Menampilkan 49-54 dari 441 Artikel
Sebagian besar urusan personal maupun bisnis kita bergantung pada akses teknologi. Semakin hari, pertumbuhan teknologi terus meningkat secara stabil, menjadikannya sebagai sektor dengan perkembangan tercepat di dunia. Menurut laporan IT Industry Outlook 2022 yang dilansir oleh CompTIA, industri teknologi diproyeksikan melampaui 5,3 triliun dolar AS di 2022.
Di balik itu, teknologi mengandalkan elemen penting yang bernama "informasi". Saking pentingnya, ilmu pengetahuan teknologi pun mengusung informasi sebagai cabang ilmu. Sebut saja, beberapa di antaranya ialah teknik informatika dan sistem informasi.
Meski sama-sama berkutat dengan informasi, apakah keduanya sama? Tentu saja tidak! Inilah perbedaan sistem informasi dan teknik informatika yang patut kamu ketahui!
Pertama-tama, kami akan menyuguhkan pengertian sistem informasi dari dua rujukan berikut:
Sementara itu, dilansir oleh TechTarget.com (2022), pengertian teknik informatika adalah penggunaan komputer, penyimpanan, jaringan dan perangkat fisik lainnya, infrastruktur, serta proses untuk membuat, memproses, menyimpan, mengamankan, dan bertukar segala bentuk data elektronik.
Baca Juga : Pengertian Manajemen Produksi dan Fungsinya
Setelah mengetahui pengertian dari sistem informasi dan teknik informatika, berikut adalah fungsi dari sistem informasi dan teknik informatika. Fungsinya adalah :
Sistem informatika (SI) memiliki beberapa fungsi yang mirip dengan teknik informatika, tetapi fungsi lainnya berbeda. Sebut saja,
Di sisi lain, Teknik informatika (TI) didasarkan pada 6 fungsi, antara lain,
Sistem informasi mempunyai beberapa komponen, antara lain,
Kemudian, untuk teknik informatika, pada dasarnya ada empat komponen penting, yaitu
Baca Juga : Apa Peranan Teknologi Informasi dalam Perusahaan? Apakah itu Penting?
Berikutnya, perbedaan sistem informasi dan teknik informatika terletak pada latar belakang atau asal muasalnya. Sistem informasi sudah ada sejak zaman dahulu kala, tepatnya sekitar 3.000 tahun sebelum masehi. Hal ini ditandai dengan kegiatan manusia yang mulai bertukar informasi dengan menulis di atas batu, dinding gua, kayu, tanah liat, atau papirus. Sistem informasi diperkirakan sudah muncul dan digunakan oleh bangsa Sumeria di era Mesopotamia kuno.
Di sisi lain, istilah teknik informatika baru muncul pada pertengahan abad ke-20 dan dicetuskan oleh Thomas C. Whisler dan Harold J. Leavitt dalam karya yang berjudul Harvard Business Review. Buku yang diterbitkan pada 1958 ini menyebutkan, "teknologi baru belum memapankan sebuah nama. Kita akan menyebutnya dengan 'Teknologi Informasi'."
Teknik informatika mengombinasikan keahlian dan praktik yang diperlukan untuk membuat solusi teknis. Bidang ini dirancang untuk mendidik seseorang menjadi pemikir kritis dan pemecah masalah berdasar teknologi. Beberapa mata kuliah yang termasuk dalam cakupan teknik informatika, antara lain,
Sementara itu, sistem informasi akan membimbing seseorang menjadi mahir dalam mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi dan distribusi informasi. Dengan belajar sistem informasi, kemampuan teknis dan konseptual dalam mengelola teknologi informasi akan terasah. Inilah mata kuliah yang berkaitan dengan sistem informasi:
Baca Juga : 5 Contoh Bisnis yang Menggunakan Teknologi Informasi di Indonesia
Sistem informasi mencakup berbagai macam sektor, mulai dari bisnis, pemerintahan, organisasi nonprofit, hingga pendidikan. Luasnya cakupan tersebut membuat lulusan bidang sistem informasi memperoleh peluang karier sebagai berikut:
Adapun prospek karier untuk orang-orang yang mahir di bidang teknik informatika, di antaranya adalah
Gaji profesi di bidang sistem informasi dan teknik informatika cenderung beragam. Penetapan gaji dapat didasarkan pada banyak faktor, contohnya keahlian, pengalaman, latar belakang, dan pendidikan seseorang. Tak hanya itu, kesempatan memperoleh gaji yang lebih tinggi akan meningkat apabila orang tersebut menempuh pendidikan yang lebih lanjut dan lebih spesifik, baik dengan gelar sarjana, gelar magister, atau sertifikasi.
Saat ini, rata-rata gaji dari seorang spesialis teknik informatika adalah 56.806 dolar AS dan dapat meningkat hingga 130.000 dolar AS. Sementara itu, bagi kamu yang tertarik dengan profesi di bidang sistem informasi, rata-rata gaji yang akan diperoleh adalah 65.287 dolar AS dan bisa naik sampai 100.000 dolar AS.
Sekian uraian terkait perbedaan sistem informasi dan teknik informatika. Semoga informasi kali ini bermanfaat, terutama bagi kamu yang hendak terjun dan menggeluti bidang-bidang tersebut.
Omong-omong, tahukah kamu kalau teknik informatika dan sistem informasi dapat dipelajari di satu platform? Ya, keduanya tersedia di GreatNusa! Platform digital ini menyediakan kursus online yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Selain itu, kamu juga akan dibimbing oleh para praktisi profesional di bidangnya sehingga memperoleh wawasan yang berbobot.
Tertarik untuk mengikuti kursus daring GreatNusa? Ayo, mampir ke situs webnya sekarang juga!
By greatnusa • 30 April 2023
Program pengembangan karir adalah salah satu wujud upaya dari perusahaan dalam mempertahankan talenta SDM yang dimilikinya. Ada banyak manfaat pengembangan karir yang bisa didapatkan oleh perusahaan. Bahkan, manfaat tersebut dapat berdampak secara langsung pada aktivitas bisnis perusahaan.
Mengingat pentingnya peran program pengembangan karir tersebut, tidak heran kalau perusahaan memberi perhatian yang serius pada proses pelaksanaannya. Dengan begitu, perusahaan bisa mendapatkan manfaat program tersebut secara optimal.
Sebelum membahas tentang manfaat pengembangan karir, ada baiknya kamu terlebih dahulu memahami pengertiannya. Pengembangan karir merupakan upaya seseorang dalam meningkatkan kemampuan yang dimilikinya sebagai bagian dari perencanaan karir yang telah disusunnya.
Pada penerapannya, pengembangan karir kerap dilaksanakan dengan strategi serta perencanaan khusus. Dengan adanya strategi serta perencanaan yang matang, perusahaan bisa mendapatkan manfaat sesuai dengan target dan harapan yang diinginkan.
Dalam praktiknya, pengembangan karir dalam perusahaan terbagi menjadi 3 fase, yaitu:
Fase ini merupakan tahap awal dalam proses pengembangan karir. Pada tahapan ini, perusahaan melakukan perencanaan karir karyawan dengan kebutuhan perusahaan agar terdapat keselarasan. Dengan begitu, perusahaan dapat melakukan penilaian terkait kekurangan dan kelebihan karyawan dalam proses pengerjaan tugas.
Fase kedua adalah pengarahan yang merupakan upaya nyata perusahaan dalam membantu mengarahkan karir karyawan. Pengarahan tersebut dapat dilakukan lewat adanya pelayanan informasi atau konseling.
Fase yang ketiga adalah pengembangan. Pada tingkatan ini, perusahaan akan berupaya untuk mengembangkan kemampuan karyawan dengan pertimbangan jabatan di masa mendatang. Ada beberapa kebijakan yang dapat dilakukan perusahaan pada fase pengembangan ini, di antaranya adalah pemberian beasiswa, rotasi jabatan, pelatihan, mentoring, dan lain sebagainya.
Baca Juga: 5 Perbedaan Karir dan Pekerjaan yang Harus Diketahui
Lalu, manfaat seperti apa saja yang bisa didapatkan oleh perusahaan dari pelaksanaan program pengembangan karir untuk para karyawan? Ada 7 manfaat utama yang bisa diperoleh perusahaan, yaitu:
Perusahaan bisa menjalankan program pengembangan karir dengan berbagai metode. Sebagai contoh, melalui kegiatan pelatihan, promosi, kenaikan gaji, dan lain sebagainya. Pelaksanaan program pengembangan karir yang tepat, dapat mendorong produktivitas karyawan secara signifikan.
Karyawan menjadi lebih giat bekerja dengan harapan bisa mendapatkan promosi jabatan. Selain itu, karyawan punya kemampuan untuk memanfaatkan keahliannya secara lebih efektif dan efisien setelah mengikuti program pelatihan.
Program pengembangan karir juga membantu perusahaan dalam mengenali passion dari setiap karyawan. Pengetahuan ini selanjutnya bisa digunakan pihak perusahaan dengan menempatkan karyawan sesuai dengan passion serta keahliannya masing-masing. Dengan begitu, para karyawan bisa kerja secara lebih produktif.
Manfaat pengembangan karir dalam perusahaan bisa pula mendorong kepuasan kerja dari para karyawan. Kepuasan kerja merupakan parameter penting yang menjadi tolok ukur tingkat kenyamanan karyawan.
Tingkat kepuasan kerja karyawan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pencapaian kerja, jenis pekerjaan, lingkungan kerja, dukungan perusahaan, dan lain sebagainya. Perusahaan pun dapat menjalankan program pengembangan karir dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut.
Baca Juga: Kenali Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Karir
Turnover karyawan dalam sebuah perusahaan merupakan fenomena normal. Kalau terjadi pada periode wajar, turnover memberi keuntungan bagi perusahaan. Hanya saja, tingkat turnover terlalu tinggi berpotensi menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Produktivitas serta moral karyawan dapat mengalami penurunan.
Turnover tinggi juga berpotensi menimbulkan pembengkakan pengeluaran perusahaan. Pengeluaran tersebut mencakup berbagai aspek, termasuk di antaranya adalah biaya perekrutan karyawan, onboarding, pelatihan, serta pengeluaran lain terkait kebutuhan karyawan.
Manfaat pengembangan karir dalam mengurangi turnover karyawan berkaitan erat dengan tingkat kepuasan kerja. Pengembangan karir membuat karyawan merasa diperhatikan oleh perusahaan. Situasi serupa belum tentu akan mereka dapatkan ketika memilih untuk pindah ke tempat kerja lain.
Perusahaan dapat pula memperoleh manfaat dari program pengembangan karir dalam menarik karyawan bertalenta. Karyawan yang memiliki talenta merupakan SDM berkualitas dan merupakan aset berharga perusahaan. Keberadaannya memiliki dampak yang sangat besar dalam aktivitas bisnis perusahaan.
Peran seorang karyawan bertalenta dalam perusahaan berbeda kalau dibandingkan dengan SDM lain. Mereka bakal diproyeksikan menjadi pimpinan lewat berbagai program pengembangan karir. Oleh karenanya, tidak heran kalau keberadaan karyawan bertalenta memiliki pengaruh besar pada masa depan perusahaan.
Adanya pengembangan karir dalam perusahaan dapat pula memberikan manfaat dalam menciptakan budaya kerja positif. Banyak manfaat yang bisa didapatkan perusahaan lewat terciptanya budaya kerja positif. Manfaat tersebut meliputi:
Manfaat selanjutnya yang bisa dirasakan perusahaan dari adanya program pengembangan karir adalah peluang untuk memperoleh pemasukan lebih tinggi. Situasi ini bisa terjadi karena para karyawan memiliki kemampuan untuk bekerja secara lebih efektif dan efisien.
Di waktu yang sama, perusahaan juga berpeluang untuk mengurangi pengeluaran yang tak perlu. Sebagai contoh adalah pengeluaran yang berkaitan dengan turnover.
Society for Human Resource Management (SHRM) mengungkapkan betapa besarnya biaya tersebut. Pengeluaran untuk proses pergantian karyawan secara langsung berkisar antara 50-60% dari gaji tahunan karyawan. Sementara itu, biaya total pergantian dapat mencapai angka 90-200% gaji tahunan.
Baca Juga: Perencanaan Karir: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya
Terakhir, perusahaan bisa memperoleh manfaat pengembangan karir berupa peningkatan employer branding. Employer branding memiliki kaitan erat dengan citra perusahaan di mata para pencari kerja. Di mata mereka, perusahaan dengan employer branding bagus merupakan tempat kerja yang nyaman.
Adanya employer branding yang kuat dapat mendorong perusahaan untuk menarik minat para talenta tinggi. Pada jangka panjang, employer branding dapat berdampak positif pada operasional bisnis perusahaan secara menyeluruh.
Nah, itulah 7 manfaat pengembangan karir bagi perusahaan yang menarik untuk kamu ketahui. Manfaat yang tak kalah besar pun bisa didapatkan oleh karyawan. Mereka menjadi lebih percaya diri, mendapatkan jaminan kesejahteraan, meningkatkan partisipasi, serta menambah relasi.
Dengan mempertimbangkan manfaat tersebut, tidak heran kalau pengembangan diri merupakan proses yang terus berlangsung. Apalagi, ada banyak pengetahuan serta keterampilan baru yang bisa kamu kuasai.
Ditambah lagi, kecanggihan teknologi memberi kemudahan bagi siapa saja dalam mengembangkan kemampuan diri. Salah satunya adalah adanya berbagai pelatihan serta kurus yang bisa kamu dapatkan di GreatNusa.
Pelatihan dan kursus di GreatNusa berlangsung secara online. Dengan sistem seperti itu, kamu berpeluang untuk meningkatkan kualitas kemampuan diri tanpa terhalang oleh jarak. Kamu dapat mengikuti pelatihan dari mana saja dan kapan saja.
Menarik, kan?
Keberhasilan bisnis tidak lepas dari kerja sama karyawan di dalamnya. Kamu perlu menerapkan proses komunikasi bisnis yang efektif dalam bekerja bersama karyawan lainnya demi mencapai tujuan perusahaan.
Komunikasi bisnis memiliki tujuan dan prinsip yang berbeda daripada jenis komunikasi lainnya. Apa saja? Lalu, apa pengertian komunikasi bisnis itu sendiri? Bagaimana contoh komunikasi bisnis di dunia kerja? Simak artikel di bawah ini untuk menjawab pertanyaanmu.
Komunikasi bisnis merupakan proses pertukaran informasi, ide, dan pesan antara individu atau kelompok dalam konteks bisnis. Tujuan komunikasi bisnis yaitu memengaruhi opini, tindakan, dan mencapai hasil bisnis yang diinginkan. Komunikasi bisnis tidak hanya melibatkan karyawan dalam perusahaan, tetapi pihak lainnya pula seperti pelanggan, rekan bisnis, pemasok (supplier), dan pihak pemerintah.
Jenis komunikasi bisnis terjadi melalui berbagai media, seperti surat, telepon, email, media sosial, atau secara langsung seperti rapat. Komunikasi bisnis harus jelas, tepat waktu, dan efektif agar tujuan bisnis tercapai. Komunikasi bisnis yang baik juga memerlukan keterbukaan dan kejujuran dalam pertukaran informasi.
Baca Juga: 6 Prospek Kerja Bisnis Digital dan Kualifikasinya
Ada empat tujuan umum dalam unsur komunikasi bisnis dalam perusahaan, yaitu penyampaian informasi (informing), persuasi (persuading), kolaborasi (collaborating), dan integrasi (integrating). Berikut penjelasan lengkapnya.
Setiap jenis komunikasi bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada pihak lain. Dalam komunikasi bisnis, informasi yang disampaikan berkaitan dengan kondisi bisnis, seperti operasional, manajerial, keuangan, atau pemasaran. Perusahaan perlu menggunakan media yang tepat dan sesuai kemampuan internal perusahaan agar informasi tersampaikan secara efektif.
Komunikasi bisnis juga bertujuan untuk persuasi atau mengajak pihak lain agar bisa melakukan pesan yang disampaikan. Tujuan ini biasanya diterapkan dalam aktivitas negosiasi antara dua belah pihak yang terlibat, baik secara internal maupun eksternal.
Komunikasi bisnis juga berguna untuk meningkatkan kolaborasi atau kerja sama bisnis antara seorang karyawan dan karyawan lain maupun pihak eksternal. Kolaborasi bisnis dapat berjalan lebih maksimal dan mudah melalui berbagai media telekomunikasi yang sering digunakan pada zaman ini.
Dalam melakukan integrasi, bisnis menggunakan sapaan yang lebih akrab di telinga audiens dan menggunakan subjek ‘kita’ daripada ‘saya dan Anda’. Proses integrasi bermanfaat agar audiens lebih tertarik untuk bekerja sama dengan suatu bisnis.
Baca Juga: Contoh Analisis Pesaing Pasar dalam Bisnis Makanan
Komunikasi bisnis dilakukan melalui dua cara, yaitu verbal dan non-verbal. Berikut beberapa contoh komunikasi bisnis sesuai kategorinya.
Komunikasi verbal terjadi secara langsung melalui aktivitas tatap mata atau menggunakan media tertentu. Berikut contohnya:
Komunikasi non-verbal menggunakan bahasa tubuh atau gestur melalui aktivitasnya. Berikut contohnya:
Baca Juga: Analisis Risiko Bisnis: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Serta Contohnya
Bovee dan Thill, pakar komunikasi bisnis, mengungkapkan enam tahapan penting dalam proses komunikasi bisnis. Berikut penjelasan lengkapnya.
Proses komunikasi bisnis bermula dari munculnya ide atau gagasan. Ide yang terlintas di benak pemilik pesan masih berupa data mentah dan belum siap disampaikan sebagai pesan.
Pada tahap ini, pengirim mencari cara untuk mengutarakan idenya kepada orang lain dalam bentuk perkataan. Pengirim juga memikirkan cara efektif untuk menyampaikan ide agar penerima bisa memahami pesannya.
Setelah ide berubah menjadi pesan, pengirim langsung mengirimkannya kepada penerima. Pengirim juga menentukan media untuk mengirimkan pesan, baik secara langsung, menulis surat, maupun menggunakan perangkat telekomunikasi yang tersedia.
Tahap ini merupakan awal mula interaksi antara pengirim dan penerima pesan. Penerima mendapatkan pesan dari pengirim melalui mendengar, membaca pesan, melihat, atau merasakannya.
Pesan yang diterima mulai diproses dan ditafsirkan. Proses penafsiran setiap penerima pesan berbeda-beda tergantung wawasan penerima. Ada pesan yang diproses terlalu cepat, tetapi penerima salah menafsirkannya, begitu pula sebaliknya. Kamu bisa mengonfirmasi pemahaman penerima secara langsung jika merasa ragu.
Komunikasi bisnis berujung pada pemberian tanggapan atau respons terhadap pesan yang diterima. Feedback dapat menentukan jika komunikasi bisnis berjalan lancar atau terdapat hambatan. Jika kedua pihak memiliki makna yang berbeda, maka komunikasi bisnis dapat dikatakan kurang efektif.
Baca Juga: Apa Itu Komunikasi Bisnis, Unsur, Jenis dan Manfaatnya
Komunikasi bisnis juga memiliki faktor pendukung dan penghambat dalam prosesnya. Ada lima faktor yang memengaruhi kelancaran komunikasi bisnis, yaitu:
Persepsi kedua belah pihak yang terlibat dalam komunikasi bisnis belum tentu sama. Oleh karena itu, pengirim pesan harus bisa memprediksi tindakan lawan bicara dalam menerima informasi yang disampaikan.
Hampir semua proses komunikasi bisnis dilakukan melalui bantuan teknologi. Kecanggihan teknologi yang digunakan juga dapat meningkatkan kelancaran komunikasi bisnis. Contoh paling populer pada saat ini adalah telekomunikasi berbasis internet. Pengirim dan penerima pesan saling berkomunikasi dengan lancar apabila kualitas internetnya memadai.
On-point artinya pesan yang disampaikan memiliki maksud dan tujuan yang jelas. Kedua belah pihak harus menyampaikan pesan secara on-point supaya mereka bisa memahami poin utama dari informasi yang diberikan.
Kepercayaan sering menjadi faktor pendorong sekaligus penghalang komunikasi bisnis, terutama jika bekerja bersama pihak eksternal. Pengirim pesan harus bisa meyakinkan lawan bicara agar terbangun rasa kepercayaan di antara kedua belah pihak.
Kepercayaan dan hubungan yang bagus dapat menumbuhkan kecocokan dalam diri kedua belah pihak. Mereka mampu berkomunikasi dalam frekuensi yang sama karena bisa memahami satu sama lain.
Sudahkah kamu memahami pentingnya proses komunikasi bisnis? Tentunya kamu harus menerapkan teknik komunikasi yang berbeda ketika berbicara bersama karyawan dan pihak eksternal seperti pelanggan. Ikutilah kursus Basic Fundamentals in Business Communication dari GreatNusa agar kamu makin mampu menerapkan strategi komunikasi bisnis secara efektif. Kembangkan dirimu agar makin menonjol di dunia karier bersama GreatNusa sekarang juga.
By greatnusa • 30 April 2023
Faktanya, motivasi kerja dan kinerja karyawan juga dipengaruhi oleh ketersediaan sarana dan prasarana. Dengan adanya fasilitas yang memadai, motivasi mereka untuk menyelesaikan suatu pekerjaan akan cenderung lebih tinggi. Aktivitas kerja pun akan lebih lancar jika didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana kantor yang cukup serta dikelola dengan baik. Hal inilah yang kemudian membuat manajemen sarana dan prasarana menjadi vital dalam sebuah perusahaan.
Merujuk pada arti kata, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan bahwa sarana adalah segala sesuatu yang bisa digunakan sebagai alat untuk mencapai maksud dan tujuan. Sedangkan prasarana merujuk pada segala sesuatu yang bisa dijadikan penunjang utama dalam terselenggaranya sebuah proses. Sederhananya, sarana dapat digambarkan sebagai alat atau benda bergerak, seperti komputer, mesin, alat tulis, dan lainnya. Sementara prasarana lebih mengarah pada hal-hal atau benda yang sifatnya tidak bergerak, misalnya gedung, ruangan, tanah, dan masih banyak lagi.
Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan terkait manajemen sarana dan prasarana di bawah ini!
Agar lebih spesifik, sarana dan prasarana kantor dibagi ke dalam beberapa jenis, yaitu:
Peralatan kantor mencakup semua alat dan bahan yang digunakan untuk membantu pekerjaan para karyawan. Dengan harapan, hasil pekerjaan bisa selesai secara lebih cepat dan tepat. Perlengkapan kantor ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu;
Dilihat dari bentuknya, peralatan ini terdiri dari tiga jenis, yaitu; berbentuk lembaran, non-lembaran, dan buku. Peralatan yang berbentuk lembaran, misalnya berupa beragam jenis kertas, plastik transparan, map, dan amplop. Sedangkan peralatan yang berbentuk non-lembaran atau tak berlembar, seperti; pensil, pulpen, penggaris, dan beragam ATK lainnya. Selain itu, terdapat pula perlengkapan kantor berupa buku, katakanlah seperti; buku catatan (notebook), buku tamu, buku agenda, dan buku pedoman organisasi yang di dalamnya berisi sejarah, struktur, hingga prosedur kerja.
Berdasarkan cara penggunaan, peralatan kantor terbagi menjadi dua macam, yaitu; barang habis pakai dan tidak habis pakai. Barang habis pakai merujuk pada perlengkapan/peralatan yang hanya bisa digunakan sekali dan tidak dapat bertahan lama, seperti; beragam jenis kertas, tinta, pulpen, karbon, dan masih banyak lagi. Hal ini tentu berbeda dengan barang tidak habis pakai, yang notabenenya cenderung lebih tahan lama. Misalnya, gunting, stapler, cutter, dan jenis ATK lain yang bisa digunakan secara berulang.
Mesin kantor mencakup semua alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan, utamanya dalam kegiatan pengelolaan data. Mulai dari proses menghimpun, pencatatan, hingga pengolahan data/informasi. Tentunya, mesin kantor ini bekerja secara elektrik, mekanik, dan magnetik. Sebut saja seperti; komputer, laptop, LCD/Proyektor, mesin fotokopi, printer, dan mesin lainnya.
Selain mesin kantor yang telah disebutkan sebelumnya, sebuah perusahaan juga membutuhkan peralatan komunikasi. Dengan tujuan untuk memudahkan koordinasi, kerja sama, dan komunikasi di lingkungan internal perusahaan, maupun eksternal dengan pihak lain. Yang termasuk mesin komunikasi adalah telepon, faksimile, interkom, dan jaringan internet (WiFi).
Baca Juga: 4 Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi
Faktanya, dalam sebuah kantor juga harus ada beragam jenis perabotan yang kehadirannya dapat membantu proses pelaksanaan tugas atau kegiatan. Sebut saja seperti; meja, kursi, rak buku, lemari, papan tulis, dan sofa untuk para tamu.
Selain perabotan utama, juga dibutuhkan barang-barang yang dapat menambah kesan estetik, nyaman, menyenangkan, dan memberi semangat bagi para karyawan untuk bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Yang termasuk kategori ini, misalnya; lambang negara, gambar presiden dan wakil presiden, lukisan, bendera merah putih, patung, vas bunga, jam dinding, hingga tanaman hidup maupun hias.
Semua sarana dan prasarana tersebut harus ditata sedemikian rupa sesuai dengan luas lantai dan ruangan kantor. Penataan atau tata ruang yang baik, tentu akan memberikan kenyamanan dan kemudahan tersendiri bagi karyawan ataupun para tamu.
Dalam proses pengadaan sarana dan prasarana kantor, setidaknya ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar tidak terjadi penyesalan. Yang pertama, tim pengadaan harus mengumpulkan data terlebih dulu terkait sarana dan prasarana apa yang dibutuhkan, beserta jumlah dan kualitas mutu yang diharapkan. Dalam hal ini, penting pula untuk dilakukan analisis berbagai faktor, yang meliputi faktor ongkos, fungsional, prestise, dan standarisasi. Kedua, jangan pernah tergiur dengan harga murah, melainkan harus terlebih dulu dipastikan kualitas produk/barang tersebut.
Untuk itulah, dalam proses pengadaan sarana dan prasarana, kamu tidak boleh asal. Perlu dipahami bahwa tersedianya perlengkapan kantor yang baik dan berkualitas akan semakin menjamin kelancaran aktivitas kerja para karyawan. Nah, berikut karakteristik atau ciri sarana dan prasarana kantor yang baik.
Demi memenuhi kebutuhan akan sarana dan prasarana, perusahaan memang seharusnya melakukan pengelolaan (manajemen) yang efektif dan efisien. Mulai dari tahap perencanaan, pengadaan, pelaksanaan, hingga pengawasan.
Berikut beberapa rangkaian kegiatan dalam upaya pengelolaan atau manajemen sarana dan prasarana.
Sederhananya, pengadaan adalah kegiatan menyediakan sarana dan prasarana kantor guna menunjang aktivitas kerja. Pengadaan ini tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing divisi, dan karenanya harus dilakukan proses perencanaan terlebih dulu. Perencanaan ini penting guna mengetahui dan memastikan nilai guna (manfaat) dari perlengkapan tersebut, beserta berapa kisaran biaya yang harus dikeluarkan.
Jika perencanaan tersebut telah disetujui, barulah proses pengadaan barang akan dilakukan. Tentunya, proses ini harus sesuai dengan prosedur yang berlaku pada organisasi atau perusahaan tersebut.
Kegiatan selanjutnya adalah proses penyimpanan. Proses ini dapat dimaknai sebagai upaya menampung barang atau perlengkapan hasil pengadaan, baik itu yang berasal dari pembelian perusahaan ataupun bantuan dari pihak lain. Adapun tujuan dari penyimpanan adalah supaya;
Tak cukup sampai pada tahap penyimpanan, barang-barang tersebut juga harus dilakukan pemeliharaan atau perawatan agar tetap dalam kondisi baik dan siap digunakan. Dalam hal ini, pemeliharaan merupakan kegiatan yang sifatnya terus-menerus, dengan tujuan agar;
Inventarisasi dapat diartikan sebagai upaya pencatatan terkait data sarana dan prasarana yang dimiliki oleh perusahaan. Proses pendataan ini penting dengan tujuan agar;
Itulah sekilas informasi terkait manajemen sarana dan prasarana. Dalam praktiknya, pengelolaan ini tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab General Affairs (GA), melainkan juga membutuhkan peran aktif dari semua pihak. Tak lain, agar sarana dan prasarana bisa digunakan secara efektif, efisien, dan sesuai prosedur penggunaan.
Bagi kamu yang tertarik untuk belajar lebih dalam terkait manajemen perusahaan, bisa segera bergabung dengan GreatNusa; sebuah platform digital yang menyediakan beragam jenis kursus online. Di sini, kamu dapat menemukan berbagai jenis kursus, khususnya dalam kursus bidang bisnis dan manajemen, serta akan dibimbing oleh mentor-mentor yang ahli di bidangnya, sehingga dijamin mampu mengasah keterampilan, ilmu, dan pengetahuan.
Keamanan sistem komputer perusahaan perlu diuji dan ditingkatkan secara berkala. Penetration test alias pentest adalah salah satu metode yang bisa digunakan untuk menguji keamanan jaringan komputer.
Langkah yang digunakan dalam pentest sejatinya mirip seperti peretasan (hacking), tetapi dilakukan oleh kalangan internal dan bertujuan untuk meningkatkan keamanan jaringan komputer. Mari kenali lebih lanjut tentang pentest dalam bacaan menarik berikut ini.
Alangkah baiknya kamu memahami apa itu pentest dan jenis-jenisnya sebelum mengetahui proses dalam pentest. Lihat penjelasan mengenai pengertian pentest berikut ini.
Penetration test yang juga disebut sebagai pentest adalah teknik keamanan siber (cyber security) yang dilakukan oleh tim IT internal perusahaan atau pihak ketiga yang dipercaya untuk mengidentifikasi dan menguji kerentanan dalam jaringan komputer. Dalam pentest, karyawan maupun pihak ketiga meniru strategi dan tindakan peretas untuk mengevaluasi kemungkinan peretasan sistem komputer, jaringan, atau aplikasi web perusahaan.
Pentest dianggap sebagai tindakan proaktif karena melibatkan peningkatan yang konsisten dan diinisiasi sendiri berdasarkan laporan yang telah dibuat. Pentest berbeda dari pendekatan nonproaktif yang tidak memperbaiki kelemahan seiring timbulnya masalah dan mengharuskan perusahaan memperbarui firewall setelah terjadi pelanggaran data. Tujuan tindakan proaktif seperti pentest adalah meminimalkan jumlah peningkatan pascakejadian peretasan dan memaksimalkan keamanan organisasi.
Terdapat tiga strategi utama dalam pentest, yaitu:
Baca Juga: Freelancing Adalah: Pengertian, Jenis, Persiapan, dan Tips Sukses
Pentingnya pentest dalam keamanan siber tidak dapat dimungkiri. Dalam dunia yang kian terhubung secara digital, pentest adalah langkah krusial untuk menjaga keamanan dan integritas data organisasi. Berikut tiga alasan pentest sangat penting dalam keamanan siber:
Pentest merupakan teknik yang digunakan untuk menguji keamanan sistem perusahaan terhadap serangan dari pihak luar. Pelaku pentest akan meniru taktik dan strategi yang biasa dilakukan oleh peretas (hacker) untuk mengetahui titik lemah sistem perusahaan. Hasil dari tes ini bisa memberikan informasi berharga kepada perusahaan mengenai cara mencegah serangan pada masa depan.
Pentest dapat membantu perusahaan dalam mendeteksi kelemahan pada sistem mereka. Sebelum dilakukan pentest, perusahaan biasanya merasa bahwa sistem mereka aman. Namun, pentest dapat menunjukkan titik lemah yang sebelumnya tidak disadari oleh perusahaan. Mereka dapat segera memperbaikinya untuk mencegah terjadinya pelanggaran keamanan pada masa depan.
Baca Juga: A/B Testing Adalah: Pengertian, Cara dan Manfaatnya
Kehilangan data pelanggan atau kebocoran informasi penting dapat merusak reputasi bisnis yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Dalam banyak kasus, kerusakan reputasi yang terjadi akibat pelanggaran keamanan bisa jauh lebih besar dari kerugian finansial. Melakukan pentest secara teratur dapat mengurangi risiko pelanggaran keamanan dan menjaga reputasi bisnis.
Pentingnya pentest dalam menjaga keamanan siber sudah tidak dapat diragukan lagi. Namun, bagaimana sebenarnya proses pelaksanaan pentest dilakukan?
Pertama-tama, perusahaan yang ingin menjalankan pentest harus menentukan target sistem atau jaringan yang akan diuji. Setelahnya, tim yang akan menjalankan pentest harus dibentuk dan terdiri dari tenaga ahli internal organisasi atau pihak ketiga yang sudah berpengalaman. Selanjutnya, tim akan menentukan kesepakatan tentang ruang lingkup pentest dan tingkat akses supaya pentest berjalan efektif tanpa merusak sistem yang diuji.
Tim pentest akan mencoba menemukan celah keamanan pada sistem atau jaringan yang ditentukan. Ada beberapa metode yang bisa digunakan dalam pelaksanaan pentest, seperti black box testing, white box testing, dan gray box testing. Tujuan pelaksanaan pentest yaitu menemukan kelemahan dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan keamanan sistem.
Setelah pelaksanaan pentest selesai, pelaku pentest harus membuat laporan hasil pentest. Laporan ini berisi detail mengenai kelemahan yang ditemukan, termasuk tingkat keparahan dan saran perbaikan yang disarankan. Laporan ini akan membantu perusahaan untuk meningkatkan keamanan sistem mereka dan mencegah serangan siber pada masa depan. Selain itu, laporan hasil pentest juga bisa digunakan untuk memenuhi persyaratan audit atau peraturan yang berlaku.
Baca Juga: Evaluasi Usaha Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Tahapannya
Penting untuk diingat bahwa pentest, juga memiliki keterbatasan yang perlu diperhatikan. Apa saja keterbatasan utama dari pentest dalam cyber security?
Proses pentest membutuhkan waktu yang signifikan, terutama jika perusahaan memiliki sistem komputer yang kompleks. Terkadang waktu yang diberikan untuk melakukan pentest sangat terbatas sehingga sulit untuk melakukan evaluasi yang menyeluruh pada sistem. Masalah ini dapat membatasi kemampuan pen tester dalam menemukan dan melaporkan semua kelemahan yang ada pada sistem.
Selain itu, perusahaan juga harus mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan untuk menindaklanjuti temuan dari pentest. Apabila perusahaan tidak dapat menyelesaikan masalah yang ditemukan dalam waktu yang tepat, sistem komputer akan tetap rentan terhadap serangan.
Pentest sejatinya hanya merupakan evaluasi keamanan pada waktu tertentu dan tidak dapat menjamin keamanan sistem secara mutlak. Keamanan sistem akan terus berubah seiring waktu dan perkembangan teknologi baru. Alhasil, perusahaan perlu melakukan evaluasi keamanan secara terus-menerus. Selain itu, beberapa serangan siber dapat dilakukan dengan cara yang tidak bisa dideteksi oleh pentest.
Pentest harus dipandang sebagai bagian dari proses evaluasi keamanan yang terus-menerus. Perusahaan harus mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk mengurangi risiko serangan siber.
Singkatnya, pentest adalah salah satu metode keamanan siber yang perlu dilengkapi dengan metode lainnya. Kenali lebih lanjut mengenai keamanan siber melalui kelas Pengenalan Keamanan Sistem Informasi dari GreatNusa! Di kelas ini, kamu akan mengetahui elemen kritis keamanan sistem informasi yang perlu ada dalam suatu komputer. Ikuti kelasnya dan dapatkan pengetahuan yang lebih dalam tentang keamanan siber hanya melalui kelas di GreatNusa.
Marketing funnel adalah faktor terpenting sebuah bisnis dalam memahami proses bagaimana calon pengguna pada akhirnya memutuskan untuk memakai produk, atau layanan yang kamu tawarkan. Jika semua tahap dalam marketing funnel telah terpenuhi, maka kamu juga dapat memaksimalkan konversi bisnis yang diinginkan.
Lantas, apakah sebenarnya marketing funnel itu? Bagaimana pengaruh marketing funnel ini dalam dunia digital marketing? Mari kita simak bersama ulasan lengkapnya berikut ini!
Marketing funnel, juga dikenal sebagai sales funnel, adalah model yang digunakan dalam pemasaran untuk menggambarkan perjalanan yang dilalui oleh calon pengguna dalam proses pembelian produk atau jasa. Marketing funnel terdiri dari beberapa tahap, dan tujuannya adalah untuk mengarahkan calon pengguna dari tahap awareness hingga pembelian.
Marketing funnel memungkinkan sebuah bisnis dapat meningkatkan loyalitas pengguna, dan meningkatkan value dari produk atau layanan yang kamu jual. Berikut adalah tahap-tahap dalam marketing funnel:
Tahap awareness atau kesadaran adalah tahap pertama dalam marketing funnel. Pada tahap ini, calon pengguna mengetahui tentang produk atau jasa yang ditawarkan. Perusahaan perlu membuat konten yang menarik untuk menarik perhatian calon pengguna dan mengarahkan mereka ke situs atau media sosial perusahaan.
Tahap consideration atau pertimbangan adalah tahap ketika calon pengguna mulai mempertimbangkan untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Perusahaan perlu memberikan informasi yang cukup tentang produk atau jasa tersebut, serta memberikan testimoni atau review dari pengguna yang sudah menggunakan produk atau jasa.
Tahap purchase atau pembelian adalah tahap ketika calon pengguna memutuskan untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Perusahaan perlu memastikan proses pembelian berjalan dengan lancar dan menyediakan pelayanan pengguna yang baik.
Baca Juga: Apa Saja Jenis-jenis Perilaku Konsumen yang Perlu Saya Tahu?
Tahap retention atau retensi adalah tahap ketika pengguna menyukai produk atau jasa yang telah ditawarkan, dan berniat untuk melakukan pembelian secara berulang. Untuk bisa mencapai tahap ini, perusahaan perlu memberikan pelayanan pengguna yang baik dan memenuhi kebutuhan mereka agar pengguna tidak pindah ke pesaing.
Tahap advocacy atau advokasi adalah tahap ketika pengguna yang puas dengan produk atau jasa mulai mempromosikan produk atau jasa tersebut kepada orang lain. Perusahaan perlu memanfaatkan kepuasan pengguna untuk memperluas jangkauan produk atau jasa mereka dan menarik pengguna baru.
Tujuan utama dari marketing funnel adalah untuk mengarahkan calon pengguna dari tahap awareness hingga pembelian. Selain itu, marketing funnel juga bertujuan untuk meningkatkan konversi dari calon pengguna menjadi pengguna tetap, meningkatkan retensi pengguna, dan memanfaatkan pengguna yang puas sebagai promotor produk atau jasa perusahaan. Pemahaman mendalam tentang perjalanan yang dilalui oleh calon pengguna memungkinkan perusahaan dapat menyesuaikan strategi pemasaran mereka untuk setiap tahap dalam marketing funnel.
Marketing funnel menjadi salah satu alat yang penting dalam strategi digital marketing. Berikut beberapa alasan mengapa marketing funnel penting dalam digital marketing:
Pemaham perjalanan yang dilalui oleh calon pengguna dalam marketing funnel akan membantu perusahaan dapat membuat strategi pemasaran yang tepat untuk setiap tahap. Hal ini dapat membantu meningkatkan konversi dari calon pengguna menjadi pengguna sebenarnya.
Marketing funnel memungkinkan perusahaan dapat mengarahkan calon pengguna ke tahap pembelian dengan lebih cepat. Hal ini dapat membantu mempercepat penjualan produk atau jasa yang ditawarkan.
Marketing funnel membantu perusahaan memahami perilaku konsumen, seperti bagaimana mereka mencari informasi tentang produk atau jasa, apa yang menjadi pertimbangan mereka dalam membeli, dan sebagainya. Hal ini dapat membantu perusahaan menyesuaikan strategi pemasaran mereka untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Baca Juga: Ketahui Apa yang Dimaksud Dengan Perilaku Konsumen dan Cara Memanfaatkannya
Marketing funnel dapat membantu meningkatkan brand awareness atau kesadaran merek. konten yang menarik dan target calon pengguna yang tepat memungkinkan perusahaan dapat meningkatkan kesadaran tentang produk atau jasa mereka.
Marketing funnel memungkinkan perusahaan untuk melakukan re-targeting atau mengulang iklan kepada calon pengguna yang sudah menunjukkan minat pada produk atau jasa yang ditawarkan. Hal ini dapat membantu meningkatkan kemungkinan calon pengguna untuk membeli produk atau jasa tersebut.
Marketing funnel dapat membantu perusahaan dalam merencanakan strategi pemasaran yang efektif. Berikut ini adalah beberapa cara membuat marketing funnel yang efektif:
Konten yang berkualitas dan relevan dengan target audience dapat membantu menarik perhatian mereka dan mengarahkan mereka ke dalam marketing funnel. Konten juga dapat membantu memperjelas nilai yang ditawarkan oleh produk atau jasa yang ditawarkan.
Mengetahui dengan jelas siapa target audience dapat membantu perusahaan dalam menyesuaikan strategi pemasaran dan konten dengan tepat. Hal ini dapat membantu menarik perhatian dan mempertahankan minat target audience pada produk atau jasa yang ditawarkan.
Perusahaan dapat menjalin koneksi dengan target audience melalui interaksi melalui media sosial atau email. Konten yang relevan dan layanan pengguna yang baik bisa membantu perusahaan untuk dapat membangun kepercayaan dan koneksi yang kuat dengan target audience.
Baca Juga: 9 Contoh Analisis Perilaku Konsumen untuk Digital Marketing
Memilih platform yang tepat untuk menghubungi target audience dapat membantu memaksimalkan efektivitas marketing funnel. Platform yang berbeda dapat digunakan untuk tahap yang berbeda dalam marketing funnel, misalnya media sosial untuk tahap awareness dan email untuk tahap re-targeting.
Memantau hasil dari setiap tahap dalam marketing funnel dapat membantu perusahaan dalam mengetahui keberhasilan strategi pemasaran mereka. Data marketing funnel yang tersedia akan membantu perusahaan dapat mengoptimalkan kembali marketing funnel mereka untuk mencapai tujuan bisnis dengan lebih efektif.
Memahami marketing funnel merupakan hal yang sangat penting, khususnya bagi kamu yang ingin terjun ke dunia pekerjaan digital marketing. Tanpa pemahaman yang baik tentang marketing funnel, seseorang mungkin tidak dapat meningkatkan kualitas produk atau jasa yang ditawarkan dan membangun koneksi yang lebih kuat dengan target audience. Hal ini dapat berdampak negatif pada kinerja pemasaran perusahaan dan menciptakan kesulitan dalam mencapai tujuan bisnis yang diinginkan.
Oleh karena itu, jika kamu ingin memahami lebih dalam seputar pemasaran digital dan ilmu pengembangan diri lainnya, kamu bisa berpartisipasi di kursus pengembangan diri yang disediakan oleh GreatNusa.
GreatNusa adalah portal pembelajaran online dengan visi mencetak pemimpin masa depan Indonesia yang berani menjadi pribadi “Harmonis, Ekselen, Berani, Amanah, dan Tangguh” (HEBAT) dengan materi pembelajaran berkualitas.
Akses pembelajaran dengan mudah dari mana saja dan kapan saja tersedia dalam bentuk kursus gratis maupun kursus berbayar melalui website dan aplikasi GreatNusa. Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan kunjungi https://greatnusa.com/ atau hubungi GreatNusa di kontak@greatnusa.com.