX flow ini tentu dirancang dengan pendekatan user experience sehingga user merasa nyaman dalam menggunakan produk.
Pembuatan alur ini juga dapat berangkat dari hasil UX research yang telah dilakukan sebelumnya.
Baca Juga: Belajar Bagaimana Mengolah Data Secara Terstruktur
Jika alur UX sudah ditetapkan, saatnya membuat prototype. Prototype merupakan bentuk, model asli, atau contoh yang menjadi dasar untuk proses selanjutnya (dapat diturunkan atau dikembangkan kemudian). Beberapa aplikasi untuk membuat prototype adalah Adobe XD, MockPlus, Invision, dan lain-lain.
Prototype bertujuan mempermudah proses penjelasan rencana produk melalui demonstrasi produk secara fungsional. Selain itu, prototype juga bertujuan memberi spesifikasi sistem kerja yang lebih nyata.
Pembuatan design system bermaksud untuk menyimpan berbagai komponen desain seperti ikon, font, color palette, dan lain-lain ke dalam suatu library. Pada tahap inilah, UI designer mulai berperan.
Namun, UI designer tidak sendirian saat melakukan perancangan design system. UI designer berkolaborasi dengan developer. Selagi UI designer menyiapkan elemen desain, developer menyiapkan komponen library yang akan digunakan.
Nah, kini saatnya UI designer memaksimalkan keterampilannya dalam menyajikan visual yang menarik. DI tahap ini, UI designer mulai merancang tampilan visual yang menarik dengan perpaduan warna, tipografi, hingga ilustrasi yang menarik dan representatif.
Ada banyak tools yang tersedia untuk membantu UI designer menyiapkan desain user interface. Beberapa yang umum digunakan antara lain Adobe Illustrator, Sketch App, dan Adobe Photoshop.
Desain user interface yang telah lolos uji kemudian mulai dikembangkan oleh tim developer. Untuk memastikan implementasi desain sesuai dengan apa yang dirancang, developer dan UI designer harus tetap berkomunikasi.
Apabila seluruh bagian produk sudah dikembangkan, maka tim harus melakukan uji coba dulu sebelum meluncurkannya ke pasar yang lebih luas. Desain tersebut akan dinilai dan diperbaiki jika diperlukan sebelum akhirnya benar-benar siap untuk dirilis ke user.
Baca Juga: Pengertian Supervised Learning dalam Machine Learning
Kompleks dan vitalnya desain UI UX membuat design terkait harus memiliki beberapa keterampilan khusus. Secara umum, berikut adalah tiga hal penting yang harus dikuasai UI UX designer untuk menjalankan perannya secara maksimal.
UI UX berkomunikasi dengan user melalui media sosial sehingga wajar jika UI UX designer haruslah memiliki kemampuan komunikasi visual yang baik dan kuat. Mereka harus mempunyai pemahaman baik terhadap teori desain, gambar, tata letak, warna, ikon, dan sebagainya.
Tak cuma mengandalkan UX researcher, UI UX designer juga perlu membekali diri dengan kemampuan riset yang baik. Beberapa skill terkait yang dimaksud adalah merencanakan, mengeksekusi, menganalisis, dan menarik sebuah kesimpulan.
Wireframe adalah alat komunikasi utama designer untuk menjelaskan kepada stakeholder terkait lainnya terkait ide yang akan diwujudkan. Tanpa adanya wireframe, sulit bagi designer untuk dapat meyakinkan stakeholder untuk mewujudkan gagasan yang dimiliki. Sementara itu, prototype akan membantu designer untuk memperlihatkan secara jelas produk yang akan dilempar ke user.
Hal-hal yang harus dikuasai UI UX designer tidak hanya sebatas hard skill, tetapi juga soft skill seperti kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi, analytical thinking, dan masih banyak lainnya. Kemampuan ini pun harus senantiasa dilatih.
Jika kamu tertarik menjadi UI UX designer, GreatNusa adalah pilihan tepat untuk membantumu menyiapkan diri. Kamu bisa mengakses kurus online terkait UI UX design yang tersedia secara online. Tentunya, topik yang tersedia pun beragam dan up to date dengan kebutuhan industri terkini, baik hard skill maupun soft skill untuk mendukung kariermu.
Teknik belajar yang efektif, seperti teknik podomoro, feynman, sistem leitner, mind mapping, hingga belajar sebelum tidur. Cari tahu selengkapnya di sini!
Belajar tidak hanya menjadi tugas dari mahasiswa dan pelajar. Namun, belajar merupakan salah satu bentuk proses upgrade kemampuan yang perlu dilakukan oleh siapa saja. Dalam prosesnya, penerapan teknik belajar efektif dapat membantu penguasaan kemampuan baru. Dengan begitu, kamu pun bisa mendapatkan kesuksesan di dunia kerja.
Lalu, teknik belajar seperti apa yang dapat membantu kamu mempelajari pengetahuan atau keahlian baru dengan efektif? Ada 5 pilihan metode yang dapat kamu praktikkan, yaitu:
Kalau kamu adalah tipe orang yang sering mengalami kesulitan dalam memfokuskan pikiran saat belajar, metode podomoro adalah pilihan teknik belajar yang tepat. Teknik ini bisa kamu terapkan dengan mengatur waktu belajar dalam interval tertentu. Selanjutnya, kamu dapat menyisihkan waktu istirahat di sela-sela aktivitas belajar.
Ada 4 langkah yang perlu kamu lakukan dalam menerapkan teknik belajar podomoro, yaitu:
Kamu dapat secara bebas mengatur interval waktu belajar tersebut. Kreator metode podomoro, Fransisco Cirillo, menetapkan interval selama 25 menit. Kamu dapat melakukan trial and error untuk bisa menemukan interval waktu belajar yang sesuai.
Kesempatan tersebut bisa kamu manfaatkan untuk berbagai aktivitas, seperti membuka smartphone, minum, makan camilan, berjalan-jalan di depan rumah, dan sebagainya.
Kamu dapat pula memilih untuk mempraktikkan teknik belajar efektif dari pemenang Nobel Fisika tahun 1965, Richard Philip Feynman. Penerapan teknik Feynman dapat membantu kamu dalam memahami berbagai materi pembelajaran, baik yang sederhana maupun rumit.
Teknik ini bisa kamu terapkan dengan menyusun catatan. Bukan sekadar catatan biasa. Namun, kamu perlu menuliskan catatan tersebut dengan cara penyampaian sederhana dan mudah dipahami. Sebagai tambahan, anggaplah bahwa catatan itu kamu buat dengan tujuan untuk dibaca orang lain.
Ada 4 langkah yang dapat kamu lakukan untuk menerapkan teknik belajar efektif ala Feynman, yaitu:
Setelah itu, kamu dapat mempelajari materi dari topik yang sudah dipilih. Lakukan pencatatan. Jangan catat materi secara keseluruhan. Sebagai gantinya, tuliskan poin-point pentingnya saja.
Baca Juga: 7 Cara Mengembangkan Potensi Diri Agar Karier Cemerlang
Ada pula teknik belajar efektif yang diciptakan oleh ilmuwan asal Jerman bernama Sebastian Leitner, dikenal sebagai Sistem Leitner. Metode belajar ini dapat kamu terapkan untuk memahami materi dengan tingkat kesulitan tinggi. Penerapannya dapat kamu lakukan dengan memanfaatkan flash card atau kartu sebagai berikut:
Solusi metode belajar yang efektif selanjutnya adalah dengan teknik mind mapping. Teknik ini dapat kamu lakukan dengan memetakan pikiran secara visual. Praktik penerapan mind mapping dalam proses belajar tidak sulit. Kamu bisa melakukannya dengan tahapan sebagai berikut:
Untuk tema ini, kamu dapat membagi subtopik menjadi generatif dan vegetatif. Selanjutnya, bagi kembali subtopik vegetatif menjadi hewan, tumbuhan, dan seterusnya.
Baca Juga: 8 Cara Public Speaking Untuk Pemula
Terakhir, kamu dapat menerapkan teknik belajar apa saja yang sesuai. Namun, pastikan kalau kamu mempraktikkan metode belajar tersebut sebelum waktu tidur. Fakta menarik, tidur dapat membantu kamu memproses materi yang sebelumnya telah dipelajari.
Hal tersebut bisa kamu rasakan karena tidur membantu proses penstabilan memori dan sekaligus menggabungkannya ke dalam jaringan memori jangka panjang. Dengan begitu, tidak mengherankan kalau kamu bisa mengingat materi dengan lebih mudah ketika mempelajarinya sebelum tidur.
Nah, itulah tips dan teknik belajar efektif yang menarik untuk kamu coba. Kalau ingin tahu lebih banyak tentang metode belajar yang efektif, kamu bisa mempelajarinya di GreatNusa. Banyak metode serta materi belajar asyik dan menyenangkan bisa kamu dapatkan di GreatNusa, lho!
Perbedaan AI dan machine learning dibedakan dari segi tujuan, fokus, jenis, hingga luas lingkup dan cara kerjanya. Simak pembahasan selengkapnya di sini!
Teknologi hadir untuk memudahkan berbagai aktivitas kamu sehari-hari. Namun, seiring dengan perkembangannya yang begitu pesat, muncul banyak istilah yang terdengar asing di telinga, tetapi terasa mirip. Jika kamu memiliki latar belakang di bidang teknologi, pastinya memahami istilah seperti Artificial Intelligence atau AI dan machine learning tidak menjadi hal yang sulit dilakukan.
Sebenarnya, baik AI maupun machine learning adalah dua istilah yang begitu populer di bidang teknologi. Keduanya kerap dipakai dalam segala perkembangan teknologi secara silih berganti. Akan tetapi, ternyata perbedaan AI dan machine learning cukup kentara, yaitu terkait dengan algoritma yang digunakan.
Secara sederhana, artificial intelligence adalah bentuk gabungan kata dari artificial dan intelligence yang diartikan sebagai kemampuan berpikir yang diciptakan atau dibuat. Sementara itu, secara umum, artificial intelligence berarti satu bidang dalam ilmu komputer yang berkaitan dengan penciptaan mesin dengan kecerdasan yang serupa dengan manusia.
Istilah artificial intelligence sendiri pertama kali ditemukan sekitar tahun 1956 oleh beberapa peneliti, termasuk Herbert A. Simon dan Allen Newell. Sejak itu, industri kecerdasan buatan terus berkembang meski tetap mengalami pasang surut. Contoh mudah pengaplikasian teknologi kecerdasan buatan yang bisa kamu cermati adalah Siri, Google Home, dan Alexa yang sekarang lebih akrab dengan sebutan asisten robot cerdas manusia.
Teknologi kecerdasan buatan terbagi menjadi dua jenis, yaitu artificial general intelligence dan narrow artificial intelligence. Artificial general intelligence atau dikenal pula dengan sebutan strong artificial intelligence adalah jenis kecerdasan buatan yang kerap kamu saksikan dalam film, seperti robot dalam film Westworld atau beberapa teknologi canggih yang terdapat dalam film Star Trek: The Next Generation.
Jadi, artificial general intelligence merupakan sebuah mesin yang dirancang untuk memiliki kecerdasan umum yang serupa dengan manusia. Alhasil, tak jauh berbeda dengan manusia, tipe kecerdasan buatan ini juga mampu menyelesaikan berbagai masalah.
Sementara itu, narrow artificial intelligence atau dikenal pula dengan sebutan weak artificial intelligence secara sederhana diartikan sebagai simulasi dari kecerdasan yang dimiliki manusia. Jenis artificial intelligence ini dibuat dengan tujuan utama untuk melakukan satu pekerjaan dengan maksimal. Meski dikategorikan sebagai kecerdasan buatan, jenis ini masih berada di bawah kecerdasan umum pada manusia.
Akan tetapi, narrow artificial intelligence bisa dikatakan sebagai jenis kecerdasan buatan yang paling populer dan sukses beberapa waktu terakhir ini. Beberapa contoh penerapan dari narrow artificial intelligence termasuk Siei, IBM’s Watson, Alexa, Google Search, Self-Driving Cars, dan Image Recognition Software.
Sementara itu, machine learning merupakan salah satu cabang dari teknologi kecerdasan buatan. Cabang ini mempelajari tentang algoritma dari komputer yang bisa meningkatkan performa kerja suatu program komputer melalui data yang sudah dimiliki secara otomatis. Mudahnya, machine learning bekerja dengan mengumpulkan, melakukan pemeriksaan, dan perbandingan data mulai dari ukuran kecil sampai besar supaya bisa mendapatkan pola dan mengetahui perbedaannya.
Sementara itu, ada tiga jenis machine learning yang umum digunakan, yaitu supervised, unsupervised, dan reinforcement learning. Teknologi machine learning jenis supervised dipakai untuk merepresentasikan kaitan dan keterkaitan antara prediksi target masukan dan keluaran. Jadi, kamu bisa menduga nilai keluaran yang dihasilkan oleh data baru dengan melihat kaitan dan hubungan yang sudah ada sebelumnya.
Lalu, unsupervised learning merupakan algoritma dari machine learning dengan fungsi utama yaitu mendeteksi adanya model atau pola yang deskriptif. Jenis algoritma ini tidak punya label keluaran atau kategori pada data alias tidak punya data uji dan latih. Terakhir, reinforcement learning merupakan jenis algoritma yang digunakan untuk pengambilan tindakan guna memaksimalkan keluaran dengan risiko sekecil mungkin. Caranya yaitu dengan melakukan pengamatan dan mengumpulkan korelasi dengan lingkungan.
Selain artificial intelligence dan machine learning, ada pula istilah deep learning, suatu algoritma yang dipakai machine learning pada teknologi kecerdasan buatan. Jadi, deep learning menggunakan banyak variabel yang kompleks dalam melakukan analisis, sehingga mesin dapat mengerti kebiasaan atau pola yang muncul dari salah satu kejadian.
Salah satu penerapan dari deep learning yang mungkin sering kamu jumpai yaitu algoritma dalam permainan catur. Sebagai penikmat olahraga pikiran ini, mungkin kamu pernah mendapati bahwa teknologi kecerdasan buatan dalam permainan catur cukup sulit dikalahkan, terlebih jika kamu bermain dalam mode sulit.
Ternyata, itu disebabkan karena sistem algoritma yang dipakai oleh permainan tersebut bisa melakukan analisis terhadap jutaan langkah yang diperoleh dari permainan sebelumnya. Sistem komputer merekam semua langkah yang pernah dilakukan, lalu mencari solusi terbaik untuk menghadapinya. Sangat menarik, ya!
Setelah mengetahui pengertian dari teknologi kecerdasan buatan dan machine learning, kamu juga perlu mengetahui apa saja yang menjadi perbedaan AI dan machine learning. Berikut beberapa di antaranya:
Teknologi kecerdasan buatan punya tujuan utama untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya keberhasilan. Selain itu, AI juga digunakan untuk menjadi stimulan kecerdasan alamiah dalam menyelesaikan permasalahan yang kompleks.
Sementara itu, machine learning lebih mengarah pada kecermatan dibandingkan dengan peluang keberhasilan sebuah sistem. Tak hanya itu, machine learning juga digunakan untuk memahami data pada sebuah tugas, sehingga bisa membuat performa mesin lebih maksimal.
Perbedaan AI dan machine learning berikutnya bisa terlihat dari fokus keduanya. Teknologi kecerdasan buatan biasanya dipakai untuk mengambil sebuah keputusan, sementara machine learning dipakai untuk mendukung sebuah sistem sehingga bisa belajar dari semua langkah yang pernah dilakukan.
Jadi, teknologi kecerdasan buatan diciptakan untuk membuat sistem mampu meniru kecerdasan manusia dalam melakukan atau merespon sesuatu. Berbeda dengan machine learning yang dirancang untuk membantu sebuah algoritma untuk bisa bekerja sendiri alias otomatis.
Berdasarkan kemampuannya, teknologi artificial intelligence terbagi menjadi dua jenis, yaitu artificial general intelligence dan narrow artificial intelligence. Sedangkan machine learning sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yaitu supervised, unsupervised, dan reinforcement learning.
Teknologi kecerdasan buatan memiliki cakupan yang sangat luas. Teknologi ini bekerja untuk menciptakan sistem cerdas yang dapat melakukan berbagai tugas kompleks. Beberapa aplikasi utama yang mengusung teknologi ini adalah Siri, dukungan pelanggan menggunakan catboat, Alexa, atau Google Home.
Sementara itu, luas lingkup machine learning bisa dibilang lebih terbatas karena lebih mengarah pada pola dan akurasi. Beberapa aplikasi yang menggunakan konsep machine learning adalah Google Search Algorithms, Online Recommender System, dan Facebook Auto Friend Tagging Suggestions.
Hadirnya teknologi AI sudah pasti akan membuat bisnis menjadi lebih mudah karena semuanya dilakukan oleh mesin. Bahkan, mesin dapat menyimpan berbagai data hingga bertahun-tahun dan kamu bisa mengaksesnya kembali kapan saja. Tak ketinggalan, mesin pun tidak mengenal adanya churn. Jadi, tidak akan ada perubahan pada proses analisis data meski kamu mengganti dukungan teknologi selama memiliki tujuan yang sama.
Nah, kalau kamu tertarik untuk belajar perbedaan AI dan machine learning lebih mendalam, kamu bisa mengikuti kursus Pengenalan Machine Learning untuk Pemula di GreatNusa. Memiliki cara belajar yang adaptif dan fleksibel, kamu bisa belajar di mana saja setiap saat dengan menggunakan fitur auto-tracking.
Tak hanya itu, kamu pun berkesempatan untuk bekerja sama dengan berbagai komunitas belajar maupun mitra yang telah berkolaborasi dengan GreatNusa. Yuk, daftarkan dirimu sekarang juga!
Cara belajar bahasa inggris untuk pemula, mulai dari menentukan tujuan hingga berlatih komunikasi setiap hari. Cari tahu cara selengkapnya pada artikel ini!
Bahasa Inggris bisa dikatakan sebagai bahasa internasional yang bisa dipakai di sebagian besar negara di seluruh dunia. Artinya, mempelajari bahasa Inggris menjadi salah satu cara yang paling baik untuk bisa mengenal keragaman dunia dengan lebih cepat dan efektif. Selain itu, bahasa Inggris juga membuat kamu lebih mudah dalam memahami dan mengetahui berbagai hal.
Sayangnya, saat mulai mempelajari bahasa Inggris, tak sedikit orang lantas menyerah di tengah jalan. Memang benar, belajar bahasa asing tidak pernah menjadi hal yang mudah, terlebih kamu harus menghafal banyak kata baru yang masih asing di telinga.
Menariknya, kamu sebenarnya tidak perlu harus tahu semua kosa kata bahasa Inggris yang tertera di kamus. Pasalnya, berkaitan dengan bahasa Inggris, hanya digunakan sekitar 300 kosa kata yang mencakup penulisan dan bacaan harian. Jadi, sebenarnya bahasa Inggris tidak sulit untuk dipelajari, kok.
Sebagai salah satu bahasa internasional, belajar bahasa Inggris tentu menjadi suatu hal yang perlu kamu lakukan. Terlebih, bahasa Inggris saat ini banyak dijadikan nilai acuan dan tambahan di beberapa perusahaan bonafide dalam mencari karyawan baru. Jadi, skill dan ilmu pengetahuan saja tidak cukup.
Pastinya, selain menguasai kosa kata, kamu juga perlu belajar tata bahasa dalam bahasa Inggris. Terdengar rumit dan sulit, ya? Sebenarnya, tidak demikian, kok. Ada banyak cara belajar bahasa Inggris untuk pemula yang efektif dan bisa kamu lakukan sendiri di rumah. Berikut beberapa di antaranya:
Hal paling awal yang harus kamu lakukan sebelum memulai mempelajari bahasa Inggris adalah menentukan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan yang pasti dan jelas membuat kamu lebih semangat dan termotivasi dalam belajar. Tak hanya itu, kamu juga menjadi lebih konsisten dan fokus saat belajar.
Contohnya, kamu berniat belajar bahasa Inggris karena ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri dengan beasiswa. Bisa juga kamu ingin bisa lolos seleksi masuk universitas ternama favorit, atau perusahaan yang memang menjadi impian untuk kamu melanjutkan karir. Jadi, pastikan kamu sudah punya tujuan yang jelas, ya!
Setelah berhasil menentukan tujuan yang ingin dicapai, kamu bisa memulai proses belajar. Cara belajar bahasa Inggris untuk pemula yang paling mudah adalah melalui buku. Awali dengan membaca buku berbahasa Inggris yang dibuat untuk anak-anak.
Bukan tanpa alasan, buku anak biasanya didominasi oleh gambar yang menarik dan memakai kata serta tata bahasa mendasar yang memang sering dipakai dalam percakapan dan aktivitas sehari-hari. Jika kamu sudah mulai menguasai tata bahasa dasarnya, mulai membaca buku yang sedikit lebih sulit tingkatannya, bisa biku cerita pendek atau novel.
Selain membaca buku, belajar bahasa Inggris juga bisa kamu lakukan dengan mendengarkan lagu berbahasa Inggris. Mungkin, kamu tidak menyadari bahwa ketika kamu mendengarkan sebuah lagu berulang kali, kamu akan mulai menghafal liriknya.
Bahkan, mendengarkan lagu menjadi cara termudah untuk mengajarkan bahasa pada anak-anak, lho! Coba kamu pilih lagu dari penyanyi atau grup musik favorit. Dengarkan berulang kali dan cobalah untuk menulis liriknya. Jangan lupa, baca dan pelajari arti dari lirik lagu yang kamu tulis tadi untuk menambah perbendaharaan kata.
Baca Juga: 5 Teknik Belajar Efektif Yang Terbukti Ampuh
Selanjutnya, belajar bahasa Inggris melalui film. Cara ini juga sudah banyak sekali digunakan oleh pemula. Tahukah kamu kalau sering menonton film berbahasa Inggris, terlebih dengan tanpa adanya terjemahan atau subtitle bisa membuat kamu berkomunikasi atau berbicara secara lebih natural?
Kamu bisa memanfaatkan banyak media, misalnya Netflix atau kanal YouTube. Jika kamu mengalami kesulitan, mulailah dengan memilih terjemahan bahasa Inggris. Tuliskan kata-kata yang terdengar asing, lalu carilah arti dari kata tersebut. Lalu, kamu bisa mulai berlatih menonton tanpa bantuan terjemahan.
Memasuki era digital yang begitu canggih dan pesat perkembangannya seperti sekarang, podcast menjadi salah satu kanal yang semakin populer di kalangan remaja dan usia dewasa muda produktif. Mulai dari olahraga, psikologi diri, cerita horor, parenting, komedi, sampai curhatan orang lain bisa ikut kamu dengar sambil melakukan banyak aktivitas lain.
Mungkin, mendengarkan podcast mirip seperti mendengar radio. Bedanya, kamu tidak akan menemukan lagu selingan saat mendengar podcast. Nah, selain podcast berbahasa Indonesia, tak ada salahnya juga lho mendengar podcast dengan bahasa Inggris. Mulai saja dari kanal kesukaan kamu, lalu seperti biasa, tuliskan kata-kata yang terdengar baru dalam buku catatan kamu.
Tak banyak yang mengetahui bahwa otak akan merekam lebih baik ketika seseorang menulis. Inilah mengapa, banyak orang lebih mendapatkan ilmu saat menuliskannya dan menulis menjadi cara terbaik untuk mengingat sesuatu. Termasuk saat kamu hendak belajar bahasa Inggris.
Memang benar, kamu sekarang bisa menggunakan aplikasi Terjemahan dari ponsel untuk membantu menemukan arti kata berbahasa Inggris yang baru dan asing. Meski begitu, supaya tidak lupa, kamu bisa turut menuliskannya dalam catatan kecil di ponsel kamu atau menuliskannya dalam buku.
Jadi, saat nantinya kamu menemukan kata-kata tersebut dan masih belum hafal artinya, kamu hanya perlu buka catatan, tidak lagi harus terus membuka kamus atau aplikasi terjemahan.
Sudah mendapatkan banyak kosa kata dan tata bahasa baru di catatan kamu dari podcast, buku, lagu, dan film? Jangan berhenti sampai disitu saja, terus berlatih adalah kunci paling penting yang harus konsisten kamu lakukan. Jadi, berlatihlah berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris setiap hari.
Kamu bisa berlatih bicara dengan banyak cara, kok. Misalnya, kamu berdiri di depan cermin dan bicara menggunakan bahasa Inggris dengan diri kamu sendiri seolah kamu memiliki lawan bicara. Memang, bicara dengan diri sendiri hadapan cermin pasti akan terasa dan terlihat aneh, ya?
Baca Juga: Belajar Personal Branding bersama Pandji Pragiwaksono
Namun, siapa sangka cara tersebut justru disarankan oleh para ahli kejiwaan sebagai salah satu metode terbaik untuk membantu meningkatkan rasa percaya diri, lho! Selain itu, kamu juga bisa mengajak orang rumah maupun teman, caranya yaitu telepon atau berkirim pesan menggunakan bahasa Inggris.
Itu tadi beberapa cara belajar bahasa Inggris untuk pemula yang mudah dan efektif yang bisa kamu coba di rumah. Selain ketujuh cara tadi, masih ada lagi alternatif lain untuk kamu bisa menguasai bahasa Inggris lebih cepat, yaitu mengikuti kursus bahasa daring di GreatNusa.
Ada banyak sekali program pelatihan yang bisa kamu ikuti di GreatNusa, lho! Selain kursus Bahasa, kamu juga bisa mengikuti kursus daring Bisnis Dasar dan Digital, Kewirausahaan, AI dan Machine Learning, Sistem Komputer dan Informasi, Komunikasi, Pengembangan Website, dan masih banyak lagi.
Semua materi yang disajikan tentu sangat relevan dan berkualitas karena GreatNusa bekerja sama dengan institusi, tenaga ahli, dan praktisi yang berpengalaman serta sesuai dengan kebutuhan pasar industri terbaru. Tak hanya itu, pembelajaran di GreatNusa sangat fleksibel dan adaptif, kamu pun berkesempatan untuk berkolaborasi dengan komunitas atau mitra GreatNusa. Yuk, daftarkan diri kamu sekarang!