Menampilkan 415-420 dari 449 Artikel
By greatnusa • 28 Januari 2022
Apa yang kamu rasakan ketika mendapatkan undangan interview? Pasti kamu merasa senang dan antusias. Namun, di sisi lain kamu juga merasa gugup memikirkan pertanyaan interview kerja dari posisi yang kamu lamar. Interview kerja merupakan salah satu metode penting untuk menyeleksi calon karyawan. Melalui metode ini, perusahaan dapat menjaring dan menemukan calon karyawan sesuai karakteristik posisi yang ditawarkan.
Kendati sebagian perusahaan hanya menjadikan interview atau wawancara kerja sebagai formalitas, bukan berarti kamu bisa menyepelekan hal tersebut. Pasalnya, jawaban yang kamu berikan akan memengaruhi penilaian perusahaan. Supaya proses interview berjalan lancar, ada baiknya kamu mempersiapkan diri dengan mempelajari pertanyaan umum saat interview kerja di perusahaan yang kamu lamar berikut ini.
Salah satu contoh pertanyaan interview kerja adalah "Bagaimana gambaran diri kamu?" Pertanyaan ini kerap ditanyakan untuk mengetahui bagaimana cara kamu memandang dan memberikan penilaian terhadap diri sendiri. Mengingat, tujuan dari pertanyaan ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai karakter dasar, kamu harus menjawabnya sebaik mungkin untuk menampilkan sisi profesionalmu.
Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Profesionalisme yang Harus kamu Miliki
Pilih tiga kata yang menggambarkan kamu secara keseluruhan. Misalnya, disiplin, jujur, antusias, mudah beradaptasi, atau pekerja keras. Karakter positif yang kamu miliki akan menarik perhatian pewawancara, terutama jika sesuai dengan nilai perusahaan.
Sekilas, pertanyaan ini terdengar mudah. Namun, tak banyak yang menyadari bahwa pertanyaan ini adalah jebakan. Melalui pertanyaan ini, recruiter akan melakukan evaluasi karakter, pola pikir, dan cara pandangmu. Jawablah sejujurnya dengan menyebutkan kekurangan lebih dulu, baru kemudian kelebihanmu secara spesifik.
Kerja dan cara menjawabnya, pastikan kekurangan yang kamu miliki tidak menghambat kinerja kerja. Akan lebih baik apabila kekurangan tersebut dapat tertutupi oleh kelebihanmu. Misalnya, kamu pelupa, tetapi kamu pekerja keras. Selain itu, kamu juga menyiasati kekurangan tersebut dengan selalu membawa catatan. Tentunya, hal ini akan menjadi pertimbangan recruiter.
Pertanyaan ini biasanya diajukan oleh recruiter untuk mengetahui sejauh mana kamu mendalami informasi tentang perusahaan. Alangkah baiknya apabila kamu melakukan riset tentang profil perusahaan. Contoh jawabannya bisa dimulai dari kapan perusahaan berdiri, bergerak di bidang apa, memiliki berapa cabang, menjalin kerja sama dengan perusahaan apa, hingga prestasi yang pernah diraih. Berbekal informasi tersebut, kamu bisa membangun kesan positif di depan recruiter.
Mayoritas orang akan menjawab gaji tinggi atau suasana kerja nyaman sebagai hal yang membuatnya tertarik mengirim lamaran ke suatu perusahaan. Namun, alangkah bijaknya apabila kamu menjawab pertanyaan tersebut dengan alasan positif. Misalnya karena posisi yang dilamar sesuai latar belakang pendidikan, perusahaan memiliki jenjang karier yang bagus, lingkungan kerja yang cepat, mencari tantangan, atau ingin mengembangkan potensi diri. Jawaban ini akan membuat recruiter tertarik untuk mengetahui profilmu lebih lanjut.
Ketika kamu ditanya mengenai alasan memilih posisi yang dilamar, jawablah pertanyaan interview kerja tersebut dengan bijaksana. Untuk meyakinkan pewawancara, kamu bisa menambahkan keterampilan atau pengalaman kerja yang kamu miliki. Namun, pastikan bahwa keterampilan tersebut menunjang posisi yang kamu lamar.
Misalnya, kamu tertarik dengan posisi marketing. Kamu bisa mengatakan bahwa marketing adalah pekerjaan yang menantang. Kamu tertarik mencari strategi terbaik agar bisa mencapai target yang telah ditetapkan. Kamu juga memiliki kemampuan yang mendukung posisi tersebut, seperti komunikasi, mudah beradaptasi, berjiwa pemimpin, pantang menyerah, dan cermat sehingga sesuai dengan posisi yang dilamar.
Pertanyaan ini biasanya diajukan pewawancara untuk mengetahui apa yang ingin kamu berikan ke perusahaan. Komitmen tinggi bisa kamu jadikan sebagai jawaban efektif. Menojolkan soft skill yang kamu miliki besertakan bukti juga dapat memberikan kesan yang baik. Pasalnya, berpegang teguh pada komitmen merupakan langkah awal untuk menciptakan etos kerja menuju kesuksesan.
Jika kamu sudah pernah bekerja, maka tambahkan sedikit mengenai bentuk komitmenmu. Contohnya, turut berkontribusi menaikkan persentase penjualan selama bekerja atau membantu perusahaan memenangkan tender. Bahkan apabila kamu seorang fresh graduate, dapat juga kamu ceritakan beberapa kegiatanmu pada saat kuliah baik dari organisasi ataupun prestasi yang berhasil didapatkan.
Ceritakan juga sedikit cara kamu mencapai hal tersebut. Misalnya, perusahaan mampu mendapatkan keuntungan besar berkat kerja keras dan bidikan target yang tepat sasaran serta kerja sama tim yang baik. Jawaban ini akan memberikan ruang bagi recruiter untuk mempelajari profilmu lebih lanjut.
Pertanyaan ini fokus terhadap alasan mengapa kamu merupakan kandidat yang sesuai untuk perusahaan. Untuk menjawabnya, kamu bisa menghubungkan kemampuan yang kamu miliki, baik soft skill atau hard skill, dengan kebutuhan perusahaan. Ada baiknya menonjolkan kemampuan lain yang belum kamu cantumkan di CV atau disampaikan secara langsung selama interview.
Baca Juga: Apa Itu Hard Skill dalam Dunia Pekerjaan?
Beberapa posisi penting, seperti level senior biasanya mengutamakan pelamar yang telah memiliki pengalaman. Pengalaman di bidang yang sama bisa dijadikan sebagai salah satu alasan mengapa kamu harus diterima. Hal ini akan membuat recruiter menilai bahwa kamu memiliki kualifikasi lebih. Alhasil, peluang lolos akan lebih tinggi. Sementara bagi pelamar yang belum memiliki pengalaman kerja, kamu bisa menjawab bahwa ilmu yang dipelajari selama kuliah dapat membantu perusahaan lebih maju.
Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui rencana kamu ketika diterima, termasuk apa yang akan kamu persiapkan untuk mencapainya. Melalui jawaban yang kamu sampaikan, recruiter akan menilai apakah minatmu sesuai posisi yang dilamar atau tidak. Misalnya, kamu melamar posisi admin media sosial. Kamu bisa menjawab bahwa mempelajari media sosial lebih dalam dan menjadi seorang analis digital marketing yang mampu memajukan perusahaan adalah rencana yang ingin kamu wujudkan.
Memberikan alasan mengapa kamu berhenti harus dijawab sebijaksana mungkin. Pasalnya, tak sedikit calon pelamar yang gagal karena jawabannya dianggap kurang menghargai perusahaan sebelumnya atau terkesan berlebihan. Untuk menghindari hal tersebut, kamu bisa menjawabnya dengan mencari lingkungan kerja kolaboratif, penawaran yang lebih stabil, atau tantangan baru. Alasan tersebut dinilai logis dan memandang masa depan.
Besaran gaji merupakan salah satu pertanyaan interview paling sering ditanyakan oleh recruiter. Hindari menjawab sesuai UMR atau kebijakan perusahaan, sebab jawaban ini kurang tepat dan terkesan pasrah. Memang standar gaji telah ditetapkan pemerintah dan disesuaikan oleh perusahaan. Namun, alangkah baiknya memberikan ajakan diskusi mengenai gaji kepada recruiter. Apabila kamu sudah pernah bekerja, kamu bisa menyebutkan gaji dari perusahaan sebelumnya.
Demikianlah informasi mengenai sejumlah pertanyaan yang kerap diajukan selama interview berlangsung. Berbekal informasi tersebut, kamu akan lebih mudah menghadapi recruiter. Untuk mengurangi rasa gugup, perbanyak latihan berbicara di depan kaca atau melakukan simulasi wawancara dengan bantuan keluarga. Bisa juga dengan mengikuti pelatihan yang ditawarkan GreatNusa.
GreatNusa merupakan portal pembelajaran daring yang menyediakan berbagai pelatihan dan kompetensi untuk meningkatkan softskill. Selain mendapat dukungan dari tenaga pengajar profesional di bidangnya, kamu juga bisa mengakses materi yang tersedia di mana saja dan kapan saja. Melalui materi pembelajaran praktis, kamu akan lebih mudah menyerap materi dan memahami skill-skill, seperti kemampuan berkomunikasi, yang bisa membantumu menjawab pertanyaan interview kerja secara efektif. Apa lagi yang kamu tunggu? Yuk, daftar GreatNusa dan raih masa depan lebih cerah!
By greatnusa • 27 Januari 2022
Mencari pekerjaan setelah lulus kuliah adalah hal lumrah. Membayangkan terjun langsung ke masyarakat dan mengaplikasikan ilmu yang dimiliki terasa menyenangkan. Namun, tak jarang orang merasa cemas ketika memikirkan tantangan yang akan dihadapi di dunia kerja. Salah satunya mengenai bagaimana cara kita supaya bisa bekerja sama dalam keberagaman.
Sebenarnya, tantangan apa pun dapat dilewati dengan baik asalkan kamu mampu beradaptasi dan memahami keberagaman di lingkungan kerja. Keberagaman di lingkungan kerja termasuk poin penting untuk membangun perusahaan yang inklusif. Mempekerjakan beragam orang dengan kepribadian dan kreativitas berbeda akan membantu perusahaan mendapatkan lebih banyak perspektif dan ide baru. Latar belakang yang beragam juga mendorong terciptanya lingkungan kerja kondusif dan nyaman.
Keberagaman di lingkungan kerja mencakup perbedaan jenis kelamin, agama, ras, etika, nilai-nilai, latar belakang budaya, kemampuan, dan pendidikan. Termasuk bagaimana seseorang mengidentifikasi diri sendiri, cara pandang orang lain terhadap rekannya, dan cara pandang perusahaan terhadap para karyawan. Keberagaman akan memberikan pandangan baru mengenai peluang potensial dan tantangan dalam memajukan perusahaan.
Keberagaman akan mendorong karyawan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja yang cepat berubah. Karyawan juga tidak akan kesulitan menjalin komunikasi dengan rekan kerja, atasan, maupun kolega. Mengingat pentingnya keberagaman, kamu harus bisa menyesuaikan diri dan berbaur dengan karyawan lainnya. Adapun cara agar kamu bisa bekerja sama dalam keberagaman, antara lain sebagai berikut.
Di dunia kerja, kamu akan bertemu dengan banyak orang dari berbagai daerah dan latar belakang. Bukan hal mudah untuk menghargai perbedaan. Bahkan, perbedaan dapat menjadi salah satu alasan terbesar terjadinya konflik di tempat kerja. Namun, hal ini harus dilakukan agar kamu bisa berinteraksi dan menjalin hubungan baik dengan orang lain.
Sikap saling menghargai di lingkungan kerja akan menghindarkan kamu dari konflik ketika memiliki perbedaan pendapat dengan rekan lain. Tak hanya itu saja, menghargai perbedaan juga membantu kamu melancarkan komunikasi untuk mengoptimalkan kinerja tim.
Baca Juga: Pengertian Manajemen Konflik dan Fungsinya dalam Bisnis
Berbekal rasa saling menghargai, kamu bisa merasakan suasana yang aman dan nyaman di lingkungan kerja. Meskipun tampak sepele, hal ini efektif menurunkan tingkat stres. Selain itu, kamu juga tidak akan takut menyampaikan ide kepada orang lain. Lancarnya penyampaian ide secara tidak langsung turut mendorong peningkatan kinerja dan produktivitas.
Menghormati orang lain sama dengan menghormati diri sendiri. Kamu bisa menunjukkan rasa hormat dengan menjaga sikap dan bertutur kata sopan. Ketika rekan kerja mengalami kesulitan, jangan ragu untuk memberikan dukungan dan bantuan sesuai kemampuan. Hal kecil ini akan membuat orang lain menilai kamu sebagai sosok yang menyenangkan.
Berikan pujian tulus apabila rekan kerja mendapatkan apresiasi dari atasan berkat kinerja yang bagus. Pujian ini tidak hanya sebagai simbol pengakuan atas keberhasilan orang lain, melainkan juga memotivasi kamu untuk terus berusaha dan bekerja lebih baik lagi. Menanamkan rasa hormat kepada orang lain di lingkungan kerja akan menumbuhkan profesionalitas. Kamu juga akan dikenal sebagai pribadi yang baik, beretika, dan bersimpati terhadap orang lain.
Baca Juga: Butuh Motivasi Dalam Bekerja? Ini 6 Jenis Motivasi yang Perlu Diketahui
Menumbuhkan toleransi adalah bagaimana cara kita supaya bisa bekerja sama dalam keberagaman. Tak jarang, perbedaan jabatan, sikap, cara pandang, dan pola pikir kerap memicu pertengkaran kecil. Meskipun tampak sepele, hal ini menyebabkan ketidaknyamanan yang berdampak buruk pada produktivitas. Namun, hal ini dapat dihindari apabila kamu memiliki rasa toleransi. Toleransi yang tinggi dapat menurunkan risiko terjadinya permusuhan sesama rekan kerja.
Pada dasarnya, toleransi merupakan gambaran mengenai cara kamu memperlakukan orang lain, menjaga pikiran tetap terbuka ketika berinteraksi, menerima perbedaan, dan bagaimana sikap kamu terhadap kebiasaan orang lain. Toleransi tidak hanya mendorong rasa hormat, melainkan juga menciptakan komunikasi terbuka, sikap jujur, kepercayaan, dan loyalitas. Seluruh hal tersebut merupakan poin penting untuk menciptakan ikatan kekeluargaan yang erat.
Rasa toleransi yang tinggi akan membuat kamu lebih menghargai keberadaan rekan kerja dan atasan. Ketika orang lain menyukai sesuatu yang tidak kamu sukai, kamu akan bersikap biasa dan menghargai perbedaan tersebut. Kamu juga akan menghormati pemeluk agama lain untuk melakukan ibadah atau merayakan hari besar keagamaan. Bahkan, kamu tak segan memberikan ucapan dan turut bersukacita.
Untuk bertahan di lingkungan kerja dibutuhkan lebih dari sekadar kemampuan beradaptasi. Kamu harus memiliki tekad kuat dan belajar mencintai pekerjaan. Kamu juga harus bisa bekerja sama dengan rekan lain. Namun, hal ini bukan perkara mudah. Pasalnya, setiap orang memiliki gaya kerja dan cara pandang yang berbeda. Tak jarang, perbedaan ini menyebabkan sedikit gesekan yang membuat hubungan merenggang.
Supaya hal tersebut dapat dihindari, mulailah menjalin hubungan baik dengan rekan kerja. Pegang teguh komitmen untuk mengerahkan seluruh kemampuan demi kemajuan perusahaan. Berfokus pada komitmen yang sama mampu meleburkan segala perbedaan. Hal ini akan memudahkan kamu berbaur dan bekerja dengan rekan lainnya. Suasana di lingkungan kerja pun akan makin nyaman.
Komunikasi di lingkungan kerja bertujuan untuk membangun solidaritas dan kerja sama tim. Komunikasi yang baik akan memudahkan kamu melakukan koordinasi dengan anggota tim lainnya. Ketika terjadi masalah mendesak, kamu dan tim mampu menyelesaikannya dengan tepat dan cepat.
Baca Juga: 4 Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi
Mengingat menjalin hubungan baik sangat diperlukan di lingkungan kerja, mulailah mencari teman sebanyak-banyaknya. Kamu bisa mengasah kemampuan berkomunikasi dengan membuka obrolan ringan. Bicaralah dengan santai menggunakan bahasa yang sopan dan berikan senyum tulus. Ketika kamu melakukan kesalahan, jangan takut untuk berkata jujur. Mengakui kesalahan memang sulit, tetapi hal ini akan membuat orang lain lebih menghargai kamu.
Komunikasi yang lancar tidak hanya mempererat pertemanan, tetapi juga efektif membuat kamu terhindar dari miskomunikasi yang dapat berujung kesalahpahaman. Tanpa komunikasi yang baik, kamu akan kesulitan mengemukakan pendapat atau ide. Tak hanya itu saja, buruknya komunikasi juga berimbas pada rasa percaya yang rendah dan menyebabkan stres serta pergolakan batin. Ketika rasa curiga mendominasi, kerja sama dalam keberagaman sangat sulit untuk diwujudkan.
Demikianlah informasi mengenai cara yang dapat kamu coba agar bisa bekerja sama dalam keberagaman. Meskipun pada awalnya sulit untuk dilakukan, tips di atas efektif membantu kamu menjalin relasi yang baik di lingkungan kerja. Berbekal potensi diri dan sikap toleransi serta komunikasi yang apik, kamu akan mendapatkan banyak teman, kepercayaan, dan pengakuan dari rekan kerja maupun atasan.
Bagi kamu yang tertarik mempelajari bagaimana cara kita supaya bisa bekerja sama dalam keberagaman, kamu bisa bergabung dengan portal pembelajaran GreatNusa. Melalui portal pembelajaran daring ini, kamu akan mendapatkan banyak pengetahuan baru, khususnya pengetahuan tentang manajemen lintas budaya. Asyiknya, seluruh materi bisa kamu akses kapan saja.
Dikemas dengan praktis dan didukung pengajar yang profesional di bidangnya, kamu tidak akan kesulitan menyerap ilmu baru. Berkat GreatNusa, kamu bisa meraih masa depan yang lebih baik. Tunggu apa lagi? Ayo, daftar GreatNusa sekarang juga!
By greatnusa • 27 Januari 2022
Setelah hampir dua tahun bekerja dari rumah (WFH) karena pandemi, ternyata masih saja ada hal yang membuat kita menjadi tidak produktif. Bagaimana tidak, di rumah ada banyak sekali faktor “pengganggu” seperti tangisan anak, aktivitas anggota keluarga lain, hingga godaan untuk terus bermalas-malasan. Sebagai solusinya, Anda bisa mencari dan menerapkan beberapa tips bekerja dari rumah.
Inilah mengapa ada orang yang lebih senang bekerja di kantor dibanding di rumah. Padahal, WFH tidak selamanya negatif. Apalagi jika kita tahu trik dan tips bekerja dari rumah. Selain itu bekerja dari rumah memiliki beberapa kelebihan dibandingkan bekerja di kantor.
Ada beberapa manfaat WFH yang mungkin tidak banyak diketahui orang. Manfaat ini tidak hanya menguntungkan kita, tetapi juga keluarga terutama di masa pandemi ini. Tanpa keluar rumah, kemungkinan untuk terserang virus dari orang-orang di luar pun semakin kecil.
Baca Juga: Apa Itu Kerja Remote Selama WFH?
Lalu, apa saja manfaat bekerja dari rumah?
Semua manfaat di atas akan bertambah apabila kita bisa tetap produktif walaupun hanya bekerja dari rumah. Lalu, bagaimana caranya agar bisa tetap produktif saat WFH?
Meskipun bekerja di rumah, gunakan pakaian rapi dan nyaman sebagaimana biasanya kamu berpakaian ke kantor. Selain nyaman, pakaian tersebut akan membuat kita merasa sedang berada di tempat kerja. Hindari pakaian khas rumahan seperti daster, kaus, atau piyama.
Meskipun nyaman, pakaian tersebut akan membuat kita terlalu santai dan tidak produktif. Karena di rumah saja, kamu tidak perlu menggunakan sepatu dan kaus kaki. Pakai sandal rumahan yang biasa digunakan atau tidak memakai apapun jika ruang kerja dilengkapi dengan karpet.
Meskipun bekerja dari rumah, kamu masih membutuhkan rutinitas. Hal ini dilakukan agar setiap pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai target. Inilah mengapa kita perlu membuat agenda rutin yang memuat jadwal harian dan apa saja job yang akan diselesaikan hari itu. Membuat agenda rutin ini juga bisa kamu jadikan latihan bagi kamu untuk dapat mengelola waktu dengan lebih baik.
Sesuaikan agenda rutin dengan kebiasaanmu di rumah agar waktu bekerja dan beristirahat tetap seimbang. Bagaimanapun, kamu harus menjaga kesehatan agar bisa produktif meskipun bekerja dari rumah.
Saat menyusun agenda harian, kamu perlu menentukan prioritas. Hal ini dilakukan agar kita bisa memperkirakan mana job yang perlu diselesaikan dahulu dan mana yang bisa dikerjakan nanti. Tanpa prioritas, ada kemungkinan pekerjaan penting justru terbengkalai.
Selain itu saat bekerja di rumah, pastikan untuk fokus pada pekerjaan tersebut selama beberapa saat. Jika memungkinkan, abaikan dulu masalah yang ada di rumah. Bagaimanapun prioritas kamu adalah menyelesaikan pekerjaan.
Tips bekerja dari rumah berikutnya adalah menjaga tempat kerja tetap bersih dan nyaman. Jadi sebelum memulai pekerjaan, pastikan ruangan dan meja untuk bekerja di rumah dalam kondisi rapi. Berdasarkan sebuah penelitian, kebersihan termasuk salah satu faktor yang dapat membuat orang bersemangat saat bekerja. Inilah mengapa tempat kerja bersih dan nyaman sangat diperlukan apabila kamu ingin selalu produktif saat bekerja di rumah.
Suasana ramai di rumah seringkali membuat kita terdistraksi. Sebaliknya, jika tinggal sendiri, suasana sunyi akan membuat kamu mudah mengantuk. Inilah mengapa beberapa orang lebih nyaman ketika bekerja dengan iringan musik. Jika kamu termasuk orang-orang tersebut, jangan ragu untuk menyalakan musik dan pasang lagu favoritmu agar bisa menyelesaikan semua pekerjaan tepat waktu.
Ketika bekerja, kamu mungkin akan mudah merasa haus dan lapar. Daripada bolak-balik ke dapur, siapkan camilan dan minuman di ruang kerja secukupnya. Waktu untuk bolak-balik dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga pekerjaanmu bisa selesai tepat waktu dan tetap produktif.
Aktivitas orang rumah kerap jadi alasan kita untuk tidak bisa produktif san menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Hal ini bisa dihindari dengan membuat batasan tertentu terhadap orang-orang di rumah. Seperti menentukan kapan mereka bisa masuk kamar atau ruang kerja, hingga dari jam berapa sampai berapa kamu tidak ingin diganggu.
Bekerja di rumah membuat interaksi dengan rekan kerja semakin terbatas. Demi menghindari kesalahpahaman atau miskomunikasi, jangan pernah ragu untuk selalu menghubungi teman sejawat apabila ada pekerjaan yang sulit dipahami. Kamu juga bisa membuka room untuk meeting dadakan atau sekadar menyapa teman-teman. Interaksi semacam ini tidak hanya membantu kita dalam menyelesaikan pekerjaan tetapi juga memicu untuk selalu produktif.
Banyak orang yang menganggap waktu untuk bekerja dari rumah harus dimaksimalkan agar setiap proyek bisa diselesaikan dengan baik. Hal ini kerap kali membuat mereka begadang dan tidak mempedulikan kondisi tubuh. Padahal justru saat bekerja di rumah, manfaatkan sedikit waktu untuk beristirahat sebaik mungkin.
Baca Juga: 8 Cara Hilangkan Migraine Akibat Stres yang Efektif
Istirahat tidak hanya akan membuat tubuh relaks tetapi juga membuat kamu bisa selalu produktif. Jadi daripada memburu target yang ujung-ujungnya membuat jatuh sakit, ambil sedikit waktu WFH untuk beristirahat dan memberi kesempatan tubuh mengembalikan energi.
Hal negatif lain yang kerap dilakukan karyawan saat WFH adalah, tidak mampu membedakan urusan pribadi dengan pekerjaan. Diakui atau tidak, WFH berarti kita bekerja dari rumah bukan sedang berlibur atau cuti. Jadi sudah seharusnya pekerjaan bisa menjadi prioritas paling tidak selama beberapa jam.
Jangan mentang-mentang sedang WFH kita justru sibuk dengan aktivitas pribadi dan mengabaikan kewajiban pada perusahaan. Perilaku semacam ini bukan hanya tidak produktif tetapi juga tidak bertanggung jawab. Jadi saat WFH, pastikan kamu tahu mana saatnya melakukan kegiatan pribadi mana saatnya bekerja.
Seperti halnya ketika bekerja di kantor, kita juga akan memiliki waktu luang yang bisa dimanfaatkan saat sedang bekerja dari rumah. Daripada berjalan-jalan di tengah pandemi, waktu luang ini dapat dimanfaatkan untuk mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri agar kamu selalu produktif.
Kamu bisa mengikuti webinar, kelas, atau bahkan kursus online yang bisa dilakukan di rumah. Tidak hanya mengembangkan skill, kegiatan semacam ini tentu mampu melatih mental pekerja keras sehingga kita terhindar dari sifat bermalas-malasan. Sebagai referensi kamu bisa mengikuti kursus online di GreatNusa.
Sebagai salah satu portal kursus daring recommended, GreatNusa menawarkan berbagai kelas yang bisa diikuti dan disesuaikan dengan kebutuhan. GreatNusa menawarkan ilmu praktis dan teori-teori aplikatif, seperti kursus pengembangan diri, sehingga pastinya tidak berbeda jauh dengan kasus nyata yang dihadapi di dunia kerja.
Jadi, sudah siap untuk tetap produktif saat WFH? Semoga tips bekerja dari rumah di atas bermanfaat, selamat mencoba!
By greatnusa • 27 Januari 2022
Sebagai seorang karyawan, sudah sewajarnya kamu mendapatkan hak di tempat kerja. Namun, tidak semua perusahaan memperhatikan hal ini. Alhasil, timbul rasa tidak nyaman dan gak betah di tempat kerja. Ketika kamu berada di posisi ini, hanya ada dua opsi yang tersedia, yakni tetap bertahan atau resign.
Kamu bisa memilih bertahan apabila masih sanggup untuk memperbaiki keadaan. Namun, apabila rasa tidak nyaman tersebut justru menurunkan kinerja dan semangat, akan lebih baik kamu mengundurkan diri. Tentunya, keputusan ini diambil dengan berbagai pertimbangan matang.
Pada dasarnya, ketidaknyamanan di tempat kerja dapat terjadi karena sejumlah faktor. Mulai dari faktor lingkungan kerja hingga urusan pribadi. Supaya lebih mudah memahaminya, simak sederet alasan mengapa karyawan merasa tidak betah di tempat kerja berikut ini.
Merasa jenuh akibat pekerjaan yang sama sering dirasakan oleh karyawan. Terlebih, bagi kamu yang sudah menekuni pekerjaan tersebut selama bertahun-tahun. Keterbatasan ruang kreasi juga bisa menyebabkan munculnya rasa jenuh. Pasalnya, kamu tak bisa mengemukakan pendapat secara bebas atau mengasah kemampuan lain yang menunjang pekerjaan. Alhasil, kamu merasa tidak berkembang selama bekerja dan makin jauh dari tujuan awal berkarier.
Menjalani pekerjaan yang monoton, statis, dan peluang yang begitu kecil untuk berkembang tentu tidak mudah yang kemudian membuat kamu tidak memiliki motivasi bekerja. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan pilihan. Jika kamu telah mencoba berbagai cara untuk berkembang dan menghilangkan kejenuhan tersebut lalu berakhir gagal, maka mungkin sudah saatnya mencari pekerjaan baru.
Sebagian orang mungkin beruntung mendapatkan lingkungan kerja positif dan mengutamakan budaya kolaboratif. Sementara sisanya harus merasakan lingkungan kerja yang tidak nyaman. Sekalipun kamu mendapatkan pekerjaan impian atau jabatan penting, ketidaknyamanan dapat membuat semangat menurun. Bahkan, pekerjaan yang tadinya menyenangkan berubah menjadi menyebalkan.
Baca Juga: 8 Indikator Lingkungan Kerja Toxic yang Harus Kamu Ketahui
Ketika kamu mengalami hal ini, cobalah untuk berdamai dengan keadaan. Namun, apabila tak kunjung membaik dan kamu kehilangan minat untuk bekerja serta mengasah kemampuan, solusi terbaik adalah mencari pekerjaan baru. Disarankan untuk mencari perusahaan dengan budaya kerja yang sehat dan kolaboratif. Selain mendorong kinerja kerja, lingkungan positif akan membuat kamu nyaman dan tentunya baik untuk kesehatan mental.
Adanya konflik dengan rekan atau atasan menjadi salah satu alasan karyawan merasa gak betah di tempat kerja. Umumnya, konflik di lingkungan kerja dipicu oleh tingginya persaingan, beban kerja, perbedaan karakter, dan masalah pribadi. Meskipun hal ini tampak wajar, konflik dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang memengaruhi kinerja kerja seseorang.
Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Konflik dalam Organisasi
Kamu memang bisa menyikapi hal tersebut dengan fokus untuk mengembangkan potensi diri dan mengurangi interaksi untuk meminimalisasi gesekan. Namun, tak semua orang mau menerima perbedaan. Kurangnya toleransi dan rasa saling menghargai sering kali menyulitkan. Alhasil, konflik pun tak kunjung usai dan berakhir dengan surat pengunduran diri.
Tak dapat dimungkiri bahwa kurangnya apresiasi terhadap kinerja karyawan kerap menimbulkan masalah serius di kemudian hari. Sebenarnya, apresiasi atas prestasi atau pencapaian orang lain tidak harus dilakukan secara berlebihan. Cukup dengan memberi ucapan selamat secara tulus atau kalimat penyemangat untuk terus bekerja keras. Mirisnya, tidak semua orang memahami hal tersebut. Siapa pun akan merasa kecewa ketika tidak mendapat apresiasi setelah memberikan yang terbaik untuk kemajuan perusahaan.
Tak jarang hal tersebut diperparah dengan sikap rekan kerja yang kurang bersahabat. Alhasil, kamu akan merasa kurang dihargai. Rasa kecewa inilah yang kerap menimbulkan perasaan gelisah sehingga membuat kinerja dan semangat bekerja menurun. Lingkungan kerja yang tidak mendukung dan kurangnya penghargaan menjadi salah satu penyebab utama karyawan mengundurkan diri.
Dalam hidup terkadang seseorang membutuhkan tantangan untuk memotivasi diri. Meskipun tantangan tak selalu berakhir dengan hasil baik, setidaknya kamu sudah berusaha. Tantangan bukan hanya membuat kamu merasa lebih hidup, melainkan juga efektif membunuh rasa bosan dan jenuh akibat menjalani pekerjaan yang sama terus-menerus. Secara tidak langsung, tantangan akan mendorong kamu untuk mengusahakan hasil terbaik.
Ketika kamu berada di titik jenuh dan merasa pekerjaan saat ini tak lagi menantang, cobalah untuk mengambil waktu sejenak untuk menemukan kembali tujuan atau mencari motivasi. Pikirkan apa yang selama ini membuatmu bertahan. Namun, jika hal tersebut tidak bisa membangkitkan semangatmu, maka cara terbaik adalah mencari pekerjaan lain yang lebih menantang. Makin menantang suatu pekerjaan, makin besar semangatmu untuk menaklukkan tantangan tersebut.
Ada banyak hal yang membuat orang merasa kurang nyaman di tempat kerja. Salah satunya adalah jenjang karier yang tidak jelas. Pada praktiknya, jenjang karier disusun oleh perusahaan berdasarkan kriteria tertentu beserta konsekuensinya. Makin tinggi jabatan, makin tinggi pula kewajiban yang harus dilaksanakan.
Umumnya, jenjang karier di perusahaan besar relatif lebih rapi dengan sistem yang beragam. Semua karyawan memiliki peluang yang sama untuk meningkatkan karier. Kamu hanya perlu kerja keras untuk mencapainya. Kamu bisa memperluas jaringan, menambah wawasan dengan membaca banyak buku, atau bertanya langsung pada senior. Namun, apabila kerja keras tak kunjung membuahkan hasil hingga batas waktu yang telah kamu tetapkan, mungkin inilah waktunya untuk mencari pekerjaan lain yang lebih menjanjikan.
Setiap karyawan akan digaji berdasarkan jabatannya. Namun, tak semua perusahaan memberikan kompensasi yang layak. Hal inilah yang memicu kekecewaan karyawan. Terlebih, apabila karyawan juga melakukan pekerjaan di luar jam kerja. Mungkin wajar apabila hanya terjadi satu kali. Namun, apabila berkali-kali tentu membuat kamu merasa tidak dihargai, padahal kamu telah mengerahkan waktu dan tenaga untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Merasa kecewa lantaran gaji tidak sesuai dengan beban kerja dapat menyebabkan semangat kerja turun. Bahkan, tak sedikit orang yang akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri. Jika merasa dirugikan, maka kamu bisa meminta kenaikan gaji kepada perusahaan. Namun, apabila permintaan kamu ditolak dengan alasan yang tak masuk akal, carilah tempat kerja baru yang lebih menghargai dan mau menunaikan hak karyawannya.
Demikianlah informasi mengenai sejumlah alasan yang menyebabkan seseorang berhenti bekerja. Apabila kamu tengah merasakan salah satu hal tersebut, cobalah untuk mencari jalan keluar terbaik. Sekalipun kamu harus mengundurkan diri, pastikan bahwa kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Untuk meningkatkan nilai jual, kamu bisa mengikuti pelatihan yang ditawarkan GreatNusa.
GreatNusa merupakan portal pembelajaran daring yang memberikan kamu kesempatan untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan softskill dengan mengikuti berbagai kursus pengembangan diri. GreatNusa memungkinkan kamu belajar di mana saja dengan mengakses file tanpa batasan waktu. Berbekal materi pembelajaran yang dikemas praktis dan didukung tim pengajar, kamu bisa mengoptimalkan potensi diri. Cara ini ampuh menurunkan risiko gak betah di tempat kerja. Yuk, segera gabung GreatNusa dan raih karier yang menjanjikan di masa depan!
By greatnusa • 26 Januari 2022
Kita tahu bahwa pekerjaan terkadang rumit. Faktanya, setiap hari dalam seminggu menghadirkan tantangan berbeda untuk untuk mempertahankan fokus dan produktivitas. Untuk dapat melalui hari demi hari, kamu dapat mencari inspirasi dari kata kata motivasi kerja karyawan,
Senin, kamu mencari sedikit "hentakan" untuk memulai hari. Selasa, inspirasi tidak selalu datang begitu saja setiap dibutuhkan. Rabu, kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi rintangan. Kamis dan Jumat, tidak semua motivasi bisa membuat semangat bangkit. Lalu, di akhir pekan, kamu tidak langsung bersantai dan harus mempersiapkan diri untuk minggu selanjutnya.
Sangat padat, kan? Tak heran jika banyak orang yang merasa kurang bersemangat ketika menjalankan pekerjaannya. Namun, tak perlu khawatir! Kami menghadirkan kumpulan kata kata motivasi kerja karyawan yang akan menginspirasimu. Yuk, simak baik-baik!
Kapak itu bagaikan pengganda kekuatan. Seseorang bisa menjadi penebang pohon terkuat di dunia. Namun, dengan kapak tumpul, si penebang tidak akan bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.
Dalam pekerjaan, kapak bisa diartikan sebagai keahlian. Apakah "kapak" yang kamu miliki tumpul? Yuk, asah keahlian mulai sekarang, baik di dalam maupun di luar tempat kerja! Belajarlah memahami pokok permasalahan dan teori, serta memperbaiki kemampuan praktik. Kerja keras memang penting, tetapi keahlian yang terasah dengan baik akan memaksimalkan performa kerjamu!
Baca Juga: Macam Macam Soft Skill yang Dapat Dikuasai
Kutipan ini memang benar adanya. Apakah kamu banyak melakukan kesalahan di masa lampau saat bekerja? Itu hal yang lumrah. Hal yang tidak wajar adalah ketika seseorang tidak ingin berjuang menjadi lebih baik
Kenyataannya, perjuangan itu berbanding lurus dengan perubahan. Lingkungan kerja tidak akan berubah jika kamu tidak bertindak apa-apa dan terus terjebak dalam kesalahan yang sudah berlalu. Jadi, jangan minder, move on, dan terus lakukan perbuatan positif!
Siapa pun ingin bekerja sama dengan orang yang tepercaya. Mau sebaik apa pun kualitas pekerjaan seseorang, dia akan diragukan apabila memiliki perilaku yang tak bertanggung jawab. Jadi, selain bekerja keras dan cerdas, junjunglah tanggung jawab yang tinggi di setiap tindakanmu. Sikap ini tidak hanya bermanfaat meningkatkan kepercayaan diri maupun hubunganmu dengan rekan kerja, tetapi juga mampu membuka peluang—seperti kenaikan jabatan atau dipercaya menangani tugas-tugas besar.
Kalau kamu ingin berada di lingkungan kerja yang positif dan terbuka, tanamkanlah integritas yang tinggi dalam dirimu. Bagaimana caranya? Sebagai contoh, kamu harus bisa menghargai pendapat orang lain, menyelesaikan masalah secara jujur dan penuh respek, menjadi teladan yang baik, dan selalu mempersiapkan diri dengan matang sebelum bekerja.
Kata kata motivasi kerja karyawan selanjutnya datang dari Thomas Jefferson, presiden Amerika Serikat ketiga. Kutipan ini akan memberikan semangat untuk berkembang sekaligus menguatkan prinsipmu. Mengapa?
Bekerja tentunya tidak bisa stagnan. Seorang karyawan harus bisa berubah sekaligus mengikuti perkembangan yang ada di lingkungannya. Namun, jangan sampai perubahan memengaruhi prinsipmu. Kerjakan profesi dengan tetap memegang asas-asas positif yang berpengaruh bagi diri sendiri maupun orang lain.
Apa pun yang kita lakukan di kehidupan sehari-hari tidak akan terlepas dari kritik, tak terkecuali pekerjaan. Takut dengan kritik sama dengan takut untuk melangkah maju. Memang, kritik yang tidak berbobot dan mengandung hinaan perlu diabaikan. Namun, kamu harus mendengarkan kritik membangun—yang akan membantu perkembangan diri menjadi lebih baik.
Siapa pun pernah melakukan kesalahan dalam pekerjaannya, bahkan seorang pemimpin sekalipun. Terkadang, hal ini bisa membuat seseorang tidak bersemangat menjalankan pekerjaannya. Namun, kamu tidak perlu khawatir hingga menjadikannya sebagai beban pikiran.
Selagi berniat baik, anggaplah kesalahan sebagai suatu pelajaran berharga. Dengan memahami kekeliruan yang pernah dilakukan, kamu bisa mengoreksi diri dan berusaha mencegah kesalahan yang sama terulang kembali.
Tidak ada pekerjaan yang selalu berjalan mulus. Tak jarang, seorang karyawan harus berhadapan dengan rintangan yang rumit di tengah-tengah proses penyelesaian tugas. Namun, jangan sampai kamu mengeluh, ya!
Keluhan tidak akan memberi manfaat apa pun dan malah merugikanmu. Ketika rekan-rekan melihatmu mengeluh, akan terbangun kesan tentangmu di benak mereka secara otomatis. Pastinya, sering mengeluh akan menciptakan kesan negatif.
Selain itu, memprotes banyak hal, sekalipun hanya sepele, akan membahayakan pola pikir seseorang. Semakin sering dibahas, semakin kamu tenggelam dan terbebani oleh pemikiran tersebut. Inilah yang akan menghambat perkembanganmu di tempat kerja.
Seperti apa pun proses yang sedang kamu jalani, ingatlah bahwa semuanya adalah bagian dari kesuksesanmu. Sebaliknya, mengeluh bukanlah sifat dari orang sukses!
Pernah mengalami masa-masa sulit dalam pekerjaan? Misalnya, diturunkan jabatan, dipotong gaji, atau ditugaskan untuk pekerjaan yang sangat menguras waktu, tenaga, dan pikiran? Ketika hal-hal tersebut terjadi, tak mengherankan jika rasa ingin menyerah mulai mengintai.
Namun, ingatlah. Orang yang menyerah terlebih dahulu tidak akan tahu bahwa masa sulit tak akan berlangsung selamanya. Kamu yang tangguh dan berhasil melaluinya justru yang bakal menjadi pemenang! Setelah semuanya selesai, barulah tersadar kalau semua yang sudah dijalani tidak seburuk seperti yang ada dalam benakmu selama ini.
Sebagai seorang karyawan, kamu harus menanamkan tiga prinsip: bekerja keras, cerdas, dan ikhlas. Alasannya? Masing-masing dari poin tersebut saling berhubungan. Tidak melakukan salah satunya saja bisa mengganggu pekerjaanmu sehari-hari.
Misalnya, kamu sudah bekerja dengan keras dan cerdas, tetapi tidak ikhlas. Hatimu tidak tenang dan pikiranmu dipenuhi hal-hal negatif. Alhasil, kesehatan mental akan terpengaruh dan memperburuk keadaan—tidak hanya di tempat kerja, bahkan di lingkungan personalmu.
Jadi, jangan lupa untuk memegang teguh tiga prinsip di atas, ya!
Beban pekerjaan membuatmu ingin menyerah? Cobalah tenangkan diri sejenak dan merenung. Apa yang membuatmu bertahan selama ini? Apakah tujuanmu di masa depan? Apakah "putus asa" adalah jawaban yang tepat dari masalahmu?
Pikirkanlah alasan-alasan yang logis dan positif sehingga bisa menyemangatimu selama bekerja. Selain itu, berhenti mengasihani diri sendiri! Kamu boleh bersedih, tetapi jangan berlarut-larut sampai membuatmu terlalu fokus dengan diri sendiri dan melupakan hal-hal yang ada di sekitarmu.
Sekian kumpulan kata kata motivasi kerja karyawan yang inspiratif. Semoga bisa membangkitkan semangatmu dalam melewati kesibukan harian, ya! Nah, berdasarkan daftar di atas, manakah kutipan yang paling kamu sukai? Tulis jawabannya di kolom komentar, yuk!
Ingin lebih termotivasi? Kamu bisa mengambil kursus pengembangan diri yang disediakan oleh GreatNusa. Di GreatNusa, kamu akan bertemu dengan banyak mentor yang tidak hanya akan membagikan ilmu tetapi juga pengalaman mereka
By greatnusa • 26 Januari 2022
Setiap orang disibukkan dengan kegiatan yang berbeda, tetapi ada satu hal yang sama, yakni "waktu". Ada orang yang bisa membagi dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, ada pula yang sebaliknya. Agar dapat memanfaatkan waktu dengan baik, kamu harus tahu berbagai cara agar produktif yang dapat kamu terapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Pernahkah kamu baru berurusan dengan klien selama beberapa jam, lalu terjebak dalam "rabbit hole" internet? Pernahkah sedang meriset sesuatu, tetapi malah mengeklik media sosial yang akhirnya membuatmu lupa dengan tujuan awal? Itu artinya, kamu sedang tidak produktif.
Pastinya, kebiasaan seperti ini tidak boleh dibiarkan, kan? Kalau begitu, kamu harus memperbaikinya sekarang juga! Cari tahu cara agar produktif dengan menyimak pembahasan berikut!
Apa yang kamu lakukan di pagi hari? Apakah ketika terbangun, tanganmu langsung menggapai ponsel pintar dan mengakses media sosial? Ternyata, kebiasaan ini dapat "membunuh" produktivitas, bahkan kreativitas. Belum lagi, saat berhenti bermain gadget, tanpa disadari hari sudah siang, mata mulai mengantuk, dan rasa ingin tidur siang mengalahkan keinginan untuk menyelesaikan tugas.
Solusinya? Cobalah untuk membiasakan diri mengecek media sosial atau email setelah jam makan siang. Lalu, saat bangun tidur, mulailah kerjakan hal-hal yang seharusnya diprioritaskan. Cara ini mampu mendorongmu menyelesaikan lebih banyak tugas hingga menjelang siang secara efektif. Selain itu, saat istirahat, kamu boleh relaks sejenak sambil memeriksa email atau media sosial.
Cobalah matikan semua notifikasi media sosialmu. Kalau memang dibutuhkan—dan tidak berhubungan dengan tugas—sangat disarankan untuk menghapus aplikasi media sosial dalam gadget. Memang, ada berbagai info yang bisa didapatkan melalui platform tersebut. Namun, terlalu banyak mencerna informasi justru membuat otak terbebani, apalagi tidak banyak yang akan kamu ingat nantinya.
Nah, daripada langsung mengecek notifikasi media sosial di ponsel ketika baru berbunyi, bukalah platform sosial melalui peramban web. Langkah ini akan mengurangi waktu yang kamu habiskan untuk mengakses jejaring sosial.
Kenal dengan daftar tugas—daftar yang berisi banyak item tanpa tenggat ataupun tingkat kepentingan? Sebenarnya, catatan tersebut memang bagus untuk mendukung produktivitas. Namun, langkah ini kurang optimal, bahkan tidak bisa mendorongmu menyelesaikan banyak hal dalam sehari.
Sebaiknya, buatlah daftar prioritas. Gunakan aplikasi yang tersedia di gadget atau tulis daftar dalam notes secara manual. Masukkan semua item ke dalam daftar secara terpisah dan terorganisasi, lalu urutkan satu per satu berdasarkan urgensi dan tingkat kepentingan.
Sebagai contoh, tugas "mencuci baju" tidak diposisikan setinggi tugas "menginstal situs web klien". Apabila memakai aplikasi, atur pengingat dan selalu tulis tenggat di setiap item. Tips ini akan sangat membantumu!
Baca Juga: Pengertian Manajemen Waktu Cara Menerapkannya
Ruang kerja sangat memengaruhi produktivitas dan efisiensi seseorang. Oleh karena itu, jangan biarkan tempat ini menghambatkan segala kegiatanmu! Sebelum menciptakan ruang kerja yang nyaman, tentukan hal-hal yang kamu perlukan. Itu karena setiap orang pasti punya kebutuhan esensial yang berbeda untuk mendukung kinerja mereka.
Nah, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan dalam ruang kerja:
Tahukah kamu bahwa temperatur bisa memainkan trik pada produktivitas? Suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas dapat membebani performa seseorang. Pada sebuah survei CareerBuilder yang melibatkan 4.285 pekerja purnawaktu di Amerika Serikat, 22 persen setuju bahwa ruangan kerja yang terlalu panas membuat sulit untuk berkonsentrasi. Selain itu, 11 persen di antaranya mengaku bahwa tempat kerja yang dingin menurunkan atensi mereka.
Intinya sangat sederhana. Naikkan suhu ruangan ketika cuaca dingin. Sementara itu, pastikan kamu tidak kegerahan selama iklim panas. Ingat! Temperatur yang optimal untuk bekerja berkisar antara 20–25 derajat Celsius.
Pada 2012, dua peneliti, Daniel Swingley dan Gary Lupyan, mengadakan studi untuk mempelajari pengaruh berbicara dengan diri sendiri dalam meningkatkan fokus. Dua kelompok sukarelawan ikut serta untuk mencari sebuah gambar pisang di antara tumpukan gambar acak. Satu kelompok ditugaskan bertindak tanpa bersuara, sedangkan kelompok lainnya harus mencari sambil mengucapkan "pisang" dengan lantang.
Tebak kelompok mana yang menemukan gambar terlebih dahulu? Jawabannya adalah kelompok yang terus-menerus mengatakan "pisang". Alasannya? Berbicara lantang mampu meningkatkan fokus dan menghalangi gangguan di sekitar.
Kita tahu bahwa fokus dan tidak adanya gangguan berbanding lurus dengan produktivitas yang lebih baik. Bicara dengan diri sendiri pada dasarnya memberikan instruksi yang membuat otak dengan mudah mengikutinya.
Namun, ada dua aturan yang perlu diikuti. Pertama, ucapkan hal-hal positif agar tidak membuat dirimu stres. Kedua, bicaralah dengan kata ganti orang kedua untuk mengontrol emosi negatif. Bukan menggunakan "aku", melainkan "kamu".
Salah satu cara agar produktif adalah dengan tidak bersikap keras pada diri sendiri. Pernahkah kamu menghabiskan banyak waktu tanpa melakukan apa-apa ketika seharusnya bisa menyelesaikan banyak hal? Apakah ada perasaan marah dan kesal terhadap diri sendiri?
Marah terhadap diri sendiri ternyata malah membuat keinginan seseorang untuk mengerjakan lebih banyak kegiatan menurun. Jadi, ketika kamu sadar sedang bermalas-malasan terlalu lama, segera maafkan diri sendiri dan move on.
Multitugas kelihatannya memang keren. Sayangnya, otak kita tidak bisa sejalan dengan teknik tersebut. Kurang lebih, manusia hanya bisa mengerjakan satu kegiatan dengan baik dalam satu waktu. Ketika melakukan lebih dari satu pekerjaan, kamu justru akan memaksa otak untuk berpindah tugas. Pindah tugas berarti kehilangan fokus dan butuh waktu untuk kembali lagi dalam alur konsentrasi.
Sebagai contoh, saat kamu hendak pergi berbelanja atau berkutat dengan beberapa urusan. Rencanakan satu perjalanan yang membantu dalam menyelesaikan semuanya hanya dengan sekali jalan. Buat daftar tentang semua hal yang dibutuhkan supaya kamu tidak lupa dan harus bolak-balik ke tempat yang sama.
Jadi, mengelompokkan tugas membantu mempertahankan fokus, menjaga kondisi mental untuk satu jenis pekerjaan, dan mendorong produktivitas.
Baca Juga: Butuh Motivasi Dalam Bekerja? Ini 6 Jenis Motivasi yang Perlu Diketahui
Sudah paham bagaimana cara agar produktif? Sebenarnya, cara untuk menyelesaikan tugas dengan efektif tidaklah sulit. Cukup ikuti tips-tips sederhana di atas dan jangan berhenti untuk berusaha menjadikannya sebagai kebiasaan. Produktivitas yang bermutu akan membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih baik.
Apakah kamu ingin mencari tips lebih lanjut untuk meningkatkan produktivitas? Yuk, daftar ke GreatNusa dan ikuti ragam kursus pengembangan diri GRATIS yang bisa membantu tingkatin skillmu pastinya!