GreatNusa
GreatSayaGreatBisnisGreatEdu
Design & CreativeBusiness & ManagementData & TechnologyDigital MarketingFinance & AccountingLeadershipLanguageSales & MarketingProject ManagementSoft SkillLihat Semua Kategori
Masuk / Daftar
  1. Beranda
  2. Artikel

Artikel

GreatNusa

PT. Gagas Edukasi Anantara
Jl. Jalur Sutera Barat Panunggangan Timur
Kota Tangerang 15143
Indonesia

Hubungi Kami

kontak@greatnusa.com

Kategori Populer

  • Design & Creative

  • Business & Management

  • Data & Technology

  • Digital Marketing

  • Finance & Accounting

  • Leadership

Lainnya

  • Produk

  • Artikel

  • Kategori Produk

  • Kategori Artikel

  • Kebijakan Privasi

  • Syarat dan Ketentuan

  • Tanya Jawab

Event

  • Microsoft Elevate 2026 bersama GreatNusa

© 2026 GreatNusa. Seluruh hak cipta dilindungi.
Made with ❤️ for Indonesia

    Menampilkan 205 - 210 dari 440 Artikel

    Mengenal 3 Perbedaan Database dan Data Warehouse

    ARTICLE

    INTERNET BUSINESS

    WEB DESIGN

    By greatnusa • 1 Februari 2023

    Mengenal 3 Perbedaan Database dan Data Warehouse

    Perbedaan database dan data warehouse tidak hanya terletak pada fungsi, tetapi juga struktur data, skala penggunaan, dan sistem. Cari tahu selengkapnya di sini!

    Database dan data warehouse merupakan dua pilihan populer dalam pengelolaan data. Tentu saja kamu harus memilih salah satu di antara keduanya untuk menyimpan dan mengelola data bisnis yang tidak sedikit. Adakalanya kamu merasa bingung ketika memilih sistem penyimpanan data yang cocok karena belum memahami perbedaan database dan data warehouse.

    Tidak perlu khawatir karena GreatNusa akan mengupas tuntas tentang perbedaan keduanya dalam artikel ini.

    Apa Itu Database?

    Database adalah kumpulan data dan informasi yang disimpan secara terorganisir dan saling terhubung satu sama lainnya. Data yang tersimpan di database telah diatur secara otomatis mungkin sehingga tidak akan menyulitkan kamu ketika ingin mengakses informasi yang terdapat di dalamnya.

    Database bisa pula diartikan sebagai sistem yang berguna untuk mengumpulkan arsip, tabel, dan file. Sistem ini terhubung dalam berbagai media elektronik yang digunakan untuk mengakses semua data tersebut.

    Baca Juga: Mari Mengenal Apa yang Dimaksud Database dan DBMS serta Manfaat Menggunakannya

    Apa Itu Data Warehouse?

    Data warehouse sebenarnya merupakan salah satu jenis database. Perbedaannya, data warehouse merupakan sistem yang bisa menganalisis dan menyimpan data historis untuk meningkatkan kebutuhan informasi perusahaan. Contoh data historis bisa beragam, seperti data penjualan, data laba-rugi, data konsumen, dan sebagainya. 

    Data warehouse bisa pula dikombinasikan teknologi Business Intelligence. Fungsinya yaitu membuat laporan dan analisis visual menggunakan data historis. Sumber data yang tersusun rapi dalam data warehouse akan menghasilkan informasi yang lebih terstruktur. Kamu pun bisa mengambil keputusan krusial untuk kemajuan bisnis.

    Apa Saja Fungsi Database?

    Database memiliki fungsi yang cukup penting dalam menyimpan data perusahaan. Fungsi tersebut mencakup:

    1. Meningkatkan Keamanan Data

    Hampir semua produk database dilengkapi sistem keamanan untuk menjaga data yang tersimpan di dalamnya. Ada produk database yang memiliki sistem enkripsi sehingga hanya pengguna tertentu yang bisa mengakses datanya. Database juga dilengkapi fitur backup dan recovery yang berguna untuk memulihkan data apabila terjadi kerusakan akibat virus.

    2. Meningkatkan Produktivitas Pengguna

    Penggunaan database juga dapat meningkatkan produktivitas pengguna. Proses pencarian data berjalan lebih efisien dan tidak memakan waktu lama karena datanya tersimpan secara terstruktur. Pengguna pun bisa membuat keputusan bisnis berdasarkan informasi dari database tersebut.

    3. Menjaga Data Tetap Bersih

    Database juga berguna untuk melakukan penyaringan data. Kamu bisa menghapus data yang tidak lagi diperlukan, melakukan validasi, dan memasang perlindungan terhadap data tersebut. Hasilnya, kamu akan mendapatkan kualitas data yang lebih mumpuni.

    Baca Juga: Pelajari 6 Langkah Analisis Data yang Efektif

    Apa Saja Fungsi Data Warehouse?

    Data warehouse memiliki fungsi yang berbeda daripada database. Berikut penjelasan mengenai fungsinya.

    1. Memberikan Wawasan tentang Data Historis

    Data historis merupakan rekam jejak informasi dalam rentang periode atau waktu tertentu. Data warehouse bertugas sebagai sumber utama data historis agar kamu bisa membuat perhitungan dan prediksi bisnis yang tepat pada masa depan.

    2. Membantu Pengguna dalam Mengambil Keputusan

    Data historis yang tersimpan dalam data warehouse bisa menjadi rujukan utama untuk mengambil keputusan bisnis. Setiap informasi yang terdapat di dalamnya harus disusun secara kredibel dan sesuai fakta lapangan agar bisa dipercaya.

    3. Meningkatkan Return of Investment (ROI)

    Return on Investment (ROI) merupakan perbandingan antara hasil laba bersih dan biaya investasi yang dikeluarkan. Kamu bisa melakukan analisis data dan mengintegrasikan data ke dalam beberapa sumber yang berbeda. ROI bisnis pun meningkat berkat penggunaan data warehouse yang optimal.

    Apa Saja Perbedaan Database dan Data Warehouse?

    Perbedaan database dan data warehouse tidak hanya terletak pada fungsinya. Masih ada sejumlah komponen lain yang menjadi indikator pembeda kedua sistem data ini. Apa saja?

    1. Sistem Pemrosesan Data

    Database menggunakan OLTP (Online Transaction Processing), yaitu sistem pemrosesan data yang berfokus pada transaksi. Karyawan membutuhkan informasi terbaru dan akurat, jadi database lebih ideal karena menggunakan sistem OLTP yang berisi informasi dalam jangka pendek seperti harian. 

    Data warehouse menerapkan OLAP (Online Analytical Processing) yang berfokus pada analisis dan pembuatan keputusan. Sistem OLAP dapat mengumpulkan data historis dan data terkini yang berguna untuk data scientist, BI tools, dan analisis skala besar.

    2. Skala Penggunaan

    Database mampu menampung banyak pengguna hingga ribuan dalam waktu yang sama tanpa mengurangi performanya karena menggunakan sistem OLTP. Contoh penggunaan database yang ideal yaitu memasukkan data pelanggan yang bertransaksi dalam satu hari.

    Sementara itu, data warehouse hanya bisa diakses oleh pengguna dalam jumlah yang terbatas. Pasalnya, data warehouse membutuhkan banyak sumber daya dan tidak memiliki skalabilitas yang tinggi. Contoh penggunaannya yaitu menggali informasi dari beberapa database akuntansi untuk mencari tahu kejanggalan dalam proses penghitungan.

    3. Struktur

    Database memiliki struktur informasi yang efisien sehingga bisa memenuhi permintaan pengguna lebih cepat. Informasi dalam database tidak diduplikasi di dalam banyak tabel sehingga mempercepat proses pengolahan data dan meningkatkan kapasitas penyimpanan. 

    Data warehouse memiliki struktur informasi yang kurang efisien karena menggunakan sistem operasi baca. Kamu bisa menemukan informasi yang sama atau saling berulang dalam satu data warehouse karena sistem ini mengutamakan operasi baca (read operations) daripada operasi tulis (write operations).

    Baca Juga: Mengenal Tingkatan Rendah dan Tinggi dalam Bahasa Pemrograman

    Sudahkah kamu memilih sistem penyimpanan sesuai kebutuhan bisnis setelah mengenal perbedaan database dan data warehouse di atas? Kamu bisa mempelajari lebih lanjut tentang database dan data warehouse melalui kursus di GreatNusa. 

    Mulailah dengan mengikuti kursus gratis Database Systems untuk Pemula yang terdiri dari tiga sesi. Kamu bisa mengakses kursus ini selama 12 bulan sehingga bisa dipelajari kapan pun. Mari perluas pengetahuanmu tentang sistem penyimpanan data bersama GreatNusa!

    Apa Saja Manfaat Database Bagi Perusahaan?

    ARTICLE

    INTERNET BUSINESS

    WEB DESIGN

    By greatnusa • 2 Februari 2023

    Apa Saja Manfaat Database Bagi Perusahaan?

    Manfaat database bagi perusahaan cukup banyak, seperti menjaga keamanan data, memudahkan akses data, hingga menghemat biaya. Pelajari selengkapnya di sini!

    Istilah database pasti sudah familier di telingamu. Banyak perusahaan yang menggunakan database untuk mengelola data dan informasi dalam jumlah yang cukup besar karena memiliki segudang manfaat dan kelebihan. Pertanyaannya, apakah kamu sudah mengetahui manfaat database bagi perusahaan? Simak penjelasan di bawah ini agar kamu memahami lebih dalam tentang database.

    Pengertian Database

    Database alias basis data merupakan kumpulan data yang diatur dan dikelola berdasarkan peraturan tertentu sehingga memudahkan pengguna dalam mengaksesnya. Pengelolaan database akan memudahkan pengguna dalam mencari, menyaring, dan menyimpan informasi yang terdapat di dalamnya.

    Jenis-Jenis Database

    Ada tiga jenis database yang lazim digunakan dalam bisnis, yaitu:

    1. Operational Database

    Operational database alias Online Transaction Processing (OLTP) berfungsi sebagai pengelolaan data dinamis secara real-time. Pengguna bisa melihat, menambah, mengubah, atau menghapus data melalui perangkat yang digunakan secara langsung.

    2. Distributed Database

    Distributed database yaitu jenis basis data yang tersimpan di beberapa perangkat komputer di tempat yang sama secara terintegrasi atau tersebar di setiap jaringan komputer lain yang saling berhubungan. Distributed database memiliki administrator yang bertugas untuk mendistribusikan sekumpulan data di beberapa lokasi dengan server jaringan yang terorganisir sehingga kinerjanya meningkat meski menggunakan banyak mesin.

    3. Relational Database

    Relational database merupakan jenis basis data yang mengorganisir data berdasarkan model relasi. Banyak perangkat lunak (software) yang menggunakan sistem ini untuk mengatur dan memelihara database melalui relasi antar data atau informasi yang tersimpan di dalamnya. Semua sistem tersebut menggunakan SQL sebagai bahasa pemrograman untuk memelihara basis data dan melakukan query.

    Baca Juga: Mengenal 3 Perbedaan Database dan Data Warehouse

    Manfaat Database Bagi Perusahaan

    Database membawa manfaat yang cukup signifikan bagi pengelolaan data dan informasi di perusahaan. Apa saja?

    1. Memudahkan Manajemen Data

    Proses manajemen dan akses data berjalan lebih mudah dengan menggunakan database. Kamu bisa menyeleksi sejumlah data dalam satu kelompok secara praktis dan mencari informasi lebih cepat tergantung dari jenis database yang digunakan.

    2. Meningkatkan Keamanan Data

    Hampir semua sistem database telah dirancang agar keamanan data yang terdapat di dalamnya tetap terjaga. Kata sandi (password) merupakan salah satu sistem keamanan yang diterapkan dalam database sehingga tidak semua pengguna bisa mengaksesnya.

    3. Mengontrol Data secara Terpusat

    Database hanya memerlukan satu server yang bersifat terpusat untuk menyimpan data sehingga bisa diakses oleh banyak pengguna dalam waktu bersamaan. Contohnya, perusahaan tidak perlu menyimpan data di setiap divisi atau kantor cabang sehingga pembuatan laporan dapat disederhanakan dengan mengumpulkan data khusus melalui satu server yang telah ditentukan.

    4. Menghemat Biaya Perangkat

    Sifat database yang terpusat berpengaruh pula pada penghematan biaya. Perusahaan tidak perlu berinvestasi dalam jumlah yang cukup besar untuk menambah perangkat komputer atau ruang arsip penyimpanan data di lokasi yang berbeda. Setiap pengguna bisa mengakses database selama masih terhubung dengan internet.

    Baca Juga: Mari Mengenal Apa yang Dimaksud Database dan DBMS serta Manfaat Menggunakannya

    Contoh Produk Database

    Ada banyak produk database yang biasa digunakan dalam perusahaan. Berikut tiga contoh produknya.

    1. MySQL

    Database ini pernah menempati posisi kedua sebagai database paling banyak digunakan di seluruh dunia pada tahun 2013 dan posisi pertama sebagai database open-source terbaik. MySQL termasuk dalam jenis database relasional yang sering dimanfaatkan oleh produk teknologi dan aplikasi web.

    2. JSON

    JavaScript Object Notation (JSON) merupakan sebuah format file yang menggunakan teks untuk mengirimkan data. Format ini sering digunakan oleh pengguna untuk bertukar data melalui browser atau server web secara real-time sehingga lebih cepat. JSON berasal dari pemrograman JavaScript dan memiliki format bahasa yang berbeda dari format lainnya. Perlu diingat bahwa semua file JSON selalu memiliki ekstensi khusus yaitu ".json".

    3. Microsoft Access

    Sistem DBMS ini menggabungkan Microsoft Jet Database Engine dan alat pengembangan perangkat lunak. Microsoft Access menyimpan data dalam format khususnya tersendiri. Pengguna bahkan bisa terhubung langsung ke data yang tersimpan di database lain melalui software ini. Microsoft Access termasuk distributed database karena file penyimpanannya tidak memerlukan server database yang aktif.

    Tips Menjual Database agar Segera Laku

    Maraknya penggunaan database di kalangan perusahaan tentu menjadi peluang usaha yang bagus untuk menjualnya. Namun, ada tips yang perlu diterapkan agar suatu produk bisa segera laku di pasaran. Apa saja?

    1. Tentukan Harga yang Sesuai

    Masih banyak orang yang beranggapan bahwa harga produk menentukan kualitasnya. Kamu bisa memulai dari memasang harga terjangkau, tetapi tetap terlihat wajar. Harga produk database bisa dinaikkan secara perlahan apabila kamu telah mendapatkan banyak konsumen atau memperluas pasar.

    2. Gunakan Strategi Promosi yang Tepat

    Setelah menetapkan harga, kamu bisa merancang strategi promosi untuk memasarkan produk database. Salah satu strategi menarik yang bisa dicoba yaitu memasang iklan digital di media sosial. Kamu perlu mendesain iklan supaya terlihat menarik sehingga bisa menjangkau target pasar. Lakukan promosi secara konsisten agar peluang keuntunganmu makin besar dalam berbisnis database.

    3. Terhubung secara Personal bersama Pelanggan

    Cara terbaik untuk menjual database yaitu berkomunikasi langsung bersama pelanggan. Kamu bisa memahami masalah yang dihadapi serta menyediakan produk database yang dilengkapi spesifikasi sesuai kebutuhan mereka. Langkah ini juga akan memudahkan pelanggan apabila mereka ingin meningkatkan kapasitas database mereka.

    4. Perluas Pengetahuan Tentang Database

    Perkembangan database dan teknologi cukup pesat sehingga kamu harus mengetahui setiap informasi terbaru. Kamu pun perlu menambah pengetahuan di bidang database agar banyak orang yang menganggap bisnismu lebih kredibel dalam memecahkan masalah mereka. 

    Baca Juga: Manajemen Data: Pengertian, Contoh, Serta Tujuannya dalam Perkembangan Bisnis

    Ada banyak cara untuk menambah pengetahuan di bidang database, salah satunya dengan mengikuti kelas Membangun dan Mempraktekkan Database Design & Analytics untuk Bisnis​. Kamu bisa mendapatkan akses kelas selama 12 bulan dan mengikuti kelasnya secara online sehingga bisa disesuaikan dengan jadwalmu secara fleksibel. Kunjungi website GreatNusa jika kamu ingin mencari kelas database lainnya!

    Sudahkah kamu mengetahui manfaat database bagi perusahaan? Semoga kamu bisa mempraktikkan tips berbisnis database di atas agar sukses, ya!

    Cloud Computing: Pengertian, Tipe, Serta Fungsinya

    ARTICLE

    INTERNET BUSINESS

    WEB DESIGN

    By greatnusa • 3 Februari 2023

    Cloud Computing: Pengertian, Tipe, Serta Fungsinya

    Apa yang dimaksud dengan cloud computing? Cari tahu lebih dalam mengenai cloud computing, mulai dari fungsi, jenis, dan komponennya pada artikel ini!

    Apa yang dimaksud dengan cloud computing? Pertanyaan ini mungkin terlintas di benakmu ketika mendengar istilah yang sedang populer dalam dunia komputer ini. 

    Sudah banyak perusahaan yang menerapkan teknologi cloud computing sebagai salah satu manajemen datanya. Alasannya terletak pada kelebihan cloud computing yang memiliki kapasitas penyimpanan cukup besar tetapi memiliki harga terjangkau.

    Lantas, apakah sebenarnya cloud computing itu? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

    Pengertian Cloud Computing

    Cloud computing alias komputasi awan merupakan kombinasi dari teknologi komputer dan internet yang memberikan layanan komputasi melalui internet, termasuk server, perangkat lunak, penyimpanan data, database, jaringan, dan analitik. Istilah cloud dalam cloud computing merupakan visualisasi jaringan internet dan komputer. Singkatnya, cloud computing merupakan layanan komputasi berbasis internet.

    Cloud computing berbeda dari server konvensional yang perlahan mulai ditinggalkan perusahaan. Perbedaannya terletak pada jumlah dana yang dikeluarkan. Server konvensional mengharuskan perusahaan untuk mengeluarkan dana besar agar bisa membeli server, router, serta merekrut karyawan untuk pemeliharaan infrastrukturnya.

    Jenis-Jenis Layanan Cloud Computing

    Ada tiga jenis layanan cloud computing yang tersedia, yaitu SaaS, PaaS, dan IaaS. Bagaimana penjelasannya?

    1. Software-as-a-Service (SaaS)

    Software-as-a-Service (SaaS) merupakan model yang menggunakan lisensi penggunaan dari penyedia layanan cloud computing. Lisensi tersebut harus didapatkan melalui metode langganan (subscription) agar bisa menggunakan fitur yang tersedia.

    2. Platform-as-a-Service (PaaS)

    Platform-as-a-Service (PaaS) terlihat mirip seperti SaaS karena menggunakan metode lisensi. Perbedaannya, pengguna PaaS mendapatkan lisensi melalui perangkat lunak atau aplikasi di platform yang digunakan.

    3. Infrastructure as-a-Service (IaaS)

    Infrastructure-as-a-Service (IaaS) sejatinya merupakan server fisik atau virtual dari cloud. Jenis layanan ini lebih praktis karena semua kebutuhan pengguna sudah tersedia di dalam sistem cloud computing tersebut.

    Baca Juga: Ketahui 5 Perbedaan Machine Learning dan Deep Learning

    Tipe Cloud Computing

    Cloud computing juga dibagi menjadi empat kategori berdasarkan privasinya. Ada empat tipe cloud computing, yaitu:

    1. Public Cloud

    Tipe cloud ini bersifat publik dan memiliki infrastruktur jaringan yang tersebar secara global. Semua orang bisa mengakses public cloud selama masih terhubung pada internet. Public cloud bisa diperoleh secara gratis, tetapi ada pula yang berbayar jika kamu ingin merasakan fitur tambahannya.

    2. Private Cloud

    Private cloud merupakan jenis cloud computing bersifat pribadi dan hanya bisa diakses oleh administrator dan pengguna terdaftar. Private cloud bisa digunakan untuk keperluan pribadi maupun bisnis dan pemerintahan. Kamu harus membeli dari penyedia layanan cloud computing jika ingin menggunakan private cloud.

    3. Hybrid Cloud

    Hybrid cloud merupakan kombinasi public cloud dan private cloud. Dalam kombinasi tersebut, private cloud berperan sebagai infrastruktur utama dan public cloud berperan sebagai cadangan. Hybrid cloud biasanya digunakan untuk kebutuhan teknologi informasi sehari-hari seperti penyimpanan data.

    4. Community Cloud

    Layanan cloud ini hanya didedikasikan untuk satu komunitas, organisasi, dan institusi. Pihak internal organisasi umumnya menjadi administrator community cloud, tetapi ada pula pihak ketiga yang turun tangan untuk mengelolanya.

    Baca Juga: Apa Saja Manfaat Database Bagi Perusahaan?

    Fungsi Cloud Computing

    Cloud computing memiliki banyak fungsi dalam pengelolaan data perusahaan. Berikut fungsi lengkap dari cloud computing.

    1. Meningkatkan Keamanan Data

    Cloud computing memiliki tingkat keamanan data yang lebih terjamin dan telah diantisipasi oleh cloud hosting. Sistem keamanan seperti enkripsi data berguna untuk memastikan keamanan data agar tidak mudah dibaca oleh pihak yang tidak diberikan izin akses. Sistem yang kuat menjamin agar peretas tidak kesulitan menembus keamanan database cloud.

    2. Mempermudah Akses Data

    Kamu bisa lebih fleksibel dalam mengakses data yang tersimpan dalam cloud computing tanpa melihat lokasi dan waktu. Akses datanya pun bisa dilakukan melalui perangkat portabel seperti smartphone dan laptop selama masih terhubung melalui jaringan internet. Kapasitas penyimpanan yang berbentuk virtual akan memudahkan pengguna dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

    3. Menyediakan Penyimpanan Tak Terbatas

    Kapasitas penyimpanan yang relatif besar menjadi solusi bagi perusahaan yang memiliki data dalam jumlah cukup masif. Kamu pun tidak harus memiliki perangkat keras (hardware) yang banyak hanya untuk menyimpan data. Penyimpanan yang tidak terbatas membuat cloud computing cocok pula untuk sistem akademik.

    4. Memudahkan Kolaborasi

    Kerja sama atau kolaborasi bersama tim pun lebih mudah menggunakan cloud computing. Setiap anggota tim dapat melihat dan berbagi informasi melalui platform berbasis cloud. Sistem yang lebih cepat dan canggih juga memudahkan setiap anggota untuk bertukar data ke cloud dengan mudah.

    Komponen dalam Cloud Computing

    Ada lima komponen yang harus ada dalam pengoperasian cloud computing, yaitu perangkat keras (hardware), jaringan perangkat, penyimpanan, server, dan alat virtualisasi. Lihat penjelasan mengenai fungsinya.

    1. Perangkat Keras

    Perangkat keras merupakan dasar atau fondasi infrastruktur cloud. Fungsinya yaitu menyimpan kode dan fungsi pada sistem yang akan dibangun. Perangkat-perangkat seperti sakelar, router, array storage, load balancer, firewall, server, dan perangkat cadangan biasanya digunakan untuk membangun sistem cloud computing. Maintenance berkala pada hardware perlu dilakukan untuk menjaga kualitas dan performa sistem.

    2. Jaringan Perangkat

    Jaringan penting dalam membangun sistem cloud computing karena berfungsi sebagai alat transmisi dan komunikasi untuk mengoordinasikan beberapa perangkat yang terhubung. Komponen jaringan meliputi repeater, odem, bridge, hub, nic, dan sebagainya. Kualitas teknologi cloud akan meningkat apabila bandwidth jaringan bertambah.

    Baca Juga: Fungsi Dari Desain User Interface dan Cara Kerjanya

    3. Penyimpanan

    Penyimpanan alias storage berguna agar sistem cloud computing bisa menyimpan data secara online menggunakan virtual server. Pengguna bisa menambah atau menghapus data tanpa harus menambah perangkat keras seperti hard disk atau SSD. Kapasitas penyimpanan harus dipilih secara selektif agar tidak membebani server dan mengakibatkan kegagalan jika data yang disimpan melebihi kapasitas.

    4. Server

    Server bertugas untuk menyediakan layanan tertentu bagi perangkat serta menjadi pusat informasi dari sistem cloud computing yang digunakan. Kamu dapat mengatur seluruh aktivitas di sistem cloud computing melalui server. Server dilengkapi dengan prosesor yang scalable dan memiliki RAM yang besar. Penting sekali untuk melakukan pemeliharaan rutin agar server tidak menimbulkan bug yang merugikan sistem penyimpanan cloud computing.

    5. Alat Virtualisasi

    Terakhir, ada alat virtualisasi yang mencakup virtualisasi pengguna (user), desktop, dan penyimpanan aplikasi. Alat ini menggunakan sumber data secara online agar sistem cloud computing lebih cepat dan efisien. Salah satu teknik virtualisasi yaitu hypervisor. Teknik ini memungkinkan beberapa sistem beroperasi (OS) pada satu host saja. Hypervisor bertugas untuk memastikan setiap OS berjalan sesuai urutan tanpa mengganggu OS lainnya.

    Bagaimana? Sudahkah kamu memahami apa yang dimaksud dengan cloud computing? Selain cloud computing, tentu kamu harus menguasai lebih banyak elemen komputer lainnya yang digunakan dalam perusahaan besar? Lebih baik kamu mempelajari Sistem Informasi melalui kursus Information Concept System dari GreatNusa. Kamu akan memahami cara kerja organisasi dan persaingan hingga memahami cloud computing lebih dalam di kursus ini. Yuk, ikuti kursusnya agar kariermu di bidang Teknologi Informasi makin berkembang.

    Value Proposition: Pengertian, Cara Membuat, Serta Elemen-elemen di Dalamnya

    ARTICLE

    BUSINESS

    ENTREPRENEURS

    By greatnusa • 4 Februari 2023

    Value Proposition: Pengertian, Cara Membuat, Serta Elemen-elemen di Dalamnya

    Apa itu value proposition? Elemen yang sangat penting bagi bisnis untuk menarik konsumen untuk membeli produkmu. Simak cara membuat value proposition di sini!

    Apa yang membuat sebuah produk atau brand terlihat lebih menjual di mata konsumen? Jawabannya terletak pada proposisi nilai alias value proposition yang diangkat dalam produknya. Value proposition merupakan elemen penting karena bisa menjadi pembeda antara bisnismu dan kompetitor. Namun, sudahkah kamu memahami apa itu value proposition?

    Penting sekali untuk memahami value proposition terlebih dahulu sebelum membuat suatu produk di bisnismu. Simak penjelasan lengkap tentang value proposition di bawah ini untuk menambah wawasanmu.

    Pengertian Value Proposition dan Pentingnya untuk Perusahaan

    Sesuai istilahnya, value proposition merupakan nilai yang diberikan oleh suatu merek atau bisnis kepada konsumen melalui produk barang atau jasanya. Value proposition mencakup manfaat yang bisa dirasakan  konsumen dari penggunaan produk tersebut atau strategi agar produk tersebut mampu memenuhi kebutuhan atau mengatasi masalah konsumen.

    Value proposition juga mencakup elemen yang membedakan suatu bisnis dari kompetitor. Singkatnya, produk tersebut harus dirancang lebih unik dan lebih unggul daripada pesaingnya. Value proposition tentunya bertujuan untuk menarik konsumen agar mereka mau membeli produk atau menggunakan jasa yang ditawarkan oleh suatu bisnis.

    Perusahaan mana pun tidak boleh melewatkan pentingnya value proposition dalam pemasaran. Value proposition harus ditonjolkan ketika kamu hendak mempromosikan produk, khususnya menggunakan strategi digital marketing seperti media sosial atau situs web. 

    Produk yang memiliki value proposition akan memiliki angka penjualan yang lebih tinggi dan bisa membangun basis pelanggan. Singkatnya, strategi pemasaran berjalan lebih efektif jika ada value proposition di dalamnya.

    Cara Membuat Value Proposition

    Proses penentuan value proposition suatu produk terdiri dari empat tahap, yaitu:

    1. Pahami Tujuan, Visi, dan Misi Perusahaan

    Value proposition yang baik harus selaras dengan identitas perusahaan. Kamu perlu memahami visi, misi, dan tujuan bisnis yang ingin dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Setelah mengetahui identitas bisnis, kamu pun akan mendapatkan lebih banyak ide untuk merancang value proposition.

    2. Lakukan Riset Pasar

    Ciri lain value proposition yang baik yaitu mampu menarik konsumen agar percaya dan membeli produk kamu. Oleh karena itu, kamu harus melakukan riset pasar secara intensif melalui beberapa metode, seperti wawancara atau survei daring. Hasil risetnya akan berguna untuk membuat produk yang diinginkan oleh konsumen.

    3. Analisis Kompetitor

    Analisis kompetitor juga diperlukan untuk membuat value proposition yang unik. Kamu perlu melakukan riset secara intensif terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Cobalah mencari tahu kelebihan dan kekurangan produk kompetitor kamu. Dari hasil riset tersebut, kamu bisa menentukan Unique Selling Points (USP) yang ingin ditawarkan dalam produkmu.

    4. Berikan Manfaat dalam Produk

    Value proposition tidak sekadar bertujuan untuk menarik calon pelanggan, tetapi harus memberikan manfaat untuk mereka pula. Kamu perlu menerangkan manfaat dan kemudahan yang akan dirasakan oleh konsumen ketika mereka menggunakan produkmu. Tawarkan juga beberapa fitur produk yang belum tentu dimiliki oleh pesaing.

    Baca Juga: 7 Strategi Digital Marketing Yang Efektif Tingkatkan Penjualan

    Elemen Penting dalam Value Proposition

    Ada delapan elemen penting yang tidak boleh kamu lewatkan dalam membuat value proposition agar produkmu terlihat menarik di mata konsumen. Apa saja?

    1. Kebaruan (Newness)

    Kebaruan berarti kamu menawarkan setiap inovasi yang membuat produkmu lebih unggul daripada kompetitor. Biasanya, elemen ini harus ditemukan dalam produk teknologi. Namun, kamu bisa menerapkannya pada industri bisnis lainnya, seperti memanfaatkan tren terbaru ketika membuat produk busana.

    2. Performa

    Performa berbicara tentang kinerja produk kamu dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Elemen ini wajib diterapkan dalam produk teknologi atau otomotif. Contohnya, vacuum cleaner memiliki performa yang lebih baik apabila mampu membersihkan ruangan secara menyeluruh.

    3. Customization

    Customization berarti produk yang kamu tawarkan harus memiliki fitur yang bisa disesuaikan agar relevan dengan kebutuhan konsumen. Untuk memenuhi elemen ini, kamu perlu memahami kebutuhan dan keinginan konsumen terlebih dahulu sebelum membuat produknya.

    4. Desain

    Elemen ini berkaitan atas tampilan visual suatu produk. Tentunya kamu ingin produkmu terlihat modern dan trendi agar terlihat menarik di mata konsumen. Namun, jangan mengabaikan fungsionalitas dan kemudahan konsumen saat menggunakan produknya.

    5. Penyelesaian Masalah

    Inilah pentingnya elemen penyelesaian masalah dalam value proposition. Produk kamu harus bisa menjawab masalah yang sedang dihadapi oleh konsumen. Kamu harus memastikan agar setiap fitur dalam produkmu bersifat fungsional sehingga bisa diandalkan oleh konsumen.

    6. Merek dan Status Sosial

    Dua elemen yang saling berkaitan ini biasanya diterapkan pada perusahaan papan atas. Beberapa masyarakat cenderung menggunakan produk dari merek tertentu karena bisa meningkatkan status sosial mereka. Kamu bisa menerapkan elemen ini bersamaan dengan elemen value proposition lainnya.

    7. Harga

    Harga produk juga termasuk dalam elemen value proposition produk yang penting. Konsumen tentu akan tertarik membeli produk kamu apabila harganya relatif terjangkau. Namun, tidak salah jika kamu ingin memasang harga yang tinggi, selama produk kamu dapat memberikan manfaat bagi konsumen.

    8. Aksesibilitas

    Elemen terakhir ini berbicara tentang kemudahan konsumen dalam mendapatkan produk kamu. Kamu bisa mewujudkan elemen ini melalui penempatan produk di situs web jual-beli yang sering digunakan oleh target konsumen.

    Baca Juga: 8 Digital Marketing Tools Yang Harus Kamu Miliki

    Contoh Value Proposition

    Masih bingung mengenai contoh penerapan value proposition dalam bisnis? Cobalah melihat contoh ilustrasi berikut ini.

    Kamu hendak meluncurkan produk pakaian musim dingin untuk calon pelanggan yang ingin berliburan ke luar negeri. Kamu bisa menerapkan value proposition berupa desain, harga, aksesibilitas, dan penyelesaian masalah. Berikut contoh penerapannya:

    • Desain: Merancang jaket yang trendi, tetapi tetap fungsional dan mampu menjaga suhu tubuh manusia. Jaket harus dilengkapi kantung untuk menaruh ponsel ketika berwisata. 
    • Harga: Memasang harga yang cukup terjangkau karena bahannya diimpor dari negara tetangga.
    • Aksesibilitas: Mempromosikan produk melalui media sosial dan situs web jual-beli agar mudah menjangkau banyak orang.
    • Penyelesaian masalah: mengatasi masalah konsumen yang ingin mencari jaket musim dingin dengan harga relatif terjangkau dan bisa dipesan secara online.

    Baca Juga: 11 Jenis Strategi Penetapan Harga dalam Dunia Bisnis

    Setelah memahami apa itu value proposition, tentu kamu ingin menerapkannya dalam bisnismu, bukan? Skill berpikir kreatif sangat diperlukan dalam membangun value proposition agar produkmu memiliki nilai jual yang unik dan belum pernah disadari oleh kompetitor. 

    Solusinya, kamu bisa mengikuti kursus Creative Thinking bersama GreatNusa untuk mengembangkan kemampuan ini. Kamu bisa mengakses kursus ini kapan pun selama 12 bulan. Jadi tidak ada alasan ‘tidak sempat mempelajarinya! Hubungi kami untuk informasi lebih lengkap tentang kursus bisnis lainnya di GreatNusa!

    Apa Peranan Teknologi Informasi dalam Perusahaan? Apakah itu Penting?

    ARTICLE

    BUSINESS

    CUSTOMER SERVICE

    By greatnusa • 5 Februari 2023

    Apa Peranan Teknologi Informasi dalam Perusahaan? Apakah itu Penting?

    Peranan teknologi informasi dalam perusahaan, seperti memudahkan komunikasi, manajemen data, dan CRM. Cari tahu selengkapnya melalui artikel berikut ini!

    Perusahaan yang kompetitif selalu menerapkan teknologi informasi dalam seluruh kegiatan operasionalnya. Bagaimana tidak, peranan teknologi informasi dalam perusahaan sangatlah besar. Aktivitas bisnis dan operasional perusahaan justru makin berjalan lebih efektif jika menerapkan teknologi informasi di dalamnya.

    Lantas, seperti apa peran teknologi informasi yang begitu masif di perusahaan?

    Mengenal Teknologi Informasi

    Information Technology Association of America (ITTA) mendefinisikan teknologi informasi sebagai ilmu yang mempelajari perancangan, penelitian, implementasi, dukungan, pengembangan dan manajemen sistem informasi. Teknologi informasi berbasis pada perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer.

    Teknologi informasi tidak terbatas pada penggunaan alat komunikasi secara elektronik. Justru teknologi ini dikembangkan sebagai perangkat lunak yang bisa mengubah, memproses, menyimpan, melindungi, dan mendapatkan informasi menggunakan metode yang aman. Fungsi inilah yang membuat banyak perusahaan mulai menerapkan teknologi informasi dalam seluruh aspek operasionalnya.

    Tujuan Ditemukannya Teknologi Informasi

    Secara umum, teknologi informasi diciptakan untuk memudahkan manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dari tujuan utama tersebut, ada tiga tujuan yang lebih spesifik dan saling berkaitan dari kehadiran teknologi informasi. Pertama, teknologi informasi bertujuan untuk memecahkan suatu masalah, khususnya yang terkait informasi dan komunikasi.

    Kedua, teknologi informasi juga hadir agar manusia bisa mengerjakan tugasnya secara lebih efisien dan efektif. Terakhir, teknologi informasi membantu manusia untuk berpikir kreatif dan mengembangkan kreativitasnya agar menjadi solusi yang mampu menyelesaikan setiap permasalahannya.

    Baca Juga: Cloud Computing: Pengertian, Tipe, Serta Fungsinya

    Fungsi Teknologi Informasi

    Ada enam fungsi penting teknologi informasi dalam memudahkan pekerjaan manusia. Setiap fungsinya saling menyambung menjadi proses pengolahan data dalam komputer. Berikut penjelasan lengkapnya.

    1. Menangkap (Capture)

    Fungsi menangkap atau capture berarti memasukkan setiap data atau informasi sehingga menjadi data digital yang akan disimpan dalam komputer. Adapun media yang digunakan dalam fungsi ini mencakup kamera, keyboard, mikrofon, dan sebagainya.

    2. Mengolah (Processing)

    Teknologi informasi akan memproses setiap data yang telah diinput menjadi informasi baru. Metode pengolahan datanya terdiri dari penghitungan, penggabungan data, analisis, konversi data, dan sebagainya.

    3. Menghasilkan (Generating)

    Data yang melalui tahap processing sebenarnya terlihat tidak teratur sehingga menyulitkanmu ketika membacanya. Di sinilah fungsi generating bekerja. Teknologi informasi akan menyusun data tersebut sehingga menghasilkan informasi yang mudah kamu pahami.

    4. Menyimpan (Storage)

    Fungsi ini bertujuan untuk menyimpan data digital yang telah kamu input. Data tersebut bisa kamu simpan dalam media penyimpanan internal, eksternal, maupun penyimpanan berbasis komputasi awan. Data yang disimpan tetap bisa diakses kembali kapan saja ketika kamu membutuhkannya.

    5. Mencari Kembali (Retrieval)

    Teknologi informasi juga memudahkanmu dalam mencari kembali data yang telah tersimpan melalui fungsi retrieval. Fungsi ini belum tentu kamu rasakan kalau menyimpan dokumen dalam bentuk fisik alias hardcopy.

    6. Transmisi (Transmission)

    Fungsi transmisi memudahkanmu dalam mengirimkan data yang ada di komputermu. Fungsi ini makin terasa kalau komputermu memiliki jaringan internet sehingga data yang dikirimkan bisa sampai ke komputer tujuan.

    Baca Juga: Apa Yang Dimaksud Dengan Literasi Digital Dan Manfaatnya

    Peranan Teknologi Informasi dalam Perusahaan

    Teknologi informasi memegang peran yang lebih spesifik dalam kegiatan bisnis dan operasional perusahaan. Peran tersebut tentu berhubungan dengan fungsi teknologi informasi yang disebutkan pada bagian sebelumnya. Berikut peran penting teknologi untuk perusahaanmu.

    1. Memudahkan Komunikasi

    Kehadiran teknologi informasi memudahkan komunikasi dalam perusahaan agar lebih cepat. Kamu dan rekan kerja bisa saling berkomunikasi lebih cepat melalui media yang tersedia, seperti email atau aplikasi komunikasi lainnya. Komunikasi bersama partner bisnis yang berbeda negara pun menjadi lebih efisien berkat teknologi informasi.

    2. Memantau Perkembangan Bisnis

    Kamu bisa memantau perkembangan bisnis setiap saat menggunakan teknologi informasi. Internet akan memudahkanmu dalam melakukan monitoring kinerja karyawan maupun proses operasional yang berlangsung di perusahaan. Ketika terjadi kesalahan, kamu bisa mengatasinya lebih cepat sehingga masalahnya tidak berkembang menjadi lebih serius.

    3. Meningkatkan Efisiensi Operasional Bisnis

    Peran ini sangat relevan dengan tujuan diciptakannya teknologi informasi. Kegiatan operasional bisnis berjalan lebih praktis dan mudah apabila kamu memanfaatkan teknologi informasi yang tersedia. Tidak hanya prosesnya, biaya yang dikeluarkan pun jauh lebih efisien karena kegiatan operasional bisnismu tidak lagi memerlukan proses yang lebih panjang. Peran ini tentunya akan membuat perusahaanmu memperoleh peningkatan profit.

    4. Manajemen Data

    Perusahaan mana pun pasti memiliki data dalam jumlah yang cukup masif. Teknologi informasi membantu perusahaan dalam mengelola setiap data perusahaan. Tidak perlu lagi menyimpan dokumen dalam bentuk kertas karena kamu bisa lebih mudah menyimpannya dalam bentuk digital di komputer.

    Sistem manajemen data dalam teknologi informasi juga lebih praktis dari metode manual. Data yang tersimpan akan lebih mudah dicari dan diakses kembali ketika dibutuhkan. Kamu pun bisa mengirimkan data tersebut kepada karyawan lain melalui media yang tersedia. Keamanannya juga lebih terjamin, tetapi bergantung pada sistem penyimpanan data yang kamu pilih.

    5. Membantu Pengambilan Keputusan

    Teknologi informasi juga membantu kamu mencari wawasan atau pengetahuan yang dibutuhkan terkait bisnismu. Contohnya, kamu bisa mendapatkan informasi seputar kondisi ekonomi global yang bisa memengaruhi kelancaran bisnismu. Proses pengambilan keputusan menjadi lebih mudah sehingga kamu bisa membuat keputusan yang akurat dan sesuai kondisi bisnismu.

    6. Memudahkan CRM

    Terakhir, teknologi informasi akan memudahkanmu dalam Customer Relationship Management (CRM). Pelanggan dapat terhubung ke perusahaanmu tanpa harus bertemu langsung. Obrolan bersama pelanggan pun bisa disimpan secara otomatis sehingga datanya bermanfaat untuk perkembangan bisnismu.

    Baca Juga: Apa Itu UI dan UX dan Komponen Serta Perannya Dalam Bisnis

    Besar sekali peranan teknologi informasi dalam perusahaan, ya? Tentu saja kamu harus memanfaatkan teknologi informasi sebaik mungkin agar bisa membawa manfaat besar bagi perusahaanmu. Jangan khawatir kalau penguasaan teknologi informasi kamu masih belum mumpuni karena GreatNusa mempunyai kursus Teknologi Informasi dalam beragam topik yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan bisnismu.

    Kamu bisa mempelajari bahasa pemrograman Java, arsitektur komputer, hingga sistem operasi dasar secara online di GreatNusa. Waktu belajarnya pun fleksibel jadi kamu bisa mengikutinya sesuai jadwalmu. Yuk, tingkatkan pengetahuan teknologi informasimu bersama GreatNusa agar kamu bisa menerapkannya secara optimal di perusahaanmu!

    Data Mining: Pengertian, Fungsi, Contoh, serta Metode-Metodenya

    ARTICLE

    KNOWLEDGE

    By greatnusa • 11 Februari 2023

    Data Mining: Pengertian, Fungsi, Contoh, serta Metode-Metodenya

    Data mining adalah salah satu hal yang perlu dipahami dan dilakukan oleh semua perusahaan, terutama di era yang sangat bergantung pada data. Simak di sini!

    Data mining adalah salah satu hal yang perlu dipahami dan dilakukan oleh semua perusahaan. Di era yang sudah serba digital seperti sekarang, data merupakan salah satu aset sangat penting yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan. Tanpa adanya data yang memadai dan mudah dipahami, perusahaan tidak akan memiliki kesempatan untuk bersaing di pasar.

    Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari mengenai apa yang dimaksud dengan data mining secara lebih mendalam, mulai dari pengertian hingga fungsi dan metodenya. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

    Apa Itu Data Mining?

    Data mining adalah proses memilah kumpulan data besar untuk mengidentifikasi pola dan hubungan yang dapat membantu memecahkan masalah bisnis melalui analisis data. Teknik dan alat data mining memungkinkan perusahaan untuk memprediksi tren masa depan dan membuat keputusan bisnis yang lebih akurat.

    Data mining adalah komponen penting dari kesuksesan inisiatif analitik yang ada di dalam sebuah organisasi. Informasi yang dihasilkan dari data mining dapat digunakan dalam Business Intelligence (BI) dan aplikasi analitik lanjutan yang melibatkan analisis data historis, serta aplikasi analitik real-time yang memeriksa data streaming saat dibuat atau dikumpulkan.

    Data mining yang efektif dapat membantu dalam berbagai aspek perencanaan strategi bisnis dan pengelolaan operasi, termasuk fungsi yang berhubungan dengan pelanggan seperti pemasaran, periklanan, penjualan dan dukungan pelanggan; manufaktur; manajemen rantai pasokan; keuangan; dan SDM.

    Data mining juga dapat digunakan untuk mendeteksi penipuan, manajemen risiko, perencanaan keamanan siber, dan masih banyak lagi. Selain itu, data mining juga memainkan peran penting dalam bidang perawatan kesehatan, pemerintahan, penelitian ilmiah, matematika, olahraga, dan masih banyak lagi.

    Baca Juga: Pelajari 6 Langkah Analisis Data yang Efektif

    Apa Saja Manfaat Data Mining?

    Ada banyak sekali manfaat dari data mining yang dapat membantu perusahaan, antara lain:

    1. Mengefektifkan Pemasaran dan Penjualan

    Data mining dapat membantu pemasar lebih memahami perilaku dan preferensi pelanggan, yang memungkinkan mereka untuk membuat kampanye pemasaran dan iklan bertarget yang lebih optimal. Demikian pula, tim penjualan dapat menggunakan hasil dari data mining untuk meningkatkan tingkat konversi prospek serta menjual produk dan layanan tambahan kepada pelanggan yang sudah ada.

    2. Meningkatkan Layanan Pelanggan

    Berkat data mining, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi masalah layanan pelanggan dengan lebih cepat dan memberikan informasi terkini kepada agen pusat kontak untuk digunakan dalam panggilan dan obrolan daring dengan pelanggan. Hal ini jelas akan sangat membantu pelanggan ketika ada masalah yang terjadi.

    3. Peningkatan Manajemen Rantai Pasokan

    Perusahaan dapat melihat tren pasar dan memperkirakan permintaan produk dengan lebih akurat melalui data mining. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengelola inventaris barang dan pasokan dengan lebih baik. Manajer rantai pasokan juga dapat menggunakan informasi dari data mining untuk mengoptimalkan pergudangan, distribusi, dan operasi logistik lainnya.

    Baca Juga: Pengolahan Data: Pengertian, Tujuan, Teknik, Metode, dan Siklusnya

    Apa Saja Metode Data Mining?

    Di dalam data mining, ada berbagai algoritma dan teknik yang digunakan untuk mengubah sejumlah besar data ke dalam output yang berguna. Berikut ini adalah beberapa metode data mining yang paling populer.

    1. Asosiasi

    Asosiasi, atau yang juga disebut sebagai analisis keranjang pasar, digunakan untuk menemukan korelasi atau hubungan antara titik-titik dalam kumpulan data. Korelasi atau hubungan tersebut kemudian akan menambah nilai pada kumpulan data dengan mencoba menghubungkan potongan data yang berbeda.

    Sebagai contoh, perusahaan dapat menelusuri riwayat penjualannya untuk melihat produk mana yang paling sering dibeli berbarengan menggunakan metode ini. Dengan informasi tersebut, perusahaan dapat merencanakan, mempromosikan, dan memperkirakan produk dengan tepat.

    2. Klasifikasi

    Metode klasifikasi menetapkan elemen dalam kumpulan data ke berbagai kategori yang didefinisikan sebagai bagian dari proses data mining. Metode ini memungkinkan kategorisasi dan ringkasan yang lebih tepat dari data yang mendasari di seluruh fitur atau lini produk yang serupa.

    3. Pengelompokkan

    Pengelompokkan hampir mirip dengan klasifikasi, tetapi metode ini lebih mengidentifikasi kesamaan antar objek, kemudian mengelompokkan item tersebut berdasarkan apa yang membuatnya berbeda dari item lainnya. Meskipun klasifikasi dapat menghasilkan kelompok seperti "rendang", "nasi goreng", "gyoza", dan "ramen", pengelompokkan dapat mengidentifikasi kelompok seperti "masakan Indonesia" dan "masakan Jepang".

    4. Neural Networks

    Neural networks adalah seperangkat algoritma yang mensimulasikan aktivitas otak manusia. Metode data mining ini sangat berguna dalam aplikasi pengenalan pola kompleks yang melibatkan Deep Learning, yaitu cabang dari Machine Learning yang lebih maju.

    5. Analisis Prediktif

    Melalui metode analisis prediktif, informasi historis untuk membangun model grafis atau matematis akan dimanfaatkan untuk memperkirakan hasil di masa yang akan datang. Metode ini bertujuan untuk mendukung angka yang tidak diketahui di masa depan berdasarkan data yang ada saat ini.

    Baca Juga: Manajemen Data: Pengertian, Contoh, Serta Tujuannya dalam Perkembangan Bisnis

    Apa Saja Contoh Data Mining?

    Berikut ini adalah cara organisasi dan perusahaan di beberapa industri menggunakan data mining sebagai bagian dari aplikasi analitik.

    1. Layanan Keuangan

    Bank dan perusahaan kartu kredit menggunakan alat data mining untuk membangun model risiko keuangan, mendeteksi transaksi penipuan, serta memeriksa aplikasi pinjaman dan kredit. Data mining juga memainkan peran kunci dalam pemasaran dan mengidentifikasi peluang penjualan potensial dengan pelanggan yang sudah ada.

    2. Hiburan

    Layanan streaming seperti YouTube atau Spotify melakukan data mining untuk menganalisis apa yang ditonton atau didengarkan oleh penggunanya. Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk membuat rekomendasi yang dipersonalisasi berdasarkan kebiasaan menonton dan mendengarkan setiap pengguna.

    3. Layanan Kesehatan

    Data mining dapat digunakan untuk membantu dokter mendiagnosis kondisi medis, merawat pasien, serta menganalisis X-ray dan hasil pencitraan medis lainnya. Penelitian medis juga sangat bergantung pada penambangan data, Machine Learning, dan bentuk analitik lainnya.

    Untuk mempelajari data mining dengan lebih mendalam, kamu bisa mengikuti kursus-kursus yang ada di GreatNusa. Ada banyak sekali kursus mengenai data yang dapat kamu ikuti, baik yang berbayar maupun gratis. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, klik di sini!

    • 1
    • More pages
    • 34
    • 35
    • 36
    • More pages
    • 74
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya
    Baca Selengkapnya