Menampilkan 307-312 dari 449 Artikel
By greatnusa • 6 Februari 2023
Necessity entrepreneur adalah fenomena yang sering kamu temukan di Indonesia sejak pandemi COVID-19 melanda. Beberapa pekerja yang dirumahkan terpaksa memulai usahanya demi memenuhi kebutuhan ekonomi pribadi maupun keluarganya. Kendati demikian, fenomena necessity entrepreneur sudah berlangsung bahkan sebelum pandemi COVID-19 melanda.
Necessity entrepreneur tidak hanya terjadi pada pedagang makanan yang sering kamu lihat. Kondisi ini juga terjadi ketika kamu hendak mencari penghasilan tambahan melalui pekerjaan freelance. Tentu saja ada banyak alasan dan kondisi yang memaksa orang memulai bisnisnya.
Lantas, apakah yang dimaksud sebagai necessity entrepreneur itu? Yuk, simak pembahasan lengkapnya dalam artikel ini.
Necessity entrepreneur adalah orang yang memulai bisnisnya karena keterpaksaan. Kondisi yang memaksanya mencakup kebutuhan mendesak, tidak ada alternatif pekerjaan, atau mencari penghasilan tambahan. Necessity entrepreneur sejatinya tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman dalam dunia bisnis. Ada pula yang mengawali bisnisnya bermodalkan hobi atau keterampilan yang mereka tekuni.
Jenis entrepreneur ini biasanya berasal dari golongan ekonomi yang kurang mampu atau berada di lingkungan yang mempunyai tingkat pengangguran yang tinggi. Mereka terpaksa memulai usaha karena tidak dapat menemukan pekerjaan yang sesuai kualifikasi yang dimiliki. Ada pula necessity entrepreneur yang sudah bekerja sebelumnya, tetapi memulai usaha karena ingin mendapatkan penghasilan tambahan.
Kelompok necessity entrepreneur bisa digambarkan melalui karakteristik sebagai berikut:
Necessity entrepreneur memang tidak memiliki keterampilan khusus dalam berbisnis. Namun, mereka mempunyai kreativitas yang tinggi dalam mencari peluang bisnis. Buktinya, kamu bisa melihat orang yang terpaksa berjualan, tetapi dagangannya selalu laris manis karena ada pembelinya.
Di balik kelebihan tersebut, necessity entrepreneur cenderung rentan mengalami kegagalan dalam berbisnis. Pasalnya, mereka hanya berbisnis untuk memenuhi kebutuhan ekonomi yang mendesak sehingga tidak memiliki tujuan dan strategi bisnis yang tepat. Tidak jarang pula ditemukan necessity entrepreneur yang berhasil dalam jangka panjang karena mampu mengembangkan bisnisnya.
Baca Juga: Kanban: Pengertian, Manfaat, Fungsi, Serta Cara Menggunakannya
Ada banyak tujuan seseorang menjadi necessity entrepreneur, mulai dari kondisi ekonomi yang mendesak hingga ingin mendapatkan kebebasan dalam menjalani hidupnya. Berikut beberapa alasan orang memutuskan untuk menjadi necessity entrepreneur.
Alasan ini sering diungkapkan oleh para karyawan yang mempunyai penghasilan sampingan melalui bisnis atau bekerja lepas (freelancer). Mereka memiliki kebutuhan atau tujuan keuangan yang mendesak, contohnya ingin menikah tetapi dana belum tercukupi. Gaji di kantor yang kurang cukup atau kondisi perekonomian perusahaan yang sedang tidak baik membuat mereka terpaksa menjadi necessity entrepreneur.
Tidak hanya karyawan, ada juga mahasiswa menjadi necessity entrepreneur karena membutuhkan dana tambahan untuk membiayai kebutuhan pendidikannya.
Kondisi keuangan pribadi yang kurang stabil juga membuat orang terpaksa berwiraswasta. Mereka percaya bahwa bisnis bisa mendatangkan potensi penghasilan yang lebih besar sehingga memutuskan untuk terjun di dalamnya. Kondisi keuangan yang stabil saat ini tentu berdampak pula pada kesejahteraan perekonomian pada masa depan. Necessity entrepreneur pun bisa mencapai tujuan keuangan jangka panjang setelah kondisi finansialnya sudah stabil.
Baca Juga: Captive Market: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya
Rata-rata necessity entrepreneur Indonesia memiliki tujuan ini ketika mulai berbisnis. Kebutuhan ekonomi keluarga yang makin meningkat serta kenaikan harga membuat banyak orang mencari alternatif penghidupan melalui bisnis. Selain itu, penghasilan yang diperoleh di kantor dianggap kurang cukup untuk menghidupi seluruh anggota keluarga sehingga harus menjalankan bisnis sampingan atau berjualan sambil bekerja.
Adakalanya seorang pengangguran terpaksa menjadi pengusaha karena sekadar ingin mempunyai kegiatan selama jam kerja. Mereka tidak mempunyai kualifikasi yang cukup untuk mendapatkan pekerjaan sehingga harus menempuh jalan bisnis. Necessity entrepreneur seperti ini bisa mengembangkan bisnisnya menjadi lebih sukses karena memiliki niat yang besar.
Motivasi ini biasanya dialami oleh orang yang mengundurkan diri (resign) dari pekerjaannya. Mereka ingin merasakan kebebasan dalam bekerja sehingga harus berbisnis atau menjadi pekerja lepas. Fleksibilitas dalam berbisnis juga membuat mereka bebas mengatur waktu dan lokasi kerjanya.
Baca Juga: Authentic Leadership: Pengertian, Ciri, dan Cara Menerapkannya
Tujuan terakhir ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Orang bisa merasakan keseimbangan dalam hidup dan pekerjaan alias work-life balance melalui kegiatan berbisnis. Fokus mereka tidak hanya berbisnis untuk mencapai target, tetapi menikmati kehidupan di luar pekerjaannya. Mereka bisa menghabiskan waktu bersama keluarga, menekuni hobi atau keterampilan (skill), bahkan beristirahat lebih banyak daripada selama bekerja di kantor.
Kesimpulannya, necessity entrepreneur adalah golongan wiraswasta yang terpaksa memulai bisnisnya karena kondisi. Biasanya, mereka tidak memiliki keterampilan yang cukup dalam dunia bisnis sehingga usahanya rentan mengalami kegagalan.
Jangan khawatir kalau kamu juga memulai bisnismu karena keterbatasan kondisi. Kamu bisa mengembangkan keterampilan berbisnis sehingga usahamu berpotensi berkembang pada masa depan.
Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan, salah satunya mengikuti kursus Konsep Orientasi Kewirausahaan untuk Pemula dari GreatNusa. Kamu akan mempelajari aspek penting yang dibutuhkan dalam dunia bisnis agar usahamu berhasil. Yuk, asah kemampuan wiraswastamu melalui kelas bisnis bersama GreatNusa!
By greatnusa • 6 Februari 2023
Siapa yang ingin menjadi seorang entrepreneur? Kamu pasti langsung mengacungkan tangan atau menjawab ‘ya’ ketika mendengar pertanyaan tersebut. Ada banyak motivasi seseorang menjadi entrepreneur, mulai dari mencari penghasilan utama hingga ingin menciptakan perubahan di masyarakat. Apapun alasannya, kamu perlu mengembangkan karakteristik entrepreneur terlebih dahulu agar bisnismu berhasil.
Apa saja karakteristik entrepreneur atau wiraswasta sukses itu? Yuk, simak artikel ini untuk menemukan jawabannya!
Entrepreneur alias wiraswasta merupakan orang yang menciptakan bisnis baru untuk menciptakan keuntungan. Banyak orang menganggap entrepreneur sebagai inovator karena memiliki ide baru dalam berbisnis.
Seorang entrepreneur memainkan peran kunci dalam membantu perekonomian makro. Mereka menggunakan keterampilannya untuk mengantisipasi kebutuhan pasar serta membawa ide baru. Sebagai inovator atau pencipta ide baru, entrepreneur mampu mengidentifikasi peluang pasar, merancang strategi bisnis yang efektif, dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis.
Seorang entrepreneur harus mengembangkan karakteristik positif agar bisnisnya berhasil. Inilah daftar karakteristik yang setidaknya harus ada dalam dirimu.
Entrepreneur harus kreatif dalam membangun usaha. Mereka memanfaatkan peluang yang ada sebagai ide bisnis serta menghasilkan langkah inovatif untuk memberikan solusi melalui bisnisnya. Kreativitas membuat bisnis yang dijalankan entrepreneur terlihat unik dan berbeda daripada kompetitornya.
Dunia bisnis memang penuh tantangan dan risiko, namun entrepreneur sukses wajib bersikap optimis. Mereka selalu melihat sisi positif dari segala situasi dan terus maju dalam bisnisnya. Optimisme dapat meningkatkan kreativitas dan membantu entrepreneur menemukan ide-ide baru untuk bisnis mereka sehingga meningkatkan peluang kesuksesan.
Tidak mungkin seorang entrepreneur tidak mengenali produk barang atau jasa yang ditawarkannya. Mereka harus mempunyai pengetahuan yang baik tentang produk serta industri bisnisnya. Entrepreneur juga mengetahui nilai dan keunikan produknya agar lebih menarik di mata konsumen.
Baca Juga: Apa itu Kecerdasan Buatan dan Contohnya? Bagaimana Cara Kerjanya?
Kemampuan networking dan mengenali peluang kerja sama sangat penting bagi entrepreneur. Mereka harus mau bertemu orang baru agar bisa mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya yang dibutuhkan.
Entrepreneur harus mempunyai keyakinan bahwa mereka bisa mencapai tujuannya. Wajar jika merasa ragu, tetapi mereka harus tetap bertahan dan siap mengambil risiko yang diperlukan karena yakin dapat memberikan hasil yang lebih baik pada masa depan. Kepercayaan diri juga membuatmu lebih mudah dalam mengatasi tantangan, mengambil risiko, dan tetap gigih.
Entrepreneur yang fokus pada tujuan selalu mengetahui apa yang ingin dicapai dan berusaha untuk mengejar tujuan tersebut. Dalam mencapai tujuannya, mereka membutuhkan ketekunan untuk mengatasi berbagai tantangan serta mendapatkan kepercayaan dari orang yang diajak bekerja sama.
Dunia bisnis penuh risiko dan entrepreneur harus siap mengambilnya. Lagi pula, mengambil risiko sangat penting untuk membedakan diri mereka dari pesaingnya. Namun, mereka harus membuat keputusan yang terukur agar bisa membawa keuntungan bagi diri sendiri maupun bisnisnya.
Entrepreneur akan dihadapkan pada berbagai kondisi yang menuntutnya mengambil keputusan. Mereka harus membuat keputusan yang matang dan tidak terburu-buru agar tidak berdampak pada bisnisnya. Mereka harus rajin mencari tahu dan mengelola informasi yang ada agar bisa membuat keputusan yang lebih baik.
Baca Juga: 10 Cara Mengetahui Karakter Seseorang Tidak Pakai Ribet
Kegigihan diperlukan untuk menghadapi tantangan dalam berbisnis. Karakteristik ini juga membuat entrepreneur mampu bertahan melewati kesulitan serta berpegang teguh pada tujuan dan impiannya.
Mau tidak mau seorang entrepreneur harus melakukan multitasking pada awal memulai bisnis. Mereka harus fleksibel dalam menjalankan bisnis dan mampu beradaptasi terhadap perubahan yang mungkin terjadi. Fleksibilitas ini sangat berguna agar mereka terus bertumbuh dalam situasi yang menantang.
Dunia bisnis penuh persaingan yang bisa mengancam kesuksesan. Inilah alasan entrepreneur perlu mengembangkan jiwa kompetitif. Sikap kompetitif berarti mereka bersemangat menghadapi tantangan dan berusaha untuk mengatasinya. Mereka tidak menganggap pesaing sebagai hal negatif, melainkan peluang untuk meningkatkan bisnis.
Entrepreneur merupakan pemimpin dalam bisnisnya. Merekalah yang membangun bisnis serta merekrut karyawan untuk dipekerjakan. Seorang pemimpin harus mampu memotivasi dan memiliki keterampilan komunikasi yang kuat dan efektif. Mereka juga percaya pada kemampuan anggota timnya.
Entrepreneur harus mengemban tuntutan besar dalam mengelola bisnis. Sikap bertanggung jawab sangat penting, terutama jika bisnisnya sudah mempekerjakan karyawan. Bertanggung jawab ditunjukkan melalui sikap komitmen dan konsisten dalam menjalankan pekerjaannya.
Selain mengetahui karakteristik entrepreneur, kamu juga harus mengetahui berbagai tipenya. Setiap tipe entrepreneur ini bisa dicocokkan sesuai kepribadianmu. Ada empat jenis entrepreneur yang ditemukan di dunia ini:
Tipe entrepreneur ini bermimpi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menciptakan dampak positif pada dunia. Mereka didorong oleh keinginan untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.
The visionary sering memiliki ide yang brilian dan inovatif. Mereka dikenal karena kreativitasnya dalam menemukan gagasan baru dan meyakinkan orang lain bahwa ide tersebut mampu mengubah hidup mereka selamanya.
Baca Juga: Ethical Leadership: Pengertian, Tujuan, Ciri, dan Prinsip Kerjanya
The survivor merupakan tipe entrepreneur yang memiliki pengalaman buruk pada masa lalu dan berusaha untuk mengubahnya. Mereka memulai bisnisnya untuk mencapai kebebasan finansial dan kemandirian.
Terakhir, ada the strategist yang memiliki pengetahuan dan sudut pandang luas tentang bisnis. Keuntungan finansial menjadi motivasi utama mereka dalam berbisnis. Keterampilan berpikir strategis dan analitis yang dimiliki akan memberikan hasil yang baik.
Sudahkah kamu menerapkan karakteristik entrepreneur dan memilih tipe wiraswasta yang sesuai kepribadianmu? Perlu disadari kalau mengembangkan karakteristik di atas tidaklah cukup. Kamu juga harus memiliki keterampilan penting dalam membangun bisnis, contohnya membuat dokumen rencana bisnis.
Belum memahami cara membuat rencana bisnis yang matang? Tenang saja, kamu bisa mengikuti kursus Business Plan dari GreatNusa. Kamu akan belajar mempersiapkan dokumen rencana bisnis dan mempresentasikannya kepada investor untuk pendanaan bisnis. Yuk, ikuti kelasnya bersama GreatNusa agar kemampuan bisnis dan karakteristik entrepreneur dalam dirimu makin terasah!
By greatnusa • 6 Februari 2023
Ada banyak contoh bisnis yang menggunakan teknologi informasi (TI) untuk membantu operasinya. TI memang telah menjadi bagian penting dari kegiatan bisnis di Indonesia. Banyak perusahaan di berbagai sektor, seperti retail, keuangan, dan jasa telah menggunakan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi, pelayanan pelanggan, dan keuntungannya.
Melalui artikel ini, kamu akan mendapatkan penjelasan mengenai apa itu teknologi informasi secara lebih mendalam, mulai dari pengertiannya, seberapa penting teknologi tersebut untuk bisnis, hingga contoh bisnis yang menggunakan teknologi informasi. Mari simak selengkapnya di bawah ini!
Teknologi informasi adalah penggunaan komputer, penyimpanan, jaringan, dan perangkat fisik lainnya, infrastruktur, dan proses untuk membuat, memproses, menyimpan, mengamankan, dan menukar semua bentuk data elektronik. Biasanya, TI digunakan dalam konteks operasional, berbeda dengan teknologi yang digunakan untuk tujuan pribadi atau hiburan. Penggunaan TI secara komersial meliputi teknologi komputer dan telekomunikasi.
Di dalam kehidupan sehari-hari, TI sudah menjadi aspek yang sangat penting karena dapat mempermudah akses dan manajemen informasi serta meningkatkan efisiensi dalam berbagai proses. Selain itu, TI juga dapat diterapkan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemerintahan, dan terutama di dunia bisnis.
Secara umum, TI sangat penting bagi sebuah perusahaan karena dapat membantu dalam meningkatkan efisiensi kerja, kualitas pelayanan, hingga keuntungan. TI juga dapat membantu meningkatkan efisiensi dalam pengambilan keputusan dan dapat membantu dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh perusahaan.
Baca Juga: Apa Peranan Teknologi Informasi dalam Perusahaan? Apakah itu Penting?
Agar dapat lebih efisien secara operasional, setiap perusahaan harus dapat memanfaatkan Teknologi informasi sebaik mungkin. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa TI penting untuk perusahaan.
Teknologi informasi dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dalam proses bisnis dengan menggunakan sistem otomatisasi dan perangkat lunak yang canggih. Hal ini dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas rutin dan repetitif seperti pengelolaan inventori, pembayaran, dan laporan keuangan.
Teknologi informasi memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis data dalam jumlah besar sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dan cepat. Melalui pemanfaatan teknologi informasi, manajer dapat lebih cepat mengambil keputusan yang tepat dan mengambil tindakan yang diperlukan karena memiliki akses yang cepat dan mudah ke data yang akurat.
Teknologi informasi dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan daya saing mereka dengan meningkatkan efisiensi, kualitas pelayanan pelanggan, dan keuntungan yang didapatkan. Perusahaan yang memanfaatkan penggunaan TI yang sesuai dengan kebutuhan mereka dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya, serta meningkatkan kualitas produk dan jasa yang ditawarkan.
Teknologi informasi dapat digunakan untuk melindungi informasi yang dimiliki perusahaan dari serangan peretas, pencurian data, dan serangan siber lainnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan sistem keamanan yang canggih seperti enkripsi, autentikasi, dan pemantauan aktivitas.
Teknologi informasi dapat membantu perusahaan untuk mengubah struktur dan proses bisnis mereka dengan cepat dan mudah sesuai dengan perubahan lingkungan bisnis. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan sistem yang dapat diubah dan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Baca Juga: Framework: Pengertian, Fungsi dan Manfaat, serta Contohnya
Beberapa contoh bisnis yang menggunakan teknologi informasi di Indonesia adalah:
Perusahaan e-commerce seperti Lazada, Bukalapak, dan Tokopedia menggunakan teknologi informasi untuk mengelola inventori, meningkatkan pelayanan pelanggan, dan meningkatkan penjualan melalui website dan aplikasi mobile. Salah satu contoh dari penggunaan teknologi informasi dalam e-commerce adalah dengan menggunakan sistem manajemen inventori (Inventory Management System) yang dapat membantu perusahaan e-commerce untuk mengontrol stok barang, mengatur pemesanan barang, dan memantau ketersediaan barang.
Sistem CRM (Customer Relationship Management) juga digunakan dalam e-commerce untuk meningkatkan pelayanan pelanggan dengan menyediakan informasi yang dibutuhkan pelanggan, menangani keluhan pelanggan, dan meningkatkan interaksi dengan pelanggan. Selain itu, perusahaan e-commerce juga menggunakan teknologi informasi untuk meningkatkan penjualan dengan menggunakan sistem analisis data dan sistem pemasaran yang efisien untuk meningkatkan tingkat konversi dan meningkatkan loyalitas pelanggan.
Perusahaan keuangan seperti bank dan perusahaan asuransi adalah contoh bisnis yang menggunakan teknologi informasi secara luas. Perusahaan keuangan menggunakan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dalam proses transaksi, meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan, dan meningkatkan keamanan informasi.
Contoh dari penggunaan teknologi informasi dalam perusahaan keuangan adalah dengan menggunakan sistem mobile banking dan internet banking. Sistem ini memungkinkan pelanggan untuk melakukan transaksi keuangan seperti transfer uang, pembayaran tagihan, dan pengambilan uang tanpa harus datang ke bank secara fisik.
Contoh bisnis yang menggunakan teknologi informasi selanjutnya adalah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, seperti Gojek atau Grab. Biasanya, teknologi informasi akan digunakan untuk membantu mengelola armada, meningkatkan pelayanan pelanggan dan meningkatkan efisiensi dalam proses transaksi melalui aplikasi mobile.
Selain itu, biasanya teknologi informasi juga akan dimanfaatkan untuk melakukan pemantauan terhadap armada mereka melalui GPS, baik untuk sekadar memantau posisi armada mereka dan mengoptimalkan rute yang ditempuh. Kedua perusahaan ini juga dapat menggunakan teknologi informasi untuk membantu mengumpulkan dan menganalisis data dari pelanggan dan armada mereka.
Pemanfaatan teknologi informasi dalam bisnis kesehatan sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan. Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan sistem EMR (Electronic Medical Records) yang memungkinkan dokter dan perawat untuk mengakses data pasien secara real-time sehingga dapat memberikan perawatan yang lebih baik dan cepat.
Selain itu, teknologi telemedicine juga biasa digunakan dalam bisnis kesehatan yang memungkinkan dokter untuk melakukan konsultasi dan diagnosis jarak jauh dengan pasien sehingga dapat meningkatkan akses pasien terhadap perawatan yang baik. Melalui pemanfaatan teknologi, alur perawatan yang ada dapat menjadi lebih efisien dan efektif.
Pendidikan adalah fondasi dari setiap orang; tanpa adanya pendidikan yang baik, maka orang-orang tidak akan dapat menjalani hidupnya dengan baik pula. Oleh karena itu, pendidikan yang dilakukan tidak boleh sampai ketinggalan zaman.
Pada era yang sudah modern ini, pemanfaatan teknologi informasi sudah harus dilakukan ke dalam bidang pendidikan. Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan platform e-learning (pembelajaran elektronik) seperti MOOC (Massive Open Online Courses) dan LMS (Learning Management System) yang memungkinkan siswa untuk belajar dari mana saja dan kapan saja.
Selain itu, teknologi Virtual Reality (VR) juga dapat digunakan untuk menyediakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif. Sebagai contoh, guru dapat menggunakan VR untuk memberikan simulasi yang dapat menyajikan situasi yang sesungguhnya dalam bidang kedokteran atau teknik.
Perkembangan teknologi juga sudah memungkinkan setiap orang untuk mendapatkan pembelajaran, hampir dalam subjek apa saja, dengan mudah secara daring atau online. Salah satu contohnya adalah kursus yang disediakan oleh GreatNusa. Melalui GreatNusa, kamu bisa mendapatkan kursus dari berbagai subjek yang diajarkan langsung oleh ahlinya. Tertarik mengikuti kursusnya? Kunjungi laman kami di sini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut!
Sudah banyak contoh public speaking yang menarik dan kamu pasti ingin mengikuti jejak pembawa acara idolamu. Apalagi kamu beranggapan bahwa public speaking adalah cara terbaik untuk meningkatkan kepercayaan diri. Namun, masih banyak pertanyaan tentang public speaking yang sering menghantui benakmu sehingga masih ragu untuk terjun di bidang ini.
Tidak perlu khawatir karena GreatNusa akan mengupas tuntas tentang public speaking di artikel ini. Yuk, simak sampai selesai agar kamu makin antusias dalam bidang ini!
Public speaking adalah bentuk komunikasi verbal antara seorang pembicara dan sekelompok orang sebagai audiens dalam suatu acara atau kegiatan. Pembicara harus bisa menyampaikan pesan yang jelas dan efektif kepada audiens agar dapat memengaruhi pandangan, perasaan, atau tindakan mereka.
Public speaking membutuhkan kemampuan persuasi, kreativitas, dan keterampilan berbicara yang baik. Kemampuan berbicara ini mencakup teknik presentasi, gaya berbicara, penggunaan bahasa tubuh, dan interaksi bersama audiens. Keberhasilan public speaking terlihat pada kemampuan pembicara dalam membangun hubungan dengan audiens dan membuat mereka merasa nyaman dan terlibat dalam presentasi.
Public speaking dapat dilakukan dalam berbagai situasi, seperti konferensi, seminar, workshop, ceramah, dan pidato. Public speaking merupakan keterampilan yang sangat berguna karena kamu bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi audiens yang mendengarnya.
Baca Juga: 7 Tips Cara Melatih Public Speaking Untuk Mahir Berbicara
Public speaking memiliki beberapa tujuan yang bisa dicapai sesuai jenis acara atau kegiatan yang dilakukan. Beberapa tujuan public speaking:
Penyampaian informasi merupakan tujuan utama public speaking. Kamu perlu melakukan presentasi secara efektif untuk memberikan informasi yang jelas dan mudah dipercaya oleh audiens ketika mendengarnya.
Public speaking bisa menjadi sarana untuk memotivasi atau membujuk audiens untuk melakukan sesuatu. Kamu tidak hanya berfokus pada pesan yang akan disampaikan, tetapi juga teknik presentasi dan bahasa tubuh yang digunakan agar audiens makin yakin untuk mengikuti pesanmu.
Public speaking juga bertujuan untuk memengaruhi pandangan audiens. Biasanya, tujuan ini dicapai ketika hendak melakukan kampanye. Kamu perlu membangun pesan agar terdengar logis dan argumentatif untuk mencapai tujuan ini.
Ada pula public speaking yang bertujuan untuk menghibur audiens atau membangkitkan suasana. Kamu bisa menyisipkan pesan yang menghibur dalam pembicaraan utama agar audiens tidak merasa bosan ketika mendengar presentasimu.
Baca Juga: 8 Cara Public Speaking Untuk Pemula
Sekilas dijelaskan bahwa public speaking adalah cara yang bermanfaat untuk meningkatkan pengembangan diri. Seperti apa manfaatnya?
Tidak salah jika kamu menganggap public speaking dapat meningkatkan kepercayaan diri. Pasalnya, kamu akan berbicara di depan banyak orang dan harus mengatasi rasa takut yang dialami pada momen tersebut. Kepercayaan diri makin meningkat apabila kamu merasa yakin dengan pesan yang disampaikan kepada audiens.
Komunikasi merupakan keterampilan (skill) wajib yang harus dikembangkan setiap saat. Public speaking dapat meningkatkan skill komunikasi agar kamu lebih efektif dalam menyampaikan pesan. Setelah menguasai public speaking, kamu pun lebih efektif dalam kegiatan presentasi, wawancara, bahkan negosiasi bisnis.
Public speaking mengharuskan kamu untuk menyampaikan materi yang bermanfaat dan memotivasi para pendengar. Itulah pentingnya wawasan dan pengetahuan untuk melengkapi dirimu. Audiens pun akan lebih percaya pada public speaker yang berwawasan luas dalam menyampaikan pesannya.
Kamu pun dapat melatih kemampuan persuasi melalui public speaking. Kemampuan ini bisa berkembang kalau kamu menyusun pesan yang efektif dan mampu memengaruhi audiens untuk melakukan setiap pesanmu.
Public speaking dapat menjadi sarana untuk membangun jaringan profesional. Kamu bisa berinteraksi bersama audiens yang berasal dari individu dan organisasi yang terlibat dalam acara yang diikuti.
Ketika menyampaikan pesan yang efektif, kamu bisa menjadi sumber inspirasi bagi audiens. Kamu pun bisa membangun citra diri (image) yang positif di mata banyak orang dan mendapatkan kesempatan lebih besar dalam pengembangan karier.
Baca Juga: 7 Tips Cara Melatih Public Speaking Untuk Mahir Berbicara
Ada banyak contoh public speaking berdasarkan konsep acaranya, yaitu:
Jenis acara ini melibatkan banyak pembicara. Semua pembicara mendapat giliran untuk mempresentasikan ide atau hasil penelitian mereka. Audiensnya adalah para pakar dalam bidang yang sama.
Pidato merupakan kegiatan public speaking untuk menyampaikan pesan atau memotivasi audiens. Pidato biasanya disampaikan dalam acara resmi atau formal. Audiensnya merupakan tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.
Seminar merupakan acara yang didedikasikan untuk diskusi dan mempresentasikan topik tertentu. Audiensnya berupa ahli dalam bidang terkait dan peserta undangan yang tertarik mendengar topik yang dibawakan.
Debat merupakan kegiatan yang melibatkan dua atau lebih pembicara. Masing-masing pembicara menyampaikan argumentasi mereka dan berusaha untuk memengaruhi pendapat audiens yang mendengarnya.
Baca Juga: Apa Itu Jenjang Karier serta Contohnya
Apakah kamu tertarik untuk meningkatkan kemampuan public speaking? Tentunya kamu memiliki sejumlah pertanyaan tentang public speaking, tetapi belum menemukan jawabannya. Berikut lima pertanyaan tentang public speaking yang sering terlintas di benak banyak orang.
Pasti sulit mengetahui topik yang menarik apabila tidak mendapatkan brief tentang acaranya. Namun, kamu bisa mendapatkan inspirasi topik dengan bertanya kepada 1-2 orang peserta atau koordinator acara. Kamu pun bisa meminta pendapat orang lain di media sosial melalui opsi tema yang disediakan.
Tidak ada batasan untuk berlatih public speaking. Namun, berlatihlah sampai kamu bisa memahami pesan atau materi yang ingin disampaikan. Metode latihannya bisa dengan berbicara di depan cermin atau merekam suara sendiri.
Pesan yang disampaikan tidak perlu terlalu panjang, apalagi jika ada keterbatasan waktu dalam acara. Audiens pun tidak akan mengingat pesanmu apabila terlalu panjang. Cukup sampaikan pesan secara sederhana, tetapi spesifik dan ringkas sehingga lebih mudah dipahami oleh audiens.
Gunakan intonasi dan bahasa tubuh yang sesuai ketika berinteraksi bersama audiens. Jangan lupa untuk menyisipkan pesan yang menghibur agar suasana acara tidak terasa canggung.
Mulailah presentasi dengan melakukan interaksi dua arah bersama audiens. Kamu bisa memberikan pertanyaan atau sapaan interaktif mengenai tema terkait. Perasaan gugup pun dapat hilang dan kamu bisa mengingat materi yang ingin disampaikan sehingga tidak blank out.
Menarik sekali belajar tentang public speaking, bukan? Apalagi jika mempraktikkannya secara langsung, kamu bisa mengembangkan potensi terbaik dalam dirimu. Ikutilah kursus Public Speaking dari GreatNusa untuk mengetahui tips dan trik mengembangkan kepercayaan dirimu selama melakukan presentasi. Yuk, tingkatkan kemampuan public speaking kamu hanya bersama GreatNusa!
By greatnusa • 6 Februari 2023
Pada dasarnya, cara mengetahui karakter seseorang tidak sesulit yang dibayangkan. Asalkan sering berinteraksi dengan orang tersebut, kamu bisa mengetahui bagaimana karakternya. Mengingat setiap orang adalah unik, kamu akan merasa tertantang untuk mengetahui lebih banyak karakter yang ada di dunia. Manfaatnya bukan hanya memudahkan kamu memahami orang lain, melainkan juga mengasah kecerdasan emosional dan memperluas cara pandangmu. Selain itu, kamu juga akan lebih mudah beradaptasi dan berkomunikasi dengan orang lain.
Apabila kamu merasa kesulitan dalam menebak karakter orang lain, berikut sejumlah cara yang dapat dicoba berdasarkan tips dari berbagai sumber:
Grafologi merupakan ilmu analisis tangan. Berbekal ilmu dasar grafologi kamu bisa mengungkap kepribadian seseorang dari bentuk tulisan tangannya. Huruf besar mencerminkan bahwa orang tersebut mempunyai orientasi, sedangkan huruf kecil menunjukkan orang tersebut tertutup. Huruf tegak mencerminkan pribadi yang pragmatis, ekstrovert, ekspresif, dan tidak pemalu. Tulisan miring ke arah kanan atau kiri menunjukkan kepribadian yang sentimental dan ramah, sedangkan huruf yang hanya miring ke arah kiri menunjukkan orang tersebut senang introspeksi diri.
Karakter seseorang juga bisa dibaca dari kebiasaannya bermain ponsel. Orang yang sering mengecek ponsel sekadar menulis status di media sosial atau melihat email merupakan pribadi yang cenderung kurang stabil dalam hal emosional. Orang yang memegang ponsel atau mengetik dengan satu tangan merupakan pribadi yang memiliki kepercayaan diri tinggi dan berani mengambil risiko. Memegang ponsel dengan kedua tangan mencerminkan bahwa orang tersebut mudah beradaptasi, cepat tanggap, dan efisien.
Saat terlibat pembicaraan dengan orang lain, cobalah untuk memperhatikan bagaimana caranya berkomunikasi. Orang yang cenderung membicarakan diri sendiri biasanya memiliki sifat keras kepala, sulit berbagi, dan egois. Berbeda dengan orang yang lebih senang mendengarkan, ia memiliki kepribadian yang rendah hati, ramah, dan mau berbagi. Selain itu, apabila lawan bicara kerap mengecek ponsel di tengan perbincangan, orang tersebut kemungkinan besar bukan pendengar yang baik, sulit berinteraksi langsung, dan kurang menghargai keberadaan orang lain.
Baca Juga: 8 Langkah Strategi Komunikasi Persuasif dalam Dunia Kerja
Berjabat tangan menjadi cara mengetahui karakter seseorang paling mudah. Jabatan tangan kuat mencerminkan bahwa orang tersebut mempunyai kepercayaan diri tinggi, ekpresif, dan terbuka. Sebaliknya, jabatan tangan lemah menunjukkan bahwa orang tersebut kurang percaya diri dan cenderung memilih hal mudah dalam segala hal.
Melakukan kontak mata dengan lawan bicara merupakan hal yang sering dilakukan oleh orang dengan tingkat kepercayaan diri tinggi. Lawan bicara yang mempertahankan kontak mata dalam jangka panjang cenderung memiliki kepribadian yang dominan, agresif, dan sedikit menyeramkan. Apabila lawan bicara melakukan kontak mata sekitar 60%, ia merupakan pribadi yang ramah, menyenangkan, menarik, dan mudah dipercaya. Orang yang menghindari kontak mata ketika perbincangan cenderung memiliki kepribadian tertutup, sedikit penakut, kemauan rendah, dan kurang kontrol diri.
Mengamati cara berjalan seseorang bisa memudahkan kamu menebak kepribadiannya. Orang yang suka berjalan cepat dan menumpukan berat badan ke arah depan menggambarkan orang tersebut produktif, suka bersaing, agak dingin, serta berpikir logis. Cara berjalan agak berjinjit dengan pandangan arah ke bawah mencerminkan orang tersebut memiliki kepribadian tertutup dan sopan.
Orang yang cenderung berjalan dengan menumpukan berat pada kaki, ia merupakan orang yang fokus pada kehidupan pribadi, kurang begitu tertarik dengan karier, dan fokusnya lebih mudah teralihkan. Berjalan dengan kepala tegak, dada membusung, dan bahu ke belakang menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki karisma tinggi, tegas, supel, dan menyenangkan. Orang yang suka berjalan santai digambarkan sebagai sosok yang dingin, agak pemalas, tenang, mudah terpengaruh, dan intuitif. Berjalan dengan menyilangkan tangan menggambarkan pribadi yang lebih senang menyendiri.
Baca Juga: 7 Manfaat Personal Branding yang Wajib Diketahui
Orang yang makan secara perlahan cenderung menikmati hidup, memiliki kepercayaan diri yang baik, tenang menghadapi berbagai situasi, dan menyukai berada di bawah kendali. Apabila kamu menemukan orang yang makan dengan cepat, orang tersebut merupakan pribadi yang berorientasi pada tujuan, pekerja keras, dan agak ambisius. Orang yang suka mencoba beragam jenis makanan merupakan pribadi yang berani mengambil risiko dan menyukai tantangan.
Orang yang pemilih makanan cenderung memiliki masalah dengan emosi, mudah cemas, dan rasa keingintahuannya besar. Kepribadian orang yang suka memisahkan makanan sesuai jenisnya menyukai keteraturan, detail oriented, disiplin, dan berhati-hati. Sebaliknya, orang yang suka mencampur makanan cenderung ramah, menikmati hidup, dan pandai mengatur waktu.
Selera musik juga dapat menunjukkan karakter seseorang. Penyuka musik klasik, blues, jazz, dan folk menggambarkan kepribadian yang stabil secara emosional, mempunyai tingkat kecerdasaan di atas rata-rata, dan terbuka. Orang yang menyukai musik alternatif, heavy metal, dan rock cenderung berpikiran lebih terbuka, cerdas, atletis, dan aktif.
Penyuka musik IDM, EDM, trip hop, dan dubstep menggambarkan kepribadian yang senang berinteraksi dengan orang lain, lugas, dan memiliki daya kreativitas tinggi. Apabila kamu mengenal orang yang menyukai musik pop, country, dan religi, karakter orang tersebut cenderung konservatif, kurang terbuka, dan atletis. Pemberani, liberal, suka berkompromi, dan terbuka merupakan karakter orang yang menyukai musik hip hop, soul, funk, dan elektronik.
Membaca ekspresi wajah dapat memudahkan kamu membaca karakter orang lain. Garis kerutan samar di dahi menandakan orang tersebut sering mencemaskan atau memikirkan sesuatu secara berlebihan. Kerutan samar di sudut mata menunjukkan bahwa orang tersebut sering tersenyum, pribadi yang ramah. Orang yang sering menekuk bibir menandakan pribadi yang mudah kesal atau marah. Dagu dan rahang yang rapat menandakan orang tersebut dalam kondisi tegang.
Selain kesembilan cara di atas, kamu bisa mengetahui kepribadian seseorang dari caranya memperlakukan orang lain yang posisinya lebih rendah. Jika orang tersebut memperlakukan pegawai toko, pelayan restoran, petugas keamanan, ataupun tukang parkir dengan baik, maka orang tersebut memiliki kepribadian yang mau menghargai orang lain, tidak membedakan orang lain berdasarkan posisi, dan bersifat terbuka. Namun, apabila perlakuannya buruk, artinya karakter orang tersebut kurang baik, tidak menghargai orang lain, dan cenderung kasar.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Interpersonal Skill dalam Organisasi
Demikianlah informasi mengenai cara mengetahui karakter seseorang yang dapat kamu coba. Kalau kamu ingin mengetahui lebih banyak tentang karakter manusia dan pengetahuan umum lainnya, jangan ragu mengikuti pelatihan atau webinar yang ditawarkan oleh GreatNusa. Melalui pembelajaran daring GreatNusa, kamu akan dibantu oleh tenaga pengajar profesional yang andal di bidangnya. Berbekal materi yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja era global saat ini, kamu dapat memperluas wawasan, mampu bersaing dengan kandidat lain, dan meraih karier cemerlang. Tunggu apa lagi? Yuk, raih masa depan lebih cerah bersama GreatNusa!
Sumber:
By greatnusa • 5 Februari 2023
Perilaku organisasi adalah bidang yang mempelajari bagaimana perilaku individu agar sejalan atau bergerak sesuai dengan organisasi. Mulai dari cara mereka berinteraksi, cara bekerja, dan juga cara berinteraksi di lingkungan luar organisasi.
Bidang perilaku organisasi tergolong multidisiplin sehingga perkembangannya dipengaruhi beberapa disiplin ilmu. Beberapa ilmu tersebut antara lain sosiologi, psikologi, teknik, dan ekonomi. Oleh karena itu, studi perilaku organisasi penting dalam membangun pemahaman dan memprediksi perilaku setiap SDM agar segala sesuatu berjalan efektif.
Perilaku organisasi adalah ilmu yang mempelajari dinamika perilaku individu dan kelompok suatu organisasi berikut bagaimana dampaknya pada kinerja, baik kinerja organisasi, kelompok, maupun individu.
Para ahli memiliki definisi sendiri tentang perilaku organisasi.
Perilaku organisasi merupakan suatu studi yang mempelajari berbagai aspek tingkah laku manusia dalam kelompok atau organisasi tertentu.
Perilaku organisasi membicarakan tentang rangkaian perilaku individu dalam sebuah organisasi dan bagaimana perilaku tersebut mampu berdampak pada kinerja organisasi.
Perilaku organisasi mendalami dampak kehadiran individu, kelompok, dan struktur pada perilaku organisasi supaya dapat mengaplikasikan pengetahuan mengenai banyak hal untuk menunjang perbaikan efektivitas sebuah organisasi.
Sebagai sebuah bidang studi, perilaku organisasi berperan menyelidiki dampak apa saja yang dihasilkan individu, kelompok, maupun struktur dari perilaku dalam organisasi tersebut. Perilaku organisasi ini dilakukan dalam rangka mengaplikasikan ilmu pengetahuan sehingga efektivitas organisasi tersebut meningkat.
Di sisi lain, perilaku organisasi juga datang dengan beragam tujuan. Sebut saja, membangun dan menanamkan budaya kelompok kerja, melakukan perekrutan orang-orang terbaik di bidangnya, dan membangun hubungan bermakna dalam internal tim. Selain itu, perilaku organisasi juga mendorong upaya penyelesaian konflik, pengembangan kualitas tiap individu, serta menjaga rantai kepemimpinan.
Para peneliti yakin, penerapan perilaku organisasi secara tepat mampu menciptakan karyawan terbaik yang akan berpengaruh pada peningkatan keberhasilan organisasi pula. Maka, pelaku bisnis harus memiliki pemahaman khusus tentang apa yang dapat memotivasi karyawan dan cara membangun lingkungan kerja kondusif yang sejalan dengan strategi meningkatkan keuntungan.
Baca Juga: Tren Model Kompetensi untuk Pertumbuhan Organisasi
Perilaku organisasi memiliki empat elemen penting yang berasal dari internal dan eksternal organisasi, yaitu:
Manusia merepresentasikan sistem sosial internal organisasi, terdiri atas individu atau kelompok tertentu. Kelompok itu dapat berjumlah kecil atau besar, informal atau formal, resmi atau tidak resmi.
Kelompok manusia bersifat dinamis, berarti mudah dibuat/dibentuk, berubah, dan terpecah/bubar. Setelah berkelompok, manusia akan menempuh berbagai cara supaya dapat mencapai tujuan dan target yang hendak dicapai. Maka, organisasi justru hadir untuk melayani masing-masing orang, bukan sebaliknya.
Struktur merupakan hubungan setiap orang yang ada dalam sebuah organisasi. Mereka yang mendiami organisasi akan memiliki peran berbeda dan mempunyai hubungan tertentu satu sama lain.
Struktur biasanya mengarah pada pembagian kerja agar setiap orang dapat mengerjakan tanggung jawabnya guna mencapai tujuan organisasi. Semua saling berkaitan sehingga pencapaian tujuan lebih terkoordinasi.
Selain pembagian kerja, struktur organisasi juga menunjukkan kekuasaan. Maka, mereka yang berwenang harus menjalankan tugas sesuai kewenangannya dan orang lain dalam organisasi wajib mematuhi wewenang tersebut.
Sifat teknologi tergantung pada sifat organisasi sehingga akan mempengaruhi pekerjaan dan kondisi kerja perusahaan. Bisa dibilang teknologi dapat melahirkan efektivitas sekaligus batasan pada setiap orang dengan cara masing-masing.
Sistem sosial menawarkan lingkungan eksternal tempat organisasi tersebut bergerak. Sistem tersebut mempengaruhi sikap orang, kondisi kerja, dan memberi ruang kompetisi bagi sumber daya dan kekuasaan.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Interpersonal Skill dalam Organisasi
Sebagaimana keilmuan lain, perilaku organisasi mempunyai landasan filosofi yang menjadi konsep dasar ilmu ini. Apalagi, perilaku organisasi berkaitan erat dengan manusia. Adapun konsep dasar yang diusung adalah:
Mencakup pemahaman terkait perbedaan individu, diri individu sepenuhnya, dan perilaku termotivasi. Perilaku yang termotivasi merujuk pada bagaimana individu berperilaku karena adanya dorongan yang berasal dari suatu kebutuhan. Dalam penyelenggaraan organisasi, motivasi harus ada agar individu tergerak melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan.
Mencakup pemahaman tentang sistem sosial, karena organisasi merupakan sistem sosial yang dibentuk atas dasar kepentingan bersama. Lalu, ada kepentingan bersama yang menegaskan ada prinsip kesalingan antara individu dan organisasi. Individu membutuhkan organisasi dan organisasi membutuhkan individu agar bisa maju bersama.
Baca Juga: Manfaat Organisasi dalam Dunia Sosial
Selanjutnya, manfaat perilaku organisasi adalah:
Baca Juga: 4 Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi
Perilaku organisasi menggambarkan bagaimana dinamika individu dan kelompok dalam suatu organisasi. Budaya perusahaan mendefinisikan bagaimana cara tepat berperilaku dalam lingkup organisasi.
Budaya perusahaan terdiri atas keyakinan dan nilai-nilai yang dirancang oleh pemimpin untuk dikomunikasikan dan diinternalisasikan kepada anggota organisasi sehingga menjadi dasar dalam perilaku kerja sehari-hari. Ini diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi yang harus ditargetkan bersama seluruh anggota.
Dengan kata lain, budaya perusahaan membentuk persepsi, pemahaman, dan perilaku karyawan melalui penanaman nilai-nilai yang menjadi dipegang organisasi. Budaya perusahaan dapat dimanifestasikan dalam berbagai cara, seperti kepemimpinan, gaya komunikasi, pesan-pesan yang diinternalisasikan melalui peraturan perusahaan, dan berbagai perayaan yang diperingati perusahaan.
Adapun nilai-nilai yang diinternalisasi perusahaan dapat beragam. Tidak ada template atau pola tertentu yang wajib diikuti, sebagaimana tidak ada benar atau salah dalam membentuk budaya perusahaan. Namun, organisasi tetap perlu menekankan mana nilai-nilai yang ingin diutamakan.
Beberapa nilai yang umum dimiliki organisasi adalah:
Satu hal yang perlu digaris bawahi adalah para pemimpin memiliki pengaruh kuat pada budaya perusahaan, khususnya terkait komunikasi dan kreasi dalam lingkup pekerjaan. Sebagai arsitek budaya organisasi, pemimpin tidak hanya meneruskan budaya yang telah ada, tetapi juga menciptakan gaya kepemimpinan baru.
Pendek kata, kehadiran seorang pemimpin dapat mempengaruhi dan dipengaruhi, serta membentuk dan dibentuk oleh nilai-nilai yang terkandung dalam budaya perusahaan.
Perilaku organisasi adalah bidang ilmu yang memberikan gambaran dinamika perilaku individu dan kelompok dalam sebuah organisasi. Perilaku itu jadi bagian budaya perusahaan yang perlu diinternalisasi bersama nilai-nilai kepada setiap anggota organisasi. Dengan begitu, baik pimpinan maupun anggota organisasi berada di perahu yang sama untuk meraih tujuan yang dicita-citakan.
Kursus Bisnis dan Ekonomi serta Pengembangan Diri di GreatNusa dapat memberikan pemahaman mendalam terkait perilaku organisasi dan budaya perusahaan. Ingin tahu kursus apa saja yang ditawarkan? Langsung meluncur ke GreatNusa.com sekarang, yuk!